Edelweis : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah . EDELWEIS Jurnal Hukum Ekonomi Syariah E-ISSN: 0000-0000. P-ISSN: 0000-0000 Harmony Between Economic Spirituality in the Legal Concept of Buying and Selling in Pondok Pesantren Harmoni Antara Spiritualitas Ekonomi dalam Konsep Hukum Jual Beli di Pesantren Miftahul Hasanah. Sofiatul Wahidah. STAI Nurul Abror Al Robbaniyin. Banyuwangi miftahulhasanah@gmail. com , sofiahwah1dah@gmail. Received : 03/12/2024. Revised : 19/12/2024. Accepted : 27/12/2024 Abstract: This article discusses the concept of economic spirituality in the practice of buying and selling within pesantrens, focusing on Pesantren Sidogiri in Indonesia. Economic spirituality encompasses values such as honesty, justice, social responsibility, and sustainability integrated into economic and business Pesantren Sidogiri applies Islamic principles of buying and selling through various Shariahcompliant economic practices such as Murabahah. Istishna', halal product production and trade, and Shariah-compliant financing in collaboration with Islamic financial institutions. Additionally, the pesantren actively engages in Shariah-based entrepreneurial education and implements Shariah accounting systems to ensure transparency and compliance with Islamic values in all economic activities. The implementation of these concepts has resulted in positive impacts including improved welfare for students . and the surrounding community, strengthened local economy, and empowerment through practical education in Shariah-compliant business practices. Keywords: Pesantren. Islamic Economic Spirituality. Abstrak: Artikel ini mengulas tentang konsep spiritualitas ekonomi dalam praktik jual beli di pesantren, fokusnya adalah Pesantren Sidogiri di Indonesia. Spiritualitas ekonomi mencakup nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan yang diintegrasikan dalam aktivitas ekonomi dan bisnis. Pesantren Sidogiri menerapkan prinsipprinsip jual beli Islam melalui berbagai praktik ekonomi Syariah seperti Murabahah. Istishna', produksi dan perdagangan produk halal, serta pembiayaan Syariah dengan bekerjasama bersama lembaga keuangan Syariah. Di samping itu, pesantren ini juga aktif dalam pendidikan kewirausahaan Syariah dan menerapkan sistem akuntansi Syariah untuk memastikan transparansi dan kepatuhan terhadap nilai-nilai Islam dalam setiap kegiatan Implementasi konsep ini telah memberikan dampak positif berupa peningkatan kesejahteraan santri dan masyarakat sekitar, penguatan ekonomi lokal, serta pemberdayaan melalui pendidikan praktis mengenai bisnis Syariah. Kata Kunci : pesantren. Spiritualitas ekonomi islam. Hukum jual beli https://jurnal. id/index. php/Edelweis Volume 01. No. Desember 2024 Edelweis : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah . PENDAHULUAN Pesantren Sidogiri tidak hanya fokus pada pendidikan agama dan akademik, tetapi juga aktif mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam aktivitas ekonominya, yang dikenal sebagai spiritualitas ekonomi. Hal ini mencakup prinsip-prinsip seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan yang menjadi dasar dalam setiap keputusan bisnis yang diambil. Dalam praktik jual beli, pesantren ini menerapkan prinsip-prinsip ekonomi Islam dengan mendirikan unit-unit usaha seperti Koperasi Kopontren. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Mereka tidak hanya menyediakan produk dengan harga bersaing dan bertransaksi secara syariah, tetapi juga mengembangkan produk-produk halal sesuai dengan ajaran agama. Pesantren Sidogiri juga aktif dalam melatih kewirausahaan syariah bagi santri dan masyarakat sekitar. Mereka mengintegrasikan pendidikan tentang hukum jual beli Islam dalam kurikulumnya untuk mencetak kader-kader ekonomi yang Inisiatif ini tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan. Dengan pendekatan ini. Pesantren Sidogiri tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga sebuah contoh nyata bagaimana spiritualitas ekonomi dapat memperbaiki paradigma bisnis menjadi lebih etis dan berkelanjutan, sambil tetap memperkuat nilai-nilai keislaman dalam masyarakat luas. METODE PENELITIAN Artikel tersebut menggunakan berbagai metode untuk menjelaskan konsep spiritualitas ekonomi dalam konteks praktik jual beli