Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SEREH (Cymbopogon nardu. SEBAGAI ANTI-OVIPOSISI TERHADAP NYAMUK Aedes Rudy Hidana. Sani Novia ABSTRAK Telah dilakukan penelitian di laboratorium Loka Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang (P2B. Ciamis dengan judul AuEfektivitas Ekstrak Daun Sereh (Cymbopogon nardu. Sebagai Antioviposisi Terhadap Nyamuk Aedes aegyptiAy Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan tujuan penelitian untuk mengetahui jumlah telur yang diletakkan nyamuk Aedes aegypti dengan konsentrasi 0%, 35%, 40%, 45%, 50% dan 55% yang di letakkan pada kandang yang berisi 15 ekor nyamuk. Penelitian ini dilakukan tiga kali pengulangan dan di lakukan selama tiga hari. Variasi konsentrasi dibuat berdasarkan uji pendahuluan yang dilakukan sebelum penelitian. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa konsentrasi yang digunakan sebagai media peletakkan telur nyamuk Aedes aegypti akan mengganggu proses oviposisi pada nyamuk, semakin tinggi konsentrasi ekstrak daun sereh yang digunakan maka jumlah telur yang diletakkan semakin sedikit dan konsentrasi ekstrak daun sereh yang efektif mencegah peletakkan telur nyamuk Aedes aegypti pada konsentrasi 55%. Hal ini membuktikan bahwa sereh dapat digunakan sebagai antioviposisi atau penurunan aktivitas peletakkan telur nyamuk Aedes aegypti. PENDAHULUAN Demam berdarah dengue atau Dengue Hemorragic Fever (DHF) adalah penyakit virus yang berbahaya karena dapat menyebabkan penderita meninggal dalam waktu yang sangat pendek . eberapa har. Penyakit ini masuk ke Indonesia tahun 1968 melalui pelabuhan Surabaya dan pada tahun 1980 DHF telah dilaporkan tersebar luas di seluruh propinsi di Indonesia. Virus dengue ditularkan dari orang yang menderita DHF ke orang lain yang sehat melalui gigitan nyamuk Ae. aegypti betina. Nyamuk Ae aegypti betina menghisap darah untuk membentuk hormon gonadotropik yang diperlukan untuk ovulasi agar mampu berkembang biak (Brown w Harold, 1983 : . Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengontrol penyebaran penyakit demam berdarah yaitu dengan cara pencegahan melalui pemutusan rantai penularan dengan mengendalikan populasi nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit demam berdarah. Pada saat ini pemberantasan Aedes aegypti merupakan cara utama yang dilakukan untuk memberantas demam berdarah dengue, karena vaksin untuk mencegah dan obat untuk membasmi virusnya belum tersedia (Sutanto, 2007 : 265-. Selama ini pengendalian nyamuk sebagai vektor penyakit umumnya insektisida sintetik. Hal ini dikarenakan sintetik dianggap efektif, praktis, manjur, dan dari segi ekonomi lebih menguntungkan. Namun, hal ini perlu diwaspadai karena penggunaan insektisida sintetik secara terus menerus lingkungan, kematian berbagai makhluk hidup lain dan menyebabkan hama pengganggu menjadi resisten. Dengan reistensi serangga terhadap insektisida, diartikan kemampuan suatu populasi serangga untuk bertahan terhadap pengaruh insektisida yang biasanya Misalnya insektisida yang telah mengalami resistensi adalah DDT (Dikloro-Difenil-Trikloroeta. (Gandahusada dkk, 1992 : . Oleh karena itu, alternatif lain dalam memberantas dan mengendalikan nyamuk Aedes aegypti dengan insektisida alami yang tidak merusak lingkungan dan habitat lain. Salah satu pengendalian nyamuk Aedes aegypti adalah memutus siklus hidup nyamuk diantaranya dengan melakukan modifikasi lingkungan, yaitu mengubah sarana fisik tempat perindukan nyamuk. Perlakuan ini bersifat anti-oviposisi yaitu menurunkan aktivitas peletakkan telur Beberapa jenis tumbuhan telah diketahui mengandung senyawa aktif yang berfungsi sebagai insektisida nabati. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 Tumbuhan-tumbuhan tersebut ada di sekitar masyarakat diantaranya seperti sereh, nimba, kemangi dan kayu putih. Ekstrak air daun kemangi terbukti dapat menurunkan jumlah peletakkan telur atau sebagai antioviposisi terhadap nyamuk Aedes aegypti pada konsentrasi 45% (Gondewa, 2. Menurut Aldila . Ekstrak dari tanaman Cymbopogon nardus terbukti mempunyai potensi sebagai repellent atau penolak nyamuk Aedes aegypti. Tanaman sereh (Cymbopogon nardu. harganya murah dan mudah didapatkan. Ekstrak sereh ini mengandung senyawa kimia alamiah yang dapat digunakan diantaranya minyak atsiri, saponin, steroid dan tanin yang bersifat insektisida. Struktur senyawa kimia tersebut memiliki kemampuan sebagai insektisida nabati yang terdiri dari karbon, oksigen, nitrogen dan hidrogen. Sehingga insektisida nabati di alam akan mudah terdegradasi (Okasiana, 2008 : . METODELOGI PENELITIAN Metodelogi Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen. Alat-alat dan Bahan Alat-alat yang digunakan No. Nama Alat Spesifikasi Jumlah = 12cm t = 23cm 1 unit 500 ml 1 buah 1 buah 100 ml 1 buah Aspirator Blender Botol Coklat Corong Gelas Ukur Kandang nyamuk 3 buah Kertas saring Secukupnya Kompor gas 1 unit 18 buah Mikroskop 1 unit Timbangan analitik 1 unit Termometer T = 0-100oC 1 buah Panci Infus 1 unit Pipet Tetes 3 buah 1 unit Bahan yang digunakan dalam penelitian No. Nama Bahan Air Anhidrat asetat HCl H2SO4 Kloroform Sampel Daun Sereh Cara Kerja Spesifikasi Aquadest Nyamuk dewasa betina Aedes Cukup tua Jumlah Secukupnya 1 ml 1 ml 1 ml 1 ml 2 ml 45 ekor 500 gram Pembuatan Ekstrak Metode Infus Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 Timbang simplisia kering daun sereh, campurkan dengan aquadest sebanyak 500 mL masukkan kedalam panci infus lalu didihkan selama 15 menit terhitung sejak suhu 90-98oC kemudian dinginkan dan saring. Lalu, biat variasi konsentrasi ekstrak 35%, 40%, 45%, 50% dan 55%. C Uji Fitokimia . Saponin Sebanyak 1 g serbuk simplisia ditambahkan dengan 100 ml air panas. Kemudian dididihkan selama 15 menit lalu disaring dengan kertas saring. Sebanyak 10 ml filtrat dimasukkan kedalam tabung reaksi kemudian dikocok secara vertikal selama 100 detik dan diamkan selama 10 Hasil positif ditunjukkan dengan terbentuknya busa yang bila ditambahkan 1 tetes HCl 2N busanya tidak hilang (Depkes RI, 1979:. Tannin Sebanyak dilarutkan dalam aquades. Kemudian sampel dipanaskan selama 5 menit. Lalu sampel yang telah dipanaskan disaring dengan menggunakan kertas saring. Sebanyak 5 ml filtrat hasil endapan putih di dasar tabung menunjukkan adanya tanin. Steroid Sejumlah sampel dilarutkan dalam 2 ml kloroform dalam tabung rekasi yang kering. Lalu 10 tetes anhidra asetat dan 3 tetes asam sulfat pekat ditambahkan ke dalamnya. Larutan berwarna merah yang terbentuk untuk pertama kali kemudian berubah menjadi biru dan hijau menunjukan reaksi positif adanya steroid (Midian, 2. C Uji Anti-oviposisi . Pada gelas cup . yang telah disiapkan, diberikan identitas pada gelas cup pertama sebagai kontrol dan gelas cup lainnya sebagai uji analisa dengan konsentrasi ekstrak daun sereh antara 35%, 40%, 45%, 50%, 55%. Kertas saring diletakkan ditepi permukaan gelas cup secara menempelnya telur. Nyamuk dewasa betina Aedes aegypti dipilih yang kenyang darah . lood fee. Pengambilan nyamuk betina