ALACRITY : Journal Of Education Volume 2. Issue 2. Juni 2022 http://lpipublishing. com/index. php/alacrity Upaya Meningkatkan Sosial Emosional Melalui Kegiatan Music And Movement Pada Anak Kelompok B Di PAUD Al-Mirah Tanjung Morawa A 2021-2022 Debora JC Hasibuan1. Dewi Fitria2 1,2Universitas Muslim Nusantara AL-Washliyah Corresponding Author : joyahsb75@gmail. ARTICLE INFO Article history: Received 28 Juni 2022 Revised 05 Juli 2022 Accepted 13 Juli 2022 Kata Kunci ABSTRACT Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan sosial emosional anak usia melalui kegiatan music and movement. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan sosial emosional anak usia dini melalui kegiatan music and movement pada anak kelompok B di PAUD Al-Mirah Tanjung Morawa. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Researc. Empat tahap dalam penelitian tindakan kelas yaitu perencanaan . , tindakan . , observasi . , dan repleksi . Subjek penelitian ini adalah anak kelompok seluruh anak usia dini kelompok B yang berjumlah 20orang. Objek penelitian adalah kemampuan sosial emosional anak usia dini melalui kegiatan music and movement pada kelompok B PAUD Al-Mirah Tanjung Morawa Tahun Ajaran 2021-2022. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan sosial emosional anak meningkat melalui Kegiatan music and movement. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan rata-rata kemampuan sosial emosional anak melalui kegiatan music and movement pada pra siklus sebesar 22,6% meningkat menjadi 63,3% pada siklus I, dan mencapai 95% pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan music and movement dapat meningkatkan sosial emosional anak usia dini PAUD Al-Mirah Tanjung Morawa. Sosial Emosional. Music And Movement. Kelompok B PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini ini sudah tertera dalam Undang-undang RI No 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional berkaitan dengan pendidikan Anak Usia Dini pada Bab 1 pasal 1 ayat 14 ditegaskan bahwa: Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditunjukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan anak usia dini pada hakikatnya adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk membantu anak ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 98 - 114 didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi: nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, seni. Anak-anak memiliki beberapa aspek perkembangan, salah satunya adalah aspek sosial emosional. Strategi guru untuk mengembangkan sikap intelektual, sosial emosional yang di perlukan anak untuk menyesuaikan diri dengan temannya maupun dengan guru yang membimbing mereka maupun yang merangsang keinginan anak untuk mencari informasi tentang perkembangan kemampuan sosial emosional anak. Dalam usia 5-6 tahun anak usia dini sudah memiliki kemampuan sosial emosional bersikap kooperatif dengan teman, menunjukkan sikap intoleran, mengekspresikan emosi dalam berbagai situasi senang . , antusias, dan sebagainy. , memahami peraturan dan displin mengenai tata krama dan sopan santun sesuai dengan nilai sosial budaya Dalam hal ini peran pendidik sebagai salah satu agen perubahan sangat besar. Pembiasaan prilaku melalui latihan yang berulang-ulang dan terus-menerus akan membentuk karakter yang kuat pula dalam diri anak. Ketidakmampuan individu mengendalikan dirinya dapat menimbulkan berbagai masalah sosial emosional dengan orang lain. Permasalahan sosial emosional ini bila dibiarkan begitu saja akan berkembang menjadi permasalahan yang lebih luas dan kompleks karena anak akan berkembang ke arah yang lebih buruk, terbentuknya kepribadian yang tidak baik dan berakibat munculnya perilaku perilaku negatif yang tidak diharapkan. Pernahkah anda membayangkan, bagaimana akibatnya jika anak anak tidak cukup mendapatkan pengalaman emosi . etelantaran emos. yang menyenangkan, terutama pemenuhan keingintahuan, kegembiraan, kebahagiaan dan kasih Akibat yang umum dari kurangnya stimulasi kasih sayang pada anakanak ialah keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan fisik. Betapa mengerikan akibat yang dialami anak yang ditelantarkan secara emosi dan sosial. Untuk itu perlu dicarikan upaya yang dapat meningkatkan perkembangan emosi dan sosial anak agar terpenuhi dan memadai serta tepat Pentingnya sosial emosional dalam mengarahkan anak pada tekanan dan luapan emosi yaitu membantu menyibukkan diri anak dalam kegiatan sehari