Jurnal Sains Geografi, 2. , 2024. DOI: 10. 2210/jsg. Penilaian Kondisi Kesehatan Terumbu Karang di Lokasi Wisata Bahari (Snorkelin. Pada Pulau Pari Bagian Selatan Virsha Shofiyani 1. Aisahrul Hutami 1. Tito Sigit Rizkianto 1. Sudirman 1. Raihan Fadhillah 1. Muhammad Fauzi 1, dan Lia Kusumawati 2 Mahasiswa Prodi Geografi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Jakarta Jl. Rawa. Mangun Muka Raya No. RT. 11/RW. Rawamangun. Kec. Pulo Gadung. Kota Jakarta Timur. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 2 Dosen Pengelolaan Sumber Daya Pesisir. Program Studi Geografi. Universitas Negeri Jakarta. Jalan Rawamangun Muka. Jakarta Timur, 13220. Indonesia *) Email Korespondensi: virshashofiyani12@gmail. Sitasi: Shofiyani. Virsha. , et al. Penilaian Kondisi Kesehatan Terumbu Karang di Lokasi Wisata Bahari (Snorkelin. Pada Pulau Pari Bagian Selatan. Jurnal Sains Geografi. Vol. No. Sejarah Artikel: Diterima: 14 Maret 2024 Disetujui: 13 Mei 2024 Publikasi: 27 Mei 2024 Abstract Pari Island, one of the islands in the Thousand Islands that has high marine tourism potential, one of which is snorkeling tourism. Pari Island is located in South Thousand Islands District. Thousand Islands Regency. DKI Jakarta Province. To maintain the sustainability of the coral reef ecosystem on this island, it is necessary to assess its health condition periodically. Coral reefs are important ecosystems that support biodiversity in the maritime environment. The condition of coral reefs on Pari Island is influenced by various factors, such as tourist activities, climate change, and pollution. This study aims to assess the health condition of coral reefs at marine tourism sites . on Pari Island. The study was conducted by field survey method at one observation point, located in the south of Pari Island with coordinates 5A52'11. 3" S, 106A36'45. 1" E using the Coral Health Chart method. About Coral Health Chart is a table that contains the hues of changing colors of coral reefs. This table can be used to monitor the health of coral reefs based on their color hue. The results showed that the condition of coral reefs on Pari Island in general was in sufficient to good condition. Keyword: Coral reefs. Pari Island. Snorkling. Health Condition. Copyright: A 2022 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY) license . ttps://creativecommons. org/license s/by/4. 0/). Abstrak Pulau Pari, salah satu pulau di Kepulauan Seribu yang memiliki potensi wisata bahari tinggi, salah satunya adalah wisata snorkeling. Pulau Pari berlokasi di Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Kabupaten Kepulauan Seribu. Provinsi DKI Jakarta. Untuk menjaga kelestarian ekosistem terumbu karang di pulau ini, perlu dilakukan penilaian kondisi kesehatannya secara berkala. Terumbu karang merupakan ekosistem penting yang mendukung keragaman hayati di lingkungan maritim. Kondisi terumbu karang di Jurnal Sains Geografi, 2. , 2024. DOI: 10. 2210/jsg. Pulau Pari dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti aktivitas wisata, perubahan iklim, dan pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi kesehatan terumbu karang pada lokasi wisata bahari . di Pulau Pari. Penelitian dilakukan dengan metode survei lapangan pada satu titik pengamatan yaitu berlokasi di selatan Pulau Pari dengan titik koordinat 5A52'11. 3" S, 106A36'45. 