Journal of SERVITE Volume 6 No. Desember 2024, p 111 - 121 ISSN: 2714-5220 . ISSN: 2716-2133 . DOI : https://doi. org/10. 37535/102006220244 https://journal. edu/index. php/servite/ Pengelolaan Green Financing dalam Usaha Ekonomi Kreatif untuk Mendukung Pengembangan Agrowisata di Desa Pringombo Kabupaten Magelang Kenyo Kharisma Kurniasari1. Wildan Yudhanto2. Atika3. Rayhan Alfiano Sukaca Putra4. Fransiska Kurnia5 1,2,3,4,5 Universitas Tidar. Magelang. Indonesia ABSTRAK Kabupaten Magelang merupakan kabupaten yang ditunjuk oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai salah satu destinasi Superprioritas. Kabupaten ini memiliki potensi untuk meningkatkan ekonomi daerah karena banyak wisata dan hal ini perlu dimanfaatkan. Kolaborasi dan integrasi yang apik antara sektor pertanian dengan pariwisata dan ekonomi kreatif akan menjadikan souvenir yang unik untuk wisatawan. Desa Pringombo merupakan desa yang mendukung pemenuhan hal tersebut. Sangat disayangkan, potensi Desa Pringombo sebagai produsen kopi robusta memiliki permasalahan dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran. Tim pengabdian berusaha untuk membantu para petani kopi agar mereka memahami cara memasarkan produk dan pengelolaan keuangan. Melalui tahap observasi, pelatihan dan pendampingan, kemudian mentoring dan evaluasi, tim pengabdian memberikan gambaran ilmu mengenai budidaya kopi, pengelolaan sumber daya manusia untuk mendukung pemasaran dan pengelolaan keuangan, kemudian memberikan bekal mengenai penerapan green financing agar para petani menghasilkan keuangan yang sehat. Kata kunci: pariwisata berkelanjutan, ekonomi kreatif, keuangan hijau, kopi ABSTRACT Magelang Regency is a regency designated by the Ministry of Tourism and Creative Economy as one of the Superpriority destinations. This district has the potential to improve the regional economy because there are many tours and this needs to be utilized. Collaboration and integration between the agricultural sector with tourism and creative economy will make unique souvenirs for tourists, and Pringombo Village is a village that supports the fulfillment of this. Unfortunately, the potential of Pringombo Village as a robusta coffee producer has problems in financial management and marketing. The community service team sought to help coffee farmers understand how to market their products and manage their finances. Through the stages of observation, training and mentoring, then mentoring and evaluation, the service team provides an overview of knowledge about coffee cultivation, human resource management to support marketing and financial management, then provides provisions for the application of green financing so that farmers produce healthy finances. Keywords: sustainable touris, creative economy, green financing, coffee PENDAHULUAN Kabupaten Magelang merupakan wilayah dengan potensi wisata yang tinggi, baik wisata alam maupun budaya. Kabupaten Magelang memiliki Candi Borobudur yang merupakan warisan budaya tak benda dengan segala aneka budaya tradisionalnya. Kabupaten Magelang terletak di Corresponding Author: Kenyo Kharisma Kurniasari. Universitas Tidar. Jl. Kapten Suparman No. Potrobangsan. Kec. Magelang Utara. Kota Magelang. Jawa Tengah 56116. Email: kenyo. k@untidar. Article History Submitted November 2024. Accepted Desember 2024. Published Januari 2025 Pengelolaan Green Financing dalam Usaha Ekonomi Kreatif untuk Mendukung Pengembangan Agrowisata di Desa Pringombo Kabupaten Magelang dataran tinggi yang dikelilingi sejumlah gunung yaitu Merapi. Merbabu. Andong. Telomoyo. Sumbing, dan Pegunungan Menoreh. Selain itu. Kabupaten Magelang memiliki Sungai Progo