JURNAL COMM-EDU ISSN : 2622-5492 (Prin. 2615-1480 (Onlin. Volume 7 Nomor 1. Januari 2024 ANALISIS KETAHANAN EKONOMI KELUARGA PADA PELAKU PERNIKAHAN USIA DINI DI DESA PENGARINGAN PAGARALAM SUMATERA SELATAN Melanda Septrilia1*. Sriati2. Azizah Husin3 1,2,3 Pascasarjana Kependudukan Universitas Sriwijaya. Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia mseptrilia@gmail. com, 2sriati@unsri. id, 3azizahhusin@fkip. Received: Desember, 2023. Accepted: January, 2024 Abstract Early marriage has become a complex social phenomenon and has an impact on family life, especially in the context of economic resilience. This study aims to analyze the economic resilience of families in early marriage in Pengaringan village. Pagaralam. South Sumatra. This research was conducted through a qualitative approach with an analytic descriptive study. The data analysis technique is carried out by collecting data, then reducing the data in accordance with the limits and objectives that have been determined by the researcher to be able to present . the data, then the last one is verified and conclusions are drawn in order to get appropriate and accurate data in accordance with the research The results show that the family income aspect of early marriage actors is only enough to fulfill their daily needs and it is very difficult to save money, besides that the family residence is mostly still dependent on parents/in-laws. However, the findings show that all early marriage perpetrators try to set aside money to finance their children's education. Perpetrators of early marriage in Pengaringan village also do not have family financial security and generally rely on health insurance provided by the The implication of this research is that it provides an understanding of the state of economic resilience and preventive measures that can be taken to prevent economic problems in those who marry at an early age. The complexity of economic problems faced by families involved in early marriage, as discussed in this study, can be used as a study to find solutions to the problem of early marriage in Indonesia. Keywords: Economic resilience. Early marriage. Family Abstrak Pernikahan usia dini telah menjadi fenomena sosial yang kompleks dan memiliki dampak terhadap kehidupan keluarga, terutama dalam konteks ketahanan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan ekonomi keluarga pada pelaku pernikahan usia dini di desa Pengaringan. Pagaralam. Sumatera Selatan. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan studi deksriptif analitik. Teknik analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data, kemudian mereduksi data sesuai dengan batasan dan tujuan yang telah ditentukan oleh peneliti untuk dapat menyajikan . Terkahir dilakukan verifikasi dan penarikan kesimpulan agar mendapatkan data yang sesuai dan akurat sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pendapatan keluarga pelaku pernikahan usia dini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan sangat sulit untuk menyimpan uang, selain itu tempat tinggal keluarga sebagian besar masih bergantung kepada orang tua/mertua. Namun meskipun begitu temuan menunjukkan bahwa seluruh pelaku pernikahan usia dini berupaya menyisihkan uang mereka untuk pembiayaan pendidikan anak. Pelaku pernikahan usia dini di desa Pengaringan pun tidak memiliki jaminan keuangan keluarga dan umumnya hanya bergantung pada asuransi kesehatan yang diberikan oleh pemerintah. Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman tentang keadaan ketahanan ekonomi dan langkahlangkah pencegahan yang bisa diambil untuk mencegah masalah ekonomi pada mereka yang menikah di usia dini. Kompleksitas masalah ekonomi yang dihadapi oleh keluarga yang terlibat dalam pernikahan usia dini, sebagaimana dibahas dalam penelitian ini dapat dijadikan kajian untuk mencari solusi terhadap permasalahan pernikahan usia dini di Indonesia. Kata Kunci: Ketahanan ekonomi, pernikahan usia dini, keluarga 32 Septrilia. Sriati & Husin. Analisis Ketahanan Ekonomi Keluarga Pada Pelaku Pernikahan Usia Dini Di Desa Pengaringan Pagaralam Sumatera Selatan How to Cite: Melanda. Sriati & Husin. Analisis Ketahanan Ekonomi Keluarga Pada Pelaku Pernikahan Usia Dini Di Desa Pengaringan Pagaralam Sumatera Selatan. Comm-Edu (Community Education Journa. , 7 . , 31-47 PENDAHULUAN Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa. Keluarga yang kuat dan mandiri akan menjadi pondasi yang kokoh bagi pembangunan bangsa. Salah satu aspek penting dalam ketahanan keluarga adalah ketahanan ekonomi (Jannah. Miftahul. , 2018. Bahri. ,2. Ketahanan ekonomi keluarga merupakan aspek penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Dalam konteks globalisasi dan dinamika ekonomi yang terus berkembang, keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat memiliki peran krusial dalam menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks. Ketahanan ekonomi keluarga mencakup kemampuan untuk bertahan dan berkembang secara finansial, sehingga dapat menghadapi berbagai risiko dan perubahan kondisi ekonomi. Pentingnya menggali dan memahami konsep ketahanan ekonomi keluarga terletak pada perannya dalam memberikan perlindungan terhadap keluarga dari potensi ancaman ekonomi, seperti fluktuasi harga, ketidakpastian pekerjaan, dan perubahan kebijakan pemerintah (Agere, 1982. BPS & BKKBN, 2016. Jamaluddin & Amalia, 2016. Natalia, 2. Ketahanan ekonomi keluarga memegang peranan penting dalam membangun keluarga yang utuh dan harmonis. Pentingnya ketahanan ekonomi keluarga di Indonesia mencerminkan fondasi yang kuat untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Ketahanan ekonomi keluarga memiliki dampak positif pada berbagai aspek kehidupan, mulai dari stabilitas ekonomi hingga kesejahteraan Ketahanan ekonomi keluarga menciptakan kemandirian, di mana keluarga dapat mengelola keuangan mereka sendiri tanpa terlalu bergantung pada bantuan eksternal. Hal ini membantu mencegah kerentanan terhadap fluktuasi ekonomi global atau nasional (Aryanti. Atmaja et al. , 2. Selain itu melalui ketahanan ekonomi yang baik keluarga dapat mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi. Ini mencakup pemenuhan kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, dan pangan. Keluarga yang ekonominya tangguh memiliki kemampuan untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anggota keluarga. Ketahanan ekonomi juga keluarga menciptakan keamanan finansial, memungkinkan keluarga untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan, perumahan, pendidikan, dan perawatan kesehatan. Ketahanan ekonomi memegang peranan penting dalam menciptakan keluarga yang sehat dan tangguh (Darsana, 2. Namun pada kenyataannya masih banyak problem mengenai ketahanan ekonomi keluarga di Indonesia. Di Indonesia, ketahanan ekonomi keluarga menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi oleh banyak rumah tangga. Keadaan ini mencakup berbagai aspek yang memengaruhi kemampuan keluarga dalam menghadapi tantangan ekonomi, baik yang bersifat struktural maupun situasional (Amalia. Lutfi & Samputra. Lindiasari Palupi. , 