Volume . Issue . Maret / 2025 JURNAL PENDIDIKAN EKONOMI DAN BISNIS https://journal. id/index. php/jpeb Pengaruh Dana Desa Terhadap Tingkat Kemiskinan di Desa Sidomukti Kecamatan Mootilango Kabupaten Gorontalo Ainun Atali1*). Radia Hafid. Ardiansyah. Sudirman. Meyko Panigoro. Universitas Negeri Gorontalo Email : nurainatali197@gmail. ABSTRACT This study aimed to determine the Influence of Village Funds on the Poverty Level in Sidomukti Village. Mootilango Sub-discrict. Gorontalo Regency. This study employed a quantitative approach with a survey research method. The primary data were obtained from distributing questionnaires to the recipient of Village Fund Assistance in Sidomukti Village. Mootilango Sub-district. Gorontalo Regency. The samples were 52 respondents, while the data analysis applied simple linear regression. The results show that,Village Funds influence the Poverty Level in Sidomukti Village. Mootilango Sub-district. Gorontalo Regency. The influence of Village funds on the Poverty Level is 24,9%, while the remaining 75,1% is influenced by variables not examined in this current study. Keywords: Village Funds. Poverty Level. ABSTRAK Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Dana Desa Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Desa Sidomukti Kecamatan Mootilango Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode penelitian Survei. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner pada Masyarakat Penerima Bantuan Dana Desa Di Desa Sidomukti Kecamatan Mootilango Kabupaten Gorontalo. Jumlah Penarikan Sampel dalam penelitian ini sebesar 52 responden. Teknik analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Dana Desa Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Desa Sidomukti Kecamatan Mootilango Kabupaten Gorontalo. Besaran pengaruh Dana Desa terhadap Tingkat Kemiskinan 24,9% sedangkan sisanya sebesar 75,1% dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti. Kata Kunci : Dana Desa. Tingkat Kemiskinan Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 2 No. 1 Maret 2025 30 - 41 PENDAHULUAN Kemiskinan pada hakikatnya merupakan persoalan yang mendasar menjadi pusat perhatian pemerintah di negara manapun adalah masalah tingkat Kemiskinan adalah kondisi ketidakmampuan sosial dan ekonomi seseorang atau sekelompok orang untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan. Kemiskinan juga dapat dipahami sebagai ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar dan perbedaan perlakuan bagi sesorang atau sekelompok orang dalam menjalani kehidupan secara Kemiskinan merupakan masalah multidimensi yang tidak hanya menyangkut masalah pendapatan, tetapi adapun masalah lain seperti, kesehatan, pendidikan, akses barang dan jasa, lokasi, kondisi geografis, gender, dan kondisi lingkungan merupakan dimensi-dimensi kemiskinan yang juga memengaruhi kondisi seseorang atau rumah tangga dalam status kemiskinan. Kemiskinan juga sering dipahami sebagai suatu keadaan kekurangan uang dan barang untuk menjamin kelangsungan hidup, dan merupakan masalah klasik yang dihadapi oleh sebagian besar negara sedang berkembang serta merupakan salah satu indikator ekonomi untuk melihat tingkat kesejahteraan masyarakat disuatu daerah. Menurut para ahli ekonomi (Arsyad Lincolin, 2. kemiskinan di Indonesia adalah bersifat multidimensial. Kemiskinan bersifat multididensial dapat dilihat dari berbagai aspek, antara lain adalah aspek primer dan aspek sekunder. Aspek primer berupa miskin asset, organisasi politik, dan pengetahuan serta keterampilan rendah. Sedangkan aspek sekunder berupa miskin akan jaringan sosial, dan sumber keuangan dan informasi. Disisi lain, kemiskinan juga dikatakan sebagai persoalan yang kompleks karena berkaitan dengan masalah rendahnya tingkat pendidikan, kesehatan serta ketidakberdayaannya untuk berpartisipasi dalam pembangunan serta berbagai masalah yang berkenaan dengan pembangunan manusia. Tinggi