dan Sungai Elo dengan beberapa cabang anak sungai yang bermata air di lereng gununggunung tersebut. Kelebihan alam ini menjadikan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) yang per tahun 2024 menjadi Kementerian Pariwisata RI, menunjuk Magelang sebagai salah satu destinasi Superprioritas (Ashri, 2. Penunjukan ini bertujuan agar destinasi wisata di Indonesia semakin beragam sehingga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Kekhasan Kabupaten Magelang mengundang banyak wisatawan lokal maupun mancanegara untuk melakukan kunjungan. Tidak hanya untuk menikmati keindahan Candi Borobudur sebagai daya tarik wisata utama, namun wisatawan juga diharapkan dapat menikmati aktivitas wisata lain di daerah sekitar, sehingga adanya desa wisata dapat memberikan dampak dan manfaat nyata bagi masyarakat secara merata (Majalah Hortus Archipelago, 2. Kabupaten Magelang pada hakikatnya memiliki potensi peningkatan ekonomi daerah dalam sektor pertanian (Dayan & Sari, 2. Namun, tingginya dukungan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata membuka peluang kolaborasi antara sektor pariwisata dan pertanian, sehingga dampak positif bagi masyarakat sekitar menjadi lebih besar (Kementerian Pertanian, 2. Pada dasarnya, sektor pertanian memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata menarik, baik berupa pengembangan agrowisata (Kementerian Pertanian, 2. maupun pemanfaatan komoditas sebagai pemasok usaha sektor ekonomi kreatif (Cahyaningsih et al. , 2. Salah satu bentuk pengembangan ekonomi kreatif tersebut adalah usaha souvenir. Souvenir merupakan salah satu unsur penting kegiatan pariwisata sebagaimana dalam sapta pesona pariwisata, terdapat unsur AukenanganAy yang dapat dipenuhi melalui pembelian souvenir (Chandranegara et al. , 2. Souvenir sejatinya memiliki efek ganda. Pada satu sisi, mayoritas wisatawan membeli barang khas daerah sebagai pengingat memori dan hadiah untuk diberikan kepada orang lain saat kembali ke daerah asal. Disisi lain, bagi pihak lain yang memperoleh souvenir tersebut dapat terdorong untuk juga mengunjungi yang sama (Hume, 2. Pada kenyataannya lebih dari 30% penduduk Kabupaten Magelang masih menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Adanya kolaborasi dan integrasi antara sektor pertanian dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat meningkatkan nilai jual . alue-adde. dari kegiatan pertanian. Potensi ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang secara nyata dapat meningkatkan pendapatan para petani. Pada akhirnya, peningkatan pendapatan masyarakat dapat mengurangi tingkat kemiskinan di Kabupaten Magelang. Salah satu wilayah yang memiliki potensi tinggi untuk kolaborasi dan integrasi sektor pertanian dengan pariwisata dan ekonomi kreatif adalah Desa Pringombo. Kolaborasi ini dapat diwujudkan dalam bentuk pengembangan agrowisata dengan ekonomi kreatif berupa pembuatan souvenir khas daerah Kabupaten Magelang. Desa Pringombo merupakan salah satu desa yang menjadi mitra kegiatan tridharma Universitas Tidar . ebagai Homebase Ketua Penelit. termasuk KKN Mahasiswa Fakultas Ekonomi. Journal of SERVITE | Volume 6 No. Desember 2024 | p. Pengelolaan Green Financing dalam Usaha Ekonomi Kreatif untuk Mendukung Pengembangan Agrowisata di Desa Pringombo Kabupaten Magelang Gambar 1. Wilayah Desa Pringombo. Kabupaten Magelang yang memiliki potensi ekonomi kreatif dari agrowisata Sumber: Google Maps . Badan Pusat Statistik Kabupaten Magelang . mengemukakan bahwa lahan perkebunan Desa Pringombo di dominasi oleh tanaman kopi berjenis robusta. Kopi robusta . offea canefor. merupakan salah satu jenis kopi yang mayoritas dibudidayakan di