BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 PENGARUH STRATEGI PEMASARAN TERHADAP KEPUASAN WISATAWAN MELALUI KUALITAS PELAYANAN (STUDI KASUS OBYEK WISATA KEPULAUAN SERIBU) Sukarni Novita Sari Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI sari_buanapersadatama@yahoo. Abstrak. Sektor kepariwisataan menjadi strategis dan signifikan apabila ditangani secara serius dan Untuk memasarkan produk industri pariwisata bukan saja diperlukan koordinasi, tetapi diperlukan kerjasama yang baik antara organisasi yang bertanggung jawab dalam pengembangan pariwisata dengan semua pihak yang terlibat dan berkaitan dengan kegiatan pariwisata. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan strategi pemasaran yang diharapkan dapat menarik kembali wisatawan dan juga dapat menciptakan kepuasan dalam diri wisatawan. Untuk memperoleh hasil yang optimal, strategi pemasaran ini mempunyai ruang lingkup yang luas di bidang pemasaran di antaranya adalah strategi dalam menghadapi persaingan, strategi harga, strategi produk, strategi pelayanan dan sebagainya. Oleh karena itu, penelitian ini akan menganalisis tentang pengaruh strategi pemasaran dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data untuk mendapatkan tanggapan para responden mengenai variabel-variabel dalam penelitian ini. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modelling (SEM). Adapun yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah para wisatawan yang telah menjadi pelanggan CV Ryzqi Samudra berjumlah 120 orang. Hasil penelitian membuktikan bahwa strategi pemasaran memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan dan kepuasan wisatawan. Variabel kualitas pelayanan juga memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan. Kata Kunci: Strategi Pemasaran. Kualitas Pelayanan, dan Kepuasan Wisatawan. Abstract. Tourism sector became strategic and significant when it taken seriously and done Selling tourism products and services need not only a coordination, but a good cooperation between all organizations that are responsible for developing tourism sector and all parties involved or associated with tourism activities. One effort that can be done is to develop a marketing strategy that is expected to attract tourists back and also can create self-satisfaction in To obtain optimal results, this marketing strategy has a broad scope in the field of marketing of which is a strategy in the face of competition, pricing strategy, product strategy, service strategy and so on. Therefore, this study will analyze about the influence of marketing strategies and quality of service to tourist satisfaction. The method used in this research is quantitative with the questionnaire as a data collection tool to obtain the responses of the respondents regarding the variables in this study. The data analysis technique used in this research is Structural Equation Modeling (SEM). Respondents involved in this study are 120 tourists that also customers of CV Ryzqi Samudra. The research proves that the marketing strategy has a positive and significant impact on the quality of services and satisfaction of tourists. Variable quality of service also has a positive and significant impact on tourist satisfaction. Keywords: Marketing Strategy. Service Quality, and Tourist Satisfaction. Sukarni Novita Sari. Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Kepuasan WisatawanA dukung lingkungan dan sosial budaya Salah satu strategi dalam menjawab tantangan tersebut adalah dengan mengembangkan strategi pemasaran yang diharapkan dapat menarik kembali wisatawan dan juga dapat menciptakan image pariwisata Kepulauan Seribu yang aman dan nyaman. Oleh karena itu, diperlukan suatu strategi pemasaran yang baik dan berguna bagi kemajuan objek wisata Kepulauan Seribu. Untuk memperoleh hasil yang optimal, strategi pemasaran ini mempunyai ruang lingkup yang luas di bidang pemasaran di antaranya adalah strategi dalam menghadapi persaingan, strategi harga, strategi produk, strategi pelayanan dan sebagainya. Pesaing pariwisata bahari semakin bertambah tiap Selain penambahan kuantitas, pesaingpesaing ini pun semakin meningkat kualitas. Pemerintah DKI Jakarta, dalam hal Suku Dinas Pariwisata, telah membuat strategi pemasaran dengan mempromosikan obyekobyek wisata alam yang ada di Kepulauan Seribu guna pengembangan pariwisata. Namun, strategi ini belum mampu memberi mengoptimalkan potensi yang ada, sehingga untuk mengoptimalkan potensi yang ada serta diperlukan suatu strategi lain dalam upaya untuk mengembangkan sektor pariwisata di Kepulauan Seribu, dimana strategi ini dijaring melalui persepsi wisatawan. Strategi ini diharapkan mampu mengoptimalkan dan menjawab kebutuhan wisatawan serta dapat mempertahankan keberlangsungan dalam pembangunan pariwisata. Objek wisata di Kepulauan Seribu berpotensi, tetapi belum dapat berkembang sesuai potensi yang dimiliki. Data 2011 menunjukkan jumlah pengunjung sebesar 917 orang, sementara pada 2012 jumlah pengunjung yang datang sebanyak 59. orang, dengan kata lain pada 2012 terjadi penurunan jumlah pengunjung sebesar 13,5%. Sementara 2013 jumlah kunjungan wisatawan sampai dengan bulan Mei hanya 58. Fenomena ini diperkirakan diakibatkan oleh kurang tepatnya strategi pemasaran yang PENDAHULUAN Sektor peranan yang sangat penting dalam pembangunan perekonomian bangsa dan Pembangunan kepariwisataan pada umumnya diarahkan sebagai sektor andalan untuk memberdayakan perekonomian masyarakat, memperluas lapangan kerja dan kesempatan berusaha serta meningkatkan pengenalan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Majunya industri pariwisata suatu daerah sangat bergantung kepada jumlah wisatawan yang datang, karena itu harus ditunjang dengan peningkatan pemanfaatan Daerah Tujuan Wisata (DTW) sehingga industri pariwisata berkembang dengan baik. Tren kunjungan wisatawan saat ini yang cenderung memilih destinasi obyek wisata alam dan petualangan menyebabkan usaha pariwisata alam berkembang dengan pesat. Hal ini sangat dirasakan oleh masyarakat Kepulauan Seribu Jakarta pada 5 tahun Terhitung mulai 2008 jumlah mancanegara sebanyak 5. 