Proceeding 1st International Conference on Pesantren and Islamic Studies Vol. 01 No. : 288-296 Available online at http://jurnal. com/index. METODE PEMBELAJARAN DI PONDOK PESANTREN. ANTARA TRADISIONAL DAN MODERN Achmad Ilham Maulana 1. Nurul Ani Safitri 2 1,2 Darunnajah University Email : ilhammaulana@darunnajah. id1, nurulanisafitry32@gmail. Received: April 2024 DOI: Accepted: June 2024 Published: Juli 2024 Abstract : Islamic boarding schools have long been the main pillar of Islamic education in Indonesia, not only as formal educational institutions but also as centers of character building and maintenance of Islamic values. With a strong cultural heritage and tradition. Islamic boarding schools have inherited centuries of proven learning However, with the advancement of the times and technological developments. Islamic boarding schools are faced with new challenges that require a balance between traditional and modern in Islamic education. This research explores the important role of learning methods in maintaining the relevance and quality of education in Islamic boarding schools, descriptively, analytically, with qualitative and quantitative approaches. By understanding these dynamics, it can be seen how boarding schools can remain strong educational institutions, while maintaining and respecting the traditional values that have characterized them over the years. Keywords : Methods. Traditional Pesantren. Modern Pesantren Abstrak : Pondok Pesantren telah lama menjadi pilar utama dalam pendidikan Islam di Indonesia, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan formal tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter dan pemeliharaan nilai-nilai keislaman. Dengan warisan budaya dan tradisi yang kental, pondok pesantren mewarisi metode pembelajaran yang telah teruji selama berabad-abad. Namun, dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi, pondok pesantren dihadapkan pada tantangan baru yang membutuhkan keseimbangan antara tradisional dan modern dalam pendidikan Islam. Penelitian ini mengeksplorasi peran penting metode pembelajaran dalam menjaga relevansi dan kualitas pendidikan di pondok pesantren, secara deskriptif, analisis, dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Dengan memahami dinamika ini, dapat dilihat bagaimana pondok pesantren dapat tetap menjadi lembaga pendidikan yang kuat, sambil mempertahankan dan menghormati nilai-nilai tradisional yang telah menjadi ciri khasnya selama ini. Kata Kunci: Metode. Pesantren Tradisional. Pesantren Modern PENDAHULUAN Pondok Pesantren telah lama menjadi landasan utama dalam pendidikan Islam di Indonesia. (Zarkasyi Hamid Fahmy 2. Dengan kekayaan budaya dan tradisi yang kental, pondok pesantren tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan formal, tetapi juga berperan sebagai pusat pembentukan karakter dan pemeliharaan nilai-nilai keislaman. (Sahal Syamsul 2. Sebagai institusi pendidikan yang berakar dalam tradisi Islam, pondok pesantren telah mewarisi metode pembelajaran yang telah teruji selama Proceeding 1st International Conference on Pesantren and Islamic Studies Vol. 01 No. : 288-296 berabad-abad. (SyafiAoi 2. Namun, dengan kemajuan zaman dan perkembangan teknologi, tantangan baru muncul bagi pondok pesantren. Pendidikan tidak lagi terbatas pada tradisional, tetapi juga harus merangkul elemen-elemen modern untuk tetap relevan dan efektif di era yang terus berubah. (Yusuf 2. Dalam konteks ini, peran metode pembelajaran menjadi semakin penting dalam menjaga relevansi dan kualitas pendidikan yang diselenggarakan di pondok (Efendi 2. Penelitian ini akan mengeksplorasi peran penting metode pembelajaran dalam pendidikan pondok pesantren, serta latar belakang yang memperlihatkan kebutuhan akan keseimbangan antara tradisional dan modern dalam konteks pendidikan Islam. Dengan memahami dinamika ini, dapat melihat bagaimana pondok pesantren dapat tetap menjadi lembaga pendidikan yang kuat, sambil tetap menghormati dan memelihara nilai-nilai tradisional yang telah menjadi ciri khasnya selama ini. PEMBAHASAN METODE PENGAJARAN PESANTREN TRADISIONAL Pengajaran Kitab Klasik Metode pengajaran tradisional