Indonesia dengan karakteristik kopi yang lebih pahit, asam, dan kandungan kafein yang tinggi (Budi et , 2. Tercatat hingga tahun 2023 telah banyak masyarakat Desa Pringombo yang menggeluti usaha kopi melalui pembentukan AuKomunitas Petani KopiAy. Secara nasional, pada sepuluh tahun terakhir . eriode 2013-2. , produksi kopi Indonesia didominasi oleh kopi robusta dengan capaian 73% . ,33 ribu to. , sementara sisanya yakni 27% . ,98 ribu to. berupa kopi jenis arabika (Suhartanto, 2. Disisi lain, ekspor kopi Indonesia tahun 2022 780 ton, meningkat 35,71% dari tahun sebelumnya (Susyanti & Latianingsih. Selain itu, ditandatanganinya International Coffee Agreement 2022 (ICA 2. pada Maret 2023 akan memberikan dampak penting pada peningkatan ekspor kopi nasional serta kesejahteraan petani kopi di Indonesia (Kementerian Perdagangan, 2023. Suhartanto, 2. Kondisi tersebut semakin membuka peluang bagi para petani kopi di Indonesia untuk memaksimalkan produksi kopi nasional, termasuk di Desa Pringombo. Adanya potensi transformasi ekonomi serta tingginya solidaritas dan sinergisitas yang terbangun, maka diperlukan adanya optimalisasi dalam rangka membangun perekonomian yang berkelanjutan dan inklusif di Desa Pringombo. Journal of SERVITE | Volume 6 No. Desember 2024 | p. Pengelolaan Green Financing dalam Usaha Ekonomi Kreatif untuk Mendukung Pengembangan Agrowisata di Desa Pringombo Kabupaten Magelang Gambar 2. Kegiatan FGD dan survey potensi desa Di Desa Pringombo terdapat kelompok tani masyarakat yang Bernama LMDH Payung Ridho Illahi di mana lembaga ini menaungi masyarakat yang bermatapencaharian tani dan mendapatkan penghasilan dari hasil bumi. Tim telah melakukan observasi dan focus group discussion (FGD) kepada para pelaku UMKM dan petani kopi di Desa Pringombo yang berada di bawah keanggotaan lembaga masyarakat tersebut. Hasil observasi dan FGD menunjukkan bahwa aspek pemasaran dan manajemen keuangan masih menjadi permasalahan bagi usaha yang dijalani. Hingga saat ini, pemasaran yang dilakukan pelaku UMKM dan petani kopi hanya terfokus pada Kota dan Kabupaten Magelang. Hal ini menjadi salah satu penghambat keberlanjutan dan pengembangan usaha. Di sisi lain, lemahnya pengelolaan manajemen keuangan yang tidak terstruktur turut menjadi permasalahan lain yang dirasakan oleh pelaku UMKM dan petani kopi. Sebagaimana pernyataan Ahmad Fauzi, sebagai ketua LMDH menyatakan bahwa masyarakat telah mengetahui cara untuk memproduksi komoditas kopi dan melihat peluang untuk upselling komoditas tersebut untuk mendapatkan nilai jual lebih. Namun, masih banyak kendala yang dihadapi, salah satunya yang paling krusial adalah masalah permodalan. Tim pengabdian menilai, awal mula masalah kesulitan modal adalah dari sistem pembukuan yang masih kurang baik, sehingga masih sulit untuk lembaga masyarakat tersebut memiliki saving account dan juga kepercayaan bagi pemberi kredit untuk memberikan modal awal usaha Sejatinya, penggunaan pembukuan keuangan hijau . reen financin. sebagai modal awal pengembangan sektor ekonomi kreatif . dapat mendukung pengembangan menjadi destinasi agrowisata (Indreswari et al. , 2. di Desa Pringombo Kabupaten Magelang menunjukkan sinergi antara sektor keuangan dan pariwisata berkelanjutan. Hal ini dapat membuka peluang kemitraan yang lebih luas antara sektor-sektor ini dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Keuangan hijau berfokus pada sistem manajemen dan pembukuan keuangan yang mendukung penerapan program-program yang menerapkan keberlanjutan, terutama pada lingkungan (Berrou et al. , 2019. Tentiyo, 2. Kemudian, masalah yang dihadapi selanjutnya adalah dari Sumber Daya Manusia. Dari wawancara