hari, membantu menjalin hubungan emosional yang akrab dengan keluarga, teman dan lingkungan, membantu anak menemukan seorang teman yang bisa menjadi akrab untuk anak menceritakan kesulitan dan mengadu, hal yang terpenting adalah membantu mereka mengenali dirinya termasuk pentingnya tertawa, humor, tersenyum, juga termasuk memiliki rasa takut, dan Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 15 Februari 2022 saat masuk dikelas PAUD AL-Mirah Tanjung Morawa saya melihat bahwa ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 98 - 114 Masalah yang dihadapi anak-anak adalah kegiatan bermain seraya belajar atau belajar seraya bermain masih kurang, terutama dalam kemampuan sosial emosional anak yang masih rendah, hal ini terlihat ketika mereka belum mampu bermain dengan teman sebaya, masih ada beberapa anak yang belum mampu berbagi dengan orang lain, anak belum mampu bersikap melibatkan diri untuk mau bekerjasama atau membantu orang lain, masih ada anak yang menunjukkan sikap intoleran, belum mampu mengekspresikan sesuai dengan kondisi yang ada . enang, sedih, antusias, dan memperhatikan orang lai. , masih banyak terlihat anak yang bermain sendiri saat mengerjakan tugas, kemampuan belajar yang rendah, cepat bosan dan bahkan beberapa anak masih ada yang pemalu dan tidak percaya diri. Fakta berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di PAUD - AL Mirah dusun l Limau manis Gg. Bengkel Tanjung Morawa pada tanggal 15 Februari 2022 penelitian menyatakan bahwa, kemampuan sosial emosinal anak masih rendah atau belum sesuai dengan yang diharapkan. Terlihat dari Anak masih menangis saat berkesulitan mengerjakan tugas, anak sulit berkomunikasi dengan orang lain . , anak usil . engganggu temannya saat bermai. , anak asyik sendiri dengan aktivitasnya dan anak harus diberikan ancaman saat mengerjakan tugas yang diberikan agar anak mengerjakan tugasnya. Hal ini disebabkan kemampuan Bermain dengan teman sebaya, terlihat masih ada 9 anak dari 20 anak atau 45% belum berkembang (BB) yang masih diam, yang masih berperilaku kooperatif dan bertoleransi dengan teman, 9 anak dari 20 anak atau 45% berkembang sesuai harapan (BSH), 6 anak dari 20 anak atau 30% mulai berkembang (MB) anak dalam bermain dan belajar serta mampu untuk mengekspresikan diri kepada teman dan orang berada disekitarnya. Dengan adanya music and movement anak bisa meluapkan emosinya. karena dengan music and movement merupakan salah satu cara yang efektif dalam menumbuhkan perasaan bahagia, dan emosional yang baik dalam lingkungan keluarganya. Menurut Widhianawati . 1: . yang mengatakan bahwa manfaat pembelajaran music and movement melalui bernyanyi dan latihan gerak tubuh yang dapat mempengaruhi dan mengendalikan pusat syaraf serta dapat membantu anak untuk lebih mengembangkan Tidak hanya pada aspek pengembangan kognitif, bahasa dan emosionalnya saja tetapi juga pada pengembangan seni dan fisik anak. Dalam suatu penelitian anggapan dasar memiliki kedudukan yang penting, karena bagian dari titik tolak seseorang pada saat melakukan Pentingnya anggapan dasar pada suatu penelitian bisa dilihat berdasarkan pengantar penelitian ilmiah dasar metode dan tehnik. Anggapan dasar pada penelitian ini adalah bahwa melalui kegiatan music and movement ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 98 - 114 dapat meningkatkan sosial emosional pada usia 5-6 tahun di PAUD Al-Mirah Tanjung Morawa. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu kegiatan yang dilakukan di dalam kelas. di dalam kelas. Arikunto . menyatakan penelitian tindakan kelas (PTK) adalah suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Menurut Arikunto . 0: . menyatakan bahwa secara garis besar dalam setiap siklus itu terdapat empat tahap yang dilalui dalam melaksanakan penelitian Tindakan kelas, yaitu perencanaan . Tindakan . , observasi . , dan refleksi . Penelitian ini direncanakan akan dilakukan pada bulan April sampai dengan Mei 2022 Semester II Tahun Ajaran 2021-2022. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di PAUD Al-Mirah Dusun i - A Desa Limau Manis Gg. Bengkel. Kec. Tanjung Morawa Tahun Ajaran 2021-2022. Subjek penelitian anak di PAUD Al-Mirah usia 5-6 tahun yang terdiri dari 20 anak 9 Perempuan dan 11 Laki-laki. Instrument penelitian pada data merupakan langkah yang mutlak dalam kegiatan ini karena desain penelitiannya tidak dapat dimodifikasi. Dalam data menjadi satu fase yang sangat strategis bagi dihasilkannya penelitian yang Dalam penelitian ini, peneliti dalam instrumennya lebih banyak pada observasi kemudian didukung oleh dokumentasi. Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapi dengan format pengamatan sebagai instrumen. Observasi dilakukan untuk mengamati kegiatan di kelas selama kegiatan pembelajaran. Kegiatan yang diamati meliputi aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran. Observasi yang dimaksud untuk mengetahui kesusaian tindakan rencana yang telah disusun untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan dengan yang Lembar observasi digunakan untuk menyaring data dalam proses belajar Selanjutnya instrumen penelitian yang digunakan adalah Dokumentasi digunakan sebagai bukti nyata bahwa penelitian benar-benar dilaksanakan. Dokumentasi adalah mengumpulkan data dengan cara mengalir atau mengambil data-data dari catatan, dokumentasi administrasi yang sesuai dengan masalah yang diteliti dapat berbentuk gambar, misalnya foto, gambar hidup, sketsa, dan lain-lain. ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 98 - 114 Dokumentasi adalah mengumpulkan data dan menganalisis sejumlah dokumentasi yang terkait dengan masalah penelitian ini dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang rencana pembelajaran di kelas. Dokumentasi ini berupa program satuan pembelajaran. Selain itu, dokumentasi itu berupa foto yang digunakan untuk mendokumntasi data tentang peristiwa yang terjadi dalam proses kegiatan bercerita dengan music and movement. Semua peristiwa yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran difoto. Untuk mengetahui keefektifan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu dilakukan analisis data. Pada penelitian tindakan kelas ini digunakan analisis deskriptif, yaitu metode penelitian yang bersifat mengetahui sejauh mana pengetahuan anak dalam menguasai materi juga untuk mengetahui peningkatkan keterampilan guru dalam mengelola kelas. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di PAUD AL-Mirah Tanjung Morawa Kelompok B sebanyak 2 siklus yang dimulai dengan prasiklus. Peneliti mendeskripsikan data-data temuan yang telah dilakukan selama Pra siklus, 1 dan siklus 2 yang mana setiap siklus dilakukan 4 kali pertemuan. Berdasarkan hasil observasi awal yang penulis lakukan di Taman Kanakkanak Assalam I Sukarame Bandar Lampung, dapat diketahui bahwa perkembangan sosial emosional anak usia dini masih tergolong belum begitu berkembang sesuai harapan. Hal ini nampak, ketika peserta didik belum bisa merasakan perasaan yang empati terhadap teman dan belum bisa meresponnya, belum bisa membantu teman yang kesulitan pada saat proses kegiatan berlangsung, belum bisa melakukan hal yang membuat permainan kelompok menjadi berhasil. perkembangan sosial emosional peserta didik kelas B1 di Taman Kanak-kanak Assalam I Sukarame Bandar Lampung dengan jumlah peserta didiknya sebanyak 10 orang dengan persentase Belum Berkembang 20%. Mulai Berkembang 50%. Berkembang Sesuai Harapan 30% dan Berkembang Sangat Baik 0%. Dapat penulis simpulkan bahwasanya sebagian besar peserta didik sudah mencapai hasil Perkembangan Sosial Emosional melalui Permainan Gerak dan Lagu di Taman Kanak-kanak Assalam I Sukarame Bandar Lampung, sebagian besar sudah muncul, hal ini tersebut membuktikan bahwasanya upaya guru dalam mengembangkan sosial emosional anak melalui permainan gerak dan lagu berjalan cukup baik setelah diadakannya beberapa perubahan dalam proses kegiatan. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti mencatat hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi dalam meningkatkan Sosial ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 98 - 114 emosional anak usia dini. Maka peneliti dan guru kelas berdiskusi guna melakukan perubahan pembelajaran yang lebih baik dengan merancanakan kebaikan pembelajaran. Adapun upaya dalam meningkatkan Sosial emosional anak usia dini yang diharapkan adalah anak terbiasa belajar diawali dengan music an movement, selalu datang tepat waktu, mengakui, memberi hormat atau bersalaman kepada guru sebelum masuk kelas dan meminta maaf bila melakukan kesalahan. Berdasarkan hasil observasi pada PAUD Al- Mirah T. A 2021-2022 sosial emosional anak usia dini masih sangat rendah. Masalah rendahnya sosial emosional anak usia dini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor hubungan yang kurang harmonis antara guru dan beberapa anak dan antara anak dengan temannya, kurangnya fasilitas