ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam | Vol. 8 No. 2 Desember 2025 LIMA KEKUATAN MANAJEMEN STRATEGIS SYARIAH DALAM ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE Syaviratul Mughoyaroh1. Arivatu NiAomati Rahmatika2. Bekti Widyaningsih3 Universitas KH. A Wahab Hasbullah. Jombang Vira778812@gmail. com1 , arivaturahmatika@gmail. bektiwidya@gmail. Abstrak: Perkembangan pesat Artificial Intelligence (AI) menghadirkan tantangan signifikan terhadap stabilitas pekerjaan, memicu kekhawatiran tentang penggantian pekerjaan dalam berbagai sektor. Artikel ini mengusulkan kerangka kerja manajemen strategis Syariah sebagai solusi adaptif untuk mengatasi ancaman ini. metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif studi literatur, dan analisis Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dengan mengintegrasikan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam, kerangka ini memanfaatkan lima kekuatan utama: asas tauhid, orientasi duniawiukhrawi, motivasi mardhatillah, keyakinan ubudiyah, dan kesadaran Analisis menunjukkan bahwa pendekatan Syariah tidak hanya mempersiapkan organisasi dan individu menghadapi disrupsi AI secara ekonomi, tetapi juga secara spiritual dan sosial, memastikan keberlanjutan dan keadilan dalam transisi menuju era digital. Kata kunci: Manajemen Strategi Syariah. Pergeseran Pekerjaan. Artificial Intelligence Abstract: The rapid development of Artificial Intelligence (AI) presents significant challenges to job stability, raising concerns about job displacement in various sectors. This article proposes a Shariah strategic management framework as an adaptive solution to address this threat. The research methods used are a qualitative approach, literature study, and content analysis. The results of the study indicate that by integrating Islamic values and principles, this framework leverages five main strengths: the principle of monotheism, worldly-hereafter orientation, mardhatillah motivation, ubudiyah belief, and ihsaniyah awareness. The analysis shows that the Shariah approach not only prepares organizations and individuals to face AI disruption economically, but also spiritually and socially, ensuring sustainability and justice in the transition to the digital Keywords: Sharia Strategy Management. Job Replacement. Artificial Intelligence ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam | Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Pendahuluan Perkembangan teknologi global, terutama Artificial Intelligence (AI), telah membawa dampak signifikan pada pasar tenaga kerja (Astutik et al. , 2. Menurut data ResumeBuilder, 37 % perusahaan yang menggunakan AI telah melakukan PHK akibat otomatisasi pada tahun 2023, dan 44 % lainnya berencana melakukannya pada 2024 (Maryoto, 2. Goldman Sachs bahkan memperkirakan bahwa sekitar 300 juta pekerjaan penuh waktu di Amerika Serikat dan Eropa dapat terpengaruh oleh AI generative (Threestayanti, 2. Aplikasi seperti ChatGPT dan Google Gemini semakin umum digunakan dalam bisnis, mendorong banyak organisasi untuk mengotomatisasi tenaga kerja demi efisiensi dan keuntungan maksimal. Transisi ini memicu kekhawatiran atas peningkatan PHK serta krisis identitas pekerja. Sehingga diperlukan strategi manajerial yang tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai Islam. Manajemen strategis syariah berbasis pada Al-QurAoan. Hadis, dan teladan para sahabat. Manajemen strategi ini mengintegrasikan prinsip tauhid, orientasi dunia-ukhrawi, motivasi mardhatillah, keyakinan ubudiyah, dan kesadaran ihsaniyah ke dalam proses perencanaan sampai evaluasi organisasi (Marzhatillah & Zikra, 2. Penelitian ini menghadirkan kebaruan