yang dilakukan, kemampuan untuk memproduksi komoditas, masih jauh lebih tinggi daripada kemampuan untuk manajemen dan pemasaran. Padahal, penting bagi masyarakat untuk mengetahui tidak hanya cara mendapatkan modal, membuat, dan manajemen lembaga, tapi kemampuan pemasaran yang baik agar mendapatkan hasil penjualan yang maksimal. Berdasarkan peluang dan potensi di atas, kehadiran green financing dapat menjadi salah Journal of SERVITE | Volume 6 No. Desember 2024 | p. Pengelolaan Green Financing dalam Usaha Ekonomi Kreatif untuk Mendukung Pengembangan Agrowisata di Desa Pringombo Kabupaten Magelang satu media penyelesaian permasalahan yang ada. Green financing menjadi inovasi yang mengintegrasikan keuangan dan lingkungan guna mendukung pariwisata berkelanjutan di Desa Pringombo. Kegiatan ini diintegrasikan melalui pelatihan pembukuan keuangan yang dikombinasikan dengan pemberdayaan UMKM perkebunan kopi. Kegiatan ini dirancang berkelanjutan dan inklusif untuk turut mendukung upaya pemerintah dalam membangun Desa Wisata di Indonesia. Solusi dan target luaran dari permasalahan yang dihadapi parapetani kopi di Desa Pringombo Kabupaten Magelang tersebut diuraikan dalam tabel di bawah ini. Tabel 1. Solusi dan Target Luaran PKM Desa Pringombo Jenis Solusi Target Luaran Permasalahan Tantangan dalam Pelatihan dan Peningkatan kapasitas sumber daya usaha pendampingan pada manusia dalam pengetahuan tentang dari komoditas kopi kelompok petani kopi keuangan karena kekurangan dalam pembuatan pembukuan keuangan yang baik. dan pembukuan keuangan Analisa peningkatan SDM dalam dalam secara umum, dan secara pengelolaan keuangan akan dibuat pembukuan poster ber HKI dan dipresentasikan keuangan hijau untuk pada seminar / prosiding. Disusul mendukung inisiasi desa dengan Publikasi jurnal SINTA. wisata berbasis argowisata pariwisata berkelanjutan. Peningkatan Memberikan Tumbuhnya motivasi para kapasitas SDM dalam dan pendampingan kepada perempuan atau ibu rumah pemahaman kepada masyarakat Desa tangga untuk mengolah kopi hijau Pringombo, sebagai pondasi dari kelompok memiliki branding yang untuk meningkatkan nilai kuat, dan aneka olahan lain ekonomi tambah . alue-adde. yang memiliki nilai jual sebagai kopi, embrio desa wisata pengemasan yang baik. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan para produk, pengembangan perempuan atau ibu rumah produk berbahan dasar tangga untuk mengolah kopi, dan perluasan mitra komoditas kopi menjadi produk dengan branding yang kuat dan membuatnya menjadi olahan lain yang memiliki nilai tambah. Kegiatan pemasaran dan pengolahan kopi menjadi produk dengan nilai tambah bersifat kontinyu. Pada tahap ini, prototip produk branding yang baik sebagai oleh-oleh khas Magelang Pendaftaran sertifikat CHSE untuk Journal of SERVITE | Volume 6 No. Desember 2024 | p. Pengelolaan Green Financing dalam Usaha Ekonomi Kreatif untuk Mendukung Pengembangan Agrowisata di Desa Pringombo Kabupaten Magelang Kurangnya kesadaran segi ekonomi dan lingkungan, sehingga mengancam potensi pengembangan Desa Pringombo sebagai desa wisata berbasis Pendampingan pariwisata berkelanjutan. produk ekraf. Pembentukan kelembagaan desa wisata. Edukasi pembentukan desa wisata berbasis agrowisata. Penyusunan inisiatifinisiatif berkelanjutan pada destinasi wisata yang sudah pembukuan hijau. Pada tahap ini, blue print desa agrowisata kopi dengan keunggulan produk olahan kopi . i poin sebelumny. dibuat, dengan menerapkan pembukuan hijau dan Video pemberadayaan masyarakat Desa Pringombo dalam memajukan usaha ekonomi kreatif untuk mendukung pengembangan agrowisata dibuat. Pada program pengabdian ini, mahasiswa yang terlibat dalam