GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA Pengaruh Dukungan Sosial Online terhadap Prison Adjustment pada Warga Binaan Perempuan Rifka Fatma Rangkuti1*. Hasnida Hasnida2. Juliana I Saragih3 . Universitas Sumatera Utara. Indonesia. Universitas Sumatera Utara. Indonesia. Universitas Sumatera Utara. Indonesia. Abstract Prison adjustment can be defined as a multi-dimensional construct which can be understood as the process of changing an individual's behavior or experience so that it suits the prison environment. One of the factors that influences prison adjustment is online social support. Support from friends while in prison can reduce negative feelings, such as feeling seen as bad or hostile to all friends, and ultimately will increase positive attitudes while in prison or after leaving prison. The aim of this research is to see the influence of online social support on the prison adjustment of female inmates in the Class IIA Medan Prison. This research method uses a quantitative approach with multiple regression The subjects in this research were 205 inmates taken using random sampling Measurements in this study used a modified scale of the Online Social Support Scale . rxx = . and a modified scale of the Prison Adjustment Questionnaire . rxx = . The results of this study show that there is a positive and significant influence of online social support on prison adjustment (. p < . Keywords: Online Social Support. Prison Adjustment. Female Inmates Article Info Artikel History: Submitted: 2022-06-15 | Published: 2022-12-30 DOI: http://dx. org/10. 24127/gdn. Vol 12. No 2 . Page: 263 - 269 (*) Corresponding Author: Rifka Fatma Rangkuti. Universitas Sumatera Utara. Indonesia. Email: rifkafatma@gmail. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4. 0 International License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium provided the original work is properly cited. INTRODUCTION Perpindahan kehidupan bebas menuju kehidupan di Lembaga Permasyarakatan . termasuk hal yang rumit. Warga binaan dituntut agar dapat menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan, individu lain, dan aturan-aturan yang berlaku di dalam lapas. Hal ini dibenarkan oleh penelitian Haney . yang melihat dampak penahanan terhadap psikologis warga binaan menyatakan bahwa penyesuaian terhadap kehidupan di lapas adalah hal yang sulit dan pada waktu tertentu dapat menciptakan kebiasaan berpikir dan bertingkah laku disfungsional. Menurut Sykes . selama berada di lapas, warga Page | 263 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA binaan akan mengalami kehilangan kebebasan, kehilangan rasa aman, kehilangan hubungan dengan lawan jenis, kehilangan pelayanan yang baik, dan juga kehilangan Pola prison adjustment warga binaan wanita sangat berbeda dibandingkan warga binaan pria (Gover, 2004. Toch dan Adams, 2002. Warren. Hurt. Loper, dan Chauhan 2. Jiang . mengemukakan bahwa pelanggaran kecil . aitu, bahasa kasa. lebih sering terjadi di antara warga binaan perempuan, sedangkan pelanggaran yang lebih berat . aitu, kepemilikan senjat. lebih sering terjadi di antara warga binaan Warga binaan wanita juga memiliki kebutuhan kesehatan tertentu dengan tingkat masalah kesehatan fisik dan mental yang lebih tinggi dibandingkan dengan warga binaan pria (Bronson dan Berzofsky, 2017. Sufrin. Kolbi-Molinas, dan Roth, 2. Warga binaan perempuan dan pria yang mendapatkan hukuman seumur hidup dibandingkan. Crewe. Hulley dan Wright . menemukan bahwa wanita mengalami masalah penyesuaian yang lebih berat terkait dengan hilang kontak dengan keluarga, kehilangan power, otonomi dan kontrol, masalah kesehatan mental, dan kepercayaan, privasi, dan intimasi. Penelitian Fogel . yang melihat dampak penahanan terhadap peran orangtua juga menyebutkan bahwa warga binaan perempuan merasakan kesulitan yang lebih tinggi untuk beradaptasi terhadap keadaan terrpisah dengan anak dibanding dengan warga binaan pria. Prison adjustment memiliki peran yang sangat krusial terhadap keberadaan warga binaan di lapas dan kembalinya warga binaan ke dalam lingkungan asal sebagai seorang masyarakat yang bertanggung jawab. Wright . menambahkan, warga binaan yang memiliki prison adjustment yang baik tidak akan mengancam keselamatan warga binaan lainnya dan staf lapas. Sebaliknya, warga binaan yang tidak mampu beradaptasi di dalam kehidupan lapas akan menyebabkan munculnya misconduct serta