2020. Wulandari, 2017. Yusuf & Thoriq, 2. Pertama-tama, tingkat pendapatan merupakan faktor sentral yang memengaruhi ketahanan ekonomi keluarga. Banyak keluarga di Indonesia menghadapi tantangan untuk mencukupi kebutuhan dasar sehari-hari karena keterbatasan pendapatan. Hal ini dapat disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan, kurangnya kesempatan pekerjaan yang layak, atau ketidaksetaraan dalam distribusi sumber daya ekonomi (Walsh, 2. Selanjutnya, akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan juga menjadi perhatian dalam konteks ketahanan ekonomi keluarga. Biaya kesehatan dan pendidikan yang tinggi dapat memberikan beban Volume 7. No. Januari 2024 pp 31-47 tambahan bagi keluarga, terutama yang berada di lapisan masyarakat dengan pendapatan Kondisi ini dapat membatasi potensi anggota keluarga untuk meningkatkan keterampilan atau memperoleh perawatan kesehatan yang memadai (Rocchi et al. , 2017. Sulistiono et al. , 2. Kemudian, perubahan ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas juga turut berkontribusi terhadap ketidakpastian ekonomi di tingkat rumah tangga. Keluarga yang menggantungkan diri pada sektor-sektor yang rentan terhadap perubahan pasar global dapat mengalami kesulitan ekonomi saat terjadi ketidakstabilan harga atau permintaan. Selain itu stabilitas perekonomian juga sangat mempengaruhi kemampuan masyarakat sehingga diperlukan pemberdayaan Pemberdayaan masyarakat sendiri bertujuan untuk membantu masyarakat yang lemah atau tidak berdaya menjadi berdaya baik secara ekonomi, sosial, maupun kesehatannya (Pratama. Kamarubiani, et al. , 2. Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama antar pemerintah, masyarakat, dan berbagai stakeholders terkait untuk membantu masyarakat mengatasi kemiskinan dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Salah satu kelompok masyarakat yang rentan adalah pelaku pernikahan usia dini. Pernikahan usia dini umumnya terjadi dikarenakan dukungan faktor budaya dan perbuatan asusila yang memaksa orang tersebut untuk melakukan pernikahan ketika mereka belum siap untuk menikah. Menikah di usia yang terlalu muda dapat memiliki dampak negatif pada kesehatan fisik dan mental anak-anak, terutama pada perempuan. Risiko komplikasi kehamilan dan kematian ibu meningkat pada perempuan yang menikah di usia muda. Anak-anak yang menikah di usia dini seringkali belum memiliki keterampilan atau pendidikan yang cukup untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Ini dapat mengarah pada ketergantungan ekonomi pada orang tua atau pasangan mereka. Lebih jauh Anak-anak yang menikah di usia dini lebih rentan terhadap kekerasan dalam rumah Mereka mungkin tidak memiliki kemandirian atau dukungan sosial yang cukup untuk melawan atau melaporkan kekerasan tersebut. Pernikahan usia dini dapat menyebabkan masalah kesehatan reproduksi dan fertilitas. Anak-anak yang menikah pada usia muda mungkin belum siap secara fisik dan emosional untuk menjadi orang tua yang bertanggung jawab (Hajihasani & Sim, 2019. Streatfield et al. , 2. Indonesia menjadi salah satu negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Namun dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi tidak diiringi dengan literasi ekonomi maupun pengetahuan pra pernikahan yang seharusnya menjadi salah satu pengetahuan dasar. Pendapatan masyarakat Indonesia umumnya masih menengah kebawah jika dibandingkan dengan negara-negara besar lainnya. Kelompok masyarakat kota dengan ekonomi menengah kebawah cenderung hidup sederhana dan tinggal dipemukiman yang sangat padat penduduk (Pratama. Heryanto, et al. , 2. Berbeda halnya dengan masyarakat pedesaan yang memiliki pendapatan rendah mereka tetap tinggal dikawasan yang sama dengan masyarakat lainnya mengingat biaya hidup di pedesaan yang tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan biaya hidup dikota (Pratama, et. al, 2018. Jika ditinjau dari pelaku pernikahan usia dini, umumnya mereka memiliki pendapatan rendah dikarenakan sulitnya mencari pekerjaan yang layak dengan pendidikan terakhir yang mereka miliki. Bahkan masih banyak yang masih tinggal bersama orang tua/ mertua. Dengan berbagai permasalahan tersebut tentunya diperlukan upaya serius dari pemerintah maupun pihak-pihak terkait untuk memberdayakan dan membantu masyarakat khususnya para pelaku pernikahan usia dini untuk mendapatkan edukasi pernikahan, kesehatan, maupun pemberdayaan ekonomi. Salah satu lembaga pemerintah Indonesia yang berperan penting dalam mengatasi permaslahan ini adalah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana 34 Septrilia. Sriati & Husin. Analisis Ketahanan Ekonomi Keluarga Pada Pelaku Pernikahan Usia Dini Di Desa Pengaringan Pagaralam Sumatera Selatan Nasional (BKKBN). Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga, termasuk dalam konteks pelaku pernikahan usia dini. Meskipun BKKBN tidak secara langsung terlibat dalam aspekaspek ekonomi, peranannya lebih pada upaya pencegahan pernikahan usia dini dan dukungan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. BKKBN dapat memberikan pendidikan dan informasi yang komprehensif tentang keluarga berencana kepada masyarakat, termasuk remaja dan pasangan yang berencana menikah. Selain itu BKKBN dapat memberikan akses kepada pasangan muda untuk layanan kesehatan reproduksi, termasuk pelayanan pranikah dan konseling kesehatan reproduksi. Pemberian informasi tentang kesehatan reproduksi dapat membantu pasangan untuk membuat keputusan yang lebih baik terkait pernikahan dan kehamilan yang sehat. BKKBN dapat mendukung pengembangan keterampilan dan pelatihan bagi remaja dan pasangan muda untuk meningkatkan peluang mereka dalam dunia pekerjaan. Peningkatan keterampilan ini dapat membantu mereka mencapai stabilitas ekonomi sebelum memutuskan untuk menikah. Kontribusi BKKBN dalam membentuk ketahanan keluarga Indonesia sampai saat ini sudah dapat terlihat dengan jelas. BKKBN telah membuat berbagai program dan solusi untuk mewujudkan keluarga yang memiliki ketahanan dengan baik. Salah satu bentuk kontribusi BKKBN adalah membuat buku panduan mengenai ketahanan keluarga Indonesia agar dapat menjadi pedoman bagi peneliti, akademisi, maupun para pamangku kebijakan dalam mendalami berbagai aspek ketahanan keluarga. Namun disisi lain masih banyak permasalahan yang menyangkut dengan ketahanan keluarga khususnya bagi kelompok rentan seperti pelaku pernikahan usia dini (Fadlyana & Larasaty, 2016. Hairani, 2. Dengan fenomena dan kondisi empiris tersebut tersebut tentunya diperlukan penelitian. Salah satu daerah di Indonesia yang masih memiliki permasalahan mengenai pernikahan usia dini adalah Desa Pengaringan. Kota Pagaralam. Desa Pengaringan sendiri masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Dempo Tengah. Kota Pagaralam. Sumatera Selatan. Dengan kondisi geografis yang berada diantara perkotaan dan pedesaan desa Pengaringan juga mendapatkan pengaruh dari pergaulan negatif perkotaan sehingga berdampak pada berbagai tindakan asusila yang dilakukan oleh remaja dan berujung pada pernikahan usia dini. Selain itu dengan banyaknya masyarakat yang menikah