telah menjadi ciri khas utama dari pendidikan di pondok pesantren, mengakar pada warisan budaya Islam yang telah terbukti keefektifannya selama berabad-abad. Pendekatan ini mencakup beberapa ciri yang khas dalam pengajaran di pesantren. (Zarkasyi Hamid Fahmy 2005. Mujib 2. Pertama,Pembelajaran Berbasis Halaqah(Zuhdi 2. Halaqah merujuk pada metode pengajaran yang difokuskan pada diskusi antara guru dan para santri dalam suasana santai. Para santri duduk melingkar di sekitar guru untuk mendengarkan penjelasan dan berdiskusi tentang topik yang diajarkan. Kedua,Talaqqi. Talaqqi adalah metode pengajaran yang menekankan pada pembacaan langsung dan pengulangan. Guru membacakan teks klasik secara bertahap, sementara santri mengikuti dan mengulangi bacaan tersebut hingga mereka menguasainya. (Wahid 2. Ketiga. Penggunaan Metode Sorogan dan Tafsir. Metode sorogan melibatkan guru membacakan teks klasik secara bergantian dengan santri untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan membaca. Sementara metode tafsir ini melibatkan penjelasan atau interpretasi oleh guru terhadap teks klasik yang sedang dipelajari. (Rofiq 2. Kurikulum Pesantren Tradisional Pondok pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional, memiliki kurikulum yang unik dan khas. (Huda 2. Kurikulum pesantren tradisional tidak hanya mengajarkan materi keagamaan, tetapi juga memperkenalkan siswa kepada kebudayaan Islam yang kaya dan warisan ilmu yang telah terbukti keefektifannya selama berabad-abad. (Maftuhin 2. Pada pargraf ini akan mengeksplorasi struktur kurikulum pesantren tradisional dan fokus pembelajaran yang membedakannya dari sistem pendidikan (Efendi 2. Pertama. Struktur Kurikulum Pesantren Tradisional. Kurikulum pesantren tradisional cenderung didasarkan pada tiga komponen Proceeding 1st International Conference on Pesantren and Islamic Studies Vol. 01 No. : 288-296 Available online at http://jurnal. com/index. utama:(Qomar 2. Studi Al-Qur'an. Studi Al-Qur'an menjadi fokus utama dalam kurikulum pesantren. Siswa belajar membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur'an serta mempelajari tafsir . dan ilmu tajwid . engetahuan tentang aturan bacaan Al-Qur'a. Studi Al-Qur'an biasanya dimulai sejak usia dini dan terus dilanjutkan hingga tingkat lanjutan. (Rofiq . Studi Hadis dan Fiqh. Materi ini mencakup studi tentang hadis . radisi atau perkataan Nabi Muhammad SAW) dan fiqh . ukum Isla. Siswa mempelajari hadis-hadis penting, metodologi hadis, serta prinsip-prinsip hukum Islam yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran fiqh mencakup berbagai aspek, seperti ibadah, muamalah . ubungan sosia. , dan munakahat . (Maftuhin 2. Studi Ilmu-ilmu Keislaman Lainnya. Selain Al-Qur'an, hadis, dan fiqh, siswa pesantren juga mempelajari berbagai disiplin ilmu keislaman lainnya, seperti aqidah . , tasawuf, sejarah Islam, dan bahasa Arab. Studi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang Islam serta membentuk pemikiran yang kritis dan analitis pada siswa. (MaAoruf Kedua,Fokus Pembelajaran. Fokus pembelajaran dalam kurikulum pesantren tradisional tidak hanya terbatas pada penguasaan teks-teks klasik, tetapi juga menekankan pada pengembangan karakter, moralitas, dan spiritualitas siswa. Beberapa aspek penting dari fokus pembelajaran pesantren tradisional meliputi:(Latief 2. (Mujib 2. Pembentukan Karakter: Pesantren tradisional menekankan pembentukan karakter yang kokoh dan bermoral tinggi sesuai dengan ajaran Islam. Siswa diajarkan untuk menjadi individu yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki sikap empati terhadap sesama. (Qomar 2. Penghayatan Agama: Kurikulum pesantren tidak hanya bertujuan untuk mengajarkan teori, tetapi juga mendorong siswa untuk menghayati ajaran agama secara mendalam. Siswa diajak untuk merenungkan maknamakna dalam teks-teks klasik dan menerapkannya dalam kehidupan seharihari. Pengembangan Keterampilan: Selain pembelajaran akademis, pesantren tradisional juga memberikan perhatian pada pengembangan keterampilan praktis, seperti keterampilan berbicara, menulis, dan kepemimpinan, yang diperlukan untuk menjadi pemimpin yang efektif dalam (Nashir 2. Kepedulian