rendahnya tingkat kemiskinan disuatu negara tergantung pada dua faktor utama, yaitu tingkat pendapatan nasional rata-rata dan tingkat kesenjangan distribusi pendapatan. Setinggi apapun tingkat perkapita yang dicapai oleh suatu negara, selama distribusi pendapatannya tidak merata, maka tingkat kemiskinan di negara tersebut pasti akan tetap parah. Demikian pula sebaliknya, sementara itu jika distribusi pendapatan disuatu negara, jika rata-rata tingkat pendapatan perkapita rendah, maka kemiskinan juga akan semakin luas (Todaro, michael P. dan smith, 2. Sedangakan Menurut (Wiguna, n. ) kemiskinan merupakan kondisi dimana seseorang tidak dapat menikmati selaga macam pilihan dan kesempatan dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya, seperti tidak dapat memenuhi kesehatan, standar hidup layak, kebebasan, harga diri, dan rasa dihormati orang lain serta suramnya masa depan bangsa dan negara. Menurut Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menjadikan desa sebagai prioritas pembangunan nasional. Tujuan utama dari Undang-undang desa untuk Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 2 No. 1 Maret 2025 30 - 41 meningkatkan kemandirian desa melalui program dan kegiatan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Menurut Kusnadi pada tahun 2006 bahwa gotong royong merupakan sikap positif yang mendukung pembangunan desa dan perlu dipertahankan sebagai bagian dari kebiasaan masyarakat dalam menjaga solidaritas antar masyarakat itu sendiri. Gotong royong saat ini tidak hanya terfokus pada kegiatan masyarakat sehari-hari berupa pembangunan tetapi kini gotong royong difokuskan pada kegiatan ekonomi kerakyatan, pemerintah dalam meningkatkan perekonomian nasional berupaya untuk terus mendorong ekonomi kerakyatan yang ada di masyarakat, hal ini ekonomi gotong royong dinilai sangat kuat Dalam memperbaiki keadaan ekonomi yang saat ini dikuasai segelintir pemodal besar, jika perekonomian nasional hanya dikuasai segelintir orang maka kekuatan ekonomi nasional tidak begitu kuat karena hanya dikuasai oleh segelintir orang, maka ekonomi gotong royong ini harus dikembangkan dari bawah dengan menerapkan konsep ekonomi gotong royong. Kerja sama yang besar dapat membantu yang kecil, yang pemerintah melalui kebijakan gotong royong membantu masyarakat dalam mendorong perekonomian masyarakat dalam bentuk bantuan permodalan. Pemerintah melalui kementerian desa yang disalurkan melalui program dana desa telah membantu masyarakat dalam mengembangkan perekonomian (Sudirman. Canon. Zulfikar Buhang. , & key, 2. Kebijakan Dana Desa ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa dimaksudkan untuk mewujudkan Desa kuat, maju, mandiri, dan demokratis, sehingga untuk itu peran dan potensi desa harus diberdayakan (Jamaluddin. Sumaryana. Rusli, & Buchari, 2. Pemberdayaan masyarakat di desa harus dapat dikelola dan diorganisir dengan baik. Sejalan dengan kehendak pemerintah untuk mengelola sumber daya organisasi dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kepada masyarakat, maka terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan khususnya dalam pengelolaan dana desa. Selain pertanggungjawaban seperti yang dihendaki dalam Permendagri Nomor 113 Tahun 2014, pengelolaan dana desa harus memperhatikan aspek keterbukaan dan pertanggungjawaban yang sesuai, partisipasi masyarakat dan tertib anggaran selalu berdasarkan peraturan yang berlaku (Sudirman S. Matoasi. Cuga. Sarlin, 2. Adapun peneliti terdahulu yang dilakukan oleh (Andriyani, 2. tentang analisis efektifitas dana desa terhadap pengurangan jumlah penduduk miskin di 36 desa Kecamatan Juli Kabupaten Bireun dalam kesimpulannya menyatakan variabel dana desa berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin. Yang mana apabila tingginya dana desa akan dapat menurunkan jumlah penduduk miskin. METODE PENELITIAN Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Dengan menggunakan metode expost facto. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Dana Desa (X) dan Tingkat Kemiskinan (Y). Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 2 No. 1 Maret 2025 30 - 41 Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penerima bantuan dana desa yang ada di Desa Sidomukti Kecamatan Mootilango Kabupaten Gorontalo sebanyak 520 Pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik Simpel Random Sampling. Peneliti menetapkan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 10% yang terdiri 52 orang. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya suatu kuisioner. Adapun kriteria pengujian adalah jika rhitung > rtabel berarti Valid, sebaliknya rhitungrTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 2 No. 1 Maret 2025 30 - 41 Berdasarkan pengujian validitas pernyataan dikatakan valid jika r-hitung lebih besar dari r-tabel. Nilai r-tabel didapatkan dari tabel rho dimana df=n Ae 2 . = 30 Ae 2 = . dan tingkat signifikan 5% maka nilai r-tabel sebesar 0,361. demikian dari 20 . ua pulu. pernyataan yang digunakan untuk mengukur validitas dari variabel Dana Desa ditemukan bahwa semua pernyataan telah memiliki nilai r-hitung lebih besar dari rtabel 0,361. sehingga dikatakan memenuhi uji validitas dan digunakan untuk pengumpulan data penelitian. Tabel 4. 2: Hasil Uji Validitas Variabel Tingkat Kemiskinan (Y) Pernyataan rHitung 0,609 0,768 0,769 0,551 0,892 0,848 0,796 0,822 0,702 0,933 0,449 0,657 0,777 0,449 0,506 0,502 0,667 0,776 0,458 0,412 Sumber: Data Olahan SPSS, 2023 rTabel Keterangan Status 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel rHitung>rTabel Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan pengujian validitas pernyataan dikatakan valid jika r-hitung lebih besar dari r-tabel. Nilai r-tabel didapatkan dari tabel rho dimana df= n Ae 2 . = 30 Ae 2 = . dan tingkat signifikan 5% maka nilai r-tabel sebesar 0,361. Dengan demikian dari 20 . ua pulu. pernyataan yang digunakan untuk mengukur validitas dari variabel Tingkat Kemiskinan ditemukan bahwa semua pernyataan Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 2 No. 1 Maret 2025 30 - 41 telah memiliki nilai r-hitung lebih besar dari rtabel 0,361. sehingga dikatakan memenuhi uji validitas dan digunakan untuk pengumpulan data penelitian. Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Angket No. Variabel Dana Desa (X) Tingkat Kemiskinan (Y) Kriteria 0,961 0,929 Reliabel Reliabel Sumber: Data primer yang diolah, 2023 Berdasarkan tabel, diperoleh bahwa hasil uji reliabilitas dilakukan terhadap item pertanyaan yang dinyatakan valid. Suatu variabel dikatakan reliabel atau handal jika jawaban terhadap pertanyaan selalu konsisten. Jadi hasil koefisien reliabilitas instrument Dana Desa (X) adalah sebesar ralpha = 0,961 dan Tingkat Kemiskinan (Y) adalah sebesar ralpha = 0,929, ternyata memiliki nilai AuAlpha CronbachAy lebih besar dari 0,6, yang berarti kedua instrumen dinyatakan reliabel atau memenuhi persyaratan. HASIL ANALISIS DATA Hasil Uji Normalitas Data Pengujian normalitas ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variable terikat dan variable bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini uji normalitas diuji melalui metode Non Probability Plot dan Kolmogorov Smimmov test agar hasilnya lebih dapat Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 2 No. 1 Maret 2025 30 - 41 Gambar 4. 1: Grafik Hasil Pengujian Normal Probability Plot Berdasarkan gambar tersebut dapat dilihat bahwa data . menyebar disekitar garis diagonal. Berdasarkan ketentuan yang ada bahwa data normal ketika titik-titik tersebut mengikuti garis diagonal, sehingga dengan terpenuhinya criteria tersebut maka dikatakan bahwa model regresi memiliki data yang berdistribusi normal. Selain itu uji normalitas juga dapat diuji dengan menggunakan metode Kolmogorof Smirnov. Kriteria pengambilan keputusannya adalah Jika hasil pengujian memiliki tingkat signifkansi> 0,05 berarti data pada variabel terdistribusi secara normal. Sebaliknya Jika hasil pengujian memiliki tingkat signifkansi< 0,05 berarti data pada variable terdistribusi secara tidak normal. Berikut hasil pengujian normalitas data. Tabel 4. 