KREATIF Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi p-ISSN: 2986-9242 e-ISSN: 2986-8866 Pengelolaan Fermentasi Gula Tetes dan Daun Pepaya Sebagai Nutrisi Tambahan Bagi Ternak Ayam Walidatul Amiyah1. Siti Nor Khofifah2. Anidya Nur Fadilla MuAoarif3. Zafid Hikmal YafiAo4. Bahrul Ilmi Irawan5. Annisa Malikatus Sholikhah6. Ah. Khoirul Yazid7. Ajuni Deva Triyana8. Iqbal Habibi9. Hendrik Rulan Sandi10. Sekar Sari11 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11 Universitas Billfath Kknpardesakanugrahan@gmail. walidatulamiyah41@gmail. Abstrak Pakan merupakan salah satu hal yang sangat menentukan dalam keberhasilan usaha peternakan. Pada musim kemarau pakan yang berkualitas sulit didapatkan hal ini mengakibatkan peternak terpaksa memanfaatkan tetes tebu dan daun pepaya. Pakan fermentasi merupakan pakan ternak yang telah melalui proses perubahan struktur kimia yang dibantu oleh bakteri yang terkandung dalam gula tetes dan Em4. Tujuan yang ingin dicapai dari pembuatan pakan fermentasi berbahan daun pepaya yaitu untuk membantu peternak dalam penyediaan pakan ternak yang berkualitas dimusim kemarau serta membantu dalam pemanfatan bahan yang ada disekitar. Kata kunci: Fermentasi, pakan, gula tetes, daun pepaya dan ternak ayam Abstract Feed is one of the things that determines the success of a livestock business. In the dry season, quality feed is difficult to obtain, this causes breeders to be forced to use sugar cane molasses and papaya leaves. Fermented feed is animal feed that has gone through a chemical structure change process assisted by bacteria contained in molasses and Em4. The aim to be achieved by making fermented feed from papaya leaves is to help farmers provide quality animal feed in the dry season and to help utilise materials available around them. Keywords: Fermentation, feed, molasses, papaya leaves and chicken farming PENDAHULUAN Desa Kanugrahan merupakan daerah yang kaya akan lumbung padi, lahan hijau yang cukup luas dan tanah subur yang banyak dimanfaatkan warga untuk bercocok sumber bahan pangan. Sehingga dari situlah warga masyarakat juga memanfaatkan kondisi tersebut untuk kegiatan merawat hewan ternak. Tingkat aktivitas dan kemampuan seseorang dalam aktivitas yang berbeda lainnya. Beberapa percobaan eksperimental menunjukkan hal itu bahwa jenis kegiatan pertanian atau komersial. Ternak erat kaitannya dengan ciri-ciri dasarnya individu yang relevan dengan loyalitas, ketrampilan kemampuan dan lainnya. Ternak merupakan sumber protein hewani. Masyarakat memiliki prospek yang besar dan berjanji untuk tumbuh. Lebih dari itu. Produksi ternak dapat menjadi sumber pendapatan bagi peternak. pekerjaan, tenaga kerja dan uang meningkatkan potensi dan kualitas tanah. Daging sapi mempunyai fungsi sosial yang penting dalam masyarakat oleh karena itu ini adalah produk yang sangat penting (Sumadi , 2. Peternakan bagi warga desa adalah kegiatan merawat hewan ternak yang menjadi sebuah kesibukan hingga menjadi suatu pekerjaan atau bisnis bagi setiap warga yang memiliki kandang ternak atau Hewan ternak yang kebanyakan dimiliki oleh warga desa adalah diantaranya ayam, bebek, kambing, dan sapi. Warga beternak guna untuk mengembangbiakkan hewan yang diternak. Sehingga bermula dari beberapa hewan bisa menjadi banyak hewan ternak yang berhasil dikembangbiakkan. Beternak ayam adalah kegiatan yang sudah biasa bagi masyarakat peternak di Desa Kanugrahan. Beternak ayam ini sudah dilakukan secara turun temurun, namun masih sebagai usaha sampingan yang dikelolah secara tradisional dan individual. Di daerah ini potensi untuk pengembangan ternak ayam masih cukup besar, pencarian sumber pangan yang mendukung, serta lahan kosong yang cukup luas untuk dijadikan tempat hewan ternak. KREATIF Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi p-ISSN: 2986-9242 e-ISSN: 2986-8866 Daging ayam sendiri memiliki cita rasa yang enak, gurih, sehingga meningkatnya jumlah peminat untuk memenuhi kebutuhan demi kebutuhan sehari-hari. Untuk menghasilkan kualitas karkas yang tinggi serta daging yang empuk, maka perlu bahan yang bersifat probiotik. Salah satu dari bahan probiotik adalah daun pepaya. Probiotik adalah mikroorganisme dalam bentuk kering yang mengandung tempat tumbuh dan produksi metabolismenya (Matthews, 1988 dalam Rukmin 2. Daun pepaya (Carica papaya L) merupakan tumbuhan yang mengandung nutrisi yang tinggi . Daun pepaya cukup baik digunakan sebagai pakan ternak karena mengandung protein kasar 13,5%, serat kasar 