di usia dini dan telah berjalan sejak lama menjadikan pernikahan dini merupakan hal yang biasa di Desa Pengaringan. Namun pernikahan dini yang dilakukan oleh sebagian remaja tersebut tidak didasari dengan pengetahuan dan keterampilan untuk hidup sejahtera dan memiliki ketahanan ekonomi keluarga yang baik. Berdasarkan latar belakang dan permasalahan tersebut maka peneliti tertarik untuk menganalisis tentang ketahanan ekonomi keluarga para pelaku pernikahan usia dini di desa Pengaringan, kota Pagaralam. Sumatera Selatan. METODE PENELITIAN Penelitian mengenai analisis ketahanan ekonomi keluarga pelaku pernikahan usia dini di desa Pengaringan ini dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan studi deskriptif analitik. (Sugiyono, 2. menjelaskan bahwa menjelaskan bahwa deskriptif analitik yaitu suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran suatu objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah dikumpulkan sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Penelitian deskriptif analitik ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang sistematis, faktual dan akurat tentang fakta, ciriciri dan hubungan antar fenomena yang diteliti. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis kondisi empiris dan fenomena pernikahan usia dini di desa Pengaringan. Kota Pagaralam. Volume 7. No. Januari 2024 pp 31-47 Sumatera Selatan. Selain itu peneliti menggunakan indikator ketahanan ekonomi keluarga yang dikemukakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Badan Pusat Statistik (BPS) yang terdiri dari aspek tempat tinggal keluarga, pendapatan keluarga, pembiayaan pendidikan anak, dan jaminan keuangan keluarga. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yang terdiri dari 10 informan dengan beberapa kriteria diantaranya . Informan merupakan wanita/istri dari pasangan pelaku pernikahan usia dini, . , informan merupakan pasangan pernikahan usia dini yang telah memiliki anak, . Informan melakukan ketika melakukan pernikahan dibawah usia 20 tahun, . informan merupakan warga Desa Pengaringan. Kelurahan Padang Temu. Kecamatan Dempo Tengah. Kota Pagar Alam. yang menjadi lokus Inisial koding terdiri dari 10 inisial yaitu P-M-1. P-GPS-2. P-SS-3. P-HF-4. P-VW5. P-SM-6. P-YP-7. P-TS-8. P-IS-9. P-TH-10 Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi sistematis, wawancara mendalam dan didukung oleh studi dokumentasi untuk mendapatkan data yang diinginkan oleh peneliti. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis yang dikemukakan oleh (Miles. , & Huberman. M, 1. yaitu dengan . Mengumpulkan data, kemudian . Mereduksi data sesuai dengan batasan dan tujuan yang telah ditentukan oleh peneliti. ) Kemudian selanjutnya dilakukan penyajian . data sesuai dengan penelitian yaitu analisis ketahanan ekonomi keluarga. ) Terakhir dilakukan verifikasi dan penarikan kesimpulan agar mendapatkan data yang sesuai dan akurat sesuai dengan tujuan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kondisi Empirik Pelaku Pernikahan Usia Dini Desa Pengaringan Kelurahan Padang Temu merupakan salah satu wilayah yang berada di Kecamatan Dempo Tengah. Kota Pagar Alam. Provinsi Sumatera Selatan. Wilayah Padang Temu merupakan salah satu wilayah yang berada di dataran tinggi karena berada dekat dengan Gunung Dempo yang merupakan gunung tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan. Dengan kondisi geografis tersebut membuat sebagian besar warga bekerja sebagai pekebun. Dengan masyarakat yang mayoritas adalah homogen karena berasal dari suku yang sama maka kebiasaan dan budaya pun melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Sejak zaman dahulu sebagian masyarakat memilih untuk menikah muda dikarenakan menghindari perbuatan yang asusila dan melanggar norma adat dan agama. Selain itu juga biasanya menikah usia dini dilakukan dengan tekanan keluarga sehingga melahirkan banyak pelaku pernikahan usia dini. Penyebab pernikahan usia dini menjadi sebuah masalah yaitu sebagian besar diantaranya tidak diiringinya kemampuan dan pengetahuan pelaku pernikahan usia dini dalam membangun ketahanan keluarga. Namun ada juga masyarakat yang menikah di usia dini namun dapat membentuk ketahanan keluarga yang baik dan menjadi keluarga yang harmonis. Berdasarkan temuan penelitian menunjukkan bahwa pernikahan usia dini biasanya terjadi karena dua hal, diantaranaya: pertama, karena mereka menganggap bahwa hal tersebut sudah jodohnya seperti yang diungkapkan oleh P-M-1. P-GPS-2. P-HF-4. P-SM-6. P-YP-7. P-TS-8. P-IS-9, kedua, penyebab pernikahan dini terjadi dikarenakan mereka telah melakukan perbuatan asusia sehingga menyebabkan hamil duluan, seperti yang diungkapkan oleh P-SS-3. P-VW-5. P-TH-10. Disisi lain pernikahan dini yang terjadi umumnya didorong oleh faktor budaya dan kebiasaan sehingga mereka menganggap pernikahan di usia dini adalah hal yang 36 Septrilia. Sriati & Husin. Analisis Ketahanan Ekonomi Keluarga Pada Pelaku Pernikahan Usia Dini Di Desa Pengaringan Pagaralam Sumatera Selatan Namun hal tersebut tidak diiringi dengan literasi dan edukasi tentang pernikahan sehingga banyak diantaranya yang berakhir pada ketahanan ekonomi keluarga yang lemah. Ketika peneliti menanyakan lebih dalam mengenai fenomena pernikahan usia dini di desa Pengaringan, para informan mengungkapkan bahwa memang hal tersebut sudah banyak dilakukan oleh masyarakat-masyarakat disana. Selain itu para informan yang merupakan wanita menganggap bahwa dengan menikah mereka dapat meringkankan beban orang tuanya. Namun yang menarik yaitu berdasarkan temuan penelitian para informan hidup serba sederhana namun mereka menganggap hal tersebut hanyalah masalah biasa dalam kehidupan Hal ini menunjukkan bahwa para informan penelitian sudah memiliki pondasi dasar untuk memiliki ketahanan keluarga meskipun berada pada tingkat ekonomi menengah Selain itu seluruh informan penelitian juga memiliki pandangan bahwa meskipun ekonomi mereka ala kadarnya namun mereka tetap bertujuan untuk memiliki anak bahkan 6 dari 10 informan tersebut telah memiliki anak. Selain mewawancarai para informan, peneliti juga melakukan pengamatan terhadap kegiatan/aktivitas sehari-hari yang dilakukan oleh Hasil pengamatan menunjukkan sebagian besar suami/pasangan dari informan bekerja sebagai pekebun. Ada yang berkebun di lahan orang tua/mertuanya dan ada yang bekerja menggarap kebun orang lain. Selain itu informan sebagian besar yaitu 7 dari 10 informan menaku hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga untuk mengurus rumah dan anak. diantaranya membantu suami untuk mendapatkan tambahan dengan cara menjual hasil kebun yang telah diperoleh oleh suami. Sedangkan 1 informan lainnya berjualan makanan anak-anak didepan rumahnya untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Hasil pengmatan juga menunjukkan bahwa untuk menghibur diri mereka selepas dari aktivitas sehari-hari mereka biasanya bermain dengan anak-anak mereka, bersantai dan menonton TV. Dengan kondisi ekonomi yang sederhana para informan sangat jarang untuk bepergian liburan atau mengunjungi tempat-tempat rekreasi keluarga. Meskipun mereka