JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Insitut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia https://journals. iai-alzaytun. id/index. php/jis E-ISSN: 2988-0947 Vol. 1 No. : 471-484 DOI: https://doi. org/10. 61341/jis/v1i4. ANALISIS KESULITAN MEMBACA SISWA KELAS IV MADRASAH IBTIDAIYAH DARURRAHMAN KERTANEGARA INDRAMAYU Qorinatul Atmam1A. Kartini2. Dadan Mardani3 1,2,3 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Institut Agama Islam Al-Zaytun Indonesia (IAI AL-AZIS) E-mail: natulqori@gmail. com1A, antologiku30@gmail. com2, dadan@iai-alzaytun. Abstrak Kesulitan membaca merupakan salah satu hambatan bagi siswa dalam belajar dimana siswa tidak dapat belajar secara maksimal. Siswa kelas IV pada dasarnya mampu menguasai keterampilan membaca dengan mudah karena membaca merupakan aktivitas yang dilakukan siswa untuk dapat mengenal huruf dan bacaan, akan tetapi fakta dilapangan masih ada siswa yang belum bisa membaca dan mengalami kesulitan dalam membaca, walaupun demikian belum terlambat untuk melakukan perbaikan dengan memberikan penanganan yang tepat dan baik kepada siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja dalam kesulitan membaca siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Darurrahman Kertanegara Indramayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah. Objek yang diteliti adalah orang tua siswa, guru kelas dan siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara secara langsung pada orang tua dan siswa, dokumentasi dalam penelitian ini berupa gambar pada saat proses penelitian, dan juga observasi melihat kondisi siswa secara langsung pada saat proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . faktor-faktor permasalahan kurang lancar membaca siswa kelas IV. faktor yang mempengaruhi siswa kesulitan dalam membaca yaitu siswa kurang minat membaca, kurang fokus atau kurang konsentrasi saat mengikuti pembelajaran, lingkungan keluarga yang kurang kondusif. Kata Kunci: Analisis, kesulitan Membaca. Madrasah Ibtidaiyah Abstract Reading difficulty is one of the obstacles for students in learning where students cannot learn optimally. Grade IV students generally have reading skills easily because reading is an activity students do to get to know reading, but the facts in the field are that some students cannot read and have difficulty reading, even though it is not too late to improve by providing appropriate and good teaching to them. The purpose of this study was to find out what factors hindered the reading difficulties of fourth grade students at Madrasah Ibtidaiyah Darurrahman Indramayu. This study uses a qualitative approach that is descriptive in nature to examine the condition of objects. The objects studied were parents of students, class teachers and fourth grade students of Madrasah Ibtidaiyah. The data collection technique used was direct interviews with parents and students, documentation in this study was in the form of pictures during the research process, and also observations saw the condition of students directly during the learning process. The results show that: . the problem factors are the fourthgrade students' reading difficulties. the factors that affect students' reading difficulties are students' lack of interest in reading, lack of focus or lack of concentration when participating in learning, a less conducive family environment. Kata Kunci: Analysis. Reading Difficulties. Madrasah Ibtidaiyah 471 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Qorinatul Atmam. Kartini. Dadan Mardani Vol. No. : 471-484 PENDAHULUAN Membaca merupakan kompetensi Bahasa Indonesia yang sangat penting untuk dimiliki atau dipraktekkan kelas IV atau sekolah dasar tingkat tinggi, karena membaca selain berfungsi dalam menambah wawasan, membaca juga meningkatkan intelektualitas, emosional, sosial yang menunjang keberhasilan siswa dalam mempelajari semua bidang Oleh karena itu, pengajaran membaca di lingkungan sekolah memiliki posisi yang strategis dalam proses pembelajaran (Rahel Sonia Ambarita, 2. Membaca sebagai keterampilan berbahasa yang diajarkan di sekolah memiliki tujuan agar siswa dapat mengerti maksud yang terkandung dalam bacaan sehingga pembaca dapat memahami isi bacaan dengan baik dan benar. Kesulitan membaca merupakan salah satu hambatan dalam belajar, suatu kondisi ketika siswa tidak dapat belajar secara maksimal yang ditandai terhambatnya peserta didik mencapai hasil belajar. Hambatan tersebut bisa jadi tidak disadari oleh peserta didik yang Kesulitan belajar siswa dibagi dalam tiga kategori yaitu kesulitan dalam menulis, kesulitan dalam membaca dan kesulitan dalam berhitung. Kesulitan-kesulitan belajar tersebut harus segera mendapatkan penanganan supaya tidak berdampak cukup serius pada hasil belajar siswa yang dapat mempengaruhi tujuan pembelajaran (Khusnia. Siswa kelas IV pada dasarnya mampu menguasai keterampilan membaca dengan mudah karena membaca merupakan aktivitas yang dilakukan siswa untuk dapat mengenal huruf dan bacaan, akan tetapi fakta di lapangan masih ada siswa yang belum bisa membaca dan mengalami kesulitan dalam membaca, walaupun