Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. No. Bulan APRIL Tahun, 2022 ISSN: e 2776-785X Penguatan Program Parenting dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat tentang Pentingnya Tumbuh Kembang Anak Usia Dini di Dusun Sumber Lingkungan Banjarjo. Kanigoro. Blitar. Jawa Timur Devi Candra Nindiya1A. Raras Ayu Prawinda2. Dessy Farantika3. Devia Purwaningrum4 1,2,3,4 Universitas Nahdlatul Ulama Blitar Email : 1nindiyacandra@gmail. com, 2rarasprawinda@gmail. com, 3farantika. dessy@gmail. 4deviapurwaningrum@gmail. Article history: Received: 2023-03-18 Revised: 2023-03-30 Accepted: 2023-04-28 ABSTRAK Masa usia 0-6 tahun merupakan periode emas untuk pertumbuhan dan perkembangan kognitif, bahasa, sosial emosional, fisik motorik, nilai agama dan moral serta seni. Pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini terjadi sangat pesat. Stimulasi pada anak kelompok usia ini sangat penting karena merupakan fondasi untuk pembangunan Human Capital karena anak yang sehat dan yang secara sosial tumbuh dengan optimal akan tumbuh menjadi orang dewasa yang produktif secara ekonomi. Pertumbuhan adalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran tubuh atau anggota tubuh, yang dapat diukur secara fisik melalui penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar kepala, pengukuran lingkar lengan dan lain sebagainya. Pertumbuhan dibatasi pada perubahan struktur dan fisiologis . (Kemendikbud, 2. Untuk mengukur pertumbuhan anak usia dini orang tua atau guru PAUD dapat mengukur berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala yang dilakukan setiap bulan. Jika berat badan tidak naik/berat badan turun/berat badan naik berlebihan dalam jangka waktu 2 bulan berturut turut serta tinggi anak tidak sesuai dengan umurnya, segera lakukan konsultasi dengan PUSKESMAS atau dokter anak. Kata Kunci: Parenting. Tumbuh Kembang Anak. Anak Usia Dini ABSTRACT The age of 0-6 years is a golden period for growth and development cognitive development, language, social emotional, physical motor, religious values and morals and art. The growth and development of early childhood occurs very rapidly. Stimulation in children of this age group is very important because it is the foundation for the development of Human Capital because children are healthy and socially optimally grown will grow into productive adults economy. Growth is a change in the size, number, size of the body or members body, which can be measured physically through weighing, measuring height, head circumference measurement, arm circumference measurement and others etc. Growth is limited to structural and physiological changes . (Kemendikbud, 2. To measure the growth of early childhood parents or PAUD teachers can Measuring weight, height and head circumference is done every month. If you don't gain weight / lose weight / gain weight excessively a period of 2 consecutive months and the child's height does not match his age, immediately consult with PUSKESMAS or pediatrician. Keywords : Parenting. Child Development. Early Childhood Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. No. Bulan APRIL Tahun, 2022 ISSN e 2776-785X PENDAHULUAN Masa usia 0-6 tahun merupakan periode emas untuk pertumbuhan dan perkembangan kognitif, bahasa, sosial emosional, fsik motorik, nilai agama dan moral serta seni. Pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini terjadi sangat pesat. Stimulasi pada anak kelompok usia ini sangat penting karena merupakan fondasi untuk pembangunan Human Capital karena anak yang sehat dan yang secara sosial tumbuh dengan optimal akan tumbuh menjadi orang dewasa yang produktif secara ekonomi. Bukti empirik menunjukkan investasi terhadap anak usia dini menghasilkan Rate of Return yang lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lainnya. Pendidikan anak usia dini terbukti meningkatkan kesiapan bersekolah . chool readines. pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sehingga