merupakan pelaku pernikahan usia dini dan beberapa diantaranya menikah karena perbuatan asusila yang dilakukan mereka dimasa lalu namun mereka tetap diterima dengan baik dimasyarakat. Hasil observasi menunjukkan mereka terlibat aktif di berbagai acara yang diadakan ditempat tinggal mereka seperti acara yasinan, acara pernikahan, acara besar keagamaan, melayat dsb sehingga mereka menjadi masyarakat yang tetap menjalankan peran sosialnya dengan baik. Ketahanan Ekonomi Keluarga Ketahanan ekonomi keluarga adalah fondasi penting untuk menciptakan stabilitas dan kesejahteraan dalam kehidupan sehari-hari. Urgensinya melibatkan berbagai aspek yang mencakup keuangan, kesehatan, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Ketahanan ekonomi keluarga memungkinkan individu dan keluarga untuk menghadapi tantangan finansial yang tak Dengan memiliki cadangan keuangan yang memadai, keluarga dapat lebih mudah mengatasi situasi darurat seperti kehilangan pekerjaan, kesehatan yang memerlukan biaya besar, atau perubahan mendadak dalam kondisi ekonomi. Dengan memiliki rencana keuangan yang baik, keluarga dapat merencanakan untuk masa depan, termasuk pendidikan anak-anak, kepemilikan rumah, dan persiapan pensiun. Hal ini membantu mengurangi kecemasan terkait ketidakpastian finansial di masa depan. Ketahanan ekonomi keluarga juga berdampak positif pada kesehatan mental dan fisik. Stress finansial dapat menjadi beban berat bagi individu dan hubungan keluarga. Dengan memiliki kestabilan finansial, keluarga dapat fokus pada kesehatan dan kesejahteraan mereka tanpa harus terus-menerus merasa khawatir tentang masalah keuangan. Ketahanan ekonomi khususnya bagi pelaku pernikahan usia dini merupakan hal yang sangat penting untuk dianalisis karena hingga saat ini fenomena pernikahan usia dini masih sangat menjamur dimasyarakat Indonesia. Oleh karena itu peneliti Volume 7. No. Januari 2024 pp 31-47 sangat tertarik untuk menganalisis ketahanan ekonomi keluarga bagi pelaku pernikahan usia dini ini. Berdasarkan BKKBN dan BPS dalam buku panduan ketahanan keluarga nasional, ketahanan ekonomi keluarga terbagi dalam beberapa aspek diantaranya sebagai berikut ini: PENDAPATAN KELUARGA TEMPAT TINGGAL KELUARGA KETAHANAN EKONOMI PEMBIAYAAN PENDIDIKAN ANAK JAMINAN KEUANGAN KELUARGA Gambar 1. Kerangka indikator ketahanan ekonomi keluarga (BKKBN & BPS, 2. Pendapatan Keluarga Pendapatan keluarga adalah jumlah uang atau nilai ekonomi yang diterima oleh anggota sebuah keluarga dalam suatu periode waktu tertentu. Pendapatan ini dapat berasal dari berbagai sumber, seperti gaji dan upah pekerjaan, pendapatan dari usaha sendiri, investasi, atau pun bantuan sosial. Konsep pendapatan keluarga mencakup semua penerimaan finansial yang diterima oleh anggota keluarga, baik yang bersifat tetap maupun yang bersifat tidak tetap. Pendapatan keluarga memainkan peran penting dalam menentukan tingkat kesejahteraan keluarga tersebut. Dengan pendapatan yang memadai, keluarga dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan perawatan kesehatan. Selain itu, pendapatan juga memengaruhi gaya hidup keluarga, kemampuan untuk menabung, berinvestasi, dan merencanakan masa depan. Faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, keterampilan pekerjaan, dan kondisi ekonomi suatu negara dapat memengaruhi besarnya pendapatan keluarga. Pendapatan keluarga yang stabil dan memadai dapat menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan memberikan kesempatan bagi anggota keluarga untuk mencapai potensi penuh mereka. Berdasarkan indikator analisis ketahanan keluarga yaitu aspek ketahanan ekonomi maka peneliti menganalisis mengenai pendapatan keluarga informan. Berdasarkan hasil wawancara sebagian besar keluarga pelaku pernikahan usia dini ini memiliki taraf ekonomi yang sederhana dan cenderung menengah kebawah. Peneliti juga menganalisis mengenai bagaimana cara informan dalam mengatur keuangan mereka. Keuangan keluarga merupakan hal yang sangat penting karena kondisi ketahanan ekonomi keluarga sangat berpengaruh pada ketahanan keluarga itu sendiri. Pentingnya mengatur keuangan dalam keluarga juga tercermin dalam kemampuan untuk menghadapi situasi darurat. Dengan dana darurat yang mencukupi, keluarga dapat mengatasi krisis keuangan tanpa harus terlilit utang yang berpotensi merugikan di masa mendatang. Selain itu, praktik mengelola keuangan bersama-sama juga membentuk pola pikir yang saling mendukung di antara anggota keluarga. Hal ini melibatkan komunikasi terbuka tentang prioritas keuangan, pengeluaran bersama, dan pembagian tanggung jawab keuangan. Dengan demikian, mengatur keuangan tidak hanya tentang angka-angka, tetapi juga tentang 38 Septrilia. Sriati & Husin. Analisis Ketahanan Ekonomi Keluarga Pada Pelaku Pernikahan Usia Dini Di Desa Pengaringan Pagaralam Sumatera Selatan membangun kepercayaan, transparansi, dan kerjasama di dalam keluarga. Keuangan yang terkelola dengan baik juga memberikan rasa aman dan ketenangan pikiran. Anggota keluarga dapat tidur dengan nyenyak, tahu bahwa mereka memiliki rencana keuangan yang kokoh untuk melindungi mereka dari ketidakpastian kehidupan. Temuan peneliti menunjukkan bahwa mereka mengatur keuangan dengan cara mengeluarkan uang sesuai kebutuhannya dan tetap berdiskusi satu sama lainnya. Ketika peneliti melakukan wawancara mengenai cara mereka melakukan pengelolaan keuangan para informan menjawab dengan jawaban yang hampir serupa. Pengelolan keuangan yang baik akan memberikan dampak ketahanan keluarga yang baik bagi anggota keluarga tersebut. lingkungan yang lebih aman dan terencana. Pemahaman ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penghasilan, pengeluaran, hingga perencanaan keuangan jangka Pemahaman yang sama tentang keuangan di antara anggota keluarga memudahkan pengambilan keputusan bersama. Diskusi terbuka tentang prioritas keuangan, tujuan, dan nilainilai finansial membantu menciptakan kesepahaman dan menghindari konflik. Tanpa pemahaman keuangan, keluarga mungkin mengalami kesulitan menghadapi krisis keuangan, seperti kehilangan pekerjaan atau biaya medis yang tidak terduga. Pemahaman ini membantu keluarga merencanakan cadangan keuangan dan menanggapi situasi sulit dengan lebih baik. Lebih jauh peneliti juga mencoba mendalami aspek pengaturan keuangan dari sub-sub pengeluaran rutin bulanan seperti air, gas, dan listrik. Berdasarkan observasi dari peneliti juga menunjukkan bahwa mereka sebagian besar hanya menggunakan listrik dengan tegangan 450 & 900 VA yang merupakan listrik yang umumnya dipakai oleh masyarakat menengah Selain itu ketika peneliti menanyakan tentang bagaimana informan mengatur pengeluaran wajib bulanan sebagian besar dari mereka pun menjawab bahwa mereka mengeluarkan seperlunya saja. Seperti yang diungkapkan oleh P-HF-4 dan P-TS-8 mengungkapkan bahwa mereka mengeluarkan kebutuhan bulanan seckupnya. Selain itu P-M1. P-GPS-2. P-SM-6 juga mengungkapkan bahwa mereka menggeluarkan kebutuhan bulanan hanya ketika mereka butuh. Salah satu aspek utama dalam menghasilkan pendapat tergantung dari pekerjaan sehari-hari yang dimiliki oleh para informan. Tingkat