program yang terdiri dari mahasiswa program studi pariwisata dan program studi manajemen dengan konsentrasi keuangan, akan dapat terlibat secara langsung dengan masyarakat dalam usaha memajukan pariwisata dalam hal pelatihan keuangan. Dari program studi pariwisata, mata kuliah Desa Wisata juga dapat terpenuhi. Hal ini dikarenakan Desa Pringombo yang saat ini tengah merintis menjadi desa wisata di Kabupaten Magelang, akan mendapatkan pendampingan dari segi kelembagaan dan penguatan kapasitas sumber daya manusia yang mayoritas adalah petani, menjadi paham dan memiliki keterampilan dalam mengelola wisata. Bagi Universitas Tidar, kegiatan ini dapat bermanfaat yaitu bagi mahasiswa untuk mendapat pengalaman di luar Serta bagi dosen & masyarakat, yaitu hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat atau mendapat rekognisi internasional, di mana luaran ilmiah dosen diterapkan pada masyarakat Desa Pringombo untuk meingkatkan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat. METODOLOGI PELAKSANAAN Wujud implementasi kegiatan ini dilakukan dengan pemberdayaan pelaku UMKM dan petani kopi, sehingga agenda program tersebut dapat diimplementasikan melalui metode sebagai berikut: Tahap awal dalam kegiatan ini dilakukan dengan observasi atau pengamatan serta pengumpulan informasi melalui survei secara langsung. Observasi merupakan pengamatan yang didasarkan pada latar belakang permasalahan yang ada (Sari, 2. Lokasi observasi terletak di Desa Pringombo. Kecamatan Tempuran. Kabupaten Magelang. Desa Pringombo menjadi salah satu desa yang luas lahannya ditanami tanaman kopi dengan mayoritas pencaharian utama masyarakat adalah petani. Keberadaan tanaman kopi yang melimpah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk diolah menjadi produk kopi. Selain melakukan observasi Journal of SERVITE | Volume 6 No. Desember 2024 | p. Pengelolaan Green Financing dalam Usaha Ekonomi Kreatif untuk Mendukung Pengembangan Agrowisata di Desa Pringombo Kabupaten Magelang dan survei, pada tahap ini juga dilakukan focus group discussion (FGD) sebagai sarana pertukaran informasi dalam penentuan arah gerak kegiatan yang akan dilakukan. Hasil FGD ini akan membentuk arah kegiatan yang sejalan dengan konsep green financing di Desa Pringombo dalam melakukan pemberdayaan para pelaku UMKM dan petani kopi. Berdasarkan hasil observasi dan FGD yang dilakukan tim, kegiatan pengabdian akan difokuskan kepada kegiatan manajemen keuangan yang diintegrasikan pada kegiatan pelatihan pencatatan keuangan bagi para pelaku UMKM dan petani kopi. Selain itu, dalam upaya peningkatan dan perluasan produk, tim akan membantu dan mendampingi proses pemasaran dengan tujuan untuk meningkatkan penjualan yang optimal dengan nilai tambah yang tinggi. Selain itu, masyarakat juga bermaksud untuk meningkatkan potensi desa dari hanya sekedar pertanian menjadi merambah pada sektor pariwisata. Hal ini dilakukan dengan menginisiasi desa wisata berbasis agrowisata. Tahap pelaksanaan diawali dengan sosialisasi pengenalan pencatatan keuangan dasar pada lokasi Desa Pringombo, mulai dari urgensi pentingnya pencatatan keuangan, pencatatan akuntansi secara manual mulai dari proses transaksi sampai dengan proses terbentuknya laporan keuangan dengan konsep green financing serta pemasaran yang baik. Tahapan ini dilakukan dengan turut didampingi oleh mahasiswa, dosen, dan tim Selanjutnya adalah pelatihan dan pendampingan yang dilakukan dengan memaksimalkan pencatatan keuangan dasar melalui 3 tahap, yaitu pentingnya pencatatan akuntansi, pelatihan pencatatan akuntansi secara lengkap dengan konsep green financing, pelatihan pemasaran produk yang baik dengan sasaran