menjadi penting melakukan pemantauan pertumbuhan dan stimulasi yang tepat pada anak usia dini sesuai dengan tahapan perkembangannya. Proses pertumbuhan berkelanjutan sepanjang tahapan kehidupan, namun kecepatan Perkembangan dipengaruhi oleh faktor keturunan, lingkungan, budaya dan nilai keluarga pada setiap individu, kombinasi faktor-faktor ini menimbulkan beragamnya variasi yang bisa diamati pada anak. Penguasaan keterampilan dan perilaku tertentu pada perkembangan anak dapat diprediksi sesuai urutan dan kurun waktu pencapaiannya dengan rentang perkembangan dan pertumbuhannya. Pertumbuhan adalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran tubuh atau anggota tubuh, yang dapat diukur secara fisik melalui penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar kepala, pengukuran lingkar lengan dan lain sebagainya. Pertumbuhan dibatasi pada perubahan struktur dan fisiologis . (Kemendikbud, 2. Untuk mengukur pertumbuhan anak usia dini orang tua atau guru PAUD dapat mengukur berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala yang dilakukan setiap bulan. Jika berat badan tidak naik/berat badan turun/berat badan naik berlebihan dalam jangka waktu 2 bulan berturut turut serta tinggi anak tidak sesuai dengan umurnya, segera lakukan konsultasi dengan PUSKESMAS atau dokter anak. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi Balita stunting sebesar 24,4% pada 2021 yang mengakibatkan WHO menetapkan Indonesia sebagai negara dengan status gizi buruk sehingga perlu penanganan khusus dari berbagai pihak untuk memperhatikan pertumbuhan anak dan menganalisis apakah pertumbuhannya telah sesuai dengan Gangguan terhadap pertumbuhan tentu saja akan berpengaruh terhadap Hal ini mengandung arti bahwa pertumbuhan dan perkembangan merupakan suatu kesatuan yang tidak terpisah antara satu dengan lainnya, contohnya kemampuan berjalan pada seorang anak akan dipengaruhi oleh matangnya fungsi otot kaki anak. Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan atau keterampilan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil dari pengalaman dan proses pematangan. Perkembangan berkaitan juga dengan kemampuan gerak, intelektual, sosial dan emosional (Kemendikbud, 2. Gunarsa . menjelaskan bahwa terdapat beberapa prinsip dalam perkembangan, yaitu: perkembangan berlangsung secara progresif, teratur, koheren, dan berkesinambungan artinya bahwa satu tahap perkembangan berkaitan dengan tahap perkembangan lainnya, . perkembangan dimulai dari yang umum ke yang khusus. Contohnya reaksi tersenyum seorang bayi jika melihat wajah akan berubah seiring dengan bertambahnya usia dengan yang telah dapat membedakan wajah-wajah seseorang, . perkembangan merupakan suatu kesatuan, artinya aspek fisik motorik, bahasa, sosial dan emosi perlu dikembangkan secara berimbang, . perkembangan berlangsung secara berantai, meskipun tidak ada pembatas yang jelas, namun perkembangan yang dicapai oleh anak saat ini dipengaruhi perkembangan sebelumnya, contoh kemampuan berbicara pada anak dikuasai setelah anak belajar mengoceh, . setiap perkembangan memiliki ciri dan sifat yang khas, . perkembangan memiliki pola yang pasti sehingga dapat diprediksi, . perkembangan dipengaruhi oleh kematangan dan belajar serta faktor dari dalam . dan faktor dari luar . ingkungan, pengasuhan dan pengalama. adanya perbedaan individual . yang mengandung arti bahwa setiap individu memiliki pencapaian perkembangan yang tidak sama meskipun berasal dan dibesarkan oleh orang tua yang sama. Page 70 of 8 Penguatan Program Parenting dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang Pentingnya Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Di Dusun Sumber Lingkungan Banjarjo. Kanigoro. Blitar. Jawa Timur Devi Candra Nindiya1A. Raras Ayu Prawinda2. Dessy Farantika3. Devia Purwaningrum4 Untuk mendeteksi penyimpangan perkembangan anak sebagai tahap awal dapat menggunakan DDTK (Deteksi Dini Tumbuh Kemban. atau KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembanga. yang selama ini dapat dilakukan oleh kader POSYANDU atau guru PAUD yang terlatih, jika perkembangan tidak sesuai dengan usianya maka segera konsultasikan dengan PUSKESMAS atau dokter anak. Tabel 1. 