Penerapan Platform Sistem Unggah . PENERAPAN PLATFORM SISTEM UNGGAH HITUNG DATA KINERJA (SUHITA) UNTUK MENUNJANG KINERJA PEMERINTAH BERBASIS TEKNOLOGI INOVASI DI KABUPATEN MOJOKERTO Dewantari S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya 20070@mhs. Eva Hany Fanida S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya evafanida@unesa. *Korespondensi penulis: evafanida@unesa. Abstrak Implementasi sistem manajemen kinerja memungkinkan organisasi pemerintah untuk mengelola kinerja pegawai dari tahap perencanaan, monitoring, hingga evaluasi kinerja secara akuntabel dan transparan. Sebagai organisasi yang berperan sebagai penyelenggara manajemen ASN. BKPSDM Kabupaten Mojokerto meluncurkan sebuah inovasi pengelolaan kinerja. Suhita (Sistem Unggah Hitung Data Kinerj. merupakan suatu inovasi e-kinerja berbasis website yang berguna sebagai fasilitas ASN di Pemkab Mojokerto dalam melakukan perencanaan kinerja hingga evaluasi kinerja secara transparan dan akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana inovasi e-kinerja Suhita di BKPSDM Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan Fokus penelitian menggunakan teori faktor keberhasilan inovasi menurut Luky . Hasil penelitian menunjukkan inovasi e-kinerja melalui website Suhita belum berjalan secara optimal. Pada indikator sumber daya manusia, pemimpin menjadi peran kunci dalam mendorong dan mengarahkan Pada indikator teknologi, website yang digunakan memiliki kompleksitas yang cukup tinggi. Pada indikator organisasi, penerapan inovasi telah berjalan secara terencana, terorganisir, tergerak dan Pada indikator perilaku. BKPSDM Kabupaten Mojokerto belum berhasil menumbuhkan persepsi kemudahan penggunaan inovasi Suhita. Pada indikator kepuasan pengguna . ser satisfactio. , inovasi pengelolaan kinerja melalui website Suhita hanya memberikan kepuasan bagi sebagian pengguna dengan jabatan tertentu. Pada indikator manfaat bersih, manfaat bersih penerapan inovasi ini lebih dirasakan oleh pengguna dengan jabatan pengelola kepegawaian dan penilai kinerja. Adapun saran yang dapat diberikan meliputi: . memberikan pelatihan untuk tim pengelola inovasi, khususnya operator inovasi, . mengadakan sosialisasi dengan sasaran seluruh pengguna inovasi Suhita, . pembinaan dan evaluasi secara berkala, . menyederhanakan tampilan dan website Suhita. Kata Kunci: Inovasi. Kinerja. Suhita Abstract The implementation of a performance management system allows government organizations to manage employee performance from the planning, monitoring, to performance evaluation stages in an accountable and transparent manner. As an organization that plays a role as an ASN management organizer. BKPSDM Mojokerto District launched a performance management innovation. Suhita (Performance Data Count Upload Syste. is a website-based e-performance innovation that is useful as a facility for ASN in Mojokerto Regency Government in conducting performance planning to performance evaluation in a transparent and accountable manner. This study aims to describe how Suhita e-performance innovation in BKPSDM Mojokerto Regency. This research uses descriptive research with a qualitative approach. The focus of the research uses the theory of innovation success factors according to Luky . The results showed that e-performance innovation through the Suhita website has not run optimally. In human resource indicators, leaders play a key role in encouraging and directing innovation. In technology indicators, the website used has a fairly high complexity. In organizational indicators, the implementation of innovation has been planned, organized, moved and controlled. In behavioral indicators. BKPSDM Mojokerto Regency has not succeeded in fostering the perception of ease of use of Suhita innovation. the user satisfaction indicator, performance management innovation through the Suhita website only provides satisfaction for some users with certain positions. In the net benefit indicator, the net benefits of implementing this innovation are felt more by users with the position of personnel manager and performance appraiser. The suggestions that can be given include: . provide training for the innovation management team, especially innovation operators, . hold socialization with the target of all Suhita innovation users, . periodic coaching and evaluation, . simplify the appearance and Suhita website. Keywords: Innovation. Performance. Suhita Publika. Volume 12 Nomor 2. Tahun 2024, 607-618 PENDAHULUAN Sebuah organisasi pemerintahan merupakan sebuah entitas kompleks yang harus mengelola sumber daya manusia yang dimilikinya secara optimal untuk mencapai tujuan organisasi. Perkembangan organisasi sangat tergantung pada kinerja dan efektivitas sumber daya manusia dalam menjalankan tugas-tugasnya. Sumber daya mansia dalam konteks organisasi pemerintahan diidentifikasi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014. Aparatur Sipil Negara memegang peran penting sebagai pelaksana kebijakan public di Indonesia, diperlukan koordinasi yang baik dalam mengarahkan sumber daya aparatur ini untuk mencapai tujuan Diperlukan ASN yang professional, kompeten, dan mampu menghasilkan kinerja yang memuaskan demi mewujudkan tata kelola pemerintah yang efektif. Terwujudnya aparatur sipil negara yang professional dan berkualitas melalui