yang kenyang darah dari kemudian dipindahkan ke kandang perlakuan sebanyak 15 nyamuk per kandang. Kemudian pengamatan selama tiga hari, mengeluarkan semua telurnya. Jumlah telur nyamuk Aedes aegypti yang menempel pada kertas saring di gelas kontrol dan di gelas uji dihitung HASIL PENELITIAN Dari hasil uji fitokimia dapat diketahui bahwa daun sereh (Cymbopogon nardu. mengandung senyawa metabolit sekunder saponin, tannin dan steroid. Jumlah telur pada efektivitas ekstrak daun sereh (Cymbopogon nardu. sebagai antioviposisi terhadap nyamuk Aedes aegypti selama tiga hari : Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 Jumlah butir telur pada konsentrasi Konsentrasi Rata-rata presentase telur yang diletakkan nyamuk Aedes aegypti pada ekstrak daun sereh (Cymbopogon nardu. adalah sebagai berikut : ycu A= ycu x 100% Keterangan : A : Besarnya presentase N : rataan telur setelah perlakuan n : jumlah rataan telur pada semua konsentrasi n = 297 67 24 20 7 0 = 415 . Konsentrasi 35% = 415 x 100 = 16,1% . Konentrasi 40% = 415 x 100% = 5,8% . Konsentrasi 45% = 415 x 100% = 4,8% x 100% = 1,7% . Konsentrasi 55% = 415 x 100% = 0% . Konsentrasi 50% = PEMBAHASAN Hasil pengamatan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun sereh (Cymbopogon nardu. dapat menurunkan dan menghambat peletakkan telur Aedes aegypti. Rata-rata presentase telur yang di letakkan nyamuk Aedes aegypti pada ekstrak daun sereh (Cymbopogon nardu. menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi ekstrak maka jumlah telur yang di hasilkan juga akan semakin berkurang atau bahkan tidak terdapat telur sama sekali. Hal ini di karenakan kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu saponin, tanin dan steroid yang terdapat dalam daun sereh menghambat peletakkan telur nyamuk. Senyawa saponin merupakan penyebab kelayuan pada saraf, dan dapat melisiskan sel darah merah, sehingga ketika senyawa ini masuk kedalam tubuh nyamuk maka akan terjadi kekacauan pada sistem penghantaran impuls ke otot yang dapat berakibat otot kejang dan terjadi kelumpuhan hingga nyamuk tidak dapat mengeluarkan telurnya dengan Senyawa tanin selain dapat menekan konsumsi makan, juga dapat menekan tingkat pertumbuhan dan kemampuan bertahan nyamuk, hal ini terlihat pada nyamuk yang tidak mampu bertahan terhadap perubahan tempat . reeding mengeluarkan telurnya untuk diletakkan pada tempat perindukan yang berisi ekstrak daun sereh yang mengandung senyawa tanin. Senyawa steroid yang terkandung dalam ekstrak daun sereh pertumbuhan dan sebagai pertahanan. Steroid bekerja sebagai racun saraf karena menghambat transpor ion. Karena sistem saraf nyamuk terganggu oleh masuknya senyawa steroid ke dalam tubuh nyamuk maka menyebabkan proses peletakkan Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada Volume 13 Nomor 1 Februari 2015 telur menjadi terganggu dan nyamuk tidak dapat mengeluarkan telurnya (Gunawan dkk, 2004 : . KESIMPULAN Berdasarkan (Cymbopogon nardu. sebagai antioviposisi terhadap nyamuk Aedes aegypti dapat di peroleh simpulan bahwa ekstrak air daun sereh terbukti efektif mencegah peletakkan telur nyamuk pada konsentrasi SARAN Di harapkan di lakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun sereh (Cymbopogon nardu. terhadap jenis nyamuk yang Di harapkan di lakukan penelitian serupa dengan menggunakan ekstrak dari tanaman berbeda yang berpotensi sebagai insektisida nabati. selanjutnya menggunakan konsentrasi ekstrak yang lebih kecil lagi misalnya dengan interval 51, 52, 53, 54, 55. DAFTAR PUSTAKA