Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 Penerbit : LPPM UNSADA Tanggal : 30 Juli 2025 PENGEMBANGAN MODUL BERBAHASA INDONESIA DALAM MENUNJANG PERKULIAHAN BAHASA JEPANG TINGKAT MENENGAH DI PROGRAM STUDI BAHASA JEPANG D3 UNIVERSITAS DARMA PERSADA Rima Novita Sari. Metty Suwandany. Zainur Fitri. Bertha Nursari. Hermansyah Djaya. Tia Martia Universitas Darma Persada Email: rimanov. unsada2020@gmail. Artikel Info Abstract Keywords : Bahasa Jepang. Modul Penunjang. Minna no Nihongo Intermediate I. Buku Ajar Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan tahapan pengembangan atas peluang kebutuhan serta inovasi terhadap modul penunjang berbahasa Indonesia untuk buku ajar bahasa Jepang yang berjudul Minna no Nihongo Intermediate I . ingkat menengah I). Versi terjemahan Bahasa Indonesia yang telah tersedia saat ini adalah tingkat dasar I dan II. Berdasarkan tinjauan di kelas, modul penunjang berbahasa Indonesia untuk Minna no Nihongo Intermediate I menjadi salah satu kebutuhan dengan tujuan untuk membantu pembelajaran agar berjalan lebih efektif dan efisien. Modul penunjang dilengkapi dengan penjelasan tata bahasa, contoh kalimat, dan kosakata atau kanji dalam bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan sumber tata bahasa, kosakata atau kanji dan menjelaskannya dalam bentuk naratif. Selain itu, observasi juga dilakukan dalam tiga bulan pembelajaran di mata kuliah Bahasa Jepang Menengah 2, program studi Bahasa Jepang D3. Universitas Darma Persada. Hasil dari observasi menyatakan bahwa modul penunjang berbahasa Indonesia berdampak dalam membantu pembelajaran siswa. Article History: Received: 16/06/2025 Revised:30/06/2025 Accepted:15/07/2025 Available Online:30/07/2025 PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara dengan pembelajar bahasa Jepang tertinggi kedua di dunia melalui pencapaian yang tidak lepas dari pembelajaran bahasa Jepang yang telah ada di SMA (Sekolah Menengah Ata. atau SMK (Sekolah Menengah Kejurua. hingga tingkat Perguruan Tinggi (Universita. Berikut ini adalah grafik data survey pembelajar bahasa Jepang berdasarkan pembagian wilayah di dunia: Gambar 1. Persentase Pembelajar bahasa Jepang di Dunia Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 Berdasarkan gambar 1, dapat dipahami bahwa Asia Tenggara . alah satunya Indonesi. merupakan negara dengan pembelajar bahasa Jepang terbanyak kedua di dunia. Hal tersebut dapat menjadi salah satu bukti bahwa bahasa Jepang memiliki banyak peminat. Sampai dengan tahun 2021, jumlah pembelajar bahasa Jepang di Indonesia adalah sebanyak 711,732 orang, dimana jumlah tersebut naik sebanyak 3% sejak tahun 2018. Berdasarkan paparan data oleh The Japan Foundation tersebut, maka diperlukan metodologi dan bahan ajar yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan pengajaran bahasa Jepang. Pada Tabel. 1 dibawah ini akan dipaparkan lima negara pembelajar bahasa Jepang terbanyak di dunia, dimana Indonesia berada pada urutan kedua di dunia, yaitu: Tabel 1. Lima Negara dengan Pembelajar Bahasa Jepang Terbanyak di Dunia Sumber: Laporan Survey The Japan Foundation . Salah satu tantangan yang mungkin pengajaran, yaitu komponen yang berkaitan dengan penyajian bahan ajar agar lebih efektif. Buku ajar Minna no Nihongo Series merupakan buku ajar yang diterbitkan oleh Series Network 3A. Jepang. Berdasarkan website resmi Series Network 3A, buku ajar yang telah diterbitkan di Indonesia secara resmi berjumlah 7 judul, yaitu Minna no Nihongo Shokyuu I. Minna no Nihongo Shokyuu II. Minna no Nihongo Shokyuu I edisi Romaji. Minna no Nihongo Shokyuu I edisi terjemahan bahasa Indonesia. Minna no Nihongo Shokyuu