demikian belum terlambat untuk melakukan perbaikan dengan memberikan penanganan yang tepat dan baik kepada siswa. Siswa yang mengalami kesulitan membaca akan tertinggal dengan siswa yang lainnya, selain itu siswa merasa kesulitan dengan apa yang ditugaskan oleh guru dikarenakan siswa yang kesulitan dalam membaca tidak mampu mengikuti instruksi yang diberikan oleh guru sehingga siswa terbebani dalam mengikuti pembelajaran dan tidak bisa mengikuti kegiatan belajar dengan baik, ketertinggalan inilah yang nantinya membuat siswa ini tidak mendapatkan nilai yang sesuai dengan ketuntasan kriteria maksimum atau (KKM) yang telah ditentukan oleh pihak sekolah (Hendri, 2. Dalam menangani hal tersebut siswa membutuhkan perhatian yang lebih dari guru atau orang tua yang dekat dengan siswa perlu mengupayakan bantuan atau pendamping baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan rumah dan masyarakat agar siswa yang mengalami kesulitan membaca segera mendapatkan penanganan yang tepat dan tidak terlambat untuk melakukan perbaikan kepada siswa. Kemampuan membaca merupakan syarat realisme dalam kehidupan siswa. Penting bagi anak-anak ini untuk membaca secara teratur baik di sekolah maupun di rumah untuk memahami, dan menguasai materi pelajaran yang diharapkan dari mereka. Hanya dengan demikian hasil belajar siswa akan sejalan dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan. Sebagai orang tua, guru, dan pendidik yang perlu kita berikan adalah keterampilan dasar belajar yang akan membantu anak mencapai kesuksesan di sekolah (Karo-Karo, 2. Oleh 472 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Qorinatul Atmam. Kartini. Dadan Mardani Vol. No. : 471-484 karena itu, kita perlu lebih peka bila siswa mengalami kesulitan dalam menguasai keterampilan membaca supaya cepat ditanggulangi. Membaca tidak hanya mengenai buku pelajaran saja tetapi bisa juga cerpen, membaca novel, ensiklopedia, dan komik. Mungkin orang banyak yang mempertanyakan apa keuntungan dari membaca novel, ensiklopedia, cerpen, dan kamus tersebut selain sebagai hiburan semata. Tetapi, sebenarnya dengan banyak membaca akan menambah jenis dan kalimat baru (Dilla, 2. Selain itu, membaca juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir, meningkatkan memori, dan juga kemampuan otak untuk berimajinasi. Dalam tafsir . z-Zuhaili & Al-Kattani, 2. ayat Al-QurAoan yang pertama diturunkan kepada Rosulullah SAW melalui ilmu pengetahuan, yaitu dengan memerintahkan membaca sebagai kunci ilmu pengetahuan. Seorang malaikat mendatangi beliau dan berkata, "Bacalah!" Beliau menjawab. AuAku tidak bisa membaca" Kemudian, malaikat tersebut mendekapku hingga aku merasa sesak, lantas melepasku kembali dan berkata, "Bacalah!" Rasulullah menjawab. AuAku tidak bisa membaca" Kemudian, dia mendekapku untuk kedua kalinya hingga terasa sesak, lantas melepasku kembali dan berkata, "Bacalah!" Rasulullah menjawab. AuAku tidak bisa membaca" Lantas dia mendekapku ketiga kalinya hingga terasa sesak lantas melepasku kembali. Lantas dia membaca, so a A EaCA AE Eac aO EaCA A aEac aIA A Eac aO aEac aI aaEe aCEaaIA AE eEa eEaaIA a caA Ce ae aOaA AeEIe a aI aI eI aEaCA a a a a e a aACe a e aa e aI a A a a AE e aOA ca AEA a aA ua acI uaaE aA Aa e aaIA e aA aI acNA AI aI EaOaeaOA a A aEacE u acI eEAu AI aI aI aaEe Oa eEa eIA a AeEA Bacalah dengan . nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar . dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas, apabila melihat dirinya serba cukup. Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali. Menurut M. Quraish Shihab dalam (Lubis, 2. IqraAo atau perintah membaca, adalah kata pertama dari wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW. Kata ini sedemikian pentingnya sehingga diulang dua kali dalam rangkaian wahyu pertama. Mungkin mengherankan bahwa perintah tersebut ditujukan pertama kali kepada seseorang yang tidak pernah membaca suatu kitab sebelum turunnya Al-QurAoan, bahkan seorang yang tidak pandai membaca suatu tulisan sampai akhir hayatnya. Namun, keheranan ini akan sirna jika disadari arti kata iqraAo dan disadari pula bahwa perintah ini tidak hanya ditujukan kepada pribadi Nabi Muhammad SAW semata-mata, tetapi juga untuk umat manusia sepanjang sejarah kemanusiaan, karena realisasi perintah tersebut merupakan kunci pembuka jalan kebahagiaan hidup duniawi maupun ukhrawi. Yusuf Qardhawi dalam (Lubis, 2. perintah untuk AumembacaAy dalam ayat itu disebut dua kali perintah kepada Rosulullah SAW. dan selanjutnya perintah kepada seluruh Membaca adalah sarana untuk belajar dan kunci ilmu pengetahuan, baik secara etimologis berupa membaca huruf-huruf yang tertulis dalam buku-buku, maupun terminologis, yakni membaca dalam arti lebih luas. Maksudnya, membaca alam semesta. Ayat 473 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Qorinatul Atmam. Kartini. Dadan Mardani Vol. No. : 471-484 Al-QurAoan yang pertama diturunkan kepada Rosulullah SAW menunjuk pada ilmu pengetahuan, yaitu dengan memerintahkan membaca sebagai kunci ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, betapa pentingnya ilmu pengetahuan bagi manusia, karena ilmu merupakan makanan akal dan jiwa, dengan berilmu manusia akan bertambah informasi, pengertian dan kemampuan untuk menanggapi dan mengetahui sesuatu. Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan sumber belajar dan lingkungan untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru. Bila belajar ingin berhasil maka perlu sumber dan lingkungan yang tepat, mencakupi untuk menjadikan belajar memperoleh hasil yang maksimal, karena belajar pada dasarnya merupakan usaha mengubah atau meningkatkan potensi seseorang. Belajar mengubah sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dari tidak tahu menjadi tahu dari tidak mampu menjadi mampu dan menjadi lebih baik lagi melalui proses belajar yang dijalani. Walaupun demikian dalam pembelajaran pasti ada siswa yang mengalami permasalahan dalam belajar, permasalahan belajar yang dihadapi oleh siswa satu dengan yang lainnya berbeda-beda. Hal ini dikarenakan siswa memiliki pengalaman, kepribadian, tujuan dan kondisi yang beragam baik kondisi dari diri sendiri maupun kondisi dari lingkungan sekitarnya (Muhammad. Chamalah, & Wardani, 2. Seperti pada sekolah MI Darurrahman yaitu siswa kelas IV masih terdapat yang mengalami kesulitan membaca. Penyebabkan kesulitan membaca dapat terjadi karena faktor dari dalam atau dari luar diri manusia itu sendiri, yang sering dikelan dengan istilah faktor internal dan eksternal. Proses pembelajaran di sekolah diharapkan mencapai hasil belajar sebaik-baiknya baik bagi guru maupun siswa. Guru mengharapkan agar siswa berhasil dalam belajarnya dan siswa mengharapkan agar guru dapat mengajar dengan baik, sehingga mereka dapat mewujudkan tujuan pembelajaran. Namun realitas di lapangan, harapan tersebut belum dapat dicapai, masih terdapat siswa yang kesulitan dalam belajar salah satunya kesulitan Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul "Analisis Kesulitan Membaca Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Darurrahman Kertanegara Indramayu". Sebelum dilakukan penelitian, peneliti telah mencari beberapa sumber penelitian terdahulu yang dianggap relevan pada penelitian ini untuk menjadi acuan dalam penulisan Adapun penelitian tersebut dijelaskan sebagai berikut: Pertama penelitian yang dilakukan oleh Masykuri pada tahun 2019, mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negri Walisongo Semarang dengan judul skripsi "Analisis Kesulitan Membaca Permulaan pada Siswa Kelas I MI Pesantren Pembangunan Cibeunying Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap Tahun 2017/2018". Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah pendekatan deskriptif kualitatif (Masykuri, 2. Persamaan pada penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Masykuri yaitu, membahas terkait kesulitan membaca yang dimana siswa tidak mengenal huruf konsonan dan siswa tidak bisa membaca suku kata. Penelitian terdahulu menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif begitupun dengan penelitian ini yang menggunakan 474 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Qorinatul Atmam. Kartini. Dadan Mardani Vol. No. : 471-484 pendekatan kualitatif deskriptif, sedangkan perbedaan terletak pada fokus penelitian dan juga objek penelitian. Kedua, penelitian Jusmawati Jusra . , yang berjudul "Faktor-Faktor yang Melatarbelakangi Kesulitan Belajar Siswa dan Cara Mengatasinya di MI AsAoAdiyah No. Layang Makassar". Pendekatan yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar meliputi faktor intern, mulai dari siswa yang sangat minim sekali dalam merespon gurunya, siswa yang kurang membaca Al-Qur'an dan kurang memaknainya. Selain itu adapula dipengaruhi oleh faktor ekstern yang bersumber dari lingkungan sekolah dan juga lingkungan keluarga seperti, ekonomi keluarga (Jusra, 2. Persamaan penelitian terletak pada pembahasan terkait kesulitan belajar dan metode penelitia kualitatif pendekatan deskriptif, sedangkan perbedaan terletak pada fokus penelitian dan objek penelitian. Ketiga, penelitian Niluh Sti Dian Kumala Dewi . yang berjudul "Analisis Faktorfaktor Penghambat Keterampilan Membaca Permulaan pada Siswa Kelas II SD Negri Daya 1 Kota Makassar". Pendekatan yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah pendekatan kualitatif jenis deskriptif yang hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penghambat keterampilan membaca permulaan pada siswa kelas II terdapat pada kategori tinggi yaitu faktor psikologis dan faktor keluarga yang disimpulkan bahwa siswa sering malas atau kurang motivasi dari diri sendiri, kurang minat belajar membaca, kurang dukungan dari orang tua (Dewi N. , 2. Persamaan yang dilakukan oleh Niluh Sti Dian Kumala Dewi dengan penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan perbedaannya terletak pada fokus penelitian yang terdapat pada penelitian terdahulu yaitu ingin mengetahui apa faktor penghambat keterampilan membaca permulaan dan pada penelitian ini fokus penelitiannya adalah ingin mengetahui apa saja faktor siswa dalam mengalami kesulitan membaca. Berdasarkan fokus penelitian tersebut, maka kegunaan penelitian ini adalah peneliti berharap bahwa hasil penelitian ini nantinya dapat menjadi sumbangsih pengetahuan baru dalam bidang kependidikan karena masih banyak guru dan sekolah di Indonesia yang masih belum sadar akan pentingnya permasalahan dalam belajar dan dapat digunakan sebagai bahan rujukan dalam upaya mengatasi kesulitan membaca siswa dengan mengetahui di mana letak kesulitan membaca pada siswa agar tercapai tujuan belajar secara optimal. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif, termasuk kedalam jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini di lakukan di MI Darurrahman yang terletak di Jl. Kyai Abdul Basyir Blok 10 Desa Kertanegara. Kecamatan Haurgelis. Kabupaten Indramayu. Dalam penelitian ini yang akan dijadikan informan atau responden sebanyak 12 orang, yang terdiri dari 1 kepala Madrasah sebagai sumber informan, 1 orang guru, 5 orang wali siswa dan 5 orang siswa, kelima siswa tersebut adalah siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca. Pertimbangan peneliti dalam menetapkan subjek penelitian ini didasarkan pada pendapat 475 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Qorinatul Atmam. Kartini. Dadan Mardani Vol. No. : 471-484 Faisal dalam (Samsu, 2. yaitu pertama, subjek telah cukup lama menyatu dengan medan aktivitas yang diteliti. kedua, subjek masih terlibat secara penuh atau aktif dalam lingkungan yang menjadi sasaran penelitian. ketiga, subjek mempunyai banyak waktu atau kesempatan untuk diminta informasi. Dengan demikian, pertimbangan atas pemilihan subjek penelitian sebanyak 12 orang di atas telah dapat memenuhi kriteria pertimbangan yang ditetapkan. Prosedur pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah memperoleh data dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, selanjutnya dilakukan tahap analisis data dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengertian Membaca Membaca adalah proses kognitif guna menemukan berbagai informasi yang terdapat dalam tulisan. Hal ini berarti membaca merupakan proses berfikir untuk memahami isi teks yang dibaca, karena membaca bukan hanya sekedar melihat kumpulan huruf yang telah membentuk kata, kelompok kata, kalimat, paragraf tetapi lebih dari itu bahwa membaca yaitu suatu kegiatan memahami dan menginterpretasikan lambang atau tanda atau tulisan yang bermakna sehingga pesan yang disampaikan penulis dapat diterima oleh pembaca (Dalman. Hal tersebut didukung oleh (Irdawati, 2. salah satu jenis kemampuan bahasa tulis yang bersifat tanggap yaitu membaca. Segala sesuatu yang diperoleh dari bacaan itu akan memungkinkan orang tersebut memperluas wawasannya, mempertinggi daya pikirannya dan mempertajam pandangannya. Membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal. Membaca tidak hanya sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan berfikir, psikolinguistik, metakognitif, dan visual. Sebagai proses visual, membaca merupakan proses menerjemahkan simbol tulis . ke dalam kata-kata lisan. Sebagai suatu proses berfikir, membaca mencakup aktivitas pengenalan kata, membaca kritis, pemahaman literal, interpretasi, dan pemahaman (Masykuri, 2. Hakikat Membaca Ada tujuh hakikat membaca diantaranya sebagai berikut: . Pengembangan keterampilan, mulai dari keterampilan perhuruf, perkata, perkalimat, paragraf-paragraf dalam bacaan sampai dengan memahami secara kritis dan evaluatif keselururhan isi bacaan. Kegiatan visual berupa serangkaian gerakan mata dalam mengikuti baris-baris tulisan, pemusatan penglihatan pada kata dan kelompok kata, melihat ulang kata dan kelompok kata untuk memperoleh pemahaman terhadap bacaan. Kegiatan mengamati dan memahami kata-kata yang tertulis dan memberikan makna terhadap kata-kata tersebut berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah dipunyai. Suatu proses berpikir yang terjadi melalui proses mempersepsi dan memahami informasi serta memberikan makna terhadap . Proses mengolah informasi oleh pembaca dengan menggunakan informasi dalam 476 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Qorinatul Atmam. Kartini. Dadan Mardani Vol. No. : 471-484 bacaan dan pengetahuan serta pengalaman yang telah dipunyai sebelumnya yang relevan dengan informasi tersebut. Proses menghubungkan tulisan dengan bunyinya sesuai dengan sistem tulisan yang digunakan. Kemampuan mengantisipasi makna terhadap baris-baris dalam tulisan. Kegiatan membaca bukan hanya kegiatan mekanis saja, melainkan merupakan kegiatan menangkap maksud dari kelompok-kelompok kata yang membawa Tujuan Membaca Sebelum melakukan kegiatan membaca, seorang pembaca harus menentukan tujuan membaca agar informasi yang diperoleh sesuai dengan tujuannya. Selain menentukan tujuan membaca, seorang pembaca juga harus mampu membaca secara fleksibel. Sehingga pembaca mampu mengatur kecepatan bahan bacaannya sesuai dengan tujuan membaca. Pembaca juga harus dapat menyesuaikan strategi membaca dengan kondisi bacanya. Strategi yang tepat dapat membuat pembaca mampu menguasai isi dengan baik. Oleh karena itu, penguasaan dan pemahaman kalimat utama sangat menentukan dalam strategi membaca. Ketika pembaca mampu menguasai dan memahami isi bacaan, maka pembaca dapat dengan