di pesantren, khususnya di Pesantren Sidogiri. Beberapa metode yang digunakan antara lain: Deskripsi Konseptual: Artikel memberikan penjelasan konseptual tentang spiritualitas ekonomi, menguraikan nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, https://jurnal. id/index. php/Edelweis Volume 01. No. Desember 2024 Edelweis : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah . tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan dalam konteks aktivitas ekonomi dan bisnis pesantren. Studi Kasus: Artikel ini menggunakan Pesantren Sidogiri sebagai studi kasus utama untuk mengilustrasikan bagaimana konsep spiritualitas ekonomi diterapkan dalam praktik jual beli di pesantren. Ini mencakup penjelasan tentang prinsip-prinsip ekonomi Islam yang diterapkan di pesantren, seperti Murabahah. Istishna', dan pembiayaan Syariah. Analisis Komparatif: Artikel menjelaskan bagaimana Pesantren Sidogiri membandingkan dan mengintegrasikan prinsip-prinsip ekonomi Syariah dengan praktik bisnis konvensional untuk menunjukkan keunggulan dari sudut pandang ekonomi, sosial, dan spiritual. Penelitian Lapangan: Pembahasan dalam artikel ini didukung oleh pengalaman lapangan dan data konkret yang menunjukkan implementasi dari konsep-konsep yang dibahas. Pendekatan Kualitatif: Informasi yang disampaikan dalam artikel ini bersifat kualitatif, dengan memberikan deskripsi mendalam tentang bagaimana spiritualitas ekonomi tercermin dalam kehidupan sehari-hari di Pendekatan Interdisipliner: Artikel ini menggabungkan prinsip-prinsip agama Islam, ekonomi, dan pendidikan dalam satu kerangka kerja untuk menunjukkan bagaimana integrasi nilai-nilai spiritual dapat memperbaiki paradigma bisnis secara menyeluruh. Melalui metode-metode ini, artikel tersebut tidak hanya menjelaskan konsepkonsep teoritis tetapi juga memberikan gambaran yang jelas dan konkrit tentang bagaimana spiritualitas ekonomi dapat diterapkan dalam konteks praktik jual beli di pesantren, serta dampak positifnya bagi masyarakat dan ekonomi local PEMBAHASAN Speritulitas ekonomi praktik jual beli di pesantren https://jurnal. id/index. php/Edelweis Volume 01. No. Desember 2024 Edelweis : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah . Spiritualitas ekonomi mengacu pada integrasi nilai-nilai spiritual atau agama dalam konteks aktivitas ekonomi dan bisnis. Hal ini mencakup cara di mana individu, perusahaan, dan masyarakat secara umum mempertimbangkan nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, empati, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Dalam praktik jual beli di pesantren, spiritualitas ekonomi mengarah pada: Etika Bisnis: Etika bisnis mengacu pada seperangkat prinsip dan nilainilai moral yang mengatur perilaku dan keputusan dalam konteks bisnis. Ini penting karena bisnis tidak hanya tentang mencari keuntungan semata, tetapi juga tentang berkontribusi positif pada masyarakat dan lingkungan sekitarnya Pentingnya berbisnis dengan jujur dan etis. Ini berarti tidak menipu dalam transaksi dan memberikan layanan yang baik kepada Tanggung Jawab Sosial: Tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) mengacu pada kewajiban etis dan tanggung jawab yang melekat pada sebuah perusahaan untuk berkontribusi secara positif pada masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. Hal ini melampaui kewajiban hukum yang diatur oleh pemerintah dan mencakup berbagai inisiatif sukarela yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan lingkungan hidup. Para pedagang didorong untuk memikirkan dampak sosial dari bisnis mereka. Mereka diarahkan untuk membantu masyarakat sekitar dan memastikan kegiatan bisnis tidak merugikan Keseimbangan Materi dan Spiritual: Keseimbangan antara materi dan spiritual merupakan konsep penting dalam kehidupan manusia, termasuk dalam konteks bisnis dan kehidupan sehari-hari. Konsep ini mengacu pada upaya untuk mencapai keselarasan antara pemenuhan kebutuhan material . eperti keuangan, karier, dan kemakmuran mater. dengan perkembangan spiritual . eperti nilai-nilai etika, kepuasan batin, dan kesejahteraan emosiona. Keseimbangan antara mencari kekayaan materi https://jurnal. id/index. php/Edelweis Volume 01. No. Desember 2024 Edelweis : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah . dan pengembangan nilai-nilai