pelaku UMKM dan petani kopi, dan yang terakhir persiapan pendampingan menuju desa wisata berbasis agrowisata. Tahap pertama, pelatihan ini dilakukan sebagai wujud edukasi masyarakat yang dilakukan oleh dosen Universitas Tidar dengan membahas urgensi akan pentingnya pencatatan akuntansi dasar bagi masyarakat dan eksistensinya di masa perkembangan teknologi. Tahap kedua, pelatihan ini dilakukan untuk melatih pencatatan akuntansi dasar secara manual kepada masyarakat mulai dari pencatatan transaksi, pembukuan, sampai dengan menjadi laporan keuangan. Masyarakat juga diperkenalkan dengan pos-pos keuangan yang perlu untuk dibuat dalam perencanaan pembuatan agrowisata dan inisiatif-inisiatif dalam menjaga keberlanjutan kegiatan wisata tersebut, seperti pemeliharaan terhadap lingkungan dan pengolahan limbah. Pada tahap ini pelatihan dilakukan oleh tim narasumber yang diketuai oleh dosen dengan konsentrasi akuntansi dan manajemen keuangan. Tahap ketiga, pelatihan ini dilakukan oleh tim narasumber dosen pariwisata dengan konsentrasi pemasaran ekonomi kreatif, yang membahas bagaimana cara pemasaran yang baik yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kopi yang diproduksi di Desa Pringombo. Kemudian, pelatihan dilanjutkan dengan pendampingan masyarakat untuk inisiasi rintisan desa wisata berbasis agrowisata yang berdaya saing tinggi namun juga telah memiliki penerapan konsep-konsep pariwisata berkelanjutan yang matang karena telah dirancang sejak dari penganggaran pembukuan (Lindenberg, 2. Tahap Monitoring dan Evaluasi, pada tahap ini akan dilakukan monitoring dan evaluasi manajemen keuangan serta implementasinya pada para pelaku UMKM dan petani kopi di Desa Pringombo. Monitoring dilakukan pada masyarakat sasaran dengan didamping oleh perangkat desa. Forum evaluasi akan menilai progresitas pencatatan keuangan dan tingkat penjualan yang dinilai melalui Journal of SERVITE | Volume 6 No. Desember 2024 | p. Pengelolaan Green Financing dalam Usaha Ekonomi Kreatif untuk Mendukung Pengembangan Agrowisata di Desa Pringombo Kabupaten Magelang pemasaran, serta pengaruhnya terhadap masyarakat. Kegiatan ini akan terus di monitoring untuk memastikan kegiatan berjalan dengan baik secara inklusif. Pada tahap ini, masingmasing pogram telah memiliki identifikasi indikator-indikator kinerja yang jelas dan terukur, relevan, dan sesuai dengan batas waktu yang ditentukan. Tim juga akan terus melakukan pemantauan dan pendampingan secara berkala yang luaran evaluasinya dapat menjadi penelitian untuk mengukur implikasi dari pelatihan green financing pada sektor ekonomi kreatif dan inisasi desa wisata berbasis agro. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pertama dilakukan sesi diskusi dan pemaparan materi selama dua jam lebih yang dilaksanakan pada tanggal, 27 September 2024, dimana kegiatan tersebut meliputi, pemaparan materi/diskusi tanya jawab mengenai budidaya kopi terkhusus jenis kopi robusta, menjelaskan tentang macam-macam batang pohon yang harus dijaga atau dipangkas, diskusi mengenai pemilihan tunas yang baik, menjelaskan mengenai warna kopi yang baik untuk dikonsumsi, dan diakhiri dengan penyerahan sertifikat serta foto bersama dalam ruangan. Gambar 3. Dokumentasi kegiatan sesi diskusi dan pemaparan materi budidaya kopi Kegiatan kedua adalah dilaksanakannya kegiatan pelatihan peningkatan kualitas kopi yang dilaksanakan di Balai pertemuan Desa Pringombo. Kecamatan Tempuran. Kabupaten Magelang pada 4 Oktober 2024. Dimana kegiatan tersebut diawali dengan pemaparan mengenai prospek kopi di masa depan yang menjanjikan karena nilainya semakin lama semakin meningkat. Harga kopi yang awalnya 27. 000 / kg menjadi 50. 