Sosial: Siswa pesantren diajarkan untuk memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan berkontribusi positif dalam masyarakat. Mereka didorong untuk menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitarnya. (Zarkasyi Hamid Fahmy 2. Dengan struktur kurikulum yang kokoh dan fokus pembelajaran yang holistik, pesantren tradisional terus memainkan peran penting dalam menjaga warisan ilmu dan kebudayaan Islam serta membentuk generasi yang taat beragama dan berakhlak mulia. Dengan memahami nilai-nilai yang ditanamkan dalam kurikulum pesantren tradisional, sehingga dapat menghargai kontribusi mereka dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Proceeding 1st International Conference on Pesantren and Islamic Studies Vol. 01 No. : 288-296 Available online at http://jurnal. com/index. INTEGRASI PENDEKATAN PESANTREN MODERN DALAM PEMBELAJARAN Pendekatan pesantren modern adalah respons terhadap kebutuhan akan pendidikan yang lebih adaptif, relevan, dan berdaya saing dalam era globalisasi dan teknologi informasi. (Al Qurtuby 2. Sementara pesantren tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional Islam, pendekatan modern memperkaya pengalaman pembelajaran dengan mengintegrasikan teknologi, metode pembelajaran inovatif, dan penekanan pada keterampilan masa (Machali 2. Pertama. Integrasi Teknologi dalam Pembelajaran Pesantren: Pemanfaatan Media Digital:(Rosyadi 2. Pesantren modern menggunakan media digital, seperti komputer, internet, dan aplikasi pembelajaran, untuk memperluas akses terhadap sumber belajar dan memfasilitasi proses pembelajaran yang interaktif. Penggunaan Perangkat Lunak Pendidikan: Aplikasi pembelajaran khusus dirancang untuk pesantren telah dikembangkan, membantu dalam memfasilitasi pembelajaran Al-Qur'an, hadis, dan materi keislaman lainnya dengan cara yang lebih interaktif dan menarik. Kedua. Metode Pembelajaran Inovatif:(Zarkasyi Hamid Fahmy 2. Pembelajaran Aktif: Pesantren modern menerapkan metode pembelajaran aktif, seperti diskusi kelompok, pemecahan masalah, dan proyek berbasis kolaborasi, untuk merangsang partisipasi siswa dan membangun pemahaman yang mendalam. Pembelajaran Berbasis Pengalaman: Siswa didorong untuk belajar melalui pengalaman langsung, baik melalui kunjungan lapangan, tarbiyah Aoamaliyyah. Pengabdian, yang memperdalam pemahaman mereka tentang konsep-konsep keislaman dalam konteks dunia nyata. Pendekatan pesantren modern merupakan sintesis antara tradisi Islam yang kaya dengan teknologi dan inovasi pembelajaran. Dengan menggabungkan nilai-nilai tradisional dengan pendekatan yang lebih adaptif dan relevan, pesantren modern berkontribusi pada pemberdayaan generasi masa depan yang terampil, berpengetahuan, dan memiliki pemahaman yang mendalam tentang ajaran agama. (Hasyim 2. Dengan terus mengembangkan dan mengadopsi pendekatan pesantren modern, pesantren dapat tetap menjadi lembaga pendidikan yang relevan dan efektif dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah. Ketiga. Islamisasi ilmu pengetahuan,(Al-Attas 1. adalah konsep yang bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam ke dalam ilmu pengetahuan modern. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan bahwa pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan tidak hanya berdasarkan pada rasionalitas dan empirisisme, tetapi juga pada etika dan nilainilai moral yang diajarkan oleh Islam. (Al-Attas 2. diantara cara implementasi Islamisasi Ilmu Pengetahuan. Pengkajian Kembali Ilmu Pengetahuan: Menilai ulang dan mengkaji kembali teori dan konsep ilmu pengetahuan dari perspektif Islam untuk memastikan kesesuaiannya dengan nilai-nilai Islam. Pengembangan Kurikulum: Membangun kurikulum Proceeding 1st International Conference on Pesantren and Islamic Studies Vol. 01 No. : 288-296 Available online at http://jurnal. com/index. pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan modern dengan ajaran Islam, sehingga pelajar mendapatkan pendidikan yang holistik. Penelitian dan Publikasi: Mendorong penelitian yang tidak hanya mengejar penemuan ilmiah tetapi juga memperhatikan implikasi etis dan moralnya. Penerapan Teknologi: Menggunakan teknologi