pengelolaan kinerja individu merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mendorong keberhasilan organisasi (Priansa, 2. Implementasi system manajemen kinerja memungkinkan pemerintah untuk mengatur kinerja pegawai dari perencanaan hingga pengawasan dan penilaian secara jelas dan terbuka, sehingga semua anggota organisasi dapat menilai pencapaian mereka secara efektif. Sistem manajemen kinerja berpengaruh pada kinerja pegawai karena mampu memonitor pencapaian kinerja secara berkala, memastikan bahwa kinerja pegawai sesuai dengan standar yang telah ditetapkan (Yunitasari, dkk. Salah satu kunci meningkatkan manajemen kinerja dalam suatu organisasi pemerintahan adalah dengan mendorong laju inovasi agar bisa bersaing dengan kinerja yang lebih efektif dan efisien. Pemerintah telah banyak menggunakan inovasi berbasis system informasi untuk meningkatkan manajemen kinerja pegawai, kualitas pelayanan publik, dan efisiensi serta transparansi. Implementasi system ini tidak hanya mendukung operasional harian, tetapi juga memungkinkan respons cepat terhadap perubahan, sesuai dengan prinsip e-gov untuk pemerintahan yang efektif dan efisien (Wijaya, 2. Pemanfaatan teknologi dan informasi dalam pelayanan publik diharapkan dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan tepat sehingga memberikan keuntungan yang lebih dibandingkan penggunaan cara tradisional (Eprilianto. Penggunaan teknoogi informasi dan komunikasi dalam sistem pemerintahan adalah upaya untuk membantu menjalankan sistem pemerintahan secara efektif dan efisien, serta tanpa menghilangkan peran pemerintah secara langsung (Prabowo, 2. Inovasi terkait dengan manajemen kinerja berbentuk e-kinerja telah banyak digunakan oleh pemerintah kota/kabupaten di Jawa Timur, salah satunya adalah Pemerintah Kabupaten Mojokerto dengan inovasi e-kinerja Sistem Unggah Hitung Data Kinerja (Suhit. di Peraturan Menteri PANRB Nomor 6 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Kinerja Pegawai Negeri Sipil menjadi landasan Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mojokerto untuk membuat inovasi system manajemen kinerja berbasis website yang terintegrasi. Inovasi Suhita ini mendukung Pemkab Mojokerto untuk mewujudkan visi dan misi memberikan pelayanan prima kepada masyarakat dengan meningkatkan kualitas pencapaian kinerja pegawai. Inovasi Suhita ini juga termasuk ke dalam upaya Pemkab Mojokerto untuk meningkatkan profesionalitas kinerja ASN di Kabupaten Mojokerto. Mengingat profesionalitas kinerja ASN di Pemkab Mojokerto 2023 hanya tercapai 82% dari target yang telah ditetapkan (Laporan Kinerja Instansi Pemerintahan Kabupaten Mojokerto Tahun 2. Gambar 1. 1 Cuplikan Berita Suhita sebagai Upaya Pemkab Mojokerto untuk Meningkatkan Profesionalitas Kinerja ASN Sumber: Fachrizal Arnaz . Inovasi yang diinisiasi oleh BKPSDM Kabupaten Mojokerto ini digunakan oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) selingkung Pemkab Mojokerto. Dalam inovasi e-kinerja ini. BKPSDM Kabupaten Mojokerto memberikan fasilitas kepada seluruh ASN dan pK untuk melakukan manajemen kinerja dari perencanaan kinerja hingga evaluasi kinerja secara digital. Seluruh Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemkab Mojokerto akan menggunakan inovasi terintegrasi ini mulai dari tahapan perencanaan kinerja melalui pembuatan SKP (Sasaran Kinerja Pegawa. secara digital, tahap pelaksanaan kinerja melalui e-logbook, tahap pemantauan atau monitoring, tahap pembinaan melalui pemberian umpan balik berkelanjutan, serta tahapan evaluasi kinerja dan tindak lanjut dari kinerja melalui pemberian penghargaan atau sanksi. Melalui inovasi ini, setiap kinerja pegawai akan termonitor secara langsung oleh kepala organiasi perangkat daerah. Pelaksanaan evaluasi melalui penilaian kinerja juga dapat dilakukan secara objektif karena semua data kinerja yang ada di Suhita telah terintegrasi dengan inovasi yang terkait dengan kepegawaian lain, seperti inovasi terkait presensi ASN. Dengan inovasi e-kinerja in. SKP yang dibuat juga telah diturunkan menjadi target kinerja harian hingga bulanan, sehingga pekerjaan yang dilakukan pegawai setiap harinya menjadi lebih terarah dan proses monitoring juga lebih mudah dilakukan. Tahapan tersebut dierlihatkan melalui fitur-fitur utama website Suhita yang Penerapan Platform Sistem Unggah . terdiri dari Periode SKP. Penilai Pegawai. Perencanaan Kinerja. Monitoring IKI. Umpan Balik Berkelanjutan. Aktivitas Harian. Evaluasi Kinerja, dan Tindak Lanjut Kinerja. setiap pekerjaan yang dilakukan dalam satu hari. Hal itu dianggap menambah beban kerja pegawai sekaligus menyita waktu pegawai. Hal tersebut divalidasi dengan kutipan wawancara awal, sebagai berikut: AuPengembangan Suhita ini memang tujuannya bagus. Akan tetappi bagi saya yang setiap hari workload-nya banyak, menyisihkan waktu untuk mengisi aktivitas harian dan mengumpulkan dokumentasi cukup menyita waktu. Ay (Wawancara dilakukan pada Desembee 2. Tampilan website yang kurang efisien serta banyaknya fitur yang berada dalam inoasi Suhita ini menjadikan inovasi ini memiliki kompleksitas yang cukup tinggi. Hal ini membuat banyak pengguna masih mengalami kesulitan untuk sekedar mengakses fitur yang Sebagaimana disampaikan dalam hasil wawancara berikut: AuWebsite Suhita ini banyak sekali fitur dan step yang dilakukan untuk sekedar menginput data kinerja. Bagi pengguna yang tidak mahir dengan teknologi inovasi ini jelas sulit sekali dan sangat tidak fleksibel digunakan oleh orang gaptek seperti say aini. Ay (Wawancara dilakukan pada Desember 2. Gambar 2. 