1 Perbedaan Pertumbuhan dengan Perkembangan PERTUMBUHAN PERKEMBANGAN Proses pertambahan ukuran Proses perubahan fungsi Bersifat kuantitatif Bersifat kuantitatif dan kualitatif Contoh : Bertambahnya tinggi badan, pergantian gigi susu menjadi gigi dewasa, bertambahnya diameter lingkar kepala, dan Contoh: Berbicara: bertambahnya kosa kata . , pengucapan kosa kata baru semakin jelas . Gerak: tengkurap, merangkak, duduk, berdiri, berjalan dan Proses pertumbuhan dan perkembangan adalah dua hal yang saling berkaitan erat satu sama lain. Setiap anak memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda-beda, ada anak yang lebih cepat bisa berbicara daripada berjalan. Perbedaan kemampuan pada masing-masing anak dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal : Faktor Internal Perkembangan dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari diri anak sendiri, sejak anak berada di dalam kandungan Faktor bawaan . Setiap anak dilahirkan dengan membawa faktor keturunan yang diwariskan dari kedua orang tuanya yang bersifat fisik dan non fsik. Adapun faktor keturunan yang bersifat fsik bisa bersifat normal maupun patologik. Faktor gen fsik yang normal seperti warna dan bentuk rambut, warna kulit dan lain sebagainya. Sedangkan faktor gen yang patologik yang mungkin mempengaruhi perkembangan anak misalnya, down syndrome, thalassemia dan lain-lain. Temperamen sebagai faktor keturunan yang bersifat non fisik juga dapat mempengaruhi perkembangan anak. Kondisi Kehamilan dan persalinan Selain itu, kondisi janin semasa kehamilan juga akan mempengaruhi perkembangan anak. Jika nutrisi dalam kandungan tercukupi, maka janin akan berkembang dengan baik. Sebaliknya, jika gizi yang diterima selama dalam kandungan tidak tercukupi, janin akan mengalami hambatan saat proses perkembangan dalam kandungan, infeksi virus TORCH . oxoplasma, rubella, cytomegalovirus, hepatiti. , proses kelahiran seperti lahir dengan berat badan lahir rendah, asfksia . ekurangan oksige. , bayi lahir tidak menangis, lahir prematur. Selain gizi yang diterima ibu selama masa kehamilan, konsumsi obat yang tidak sesuai anjuran dokter juga akan mempengaruhi perkembangan janin. Faktor Eksternal Perkembangan dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari luar diri anak, berasal dari lingkungan tempat anak tinggal. Faktor ekologi. Mulai dari terjadinya pembuahan di kandungan, ekologi pengaruh lingkungan dari keluarga dan rumah, komunitas dan masyarakat mempengaruhi semua aspek dalam Beberapa contoh dari faktor ekologis yang kuat adalah: tingkat penghasilan. 71 | P a g e Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. No. Bulan APRIL Tahun, 2022 ISSN e 2776-785X tercukupinya makanan dan tempat berlindung. praktik dan nilai budaya. kesehatan umum dan adanya perawatan untuk ibu dan anak sebelum dan sesudah kelahiran. tingkat pendidikan keluarga . ingkat pendidikan ibu adalah prediktor utama pencapaian anak di sekola. , pengertian keluarga atas kewajiban dan tanggungjawab sebelum dan sesudah kelahiran bayi, komunikasi keluarga dan cara membesarkan anak . icintai, dihukum. diasuh atau diabaika. , kadar stres keluarga, struktur keluarga Ae orangtua tunggal atau masih lengkap, keluarga campuran atau keluarga kakek nenek yang berperan sebagai orangtua, rumah tangga yang non tradisional, rumah keluarga asuh. Peran Gender. Pada awal kehidupan anak mempelajari peran gender yang berlaku di dalam budaya mereka. Masing-masing anak perempuan dan laki-laki mengembangkan perilaku serta sikap dan komitmen yang didefinisikan, langsung atau tidak langsung, sebagai atribut perempuan atau laki-laki. Terlebih tiap anak memainkan peran