1" E menggunakan metode Coral Health Chart. Mengenai Coral Health Chart adalah tabel yang berisi rona perubahan warna terumbu karang. Tabel ini dapat digunakan untuk memantau kesehatan terumbu karang berdasarkan rona warnanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang di Pulau Pari secara umum berada dalam kondisi cukup hingga baik. Kata Kunci: Terumbu Karang. Pulau Pari. Snorkeling. Kondisi Kesehatan Pendahuluan Pulau Pari merupakan mozaik kepulauan Indonesia yang mempesona, bagian dari gugusan Kepulauan Seribu, berdiri sebagai permata maritim yang menawan. Wilayah ini menawarkan kondisi alam yang mendukung keragaman hayati maritim. Terumbu karang tidak hanya berperan sebagai habitat untuk spesies laut, tetapi juga sebagai penjaga keseimbangan ekologi (Daniel & Santosa, n. , . Di tengah tantangan yang dihadapi oleh terumbu karang, penelitian mengenai kesehatan terumbu karang menjadi hal yang sangat Artikel ini mengambil kasus Pulau Pari, yang terletak di Kepulauan Seribu. Jakarta Utara, sebagai studi kasus untuk melihat keadaan terumbu karang dan Pulau Pari, dengan ekosistem dan keragaman hayatinya, menjadi contoh penting dalam memahami interaksi antara kehidupan manusia dan lingkungan laut. Melalui penelitian ini, pemahaman mengenai pelestarian terumbu karang menjadi sangat penting untuk ekosistem Dengan dapat dilihatnya perubahan kondisi terumbu karang, dapat menjadi indikator bahwa adanya perubahan ekologis yang lebih luas. Pada konteks ini, dampak pariwisata terhadap terumbu karang pada Pulau Pari menjadi isu yang mendesak. Meskipun dalam bidang pariwisata banyak membantu kunjungan wisatawan dapat menyebabkan degradasi ekosistem karang jika tidak dikelola dan dijaga dengan baik. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi seberapa jauh kerusakan yang dialami oleh ekosistem terumbu Pulau mengidentifikasi strategi yang perlu diterapkan untuk meminimalisir dampak negatif terhadap ekosistem terumbu karang. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan Survey dengan penjabaran secara Kualitatif Deskriptif. Metode survei adalah metode pengumpulan fakta dari berbagai fenomena yang terjadi, serta mendapatkan data faktual tentang aspek-aspek sosial, ekonomi, atau politik dari kelompok atau area tertentu (Sugiyono, hlm. 11, 2. Jurnal Sains Geografi, 2. , 2024. DOI: 10. 2210/jsg. Metode deskriptif merupakan teknik memeriksa status sekelompok orang, serangkaian kondisi, sistem berpikir, atau kumpulan kejadian di masa kini. Tujuannya adalah untuk memberikan deskripsi, sistematis, faktual, dan akurat tentang realitas, karakteristik, dan hubungan antara fenomena yang diteliti. (Moh. Nazir, hal. 63, 1. Coral Health Chart (Gambar . , suatu indikator yang dikembangkan untuk memonitoring terumbu karang melalui pengamatan visual perubahan warna indikator ini memungkinkan peneliti dan bahkan masyarakat umum dengan mudah mengidentifikasi tingkat kesehatan terumbu karang dengan membandingkan warna karang yang diamati dengan skala warna yang tersedia dalam chart. Tabel 2. Skor level warna pada Coral Health Chart Nilai warna 1 Ae 2 Nilai warna 3 Ae 4 Nilai warna 5 Ae 6 Kondisi karang kurang sehat dan mengalami pemutihan Kondisi karang kurang sehat atau sedang mengalami stress dicirikan dengan warna yang Kesehatan karang sehat dicirikan oleh warna karang yang gelap Sumber : coralwatch. Lokasi titik amatan berada pada titik alternatif A-5, dikarenakan dangkalnya titik amatan A-5 yang dekat dengan pesisir Pulau Pari sehingga beresiko kapal yang Oleh karena itu, tempat Alternatif pengganti A-5 kajian diubah ke arah Selatan dekat dengan wilayah Slope Pulau Pari, dengan kordinat 5A52'11. 