dengan mengidentifikasi lima kekuatan manajemen strategis syariah yang dapat menjadi solusi inovatif dalam mengatasi tantangan penggantian pekerjaan oleh AI. Memanfaatkan peluang dari dampak positif agar bisa fleksibel dalam beradaptasi dengan teknologi kecerdasan buatan yang semakin berkembang saat ini. Sehingga dapat menanggulangi dampak negatif dan mencari solusi yang efektif. Serta manajemen strategi syariah dapat digunakan untuk mengantisipasi kecemasan pergantian pekerjaan dan ketidakbergunaan manusia akibat hadirnya Artificial Intelligence. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti dengan judul AyLima Kekuatan Manajemen Strategis Syariah Dalam Era Artificial IntelligenceAy. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam | Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Metode Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, berfokus pada identifikasi dan sintesis berbagai perspektif terkait manajemen strategi syariah dan dampak AI terhadap dunia kerja. Peneliti menggunakan analisis konten, yang merupakan teknik sistematis untuk mengkoding dan menginterpretasi data berbasis tema, pola, konsep, atau kata kunci dari sumber sekunderseperti jurnal akademik, artikel penelitian, buku, website, berita, serta tafsir AlAcQurAoan dan Hadis . Dengan menggunakan langkahlangkah induktif dan deduktif, analisis konten memungkinkan pemetaan kategori strategis yang relevan dengan prinsip syariah dalam konteks perubahan akibat AI . Sumber data sekunder memberikan fondasi yang kaya dan terdiversifikasi, memungkinkan peneliti mengeksplorasi isu kunci dan merumuskan strategi yang sesuai nilai Islami. Hasil dari penelitian ini merumuskan kerangka konseptual yang sistematis dan valid untuk menjawab tantangan pergeseran pekerjaan oleh teknologi kecerdasan buatan. Hasil dan Pembahasan Manajemen strategis ini dapat memberikan gambaran yang jelas tentang arah, tujuan, dan langkah yang akan diambil oleh sebuah perusahaan. Dalam bahasa Islam, istilah "A"OA, yang berarti "pengaturan", adalah mashdar dari akar kata kerja Arab "AOA-A"A, yang berarti "mengatur". Penggunaan kata tersebut telah banyak disebutkan dalam al-QurAoan diantaranya dalam Surat As-Sajdah yang artinya: AuIa mengatur segala urusan dari langit ke bumi, kemudian . egala urusa. itu naik kepada-Ny. pada hari yang kadarnya . adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. Ay (Q. As Sajdah: . Manajemen Strategi Syariah menggambarkan lima kekuatan manajemen strategi syariah yang terdiri dari asaz tauhid, orientasi duniawi-ukhrawi, motivasi mardhatillah, keyakikan ubudiyah, dan kesadaran ihsaniyah (Usman, 2. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam | Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Lima Kekuatan Manajemen Strategi Syariah Manajemen strategi syariah dalam menghadapi pergeseran pekerjaan akibat Artificial Intelligence memiliki fondasi yang kuat berdasarkan prinsipprinsip Islam. Pendekatan ini menekankan keselarasan antara duniawi dan ukhrawi, serta pengabdian yang tulus kepada Allah SWT. Berikut adalah pembahasan teori manajemen strategi syariah atau five power of the sharia strategic management Asas Tauhid Tauhid adalah dasar strategi syariah. Semua tindakan, termasuk bekerja dan membuat keputusan strategis, harus didasarkan pada keyakinan akan keesaan Allah SWT. Azas yang digunakan dalam manajemen strategis syariah adalah asas tauhid, yang berarti penyerahan diri kepada Allah SWT dalam hal ibadah dan muamalah (Pruedental syariah, 2. Berikut ini Implementasi asas tauhid dalam perusahaan dalam menghadapi pergeseran pekerjaan akibat kecerdasan buatan (AI). Pihak Asas Tauhid Implementasi Praktis Karyawan Menjadikan Menganggap Allah SWT sebagai saksi. Pekerjaan sebagai sehingga melaksanakan tugas . ermasuk Ibadah dan Tanggung Jawab Moral AI) keikhlasan, dan niat ibadah, mendorong profesionalisme internal. Mengembangkan Menerima tantangan AI sebagai ujian Sikap Adaptif & dan peluang. Terus belajar teknologi Pembelajaran baru, serta memaksimalkan potensi diri Berkelanjutan sebagai khalifah di bumi dengan iman kuat dan bijak. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam | Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Menjaga Etika dan Menjunjung Hubungan Baik dengan Sesama (Dale Carnegie, kecemasan akibat perubahan struktur Pimpinan kerja akibat AI. Membangun Menyampaikan secara jelas peran dan kepercayaan dan dampak AI, membangun kepercayaan Transparansi dalam karyawan Pengelolaan AI membantu penerimaan AI dengan sikap Mengutamakan Memprioritaskan keadilan, kejujuran. Etika Bisnis Berlandaskan keputusan AI. Tidak hanya mengejar Tauhid profit, tapi juga kesejahteraan karyawan dan masyarakat. Memberikan Menyelenggarakan Pelatihan dan karyawan relevan dengan teknologi Dukungan menunaikan amanah dan maslahah Pengembangan Keterampilan kesejahteraan SDM. Mengelola SDM Menganggap karyawan sebagai amanah dengan Prinsip Ilahi. memperlakukan secara adil dan Tauhid (Rochaeni & penuh hormat. Menciptakan budaya Supendi, 2. kerja harmonis, produktif, dan minim konflik meski ada AI. Sumber: Analisis Peneliti ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam | Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Orientasi Duniawi dan Ukhrawi Orientasi adalah cara untuk mencapai tujuan. Dalam manajemen strategis syariah, ada dua fokus: duniawi dan ukhrawi. Orientasi duniawi mengacu pada pendekatan untuk mendapatkan keuntungan atau keuntungan di dunia, sedangkan orientasi ukhrawi mengacu pada pendekatan untuk mendapatkan keuntungan, kebaikan, atau pahala di akhirat (Uyuni, 2. Berikut ini Implementasi prinsip orientasi duniawi dan ukhrawi pada perusahaan dalam menangani pergeseran pekerjaan akibat AI. Aspek Orientasi Duniawi Orientasi Ukhrawi Karyawan Meningkatkan Memaknai pekerjaan sebagai keterampilan teknis dan ibadah dan amanah- Menjaga adaptasi terhadap teknologi Artificial Intelligence. Menguasai Memandang literasi data, kreativitas, sebagai ujian dan kesempatan empati, kemampuan untuk meningkatkan kualitas berbudaya, dan spiritual dan moral (Mula & pengambilan keputusan Ristiani, 2. Pimpinan Mengelola transformasi Menjalankan nilai keadilan. Perusahaan digital dan AI secara inklusivitas, dan tanggung strategis untuk efisiensi, jawab sosial- Memastikan AI produktivitas, dan daya tidak merugikan karyawan saing- Menentukan dan menghormati hak asasi aktivitas yang diotomasi vs serta yang tetap dikelola manusia- Menyediakan Mengedepankan pelatihan dan membangun ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam | Vol. 8 No. 2 Desember 2025 budaya inovatif serta dan etika serta keseimbangan komunikasi efektif duniaAeukhrawi (Aladdin et , n. Sumber: analisis peneliti Motivasi Mardhatillah Mengharapkan keridhaan Allah dan bertindak baik dalam setiap tindakan adalah motivasi dari mardhatillah. Karena seseorang akan mendapatkan pahala di akhirat, motivasi ini dapat dianggap sebagai motivasi jangka panjang. Setiap tindakan dalam manajemen strategi syariah, termasuk adaptasi terhadap perubahan teknologi, harus dilakukan dengan motivasi mardhatillah, yaitu mengharapkan keridhaan Allah . Karena hidayah Allah membuka hati manusia, motivasi dan niat sebenarnya muncul dari dalam diri mereka (Mahfuz et al. , 2. Berikut ini Motivasi Mardhatillah dalam konteks perusahaan yang menghadapi pergeseran pekerjaan akibat AI. Pihak PrinsipMardhatillah Implementasi praktis Karyawan Bekerja sebagai Melihat Ibadah dan Amanah AI, Berusaha lapang dada. Mengutamakan Etika Menjaga dan Integritas yakin bahwa rezeki telah diatur oleh Allah SWT. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam | Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Meningkatkan Berkontribusi Kesejahteraan Diri dan Lingkungan hubungan baik dengan rekan dan atasan, serta mendukung suasana kerja yang harmonis sebagai amal saleh (Sari, 2. Pimpinan Perusahaan Kepemimpinan Memandang Berbasis Amanah dan sebagai Tanggung Jawab Allah. Memastikan transformasi akibat AI berjalan adil, transparan, dan tidak merugikan. Mengedepankan Memperhatikan Keseimbangan antara kemanusiaan Efisiensi dan Kemanusiaan . elatihan AI. SDM tanggung jawab sosial dan spiritual. Menjadi Teladan Menjadi dalam Etika dan penggunaan AI . idak diskriminasi. Adaptasi membangun budaya belajar serta adaptif di lingkungan kerja (Anam et al. , 2. Sumber: Analisis peneliti Keyakinan Ubudiyah Dalam Bekerja Ubudiyah adalah keyakinan bahwa setiap pekerjaan adalah bentuk pengabdian kepada Allah . Dalam manajemen syariah, pekerjaan dilihat sebagai ibadah, bukan sekadar upaya duniawi. Implementasi AI dalam ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam | Vol. 8 No. 2 Desember 2025 manajemen strategi syariah harus dipandang sebagai bagian dari ibadah yang bertujuan memakmurkan bumi dan mendukung kesejahteraan umat. Dalam AlQuran Allah berfirman yang artinya: AuWahai orang-orang yang beriman, rukuklah, sujudlah, sembahlah Tuhanmu, dan lakukanlah kebaikan agar kamu Ay (Q. Al Hajj: . Berikut ini Implementasi keyakinan ubudiyah dalam bekerja. Pihak Prinsip Implementasi Praktis Ubudiyah Karyawan Bekerja dengan Memandang pekerjaan bukan hanya Kesadaran sebagai Ibadah bentuk penghambaan kepada Allah. Termotivasi kompetensi dan keterampilan sebagai amanah, dengan niat mencari ridha Allah. Menjaga Disiplin Mendorong karakter religius yang dan Integritas menumbuhkan disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menjalankan termasuk saat Membantu karyawan tetap fokus dan tidak mudah putus asa di tengah ketidakpastian pekerjaan akibat AI. Membangun Melalui amaliyah ubudiyah . oa, dzikir. Karakter Religius ibadah ruti. , karyawan membentuk dan Etika Kerja karakter kuat dan etika kerja yang baik. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam | Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Ini penting untuk adaptasi positif hubungan harmonis dengan rekan kerja serta pimpinan (Huda et al. Pimpinan Memimpin Perusahaan dengan Amanah amanah Memandang kepemimpinan sebagai Allah Tanggung dijalankan dengan penuh tanggung Jawab Spiritual Berusaha mengelola transformasi teknologi (AI) secara adil, etis, dan transparan, serta menjaga kesejahteraan karyawan. Mendorong Budaya Mengimplementasikan nilai-nilai Kerja ibadah dalam budaya perusahaan. Berbasis Ibadah mendorong disiplin, kejujuran, dan dan Etika Allah. Memberikan pelatihan dan dukungan adaptasi AI tanpa mengabaikan nilai spiritual dan moral. Menjaga Memastikan Keseimbangan hanya berorientasi pada keuntungan Duniawi dan duniawi, tetapi juga memperhatikan Ukhrawi dampak sosial dan spiritual. Bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan berkelanjutan, sesuai prinsip ubudiyah (Asrofi et al. , 2. Sumber: Analisis peneliti ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam | Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Kesadaran Ihsaniyah Kesadaran Ihsaniyah dalam bekerja, yaitu keyakinan bahwa segala aktivitas organisasi atau perusahaan adalah amal shaleh yang senantiasa diketahui dan dalam pengawasan Allah SWT. Hal ini akan mendorong