271 pengunjung kemudian meningkat signifikan hingga 2012 636 pengunjung. Perkembangan pariwisata Kepulauan Seribu menjadi bagian dari kebutuhan kehidupan masyarakat yang dapat menggerakkan jutaan manusia untuk mengenal alam dan budaya. Potensi alam bahari Kepulauan Seribu merupakan peluang industri pariwisata yang harus dikelola secara profesional dan dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai destinasi pariwisata dunia berbasis masyarakat agar alam bahari tetap terjaga kelestarian, salah satunya melalui pemasaran Ini sebagai upaya mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan wisatawan serta menawarkan produk wisata yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan wisatawan. Untuk menjaga keberlangsungan sumber daya alam, maka diperlukan strategi pemasaran pariwisata khusus sesuai dengan prinsip ekowisata agar tercipta wisata ramah lingkungan dengan memperhatikan daya BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 diterapkan dan kualitas pelayanan kepada wisatawan yang diberikan oleh penyelenggara menurunnya kepuasan wisatawan berkunjung ke obyek wisata Kepulauan Seribu. Hal ini apabila tidak disikapi dengan cermat akan merugikan pihak pengelola, mengingat masih banyak para pesaing dalam pariwisata yang siap menarik minat wisatawan. Di samping strategi pemasaran, kualitas pelayanan yang baik juga turut berperan dalam menjaring para wisatawan, baik lokal Kegiatan mengutamakan pelayanan dengan berorientasi pada kepuasan wisatawan. Banyak hal yang dapat mempengaruhi maju mundurnya usaha pariwisata, salah satunya adalah bagaimana pihak penyelenggara usaha pariwisata dapat menarik wisatawan dan mempertahankan mereka dengan cara memberikan kualitas pelayanan terbaik agar para wisatawan puas terhadap layanan yang diberikan. Kepuasan wisatawan sering kali dikesampingkan atau kurang diperhatikan dengan baik oleh setiap Perspektif negatif wisatawan Kepulauan Seribu terhadap pelayanan yang diterima dapat dilihat dari banyaknya keluhan hak-hak menyangkut pelayanan yang lambat, tidak ramah, promosi yang merugikan atau penipuan, serta rendahnya kualitas produk dan obyek wisata merupakan fenomena yang sering timbul terkait dengan kualitas pelayanan yang dirasakan oleh wisatawan. Untuk itu, perusahaan jasa terlebih penyelenggara usaha pariwisata hendaknya benar-benar memanfaatkan layanan yang berkualitas untuk dapat unggul dalam Sebab penyelenggara usaha wisata lain yang menawarkan produk dan pelayanan dengan kualitas menjanjikan sehingga wisatawan sangat selektif dalam menentukan pilihan. Pelayanan mendatangkan kepuasan kepada wisatawan dan berbeda dengan pengusaha jasa wisata yang lain. Mengingat arti pentingnya kualitas pelayanan serta kinerja penyelenggara usaha wisata dalam menarik minat wisatawan, maka penyelenggara usaha wisata harus berusaha memenuhi harapan dan keinginan semua wisatawan dan memberikan pelayanan merupakan komitmen profesional. Ada dua faktor yang mempengaruhi kualitas jasa yaitu expected service dan perceived service (Tjiptono, 2005: . Kualitas harus dimulai dari kebutuhan dan berakhir pada persepsi pengguna jasa. Pernyataan ini juga diperkuat Zeithaml . yaitu a customerAos judgment of the overall excellence or superiority of a Kualitas sering diartikan sebagai ukuran dimana produk atau pelayanan mampu memenuhi keinginan pengguna jasa. Dalam dimensi kualitas jasa terdiri dari reliability . , . , . , . , dan empathy . Diharapkan kepuasan pengguna jasa dapat tercapai dan target jumlah kunjungan wisatawan dapat dicapai dengan mudah. Dari uraian di atas, penulis dijabarkan beberapa rumusan masalah penelitian, yaitu: Seberapa besar pengaruh strategi pemasaran terhadap kualitas pelayanan? Seberapa besar pengaruh strategi Seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan wisatawan? KAJIAN PUSTAKA Pengertian Pariwisata Secara etimologis istilah Pariwisata berasal dari bahasa Sansekerta yang terdiri dari dua suku kata, yaitu pari dan wisata. Pari berarti berulang-ulang atau berkali-kali, sedangkan wisata berarti perjalanan atau Jadi, pariwisata berarti perjalanan yang dilakukan secara berulang-ulang atau berkali-kali. Dalam arti luas menurut Yoeti . 5: . pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk sementara waktu, yang diselenggarakan dari suatu tempat lain dengan maksud bukan untuk berusaha . atau mencari nafkah di tempat yang dikunjungi. Sukarni Novita Sari. Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Kepuasan WisatawanA Tetapi semata-mata untuk menikmati perjalanan tersebut guna bertamasya dan rekreasi untuk memenuhi keinginan yang beraneka ragam. Sementara Wahab . mengemukakan pariwisata yaitu salah satu jenis industri baru yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dam penyediaan lapangan kerja, peningkatan penghasilan, standar hidup serta menstimulasi sektor-sektor produktif lain. Selanjutnya sebagai sektor yang komplek, pariwisata juga merealisasi industri-industri klasik seperti industri kerajinan tangan dan cenderamata, penginapan, dan transportasi. Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa sektor pariwisata sudah menjadi sebuah industri yang semakin lama semakin Perkembangan ini mendorong pariwisata menjadi sebuah industri yang kompleks karena terkait dengan begitu banyak pihak. Kita akan melihat keterkaitan yang jelas antara sektor pariwisata dengan sektor transportasi, perhotelan, katering, restoran, kerajinan dan cenderamata, kesenian komunikasi, dan sektor lain yang terkait secara langsung maupun tidak. Industri pariwisata memiliki menurut Yoeti . , produk wisata sebagai salah satu obyek penawaran dalam pemasaran pariwisata memiliki unsur utama yang terdiri dari 3 bagian yaitu: Daya tarik daerah tujuan wisata, termasuk di dalamnya citra yang dibayangkan oleh wisatawan. Fasilitas yang dimiliki daerah tujuan wisata, meliputi akomodasi, usaha pengolahan makanan, parkir, transportasi, rekreasi, dan lain-lain. Kemudahan untuk mencapai daerah tujuan wisata. Mason dalam Poewanto . 0: . telah membuat rumusan komponen-komponen produk wisata yaitu: Atraksi, yaitu daya tarik wisata baik alam, budaya, maupun buatan manusia seperti festival atau pentas seni. Aksesbilitas, yaitu kemudahan dalam memperoleh atau mencapai tujuan wisata seperti organisasi kepariwisataan . ravel Amenities memperoleh kesenangan. Dalam hal ini dapat berbentuk akomodasi, kebersihan dan keramahtamahan. Networking, yaitu jaringan kerjasama yang berkaitan dengan produk yang ditawarkan baik lokal, nasional maupun Sementara untuk pengembangan objek wisata, menurut Yoeti . 5: . Obyek wisata tersebut harus mempunyai apa yang disebut dengan Aosomething to seeAo maksudnya harus mempunyai daya tarik khusus, di samping itu juga harus mempunyai atraksi wisata yang dapat dijadikan sebagai AoentertaimentsAo bila orang datang kesana. Mempunyai Aosomething to doAo selain banyak yang dapat dilihat dan disaksikan, harus pula disediakan fasilitas rekreasi yang dapat membuat mereka betah tinggal lebih lama. Harus ada Aosomething to buyAo terutama barang-barang souvenir dan kerajinan rakyat sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang ke tempat masing-masing. Pengertian Wisatawan Dalam Undang-Undang Kepariwisataan No. 9 Tahun 2009, wisatawan didefinisikan sebagai orang yang melakukan kegiatan Apapun tujuannya yang penting perjalanan itu bukan untuk menetap dan tidak untuk mencari nafkah ditempat yang Sejalan dengan itu. Norval dalam Ilyas . 9: . menjelaskan wisatawan ialah setiap orang yang datang dari suatu negara asing dengan alasan bukan untuk menetap atau bekerja di situ secara teratur, dan yang di negara dimana ia tinggal untuk sementara itu membelanjakan uang yang didapatkan di lain Pengertian Pemasaran Dewasa ini pemasaran telah berkembang dan telah menjadi ujung tombak bagi setiap perusahaan dalam rangka mencapai tujuan. Karena ruang lingkup pemasaran sangat luas dan berhubungan secara langsung dalam kegiatan mulai dari persiapan, penyediaan, bahan baku, proses produksi, sampai pada BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 saat akhir yakni produk yang siap di Konsep pemasaran merupakan hal yang sederhana dengan alasan memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen sesuai sasaran perusahaan. Nitisemito dalam Lupiyoadi . 1: . mengemukakan pemasaran adalah semua kegiatan yang bertujuan untuk memperlancar arus barang atau jasa dari produsen ke konsumen secara paling efisien dengan maksud untuk menciptakan permintaan efektif. Adapun definisi pemasaran menurut Kotler . 5: . yaitu proses sosial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain. Penentuan sasaran perusahaan dalam memasarkan produk sangat penting untuk diketahui, sehingga dapat disusun target yang akan dicapai melalui berbagai strategi pemasaran yang diterapkan. Strategi ini dapat bersifat jangka pendek, menengah, maupun untuk jangka panjang sesuai dengan rencana yang telah disusun. Dapat disimpulkan bahwa pemasaran adalah sebuah proses sosial yang bertumpu pada pemenuhan kebutuhan individu dan kelompok dengan menciptakan pertukaran sehingga memberikan kepuasan yang maksimal. pemasaran yang strategis dalam memperoleh keuntungan dan berupaya untuk mencapai target dari realisasi yang diterapkan. Tjiptono . 0: . , menyatakan bahwa strategi pemasaran adalah rencana yang hendak diikuti oleh manajer pemasaran. Rencana tindakan ini didasarkan atas analisa situasi dan tujuan-tujuan perusahaan dan merupakan cara untuk pencapaian tujuan Oleh karena itu, penentuan strategi pemasaran harus didasarkan atas analisa lingkungan dan internal perusahaan melalui perusahaan, serta analisa kesempatan dan ancaman yang dihadapi perusahaan dari Proses pemilihan strategi cermat atas sejumlah tipe informasi, yaitu: Tujuan atau sasaran produk harus dijadikan pedoman dalam menentukan tipe dasar strategi yang dibutuhkan. Peluang pasar. Karakteristik dan besarnya peluang pasar harus ditetapkan secara jelas berdasarkan analisis pasar dan pengukuran pasar. Kesuksesan pasar. Manajer pemasaran harus memahami jenis keunggulan bersaing dan tingkat pengeluaran pemasaran yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan pasar. Ciri penting rencana strategis pemasaran menurut Assauri . 