II edisi terjemahan bahasa Indonesia. Minna no Nihongo Shokyuu I Yomeru Topikku 25. Minna no Nihongo Shokyuu II Yomeru Topikku 25. Berdasarkan hal tersebut, maka edisi berbahasa Indonesia, atau buku penunjang yang menggunakan bahasa Indonesia terdapat pada Minna no Nihongo Penerbit : LPPM UNSADA Tanggal : 30 Juli 2025 Shokyuu I edisi terjemahan bahasa Indonesia dan Minna no Nihongo Shokyuu II edisi terjemahan bahasa Indonesia. Menurut Kartiwa dan Sasongko . dalam Hendriati dkk . , siswa yang belajar bahasa Jepang tingkat menengah atas menghadapi tantangan signifikan dalam menguasai tata bahasa yang kompleks. Kebutuhan buku ajar dalam memenuhi inovasi pembelajaran bahasa Jepang juga disampaikan oleh Kastuti . bahwa upaya peningkatan berbahasa Jepang adalah dengan menyediakan buku ajar yang disesuaikan dengan orientasi dan tujuan pembelajaran. Pembelajaran bahasa Jepang di Program Studi Bahasa Jepang D3. Universitas Darma Persada menggunakan buku ajar dengan tingkatan kesulitan menengah, yaitu Minna no Nihongo Intermediate I. Buku ajar tersebut belum memiliki edisi terjemahan bahasa Indonesia. Edisi Indonesia merupakan modul ajar yang berdampingan bersama buku ajar bahasa Jepang, namun berisi penjelasan tata bahasa, kosakata, dan kanji dalam bahasa Indonesia. Edisi terjemahan bahasa Indonesia tidak hanya membantu para pengajar bahasa Jepang, namun juga dibutuhkan oleh para siswa. Melihat kebutuhan tersebut, maka dibutuhkan modul penunjang dalam bahasa Indonesia. Gambaran buku Minna no Nihongo Intermediate 1 adalah terdiri atas 12 bab dengan pembelajaran tata bahasa tingkat menengah . ekitar Japanese Language Profiency Test N3 atau CEFR A. Buku tersebut merupakan salah satu buku ajar yang sulit untuk digunakan sehingga membutuhkan pengembangan agar pembelajaran kelas dapat berjalan dengan lebih efektif. Berdasarkan survey yang telah dilakukan pada semester Ganjil 2024-2025 kepada mahasiswa semester 3 dan 5 program studi Bahasa Jepang D3. Universitas Darma Persada, menyatakan bahwa penggunaan buku Minna no Nihongo Intermediate 1 memiliki beberapa kendala sebagai berikut, yaitu: Tata bahasa tidak ada penjelasannya Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 dalam bahasa Indonesia . ,9%) Kurangnya contoh kalimat yang diberikan . ,9%). Kanji nya banyak yang sulit . ,3%). Latihan dalam buku kurang bervariasi . ,8%). Kosakata terlalu banyak . %). Materi di youtube sedikit sehingga sulit untuk mengulas . ,8%) . erdasarkan jawaban AolainnyaAo oleh mahasisw. Pola kalimat terlalu sulit . ,8%) . erdasarkan jawaban AolainnyaAo oleh Melalui tiga jawaban tertinggi mengenai kendala dalam pembelajaran, maka diperlukan inovasi modul penunjang berbahasa Indonesia yang mencakup tata bahasa, contoh kalimat, serta arti kanji dalam bahasa Indonesia. Penerbit : LPPM UNSADA Tanggal : 30 Juli 2025 daftar kosakata, dan mencari contoh kalimat. Membuat penjelasan tata bahasa pada setiap bab sesuai dengan tata bahasa yang dipelajari, dengan menjelaskan arti serta makna penggunaan tata bahasa tersebut. Pada penjelasan mengenai tata bahasa akan memudahkan pemahaman siswa. Membuat daftar kosakata yang digunakan dalam buku Minna no Nihongo Intermediate I bab 1-12. Contoh modul penunjang akan digunakan di mata kuliah Bahasa Jepang Menengah 2, program studi bahasa Jepang D3. Universitas Darma Persada, yaitu semester Genap 2024/2025. HASIL DAN PEMBAHASAN METODE Metode yang digunakan dalam pengabdian ini Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan naratif dan observasi, yaitu membuat modul penunjang serta melakukan pengamatan aktivitas penunjang di kelas Bahasa Jepang Menengah 2. Observasi merupakan metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung, fenomena, atau perilaku di lapangan (Wani dalam Romdona, . Hasil observasi selanjutnya akan dijelaskan pada bagian hasil dan pembahasan. Metode tahapan pembuatan modul penunjang adalah sebagai berikut: Meninjau kembali tata bahasa, kosakata, serta kanji yang digunakan pada bab 1-12 buku ajar Minna no Nihongo Intermediate Mencari referensi penjelasan sumber lain yang relevan seperti sumber buku berbahasa Jepang, menyusun Berikutnya akan dijelaskan hasil observasi dan evaluasi penggunaan sementara dari modul penunjang berbahasa Indonesia untuk buku Minna no Nihongo Intermediate 1 di perkuliahan Bahasa Jepang Menengah 2. Program Studi Bahasa Jepang D3. Universitas Darma Persada. Sebelum pembelajaran setiap bab, mahasiswa diberikan daftar kanji serta kosakata yang telah disediakan terjemahan bahasa Indonesianya. Metode penggunaan modul penunjang Mahasiswa di perkuliahan bahasa Jepang Menengah 2 dibagikan daftar kosakata, kanji, tata bahasa dan contoh kalimat sebelum perkuliahan sehingga dapat mempelajarinya terlebih dahulu. Selain itu, daftar kanji membantu mahasiswa untuk membaca kanji yang belum pernah dipelajari. Durasi penggunaan modul penunjang Dalam tahap percobaan, mahasiswa dibagikan daftar kosakata, kanji, tata bahasa dan contoh kalimat untuk bab yang akan dipelajari saja. Hal ini membantu mahasiswa untuk dapat membaca Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 Penerbit : LPPM UNSADA Tanggal : 30 Juli 2025 rangkaian kalimat di bab yang sedang dipelajari. Percobaan penggunaan modul penunjang dilaksanakan dalam satu semester berjalan, yaitu 14 pertemuan di kelas atau kurang lebih dalam tiga bulan. Evaluasi penggunaan modul penunjang Sebagai tahapan evaluasi pengujian modul penunjang, pengajar memberikan pertanyaan terbuka dan singkat kepada mahasiswa menggunakan kuesioner. Hasilnya adalah sebagai berikut: Apakah modul penunjang ini membantu anda untuk belajar menggunakan Minna no Nihongo Intermediate 1? Apakah daftar kanji yang diberikan sebelum perkuliahan membantu anda untuk belajar menggunakan buku Minna no Nihongo Intermediate 1? Apakah contoh kalimat yang ada dalam modul penunjang membantu anda untuk belajar menggunakan buku Minna no Nihongo Intermediate 1? Apakah penjelasan tata bahasa dalam bahasa Indonesia membantu anda untuk belajar menggunakan buku Minna no Nihongo Intermediate 1? Berdasarkan percobaan penggunaan awal modul penunjang dalam pembelajaran, mahasiswa menjawab bahwa modul penunjang sangat membantu. Adanya penjelasan tata bahasa, kanji, kosakata dalam bahasa Indonesia memudahkan mahasiswa untuk memahami bahasa Jepang dengan tingkat kesulitan yang KESIMPULAN Minna no Nihongo Intermediate 1 merupakan salah satu buku ajar untuk mempelajari bahasa Jepang dengan tingkat kesulitan menengah atau setara dengan Japanese Language Proficiency Test level N3. Berdasarkan kuesioner singkat awal yang diberikan kepada mahasiswa, menyatakan bahwa tata bahasa, kanji, dan kosakata yang digunakan cukup rumit. Oleh karena itu, perlu solusi inovatif dalam mendukung pembelajaran. Hasil observasi penggunaan modul dalam tiga bulan oleh mahasiswa menyatakan bahwa modul penunjang dalam bahasa Indonesia membantu dalam pembelajaran. Modul Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 Penerbit : LPPM UNSADA Tanggal : 30 Juli 2025 penunjang membantu mahasiswa untuk memahami tata bahasa, penggunaan tata bahasa dalam contoh kalimat, serta kanji yang 53,8% responden menyatakan bahwa modul penunjang cukup membantu untuk belajar menggunakan buku Minna no Nihongo Intermediate 1 dan 38,5% menyatakan sangat membantu. REFERENSI