000 lebih dalam waktu Kemudian dijelaskan terkait bagaimana mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk budidaya pohon kopi hingga pasca panen, peraturan mengenai larangan menebang pohon dalam laham milik PERHUTANI, penyetekkan yang baik untuk pohon kopi, dan memahami jenis jenis dan bentuk kopi . iberica, robusta, arabic. , serta dijelaskan bagaimana metode pengolahan kopi . asah dan kerin. Journal of SERVITE | Volume 6 No. Desember 2024 | p. Pengelolaan Green Financing dalam Usaha Ekonomi Kreatif untuk Mendukung Pengembangan Agrowisata di Desa Pringombo Kabupaten Magelang Gambar 4. Kegiatan pelatihan peningkatan kualitas kopi Kegiatan ketiga yaitu kegiatan yang cukup substansial yaitu sesi AuGreen FinancingAy yang dilaksanakan pada 11 Oktober 2024 di Balai Desa Pringombo dengan dilakukannya pemaparan materi yang cukup komprehensif sebagai bekal pemahaman dan pengamalan yang dapat diaktualisasikan dalam prakteknya. Dimana dipaparkan untuk mengenali macam macam marketing bank, dikenalkan terkait produk-produk bank, serta besaran bunganya setiap tahun, dan dijelaskan juga bagaimana urgensi mengetahui pengelolaan keuangan yang sehat dan perencanaan yang baik untuk usaha perkopian. Kemudian seperti apa peranan sektor terkait untuk pengembangan ekonomi kreatif (Lembaga Keuangan. Pemerinta. Dimana hal ini diharapkan dapat memperkuat proses pengelolaan usaha ekonomi yang lebih terstruktur. Gambar 5. Kegiatan sesi green financing Kegiatan terakhir pada pemberdayaan ini yaitu dilakukannya sesi branding dan marketing yang dilaksanakan pada 18 Oktober 2024 di Balai Desa Pringombo. Kecamatan Tempuran. Kabupaten Magelang. Dimana kegiatan tersebut mencakup pengenalan platform marketing (Whatsapp Bisni. serta menjelaskan alur penggunaannya dan teknisnya. Kemudian penjelasan mengenai marketplace secara umum dengan memberikan contoh secara empiris marketplace yang ada seperti TokoPedia. Shopee serta memberikan gambaran umum bagaimana alur penggunaannya. Disisi lain dalam hal ini juga dibekali dengan pemahaman strategi marketing yang baik terhadap produk kopi dengan memberikan website kopi pringombo sebagai website acuan. Lebih lanjut kegiatan ini ditutup dengan penjelasan mengenai teknik pengambilan gambar produk agar lebih menarik bagi konsumen. Journal of SERVITE | Volume 6 No. Desember 2024 | p. Pengelolaan Green Financing dalam Usaha Ekonomi Kreatif untuk Mendukung Pengembangan Agrowisata di Desa Pringombo Kabupaten Magelang Gambar 6. Dokumentasi kegiatan branding dan marketing SIMPULAN Pengelolaan green financing di Desa Pringombo. Kecamatan Tempuran. Kabupaten Magelang menghasilkan banyak sekali manfaat bagi para pelaku UMKM khususnya petani kopi. Adanya pemberdayaan atau pengabdian ini membuat petani kopi mengetahui banyak sekali ilmu mengenai budidaya kopi terkhusus jenis kopi robusta. Kegiatan ini juga diharapkan akan menyadarkan para petani kopi akan prospek kopi di masa depan yang menjanjikan karena nilainya semakin lama semakin meningkat, namun peningkatan ini juga perlu diimbangi dengan pengelolaan sumber daya yang maksimal untuk keperluan pemasaran dan branding dari produk. Pengabdian ini juga memberikan bekal mengenai implikasi dari penerapan green financing agar petani kopi sejahtera dan menghasilkan keuangan yang sehat. PENGAKUAN/UCAPAN TERIMA KASIH Penelitian ini didukung oleh dana DRTPM BIMA 2024 Kemdikbudristek. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang. Bapak Hari Susanto pemilik Kopi Ngrancah, dan Pemerintah Desa Pringombo Kabupaten Magelang. Kami mengucapkan terima kasih atas kerjasama, dukungan finansial, dan fasilitas yang telah diberikan. DAFTAR PUSTAKA