3" S, 106A36'45. 1" E (Lampiran . pada koordinat pengamatan ini, penelitian dilakukan di tiga areal yang berbeda Area 1. Area 2, dan Area 3 (Tabel . Penelitian ini dilakukan dalam jangka waktu 1 hari yakni bulan November tanggal 11 2023 pada pukul 08. 45 - 11. Kondisi terumbu karang di setiap lokasi tersebut menunjukkan perbedaan signifikan baik dari ukuran, rona warna, dan bentuk terumbu karang yang mendominasi dapat disajikan dalam bentuk teks, tabel. Tabel 2. Kordinat Lokasi Pengamatan kondisi kesehatan terumbu karang Gambar 1. Coral Health Chart (Sumber : coralwatch. Format Dalam tabel kesehatan karang, tingkat kecerahan mencerminkan tingkat Parameter kesehatan karang diukur melalui nilai warna pada tabel tersebut, yang berkisar dari 1 hingga 6 untuk setiap rona warna, mencakup karang yang mengalami pemutihan, kondisi stres, hingga yang tergolong sangat sehat. Coral Watch (Tabel . (Sumber: Data Lapanga. Pada Area 3 terumbu karang tumbuh subur Selanjutnya, di bagian Area 1, terumbu karang menunjukkan keadaan yang sehat, namun memiliki ukuran yang lebih kecil. Jurnal Sains Geografi, 2. , 2024. DOI: 10. 2210/jsg. Terakhir, di bagian Area 2, terumbu karang memiliki ukuran yang kecil dan terdapat Tabel 3. Instrumen penilaian kesehatan terumbu karang rumah karang yang sengaja ditanami oleh warga Pulau Pari dan suku dinas terkait agar karang dapat tumbuh di atasnya. Dalam penelitian pengamatan diperlukan pelaksanaan penelitian. Adapun alat dan (Sumber: Analisis Kelompo. bahan tersebut antara lain: Alat tulis . eperti pulpen, pensil, penghapus, papan Digunakan mengisi formulirpenelitian baik itu secara manual atau digital Instrumen Pengamatan (Tabel . Berfungsi menginputkan hasil survei dan data yang diperlukan dalam survei. Data yang diperluka, yaitu: Kondisi warna koral pada area 1,2, dan Jenis terumbu karang pada area 1,2, dan Tipe karang pada area 1,2, dan 3. Asosiasi biota laut pada area 1,2, dan 3. Action Camera Digunakan untuk mendokumentasikan penilaian kondisi terumbu karang dan asosiasi biota laut. Perlengkapan Snorkleling Kacamata selam, snorkel, pelampung badan, dan sepatu koral. Digunakan untuk menunjang penyelaman saat pengamatan dan penilaian kondisi kesehatan terumbu Hasil dan Pembahasan Hasil Profil Pulau Pari Pulau Pari, secara geografis terletak antara 5A 50' 20Ay - 5A 50' 25Ay Lintang Selatan dan 106A 34' 30Ay Ae 106A 38' 20Ay Bujur Timur. Pulau ini merupakan bagian dari Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu di Kota Jakarta Utara. Pulau ini, yang sepenuhnya dikelilingi oleh Laut Jawa, berada di utara, timur, dan barat, berbatasan dengan laut terbuka dan beberapa pulau kecil tak berpenghuni (Lampiran . Dengan luas 41,32 hektar. Pulau Pari menawarkan pantai pasir putih dan air jernih berwarna hijau kebiruan. Pulau ini difungsikan sebagai area pemukiman, tujuan wisata, serta pusat penelitian dan pendidikan tentang kelautan. Selain Pulau Pari sebagai pulau utama, terdapat pulau-pulau kecil lain seperti Pulau Burung. Pulau Kongsi, dan Pulau Tengah. Semua pulau ini terhubung dengan terumbu sementara bagian internalnya diisi dengan pasir, perairan dangkal, laguna, dan gosong Di sepanjang pantai dan perairan cetek Pulau Pari, terdapat ekosistem mangrove, padang lamun, terumbu karang, dan berbagai biota laut yang berinteraksi dengan ekosistem ini. Pulau ini juga sering dikenal dengan nama Lagoon karena keadaan air di pantainya yang sangat Jurnal Sains Geografi, 2. , 2024. DOI: 10. 