perilaku bermasalah lainnya (Coid. Wilkins. Coid dan Everitt, 1992. Loucks, 2. , di antaranya gangguan kesehatan mental (Sinha, 2. hingga percobaan bunuh diri (Dye dan Aday, 2. Sehubungan dengan masalah di atas, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi prison adjustment pada warga binaan wanita, antara lain adalah dukungan sosial (Lui dan Chui, 2. Beberapa peneliti telah menyatakan bahwa beberapa interaksi sosial secara online tidak berbeda jauh dengan interaksi secara personal (Gonyalves et , 2011. Gruzd. Wellman, dan Takhteyev, 2. Hagerty. Williams. Coyne, dan Early . menyatakan bahwa ketika tidak mendapatkan dukungan sosial yang cukup, wanita lebih rentan mengalami tekanan fisik dan sosial dibandingkan pria. Dukungan keluarga juga dapat membantu warga binaan wanita agar lebih tenang dan sabar dalam menghadapi perpisahan dengan keluarga, mengingat bahwa keterpisahan dengan keluarga disebut sebagai sumber stres utama bagi warga Fogel . Reef dan Dirkzwager . Menurut Asberg dan Renk . , dukungan teman selama berada di lapas dapat mengurangi perasaan negatif, seperti merasa dipandang buruk atau dimusuhi oleh semua teman, dan pada akhirnya akan meningkatkan sikap positif selama di dalam lapas atau setelah keluar dari dari lapas. Salah satu hak warga binaan pemasyarakatan yang diatur didalam UndangUndang Nomor 12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan adalah menerima kunjungan dari Selama masa pandemic Covid-19 sesuai dengan Instruksi Jendral Pemasyarakatan Nomor: PAS-08. OT. 02 Tahun 2020, layanan kunjungan ditiadakan dan diganti dengan layanan kunjungan online berupa video call . Berdasarkan fenomena di atas, peneliti ingin mengetahui lebih lanjut mengenai pengaruh dukungan sosial dan Locus of Control internal terhadap prison adjustment warga binaan perempuan di lapas. Page | 264 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA METHOD Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik regresi berganda. Partisipan Sedangkan partisipan dalam penelitian ini berjumlah 205 orang warga binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Medan. Instrumen Penelitian Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala, yaitu The Prison Adjustment Questionnaire (PAQ) dan The Online Social Support Scale (OSS) yang dimodifikasi dari skala pengukuran yang telah dikembangkan dan digunakan sebelumnya dalam berbagai penelitian untuk variabel penelitian yang sama. Prosedur Penelitian Adapun prosedur pelaksanaan peneltian ini dilakukan dalam tiga tahap, yaitu: . Tahap persiapan dan pelaksanaan uji coba. Pada tahapan ini peneliti melakukan proses pengumpulan data uji coba penelitian. Tahap pelaksanaan penelitian. Setelah pelaksanaan uji coba, peneliti melakukan penelitian dengan cara membagikan skala kepada 205 orang warga binaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Medan. Tahap pengolahan data. Analisis Data Setelah peneliti menerima skala yang telah dibagikan kepada partisipan penelitian, peneliti melakukan skoring terhadap skala untuk mendapatkan skor total pada masing-masih Untuk pengolahan data selanjutnya dilakukan dengan bantuan program SPSS 0 for windows. RESULT AND DISCUSSION Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesa dalam penelitian ini diterima yang berarti bahwa terdapat pengaruh antara dukungan sosial online dan prison adjustment pada warga binaan perempuan di Lapas Medan. Model Regression Sum of Squares Residual Total Mean Square Sig. Berdasarkan tabel di atas, diperoleh nilai F hitung sebesar 54. 374 dengan p = . < . yang menunjukkan bahwa model regresi sederhana dinyatakan sesuai atau goodness of fit (Ghozali, 2. Selanjutnya dilakukan analisa data untuk melihat nilai korelasi (R) dan besar sumbangan efektif (R. pengaruh dukungan sosial online terhadap prison adjustment pada warga binaan perempuan yang dapat dilihat pada tabel di bawah Page | 265 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling GUIDENA ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa dukungan sosial online dan prison adjustment memiliki hubungan dengan nilai koefisien determinan (R. Nilai ini menunjukkan bahwa sumbangan efektif pengaruh dukungan sosial online terhadap prison adjustment pada warga binaan perempuan di Lapas Kelas IIA Medan sebesar 1%, sedangkan sisanya . 