14,68%, lemak kasar 12,80%, dan abu 14,4%. Daun pepaya juga mengandung enzim-enzim papain, alkoloid carpain, pseudo karpaina, glikosida, karposida dan saponin, sukrosa dan dektrosa. Kebanyakan alkaloid berupa zat padat, rasa pahit dan sukar larut dalam air tapi mudah larut dalam chloroform, eter dan pelarut organik lain yang relatif non polar (Mursyidi, 1. dalam Suryaningsih . Dampak positif dari penggunaan daun pepaya sebagai campuran fermentasi pakan adalah ternak lebih sehat, cepat pertumbuhannya dan menurunnya angka kematian pada ternak ayam. Namun apabila diberikan berlebihan akan dapat menyebabkan rasa pahit pada daging, karena daun pepaya mengandung alkaloid carpain (C14H25NO. (Hartono, 1. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfatan gula tetes dan daun pepaya sebagai nutrisi tambahan METODE Desa Kanugrahan merupakan desa yang cukup luas yang terdiri dari 3 dusun, hal ini mengakibatkan Desa Kanugrahan mudah untuk dikondisikan. Di Desa Kanugrahan memiliki sebuah masalah pada bidang Karena banyaknya peternak tanpa memperihatikan pola makan ternaknya. Pendampingan terhadap bidang peternakan ini merupakan bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berbasis PAR (Parcipatory Action Researc. kelompok kami untuk mendampingi adanya kelanjutan pengelolaan fermentasi gula tetes dan daun papaya sebagai nutrisi tambahan bagi ternak ayam. Pendampingan fermentasi tersebut berada diusun Kanugrahan karena masyarakat setempat hampir keseluruhan memiliki ternak ayam yang dilaksanakan melalui FGD (Focus Group Discussio. yang terlebih dahulu untuk mengetahui masalah dalam bidang peternakan tersebut. Setelah data sudah dirasa cukup kemudian mencari solusi yang terbaik. Dengan diadakannya pendampingan dalam bidang peternakan lebih fokusnya dalam pengelolaan fermentasi pakan untuk tambahan nutrisi dengan tujuan adanya penelitian ini dapat ilmu yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mewujudkan ternak yang subur dan sehat. Satu dari sekian banyak peternak ayam yang ada di Desa adalah kebiasaan pemberian makan hewan ternak yang kurang bahkan hampir tidak mengandung nutrisi bagi hewan ternak. Hewan ternak adalah termasuk hewan budidaya. Oleh karena itu, hewan ternak harusnya mendapatkan pakan yang mengandung Kebiasaan ini menjadi masalah bagi peternak yang menjadikan peternakannya sebagai lahan bisnis. Pemberian makan yang hanya sekedarnya akan memperhambat tumbuh kembang. Setelah melakukan wawancara kepada beberapa peternak ayam hasilnya adalah Faktor dari masalah ini diantaranya Pendidikan, kurangnya mencari tahu dan juga dikarenakan cara pemberian makan orang terdahulu yang masih mempengaruhi masyarakat peternak ayam yang ada di Desa Kanugrahan. Pemberian makan kepada ternak ayam hanyalah pemberian dedak padi yang dicampur dengan air. Tabel 1. Faktor permasalahan yang melatar belakangi peternak ayam No. Faktor Usia Jumlah Pendidikan Kurang mencari tahu >45 Kebiasaan Jumlah Pakan dedak padi adalah alternatif bagi para peternak desa. Dedak padi merupakan hasil samping pengolahan padi menjadi beras, dimana kualitas dedak padi berbeda-beda tergantung dari jenis berasnya. Dedak padi merupakan produk yang dihasilkan dari pembuatan beras di penggilingan padi (Superianto et KREATIF Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi p-ISSN: 2986-9242 e-ISSN: 2986-8866 . Dedak padi juga sering digunakan dalam pembuatan ransum ternak. Munandar et al. Ransum merupakan kombinasi pakan yang dicampur, biasanya terdiri dari beberapa bahan nutrisi dalam dosis tertentu. Serat kasar dedak padi sangat tinggi dan kandungan proteinnya rendah. Nilai gizi dedak padi Hal ini dikarenakan ada penggilingan padi yang membuang sekamnya dan ada pula penggilingan padi yang mencampurkan sekam dengan dedak, sehingga nilai gizi dedak padi perlu dikaji ulang. Tabel 2. Jenis pakan yang diberikan Hewan Ternak Pakan Ayam Ayam Dedak Padi Kerak nasi & dedak Padi Jumlah HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi Pelaksanaan Program Jumlah Peternak Program Pengelolaan Fermentasi Gula Tetes dan Daun Pepaya Sebagai Nutrisi Tambahan Bagi Ternak Ayam dilakukan karna adanya permasalahan yang terjadi di lahan peternakan ayam yang ada di Desa Kanugrahan. Melihat peluang perkembangan peternakan yang bagus di Desa. Berdasarkan observasi awal melalui wawancara dengan beberapa masyarakat Desa Kanugrahan ditemukan beberapa masalah yang akhirnya kami angkat menjadi tema penelitian pada KKN-PAR tahun Tema penelitian tersebut yaitu