gender mereka sesuai dengan pengalaman seharihari. Perasaan anak mengenai maskulinitas dan feminitas akan dipengaruhi oleh teman bermain mereka serta kesempatan bermain, mainan jenis tontonan televisi dan terutama orang dewasa panutan . eluarga, tetangga, gur. (Kemendikbud, 2. Anak usia dini adalah individu dengan rentang usia antara 0 sampai 6 tahun yang memiliki perkembangan dan pertumbuhan yang cepat dan berbeda pada setiap tahap usianya. Perkembangan anak akan sangat optimal apabila didukung oleh lingkungannya. Dukungan tersebut harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Orang tua dengan guru dapat memberikan dukungan yang optimal kepada anak saat melakukan kegiatan main. Dukungan diberikan dalam menstimulasi berbagai lingkup perkembangan antara lain: aspek perkembangan nilai agama dan moral, bahasa, fsik motorik, sosial emosional, kognitif dan seni. Tahapan perkembangan setiap anak, umumnya memiliki pola perkembangan yang sama namun dengan capaian perkembangan yang berbeda. Setiap tahapan usia memiliki keunikan sendirisendiri. Pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia dini merupakan hal yang saling berkaitan. Banyak orang tua beranggapan, anak akan bertumbuh dan berkembang dengan sendirinya. Padahal anggapan ini kurang tepat. Anak usia dini seharusnya dapat bertumbuh dan berkembang sesuai dengan usianya. Jika pada usia tertentu, anak belum mampu mencapai pertumbuhan maupun perkembangannya, maka orang tua perlu mewaspadai hal tersebut. Permasalahan yang terjadi di masyarakat adalah . Banyak orang tua yang belum memahami dan sadar akan tentang pentingnya memperhatikan tumbuh kembang anak usia dini. Banyak orang tua yang belum menyadari jika anaknya memiliki keterlambatan dalam Ketika anak mengalami keterlambatan perkembangan yang tidak sesuai dengan usianya, orang tua menganggap hal itu wajar. Dan berasumsi anak akan bisa denagn sendirinya seiring berjalannya waktu. Orang tua perlu melakukan berbagai stimulasi kepada anak usia dini untuk merangsang Hal ini yang kadang diabaikan oleh orang tua. Sebagai contoh, anggapan bahwa jaman dahulu anak baru bisa berjalan pada usia 2 hingga 3 tahun merupakan hal yang wajar dan bisa Padahal red flag kemampuan berjalan pada anak mestinya perlu diwaspadai pada saat usia 18 bulan. Artinya, ketika usia 18 bulan anak belum bisa berjalan, maka orang tua perlu melakukan treatment atau intervensi kepada anak. Hal inilah yang menjadi dasar kami untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul Penguatan Program Parenting Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang Pentingnya Tumbuh Kembang Anak. Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat akan lebih peka dan peduli terhadap tumbuh kembang anak usia dini. Sehingga dapat menjadikan generasi emas penerus bangsa. Masa emas anak usia dini tidak akan terulang kembali, maka dari itu kita perlu memberikan perhatian khusus di periode 1000 hari kehidupannya. Tujuan dari kegiatan ini adalah : Peserta dapat memahami pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Peserta dapat memahami tahapan perkembangan anak. Peserta dapat memahami berbagai lingkup perkembangan anak. Peserta dapat memberikan dukungan yang diperlukan anak untuk perkembangan secara menyeluruh. Peserta dapat memahami pentingnya stimulasi pada 1000 Page 72 of 8 Penguatan Program Parenting dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang Pentingnya Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Di Dusun Sumber Lingkungan Banjarjo. Kanigoro. Blitar. Jawa Timur Devi Candra Nindiya1A. Raras Ayu Prawinda2. Dessy Farantika3. Devia Purwaningrum4 hari pertama kehidupan. Peserta dapat mengetahui hambatan perkembangan anak lebih dini Peserta dapat mengantisipasi dan mengatasi hambatan perkembangan anak Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan mampu menyadarkan masyarakat tentang pentingnya mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Jika