dengan cara yang mendukung kesejahteraan masyarakat dan menjaga lingkungan, sesuai dengan prinsipprinsip Islam. (Wan Mohd Wan 1. FAKTOR-FAKTOR MELATARBELAKANGI METODOLOGI PEMBELAJARAN DI PESANTREN Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan metode pembelajaran di pondok pesantren, di antaranya:(Hasyim 2. Pertama. Konteks Kultural dan Tradisi: Pondok pesantren seringkali memiliki tradisi dan budaya pendidikan yang kuat. Faktor-faktor ini dapat mempengaruhi pemilihan metode pembelajaran. Misalnya, jika pondok pesantren memiliki warisan tradisi yang kuat dalam pengajaran kitab kuning, metode pembelajaran yang digunakan akan cenderung mengikuti pola-pola tradisional seperti sorogan atau halaqah. Penggunaan metode yang konsisten dengan nilai-nilai dan budaya lokal dapat mendukung integrasi peserta didik dalam lingkungan pendidikan. Kedua. Kepemimpinan Kebijakan Pondok Pesantren: Kepemimpinan pondok pesantren dan kebijakan pendidikan yang diterapkan juga memengaruhi pemilihan metode pembelajaran. Jika pemimpin pondok pesantren memiliki visi yang jelas terkait dengan inovasi pembelajaran, maka mungkin akan ada preferensi terhadap metode-metode yang lebih modern atau Sebaliknya, jika kepemimpinan cenderung konservatif, metode pembelajaran tradisional mungkin lebih didukung. Ketiga. Ketersediaan Sumber Daya: Faktor ini mencakup berbagai aspek, seperti sumber daya manusia . uru yang berkualitas dan terlati. , sumber daya materi . uku-buku, teknologi, fasilitas kela. , serta dukungan dari pihak terkait . omunitas lokal, yayasan, atau lembaga dono. Pemilihan metode pembelajaran akan dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya tersebut. Misalnya, jika pondok pesantren memiliki guru yang terbatas dalam jumlah dan keterampilan, maka metode pembelajaran yang membutuhkan banyak interaksi antara guru dan siswa mungkin tidak praktis. Keempat. Kepentingan dan Kebutuhan Peserta Didik: Pengenalan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan minat peserta didik juga penting. Misalnya, jika peserta didik lebih responsif terhadap pembelajaran yang interaktif dan praktis, pendekatan yang melibatkan diskusi, proyek, atau pengalaman langsung mungkin lebih sesuai. Pemahaman terhadap karakteristik peserta didik akan membantu dalam memilih metode yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kelima. Tujuan Pembelajaran(Rosyadi 2. : Setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan dalam mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Misalnya, jika tujuan pembelajaran adalah pemahaman mendalam terhadap teks-teks agama klasik, metode pembelajaran tradisional Proceeding 1st International Conference on Pesantren and Islamic Studies Vol. 01 No. : 288-296 Available online at http://jurnal. com/index. yang menekankan pada pembacaan langsung dan diskusi mungkin lebih cocok. Namun, jika tujuan pembelajaran adalah pengembangan keterampilan praktis, seperti berbicara atau menulis, pendekatan yang lebih praktis dan interaktif mungkin lebih sesuai. Dalam konteks pondok pesantren, pemilihan metode pembelajaran seringkali merupakan hasil dari gabungan dari faktor-faktor di atas, yang saling berinteraksi dan saling memengaruhi. Seorang pendidik di pondok pesantren perlu mempertimbangkan semua faktor ini dengan cermat agar metode pembelajaran yang dipilih dapat efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta tujuan pendidikan yang diinginkan. TANTANGAN DAN PELUANG METODE PEMBELAJARAN DI PONDOK PESANTREN Penggunaan metode pembelajaran di pondok pesantren menghadapi berbagai tantangan dan peluang yang perlu dipahami. Berikut adalah penjelasan tentang tantangan dan peluang tersebut:(Machali 2. Pertama. Tradisi Konservatif: Beberapa pondok pesantren mungkin cenderung mempertahankan tradisi konservatif dalam metode pembelajaran, yang dapat menghambat adopsi metode pembelajaran yang lebih inovatif dan Kedua. Keterbatasan Sumber Daya: Banyak pondok pesantren menghadapi keterbatasan sumber daya, termasuk buku-buku, fasilitas, dan sumber daya manusia. Hal ini dapat menjadi hambatan dalam menerapkan metode pembelajaran yang memerlukan teknologi atau materi pembelajaran