mudah membaca bacaan, karena pembaca telah paham maksud penulis (Fitriyah, 2. Manfaat Membaca Terdapat beberapa ragam membaca serta manfaatnya sebagai berikut: (Patiung, 2. Membaca sekilas untuk mencari topik. Pembaca hanya perlu memfokuskan perhatian pada bagian-bagian tertentu sehingga mampu membaca tulisan dengan cepat/secara sekilas dari awal sampai akhir Membaca cepat untuk informasi khusus. Perhatian pembaca hanya tertuju pada bagianbagian yang diinginkan. Bagian-bagian yang mengandung informasi yang tidak diinginkan tidak perlu lanjut dibaca. Membaca teliti untuk informasi rinci. Dalam hal ini pembaca difokuskan pada bagian yang mengandung informasi yang ingin pembaca ketahui secara rinci. Pengertian Kesulitan Membaca Membaca merupakan keterampilan yang kompleks, sehingga tidak heran jika masih ditemukan beberapa anak yang mengalami kesulitan membaca yang berbeda-beda antara anak yang satu dengan anak yang lainnya. Perbedaan lingkungan juga berpengaruh terhadap kemampuan membaca anak. Apabila anak tidak pernah mendapatkan pengalaman membaca di lingkungan terdekatnya, maka kemungkinan besar mereka merasa perlu untuk membaca (Dewi N. , 2. Oleh karena itu, sudah menjadi tugas guru dan orang tua dalam memotivasi siswa agar lebih giat dalam membaca. Kesulitan belajar dapat terjadi pada siapa saja dan usia berapapun. Tidak jarang sejak masa sekolah dasar anak mengalami kesulitan dalam belajar. Dalam penelitian ini letak kesulitan belajar anak adalah kesulitan belajar dalam membaca. Menurut Marcer dalam (Maryani, 2. siswa yang mengalami kesulitan membaca diidentifikasi mengalami kesulitan belajar membaca, kata atau kalimat yang bukan diakibatkan oleh kasus utama seperti terbelakang mental, rendahnya visual dan pendengaran, kelalaian gerak serta gangguan emosional. Kesulitan membaca itu berkenaan dengan empat karakteristik yaitu, . 477 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Qorinatul Atmam. Kartini. Dadan Mardani Vol. No. : 471-484 kebiasaan membaca. kekeliruan mengenal kata. kekeliruan pemahaman. macammacam gejala. Anak yang berkesulitan membaca sering memperlihatkan kebiasaan dalam membaca yang tidak wajar, hal ini dapat terlihat dari ketika membaca sering mengejutkan kening, gelisah, irama suara meninggi, atau menggigit bibir. Selain itu anak juga sering menghindari apabila diminta untuk membaca, bahkan bisa sampai menangis atau melawan guru, anak juga sering kehilangan jejak saat membaca bisa mengulang baris yang sama bahkan melompati ke baris berikutnya. Anak akan menggeleng-gelengkan kepala, dan kadang meletakkan kepalanya ke buku. Faktor-faktor Kesulitan Membaca Menurut (Hendri, 2. faktor-faktor kesulitan membaca dapat dibagi menjadi dua yaitu faktor eksternal dan faktor internal, adapun penjelasannya sebagai berikut: Faktor Eksternal. Salah satu faktor penyebab kesulitan membaca adalah faktor Faktor eksternal yang dapat menjadi penyebab kesulitan membaca adalah keadaan keluarga dan keadaan sekolah. Keadaan keluarga. Pendidikan pertama kali bagi anak adalah keluarga. Peran keluarga sangat penting dalam membentuk jati diri generasi penerus bangsa. Keluarga besar untuk pendidikan kecil, tetap bersifat menentukan dalam ukuran besar yaitu pendidikan bangsa, negara dan dunia. Adanya rasa aman dalam keluarga sangat penting dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. Rasa aman itu membuat seseorang akan terdorong untuk belajar secara aktif, karena rasa aman merupakan salah satu kekuatan pendorong dari luar yang menambah motivasi untuk belajar. Hendri . Adapun dari hasil pengamatan dan wawancara, diperoleh beberapa faktor ekternal pada lingkungan keluarga yang ditemukan di lapangan adalah sebagai berikut: Cara orang tua mendidik. orang tua yang tidak mengarahkan anak untuk belajar membaca di rumah. Relasi antar anggota keluarga. ada beberapa anak yang hubungan keluarganya kurang harmonis disebabkan orang tuanya yang sibuk bekerja. Keadaan ekonomi. kondisi ekonomi keluarga cukup. Keadaan sekolah. Peran Guru memegang peranan yang terpenting, dalan arti bahwa perhatian guru pribadi terhadap peserta didiknya lebih memajukan perkembangan anak daripada organisasi sekolah, di mana seorang guru lebih sering menghadapi anak-anak ketika di sekolah (Hendri, 2. Oleh sebab itu, guru harus dituntut untuk menguasai bahan pelajaran yang disajikan, dan memiliki metode yang tepat dalam mengajar, interaksi dengan peserta didiknya, serta perhatian terhadap masalah-masalah yang dihadapi peserta didiknya. Dalam hal ini sekolah merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar peserta didik, karena itu lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong untuk belajar lebih giat lagi, yang perlu diperhatikan oleh sekolah seperti, metode mengajar, kurikulum, relasasi guru dengan siswa, relasasi 478 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Qorinatul Atmam. Kartini. Dadan Mardani Vol. No. : 471-484 siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajar, waktu sekolah, standar belajar di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah. Berdasarkan hasil temuan penelitian melaui proses