spiritual seperti ketakwaan dan kebaikan Pemberdayaan Komunitas: Pemberdayaan komunitas adalah proses memungkinkan anggota suatu komunitas untuk mengambil kontrol atas kehidupan mereka sendiri. Ini melibatkan memberdayakan individuindividu untuk mengembangkan kapasitas, keterampilan, dan sumber daya mereka agar dapat berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka. Mendorong pembentukan usaha kecil dan koperasi untuk mengangkat ekonomi masyarakat local. Pengelolaan Sumber Daya yang Bertanggung Jawab: Pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab merujuk pada upaya untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam dan manusia secara berkelanjutan, adil, dan bertanggung jawab. Hal ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan lingkungan, sumber daya alam, hingga sumber daya manusia. Menggunakan sumber daya secara bijaksana dan Integrasi nilai-nilai spiritual ke dalam bisnis di pesantren berkelanjutan, dan bermoral, yang pada gilirannya memperkuat masyarakat secara keseluruhan. Mengaplikasikan Konsep Jual Beli dalam Konteks Ekonomi Pesantren Sidogiri Pesantren sidogiri adalah salah satu pesantren tertua dan terbesar di Indonesia. Mereka telah berhasil menerapkan konsep jual beli Islam dalam kegiatan ekonomi mereka. Sebagian Pendidikan yang diterima oleh Pesantren dalam hal Muamalah atau sosial ekonomi maka di bentuklah Kompontren atau koprasi Pondok Pesantren Sidogiri, bagi santri keberadaan kompontren ini tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari hari saja namun juga menjadi sarana pengapdian bagi masyarakat, sedangkan bagi pesantren Kompontren sebagai bagian dari upaya https://jurnal. id/index. php/Edelweis Volume 01. No. Desember 2024 Edelweis : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah . kemandirian Ekonomi dan bagi masyarakat banyak memberi manfaat karna harga yang kompetitif dan transaksi yang dilakukan dengan secara Syariah. Ay Kopontren Sidogiri adalah satu satunya yang didirikan oleh pesantren Sidogiri dan kami mengamalkan ilmu yang kami pelajari dalam kitab yang di ajarkan di pesantren Sidogiri dan juga mensiy arkan pola transaksi Syariah dalam Ekonomi dengan cara mengandeng dan menggendongAy (M. AINULLOH BQ) ketua pengurus Kompontren Sidogiri. Dengan prinsip Ekonomi kerakyatan konpontren Sidogiri berkembang dengan pesat saat ini kompontren Sidogiri mempunyai tiga anak perusahaan antara lain adalah Toko Basmalah, yang sudah tersebar di jawa timur dan Kalimantan sebanyak 125 yunit. Basmalah adalah konsep dari Barakah. Syariah, dan Maslahah. Berikut adalah beberapa contoh penerapan prinsip-prinsip jual beli Islam di Pesantren Sidogiri: Contoh Kasus Unit Usaha koperasi Sidogiri (KOPONTREN Sidogir. Murabahah adalah sebuah kontrak penjualan di mana penjual . iasanya bank atau lembaga keuanga. mengungkapkan kepada pembeli harga yang telah dia bayarkan kepada pemasok asli barang atau jasa tertentu, ditambah dengan margin keuntungan yang telah disepakati sebelumnya. Dalam konteks ini, penjual harus menginformasikan dengan jelas harga barang yang dibelinya dari pemasok asli kepada pembeli, termasuk margin keuntungan yang telah ditentukan. stisna' adalah jenis kontrak dalam ekonomi Islam di mana pembeli mengatur pesanan barang dengan penjual menurut spesifikasi tertentu. Ini umumnya digunakan dalam konteks produksi atau manufaktur barang yang tidak tersedia di pasaran atau harus dibuat sesuai dengan kebutuhan pembeli. Contoh cara kerja Murabahah dan IstishnaAo dalam Kopontren Sidogiri Murabahah: Koponteren Sidogiri membeli barang dari pemasok dan menjualnya kepada anggota dengan harga yang sudah di tambahkan keuntungan https://jurnal. id/index. php/Edelweis Volume 01. No. Desember 2024 Edelweis : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah . yang disepakati. Semua transaksi dilakukan dengan transparan mengaenai harga dan IstishnaAo: Kopontren Sidogiri memesan produk tertentu berdasrkan pesanan anggotanya, seperti seragam sekolah. Barang diproduksi sesuai permintaan, dan pembayaran di lakukan secara bertahap atau di muka sesuai kesepakatan. Perdagangan dan Produksi Produk Halal Perdagangan dan produksi produk halal merujuk pada praktik ekonomi yang mematuhi prinsip-prinsip Islam, terutama dalam hal makanan, minuman, dan barang konsumen lainnya. Produk halal adalah produk yang diproduksi, diolah, ssatau disajikan sesuai dengan ketentuan Islam, termasuk bahan baku, proses produksi, dan standar kebersihan yang diatur dalam hukum syariah. Pengembangan produk Halal:Pesantren Sidogiri memproduksi dan menjual berbagai produk halal seperti makanan, minuman, dan kebutuhan seharihari. Produk ini dijual melalui jaringan toko yang di Kelola oleh pesantren. Seperti toko basmalah yang sudah banyak ditemui oleh masyarakat. Sertifikasi Halal: Semua produk yang dijual oleh unit usaha Pesantren Sidogiri memiliki sertifikasi halal untuk memasatikan produk tersebut sesuai dengan standar Syariah. Seperti AMDK merek Santri. Pembiyaan Syariah Kerjasama dengan Lembaga Keuangan Syariah:Pesantren Sidogiri bekerja sama dengan bank Syariah untuk menyediakan pembiayaan mikro bagi anggota koprasi dan masyarakat sekitar. Pembiyaan ini menggunakan akad Syariah seperti mudharabah . dan musyarakah . saha Bersam. Tabungan dan Pembiyaan Murabahah: Kopontren juga menyediakan produk tabungan Syariah dan pembiyaan murabahah untuk kebutuhan konsumtif maupun bagi anggotanya. Edukasi dan Pelatihan https://jurnal. id/index. php/Edelweis Volume 01. No. Desember 2024 Edelweis : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah . Pelatihan Kewirausahaan Syariah:Pesantren Sidogiri Mengadakan pelatihan kewirausahaan berbasis Syariah bagi santri dan masyarakat sekitar. Pelatihan ini mencakup materi tentang hukum jual beli Islam, pengelolaan bisnis Syariah, dan praktik jual beli yang sesuai dengan prinsip Islam. Integrasi dalam Kurikulum:Materi tentang hukum jual beli dan fiqh muamalah diintegrasikan dalam kurikulum Pendidikan Pesantren. Ini membantu santri memahami dan dapat menerapkan konsep-konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari Transparansi dan Akuntabilitas Sistem Akuntansi Syariah:Koperasi dan unit usaha Pesantren Sidogiri menerapkan sistem akuntansi yang transparan dan akuntabel, memastikan tidak ada usur riba, ketidakpastian . , dan perjudian . aisir ) dalam setiap transaksi. Audit Syariah:Pesantren Sidogiri secara rutin melakukan audit Syariah untuk memastikan semua aktifitas ekonominya sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Audit ini dilakukan oleh dewan pengawas Syariah yang in dependen Dampak Positif Implementasi konsep jual beli dalam ekonomi pesantren sidogiri telah membawa banyak manfaat, seperti: Peningkatan Kesejahteraan:Pendapatan dan kesejahteraan santri serta masyarakat sekitar meningkat. Penguatan Ekonomi Lokal:Ekonomi lokal menjadi lebih kuat dengan adanya lapangan kerja dan peluang bisnis baru. Pendidikan Praktis:Santri mendapatkan Pendidikan Praktis mengenai bisnis dan ekonomi Syariah yang dapat mereka terapkan setelah lulus. Dengan langkah-langkah ini. Pesantren Sidogiri tidak hanya menjalankan aktivitas ekonomi yang produktif, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman dalam setiap aspek kehidupan dan komunitasnya. https://jurnal. id/index. php/Edelweis Volume 01. No. Desember 2024 Edelweis : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah . PENUTUP Pesantren Sidogiri telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menerapkan konsep spiritualitas ekonomi dan prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam aktivitas bisnis mereka. Melalui berbagai inisiatif seperti pendirian Koperasi Kopontren, produksi produk halal, penyelenggaraan pelatihan kewirausahaan Syariah, dan integrasi pendidikan hukum jual beli Islam dalam kurikulumnya, pesantren ini tidak hanya berhasil meningkatkan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan santri serta masyarakat sekitar, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan. Penerapan nilai-nilai spiritual seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan dalam setiap aspek bisnisnya telah memberikan dampak positif yang Dengan demikian. Pesantren Sidogiri bukan hanya sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai contoh nyata bagaimana spiritualitas ekonomi dapat mengubah paradigma bisnis menuju yang lebih beretika dan memberdayakan secara sosial, ekonomis, dan spiritual. Langkah-langkah ini menegaskan peran penting pesantren dalam membangun masyarakat yang berintegritas dan berkelanjutan di Indonesia DAFTAR PUSTAKA