pendidikan sangat mempengaruhi bagaimana mereka mendapatkan pekerjaan yang layak. Hasil observasi peneliti menunjukkan bahwa sebagian besar diantara informan hanya membantu suaminya untuk berkebun karena mereka kurang memiliki latar pendidikan yang baik sehingga mereka akan sulit untuk memperoleh pekerjeaan yang biasanya mempersyaratkan minimal pendidikan SMA atau bahkan jenjang perkuliahan. Peneliti pun mewawancarai langsung informan dan sebagian besar diantara mereka juga menjawab bahwa mereka hanya membantu suami untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Berdasarkan data yang diperoleh maka dapat diperoleh data bahwa pendapatan keluarga para partisipan pelaku pernikahan usia dini di desa Pengaringan memiliki pendapatan yang pas-pasan dan hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan pendapatan ala kadarnya ketika ada pengeluaraan tak terduga tidak jarang mereka harus dibantu oleh orang tua/mertua. Seorang pasangan akan sangat berperan penting dalam membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Ini bukan hanya tentang kontribusi finansial, tetapi juga tentang kolaborasi dan dukungan antara Dalam kondisi keuangan yang seringkali menantang, memiliki dua sumber pendapatan dapat memberikan keluarga keamanan finansial yang lebih besar. Ketika istri juga terlibat dalam mendukung perekonomian keluarga, beban keuangan dapat lebih merata dibagi antara suami dan istri, mengurangi tekanan finansial yang mungkin dirasakan oleh salah satu pihak. Selain itu dengan dua sumber pendapatan, keluarga dapat lebih baik mengelola risiko finansial. Apabila satu dari pasangan kehilangan pekerjaan atau mengalami kesulitan finansial, keberadaan pendapatan tambahan dapat menjadi benteng yang melindungi keluarga dari dampak ekonomi Volume 7. No. Januari 2024 pp 31-47 yang mungkin timbul. Ketika suami dan istri saling membantu dalam mencari pendapatan, tugas dan tanggung jawab dapat dibagi secara adil. Ini menciptakan lingkungan di mana kedua pasangan merasa dihargai dan memiliki peran yang setara dalam membangun kehidupan Tempat Tinggal Keluarga Tempat tinggal keluarga memiliki urgensi yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Sebuah rumah tidak hanya sekadar bangunan fisik tempat berlindung dari cuaca dan lingkungan luar, melainkan juga menjadi pondasi bagi keberlangsungan hidup, perkembangan, dan kesejahteraan keluarga. Rumah merupakan tempat di mana ikatan keluarga dibangun dan Di dalamnya, anggota keluarga saling berinteraksi, berbagi cerita, pengalaman, dan mendukung satu sama lain. Tempat tinggal yang nyaman menciptakan suasana yang hangat dan akrab, membentuk kenangan-kenangan berharga yang akan dikenang sepanjang hidup. Selain itu, rumah juga merupakan tempat di mana anak-anak tumbuh dan berkembang. Lingkungan rumah yang positif dan mendukung akan memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan mental, emosional, dan sosial anak-anak. Rumah yang aman dan penuh kasih menciptakan fondasi yang kokoh bagi perkembangan kepribadian dan karakter mereka. Berdasarkan temuan penelitian mengenai tempat tinggal keluarga maka hampir semua informan masih tinggal bersama orang tua/mertua mereka. Dari 10 informan hanya terdapat 3 informan yang telah memilik rumah yaitu P-SS-3. P-TS-8, dan P-TH-10. Ketiga informan tersebut membangun rumah dengan bantuan biaya dari orang tua. P-SS-3. P-TS-8, dan P-TH10 juga mengungkapkan kalau rumah mereka sedang mengalami kerusakan mereka tetap berusaha memperbaiki sendiri. Peneliti juga menganalisis mengenai bagaimana informan mengatur keuangan dalam membeli persediaan obat-obatan. Mengatur keuangan dalam membeli obat-obatan dalam keluarga sangat penting karena kesehatan anggota keluarga merupakan prioritas utama. Kesehatan anggota keluarga adalah aspek yang tidak bisa ditawartawar. Pengaturan keuangan yang baik akan memastikan bahwa setiap anggota keluarga dapat mengakses obat-obatan yang diperlukan tanpa mengorbankan kebutuhan lainnya. Dengan mengatur keuangan, keluarga dapat membuat anggaran khusus untuk keperluan kesehatan, termasuk pembelian obat-obatan. Hal ini membantu dalam menjaga keseimbangan keuangan keluarga dan menghindari tekanan keuangan yang tidak perlu. Mengatur keuangan juga mencakup alokasi dana untuk upaya pencegahan, seperti vaksinasi, pemeriksaan kesehatan rutin, dan gaya hidup sehat. Pencegahan dapat membantu mengurangi risiko penyakit, sehingga meminimalkan kebutuhan akan obat-obatan mahal. Ketika peneliti mewawancarai tentang bagaimana mengatur keuangan untuk membeli obat-obatan informan menjawab bahwa mereka sebagian membeli obat secukupnya, bahkan ada diantaranya yang membeli hanya ketika dibutuhkan saja. Seperti yang diungkapkan oleh P-M-1 dan P-GPS-2 mereka mengungkapkan bahwa mereka hanya membeli ketika mereka butuh saja dan menyediakan secukpunya. Para informan menjelaskan bahwa mereka tidak menyediakan khusus untuk P3K sehingga akan sangat sulit untuk langsung mendapatkan pertolongan pertama ketika terjadi sakit/kecelakaan. Selain itu sebagian besar dari informan hanya menjawab tidak ada yang mengindikasikan bahwa mereka tidak mempersiapkan dana sama sekali untuk membeli obat-obatan. Berdasarkan pengamatan dari peneliti juga menunjukkan bahwa secara umum memang pendapatan kekuarga mereka umumnya cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Sebuah keluarga yang memiliki ketahanan ekonomi yang baik memiliki kemampuan untuk membeli persediaan obat-obatan secara memadai. Ketahanan ekonomi menciptakan lingkungan di mana 40 Septrilia. Sriati & Husin. Analisis Ketahanan Ekonomi Keluarga Pada Pelaku Pernikahan Usia Dini Di Desa Pengaringan Pagaralam Sumatera Selatan kebutuhan dasar, termasuk kesehatan, dapat terpenuhi tanpa menimbulkan tekanan finansial yang berlebihan. Hasil pengamatan peneliti juga menunjukkan bahwa seluruh tempat tinggal keluarga para pelaku pernikahan usia dini sudah memiliki MCK, dapur yang cukup layak meskipun sederhana. Dari 10 informan hanya 4 orang yang memiliki kamar sendiri untuk anaknya, yaitu P-GPS-2. P-SS-3. P-TS-8, dan P-TH-10. Selebihnya anak mereka masih tidur bersama dengan orang tuanya. Pembiayaan Pendidikan Anak Pembiayaan pendidikan anak memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk masa depan individu dan masyarakat secara keseluruhan. Tanpa pembiayaan yang memadai, akses terhadap pendidikan yang berkualitas dapat menjadi sulit, bahkan tidak mungkin, bagi sebagian Dengan memiliki akses terhadap pendidikan yang baik, anak-anak dapat mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di masa depan. Pendidikan tidak hanya memberikan bekal akademis, tetapi juga membentuk karakter, mengasah keterampilan sosial, dan membantu anak-anak mengenali potensi mereka. Selain itu Melalui pembiayaan pendidikan, orang tua atau wali memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan anak-anak mereka. Investasi ini bukan hanya untuk kepentingan individu, tetapi juga untuk kemajuan sosial dan ekonomi. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan yang baik memiliki peluang lebih besar untuk menciptakan perubahan positif dalam Anak-anak yang dididik dengan baik memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Dengan meningkatnya tingkat pendidikan dalam suatu masyarakat, potensi untuk inovasi dan kemajuan ekonomi juga meningkat. Peneliti menganalisis mengenai pembiayaan pendidikan anak dari pelaku pernikahan usia dini ini. Berdasarkan wawancara sebagian besar diantara mereka berupaya untuk menabung agar kebutuhan pendidikan anak mereka dapat terpenuhi. Seperti yang diungkapkan oleh P-M-1. P-GPS-2, dan P-SM-6 mengungkapkan bahwa mereka senantiasa menyisihkan sebagian dari uang belanja mereka untuk keperluan pendidikan anakanak sehingga jika anak mereka sedang membutuhkan uang sekolah, hal tersebut dapat Menyisihkan uang tabungan untuk anak juga dapat menjadi wujud nyata dari cinta dan perhatian orang tua terhadap anak-anak mereka. Ini menunjukkan bahwa orang tua ingin memberikan yang terbaik bagi masa depan anak-anak, termasuk dalam hal pendidikan, rencana pernikahan, atau bahkan kebutuhan mendesak di masa depan. Ini menciptakan rasa aman dan kepercayaan diri pada anak-anak, karena mereka tahu bahwa orang tua mereka telah berkomitmen untuk mendukung mereka dalam hal keuangan. Aspek yang tidak kalah pentingnya yaitu tabungan transportasi anak. Tabungan transportasi untuk pendidikan anak memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan aksesibilitas dan kelancaran proses pendidikan anak. Sebuah narasi dapat dimulai dengan menggambarkan bagaimana pendidikan adalah salah satu pondasi utama untuk perkembangan anak-anak, membentuk karakter, dan memberikan mereka pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk masa depan Transportasi menjadi faktor krusial yang dapat memengaruhi partisipasi dan keteraturan anak-anak dalam mendapatkan pendidikan. Banyak orang tua yang bekerja harus mengatasi tantangan logistik dalam mengantarkan dan menjemput anak-anak mereka ke Dalam beberapa kasus, sekolah yang berkualitas mungkin berjarak jauh dari rumah, dan biaya transportasi dapat menjadi beban tambahan bagi keluarga. Dengan adanya tabungan transportasi pendidikan anak, orang tua dapat merencanakan dan mengelola anggaran mereka dengan lebih efektif. Tabungan ini memberikan jaminan bahwa anak-anak dapat menghadiri sekolah secara teratur tanpa harus bergantung pada ketersediaan dana pada setiap saat. Ini juga Volume 7. No. Januari 2024 pp 31-47 memberikan keamanan finansial kepada keluarga, memastikan bahwa kendala transportasi tidak menjadi hambatan bagi pencapaian pendidikan optimal anak-anak. Ketika peneliti menanyakan bagaimana informan menyediakan uang transportasi ke sekolah untuk anak-anak mereka mengungkapkan bahwa mereka sudah menyisihkan khusus untuk dana transportasi tersebut. P-HF-4 mengungkapkan juga bahwa dia memberikan anak uang transportasi sesuai dengan jarak rumah mereka dengan sekolah sehingga uang yang diberikan secukupnya saja. Komponen-komponen pembiayaan pendidikan anak memang sangat banyak dan harus difikirkan dengan matang-matang oleh para pelaku pernikahan usia dini. Untuk memutus mata rantai kemiskinan dan pendidikan yang rendah maka perlu disiapkan finansial yang cukup bagi anak-anak tersebut. Oleh karena itu edukasi dan campur tangan pemerintah sangat diperlukan agar para pelaku pernikahan usia dini memiliki rencana masa depan dan keinginan yang kuat untuk meyekolahkan anak-anaknya sampai ke jenjang pendidikan tinggi. Jaminan Keuangan Keluarga Pentingnya jaminan keuangan dalam keluarga terletak pada kemampuannya untuk memberikan rasa aman dan ketenangan. Saat keluarga memiliki jaminan keuangan yang kokoh, mereka dapat menghadapi tantangan-tantangan hidup dengan lebih tenang dan fokus. Dalam keadaan darurat seperti sakit, kecelakaan, atau kehilangan pekerjaan, jaminan keuangan menjadi penopang yang memberikan perlindungan finansial, mencegah terjadinya kekacauan ekonomi yang dapat mengancam keharmonisan keluarga. Selain itu, jaminan keuangan juga memiliki peran penting dalam merencanakan masa depan. Ini mencakup pendidikan anak, kepemilikan rumah, dan persiapan pensiun. Dengan memiliki keamanan finansial, keluarga dapat membentuk pondasi yang kuat untuk memberikan pendidikan yang layak kepada anakanak mereka, membangun rumah yang nyaman, serta menikmati masa pensiun tanpa kekhawatiran finansial. Jaminan keuangan juga menciptakan ketidakbergantungan yang sehat di antara anggota keluarga. Ketika setiap anggota keluarga tahu bahwa kebutuhan dasar mereka tercukupi, hal ini menciptakan iklim yang lebih positif dan harmonis di dalam rumah tangga. Ketidakpastian finansial yang berlebihan dapat menciptakan stres dan konflik, sedangkan jaminan keuangan mengurangi beban tersebut dan memungkinkan keluarga fokus pada hubungan dan pertumbuhan bersama. Jaminan keuangan bukanlah sekadar perhitungan matematis, tetapi sebuah narasi keberlanjutan kehidupan. Ini adalah cerita tentang bagaimana keluarga mengatasi tantangan dan merayakan kebahagiaan, dengan keyakinan bahwa jaminan keuangan adalah tonggak utama dalam perjalanan mereka. Oleh karena itu, membangun dan merawat kestabilan finansial keluarga bukanlah sekadar tugas, melainkan sebuah kewajiban dan investasi dalam masa depan yang lebih baik. Ketika peneliti menanyakan kepada informan tentang bagaimana mereka melakukan investasi sebagian besar menjawab bahwa mereka jarang sekali untuk membeli perhiasan karena uang yang mereka miliki hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu investasi mereka berupa perhiasan dan itupun jarang sekali membelinya karena untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-haripun mereka sudah sangat bersyukur. Dari 10 informan hanya 2 informan yang mengungkapan bahwa mereka sesekali membeli perhiasan yaitu P-M-1 dan P-SS-3. Selain itu hampir semua informan mengatakan bahwa mereka hampir tidak pernah membeli Peneliti juga menganalisis mengenai asuransi yang dimiliki oleh para pelaku pernikahan usia dini. Asuransi keluarga memiliki urgensi yang besar dalam melindungi keluarga dari risiko finansial yang tidak terduga. Melalui polis asuransi keluarga, keluarga dapat memperoleh perlindungan finansial dalam situasi-situasi sulit seperti kematian atau cacat permanen anggota keluarga yang merupakan tulang punggung ekonomi. Dalam kasus 42 Septrilia. Sriati & Husin. Analisis Ketahanan Ekonomi Keluarga Pada Pelaku Pernikahan Usia Dini Di Desa Pengaringan Pagaralam Sumatera Selatan meninggalnya kepala keluarga atau pencari nafkah utama, asuransi keluarga dapat memberikan dana santunan kepada keluarga yang ditinggalkan. Dana asurnasi ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti biaya pendidikan anak, pembayaran cicilan rumah, dan kebutuhan sehari-hari. Tanpa asuransi, keluarga dapat menghadapi risiko keuangan yang signifikan dan kesulitan untuk mempertahankan gaya hidup mereka. Berdasarkan pengamatan peneliti menunjukkan bahwa subjek penelitian tidak terlalu mementingkan asuransi. Ketika peneliti menanyakan mengenai apakah keluarga mereka dimasukkan dalam asuransi selain BPJS semua dari subjek penelitian menjawab bahwa mereka tidak memiliki asuransi. Disisi lain dengan minimnya pengetahuan dan