8: . adalah titik tolak penyusunan melihat perusahaan secara diusahakan dampak kegiatan yang direncanakan bersifat menyeluruh. memahami kekuatan yang mempengaruhi perkembangan perusahaan. jadwal dan waktu yang ditentukan adalah yang sesuai dan menghadapi perubahan. dan penyusunan rencana dilakukan secara realistis dan relevan dengan lingkungan yang dihadapi. Pengertian Strategi Pemasaran Strategi pemasaran pada dasarnya rencana menyeluruh, terpadu, dan menyatu di bidang pemasaran yang memberikan panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk mencapai tujuan pemasaran suatu perusahaan. Dengan kalimat lain, strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan, sasaran, kebijakan, dan aturan yang memberi arah kepada usahausaha pemasaran dari waktu pada masingmasing tingkatan dan acuan serta alokasi, terutama sebagai tanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan dan keadaan persaingan yang selalu berubah. Dalam memperoleh keuntungan, suatu perusahaan yang maju tergantung kepada sejauh mana strategi pemasaran diterapkan dengan baik. Selain berupaya menempatkan posisi Strategi Pemasaran Pariwisata Strategi pemasaran pariwisata adalah upaya mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan wisatawan serta menawarkan produk wisata yang sesuai dengan keinginan Sukarni Novita Sari. Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Kepuasan WisatawanA dan kebutuhan wisatawan dengan maksud dan tujuan agar usaha pariwisata dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada wisatawan (Muljadi, 2010: . Dalam pemasaran pariwisata digunakan prinsipprinsip paduan strategi pemasaran terpadu yang meliputi paduan produk . emua unsur produk wisata harus ditumbuhkembangkan . endistribusian melibatkan semua piha. paduan komunikasi . ehingga dapat memberikan informasi produk menari. dan paduan pelayanan . arus baik sehingga produk wisata akan baik Sedangkan menurut Rahayu dan Budiyanto . 4: . atribut yang berwisata, yaitu: Produk, harus sesuai dengan apa yang dicari dan disukai masyarakat atau permintaan pasar. Harga, harus tepat sehingga seimbang dengan daya beli pasar dan menarik bagi calon wisatawan. Tempat, menghadirkan produk di tengahtengah pasar sehingga masyarakat mudah melihat dan membeli. Promosi, dari semua kegiatan yang mengeluarkan uang berwisata. Pelayanan dan fasilitas, berhubungan dengan unsur-unsur yang terdapat dalam jasa wisata. Kualitas pelayanan, tingkat keunggulan yang diharapkan atas tingkat keunggulan untuk memenuhi keinginan. Dengan demikian, tingginya kualitas membandingkan perceived service dengan expected service. Setiap pelanggan yang berbeda dapat menerapkan tipe ekspektasi yang berbeda untuk situasi yang berbeda. Model ini merupakan salah satu pendekatan kualitas pelayanan yang banyak dijadikan acuan dalam riset pemasaran. Dimensi kualitas pelayanan menurut Parasuraman et al . 5: . terdiri dari: Tangible . ukti fisi. , dimensi ini digunakan untuk menaikkan image di mata konsumen. Reliability . , kemampuan untuk memberikan jasa sesuai dengan yang dijanjikan. Responsiveness . aya kesediaan membantu konsumen dan memberikan dengan segera serta tepat. Assurance . , berkaitan dengan kemampuan karyawan menanamkan kepercayaan kepada konsumen. Empathy . , perhatian yang diberikan sehingga konsumen merasa penting, dihargai, dan dimengerti. Pengertian Kepuasan Konsumen Menurut Kotler dalam Tjiptono . kepuasan konsumen adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja . yang ia rasakan dengan harapan awal. Tingkat kepuasan konsumen dapat ditentukan berdasar pada lima faktor utama yang harus diperhatikan oleh sebuah perusahaan (Lupiyoadi, 2001: . , yaitu: Kualitas produk, konsumen merasa puas apabila hasil evaluasi menunjukkan produk yang digunakan berkualitas. Kualitas pelayanan, apabila mereka mendapatkan pelayanan yang sesuai yang Emosional, konsumen merasa bangga dan mendapat keyakinan bahwa orang lain kagum terhadap konsumen. Harga, menetapkan harga yang relatif murah akan memberikan nilai lebih tinggi kepada konsumen. Biaya, mengeluarkan biaya tambahan atau membuang waktu untuk mendapatkan Untuk mengukur kepuasan konsumen tersebut. Kotler dalam Tjiptono . 5: . menjelaskan perusahaan dapat menggunakan beberapa model, yaitu: Sistem keluhan dan saran bagi perusahaan yang berorientasi pada Survei kepuasan konsumen yang umumnya melalui penelitian mengenai kepuasan konsumen. Strategi kepuasan konsumen tersebut menurut Schnaars dalam Tjiptono . 5: . merupakan strategi yang panjang yang BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 membutuhkan komitmen, baik menyangkut dana maupun sumber daya manusia. Beberapa strategi yang dipadukan untuk meraih dan meningkatkan kepuasan konsumen di antaranya relationship marketing yaitu hubungan antara penyedia jasa dan konsumen berkelanjutan, superior customer service yaitu berusaha menawarkan kepada konsumen produk atau jasa yang lebih unggul, quarantines/extraordinary quarantines adalah komitmen memberikan kepuasan yang akan menjadi sumber dinamisme penyempurnaan kualitas jasa, dan terakhir penanganan keluhan yang efektif untuk memperoleh kesempatan memperbaiki hubungan dengan konsumen yang kecewa, bisa menghindar dari publisitas, dan penyedia jasa akan mengetahui aspek yang perlu dibenahi dalam pelayanan. dalam dimensi cross sectional. Karena penelitian kuantitatif maka menggunakan kuesioner sebagai alat penelitian. Adapun operasionalisasi variabel penelitian yang digunakan adalah strategi pemasaran (X. , kualitas pelayanan (X. , dan kepuasan wisatawan (Y). Seluruh data dikumpulkan dalam bentuk kuantitatif maupun kualitatif. Data kualitatif kemudian diolah menjadi data kuantitatif untuk memudahkan dalam melakukan analisis. Data kuantitatif adalah data yang diukur dalam suatu skala numerik . Cara memperoleh data tersebut dilakukan melalui dua cara yaitu: Data primer, yaitu data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli . idak melalui sumber perantar. dan data dikumpulkan secara khusus untuk menjawab pertanyaan penelitian yang (Indriantoro dan Supomo, 1999:146-. Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui pembagian atau penyebaran daftar pertanyaan . yang diberikan kepada para wisatawan yang sedang dan telah berkunjung ke Kepulauan Seribu. Data sekunder. Sebagaimana Indriantoro dan Supomo . 9: . menyatakan bahwa data sekunder adalah data yang merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui perantara . iperoleh dan dicatat oleh pihak lai. Data sekunder dalam penelitian ini meliputi bahanAebahan yang berhubungan dengan topik penelitian yang diperoleh dari jurnal-jurnal dan sumber-sumber lain yang dapat dijadikan bahan masukan untuk mendukung Metode penyebaran angket . pertanyaan kepada para responden. Setelah diberi kesempatan dalam jangka waktu tertentu untuk mengisi daftar pertanyaan tersebut, kemudian ditarik kembali oleh peneliti untuk dijadikan data primer bagi Jawaban yang diberikan responden METODE PENELITIAN Pendekatan penelitian menggunakan Menurut Margono . 0: . , penelitian kuantitatif adalah suatu proses menemukan pengetahuan yang menggunakan data berupa angka sebagai alat menemukan keterangan mengenai apa yang ingin Terkait dengan hal tersebut, jenis eksplanatif yaitu menjelaskan hubungan dari beberapa variabel penelitian sehingga hasil pengaruh strategi pemasaran terhadap Tujuan pengambilan pendekatan ini diarahkan untuk mendapatkan informasi yang dimanfaatkan untuk memecahkan masalah dan menjadi pedoman/bahan perbandingan dalam praktik penerapan strategi pemasaran pariwisata dan pemberian pelayanan yang berkualitas, sehingga dapat menciptakan kepuasan Neuman . membedakan tiga dimensi penelitian yang terkait dengan waktu. Antara lain cross sectional, longitudinal, dan case study. Karena penelitian ini dilakukan dalam waktu singkat dan pengumpulan data dilakukan satu kali dan tidak berulang-ulang, maka dari dimensi waktu penelitian ini masuk Sukarni Novita Sari. Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Kepuasan WisatawanA kemudian diberi skor dengan mengacu pada skala Likert. Menurut Sugiyono . 4: . skala Likert digunakan untuk mengukur seseorang/sekelompok fenomena sosial, yaitu: sangat setuju diberi skor 5, setuju diberi skor 4, ragu-ragu diberi skor 3, tidak setuju diberi skor 2, dan untuk jawaban sangat tidak setuju diberi skor 1. Metode selanjutnya adalah wawancara . yang digunakan peneliti untuk menilai keadaan seseorang untuk mendapat informasi mengenai responden. Terakhir adalah observasi yaitu pengamatan yang dilakukan pada obyek penelitian secara langsung sehingga mendapatkan masukan untuk menyempurnakan penelitian. Karena banyaknya wisatawan yang berkunjung, maka digunakan teknik sampling yang diambil dari populasi. Populasi adalah sekelompok individu atau obyek penelitian yang memiliki standar tertentu dari ciri yang telah ditetapkan sebelumnya. Populasi dapat dipahami sebagai sekelompok individu atau obyek pengamatan yang minimal memiliki satu persamaan karakteristik (Cooper dan Emory, 1. Sehingga dalam penelitian ini, peneliti mengambil sampel dari seluruh wisatawan yang ada di Kepulauan Seribu. Jumlah sampel yang digunakan sangat mempengaruhi akurat/tidaknya hasil yang didapatkan, semakin banyak jumlah sampel yang digunakan maka tentu semakin akurat data yang dihasilkan. Ferdinand . 2: . menyarankan ukuran sampel yang sesuai untuk alat analisis SEM adalah antara 100200 responden dengan maksud agar dapat digunakan dalam mengestimasi interpretasi dengan SEM. Cara penentuan ukuran sampel dilakukan menggunakan rumus Slovin (Sugiyono, 2. sebagai berikut: Berdasarkan rumus di atas, maka perhitungan penentuan ukuran sampel pada penelitian sebagai berikut: 1,962 =120 orang / wisatawan. 09 ) 0,256 Dari sampel 120 orang tersebut, secara non-probability sampling, khususnya purposive sampling. Dimana elemen populasi dipilih berdasarkan pertimbangan tertentu, yaitu orang yang pernah menikmati program pariwisata yang ditawarkan oleh CV Ryzqi Samudra. Untuk teknik analisis data yang digunakan adalah model kausalitas atau menggunakan program Analysis of Moment Structures (AMOS). Sementara teknik analitis yang digunakan adalah Structural Equation Model (SEM), merupakan salah satu analisis multivariate yang dapat menganalisis hubungan variabel secara kompleks. Teknik analisis data menggunakan SEM ini bertujuan untuk menguji hubungan antar variabel yang ada pada sebuah model, baik itu antar indikator dengan konstruknya maupun hubungan antar konstruk (Santoso, 2007: . Masing-masing variabel dependen dan independen dapat berbentuk faktor atau konstruk yang dibangun dari beberapa variabel indikator. Demikian pula di antara variabel-variabel itu dapat berbentuk sebuah variabel tunggal yang diukur langsung dalam sebuah proses penelitian. Tujuh langkah dalam teknik analitis SEM (Ghozali, 2008: Pengembangan model berbasis teori. Dimana topik penelitian ditelaah secara mendalam dan hubungan antara variabelvariabel harus didukung oleh justifikasi teori yang kuat. Pengembangan diagram alur, yang perlu dilakukan yaitu menyusun model struktural . enghubungkan antar variabel late. , baik endogen maupun eksogen dan menyusun measurement model. Konversi alur diagram ke dalam Baik itu persamaan struktural Keterangan: =Jumlah sampel. =Tingkat keyakinan dalam penentuan sampel 95% = 1,96. Moe =Margin of error yang bisa ditoleransi, pada penelitian ini ditetapkan sebesar 8%. BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 maupun persamaan spesifik model Pemilihan matriks input dan estimasi model, data yang akan dimasukkan untuk diolah hanya matrik varian/kovarian atau disebut juga matriks korelasi sebagai data untuk pembuatan model yang akan Menilai masalah identifikasi Adanya masalah model yang timbul, yaitu model yang sudah dikembangkan ternyata tidak mampu menghasilkan estimasi yang unik. Asumsi-asumsi SEM yang harus dipenuhi dalam prosedur pengumpulan dan pengolahan data adalah ukuran sampel harus dipenuhi minimum 100, uji normalitas dan linearitas dipenuhi sehingga data dapat diolah lebih lanjut untuk pemodelan SEM, outliers adalah observasi yang muncul dengan nilainilai ekstrim baik secara univariat maupun singularitas yang dapat dideteksi dari determinan matriks kovarians. Setelah asumsi-asumsi SEM dilihat, hal berikutnya adalah menentukan kriteria yang akan digunakan untuk mengevaluasi model dan pengaruh-pengaruh yang ditampilkan dalam model. Hair, dkk dalam Ferdinand . 