2 Fitur Utama Website Suhita Sumber: Website Suhita . Selain untuk meningkatan profesionalitas kinerja ASN melalui pengelolaan kinerjanya, inovasi Suhita ini dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan kinerja bagi pejabat pengelola Dengan kata lain, pengguna dari inovasi ini adalah seluruh ASN di lingkungan Pemkab Mojokerto, sementara ASN yang memegang jabatan pengelola kepegawaian di tiap OPD akan berperan menjadi Operator Inovasi Suhita. Akan tetapi, satu tahun sejak pertama diluncurkan, pengguna inovasi Suhita masih banyak yang mengeluhkan bahwa inovasi ini sulit diakses karena tampilan website kurang efisien dan website sering mengalami masalah, seperti error yang berkelanjutan, banyaknya kesalahan akses oleh Permasalahan yang sering terjadi di inovasi Suhita ini tentunya menghambat pengguna untuk menginput data kinerja yang harus dilakukan setiap hari. Hal ini diperkuat dengan data aduan terkait inovasi Suhita yang diterima oleh BKPSDM selaku penyedia layanan, dimana 67% dari aduan terkait kepegawaian yang diterima adalah aduan mengenai inovasi Suhita (Data internal BKSDM Kabupaten Mojokert. Banyaknya aduan terkait kesalahan input data kinerja oleh pengguna ini disebabkan oleh kurangnya pelatihan dan sosialisasi kepada pengguna inovasi Suhita, serta tingginya kompleksitas website Suhita. Selain itu, pengguna inovasi cenderung keberatan denggan ketentuan yang harus melampirkan dokumentasi dari Beberapa kendala lain yang disampaikan pengguna ASN terkait pelaksan inovasi Suhita seperti sosialisasi yang ternyata hanya ditujukan kepada pengguna yang memegang jabatan kepegawaian, tindak lanjut BKPSDM terkait aduan mengenai inovasi Suhita yang prosesnya lama mendorong penulis untuk melakukan penelitan mengenai inovasi manajemen pengelolaan kinerja dengan menggunakan fokus penelitian yang terkait dengan keberhasilan inovasi menurut Luky . dengan judul AuPenerapan Inovasi E-Kinerja melalui website Sistem Unggah Hitung Data Kinerja (Suhit. di BKPSDM Kabupaten MojokertoAy. METODE Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif merupakan metode yang berladaskan pada filsafat postpostivisme yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah . ebagai lawannya adalah eksperime. dimana peneliti sebagai instrument kunci. Sementara menurut Arikunto . , penelitian deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran atau memaparkan suatu hal secara sistematis mengenai fakta yang ada di lapangan sesuai dengan apa yang sedang diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan Penerapan Inovasi E-Kinerja Melalui Website Sistem Unggah Hitung Data Kinerja (Suhit. di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mojokerto. Fokus yang digunakan pada penelitian ini menggunakan teori keberhasilan inovasi menurut Luky . yang Publika. Volume 12 Nomor 2. Tahun 2024, 607-618 menekankan bahwa keberhasilan inovasi ditentukan oleh 6 . indicator, yaitu: . Human Factor (Faktor Sumber Daya Manusi. , . Technology Factor (Faktor Teknolog. , . Organization Factor (Faktor Organisas. , . Behavioural Factor (Faktor Perilaku, . User Satisfication (Kepuasan Penggun. , . Net Benefit (Manfaat Bersi. Sumber data yang digunkan peneliti pada penelitian ini adalah data primer dan datta sekunder. Data primer adalah data yang didapatkan secara langsung melalui sumber data kepada peneliti (Sugiyono, 2. Sedangkan data sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada penelit, biasanya berasal dari berita, buku, dan sebagainya (Sugiyono, 2. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan Aapun subjek penelitian yang mendukung penelitian ini yaitu Bapak Tatang selaku Kepala BKPSDM selaku penyedia inovasi. Ibu Maratus Solihah dan Bapak Budi Mulyono selaku tim pengembang dan pengelola inovasi Suhita. Ibu Nenny dan Bapak Budi Pramono selaku operator inovasi Suhita, beserta 6 . ASN pengguna inovasi Suhita. Adapun Teknik analisis yang digunakan adalah Teknik analisis data menurut Miles dan Huberman . alam Sugiyono, 2. yang menekankan bahwa analisis data kualitatif dilakukan secara berkelanjutan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. mengindikasikan bahwa sumber daya manusa yang paling utama dalam penerapan inovasi Suhita terdiri dari Pemimpin yang berperan sebagai penanggung jawab inovasi, tim pengembang dan pengelola inovasi, operator inovasi yang bertanggung jawab dalam penerapan inovasi Suhita di tiap OPD. Dalam penerapan inovasi Suhita. Bapak Tatang selaku BKPSDM Kabupaten Mojokerto memegang peranan yang sangat vital. Selain bertanggung jawab secara penuh terhadap pengembangan inovasi, pimpinan organisasi juga berperan sebagai penginisiasi sekaligus pembina yang memastikan penyelenggaraan inovasi ini berjalan sesuai dengan tujuan awal organisasi. Peran pimpinan sebagai pembina tersebut ditunjukkan melalui Bapak Tatang yang mendorong pegawainya untuk terbuka dengan perubahan dan ide-ide baru. Selain itu, pemimpin organisasi juga giat dalam mendorong dan menggerakkan mereka untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Hal ini dilakukan dengan cara menggelar rapat intenal secara rutin