diketahui ada hambatan perkembangan, masyarakat segera mendapatkan informasi dan terapi yang sesuai untuk mengoptimalkan perkembangan anak. Anak-anak merupakan generasi penerus masa depan bangsa, dengan tumbuh kembang yang optimal maka dapat melahirkan generasi emas. METODE PELAKSANAAN Dalam kegiatan penguatan program parenting ini, metode yang kita gunakan adalah ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Sebagai stimulasi agar terjadi diskusi yang menarik, kita menampilkan video tentang tumbuh kembang anak usia dini dan intervensi apa yang dapat dilakukan jika anak mengalami hambatan pertumbuhan maupun perkembangan. Pelaksanaan penguatan program parenting ini dilakukan dengan cara memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu yang memiliki balita dan kader posyandu di Dusun Sumber. Lingkungan Banjarjo. Kel. Kanigoro. Kec. Kanigoro. Kab. Blitar. Metode dalam kegiatan penyuluhan ini berupa metode dialog interaktif dan ceramah. Metode ceramah digunakan pada saat penyampaian materi kegiatan dengan menggunakan LCD dan print out power point sebagai media utama. Selain itu, kegiatan ini juga menggunakan metode diskusi dan tanya jawab yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman peserta kegiatan tentang tumbuh kembang anak usia dini. Materi yang diberikan dalam kegiatan pendampingan ini adalah : Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini Hambatan Perkembangan Anak Usia Dini Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Tips agar Tumbuh Kembang Anak Optimal PELAKSANAAN DAN HASIL KEGIATAN Lokasi Pengabdian Wilayah Mitra (Desa/ Kecamata. Kabupaten/ Kota Provinsi Sasaran Subyek sasaran pengabdian Jumlah Tempat pelaksanaan kegiatan : Kel. Kanigoro/ Kec. Kanigoro : Kab. Blitar : Jawa Timur : Kader Posyandu dan Ibu-ibu yang mempunyai balita di Posyandu Mawar 2 : 31 orang : Posyandu Mawar 2 Dusun Sumber. Lingkungan Banjarjo. Kelurahan Kanigoro. Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar Pelaksanaan Kegiatan Tahapan Pelaksanaan Kegiatan Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi : Melakukan observasi : Dalam kegiatan ini, tim PkM menggali informasi mengenai kondisi tumbuh kembang anak di lingkungan mitra, setelah memahami permasalahan yang dialami, tim menentukan materi yang sesuai dengan kondisi yang dihadapi mitra. Melakukan koordinasi dengan mitra : Setelah menentukan materi yang akan diberikan, tim berkoordunasi dengan mitra terkait dengan waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan. 73 | P a g e Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. No. Bulan APRIL Tahun, 2022 ISSN e 2776-785X Melaksanakan penguatan program parenting dalam bentuk penyuluhan : Tim melakukan penyuluhan kepada mitra tentang pentingnya memperhatikan tumbuh kembang anak. Tindak lanjut dilaksanakan oleh kader posyandu yang berkoordinasi dengan puskesmas setempat : Setelah dilakukan penyuluhan, tim berharap agar kader posyandu maupun puskesmas dapat membantu orang tua yang memiliki bayi dan balita untuk memantau dan memperhatikan tumbuh kembang anak secara optimal. Realisasi Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan program penyuluhan dilaksanakan dalam 1 . hari yaitu pada hari Kamis tanggal 22 Desember 2022. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam dimulai sejak pukul 00 WIB yang diikuti yang diikuti kader posyandu dan ibu-ibu yang memiliki balita di Posyandu Mawar 2 Dusun Sumber. Lingkungan Banjarjo. Kelurahan Kanigoro. Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Realisasi pelaksanaan kegiatan pengabdian AuPenguatan Program Parenting Dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang Pentingnya Tumbuh Kembang AnakAy dalam tabel 3. Tabel 3. 