Ketiga. Kebutuhan Kualifikasi Guru: Metode pembelajaran yang lebih modern dan interaktif mungkin memerlukan keterampilan dan pemahaman yang lebih mendalam dari guru. Namun, tidak semua guru di pondok pesantren memiliki kualifikasi atau pelatihan yang memadai untuk mengimplementasikan metode tersebut. Keempat. Perubahan Sosial dan Budaya: Perubahan dalam masyarakat dan budaya dapat mempengaruhi ekspektasi peserta didik dan mendorong permintaan akan pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan. Namun, menyesuaikan diri dengan perubahan ini bisa menjadi tantangan bagi pondok pesantren yang melestarikan tradisi lama. Adapun peluang metode pembelajaran di pondok pesantren mencakup potensi dan kemungkinan pengembangan pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif. Berikut adalah deskripsi tentang peluang-peluang tersebut:(Al Qurtuby 2. Pertama. Inovasi dalam Tradisi: Pondok pesantren dapat menggabungkan inovasi dalam metode pembelajaran tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai tradisional mereka. Peluang ini memungkinkan pondok pesantren untuk mempertahankan warisan budaya mereka sambil memperbarui pendekatan pembelajaran. Kedua. Kemitraan dan Kolaborasi: Kolaborasi dengan institusi pendidikan lain, organisasi non-pemerintah, atau lembaga swasta dapat memberikan peluang bagi pondok pesantren untuk mengakses sumber daya tambahan, termasuk pelatihan guru, peralatan, dan Proceeding 1st International Conference on Pesantren and Islamic Studies Vol. 01 No. : 288-296 Available online at http://jurnal. com/index. materi pembelajaran. Ketiga. Peningkatan Akses Teknologi:(Rosyadi 2. Meskipun mungkin ada keterbatasan akses, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membuka peluang untuk meningkatkan akses terhadap sumber daya pembelajaran online dan alat pembelajaran digital. Hal ini dapat membantu pondok pesantren dalam memperkaya pengalaman pembelajaran. Keempat. Permintaan akan Pendidikan yang Berkualitas: Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendidikan yang berkualitas, terutama di komunitas yang kurang mampu, terdapat peluang bagi pondok pesantren untuk menarik peserta didik dengan menawarkan metode pembelajaran yang efektif dan relevan. Dengan memahami tantangan dan peluang ini, pondok pesantren dapat mengembangkan strategi yang tepat untuk mengatasi hambatan dan memanfaatkan potensi yang ada dalam memilih dan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks mereka. KESIMPULAN Dalam konteks penggunaan metode pembelajaran di pondok pesantren, dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran memainkan peran penting dalam membentuk pengalaman pendidikan peserta didik serta memengaruhi perkembangan pondok pesantren itu sendiri. Pertama. Penyesuaian dengan Konteks Lokal: Penggunaan metode yang sesuai dengan konteks lokal dapat memperkuat identitas dan keberlanjutan pondok pesantren. Kedua. Kebutuhan akan Inovasi dan Adaptasi: Inovasi ini dapat membantu pondok pesantren menjawab tantangan pendidikan kontemporer dan mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi dunia yang berubah dengan cepat. Ketiga. Peran Kepemimpinan dan Kebijakan: Dukungan dari pimpinan pondok pesantren dan kebijakan yang memfasilitasi pelatihan guru dan pengembangan kurikulum dapat meningkatkan efektivitas pengajaran. Keempat. Peningkatan Akses Teknologi: Penggunaan teknologi dalam pendidikan dapat membuka pintu untuk sumber daya pembelajaran yang lebih luas dan pengalaman belajar yang lebih interaktif. Keempat. Evaluasi dan Penilaian: Dengan melakukan evaluasi yang teratur, pondok pesantren dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dari setiap metode pembelajaran yang digunakan, serta membuat perubahan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan memperhatikan kesimpulan ini, pondok pesantren dapat mengembangkan pendekatan pembelajaran yang efektif dan relevan sesuai dengan tujuan pendidikan mereka dan mempersiapkan peserta didik untuk sukses dalam menghadapi tantangan dunia modern. Proceeding 1st International Conference on Pesantren and Islamic Studies Vol. 01 No. : 288-296 Available online at http://jurnal. com/index. REFERENCES