kegiatan disekolah untuk mengembangkan sosial emosional anak di sekolah sehingga kurangnya sosial emosional anak yang baik untuk ditanamkan pada diri anak dan kurangnya sosial emosional pada anak sehingga anak perlu mendapatkan beragam kegiatan yang baik untuk pengembangan beberapa aspek untuk pengembangan dirinya. Deskripsi Umum Lokasi Penelitian Penelitian dilaksanakan di PAUD Al-Mirah yang beralamatkan di Dusun l-A Desa Limau Manis Gg Bengkel Kec Tanjung Morawa kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Pra Siklus Kegiatan penelitian yang dilaksanakan yaitu penelitian Tindakan kelas (PTK) yang terdiri pra siklus. Siklus 1 dan 2. Hal inilah landasan dilakukan penelitian ini, dasar ini menjadi dasar prasiklus dalam penelitian mengenai Upaya Meningkatkan Sosial Emosional Melalui Kegiatan Music and movement Pada Anak Kelompok B di PAUD Al- Mirah T. A 2021-2022. Tabel 1. Tabulasi Sosial Emosional Anak Pada Pra Siklus BSB BSH Persentase Indikator . (%) Anak dan 75% dengan anak lain diri ketika hal hal 65% ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 98 - 114 yang di inginkan tidak terpenuhi Anak bekerjasama dengan Anak menunjukkan rasa membantu teman Mampu menunjukkan sikap ceria, riang gembira dan menunjukkan sikap marah dengan kondisi yang wajar Anak menunjukkan sikap dan membela teman serta tidak suka menentang guru Berdasarkan hasil observasi dan Deskripsi data pada pra siklus tentangSosial emosional anak di PAUD Al-Mirah Tanjung Morawa. Bahwa: Indikator anak mampu menceritakan sesuatu kepada temannya dan senang bermain dengan anak lain yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 15 anak . %), mulai berkembang dengan persentase (MB) sebanyak 3 anak . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 1 anak . %), dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 1 anak . %). Indikator anak mampu menahan diri ketika hal hal yang di inginkan tidak terpenuhi yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 13 anak . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 3 anak . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 3 anak . %), dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 98 - 114 1 anak . %). Indikator anak mampu bermain dan bekerjasama dengan temannya dalam kelompok yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 10 anak . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 5 anak . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 4 anak . %), dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 1 anak . %). Indikator anak mampu menunjukkan rasa percaya diri, penghargaan kepada guru, menolong dan membantu teman yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 10 anak . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 3 anak . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 6 anak . %), berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 1 anak . %). Indikator anak mampu menunjukkan sikap ceria riang gembira dan menunjukkan sikap marah dalam kondisi yang wajar yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 12 anak . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 3 anak . %), berkembang sesuai harapan (BSH) 4 anak . %), dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 1 anak . %) Indikator anak mampu bertindak sopan, menunjukkan sikap ramah, menolong dan membela teman serta tidak suka menentang guru yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 9 anak . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 5 anak . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 4 anak . %), dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 2 anak . %). Berdasarkan perhitungan pada tabel 4. 1 diatas, maka persentase peringkatan social emosional anak pada prasiklus dapat dilihat pada grafik dibawah Ini: Gambar 2. Grafik Upaya Meningkatkan Sosial Emosional pada Anak Pra Siklus Berdasarkan grafik tersebut indikator belum berkembang (BB) yang paling tinggi yaitu anak mampu menceritakan sesuatu kepada temannya dan ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 98 - 114 senang bermain dengan anak lain dan grafik yang paling tinggi berkembang sangat baik (BSB) indikatornya anak mampu bertindak sopan, menunjukkan sikap ramah, menolong dan membela teman serta tidak suka menentang guru. Berdasarkan analisis data pada Pra siklus tentang upaya menngkatkan sosial emosional pada anak melalui music and movement pada anak di PAUD AlMirahTanjung Morawa