untuk mengetahui kendala dari masing-masing pegawai dan memastikan bahwa beliau bersama dengan pegawai masih fokus terhadap tujuan yang telah ditetapkan dengan memberikan motivasi serta arahan yang tepat. HASIL DAN PEMBAHASAN Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mojokerto merupakan organisasi penunjang yang mempunyai peran dalam menciptakan aparatur sipil neegara yang Tugas utama dari organisasi ini adalah membantu Bupati dalam urusan manajemen ASN dan pengembangan sumber daya manusia di Tingkat daerah. Inovasi Sistem Unggah Hitung Data Kinerja (Suhit. merupakan inovasi manajemen kinerja yang dikembangkan oleh BKPSDM Kabupaten Mojokerto. Dimana inovasi ini bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan kierja yang efektif dan transparan guna meningkatkan profesionalitas kinerja ASN di Pemkab Mojokerto. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan indicator keberhasilan inovasi menurut Luky . Adapun indicator-indikator tersebut meliputi Human Factor (Faktor Sumber Daya Manusi. Technology Factor (Faktor Teknolog. Organization Factor (Faktor Organisas. Behavioural Factor (Faktor Perilaku. User Satisfication (Kepuasan Penggun. , dan Net Benefit (Manfaat Bersi. sebagai berikut: Gambar 3. 3 Dokumentasi Rapat Internal Rutin Sumber: Dokumentasi Peneliti . Untuk itu, gaya kepemimpinan yang dianut oleh Bapak Tatang selaku pemimpin organisasi penyedia Suhita adalah Kepemimpinan Transformasional. Dimana menurut Robbins . kepemimpinan transformasional merupakan gaya kepemimpinan yang berfokus pada membangun suasana kerja yang inklusif, berempati dengan cara memfasilitasi pertumbuhan dan kesejahteraan anggota tim dan juga mendorong bawahan dengan motivasi dan contoh nyata disertai dengan visi yang kuat dan inspiratif. Human Factor (Faktor Sumber Daya Manusi. Berdasarkan hasil wawancara yang diperoleh Selain itu, komitmen pemimpin juga dibutuhkan Penerapan Platform Sistem Unggah . dalam penerapan inovasi. Dalam inovasi Suhita ini komitmen yang dipegang pemimpin adalah mewujudkan efektivitas dan transparansi dalam pengelolaan kinerja di Pemkab Mojokerto. Komitmen tersebut diperkuat dengan peningkatan indeks profesionalitas ASN di Pemkab Mojokerto, khususnya di BKPSDM seperti yang terlihat di data berikut ini: sumber daya manusianya sama rata dan mumpuni untuk memastikan keberhasilan inovasi. Dalam penerapan inovasi Suhita, pemimpin telah melakukan tugasnya dengan baik, namun keterampilan dan kemampuan yang dimiliki oleh tim penglola inovasinya kurang merata sehingga hal tersebut memengaruhi pengetahuan pengguna inovasi terhadap Suhita. Tabel 1. Capaian Kinerja Pemkab Mojokerto dalam Indikator Indeks Profesionalitas ASN Perangkat Daerah Tahun Target Realisasi Capaian 67,22 82,89% 88,74 Technology Factor (Faktor Teknolog. Dalam proses pengembangan inovasi yang menggunaan system informasi sebagai dasarnya, pemahaman yang mendalam terkait bagaimana organisasi tersebut memanfaatkan teknologi Menurut Thomson et al . alam Filiaty 2. , pemanfaatan teknologi informasi yang baik harus mementingkan kepuasan pengguna, membuat pemanfaatan teknologi menjadi sesederhna mungkin dan memastikan bagaimana teknologi informasi yang dimanfaatkan dapat memberikan manfaat dan kesesuaian terhadap tujuan yang ingin dicapai. Sumber: Diolah Peneliti. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Mojokerto Selanjutnya, kemampuan serta keterampilan tim pengembang sekaligus pengelola inovasi Suhita juga menentukan keberhasilan inovasi ini. Dalam hal ini, pimpinan selaku penanggung jawab dalam memetakan tim pengembang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kemampuannya. Hal ini dilakukan juga sebagai wujud pemimpn memberikan wadah bagi pertumbuhan individu pegawai. Tim pengembangan sekaigus pengelola terdiri dari Bidang Pengadaan Data dan Informasi serta Bidang Penilaian Kinerja dan Disiplin, yang mana kedua bidang tersebut terdiri dari ASN yang mengusai bidang teknologi informasi dan juga pengelolaan kinerja ASN. Sementara untuk tim operator inovasi yang berada di tiap opd dipilih berdasarkan ASN yang memegang jabatan pengelola kepegawaian. Dimana jabatan tersebut telah mengikuti bimtek dan pelatihan mengenai pengelolaan kinerja. Namun dalam penerapannya, tidak semua operator inovasi yang ada di tiap opd merupakan individu yang terampil dalam menggunakan teknologi. Hal ini juga turut menjadi penyebab banyaknya ASN pengguna inovasi yang belum menguasai cara mengelola data kinerja menggunakan inovasi Suhita, karena salah satu peran operator inovasi adalah untuk membina ASN di opd mereka dalam hal pengoperasian Suhita. Kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh sumber daya dalam suatu penerapan inovsi merupakan hal yang sangat pentiing. Setiap organisasi yang hendak mengembangkan sebuah inovasi harus mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya, salah satunya adalah memastikan bahwa keterampilan dan kemampuan yang dimiliki Inovasi Suhita merupakan inovasi dikembangkan atas kerja sama tim pengembangan inovasi dari BKPSDM dan juga pihak ketiga. Inovasi pengelolaan kinerja ini menggunakan teknologi informasi berupa website karena memberikan aksesibilitas yang lebih tinggi dan memungkinkan untuk seluruh fitur yang ada. Website dianggap cocok digunakan karena pengembangan dan pemeliharaan teknologinya