2: . mengemukakan bahwa dalam analisis SEM tidak ada alat uji statistik tunggal untuk mengukur atau menguji hipotesis mengenai model. Umumnya terhadap berbagai jenis fit index yang digunakan untuk mengukur derajat kesesuaian antara model yang dihipotesiskan dengan data yang disajikan. Beberapa indeks kesesuaian dan cut-off value-nya yang digunakan dalam menguji apakah sebuah model dapat diterima atau ditolak seperti diuraikan berikut ini: Chi-Square Statistic (N. Merupakan alat uji paling fundamental untuk mengukur overall fit. Semakin kecil nilai N2 semakin baik model itu karena dalam uji beda chi-square. The Root Mean Square Error of Approximatian (RMSEA). Adalah sebuah indeks yang dapat digunakan chi-square statistic dalam sampel yang besar. Goodness of Fit Index (GFI). Ini akan menghitung proporsi tertimbang dari varians dalam matriks kovarians sampel yang dijelaskan oleh matriks kovarians populasi yang terestimasikan. Adjusted Goodness-of-Fit Index (AGFI). Tingkat direkomendasikan adalah bila AGFI mempunyai nilai sama dengan atau lebih besar dari 0,90. CMIN/DF. Merupakan statistik chisquare dibagi DF-nya. Nilai N2 relatif kurang dari 2,0 atau bahkan kadang kurang dari 3,0 menunjukkan antara model dan data fit menurut Arbuckle. Tucker Lewis Index (TLI). Merupakan alternatif incremental fit index yang membandingkan sebuah model yang diuji terhadap sebuah baseline model. Comparative Fit Index (CFI). Mempunyai rentang nilai antara 0 sampai Semakin mendekati 1 mengindikasikan adanya a very good fit. Nilai yang direkomendasikan adalah CFI > 0,94. Diagram alur model SEM disajikan berikut ini pada gambar 1. HASIL PENELITIAN PEMBAHASAN DAN Deskripsi Obyek Penelitian Kepulauan Seribu merupakan gugusan kepulauan yang memiliki jumlah sekitar 110 pulau, terdiri dari pulau besar dan pulau kecil. Kepulauan Seribu hanya salah satu nama kabupaten yang ada di DKI Jakarta. Masingmasing pulau kecil di Kepulauan Seribu memiliki sejarah dan keunikan yang berbedabeda. Namun dari beberapa pulau wisata di Kepulauan Seribu wisatawan bisa mencoba mengunjungi dan merasakan sensasi dan eksotis dari pulau tersebut. Selain juga Sukarni Novita Sari. Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Kepuasan WisatawanA Gambar 1. Model Struktur Penelitian Kualitas Pelayanan Strategi Pemasaran Kepuasan Wisatawan menemukan pemandangan alam dan surga bawah laut yang indah dan berkesan. Dari sekian banyak pulau yang ada di Kepulauan Seribu, terdapat sembilan obyek wisata utama Pulau Ayer adalah salah satu pulau yang memiliki sumber air tawar dengan ciri khas floating cottage. Pulau Bidadari sangat cocok bagi wisatawan, selain menawarkan pesona alam juga ada bangunan bersejarah. Pulau Pantara terkenal dengan air bening dan terumbu karang yang indah, cocok untuk snorkeling dan diving. Pulau Alam Kotok, yang menawarkan lingkungan tropis yang alami. Pulau Putri, merupakan salah satu pulau yang memiliki undersea aquarium, glass bottom boat dan sunset cruise. Pulau Sepa, mempunyai pantai dan ekosistem bawah laut yang membuat para pengunjung terpesona. Pulau Pelangi, termasuk yang memiliki fasilitas cukup lengkap untuk para Pulau Pramuka, memiliki laut yang biru dan berdekatan dengan taman laut yang memiliki panorama menarik. Pulau Tidung, memiliki keunikan jembatan yang indah dengan julukan jembatan cinta. Gambaran Umum CV Ryzqi Samudra Bergerak di bidang tours & travel yang mulai beroperasi sejak 2005 dengan alamat Jalan Lodan Timur No. 7 Marina Jaya Ancol. Menyediakan berbagai paket perjalanan wisata, khususnya untuk tujuan wisata Kepulauan Seribu serta pelayanan reservasi hotel, resort dan penyewaan speedboat untuk kebutuhan wisatawan. Paket perjalanan wisata yang ditawarkan antara lain Pulau Ayer. Pulau Bidadari. Pulau Putri. Pulau Sepa. Pulau Kotok. Pulau Pelangi. Pulau Pantara. Pulau Pramuka. Pulau Tidung dan gugusan pulau lain di Kepulauan Seribu. Hasil Penelitian Hasil data yang dikumpulkan dari responden terlihat bahwa berdasarkan jenis kelamin 60% responden berjenis kelamin pria dan sisanya 40% berjenis kelamin wanita. Adapun usia sebanyak 14% adalah 20-29 tahun, umur 30-39 tahun berjumlah 34%, umur responden > 39 tahun berjumlah 52%. Terakhir berdasarkan pendidikan terakhir responden dengan pendidikan terakhir SMA sebesar 4%. D1 berjumlah 6%. D3 ada 11%. S1 sebanyak 53%, dan S2 sebesar 26%. Kemudian menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner, dikatakan valid jika mempunyai tingkat signifikansi > 0,05. Hasil dari uji validitas terhadap variabel strategi pemasaran (X), variabel kualitas pelayanan (Y. , dan variabel kepuasan wisatawan (Y. terlihat bahwa semua butir pernyataan diperoleh nilai BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 r hitung lebih besar dari r tabel maka dapat disimpulkan bahwa pernyataan penelitian dinyatakan valid. Selanjutnya dilakukan uji reliabilitas konstruk diperoleh hasil bahwa semua nilai construct reliability lebih besar dari 0,70. Hal ini menandakan bahwa semua konstruk penelitian berstatus reliabel karena nilai batas yang digunakan untuk menilai sebuah tingkat reliabilitas yang dapat diterima adalah 0,70 (Ghozali, 2008: . Untuk melakukan evaluasi terhadap asumsi SEM dilakukan dengan beberapa uji. Pertama uji normalitas dengan teknik estimasi maximum likelihood yang mempersyaratkan dipenuhinya asumsi normalitas, yaitu dengan nilai critical ratio (C. ) sebesar A 2. 