berdasarkan ketuntasan BSH dan BSB adalah: Indikator anak mampu menceritakan sesuatu kepada temannya dan senang bermain dengan anak lain yaitu berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 1 anak . %), berkembang sangat baik (BSB) ada 1 anak dengan persentase . %) Indikator anak mampu menahan diri ketika hal hal yang di inginkan tidak terpenuhi yaitu berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 3 anak . %), dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 1 anak . %). Indikator anak mampu bermain dan bekerjasama dengan temannya dalam kelompok yaitu berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 4 anak . %), dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 1 anak . %) Indikator anak mampu menunjukkan rasa percaya diri, penghargaan kepada guru, menolong dan membantu teman yaitu berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 6 anak . %), dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 1 anak . %). Indikator anak mampu menunjukkan sikap ceria riang gembira dan menunjukkan sikap marah dalam kondisi yang wajar yaitu berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 4 anak . %), dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 1 anak . %). Indikator anak mampu bertindak sopan, menunjukkan sikap ramah, menolong dan membela teman serta tidak suka menentang guru yaitu berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 4 anak . %), dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 2 anak . %). Berdasarkan hasil analisis observasi awal, upaya meningkatkan sosial emosional anak pada PAUD Al- Mirah Tanjung morawa, berdasarkan ketuntasan BSH dan BSB dapat diperoleh rata-ratanya adalah 24,1%. Hal ini menunjukan upaya meningkatkan sosial emosional melalui kegiatan music and movement masih sangat rendah. Oleh sebab itu perlu dilakukan tindak lanjut agar hasil yang diharapkan dapat mencapai keberhasilan maksimal. Penelitian Siklus II Proses penelitian ini terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan Tindakan, pelaksanaan Tindakan, observasi, dan evaluasi, sertarefleksi. Penelitian Siklus II dilakukan dengan langkah-langkah berikut ini Perencanaan ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 98 - 114 Perencanaan siklus pertama ini meliputi: Membuat skenario perbaikan Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran harian untuk siklus II. Peneliti dan guru kelas menentukan tema dan sub tema pembelajaran. Peneliti dan guru merencanakan pembelajaran yang tertuang pada RPPH, menetukan indikator keberhasilan. Menyusun panduan pelaksanaan pembelajaran dan monitoring penelitian Tindakan kelas. Mempersiapkan fasilitas dan sarana prasarana untuk kegiatan Peneliti mempersiapkan media untuk mengambil foto/gambar anak maupun guru sebagai dokumentasi. Menyiapkan instrumen penelitian berupa lembar observasi (Check lis. untuk mencatat serta mengetahui perkembangan Sosial Emosional melalui kegiatan music and movement. Pelaksanaan Pelaksanaan tindakan ini merupakan proses pembelajaran yang dilakukan sejak kegiatan awal hingga akhir kegiatan, dengan langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut: Kegiatan pembelajaran diawali, dengan berdo'a bersama dan diteruskan dengan absensi pada setiap anak. Guru menyiapkan alat pembelajaran. Guru menyampaikan arahan tentang metode pembelajaran Tanya jawab sesuai tema. Guru membuat kaitan dengan menjelaskan bagaimana pembelajaran yang akan dilakukan. Melakukan pembelajaran dengan menggunakan metode Tanya jawab. Guru memberikan semangat dan mengamati anak saat melakukan pembelajaran dengan kegiatan music and movement. Pengamatan Selama pembelajaran berlangsung, peneliti dan guru mengamati proses kegiatan tersebut, pengamatan proses kegiatan tersebut, pengamatan proses pembelajaran dalam kegiatan yang telah dirancang, selanjutnya pada saat melakukan pembelajaran meningkatkan Sosial emosional melalui kegiatan music and movement, guru dan peneliti mengamati serta mencatat perkembangan anak. Selanjutnya guru menanyakan tentang perasaan anak apakah senang atau tidak dalam mengikuti kegiatan pada hari dilakukannya penelitian siklus II. Selama pembelajaran melalui kegiatan music and movement, peneliti mengamati proses tersebut. ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 98 - 114 Tabel 2. Tabulasi Sosial Emosional Anak Pada Siklus II BSB BSH Indikator . Anak menceritakan sesuatu kepada temannya dan dengan anak lain Mampu menahan diri 0 ketika hal hal yang di tidak 0% Anak mampu bermain 0 temannya 0% dalam kelompok Anak penghargaan kepada 0% guru, menolong dan membantu teman Mampu menunjukkan 0 sikap 0% marah dengan kondisi yang wajar Anak ramah, menolong dan membela teman serta tidak suka menentang Persentase (%) ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 98 - 114 Gambar 3. Grafik Upaya Meningkatkan Sosial Emosional Anak Pada Siklus II Berdasarkan grafik tersebut indikator belum berkembang (BB) sudah mencapai 0 %. dan grafik yang paling tinggi untuk berkembang sangat baik (BSB) indikatornya adalah Anak mampu bertindak sopan, menunjukkan sikap ramah, menolong dan membela teman serta tidak suka menentang guru. Berdasarkan hasil observasi dan Deskripsi data pada siklus II tentang Sosial emosional anak di PAUD Al- Mirah Tanjung Morawa. Bahwa: Indikator anak mampu menceritakan sesuatu kepada temannya dan senang bermain dengan anak lain yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 0 anak . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 1 anak . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 3 anak . %), dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 16 anak . %). Indikator anak mampu menahan diri ketika hal hal yang di inginkan tidak terpenuhi yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 0 anak . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 1 anak . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 2 anak . %), dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 17 anak . %). Indikator Anak mampu bermain dan bekerjasama dengan temannya dalam kelompok yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 0 anak . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 1 anak . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 3 anak . %), dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 16 anak . %). Indikator anak mampu menunjukkan rasa percaya diri, penghargaan kepada guru, menolong dan membantu teman yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 0 anak . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 1 anak . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 2 anak . %), berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 17 anak . %). Indikator mampu menunjukkan sikap ceria, riang gembira dan ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 98 - 114 menunjukkan sikap marah dengan kondisi yang wajar yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 0 anak . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 1 anak . %) berkembang sesuai harapan (BSH) 2 anak . %), dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 17 anak . %). Indikator anak mampu bertindak sopan, menunjukkan sikap ramah, menolong dan membela teman serta tidak suka menentang guru yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 0 anak . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 1 anak . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 1 anak . %), dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 18 anak . %). PEMBAHASAN Tabel 4. Pembahasan Penelitian PRA SIKLUS SIKLUS 1 No INDIKATOR BSH BSB BSH BSB Anak sesuatu 5% kepada temannya dan senang bermain dengan 10% anak lain Mampu menahan diri 3 ketika hal hal yang di 15% inginkan tidak terpenuhi 20% Anak mampu bermain 4 dan bekerjasama dengan 20% Anak rasa 30% menolong dan membantu teman Mampu sikap ceria, riang gembira dan menunjukkan sikap marah dengan kondisi yang wajar Anak mampu bertindak SIKLUS II BSH BSB 25% 10% ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 98 - 114 sikap ramah, menolong dan membela teman serta tidak suka menentang JUMLAH RATA RATA 25% 5% 24,1% 30,11% 61,6% Berdasarkan analisis data pada Prasiklus, siklus I, siklus II tentang upaya meningkatkan Sosial emosional pada anak melalui Music and movement Di PAUD Al-mirah Berhasil ditingkatkan. Peningkatan BSH dan BSB secara rinci sesuai indikator adalah: Indikator anak mampu menceritakan sesuatu kepada temannya dan senang bermain dengan anak lain, jumlah anak yang berhasil pada pra siklus ada 2 anak dengan persentase . %). Kemudian pada siklus I terjadi peningkatan, dimana jumlah anak yang berhasil ada 12 anak dengan persentase . %). Peningkatan yang terjadi pada siklus II dengan jumlah anak yang berhasil adalah 19 anak dengan persentase . %). Indikator mampu menahan diri ketika hal hal yang di inginkan tidak terpenuhi, jumlah anak yang berhasil pada pra siklus ada 4 anak dengan persentase . %). Kemudian pada siklus I terjadi peningkatan, dimana jumlah anak yang berhasil ada 13 anak dengan persentase . Peningkatan yang terjadi pada siklus II dengan jumlah anak yang berhasil adalah 19 anak dengan persentase . %). Indikator anak mampu bermain dan bekerjasama dengan temannya dalam kelompok, anak yang berhasil pada pra siklus ada 5 anak dengan persentase . %). Kemudian pada siklus I terjadi peningkatan, dimana jumlah anak yang berhasil ada 14 anak dengan persentase . %). Peningkatan yang terjadi pada siklus II dengan jumlah anak yang berhasil adalah 19 anak dengan persentase . %). Indikator anak mampu menunjukkan rasa percaya diri, penghargaan kepada guru, menolong dan membantu teman, anak yang berhasil pada pra siklus ada 5 anak dengan persentase 25%. Kemudian pada siklus I terjadi peningkatan, dimana jumlah anak yang berhasil ada 10 anak dengan persentase 50%. Peningkatan yang terjadi pada siklus II dengan jumlah anak yang berhasil adalah 19 anak dengan persentase 95%. Indikator mampu menunjukkan sikap ceria, riang gembira dan menunjukkan sikap marah dengan kondisi yang wajar, anak yang berhasil pada pra siklus ada 5 anak dengan persentase 25%. Kemudian pada siklus I ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 98 - 114 terjadi peningkatan, dimana jumlah anak yang berhasil ada 13 anak dengan persentase 65%. Peningkatan yang terjadi pada siklus II dengan jumlah anak yang berhasil adalah 19 anak dengan persentase 95%. Indikator Anak mampu bertindak sopan, menunjukkan sikap ramah, menolong dan membela teman serta tidak suka menentang guru, anak yang berhasil pada pra siklus ada 6 anak dengan persentase 30%. Kemudian pada siklus I terjadi peningkatan, dimana jumlah anak yang berhasil ada 12 anak dengan persentase 60%. Peningkatan yang terjadi pada siklus II dengan jumlah anak yang berhasil adalah 19 anak dengan persentase 95%. Berdasarkan hasil dari tiap tahapan tersebut kemampuan sosial emosional anak, sudah meningkatkan. anak memiliki sosial emosional yang berbeda-beda, berkembang atau tidaknya sosial emosional anak akan terlihat dari bagaimana Orang tua, guru. Lingkungan mengayomi anak. Anak akan berkembang ketika anak diberi dorongan, motivasi, pengajaran tentang hal hal yang baik, cara bersikap yang baik, teladan yang baik, serta perkataan yang baik. Jika sosial emosional anak berkembang secara matang maka anak akan mampu menghadapi permasalahan-permasalahan dan mampu mengatasi persoalan di masa yang akan datang. Penting bagi seorang guru memahami bagaimana karakteristik sosial emosional anak, karakteristik perkembangan sosial emosional, faktor yang mempengaruhi sosial emosional anak, seberapa pentingnya pengembangan sosial emosional anak, prinsip, pengembangan, strategi, evaluasi, permasalahan apa yang terjadi pada sosial emosional anak, serta selalu menjalin komunikasi yang baik bersama orang tua anak dan membuka wawasan bagi orang tua agar mampu memahami dalam meningkatkan sosial emosional anak. Music and movement adalah salah satu kegiatan yang dapat meningkatkan sosial emosional anak. Karena tanpa paksaan anak melakukan gerakan, mendengar dan mengikuti Gerakan dan lagu, bermain, bersahabat, mengucapkan kata kata yang menambah motivasi anak dalam bersikap dan bertingkah laku, serta anak mampu mengeluarkan ketegangan didalam jiwa melalui kegiatan Music and movement. Ketentuan keberhasilan penelitian ini adalah BSH dan BSB, maka dapat diketahui peningkatan keberhasilan meningkatkan sosial emosional anak melalui music and movement di PAUD AL-Mirah Tanjung Morawa dengan ratarata 24,1% pada pra Siklus, selanjutnya Hasil rata-rata kelas pada siklus I yaitu 61,6%, kemudian pada Siklus II rata-rata diperoleh anak adalah 95%. Hal ini menunjukan bahwa Penelitian ini telah berhasil dilakukan melalui Kegiatan music and movement di PAUD AlAeMirah Tanjung Morawa. ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 98 - 114 KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan dari penelitian ini bahwa dapat di simpulkan sebagai berikut: Pada Pra siklus mengalami perubahan sebanyak 24,1% dari anak yang bersemangat melakukan berbagai kegiatan di dalam indikator (Belum Pada siklus I mengalami perubahan 61,6% dengan demikian peningkatan kemampuan anak naik sebanyak 37,5% (Berkembang sesuai Harapa. Pada siklus II kemampuan Sosial Emosional anak adalah 95% dengan demikian peningkatan sebanyak 33,4% Pada siklus II (Berkembang Sangat Bai. DAFTAR PUSTAKA