wawancara dan pengamatan terhadap objek, faktor eksternal pada lingkungan sekolah yang ditemukan di lapangan adalah sebagai berikut: Metode Mengajar. metode mengajar yang belum bisa membaca dengan yang sudah membaca berbeda, siswa yang mengalami kesulitan membaca, guru lebih fokus untuk mengajarkan membaca terlebih dahulu. Alat Pelajaran. media ajar yang digunakan adalah buku bacaan, buku paket atau menggunakan kartu seperti dibuat abjad, perkata atau perkalimat sesuai dengan tingkat kesulitan anak. Keadaan Gedung. sangat baik Faktor-Faktor Internal. Faktor-faktor internal penyebab peserta didik kurang lancar membaca adalah: Kurang mengenal huruf. Kesulitan peserta didik tidak mengenali huruf-huruf sering dijumpai guru. Ketidakmampuan peserta didik membedakan huruf besar dan kecil termasuk dalam kategori kesulitan. Untuk memastikan apakah peserta didik mengalami kesulitan dalam mengenali huruf dapat dilakukan melalui pengujian secara informal atau pengujian secara formal dengan menggunakan teks pengenalan huruf. Menghilangkan huruf. Penghilangan huruf sering dilakukan oleh peserta didik berkesulitan membaca karena adanya kekurangan dalam mengenal huruf, bunyi bahasa dan bentuk kalimat. Penghilangan huruf biasanya terjadi pada awal kata. Kesulitan penghilangan ini adalah peserta didik menghilangkan . idak dibac. satu huruf, kata dari teks yang dibaca misalnya: tujuh dibaca tuju, bapak dibaca bapa, majalah dibaca majala dan lain-lain. Penghilangan huruf, ini biasanya dilakukan oleh ketidakmampuan peserta didik mengucapkan huruf-huruf yang membentuk Bahkan ada huruf yang sengaja tidak dibaca karena sulit membacanya. Membaca kata demi kata. Peserta didik yang mengalami kesulitan jenis ini biasanya berhenti setelah membaca sebuah kata, tidak segera diikuti dengan kata Membaca kata demi kata seringkali disebabkan karena gagal memahami makna kata, atau kurang lancar membaca. Membaca kata demi kata memang merupakan tahap awal dari kegiatan membaca. Akan tetapi, jika peserta didik tidak mengalami kemajuan dalam hal tersebut, maka dia termasuk kategori peserta didik yang menghadapi masalah. Hasil penelitian yang telah peneliti lakukan, diperoleh analisis faktor internal yang berhubungan dengan kesulitan membaca siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Darurrahman Indramayu sebagai berikut: 479 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Qorinatul Atmam. Kartini. Dadan Mardani Vol. No. : 471-484 Tabel 1. Hasil Asesmen Membaca Siswa Kelas IV MI Darrurahman Huruf/30 Suku Kata/10 Kata/10 Kebenaran/31 kata No. Nama Siswa Pertama, dari tabel di atas menunjukkan bahwa Ananda HS cukup baik dalam mengenal huruf, yang ditunjukkan dengan skor 29 karena huruf yang salah diucapkan oleh Ananda HS hanya satu huruf. Sedangkan dalam membaca suku kata jumlah jawaban yang benar dibacakan oleh Ananda HS ada 8 suku kata. Pada tes membaca kata, dari 10 kata jumlah jawaban yang benar hanyalah 5 kata. Pada tes kelancaran membaca, jumlah kata yang dibacakan dengan benar adalah 17 dari 31 kata. Terdapat faktor internal yang mempengaruhi belajar siswa. Faktor siswa tersebut adalah kurang lancar membaca dalam membaca perkalimat. Ananda HS berhenti setelah membaca sebuah kata, tidak diikuti dengan kata selanjutnya. Minat dan motif kematangan untuk belajar kurang hal ini didukung dengan bukti wawancara dengan orang tua bahwa ia termasuk siswa yang sulit diarahkan untuk belajar sementara orang tua tidak bisa mendampingi saat siswa tersebut belajar di rumah. Di sisi lain komunikasi keluarga kurang terjalin dikarenakan ayah bekerja seharian dan sampai rumah kelelahan, ibu tidak bisa membaca sehingga sulit untuk menemani belajar membaca di rumah. Motivasi dan dorongan belajar dari keluarga dirasa sangat kurang dalam meningkatkan minat dan kematangan Figur keluarga dan guru belum bisa mendorong semangat belajarnya. Kedua, penilaian dari Ananda MR sangat baik dalam membaca huruf atau mengenal huruf, yang ditunjukkan dengan jumlah jawaban yang benar 30 karena Rafael sudah mampu mengenal huruf abjad. Sedangkan membaca suku kata dan ia membaca kata dengan 10 jawaban yang benar, adapun kelancaran dalam membacanya mendapatkan kata yang dibaca dengan benar yaitu 31 kata dengan jumlah kata seluruhnya 31, akan tetapi Ananda MR masih membaca kata demi kata tidak segera diikuti dengan kata selanjutnya ataupun tidak membaca lancar perkalimat dengan baik. Kelancaran dalam membaca Ananda MR sudah baik hal ini ditunjukkan bahwa Ananda MR sangat fokus dalam belajar membaca dan tidak gagap dalam pelafalan kata demi kata. Pada faktor internal Ananda MR terdapat kendala dalam proses belajar membaca, yaitu dalam membaca kalimat Ananda MR belum mampu membaca perkalimat dengan baik atau masih membaca perkata, dengan demikian Ananda MR bisa mengikuti belajar membaca ini dengan baik. Sementara pada faktor eksternal, berdasarkan pengamatan peneliti Ananda MR merasakan terdapat beberapa hal mengganggu proses belajarnya. Kendala tersebut adalah 480 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Qorinatul Atmam. Kartini. Dadan Mardani Vol. No. : 471-484 karena faktor