1 Pelaksanaan Program Kegiatan Jenis Kegiatan Partisipasi Alat Bantu Durasi/ Waktu Peserta Sebagai peserta Pembukaan tempat selama 10 menit Penyampaian Materi ke-1 : Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini Laptop. LCD Sebagai peserta Hambatan Perkembangan Proyektor. Slide Power Point, 50 menit Hand Out Anak Usia Dini Penyampaian Materi ke-2 : Laptop. LCD Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Sebagai peserta Tips agar Tumbuh Penutup Power Point, 50 menit Hand Out Kembang Anak Optimal Proyektor. Slide Sebagai peserta 10 menit Page 74 of 8 Penguatan Program Parenting dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Tentang Pentingnya Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Di Dusun Sumber Lingkungan Banjarjo. Kanigoro. Blitar. Jawa Timur Devi Candra Nindiya1A. Raras Ayu Prawinda2. Dessy Farantika3. Devia Purwaningrum4 Hasil Kegiatan Kegiatan program penyuluhan dilaksanakan dalam 1 . hari yaitu pada hari Kamis tanggal 22 Desember 2022. Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 2 jam dimulai sejak pukul 00 WIB yang diikuti yang diikuti kader posyandu dan ibu-ibu yang memiliki balita di Posyandu Mawar 2 Dusun Sumber. Lingkungan Banjarjo. Kelurahan Kanigoro. Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Kegiatan ini diikuti oleh 31 peserta Metode dalam kegiatan penyuluhan ini berupa metode dialog interaktif dan ceramah serta pendampingan pengenalan pendidikan seks anak usia dini. Metode ceramah digunakan pada saat penyampaian materi kegiatan dengan menggunakan LCD dan print out power point sebagai media Selain itu, kegiatan ini juga menggunakan metode diskusi dan tanya jawab yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman peserta kegiatan tentang tumbuh kembang anak usia dini. Adapun langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut : Tahap Persiapan, dalam kegiatan ini tim PkM menggali informasi mengenai kondisi tumbuh kembang anak di lingkungan mitra, setelah memahami permasalahan yang dialami, tim menentukan materi yang sesuai dengan kondisi yang dihadapi mitra. Setelah menentukan materi yang akan diberikan, tim berkoordunasi dengan mitra terkait dengan waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan. Tahap Pelaksanaan, pada tahap pelaksanaan kegiatan dilaksanakan selama 1 hari. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama membahas tentang Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Dini serta Hambatan Perkembangan Anak Usia Dini. Sedangkan sesi kedua membahas tentang Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini dan Tips Agar Tumbuh Kembang Anak Optimal. Masing-masing sesi berlangsung selama 50 menit. Selama kegiatan berlangsung, peserta terlihat sangat antusias. Hal ini dapat dilihat dari keterlibatan peserta dalam tanya jawab dan Para orang tua banyak yang bertanya dan berdiskusi terkait dengan hambatan perkembangan yang dialami oleh anaknya. Narasumber/ pemateri senantiasa memberikan arahan dan dukungan dalam menghadapi berbagai kendala, hambatan, dan tantangan yang dialami orang tua dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Tahap Pelaporan, pada tahap ini dapat diketahui hasil evaluasi kegiatan pelaksanaan berjalan sesuai dengan rencana kegiatan yang telah dibuat tanpa ada kendala yang berarti. Kegiatan ini dapat dilakukan dan diikuti dengan tertib oleh peserta. Kegiatan pengabdian ini dirasa memiliki dampak positif bagi peserta, lebih lanjut sasaran dari pengabdian ini dapat diperluas lagi. SIMPULAN Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan dalam bentuk penyuluhan terkait dengan tumbuh kembang anak, diperoleh kesimpulan sebagai berikut : . Materi tumbuh kembang anak, merupakan materi yang menarik bagi orang tua. Masih banyak orang tua yang belum memahami dan menyadari tentang pentingnya pertumbuhan dan perkembangan anak. Masih banyak orang tua yang belum memahami dan menyadari jika ada perkembangan yang terlambat pada anaknya. Orang tua sangat antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan. Orang tua mendapatkan informasi yang jelas tentang pertumbuhan dan perkembangan anak serta cara mengatasi dan mengantisipasinya. REFERENSI