6 Tabel Hasil Uji Normalitas Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardize d Residual Mean Normal Parametersa,b Std. Deviation Absolute Most Extreme Positive Differences Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Berdasarkan hasil pengujian diatas diperoleh nilai Kolmogorov-Smirnov Z sebesar 0,121 dengan nilai asymp. Sig. -taile. atau probabilitas sebesar 0,057 yang berada diatas 0,05 seperti yang telah disyaratkan. Sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini berdistribusi normal. HASIL ANALISIS REGRESI Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. setelah dilakukan uji asumsi normalitas data dan ternyata terpenuhi, tahap selanjutnya dilakukan pemodelan data dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil analisis dengan bantuan program SPSS ditampilkan pada tabel sebagai berikut : Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 2 No. 1 Maret 2025 30 - 41 Tabel 4. 7 : Hasil Uji Analisis Regresi Coefficientsa Model Unstandardized Standardi T Sig. Coefficients Coefficien Std. Beta Error (Const - . Dana Desa Dependent Variable: Tingkat Kemiskinan Berdasarkan hasil analisis diatas, model regresi linear sederhana adalah sebagai berikut. = 86,071 - 0,318X Berdasarkan diinterpretasikan hal-hal sebagai berikut: Nilai konstanta sebesar 86,071 menunjukan jika tidak terdapat pengaruh dari Dana Desa maka rata-rata nilai dari variabel Tingkat Kemiskinan adalah sebesar 86,071 satuan. Nilai Koefisien Regresi Variabel X (Dana Des. sebesar -0,318 menunjukan setiap perubahan variabel Dana Desa sebesar 1 satuan akan mempengaruhi Tingkat Kemiskinan sebesar -0,318 satuan. UJI T (Parsia. Setelah pengujian analisis regresi dilakukan selanjutnya akan dilaksanakan pengujian pengaruh secara parsial dari variabel bebas (Dana Des. terhadap variabel terikat yakni Tingkat Kemiskinan. Hasil pengujian dengan menggunakan SPSS 22 adalah sebagai berikut : Tabel 4. 8 : Hasil Uji Parsial (Uji T) Coefficientsa Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 2 No. 1 Maret 2025 30 - 41 Model Unstandardized Coefficients (Const Std. Error Standardi Coefficien Beta Sig. - . Dana Desa Dependent Variable: Tingkat Kemiskinan Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat nilai t-tabel yang diperoleh untuk mendapatkan kesimpulan apakah menerima atau menolak Ho, terlebih dahulu harus menentukan t-tabel yang akan digunakan. Nilai t-tabel ini tergantung pada besarnya df . egree of freedo. serta tingkat signifikan yang digunakan sebesar 5% dan nilai df sebesar n Ae k Ae 1 = 52 Ae 1 Ae 1 = 50 diperoleh nilai t-tabel sebesar 2,00856 . ihat lampira. Hasil analisis dengan menggunakan bantuan program SPSS 22 diperoleh hasil yaitu nilai t-hitung -4,073 > t-tabel 2,00856 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima yaitu variabel Dana Desa (X) berpengaruh negative dan signifikan terhadap Tingkat Kemiskinan (Y) di Desa Sidomukti Kecamatan Mootilango Kabupaten Gorontalo. PENGUJIAN DETERMINASI Nilai koefisien determinasi merupakan suatu nilai yang besarnya berkisar antara 0%-100%. Untuk mengetahui besarnya koefisien determinasi (R. dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. 9 : Koefisien Determinasi Mode Model Summaryb Adjusted R Square Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Dana Desa Dependent Variable: Tingkat Kemiskinan Berdasarkan hasil analisis koefisien determinasi pada tabel diatas menunjukkan besarnya koefisien determinasi yang disesuaikan atau angka R Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 2 No. 1 Maret 2025 30 - 41 Square adalah sebesar 0,249. Atau sebesar 24,9%. Nilai ini menunjukan bahwa sebesar 24,9% variabilitas tingkat kemiskinan (Y) dapat dijelaskan oleh variabel dana desa (X), sedangkan sisanya sebesar 75,1% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. PEMBAHASAN Kemiskinan dapat didefinisikan sebagai suatu standar tingkat hidup yang rendah, yaitu adanya suatu tingkat kekurangan materi pada sejumlah atau segolongan orang dibandingkan dengan standar kehidupan yang umum berlaku dalam masyarakat yang bersangkutan. Standar kehidupan yang rendah ini secara langsung tampak pengaruhnya terhadap tingkat keadaan kesehatan, kehidupan moral, dan rasa harga diri dari mereka yang tergolong sebagai orang miskin (Suliswanto, 2. Kemiskinan merupakan suatu kondisi dimana taraf hidup keluarga masih Artinya, kondisi keluarga belum mampu untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka mulai dari kebutuhan primer maupun sekunder. Kemiskinan juga mencakup tingkat pendapatan yang rendah masyarakat untuk mencukupi kebutuhan pokok seperti sandang, pangan dan papan, serta rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurut (Bawono. Icunk Rangga, 2. dana desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota. Itulah dana yang akan dibelanjakan untuk pembiayaan penyelenggaraan pemerintah, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat. Dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang merupakan sumber dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah. Besaran alokasi anggaran yang diperuntukannya langsung ke desa ditentukan 10% dari luar dana transfer daerah secara bertahap. Dana desa dihitung berdasarkan jumlah penduduk, angka kemiskinan, luas wilayah, dan tingkat kesulitan geografis. Dana Desa ini sendiri tentunya merupakan anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk bagaimana dapat mengatasi angka kemiskinan yang ada dalam satu desa. Artinya dalam setiap pembagian anggaran dan desa itu sudah meliputi anggaran tersendiri dalam mengatasi kemiskinan. Penjelasan tentang adanya pengaruh Dana Desa terhadap Tingkat Kemiskinan di atas sejalan dengan hasil penelitian yang di dapatkan oleh peneliti, hasil analisis koefisien determinasi pada tabel 4. 9 menunjukkan besarnya koefisien determinasi yang disesuaikan atau angka R Square adalah sebesar 0,249. sebesar 24,9% Nilai ini menunjukan bahwa sebesar 24,9% variabilitas tingkat kemiskinan dapat dijelaskan oleh variabel dana desa sedangkan sisanya sebesar 75,1% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian pada subbab sebelumnya ditemukan bahwa Dana Desa berpengaruh negatif signifikan terhadap Tingkat Kemiskinan di Desa Sidomukti Kecamatan Mootilango Kabupaten Gorontalo. Artinya dana desa memiliki dampak menurunkan jumlah penduduk miskin saat dana desa Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis. Volume 2 No. 1 Maret 2025 30 - 41 Hasil penelitian ini di dukung oleh penelitian Sunu & Utama, 2019 dengan judul AuPengaruh Dana Desa Terhadap Tingkat Kemiskinan Dan Kesejahteraan Masyarakat Di Kabupaten/Kota Provinsi BaliAy Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Dana desa berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat Artinya bahwa semakin tinggi dana desa maka semakin turun tingkat Penelitian lain yang mendukung penelitian saya adalah penelitian yang dilakukan oleh Ristanto Abdullah, 2022 dengan judul AuPengaruh Dana Desa Terhadap Tingkat Kemiskinan Di GorontaloAy Hasil penelitian menemukan bahwa Dana Desa berpengaruh signifikan dengan arah hubungan negatif terhadap Tingkat Kemiskinan di Gorontalo. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Dana Desa (X) berpengaruh negatif signifikan terhadap Tingkat Kemiskinan (Y) di Desa Sidomukti. Artinya dana desa memiliki dampak menurunkan jumlah penduduk miskin saat dana desa meningkat. Adapun Hasil ini dapat menjelaskan bahwa dengan diterapkannya Dana Desa oleh Pemerintah Desa maka dapat mengatasi Tingkat Kemiskinan Kecamatan Mootilango Kabupaten Gorontalo. DAFTAR PUSTAKA