2210/jsg. Kedalaman Lagoon ini sekitar 5 meter, dan yang menambah keindahannya adalah pulau ini dikelilingi oleh pulaupulau kecil dan batu karang. Di sekitar pantainya, terdapat sebuah pesisir yang disebut Pasir Perawan, di mana banyak tumbuh pohon bakau yang memperindah pemandangan pantai. Di dalam pulau, ada sebuah cekungan yang dapat menampung air hujan, menjadikan air tersebut menjadi air tawar. Kualitas air di pulau ini sangat berbeda dibandingkan dengan air di pulaupulau sekitar, yang kebanyakan air payau. Di sepanjang garis pantai dan area perairan dangkal Pulau Pari, dapat ditemukan ekosistem mangrove, padang lamun, terumbu karang, dan berbagai makhluk hidup yang berhubungan dengan ekosistem Peta yang terlampir (Lampiran . , dapat ditemukan bahwa Pulau Pari memiliki tiga objek wisata bahari, yaitu Pantai Bintang. Pantai Pasir Perawan, dan Pantai Rengge. Pantai Pasir Perawan memiliki sedikit tanaman mangrove. Pantai Rengge, sebagai kawasan konservasi mangrove, ditandai dengan padang ilalang yang luas ketika menuju ke pantai. ekosistem mangrove dan Pantai terakhir adalah Pantai Bintang, yang sesuai dengan namanya, merupakan habitat bintang laut dan dijaga sebagai kawasan konservasi. Di Pulau Pari, terdapat beberapa area pemantauan terumbu karang, salah satunya berada di bagian selatan pulau. Stasiun ini memiliki beraneka ragam jenis terumbu karang, dengan persentase total karang keras di wilayah ini mencapai 35%, yang masuk dalam kategori sedang. Karang jenis massive lebih mendominasi di sini, disusul oleh jenis-jenis lain seperti karang branching dan tabulate. Tipe karang encrusting dan foliose juga terdapat di sini. Area ini juga kaya akan substrat pasir yang dominan, dan ada juga karang mati. Stasiun ini menjadi tempat untuk transplantasi karang yang dilakukan oleh P2O LIPI. Karena itu, keanekaragaman dan tutupan terumbu karang di lokasi ini terbilang baik. Pulau Pari mempunyai pelabuhan yang masih digunakan dan yang sudah tidak Di sisi selatan pulau, ada sebuah dermaga besar yang masih aktif, menjadi tempat masuknya semua kapal dari uar Sementara itu, di bagian barat daya, terdapat dermaga yang sudah tidak aktif di wilayah BRIN, kondisinya tidak terpelihara dan jarang digunakan orang. Di setiap ujung pulau yang berhadapan langsung dengan laut lepas, terdapat terumbu karang yang mempesona. Terumbu ini berlokasi sekitar 2-10 meter di bawah permukaan air, menggunakan kapal nelayan lokal untuk bisa melihat keindahannya. Kondisi di Pulau Pari juga memengaruhi kehidupan nelayan setempat. Walaupun ada keramba apung untuk bercocok tanam ikan, hanya terdapat dua keramba apung di pulau ini karena kebanyakan penduduk lebih memilih bekerja di bidang pariwisata ketimbang menjadi nelayan. Keramba apung yang berada dekat dengan pantai memberikan keuntungan dalam hal pergerakan nelayan, namun ini juga menyebabkan ikan lebih mudah stres dan terjangkit penyakit akibat ombak yang lebih keras dan bising di area pesisir. Di sisi lain, budidaya rumput laut dihadapkan pada masalah besar karena polusi yang terus berlangsung di Pulau Pari. Situasi ini sangat mengkhawatirkan, dan saat ini jumlah budidaya rumput laut sangatlah terbatas. Kondisi Kesehatan Terumbu Karang Pada Titik Area Amatan Hasil pengamatan terhadap Kumpulan karang pada titik stasiun observasi kelompok kami pada koordinat 5A52'11. S, 106A36'45. 