tentang peternakan sasaran masalah yang dikeluhkan masyarakat adalah tentang sulitnya ketersediaan pakan secara continue. Walaupun satu kelompok memiliki tema yang sama tapi kami menggunakan strategi masing-masing yang dijadikan sebagai program kerja sebagai upaya mensukseskan pelaksanaan penelitian KKN-PAR. Strategi yang kami gunakan yaitu penyuluhan pribadi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai manajemen pemeliharaan dan penyediaan pakan ternak dengan metode pengolahan pakan komplit terfermentasi untuk hewan ayam. Penyuluhan tersebut dikemas dalam bincang santai bersama masyarakat, sebagai upaya pendekatan agar masyarakat turut serta bergabung saat pelaksanaan pembuatan pakan fermentasi. Aksi Desa Kanugrahan merupakan Desa yang memiliki mata pencaharian dibidang pertanian selain itu ada Sebagian Masyarakat yang memiliki ternak. Hal ini disebabkan adanya peminatan pasar yang kian meningkat, sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan kesadaran Masyarakat tentang pentingnya gizi protein hewani bagi pertumbuhan dan kesehatan. Makanan kuliner juga semakin banyak khususnya pada makanan yang berbahan dasar ayam. Masalah yang kami temukan dalam hal ini mahalnya harga pakan, pakan yang disediakan seadanya tanpa melihat kandungan nutrisi didalamnya, sehingga sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan perkembangbiakan ternak yang kurang maksimal. Pakan merupakan salah satu hal yang sangat menentukan dalam keberhasilan usaha peternakan. Jika pakan yang diberikan pada ternak dirasa kurang memenuhi kebutuhan maka berakibat tidak tumbuh/berkembang, rentan terhadap penyakit dan terganggunya alat reproduksi ternak. Dari sini kami memiliki gagasan untuk membuat pakan dengan memanfaatkan bahan yang ada dilingkungan dan sisa makanan yang dipengaruhi oleh mikroorganisme yang terkandung dalam gula tetes dan EM4. KREATIF Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi p-ISSN: 2986-9242 e-ISSN: 2986-8866 Evaluasi (Follow U. Program Pengelolaan Fermentasi Gula Tetes dan Daun Pepaya Sebagai Nutrisi Tambahan Bagi Ternak Ayam adalah program dimana memberikan edukasi tentang bagaimana cara mengelola pakan ternak yang bernutrisi sampai pada pemberian hasil pengelolaan pakan kepada hewan ternak secara terkontrol dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya sebuah saran, program ini adalah program yang dilakukan untuk memantau tumbuh kembang ayam ternak yang di kelola langsung oleh warga Desa Kanugrahan oleh Tim program yang bertugas. Program ini memiliki dua tahapan. Tahapan pertama adalah pengecekan cara pengelolaan pakan dan tahapan kedua adalah penimbangan hewan ternak selama kurang lebih 3 bulan setelah pemberian hasil pakan yang dikelola oleh peternak ayam. Kedua tahapan evaluasi dilakukan oleh Tim program secara KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan pengelolaan pakan hasil fermentasi gula tetes dan daun papaya sebagai nutrisi tambahan bagi ternak ayam yang di gagas oleh kelompok Kuliah Kerja Nyata berbasis PAR (Participatory Action Researc. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan aksi yang dihasilkan dari forum diskusi antar peternak yang ada di Desa kanugrahan. Dengan tingkat diakui sebesar 89% oleh tim atau kepala peternak yang ada di Desa kanugrahan bahwa hasil dari penelitian ini adalah jalan keluar dari permasalahan yang ada di sektor peternakan Desa kanugrahan. Dalam pengembangan pengelolaan produk yang dikembangkan, maka dibutuhkan tim khusus pengelolaan serta pendamping pengelolaan agar pengembangan dapat menghasilkan produk yang diakui 99% Dalam proses pengelolaan diharapkan penelitian ini mampu dilanjutkan oleh peternak-peternak yang ingin mengembangkan bisnis di bidang hewan unggas untuk memenuhi gizi warga masyarakat Indonesia. Dalam hasil serta tindak lanjut dalam pengelolaan ini diharapkan dapat berkelanjutan tanpa didampingi dari tim pengelola atau mampu membuat produk pakan sediri selama waktu tindak lanjut yang ditentukan telah usai. KREATIF Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi p-ISSN: 2986-9242 e-ISSN: 2986-8866 UCAPAN TERIMA KASIH Kami ucapkan kepada Kak Mukhib selaku Ketua Karang Taruna Dusun Kanugrahan yang telah mendampingi berjalannya fermentasi pakan ini dan tak lupa teman-teman KKN Desa Kanugrahan atas kerjasamanya dan terimakasih juga kepada seluruh Masyarakat Desa Kanugrahan yang telah antusias dalam kegiatan ini dan seluruhnya yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. REFERENSI