58 pada tingkat signifikansi 1%. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa secara univariate data menyebar secara normal dengan nilai C. berkisar mulai dari -2,58 sampai dengan 2,58. Oleh karena itu, tidak terdapat bukti bahwa distribusi data tidak normal, sehingga data ini layak untuk digunakan dalam evaluasi Uji outliers adalah kondisi observasi dari suatu data yang memiliki karakteristik unik yang terlihat sangat berbeda jauh dari observasi lain yang muncul dan dalam bentuk nilai ekstrim, baik untuk sebuah variabel tunggal ataupun variabel kombinasi (Ghozali 2008: . Wijaya . 9: . menyebutkan bahwa sebuah data termasuk outliers bila mempunyai nilai p1 dan p2 yang bernilai kurang dari 0,05. Berdasarkan hasil olah data uji yang dilakukan dengan menggunakan kriteria Mahalanobis Distance pada tingkat p < 0. Jadi dalam penelitian ini, bila Mahalanobis Distance-nya lebih besar dari 30,7304, maka data itu merupakan multivariate outliers. Multikolinearitas dapat dilihat melalui Nilai determinan yang sangat kecil atau mendekati nol, menunjukkan indikasi terdapat masalah multikolinearitas atau singularitas sehingga data itu tidak dapat digunakan datam hasil studi (Ghozali 2008: . Nilai determinan of sample kovarians matriks pada penelitian ini didapat sebesar 0,00000009399 atau sudah di atas nol, sehingga tidak terjadi Setelah sebuah model dan desain ditentukan, kemudian dilakukan uji identifikasi pada model, apakah model dapat dianalisis lebih lanjut. Perhitungan besar degree of freedom menjadi bagian penting dalam tahap ini. Nilai degree of freedom dalam penelitian ini adalah sebesar 78-26 = 52, nilai ini sudah di atas nol. Kemudian hasil uji overal model fit, dengan menentukan nilai indeks goodness of Hasil analisis persamaan struktural pada model penelitian dilihat pada gambar berikut Gambar 2. Hasil Uji Model Persamaan Struktural Sukarni Novita Sari. Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Kepuasan WisatawanA Uji Ketepatan Model: Chi Square = 67. Probability = . CMIN/DF = 1. GFI = . TLI = . CFI = . RMSEA = . AGFI = . Dapat dijelaskan bahwa hasil uji goodness of fit pada model persamaan struktural menunjukkan data yang fit karena telah memenuhi semua kriteria yang Meskipun terdapat satu kriteria uji yang hasil tidak sesuai yaitu AGFI yang memiliki nilai kurang dari 0,90, yaitu 0,869, namun masih dapat diterima dengan kategori marginal/baik sehingga tetap memenuhi syarat. Artinya data tersebut sesuai dengan model. Berdasarkan hasil penelitian terbukti bahwa terdapat pengaruh yang positif antara variabel strategi pemasaran (X) terhadap variabel kualitas pelayanan (Y. Hal ini dibuktikan dari nilai koefisien standardized regression weight antara variabel strategi pemasaran dengan variabel kualitas pelayanan adalah sebesar 0,7854 dengan probability sebesar 0,0000 atau p < 0,05, maka H1 diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa strategi pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh CV Ryzqi Samudra. Ryzqi Samudra. Baik tidaknya kualitas pelayanan tergantung pada kemampuan penyedia jasa dalam memenuhi harapan konsumen secara konsisten. Karena faktor utama dalam menilai kualitas pelayanan publik adalah persepsi pelanggan terhadap pelayanan yang diterima . erceived servic. dan layanan yang sesungguhnya diharapkan atau diinginkan . xpected servic. Hal ini berarti bahwa citra kualitas yang baik bukanlah berdasarkan sudut pandang atau persepsi pihak penyedia jasa, melainkan sudut pandang atau persepsi pelanggan. Dengan membandingkan perceived service dengan expected service. Oleh karena itu, jika CV Ryzqi Samudra dapat memberikan pelayanan yang sesuai dengan persepsi wisatawan, maka pelayanan yang diberikan tersebut dapat dinilai berkualitas. Dengan memberikan pelayanan yang berkualitas akan menciptakan persepsi yang positif dari wisatawan dan akan menimbulkan kepuasan setelah merasakan pelayanan yang diberikan. Para pemandu wisata CV Ryzqi Samudra harus dapat menciptakan image yang positif kepada wisatawan dengan berpakaian rapi, bersikap simpatik, profesional, cepat dan tanggap dalam menghadapi permasalahan wisatawan, melayani wisatawan dengan sungguhsungguh dan dapat dipercaya. Kesemua hal tersebut harus menjadi acuan bagi seluruh pemandu wisata CV Ryzqi Samudra dalam memberikan pelayanan kepada setiap wisatawan agar kepuasan wisatawan terjamin. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Khusnul Khotimah tahun 2010 yang membuktikan bahwa strategi pemasaran mempunyai Pengaruh Strategi Pemasaran (X) CV Ryzqi Samudra terhadap Kualitas Pelayanan (Y. Berdasarkan hasil analisis jalur diperoleh hasil bahwa variabel strategi pemasaran mempengaruhi variabel kualitas pelayanan secara langsung sebesar 78,54%. Salah satu faktor penting yang menentukan pelanggan dalam memanfaatkan kualitas pelayanan tersebut adalah strategi pemasaran yang diterapkan, maka penting bagi CV Ryzqi Samudra pemasaran yang tepat, dengan programprogram pemasaran wisata dapat dilakukan sehingga pelanggan akan puas terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh CV BIJAK Majalah Ilmiah Institut STIAMI ISSN 1411-0830 Volume Xi. No. Maret 2016 pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kualitas pelayanan. tujuan agar usaha pariwisata dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada wisatawan. Dari uraian di atas, dapat dijelaskan jika CV Ryzqi Samudra dapat menerapkan strategi pemasaran yang tepat dengan baik, akan menciptakan kepuasan di dalam diri wisatawan. Dengan kata lain, semakin tepat strategi pemasaran yang diterapkan akan meningkatkan kepuasan wisatawan CV Ryzqi Samudra. Dengan menawarkan paket perjalanan wisata yang inovatif, produk wisata yang beragam, harga yang terjangkau, kemudahan reservasi hotel dan fasilitas yang lengkap, memberikan informasi dan promosi bahwa obyek wisata Kepulauan Seribu merupakan obyek wisata alam yang berbeda dengan yang lain, akan meningkatkan minat wisatawan untuk menikmati paket perjalanan yang Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Vitradebie Noekent (FE Undi. tahun 2009 yang membuktikan bahwa terdapat pengaruh mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Pengaruh Strategi Pemasaran (X) CV Ryzqi Samudra terhadap Kepuasan Wisatawan (Y. Berdasarkan hasil penelitian terbukti bahwa terdapat pengaruh yang positif antara variabel strategi pemasaran terhadap variabel kepuasan wisatawan. Hal ini dibuktikan dari Nilai koefisien standardized regression weight antara variabel strategi pemasaran dengan variabel kepuasan wisatawan sebesar 0,5329 dengan probability 0,000 atau p < 0,05, maka H2 diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa strategi pemasaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan atas objek wisata yang ditawarkan oleh CV Ryzqi Samudra. Berdasarkan hasil analisis jalur diperoleh hasil bahwa variabel strategi pemasaran (X) mempengaruhi variabel kepuasan wisatawan (Y. secara langsung sebesar 53,29%. Suatu perusahaan yang maju tergantung kepada sejauh mana strategi mensosialisasikan item-item penting dari kegiatan pemasarannya. Strategi pemasaran yang maju dan berkembang senantiasa memperhatikan adanya unsur menarik perhatian segmen pasar atau pangsa pasar yang produktif dalam kegiatan pemasaran. Selain itu berupaya untuk menempatkan posisi pemasaran yang strategis dalam memperoleh keuntungan dan berupaya untuk mencapai target dari realisasi yang Hal tersebut sejalan dengan yang dijelaskan oleh Tjiptono . 0: . , bahwa strategi pemasaran adalah rencana yang harus ditempuh oleh manajemen perusahaan, yang didasarkan atas analisa situasi dan tujuantujuan dan cara untuk pencapaian tujuan Berkaitan pemasaran. Muljadi . 0: . menjelaskan bahwa setiap penyelenggara wisata harus memiliki upaya mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan wisatawan serta menawarkan produk wisata yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan wisatawan dengan maksud dan Pengaruh Kualitas Pelayanan (Y. CV Ryzqi Samudra terhadap Kepuasan Wisatawan (Y. Berdasarkan hasil penelitian terbukti bahwa terdapat pengaruh yang positif antara variabel kualitas pelayanan terhadap variabel kepuasan wisatawan. Hal ini dibuktikan dari nilai koefisien standardized regression weight antara variabel kepuasan pelanggan dengan variabel loyalitas pelanggan sebesar 0,4292 dengan probability 0,003 atau p < 0,05, maka H3 diterima. Sehingga dapat dikatakan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh CV Ryzqi Samudra berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan. Berdasarkan hasil analisis jalur diperoleh hasil bahwa variabel Kualitas Pelayanan mempengaruhi variabel Kepuasan Wisatawan sebesar 42,92%. Wisatawan yang puas adalah dengan membandingkan apa yang ditawarkan dengan apa yang dirasakan. Oleh karena itu, para wisatawan akan terpuaskan apabila paket Sukarni Novita Sari. Pengaruh Strategi Pemasaran Terhadap Kepuasan WisatawanA perjalanan wisata yang ditawarkan benarbenar berbeda dengan yang lain. Apalagi jika ditambah dengan pemberian pelayanan yang sesuai dengan harapan dan keinginan Upaya yang dapat dilakukan oleh CV Ryzqi Samudra kepuasan wisatawan adalah dengan menjalin kemitraan jangka panjang secara terus menerus, menawarkan produk wisata yang berbeda dan unggul dibanding pesaing lain dan memberikan pelayanan yang berorientasi kepada wisatawan. Kepuasan wisatawan juga akan bertambah jika harga paket perjalanan wisata yang ditawarkan lebih murah dibandingkan dengan perusahaan lain dan tidak ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan paket perjalanan wisata tersebut. CV Ryzqi Samudra juga harus dapat mengukur seberapa besar tingkat kepuasan wisatawan dengan cara memberikan angket tentang penilaian, keluhan dan saran dari para wisatawan terhadap paket perjalanan wisata yang ditawarkan dan pelayanan yang diberikan. Sehingga dengan demikian dapat diketahui tingkat kepuasan wisatawan dan aspek-aspek apa saja yang harus diperbaiki dan ditingkatkan agar kepuasan wisatawan tetap kepuasan wisatawan. Dengan kata lain, bila karyawan dan petugas pemandu wisata CV Ryzqi Samudra dapat memberikan pelayanan sesuai dengan keinginan dan harapan para wisatawan. Saran yang diberikan dalam penelitian ini sejalan dengan kesimpulan yang telah Beberapa saran yang mungkin dapat dilaksanakan CV Ryzqi Samudra sebagai berikut: Melakukan promosi dan informasi yang lengkap sehingga memudahkan para perjalanan wisata yang ditawarkan. Memberikan pelayanan dengan penuh sungguh-sungguh sehingga para wisatawan merasa Menawarkan produk wisata yang benarbenar berbeda dengan yang lain sehingga memiliki kelebihan dibandingkan dengan produk wisata yang lain. DAFTAR PUSTAKA