1" E dengan kedalaman 1 Ae 5 meter, di dominasi oleh karang bertipe Karang kerak. Coral massive. Karang Meja, dan Karang Submassive. Pada stasiun pengamatan kelompok kami, karang keras (Scleactini. pengamatan di titik Alternatif-A5. Jurnal Sains Geografi, 2. , 2024. DOI: 10. 2210/jsg. Pengamatan dibagi menjadi penyelaman (Tabel . Area 1 Pada Area 1 dengan koordinat 5A52'11. 0" S, 106A36'46. 5" E dari titik pengamatan alternatif A5 didominasi oleh karang Boulder berpenampang besar dan membulat yang memenuhi sekitar 70% dari areal timur (Gambar . Selebihnya dikombinasikan dengan karang bertipe Plate, karang bercabang/Branching, karang Submassive, dan karang kerak. Untuk karang lunak dalam areal timur ini ditemukan tetapi hanya sedikit dan sulit keterbatasan alat. Biota berasosiasi pada Area 1 ini lumayan banyak yang rata-rata didominasi oleh ikan-ikan kecil dengan warna mecolok seperti ikan Jambian. Botana biru, dan banyak ikan karang Penanaman substrat buatan ini diharapkan dapat mengikat terumbu karang baru sehingga dapat tumbuh dan menjadikan media pertumbuhan karang- karang lain. Jenis koral seperti Coral submassive dan coral massive juga terdapat pada area ini, tetapi dengan ukuran yang kecil-kecil dikarenakan perbedaan kandungan pada substrat di Area 3 dan Area 1 yang tidak terjadinya penanaman substrat buatan. Gambar 3. Tipe dan Kondisi Terumbu karang pada Area 2 (Sumber: Data survey November 2. Area 3 Gambar 2. Tipe dan Kondisi Terumbu karang pada Area 1 (Sumber: Data Survey November 2. Area 2 Berbeda dengan Area 1, pada Area 2 5A52'12. 106A36'45. 9" E dari titik pengamatan alternatif A5 di dominasi oleh terumbu karang bercabang/Branching dan karang Bentuk terumbu karang pada areal ini juga kecil-kecil dikarenakan area ini belum lama terjadi penanaman substrat terumbu karang oleh Dinas Ketahanan Pangan. Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta (Gambar . Dominasi tipe karang pada Area 3, dengan koordinat 5A52'12. 6" S, 106A36'43. 1" E didominasi lebih beragam serta memiliki ukuran yang rata-rata lumayan besar dibandingkan dengan Area 1 dan Area 2. Tipe koral massif. Karang kerak, karang otak, coral submassive, dan sebagian kecil karang bercabang jenis acropora digitate (Gambar . Pada areal barat ini memiliki perbedaan yang lumayan signifikan dibandingkan dengan areal timur dan Selatan Dimana dominasi karang yang ada memiliki ukuran yang lebih besar, lebih beragam, dan memiliki rona warna karang yang lebih gelap sehingga dapat diindikasikan algae yang menempel pada karang memiliki konsentrasi tinggi . arang seha. Jurnal Sains Geografi, 2. , 2024. DOI: 10. 2210/jsg. submassive, dengan bentuk dari koral 100% batu dan memiliki Tingkat Kesehatan yang kurang sehat dan tidak sehat (Table . Kriteria Kesehatan karang pada titik karang 2 memiliki jangkauan warna dari E3 Ae E2 dengan jenis karang yang di amati adalah Acropora Submassive dan lainnya, dominansi koral berbetuk Batu: 50% dan Piring: 50% dengan Tingkat Kesehatan koral kurang sehat dengan dominansi tidak Gambar 4. Tipe dan Kondisi Terumbu karang pada Area 3 (Sumber: Data Survey November 2. Pada Area 3 ditemukan banyak sekali biota yang berasosiasi, terutama ikan karang yang mendominasi dan pengamat juga melihat ada beberapa Bintang laut yang menempel pada terumbu karang yang berjenis piringan/Plate. Pembahasan Analisis Instrumen Kondisi Kesehatan Terumbu Karang Berdasarkan menggunakan Coral Health Chart, secara keseluruhan kondisi kesehatan menurut tingkat warna dari terumbu karang di lokasi area penelitian kelompok kami, rata-rata berada pada kondisi yang sehat dan kurang sehat. Zooxanthelae