manajemen dan staf untuk bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan jujur, amanah, dan itqan . epat, sempurna, tunta. , tanpa harus diawasi oleh atasan ini akan membantu mencapai hasil dan kinerja terbaik. Ihsaniyah adalah kesadaran untuk bekerja dengan kualitas terbaik dan penuh kesempurnaan, karena keyakinan bahwa Allah selalu mengawasi setiap tindakan manusia. Berikut ini Implementasi kesadaran ihsaniyah dalam menangani pergeseran pekerjaan akibat AI. Pihak Prinsip Implementasi Praktis Ihsaniyah Karyawan Meningkatkan Menjalankan Kualitas Kerja baiknya . meski ada otomatisasi AI. dengan Penuh Berusaha mengembangkan diri agar Kejujuran dan Tanggung Jawab menyerah pada perubahan teknologi. Mengembangkan Dorongan untuk belajar dan beradaptasi Keterampilan dengan teknologi AI, seperti mengikuti Baru Secara pelatihan dan workshop perusahaan. Terus-Menerus agar mampu bersaing dan berkontribusi secara optimal. Menjaga Etika Sadar bahwa AI bukan pengganti nilai dan Integritas Tetap menjaga etika kerja dan privasi data ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam | Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Penggunaan dalam interaksi dengan teknologi untuk Teknologi mencegah penyalahgunaan (Gandasari et , 2. Pimpinan Memimpin Mengedepankan nilai keadilan dan ihsan Perusahaan dalam pengambilan keputusan terkait Integritas dan penggunaan AI. Memastikan teknologi Tanggung Jawab tidak merugikan karyawan secara tidak Sosial adil dan memperhatikan kesejahteraan Membangun Budaya Menciptakan mendorong karyawan berinovasi dan Perusahaan yang belajar. Mendukung dengan sikap positif dan kesadaran ihsan Inovasi dan Pembelajaran membawa manfaat maksimal bagi semua Mengelola Menentukan tugas-tugas yang diambil Interaksi antara alih AI dan yang tetap menjadi tanggung Manusia dan AI jawab manusia, dengan memperhatikan Secara Bijaksana kekuatan dan kelemahan masing-masing agar hasil kerja optimal dan beretika. Mengadopsi Gaya Kepemimpinan Fleksibel Melibatkan karyawan dalam Adaptif dan memastikan penggunaan AI dilakukan Partisipatif secara etis dan bertanggung jawab sesuai nilai-nilai ihsan. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam | Vol. 8 No. 2 Desember 2025 Memberikan Menyediakan program pelatihan yang Pelatihan dan relevan agar karyawan dapat menguasai Pengembangan teknologi AI dan beradaptasi dengan Kompetensi Secara (Hasanah et al. , 2. Berkelanjutan Sumber: Analisis peneliti Individu muslim dapat menghadapi pergeseran pekerjaan akibat AI dengan lebih baik. Setelah menerapkan nilai-nilai manajemen strategi syariah. Menguatkan iman, mengembangkan kompetensi, dan selalu berorientasi pada Umat Islam dapat menjadi generasi yang unggul dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Kesimpulan Manajemen Strategi Syariah mengintegrasikan nilai spiritual dan praktis dalam pengambilan keputusan menghadapi pergeseran pekerjaan akibat AIAi berlandaskan asas tauhid, orientasi duniawiAcukhrawi, motivasi mardhatillah, kesadaran ihsaniyah, dan keyakinan bahwa bekerja adalah ibadah. Prinsipprinsip ini memastikan keputusan bisnis tetap adil, bermoral, dan Islami. berbagai industri. AI semakin banyak digunakan untuk mengoptimalkan kinerja, otomatisasi, dan menciptakan model bisnis baru. sektor kesehatan, keuangan, dan eAccommerce secara khusus mengalami transformasi signifikan. Dengan demikian, penerapan manajemen strategis syariah yang menyelaraskan nilai agama dan adaptasi teknologi menjadi pendekatan yang tepat untuk menjawab tantangan disrupsi AI secara berimbang, etis, dan transformatif. ISTISMAR : Jurnal Kajian. Penelitian Ekonomi dan Bisnis Islam | Vol. 8 No. 2 Desember 2025 DAFTAR PUSTAKA