cenderung lebih efisien dalam hal biaya dan pembaruan pada layanan dapat dilakukan secara sentral dan langsung, tanpa mengharuskan pengguna untuk melakukan pembaruan. Dengan banyaknya tahapan dalam pengelolaan kinerja menjadikan inovasi Suhita memiliki banyak fitur dalam website-nya. Hal ini menjadikan inovasi Suhita memiliki kompleksitas yang cukup tinggi dari segi teknologinya. ASN pengguna inovasi Suhita memvalidasi hal tersebut, bahwasanya inovasi Suhita ini sulit untuk digunakan karena fitur dan tampilan website-nya tidak sederhana. Hal ini sejalan dengan yang pernyataan yang disampaikan oleh salah satu ASN pengguna Suhita, yaitu: AuMenurut Saya web ini sulit diakses untuk saya yang tidak paham teknologi anak jaman sekarang ini. Fiturnya banyak, tapi tidak semua fitur bisa diakses oleh kita, jadi kadang bingung kalau mau input salah salah terus. Ay (Kutipan Wawancara, 2. Sementara itu, tujuan awal inovasi e-kinerja Suhita ini adalah meningkatkan efisiensi dan Publika. Volume 12 Nomor 2. Tahun 2024, 607-618 efektivitas pengelolaan kinerja pegawai dengan peningkatan profesionalitas ASN yang menjadi tujuan akhirnya. Namun dalam penerapan inovasi Suhita, inovasi ini dianggap hanya menguntungkan pejabat pengelola kepegawaian yang bertugas dalam hal mengelola data penilaian kinerja dan juga data terkait tindak lanjut kinerja seperti tunjangan dan Pernyataan tersebut didukung dengan tanggapan operator opd sebagai berikut: pengelolaannya harus berada dalam manajemen yang Menurut Terry . alam Winardi, 2. dalam penerapan suatu inovasi, organisasi harus mampu merencanakan, mengorganisir sumber daya yang ada, dan menggerakan seluruh sumber daya itu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam penerapan inovasi Suhita, pengembangan inovasi dimulai dari adanya regulasi atau kebijakan yang mengharuskan pengelolaan kinerja dilakukan secara digital dengan tujan pengelolaan kinerja yang transparan dan akuntabel. Adanya regulasi yang menaungi tersebut kemudian ditindak lanjuti dengan pembuatan draft pengelolaan kinerja berbasis website yang dilakukan dengan kerja sama yang sinergi antara pemimpin BKPSDM dengan tim pengembangan inovasi Suhita serta vendor pengembang website sebagai pihak ketiga. Hal serupa disampaikan oleh Kepala BKPSDM selaku penginisiasi inovasi Suhita sebagai berikut: AuMemang inovasi Suhita ini membantu sekali bagi pengelola kepegawaian seperti saya. Sebelumnya saat mengelola kepegawaiannya masih manual sangat tidak efektif, dengan adanya kewajiban pegawai mengisi data kinerja setiap harinya, kita jadi terbantu. Ay (Kutipan wawancara, 2. Sementara itu. ASN pengguna lainnya menyatakan bahwa inovasi Suhita ini menambah beban kerja mereka. Mengingat inovasi e-kinerja ini mengharuskan pengguna untuk melakukan input data kinerja beserta dokumentasinya setiap hari. Hal ini berkaitan dengan banyaknya Surat Peringatan yang dikeluarkan oleh BKPSDM setiap bulannya akibat dari banyaknya opd yang belum memenuhi target pengisian Suhita setiap bulannya. Pernyatan tersebut didukung oleh tanggapan dari ASN pengguna Suhita sebagai berikut: AuUntuk pengembangan Suhita ini ada Peraturan Pemerintah No 30 Tahun 2019 tentang Penilaian Kinerja ASN dan juga yang terbaru PermenpanRB No 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja ASN. Melalui aturan itu dijelaskan tahapan pengelolaan kinerja yang harus dipenuhi. Untuk mengefektifkan tahapan yang banyak tersebut, maka lahirlah inovasi Suhita ini. Ay (Kutipan Wawancara. AuKalau menurut saya memang kurang fleksibel digunakan. Apalagi saat input data komputer/laptop. Sementara saat di kantor saya banyak kerjaan terkait keuangan. Sehingga kewajiban mengisi data kinerja satu hari penuh itu sangat menyita waktu, tak jarang juga menghambat kinerja saya. Ay (Kutipan Wawancara, 2. Suhita dibuat berdasarkan permasalahan yang ada sebelumnya. Dimana pengelolaan kinera dilakukan secara manual dengan minimnya akuntabilitas dan transparansi serta penilaian kinerja yang cenderung Sementara itu, sebagai wujud dari proses menggerakkan inovasi Suhita. BKPSDM Kabupaten Mojokerto melakukan antisipasi dan kelola fitur-fitur menambah value dari inovasi. Pernyataan tersebut didukung oleh tanggapan ketua tim pengelola inovasi Suhita sebagai berikut: Oleh karena itu, semestinya BKPSDM selaku penyedia inovasi mengevaluasi standar pengisian data kinerja untuk pengguna. Karena bagaimanapun inovasi ini dikembangkan, jika menyebabkan tugas utama pengguna terbengkalai maka inovasi ini tidak akan mencapai tujuannya, yaitu untuk meningkatkan profesionalitas ASN. AuInovasi ini akan terus dikembangkan Hal ini perlu dilakukan mengikuti perubahan atau tambahan aturan yang ada. Komitmen kami menjadian Suhita sebagai inovasi yang sesuai dengan aturan yang berlaku, jadi harus siap untuk terus melakukan Ay (Kutipan Wawancara, 2. Organization Factor (Faktor Organisas. Organisasi atau manajemen menjadi factor keberhasilan inovasi yang cukup krusial. Hal ini dikarenakan sebuah inovasi ditentukan oleh organisasi yang menaunginya. Langkah srategis yang diambil suatu inovasi maupun Selain itu. BKPSDM Kabupaten Mojokerto juga Penerapan Platform Sistem Unggah . telah melaksanakan evaluasi secara berkala untuk membuat perbaikan atau penyesuaian terhadap inovasi yang ada. Hal ini didukung dengan pernyataan yang disampaikan oleh ketua tim pengelola inovasi Suhita sebagai berikut: tanggapan dari ASN pengguna Suhita sebagai AuMemang website ini cukup rumit untuk diakses, ya. Selain karena fitur yang tersedia banyak, fitur yang memang khusus diperuntukkan untuk ASN input data juga tidak langsung terlihat saat di klik. Jadi memang penataan fiturnya ini kurang Ay (Kutipan Wawancara, 2. AuMaintenance website memang melapornya ke kami. Namun jika kendalanya terkait server, biasanya akan kami serahan ke vendor karna mereka yang memegang server. Ay (Kutipan Wawancara, 2. Dengan banyaknya fitur yang ada dalam website Suhita menjadikan inovasi ini memiliki kompleksitas yag tinggi. Dengan kompleksitas yang tinggi tersebut, seharusnya penyedia inovasi memberikan fasilitas yang mumpuni berupa pelatihan atau sosialisasi yang dapat membantu pengguna dalam mempelajari inovasi Suhita. Namun dalam pelaksanaannya. BKPSDM selaku penyedia inovasi hanya memberikan sosialisasi dan pelatihan bagi pejabat pengelola kepegawaian dan memberikan sosialisasi penggunaan inovasi melalui kanal youtube untuk pengguna lainnya. Meskipun proses ini perlu bantuan dari vendor selaku pihak ketiga untuk melaksanakan berhubungan dengan teknologi informasi. Hal ini sebagai wujud komitmen organisasi untuk memastikan bahwa seluruh system telah berjalan sesuai harapan. Dalam hal pengoranisasian. BKPSDM telah memastikan bahwa semua pihak yang berkompeten dapat bekerja secara efektif dan efisien dengan pembagian tugas yang sesuai dengan latar belakang pendidikan masing-masing individu. Namun, dalam penerapan inovasi. BKPSDM tidak menyediakan pelatihan khusus untuk tim pengembangan dan pengelola inovasi Suhita. Hal ini berakibat pada ketergantungan organisasi tehadap vendor selaku pihak ketiga. Terbukti dari proses evaluasi dan maintenance yang berhubungan dengan website dilakukan oleh pihak ketiga. Behavioural Factor (Faktor Perilak. Membangun persepsi kemudahan kepada pengguna inovasi merupakan langkah krusial bagi organisasi penyedia layanan. Dimana langkah ini akan memastikan adopsi yang diakukan untuk sebuah inovasi sukses dilakukan. persepsi tersebut mempengaruhi sikap dan niat terhadap penggunaan Menurut Ferry Wibowo . , sebuah organisasi harus mampu menciptakan persepsi kemudahan dalam penerapan teknologi informasi dengan cara menonjolkan kemudahan dalam mempelajari dan teknologi informasi serta tampilan yang mudah dimengerti. Gambar 1. 4 Dokumentasi Video Tutorial Suhita Sumber: Dokumentasi Peneliti . Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh ASN pengguna Suhita sebagai berikut: AuYang mengikuti pelatihan coaching cllinic kepegawaian yang kemudian jadi operator inovasi di opd itu. Kalo kita hanya diberi tutorial di youtube dan di sosmed. Ay (Kutipan Wawancara, 2. Dalam hal penerapan inovasi e-kinerja melalui website Suhita, pihak BKPSDM belum menonjolkan kesederhanaan dalam desain antarmuka website Suhita. Hal ini sejalan dengan BKPSDM yang mementingkan untuk menambahkan sebanyak mungkin fitur pengelolaan kinerja dalam website dan kurang memperhatikan perihal kesederhanaan Pernyataan tersebut dikuatkan oleh Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa video tutorial yang diakses melalui youtube saja belum cuukup efektif dalam memberikan pemahaman mengenai penggunaan inovasi kepada pengguna, terbukti dari masih banyaknya pengguna yang belum menguasai inovasi ini. Pernyataan ini juga diperkuat dengan tanggapan dari ASN pengguna inovasi Publika. Volume 12 Nomor 2. Tahun 2024, 607-618 sebagai berikut: aasan dalam memberikan penilaian kinerja pegawai berdasarkan data kinerja yang telah diinput di Suhita. Sehingga inovasi ini hanya memenuhi kebutuhan pengguna tertentu, dalam hal ini pejabat pengelola kepegawaian atau operator inovasi di seluruh opd dan juga pihak internal BKPSDM untuk mempermudah pengelolaan kinerja. Sementara untuk pengguna lain, inovasi ini dianggap menambah beban kerja mereka. AuVideo tutorial yang ada di youtube itu durasinya hampir 40 menit. Sementara tidak semua fitur yang ada diperuntukkan untuk ASN pengguna, beberapa fitur yang ada hanya bisa diakses oleh operator dan kepala badan. Jadi menonton video ini tidak menjawab kebingungan saya saat mengoperasikan Suhita, karena tutorialnya condong membahasa fitur yang hanya bisa diakses pengguna tertentu. Ay (Kutipan Wawancara, 2. Kedua, totalitas dalam pelayanan. BKPSDM mewujudkannya dengan memberikan sosialisasi dan pembinaan berupa coaching clinic untuk pejabat pengelola kepegawaian sebagai salah satu pengguna utama inovasi Suhita. Untuk itu. BKPSDM selaku penyedia inovasi belum optimal dalam menjadikan inovasi ini mudah untuk dipelajari bagi seluruh pengguna inovasi. Tingginya kompleksitas dari segi fitur dan tampilan serta kurangya sosialisasi yang dilakukan oleh BKPSDM selaku penyedia inovasi, penggunaan inovasi Suhita masih belum menjadi hal yang mudah untuk digunakan. Sehingga BKPSDM Kabupaten Mojokerto belum optimal dalam menumbuhkan persepsi kemudahan kepada seluruh pengguna Hal ini karena penerapan inovasi Suhita hanya memberikan kemudahan bagi pemegang jabatan tertentu dan sosialisasi yang dilakukan tidak Gambar 1. 5 Dokumentasi Coaching Clinic Sumber: Dokumentasi Peneliti . Selain itu. BKPSDM juga memberikan sosialisasi melalui social media dan juga video tutorial penggunaan inovasi melalui kanal youtube. Adanya hotline aduan terkait masalah kepegawaian, termasuk aduan terkait Suhita merupakan wujud keterubukaan penyedia inovasi dalam menerima kritik dan saran terkait inovasi. Hanya saja, hotline aduan tersebut Gambar 1. Dokumentasi aduan Video semuaTutorial hal Suhita kepegawaian, tidak fokus untuk Suhita. Sehingga Sumber: Dokumntasi Peneliti . banyak aduan atau kritikan yang terkait dengan inovasi Suhita belum ditindaklanjuti. Aduan terkait kendala yang berkaitan dengan website error memakan waktu terlalu lama untuk ditindaklanjuti karena pihak pengelola perlu mengarahkan aduan tersebut kepada vendor selaku pihak ketiga. Hal ini diperkuat dengan pernyataan yang disampaikan oleh ASN pengguna inovasi Suhita sebagai berikut: User Satisfication (Kepuasan Penggun. Menurut Kotler . , kepuasan pengguna merupakan tingkat perasaan senang yang dirasakan oleh penguna suatu layanan. Hal ini berasal dari perbandingan antara harapan pengguna terhadap sebuah layanan dengan hasil yang diperoleh pengguna dari layanan tersebut. Kepuasan pengguna system informasi merupakan respon dan umpan balik yang dimunculkan pengguna setelah menggunakan sebuah system inforrmasi. Sikap pengguna terhadap system informasi merupakan aspek subjektif mengenai seberapa puas pengguna terhadap sisem yang digunakan (Padita, 2. Ditinjau dari indicator kepuasan pengguna menurut Irwan . alam Padita, 2. , yang pertama adalah Pengelolaan kinerja melalui website Suhita ini dikembangkan untuk memudahkan pengelola kepegawaian dan juga tugas utama BKPSDM dalam mengelola data terkait kinerja ASN. Inovasi Suhita ini merupakan fasilitas bagi pengguna untuk melakukan input rencana dan hasil kinerja untuk kemudian data kinerja tersebut akan dikelola oleh pengelola kepegawaian dan juga BKPSDM. Pengelolaan kinerja secara terpusat ini memudahkan AuKendala saya biasanya itu salah input dan juga website yang tiba-tiba eror gabisa diakses. Biasanya langsung lapor melalui hotline yang ada di WA, tapi itu lama sekali. Jadi biasanya saya langsung telp kenalan di BKPSDM atau nunggu sampai ditangani aja. Itu cukup membuang waktu juga sih. Ay (Kutipan Wawancara, 2. Penerapan Platform Sistem Unggah . Ketiga, aspek kesenangan dan kenyamanan pengguna dilihat dari kemudahan pengguna dalam mengakses dan menggunakan inovasi yang ada. Dalam penerapan Suhita, kemudahan mengakses hanya dirasakan oleh sebagian pengguna yang telah paham betul mengenai inovasi ini, seperti pejabat pengelola kepegawaian yang menerima pelatihan, serta pegawai yang terampil menggunakan teknologi Hal serupa juga disampaikan oleh salah satu ASN pengguna inovasi sebagai berikut Suhita ini memberikan kami fasilitas untuk memonitoring secara langsung data kinerja dari seluruh ASN di Pemkab MojokertoAy. Sementara bagi individu, inovasi Suhita memberikan manfaat berupa peningkatan efektivitas dan efisiensi pengelolaan kinerja, khususnya bagi pejabat pengelola kepegawaian. Pernyataan tersebut diperkuat dengan tanggapan dari pejabat pengelola kepegawaian yang juga bertugas sebagai operator inovasi sebagai berikut: AuKalau saya mudah saja si mengakses ini, karena kan generasi kita sudah familiar sekali dengan segala hal yang berhubungan dengan website dan aplikasi. Tapi menurut saya, inovasi ini akan sangat sulit digunakan oleh pengguna yang lebih tua atau yang tidak terampil dalam hal teknologi. Ay (Kutipan Wawancara, 2. AuSejak adanya inovasi ini, pekerjaan saya sebagai pengelola kepegawaian memnag dimudahkan karena semua data kinerja sudah ada di Suhita, saya hanya perlu merekap dan memverifikasi serta memberi penilaian Dibanding sebelumnya, inovasi ini jelas meningkatkan efektivias pengelolaan kinerja. Ay (Kutipan Wawancara, . Dengan ini. BKPSDM selaku penyedia inovasi belum mampu dalam memberikan kepuasan kepada pengguna inovasi. Dilihat dari hanya sebagian pengguna yang menerima kepuasan dari adanya inovasi ini. Untuk itu. BKPSDM selaku penyedia inovasi harus lebih mengoptimalkan kepuasan pengguna tersebut agar dirasakan oleh semua pengguna tanpa Adanya Suhita juga meminimalisir kemungkinan terjadinya kesalahan dalam proses pengelolaan Bagi pimpinan dan juga pejabat pengelola kepegawaian, inovasi e-Kinerja Suhita ini memudahkan proses penilaian kinerja, monitoring kinerja, dan juga memberikan pimpinan opd untuk memberikan umpan balik terhadap kinerja Untuk pengguna selain pejabat pengelola kepegawaian, inovasi Suhita ini turut meningkatkan kedisiplinan kerja mereka karena setiap kegiatan yang diakukan harus memliki output yang jelas. Dengan penyusunan SKP yang dirincikan menjadi target capaian kinerja bulanan, menjadikan pekerjaan pegawai menjadi lebih terarah dengan adanya inovasi Suhita ini. Sehingga dapat disimpulkan bawa inovasi Suhita ini mmang memberikan manfaat, namun belum merata dirasakan oleh semua pengguna. Oleh BKPSDM mengoptimalkan manfaat yang didapat oleh semua pengguna inovasi ini. Net Benefit (Manfaat Bersi. Menurut DeLone dan McLean . , net benefit atau manfaat bersih merupakan hasil dari penggunan noasi berbasis system informasi yang memberikan kontribusi bagi indivdu, kelompok, dan organisasi. manfaat bersih merupakan indicator penting dalam mengukur kesuksesan suatu inovasi berbasis system Tercapainya manfaat bersih dalam penerapan sebuah inovasi berhubungan dengan kepuasan pengguna suatu inovasi. BKPSDM selaku penyedia inovasi menerima manfaat berupa peningkatan produktivitas dan efektivitas pengelolaan kinerja yang menjadi tugas utama organisasi tersebut. Hal tersebut selaras dengan yang disampaikan oleh Kepala BKPSDM Kabupaten Mojokerto: Ucapan Terima Kasih Penyusunan artikel ini tidak terleps dari dukungan serta bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis menyampaian ucapan terima kasih kepada: AuSebelum adanya Suhita, kami kesulitan sekali untuk mengelola data kinerja pegawai di Pemkab Mojokerto yang memiliki jumlah ASN lebih dari tujuh ribu. Sejak adanya Suhita, kami semakin mudah melakukan pengelolaan kinerja. Selain itu, inovasi Tuhan Yang Maha Esa. Orang tua, kakak, beserta keluarga yang selalu mengiringi langkah penulis dengan tidak pernah Publika. Volume 12 Nomor 2. Tahun 2024, 607-618 bosan memanjatkan doAoa, motivasi dan dukunngan penuh yang luar biasa. Ibu Eva Hany Fanida. AP. AP. selaku dosen pembimbing yang telah memberikan arahan, masukan, serta motivasi dalam penyusunan artikel Ibu Dra. Meirinawati. AP. selaku dosen penguji 1 yang telah memberikan masukan dan motivasi dalam penyusunan artikel ini. Bapak Deby Febriyan Eprilianto. AP. MPA. Selaku dosen penguji 2 yang telah memberikan masukan dan motivasi dalam penyusunan artikel ini. Seluruh dosesn S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya dan pihak-pihak yang terkait. Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Mojokerto yang telah memberikan informasi terkait topik penelitian untuk lebih mandiri dalam pengelolaan inovasi. Behavioural Factor (Faktor Perilak. dalam penerapan inovasi ini belum berjalan secara optimal. Hal ini karena BKPSDM belum cukup menonjolkan kesederhanaan antarmuka website Suhita dan kurang memberikan pelatihan yang memadai kepada pengguna, yang menyebabkan tingkat adopsi dan kemudahan penggunaan inovasi ini masih rendah. User Satisfication (Kepuasan Penggun. terkait pengguna inovasi Suhita cenderung bervariasi. Meskipun telah ada upaya dalam memberikan sosialisasi melalui social media dan coaching clinic, kebutuhan akan sosialisasi yang lebih luas dan eektif masih perlu dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan inovasi ini. Net Benefit (Manfaat Bersi. dalam penerapan inovasi Suhita belum mencapai potensi maksimalnya. Hal ini karena meskipun telah ada manfaat berupa efisiensi dan efektivias pengelolaan kinerja ASN di Kabupaten Mojokerto, inovasi ini belum optimal dalam meberikan manfaat bersih yang merata bai seluruh PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan menggunakan factor-faktor keberhasilan inovasi menurut Luky . , penerapan inovasi e-Kinerja melalui website Suhita telah berjalan dengan baik, namun belum optimal karena masih terdapat kendala-kendala selama pelaksanaannya. Saran Berdasarkan pemaparan hasil penelitian yang telah diuraikan tersebut, diberikan beberapa saran dan masukan untuk Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Mojokerto sebagai penanggung jawab penerapan inovasi e-Kinerja melalui website Suhita, agar penerapan inovasi e-Kinerja melalui Suhita dapat berjalan dengan lebih Adapun masukan tersebut antara lain: Human Factor (Faktor Sumber Daya Manusia dalam penerapan inovasi Suhita, pemimpin BKPSDM memainkan peran penting dalam penerapan inovasi ini dengan gaya kepemimpinan transformasional. Namun, masih diperlukan peningkatan keterampian dan kemampuan tim pengelola inovasi, termasuk operator inovasi yang ada di seluruh OPD melalui pelatihan atau bimbingan teknis. Perlunya memberikan pelatihan dan bimbingan teknis ntuk tim pengelola inovasi Suhita, khususnya operator inovasi yang tersebar di seluruh opd selingkung Pemkab Mojokerto. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga dalam pengelolaan inovasi. Menyederhanakan tampilan dan fitur dari website Suhita sehingga lebih mudah diakses oleh semua pengguna, bahkan oleh individu yang tidak terampil dalam menggunakan teknologi. Selain itu, penyederhanaan prosedur penginputan data kinerja juga perlu dilakukan untuk mengurangi beban kerja BKPSDM Kabupaten Mojokerto perlu melakukan sosialisasi dan pelatihan dengan sasaran seluruh pengguna inonvasi tanpa terkecuali. Selain itu, pembinaan dan evaluasi terkait pemahaman inovasi juga perlu dilakukan secara berkala untuk Technology Factor (Faktor Teknolog. dalam penerapan inovasi Suhita memiliki kompeksitas fitur dan tampilan yang rumit penggunaannya. Sehingga sulit bagi sebagian pengguna. Selain itu, tidak semua pengguna memliki kemampuan teknologi yang memadai untuk mengelola data kinerja menggunakan inovsi ini, hal ini juga berkaitan dengan sasaran sosialisasi dan pelatihan yang tidak menyeluruh. Organization Factor (Faktor Organisas. dalam penerapan inovasi ini telah berjalan dengan cukup dibuktikan dengan manajemen yang efektif dari BKPSDM Kabupaten Mojokerto dalam merencanakan hingga menggerakan sumber daya dalam penerapan Suhita memainkan peran penting dalam kesuksesan inovasi ini. Namun, ketergantungan pada pihak ketiga terkait maintenance teknlogi menunjukkan kebutuhan Penerapan Platform Sistem Unggah . meningkatkan pemahaman dan penerimaan inovasi Suhita. BKPSDM Kabupaten Mojokerto juga perlu memaksimalkan potensi manfaat yang merata bagi semua pengguna dengan cara memberikan kemudahan dan kenyamanan yang merata bagi semua pengguna. DAFTAR PUSTAKA