berperan dalam memberikan pigmen warna pada terumbu karang sehingga kejenuhan pigmentasi dari terumbu karang juga mengidentifikasikan banyak sedikitnya zooxanthellae yang Kriteria Kesehatan titik karang 1 berada pada Area 1 dari titik pengamatan alternatif A5, memiliki jangkauan warna pada karang dari D4 Ae D1 dengan jenis karang yang diamati karang otak dan acropora Pada titik pengamatan karang 3 Area 1 dari titik pengamatan alternatif A5, memiliki jangkauan warna C4 Ae C3 dengan jenis karang yang diamati karang otak dan karang kapur, bentuk dari karang yang diamati Bo: 100% sepenuhnya berbentuk bongkahan batu dengan kondisi kesehatan karang yang kurang sehat. Kriteria kesehatan pada titik karang 4 pada Area 3 memiliki jangkauan warna karang B:4 Ae B:5 dengan jenis dan bentuk terumbu karang otak coral massive dan karang kapur yang Bo: 100% sepenuhnya berbentuk batuan dengan Tingkat Kesehatan karang yaitu sehat dan kurang sehat. Kriteria Kesehatan pada titik pengamatan karang 5 memiliki jangkauan warna koral D:4 Ae D:2 dengan jenis terumbu karang. Karang Bercabang. Karang kerak. Karang Coral Massive (CM), dan Acropora Submassive (ACS) dan tipe terumbu karang yang diamati berbentuk Br: 50% . dan Bo: 50% (Bat. dengan tingkat Kesehatan karang yaitu sehat dan sebagian tidak sehat. Wisata Bahari Snorkeling dengan Kesehatan Terumbu Karang Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kegiatan wisata, termasuk menyelam dan snorkeling, berpengaruh pada ekosistem terumbu karang. Pada stasiun-stasiun Jurnal Sains Geografi, 2. , 2024. DOI: 10. 2210/jsg. Tabel 4. Tingkat kesehatan pada beberapa sampel terumbu karang pada 3 areal pengamatan (Sumber : Analisis kelompo. wisata, terdapat tingkat yang lebih tinggi dari penyakit, pemutihan karang, dan gangguan kesehatan dibandingkan dengan stasiun-stasiun non-wisata. Kegiatan fisik manusia yang dapat merusak terumbu karang termasuk mematahkan karang saat menyelam, menyentuh karang ketika menyelam, berdiri atau menginjak langsung di atas karang saat snorkeling, dan bahkan gerakan kaki katak . penyelam bisa menyebabkan penularan infeksi patogen, membuat karang lebih mudah terinfeksi penyakit (Bruckner et al. Hal ini dapat dibuktikan dengan pengakuan dari wisatawan sendiri secara tidak sengaja menginjak terumbu karang dan memegang terumbu karang tersebut. Kejadian tersebut tidak memiliki tindakan yang tegas dan jelas dari dive leader. Penelitian oleh Frederick et al. , . menunjukkan bahwa kontak fisik merupakan tindakan yang paling umum dilakukan oleh turis dan memiliki potensi besar dalam merusak terumbu karang. Kesimpulan Penelitian ini menggunakan metode Coral Health Chart untuk menilai kondisi terumbu karang. Penelitian menemukan dominasi karang kerak, coral massive, karang meja, dan karang submassive di Area pengamatan Alternatif A5. Kondisi kesehatan terumbu karang bervariasi, dimana beberapa area sehat dan beberapa area kurang sehat. Selain itu. Pulau Pari juga menjadi tempat tinggal bagi berbagai keanekaragaman hayati yang terpelihara. Beberapa jenis terumbu karang yang ditemukan di Selatan Pulau Pari antara lain karang otak, karang jamur, karang bercabang. Coral Massive (Leptoria Phrygi. Acropora Digitate. Nepthehea. Sinularia. Coral Submassive (Stylophora Pistillat. , dan Acropora Submassive (ACS). Dengan Informasi dalam artikel ini ekosistem terumbu karang di Pulau Pari dan pulau- pulau kecil sejenisnya untuk keberagaman hayati, dan perlindungan sumber daya alam. Daftar Pustaka