relasasi komunikasi dengan keluarga kurang dikarenakan Ananda MR tinggal bersama kakak perempuannya dan ayahnya bekerja di Bandung sehingga jarang bertemu dengan Ananda MR di rumah, buku bacaan yang disediakan kurang bervariasi. Faktor tersebut bisa di antisipasi dengan semangat belajar yang tinggi yang terdapat dalam dirinya. Hal ini ditunjukkan dengan capaian hasil asesmen membaca yang diproleh Ananda MR sangat baik. Catatan pengamatan Ananda MR yaitu ia kelihatan fokus dalam membaca dan ia bisa menyelesaikan tugas membacanya dengan baik dan benar dan bacaan yang ia bacakan tidak berhenti lebih dari 5 menit. Ketiga, dari hasil analisis peneliti yang ditunjukkan pada tabel di atas bahwa Ananda MRDF memiliki kemampuan membaca kurang baik dalam mengenal huruf atau membaca huruf, yang ditunjukkan dengan jumlah jawaban yang benar 20 huruf total keseluruhan huruf ada 30 huruf. Jumlah jawaban yang banar membaca suku kata yang dibacakan oleh Ananda MRDF yaitu 6. Membaca kata yang dibacakan Ananda MRDF dengan benar ada 5 kata, sedangkan Ananda MRDF tidak malanjutkan kelancaran membaca dikarenakan Ananda MRDF kesulitan dalam membca perkalimat. Capaian Asesmen membaca Ananda MRDF serendah ini dikarenakan terdapat beberapa faktor penghalang yaitu Ananda MRDF kurang mengenal huruf abjad sehingga membaca suku kata dan membaca kata kurang lancar dan Ananda MRDF seorang siswa yang kurang matang dalam membaca. Itulah faktor internal yang dirasakan oleh Ananda MRDF, akan tetapi Ananda MRDF memiliki penyakit yang ia derita sejak lama yaitu masalah kesehatan paru-paru yang dibuktikan dengan penyakit flek yang ia derita. Sedangkan pada faktor eksternal terdapat 2 faktor besar penghambat keberhasilan belajar Ananda MRDF. Faktor tersebut adalah faktor keluarga dan faktor sekolah. Faktor keluarga yang dimaksud adalah orang tua Ananda MRDF tidak mendampingi Ananda MRDF dalam kegiatan belajar membaca di rumah dikarenakan kedua orang tua Ananda MRDF sibuk dalam bekerja, sehingga Ananda MRDF kurang dalam minat belajar membaca. Faktor eksternal lainnya yang mempengaruhi proses belajar membaca Ananda MRDF adalah faktor sekolah yang dimaksud adalah kurangnya variasi dalam ketersediaan buku membaca untuk siswa, sehingga Ananda MRDF merasa jenuh selama mengikuti belajar membaca Catatan pengamatan Ananda MRDF yaitu siswa kelihatan kurang fokus dalam belajar membaca dan gelisah sehingga siswa merasa ingin cepat-cepat selesai dalam belajar membaca dikarenakan ingin segera bermain bersama siswa-siswa yang lainnya. Siswa meminta guru untuk mengulang petunjuk terus. Keempat, adapun hasil analisis asesmen dari Ananda NA sangat baik dalam mengenal huruf abjad, yang ditunjukkan jumlah jawaban yang benar membaca huruf yang dibacakan Ananda NA yaitu 30. Hasil membaca suku kata yang dibacakan Ananda NA berjumlah 10 suku kata dengan keseluruhan 10 suku kata. Jumlah jawaban yang benar dari membaca kata yang diibacakan Ananda NA yaitu 7 kata dengan jumlah keseluruhan 10 kata, hal ini bisa dicapai karena Ananda NA kurang fokus dalam membaca kata, di sebabkan Ananda NA ingin cepat selesai dan bisa bermain dengan teman-temanya. Sedangkan dalam kelancaran membaca Ananda NA sudah baik hal ini dibuktikan oleh hasil jumlah kata yang benar yang 481 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Qorinatul Atmam. Kartini. Dadan Mardani Vol. No. : 471-484 dibacakan oleh Ananda NA yaitu 28 kata dari jumlah keseluruhan ada 31 kata. Capaian asesmen yang diperoleh Ananda NA ini kurang maksimal dikarenakan terdapat beberapa faktor penghalang yaitu Ananda NA kurang memiliki minat yang kuat dalam belajar Sedangkan pada faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar membaca Ananda NA adalah faktor keluarga. Faktor keluarga yang dimaksud adalah orang tua Ananda NA tidak mendampingi Ananda NA dalam kegiatan belajar di rumah, hal ini disebabkan oleh Ananda NA tidak mau belajar membaca saat di rumah dan orang tua Ananda NA kesulitan dalam menghadapi Ananda NA yang tidak mau belajar. Catatan pengamatan: Ananda NA kurang fokus dalam asasesmen membaca ini dikarenakan Ananda NA ingin cepat-cepat menyelesaikan tugas bacaanya dan segera bermain bersama teman-teman yang lainnya. Kelima, hasil analisis dari peserta didik dengan inisial RAG menunjukkan bahwa Ananda RAG memiliki kendala besar dalam proses pembelajaran. Pada poin tugas 1, membaca huruf jumlah jawaban yang benar dibacakan Ananda RAG hanya mendapatkan 20, sebuah nilai yang berada di peringkat paling bawah dibandingkan teman-temannya. Sementara untuk tugas 2, membaca suku kata dan tugas 3 membaca kata, masing-masing mendapatkan jumlah jawaban benar 4, sebuah capaian nilai yang jauh berada dibawah temantemannya dan pada tugas 4: kelancaran. Ananda RAG tidak melanjutkan membaca tugasnya dikarenakan ia belum bisa membaca perkata atau perkalimat dengan baik dan benar. Capaian hasil asesmen serendah itu tidak lah terjadi tanpa ada faktor yang menjadi penyebab pencapaian hasil tersebut. Dari faktor internal Ananda RAG, memiliki masalah mendasar yang mengganggu efektifitas belajarnya yaitu kurang mengenal huruf abjad sehingga