3%) disebabkan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Analisa selanjutnya akan melihat persamaan garis regresi pengaruh dukungan sosial online dan prison adjustment dapat dilihat pada tabel berikut ini: Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan perhitungan melalui tabel di atas dapat dilihat bahwa arah pengaruh yang diberikan dukungan sosial online terhadap prison adjustment adalah positif dengan 000 . < . Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial online, maka semakin tinggi pula prison adjustment pada warga binaan perempuan. Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa warga binaan kurang mendapatkan bantuan berupa pemahaman atau empati, nasehat, pujian, ataupun teman berbagi cerita melalui internet. Kurangnya bantuan yang diterima membuat warga binaan mempersepsikan bahwa keberadaan partisipan rentan beradu argumen, lebih sering sakit, sulit tidur, hingga merasa sering dimanfaatkan oleh warga binaan lainnya selama berada di lapas. Menurut hasil penelitian dari Nasution dan Sujatmiko . Ngatiqoh . , kendala dalam menjalankan kunjungan online dengan video call minimnya sarana dan prasarana, kualitas jaringan internet, dan kurangnya pengetahuan terkait IT. Kendala yang dialami warga binaan tersebut dapat berakibat pada rendahnya interaksi yang terjadi di antara warga binaan dan keluarga serta teman di luar lapas sehingga bantuan berupa empati, pujian, nasehat yang diterima oleh warga binaan menjadi rendah. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang melihat peran kunjungan online terhadap kondisi psikologis warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Purwokerto yang menyebutkan bahwa terdapat perbedaan tingkah laku dan kondisi psikologis warga binaan yang sering, jarang dan tidak pernah mendapatkan Warga binaan yang sering mendapatkan kunjungan online relatif lebih tenang, sedangkan warga binaan yang jarang dan tidak pernah mendapatkan kunjungan online dilaporkan berperilaku menyendiri dan pemurung (Milenia dan Butar-butar, 2. Salah satu literatur yang berkaitan dengan warga binaan wanita juga mengungkapkan dukungan emosional dan instrumental yang berasal dari anggota keluarga dapat mencegah warga binaan menjadi resividis serta relapse bagi pengguna narkoba (OAoBrien, 2001. Petersilie. Page | 266 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA Tingkat prison adjustment yang rendah dapat dipengaruhi oleh perbedaan waktu dan prosedur pelaksanaan layanan kunjungan yang diterima oleh warga binaan. Sebelum masa pandemic, waktu berkunjung ke lapas yaitu setiap hari Senin sampai dengan hari Sabtu, mulai pukul 09. 00 WIB sampai dengan pukul 11. 30 WIB. Setelah pandemic, meski pengantaran makanan masih diizinkan, tetapi layanan kunjungan langsung diganti menjadi layanan kunjungan online. Adapun waktu berkunjung hampir mirip dengan layanan kunjungan langsung, yaitu setiap hari Senin sampai dengan hari Sabtu mulai pukul 09. WIB sampai dengan pukul 11. 30 WIB tetapi dengan syarat sebagai berikut: . Waktu lamanya kunjungan online adalah 3 menit sejak koneksi tersambung. Tiga kali memanggil tidak tersambung lanjut antrian berikutnya. Koneksi terputus sebelum 3 menit, lanjut antrian berikutnya. Layanan Kunjungan Online hanya menggunakan aplikasi whatsapp, serta memiliki kuota setiap hari dan hanya bisa mendaftarkan satu nomor per kunjungan online stiap hari . Faktor lainnya yaitu adanya kelemahan memberikan dukungan secara online, terutama ketika terjadi di dalam institusi lembaga permasyarakatan. Dalam waktu tiga menit, dukungan berupa companionship kurang bisa dilakukan secara maksimal. Hal ini mempengaruhi tingkat dukungan sosial yang diterima oleh warga binaan secara online. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial online berpengaruh terhadap prison adjustment pada warga binaan perempuan di Lapas Kelas IIA Medan. Adapun arah pengaruhnya adalah positif yang menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial online, maka semakin tinggi prison adjustment warga binaan permasyarakatan perempuan. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah dukungan sosial online, maka semakin rendah pula prison adjustment warga binaan permasyarakatan perempuan di Lapas Kelas IIA Medan. Hasil penelitian lainnya adalah mayoritas partisipan memiliki dukungan sosial online rendah dengan prison adjustment rendah. Page | 267 GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan. Psikologi. Bimbingan dan Konseling ISSN: 2088-9623 (Prin. - ISSN: 2442-7802 (Onlin. GUIDENA REFERENCES