keterbatasan pada dana mereka pada umumnya tidak memikirkan asuransi yang sifatnya pilihan. Namun sebagian besar diantara mereka sudah memiliki kartu kepesertaan BPJS sehingga untuk urusan kesehatan mereka dapat mengakses melalui kartu BPJS. Aspek lainnya yang dianalisis oleh peneliti yaitu tabungan yang digunakan untuk keperluan bersalin. Pernikahan usia dini sering kali membawa tantangan tersendiri, terutama bagi keluarga yang masih dalam kondisi ekonomi yang terbatas. Dalam konteks ini, pentingnya tabungan untuk bersalin menjadi sebuah aspek yang krusial bagi keluarga yang terlibat. Saat pasangan menikah pada usia yang relatif muda, mereka seringkali masih dalam proses membangun karir atau sumber pendapatan yang stabil. Aspek yang diamati oleh peneliti juga yaitu mengenai jaminan keuangan keluarga untuk menghadapi kehamilan. Persiapan untuk kehamilan menjadi sangat penting karena umumnya ketika kehamilan perlu dilakukan Pemeriksaan kesehatan rutin, perawatan selama kehamilan, dan persiapan untuk proses persalinan adalah hal-hal yang memerlukan biaya. Tabungan menjadi alat yang membantu keluarga untuk menghadapi beban finansial ini tanpa harus mengorbankan kebutuhan pokok sehari-hari. Tabungan untuk persalinan dapat digunakan untuk membayar biaya konsultasi dokter, pemeriksaan kehamilan, persiapan persalinan, serta biaya-biaya medis lainnya yang mungkin muncul. Selain itu, tabungan juga memberikan jaminan keuangan yang lebih kuat pada keluarga, meminimalkan risiko terkait kondisi kesehatan yang tak terduga atau komplikasi yang mungkin timbul selama kehamilan. Berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh peneliti maka didapatkan data bahwa sebagian besar subjek penelitian sudah menyisihkan sedikit demi sedikit uang mereka untuk persalinan mengingat biaya persalinan memang cukup besar. Seperti halnya yang diungkapkan oleh P-M1. P-SS-3. P-HF-4. P-SS-3 dan P-YP-7 bahwa mereka sudah berusaha menyiapkan uang persiapan kehamilan dengan menyisihkan uang dari hasil kebun dan menabungnya di bank agar tidak terpakai untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu informan lainnya mengungkapkan bahwa mereka tidak punya persiapan khusus untuk melahirkan karena mereka hanya sibuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Peneliti juga menganalisis siapa saja yang membantu mereka ketika mereka sedang kesulitan Hal ini sangat penting karena keluarga pelaku pernikahan usia dini yang biasanya belum memiliki kestabilan finansial cenderung akan mengalami fase-fase sulit dan membutuhkan tempat mereka bersandar dan mengadu ketika sedang kesulitan ekonomi. Ketika peneliti mewawancarai para subjek penelitian tentang siapa saja yang membantu mereka ketika kesulitan ekonomi sebagian besar diantara mereka mengungkapkan bahwa orang tua yang memiliki peran utama dalam membantu mereka ketika kesusahan. Seperti yang diungkapkan oleh P-GPS-2 dan P-IS-9 bahwa mereka orang tua dan keluarga intilah yang sangat membantu mereka ditengah keususahan. 8 Informan lainnya pun mengungkapkan bahwa orang tua/mertua lah yang menjadi penolong utama mereka ketika mereka kesusahan. Meskipun beberapa diantara mereka yang pernikahannya tidak disetujui oleh orang tua namun orang tua mereka sebagian besar tetap peduli dan membantu mereka ketika mengalami kesulitan. Hal ini Volume 7. No. Januari 2024 pp 31-47 menunjukkan bahwa orang tua masih memiliki rasa kepedulian yang tinggi meskipun anak mereka melakukan perbuatan yang tidak disetujui oleh keluarga. Pembahasan Pendapatan keluarga merupakan aspek krusial dalam menentukan kesejahteraan dan stabilitas Konsep ini mencakup seluruh aliran finansial yang diterima oleh anggota keluarga dari berbagai sumber, seperti gaji, usaha sendiri, investasi, dan bantuan sosial. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendapatan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan perawatan kesehatan. Hal itu sesuai yang diungkapkan oleh (Davis-Kean, 2005. RadetiN-PaiN & Uerne, 2. yang mengungkapakan bahwa pendapatan keluarga sangat berpengaruh pada keutuhan keluarga dan ketahanan ekonomi keluarga karena menjadi pondasi dasar dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga yang menjadi informan memiliki taraf ekonomi yang sederhana dan cenderung menengah ke bawah. Faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, keterampilan pekerjaan, dan kondisi ekonomi negara dapat memengaruhi besarnya pendapatan keluarga. Pendapatan yang stabil dan memadai memainkan peran kunci dalam menciptakan lingkungan yang stabil dan memberikan kesempatan bagi anggota keluarga untuk mencapai potensi penuh mereka. Pentingnya mengatur keuangan dalam keluarga juga ditekankan dalam penelitian ini. Manajemen keuangan yang baik tidak hanya mencakup pengeluaran harian, tetapi juga pembentukan cadangan dana darurat. Dengan memiliki dana darurat yang mencukupi, keluarga dapat mengatasi krisis keuangan tanpa harus tergantung pada utang yang berpotensi merugikan di masa mendatang. Selain itu manajemen keuangan keluarga yang baik juga akan dapat membentuk ketahanan keluarga yang baik. Para pelaku pernikahan usia dini yang umumnya belum terlalu matang dalam berkeluarga sehingga menjadi kelompok rentan yang biasanya susah untuk menjaga ketahanan ekonomi keluarganya. Selain itu (Rasmadi et al. , 2. menjelaskan bahwa mengatur ekonomi keluarga ialah tindakan untuk merencanakan, sampai dengan perolehan dan penggunaan sumber-sumber ekonomi keluarga agar tercapai tingkat pemenuhan kebutuhan dengan optimal, memastikan stabilitas, serta pertumbuhan ekonomi Dalam konteks pernikahan usia dini, penelitian mencatat bahwa keuangan keluarga para pelaku pernikahan usia dini di desa Pengaringan terbatas dan hanya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam situasi ini, dukungan dari pasangan sangat penting, bukan hanya secara finansial tetapi juga melalui kolaborasi dan dukungan emosional. Mayoritas informan dalam penelitian ini masih tinggal bersama orang tua/mertua mereka. Hal ini menunjukkan adanya ketergantungan atau pola hidup bersama yang dapat memengaruhi dinamika keluarga secara keseluruhan. Keputusan untuk tinggal bersama orang tua/mertua mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti ekonomi, budaya, atau tradisi keluarga. Hanya sebagian kecil informan yang telah memiliki rumah sendiri, dan mereka membangun rumah tersebut dengan bantuan biaya dari orang tua. Meskipun mengalami kerusakan, informan tersebut tetap berusaha memperbaiki rumah mereka sendiri. Hal ini mencerminkan semangat mandiri dan tanggung jawab terhadap tempat tinggal, meskipun ada kendala Selaras dengan hal itu (Bertakis, 2000. Cox, 2. juga mengungkapkan bahwa keluarga dengan ekonomi rentan khususnya di sebagian besar negara-negara asia akan tinggal bersama orang tuanya ketika mereka merasa kesusahan untuk memiliki/menyewa tempat tinggal sendiri. Temuan penelitian juga menunjukkan orang tua menjadi tempat para pelaku pernikahan usia dini ini dalam bernaung ataupun mengadu ketika sedang kesusahan. 44 Septrilia. Sriati & Husin. Analisis Ketahanan Ekonomi Keluarga Pada Pelaku Pernikahan Usia Dini Di Desa Pengaringan Pagaralam Sumatera Selatan Pembiayaan pendidikan tidak hanya dilihat sebagai investasi untuk pengembangan akademis anak, tetapi juga sebagai sarana untuk membentuk karakter, mengasah keterampilan sosial, dan mengenali potensi anak-anak. Faktanya, pembiayaan pendidikan memiliki dampak luas, tidak hanya pada tingkat individu, tetapi juga pada tingkat sosial dan ekonomi. Pentingnya pembiayaan pendidikan terlihat dalam konteks aksesibilitas. Tanpa pembiayaan yang memadai, akses terhadap pendidikan berkualitas menjadi sulit dijangkau, terutama bagi keluarga yang mungkin berada dalam kondisi finansial yang kurang memadai. Dalam hal ini, pembiayaan pendidikan menjadi faktor penentu dalam memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Selain itu, pembiayaan pendidikan juga dihubungkan dengan investasi jangka panjang pada tingkat sosial dan ekonomi (Fuadi, 2. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan yang baik memiliki peluang lebih besar untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Oleh karena itu, pembiayaan pendidikan bukan hanya tanggung jawab individu atau keluarga, tetapi juga menjadi aspek penting dalam membangun fondasi kemajuan sosial. Dalam konteks pembiayaan pendidikan anak dari pelaku pernikahan usia dini, penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka berupaya untuk menabung sebagai strategi pembiayaan. Mereka menyisihkan sebagian dari uang belanja mereka untuk memastikan bahwa kebutuhan pendidikan anak dapat terpenuhi. Tindakan ini mencerminkan komitmen orang tua untuk memberikan yang terbaik bagi masa depan anakanak, dan juga menciptakan rasa aman serta kepercayaan diri pada anak-anak. Keberadaan jaminan keuangan yang kokoh memberikan perlindungan finansial bagi keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan hidup, seperti sakit, kecelakaan, atau kehilangan Dalam konteks pernikahan usia dini, di mana keluarga mungkin masih dalam kondisi ekonomi yang terbatas, jaminan keuangan menjadi lebih penting untuk mencegah terjadinya kekacauan ekonomi yang dapat mengancam keharmonisan keluarga. Jaminan keuangan juga memainkan peran strategis dalam perencanaan masa depan keluarga. Ini mencakup pendidikan anak, kepemilikan rumah, dan persiapan pensiun. Keluarga yang memiliki keamanan finansial dapat membentuk pondasi yang kuat untuk memberikan pendidikan yang layak kepada anak-anak mereka, membangun rumah yang nyaman, serta menikmati masa pensiun tanpa kekhawatiran finansial. Selain itu seperti yang diungkapkan oleh (Pratama. Heryanto, et al. , 2. pendapatan tambahan akan sangat membantu para keluarga untuk menambah keuangan mereka, hal tersebut dapat dilakukan dengan hal-hal sederhana seperti memanfaatkan barang bekas, menjual kerajinan tangan, dan berbagai hal yang dapat menambah pemasukan. Ketidakpastian finansial yang berlebihan dapat menciptakan stres dan konflik dalam keluarga. Oleh karena itu, jaminan keuangan tidak hanya memiliki dampak pada aspek finansial, tetapi juga menciptakan ketidakbergantungan yang sehat di antara anggota keluarga. Keamanan finansial memberikan kepastian bahwa kebutuhan dasar tercukupi, menciptakan iklim yang lebih positif dan harmonis di dalam rumah tangga ( Firdaus. , & Cahyani. , 2023. Indriyani. Ansori. , & Firdaus. , 2. Dalam situasi kesulitan ekonomi, temuan menunjukkan bahwa orang tua atau mertua dari pelaku pernikahan usia dini memiliki peran utama dalam membantu keluarga. Meskipun beberapa pernikahan usia dini tidak disetujui oleh keluarga, orang tua tetap menjadi penolong utama ketika keluarga mengalami kesulitan Pernikahan usia dini seringkali melibatkan pasangan yang masih dalam tahap pembentukan karir dan belum memiliki stabilitas finansial yang memadai. Oleh karena itu, jaminan keuangan memainkan peran kunci dalam memastikan kelangsungan kehidupan keluarga mereka. Dalam konteks ini, teori ekonomi keluarga menunjukkan bahwa Volume 7. No. Januari 2024 pp 31-47 ketidakpastian finansial dapat menyebabkan konflik dalam hubungan pernikahan. Jaminan keuangan membantu mengurangi tekanan ini, memungkinkan pasangan untuk fokus pada pembangunan hubungan yang sehat dan keberlanjutan keluarga mereka (Luo et al. , 2016. ShaAoban et al. , 2. Sebagai solusi, kerjasama antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan para stakeholders untuk memberikan edukasi yang masif dalam pendidikan keluarga, pencegahan kenakalan remaja, perlindungan anak, dan pencegahan pelaku pernikahan dini akan sangat mempengaruhi tingkat pernikahan usia dini dimasa yang akan datang. Jika hal ini tidak ditangani dengan serius maka akan berdampak pada lahirnya anak-anak yang mengalami stunting akibat pernikahan usia dini dan ketidaksiapan orang tua mereka dalam berkeluarga. KESIMPULAN Pendapatan keluarga memiliki peran krusial dalam menentukan kesejahteraan dan stabilitas Faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, keterampilan pekerjaan, dan kondisi ekonomi negara dapat memengaruhi besarnya pendapatan keluarga. Keluarga yang memiliki pendapatan stabil dan memadai cenderung menciptakan lingkungan yang stabil dan memberikan kesempatan bagi anggota keluarga untuk mencapai potensi penuh mereka. Manajemen keuangan yang baik, termasuk pembentukan cadangan dana darurat, menjadi kunci dalam menghadapi krisis keuangan dan menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Dalam konteks pernikahan usia dini, dukungan finansial dan emosional dari pasangan sangat penting. Keputusan untuk tinggal bersama orang tua/mertua mencerminkan pola hidup bersama yang dapat memengaruhi dinamika keluarga. Pembiayaan pendidikan diakui sebagai investasi penting untuk pengembangan anak-anak. Strategi pembiayaan seperti menabung mencerminkan komitmen orang tua untuk memberikan pendidikan yang layak dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak. Jaminan keuangan memiliki peran strategis dalam melindungi keluarga dari tantangan hidup dan menciptakan pondasi yang kuat untuk perencanaan masa depan. Keamanan finansial tidak hanya memiliki dampak pada aspek finansial, tetapi juga menciptakan iklim yang lebih positif dan harmonis di dalam rumah tangga. Keberadaan jaminan keuangan dapat membantu mengurangi tekanan dan konflik dalam hubungan pernikahan. Selain itu, peran orang tua/mertua sebagai penolong utama dalam kesulitan ekonomi perlu diperhatikan. Kerjasama antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan stakeholders lainnya diperlukan untuk memberikan edukasi yang masif dalam pendidikan keluarga, pencegahan kenakalan remaja, perlindungan anak, dan pencegahan pernikahan usia dini. Mengeksplorasi dampak jangka panjang dari pembiayaan pendidikan terhadap pertumbuhan sosial dan ekonomi, investigasi lebih lanjut tentang faktor-faktor yang memengaruhi keputusan keluarga pernikahan usia dini untuk tinggal bersama orang tua/mertua, dan penelitian tentang efektivitas program-program dukungan finansial dan emosional bagi keluarga pernikahan usia dini akan sangat menarik untuk menjadi arah masa depan penelitian mengenai ketahanan ekonomi keluarga bagi pelaku pernikah usia DAFTAR PUSTAKA