terhadap pelajaran cenderung lambat. Sementara faktor eksternal yang mempengaruhi proses beajar Ananda RAG adalah faktor keluarga. Faktor keluarga yang dimaksud adalah orang tua Ananda RAG merasa kesulitan dalam proses pengajaran membaca kepada Ananda RAG hal ini dikarenakan Ananda RAG kurang minat dalam belajar membaca di rumah. Dari berbagai faktor itulah kendala belajar yang dirasakan Ananda RAG semakin kompleks, dan Ananda RAG membutuhkan pendamping yang ekstra dari guru dan orang tua. Catatan Pengamatan: Ananda RAG terlihat gelisah dan tidak fokus ketika sedang membaca tugas. Ananda RAG meminta guru untuk mengulang petunjuk terus dan sering diam lebih dari 5 menit ketika ingin membaca huruf, membaca suku dan membaca kata. Sehingga diperoleh kesimpulan beberapa faktor berikut penyebab peserta didik kurang lancar membaca: Kurang mengenal huruf. Ketidakjelasan siswa dalam melafalkan huruf, ketidak mampuan siswa dalam membedakan huruf besar atau huruf kapital dan huruf kecil. Menghilangkan huruf. ketika membaca siswa menghilangkan satu huruf dalam Membaca kata demi kata. siswa belum mampu membaca perkalimat disebabkan siswa hanya mampu membaca kata demi kata. 482 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Qorinatul Atmam. Kartini. Dadan Mardani Vol. No. : 471-484 Gangguan Disleksia Kesulitan belajar juga bisa disebabkan oleh disleksia. Disleksia merupakan sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan dalam Gangguan ketidakmampuan fisik, seperti masalah penglihatan, tetapi mengarah pada otak yang telah mengolah dan memproses informasi yang sedang dibaca. Pengertian tersebut sependapat oleh (Dewi K. , 2. bahwa disleksia adalah suatu kondisi dimana individu menunjukkan kesulitan yang bermakna di area berbahasa termasuk mengeja, membaca, dan menulis. Kesulitan ini tidak sesuai dengan kemampuan yang seharusnya merujuk kepada usia kronologis dan kemampuan intelegensinya yang . Adapun hasil penelitian di lapangan tidak ditemukan bahwa siswa-siswi kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Darrurahman Indramayu yang mengidap penyakit disleksia maupun yang mengalami tanda-tanda gejala disleksia. KESIMPULAN Dari keseluruhan pembahasan yang telah peneliti paparkan di atas dapat diperoleh hasil simpulan penelitian yaitu faktor yang berhubungan dengan kesulitan membaca bagi siswa kelas IV yaitu terbagi menjadi dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktorfaktor internal hasil temuan peneliti yaitu faktor yang terdapat dalam diri siswa sendiri yang kurang memiliki minat dan ketertarikan terhadap belajar membaca, siswa kurang mengenal huruf dalam hal ini terdapat kekeliruan ketika membaca huruf abjad, sedangkan membaca kata demi kata, siswa cenderung berhenti setelah membaca sebuah kata, tidak segera diikuti dengan kata berikutnya, menghilangkan huruf. Adapun faktor-faktor eksternal yaitu faktor keluarga dan faktor sekolah. Pada faktor keluarga dalam hubungan kesulitan membaca peran orang tua dalam tumbuh kembangnya anak memiliki hubungan sangat penting pada lingkungan keluarga. Kemudian faktor sekolah, media pembelajaran yang perlu ditingkatkan dalam rangka mendukung keberhasilan belajar siswa. DAFTAR RUJUKAN az-Zuhaili. , & Al-Kattani. Tafsir Al-Munir jilid 15: aqidah, syariah, manhaj (Al-Mulk- An-Naa. juz 29 dan 30. Jakarta: Gema Insani. Dalman. Keterampilan Membaca. Jakarta: Rajawali Pers. Dewi. Mengatasi Kesulitan Belajar ketika Murid Anda Seorang Disleksia. Proseding Seminar Nasional . Dewi. Analisis Faktor-faktor Penghambat Keterampilan Membaca Permulaana pada Siswa Kelas II SD Negeri Daya 1 Kota Makassar. Dilla. Pengaruh Tingkat Keterampilan Membaca bagi Kecerdasan Peserta Didik. Fitriyah. Keterampilan Membaca. Bangkalan: STKIP PGRI Bangkalan. Hendri. Faktor Penyebab Kesulitan Membaca Peserta Didik di SDN-5 Panarung. Pedagogik Jaurnal Pendidikan , 56-57. 483 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES Qorinatul Atmam. Kartini. Dadan Mardani Vol. No. : 471-484 Irdawati. Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan dengan Menggunakan Media Gambar Kelas 1 di MIN Buol. Jurnal Tadulako Online , 7. Jusra. Faktor-Faktor yang Melatar Belakangi Kesulitan Belajar Siswa dan Cara Mengatasinya di MI As'Adiyah no. 107 Layang Makassar. Skripsi. Karo-Karo. Meningkatkan Minat Membaca Anak Usia Sekolah. FIP UNIMED. Khusnia. Kesulitan Membaca Siswa . Jurnal of Elementry School , 34. Lubis. Nilai Pendidikan pada Surah Al-Alaq Ayat 1-5 Menurut Quraish Shihab. AlHadi. Chamalah. , & Wardani. Model dan Metode Pembelajaran di Sekolah. Semarang: Unissula Pers. Maryani. Model Intervensi (Gangguan Kesulitan Membac. Yogyakarta: K-Media. Masykuri. Analis Kesulitan Membaca Permulaan pada Siswa Kelas I MI Pesantren Pembangunan Cibeunying Kecamatan Majalengka Kabupaten Cilacap Tahun 2017/2018. Patiung. Membaca Sebagai Sumber Pengembangan Intelektual. Al-Daulah , 354355. Rahel Sonia Ambarita. Analisis Kemampuan Membaca Pemahaman pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan . Samsu. Metode Penelitian. Jambi: PUSAKA Jambi. 484 | JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES