DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial p-ISSN: 2809-3585, e-ISSN: 2809-3593 Volume 5, nomor 2, 2024, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/diksi. Evaluasi Implementasi Kurikulum Pendidikan di Sekolah Dasar di Bima dan Dompu: Tinjauan terhadap Perangkat Pembelajaran Anggi Susilawati. Devia Sugmawati* Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nggusuwaru. Kota Bima. Indonesia *CorespondingAuthor: deviasugmawati@gmail. Article history Dikirim: 28-12-2024 Direvisi: 29-12-2024 Diterima: 30-12-2024 Key words: Evaluasi Kurikulum Sekolah dasar. Perangkat Abstrak: Evaluasi implementasi kurikulum pendidikan di sekolah dasar merupakan langkah penting dalam memastikan keberhasilan pendidikan yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Dalam konteks sekolah dasar di Bima dan Dompu, evaluasi ini berfokus pada perangkat pembelajaran yang digunakan dalam proses Perangkat pembelajaran, seperti silabus. RPP, dan materi ajar, memainkan peran krusial dalam mendukung tercapainya kompetensi siswa. Penggunaan perangkat ini harus sesuai dengan standar kurikulum yang ditetapkan dan mampu mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran. Studi pustaka menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang disusun dengan baik akan memberikan arah yang jelas bagi guru dalam menyampaikan materi kepada siswa. Di samping itu, perangkat ini juga harus memperhatikan karakteristik siswa dan konteks daerah setempat, agar proses pembelajaran dapat berjalan efektif dan Dalam implementasinya, perangkat pembelajaran yang ada di sekolah dasar di Bima dan Dompu seringkali menghadapi tantangan, seperti keterbatasan sumber daya, kualitas guru, serta kurangnya pelatihan yang memadai. Selain itu, studi juga menekankan pentingnya peran pengawasan dan evaluasi berkelanjutan dalam memastikan bahwa perangkat pembelajaran digunakan secara maksimal dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh kurikulum. Evaluasi terhadap perangkat pembelajaran tidak hanya dilakukan pada tingkat perencanaan, tetapi juga pada pelaksanaannya di lapangan untuk mengetahui apakah alat bantu pembelajaran tersebut benar-benar efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar. PENDAHULUAN Pendahuluan dalam kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi kurikulum pendidikan di sekolah dasar di Bima dan Dompu, dengan fokus khusus pada perangkat pembelajaran yang digunakan oleh guru-guru di daerah tersebut. Sebagai bagian penting dari sistem pendidikan nasional, kurikulum di sekolah dasar memiliki peran yang sangat krusial dalam membentuk kualitas pendidikan dan pengembangan kompetensi peserta didik. Dalam konteks ini, perangkat pembelajaran yang disusun berdasarkan kurikulum menjadi alat yang sangat penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang efektif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Perangkat ini mencakup berbagai komponen seperti silabus. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan materi ajar, yang harus sesuai dengan tujuan pendidikan dan @2024 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anggi Susilawati & Devia Sugmawati. Evaluasi Implementasi Kurikulum Pendidikan. kompetensi yang diharapkan. Oleh karena itu, evaluasi terhadap implementasi kurikulum pendidikan di sekolah dasar di Bima dan Dompu sangat penting dilakukan untuk menilai sejauh mana perangkat pembelajaran yang digunakan dapat mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Implementasi kurikulum pendidikan di Indonesia seringkali mengalami tantangan yang terkait dengan konteks lokal, baik dari segi sumber daya manusia, infrastruktur, maupun faktor budaya dan sosial. Bima dan Dompu, sebagai dua kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Keberagaman ini mempengaruhi cara guru menyusun dan mengimplementasikan perangkat pembelajaran di kelas. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti kualitas guru, pelatihan yang terbatas, serta ketersediaan sumber daya pendidikan yang tidak merata, menjadi hambatan dalam melaksanakan kurikulum yang efektif. Supriadi. Wibowo, dan Afgani . dalam penelitiannya mengenai implementasi kurikulum berbasis kemaritiman di SMK Negeri 1 Alas Sumbawa mengungkapkan bahwa kendala yang sering muncul dalam implementasi kurikulum di daerah terpencil adalah kurangnya pelatihan untuk guru dan keterbatasan sarana pembelajaran yang mendukung. Selain itu. Asmedy . juga menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif yang diterapkan dalam pendidikan dasar memiliki dampak positif terhadap hasil belajar siswa, namun penerapan yang konsisten memerlukan perangkat pembelajaran yang mendukung dan pelatihan yang memadai bagi guru. Kurikulum yang diterapkan di sekolah dasar di Bima dan Dompu adalah kurikulum yang mengacu pada kebijakan nasional yang bertujuan untuk memberikan pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh siswa. Kurikulum ini menekankan pada pengembangan kompetensi dasar, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dikuasai oleh peserta didik di setiap jenjang pendidikan. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, kurikulum tidak hanya membutuhkan perencanaan yang matang, tetapi juga pengelolaan yang baik dalam implementasinya. Ilham dan Syamsuddin . dalam penelitiannya tentang kompetensi profesional guru di SDN 26 Dompu, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam implementasi kurikulum adalah kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Hal ini menunjukkan bahwa evaluasi terhadap perangkat pembelajaran yang digunakan oleh guru menjadi aspek yang sangat penting untuk diperhatikan dalam penelitian ini. Pentingnya evaluasi terhadap perangkat pembelajaran juga diungkapkan oleh Hidayat dan Anggriawan . yang menyatakan bahwa dalam proses pembelajaran, perangkat yang digunakan harus disesuaikan dengan kompetensi yang ingin dicapai, serta konteks sosial dan budaya setempat. Oleh karena itu, perangkat pembelajaran di Bima dan Dompu harus mempertimbangkan karakteristik lokal dan kondisi geografis yang mempengaruhi cara siswa dan guru berinteraksi dalam kegiatan pembelajaran. Misalnya, materi ajar dan metode pengajaran yang diterapkan harus dapat menjembatani keterbatasan yang ada, seperti aksesibilitas bahan ajar dan keterbatasan Selain itu. Supriadin . dalam penelitiannya mengenai perkembangan Pondok Pesantren di Kota Bima, menyoroti pentingnya keberlanjutan pendidikan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kelangsungan implementasi kurikulum. Dalam hal ini, keberlanjutan implementasi kurikulum di sekolah dasar sangat bergantung pada @2024 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anggi Susilawati & Devia Sugmawati. Evaluasi Implementasi Kurikulum Pendidikan. kesediaan pihak sekolah untuk terus melakukan evaluasi terhadap perangkat pembelajaran dan menyesuaikannya dengan kebutuhan siswa. Hal ini juga berlaku di sekolah dasar di Bima dan Dompu, di mana evaluasi terhadap perangkat pembelajaran harus dilakukan secara berkala agar dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan. Namun, tantangan lain yang dihadapi dalam evaluasi perangkat pembelajaran adalah kesenjangan antara kurikulum yang diharapkan dengan kondisi riil di lapangan. Rianita . dalam penelitiannya tentang status quo bahasa Inggris sebagai lingua franca, mengungkapkan bahwa ketidaksesuaian antara materi yang diajarkan dengan kebutuhan siswa seringkali menjadi masalah dalam proses pembelajaran. Kesesuaian materi ajar dengan kebutuhan siswa menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan efektivitas perangkat pembelajaran. Dalam konteks sekolah dasar di Bima dan Dompu, evaluasi terhadap perangkat pembelajaran harus mempertimbangkan sejauh mana materi yang disampaikan dapat diterima dan dipahami oleh siswa sesuai dengan kondisi dan latar belakang mereka. Melalui evaluasi terhadap implementasi kurikulum pendidikan, terutama dalam hal perangkat pembelajaran, diharapkan dapat ditemukan solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar di Bima dan Dompu. Evaluasi ini tidak hanya melibatkan penilaian terhadap perangkat yang digunakan, tetapi juga bagaimana guru mengadaptasi dan mengelola perangkat tersebut dalam konteks pembelajaran sehari-hari. Mustofa dan M . dalam penelitiannya mengenai desain penilaian pendidikan jasmani pada masa pandemi, menyatakan bahwa penyesuaian kurikulum dan perangkat pembelajaran menjadi sangat penting terutama dalam situasi yang penuh dengan ketidakpastian, seperti yang terjadi selama pandemi Covid-19. Oleh karena itu, penting bagi guru di Bima dan Dompu untuk dapat menyesuaikan perangkat pembelajaran mereka dengan kondisi yang ada, baik dalam hal materi maupun metode pengajaran. Dalam rangka mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang diinginkan, kepala sekolah dan guru perlu bekerja sama dalam merancang dan mengevaluasi perangkat pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Selain itu, pemahaman tentang keberagaman karakteristik siswa dan konteks sosial budaya yang ada di Bima dan Dompu juga menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi Evaluasi yang dilakukan secara terus-menerus akan memberikan gambaran yang jelas tentang sejauh mana perangkat pembelajaran dapat mendukung tercapainya tujuan pendidikan di sekolah dasar. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Penelitian ini mengandalkan kajian terhadap berbagai literatur yang relevan untuk menganalisis implementasi kurikulum pendidikan di sekolah dasar di Bima dan Dompu, khususnya dalam hal perangkat pembelajaran yang digunakan oleh guru-guru di daerah tersebut. Studi pustaka merupakan metode yang efektif untuk menggali pemahaman lebih dalam tentang teori-teori yang berkaitan dengan kurikulum pendidikan dan perangkat pembelajaran, serta untuk menelaah hasil-hasil penelitian terdahulu yang memiliki kaitan langsung dengan topik yang dibahas. Dalam pendekatan ini, peneliti mengumpulkan berbagai sumber informasi seperti jurnal, buku, laporan penelitian, @2024 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anggi Susilawati & Devia Sugmawati. Evaluasi Implementasi Kurikulum Pendidikan. artikel, dan dokumen kebijakan yang membahas tentang kurikulum pendidikan, evaluasi pembelajaran, serta tantangan implementasi perangkat pembelajaran di sekolah dasar. Peneliti kemudian menganalisis dan menyintesis informasi yang diperoleh untuk memperoleh wawasan tentang bagaimana perangkat pembelajaran dapat mendukung atau menghambat implementasi kurikulum yang efektif di sekolah Pendekatan studi pustaka ini memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi berbagai temuan yang sudah ada dan membandingkan perspektif yang berbeda dalam konteks pendidikan di daerah Bima dan Dompu. Peneliti tidak melakukan observasi atau eksperimen lapangan, melainkan fokus pada analisis dokumentasi yang telah Dengan metode ini, peneliti dapat menyusun landasan teoritis yang kokoh dan merumuskan kesimpulan yang dapat digunakan untuk memberikan rekomendasi bagi peningkatan implementasi kurikulum dan kualitas pendidikan di daerah tersebut. Melalui kajian pustaka, peneliti juga dapat mengidentifikasi kesenjangan-kesenjangan dalam praktik pembelajaran yang ada serta peluang untuk pengembangan kurikulum yang lebih relevan dan efektif di masa depan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembahasan tentang implementasi kurikulum pendidikan di sekolah dasar di Bima dan Dompu, khususnya tinjauan terhadap perangkat pembelajaran, mencakup sejumlah isu penting yang berkaitan dengan efektivitas dan tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikan kurikulum. Kurikulum pendidikan di Indonesia terus berkembang untuk meningkatkan kualitas pendidikan di semua jenjang, termasuk di sekolah dasar. Dalam konteks ini, perangkat pembelajaran yang digunakan oleh guru memainkan peran kunci dalam menentukan apakah kurikulum dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan. Perangkat pembelajaran yang efektif akan mencakup silabus. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan materi ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa, serta kemampuan guru dalam Oleh karena itu, penting untuk mengevaluasi sejauh mana perangkat pembelajaran yang ada dapat mendukung tujuan kurikulum dan meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah dasar di Bima dan Dompu. Menurut Supriadi. Wibowo, dan Afgani . , implementasi kurikulum di daerah yang memiliki karakteristik tertentu seperti Bima dan Dompu sering kali menghadapi tantangan dalam hal penyediaan sumber daya yang memadai. Kendalakendala seperti kurangnya pelatihan untuk guru dan terbatasnya akses terhadap bahan ajar yang berkualitas menjadi isu yang sering ditemui dalam implementasi kurikulum. Hal ini juga diperkuat oleh penelitian Ilham dan Syamsuddin . yang menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru merupakan faktor utama dalam keberhasilan implementasi kurikulum. Di Bima dan Dompu, di mana banyak sekolah menghadapi keterbatasan sumber daya, kemampuan guru untuk mengelola pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum sangat bergantung pada sejauh mana mereka mendapatkan pelatihan dan dukungan yang diperlukan. Kurikulum yang diterapkan di sekolah dasar harus dapat diadaptasi dengan kondisi yang ada, baik itu dari segi materi ajar maupun metode pengajaran yang digunakan oleh guru. Oleh karena itu, evaluasi terhadap perangkat pembelajaran menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan siswa di Bima dan Dompu. @2024 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anggi Susilawati & Devia Sugmawati. Evaluasi Implementasi Kurikulum Pendidikan. Selain itu, model pembelajaran yang diterapkan juga berpengaruh besar terhadap keberhasilan implementasi kurikulum. Asmedy . dalam penelitiannya mengenai pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar mengungkapkan bahwa penggunaan model pembelajaran yang aktif dan melibatkan siswa secara langsung dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Model STAD, yang mengutamakan kerja kelompok dan saling membantu antar siswa, sangat relevan untuk diterapkan di daerah seperti Bima dan Dompu yang memiliki keberagaman sosial dan budaya. Dalam hal ini, perangkat pembelajaran yang digunakan oleh guru harus mampu mendukung penggunaan model-model pembelajaran yang dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa, serta mendukung pengembangan keterampilan sosial dan kolaborasi. Penggunaan perangkat pembelajaran yang mendukung model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan interaksi antar siswa dan mempermudah pemahaman materi yang Namun, hal ini juga memerlukan kesiapan guru dalam merancang dan mengelola pembelajaran yang efektif, yang mana sering kali menjadi tantangan di daerah dengan keterbatasan sumber daya. Tantangan lain yang dihadapi dalam implementasi kurikulum di Bima dan Dompu adalah terkait dengan pemahaman dan penerapan kurikulum yang sesuai dengan konteks lokal. Hidayat dan Anggriawan . menekankan pentingnya penggunaan kartu pengukuran kompetensi siswa yang dapat mengukur pencapaian hasil belajar secara objektif dan terukur. Di daerah-daerah seperti Bima dan Dompu, di mana akses terhadap teknologi dan sumber daya pendidikan sering kali terbatas, penggunaan perangkat pengukuran kompetensi yang sederhana namun efektif dapat membantu guru dalam mengevaluasi kemajuan belajar siswa. Perangkat pembelajaran yang digunakan oleh guru harus mampu menyesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan siswa, serta memanfaatkan potensi yang ada di sekitar mereka. Dalam hal ini, perangkat pembelajaran yang adaptif dan fleksibel akan sangat membantu dalam mencapai tujuan kurikulum yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, evaluasi terhadap perangkat pembelajaran juga harus mempertimbangkan sejauh mana perangkat tersebut dapat menyesuaikan dengan kondisi lokal yang ada, baik dalam hal materi ajar, metode pembelajaran, maupun alat evaluasi yang digunakan. Selain itu, faktor kepemimpinan sekolah juga memainkan peran penting dalam implementasi kurikulum di tingkat sekolah dasar. Rianita . dalam penelitiannya mengenai status quo bahasa Inggris sebagai lingua franca menekankan pentingnya peran kepala sekolah dalam memimpin dan mendukung implementasi kurikulum yang Kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola dan mendukung perangkat pembelajaran sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi Kepala sekolah yang memiliki visi dan pemahaman yang baik tentang kurikulum akan dapat memberikan arahan yang jelas kepada guru-guru dalam merancang dan mengimplementasikan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pendidikan. Di Bima dan Dompu, di mana kondisi geografis dan sosial sering kali menjadi hambatan, peran kepala sekolah dalam memberikan motivasi dan dukungan kepada guru-guru menjadi sangat vital. Kepemimpinan yang baik akan mendorong guru untuk terus berinovasi dalam mengembangkan perangkat pembelajaran yang efektif dan relevan bagi siswa. @2024 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anggi Susilawati & Devia Sugmawati. Evaluasi Implementasi Kurikulum Pendidikan. Di sisi lain, evaluasi terhadap perangkat pembelajaran juga harus memperhatikan faktor keberlanjutan dalam implementasinya. Supriadin . dalam penelitiannya tentang dinamika perkembangan Pondok Pesantren di Kota Bima mengungkapkan bahwa keberlanjutan dalam implementasi kurikulum sangat bergantung pada faktor-faktor internal dan eksternal yang mendukung. Dalam konteks sekolah dasar di Bima dan Dompu, keberlanjutan ini dapat dicapai jika ada kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, dan masyarakat. Dukungan dari pemerintah daerah dalam hal penyediaan sarana dan prasarana pendidikan, serta pelatihan bagi guru, sangat diperlukan untuk memastikan bahwa perangkat pembelajaran yang digunakan dapat mendukung tujuan kurikulum secara Selain itu, kolaborasi dengan masyarakat setempat juga sangat penting untuk menyesuaikan perangkat pembelajaran dengan nilai-nilai dan budaya lokal yang ada, sehingga kurikulum yang diterapkan lebih relevan dan diterima oleh siswa. Melalui evaluasi yang terus menerus terhadap perangkat pembelajaran, diharapkan dapat ditemukan solusi yang lebih baik untuk meningkatkan implementasi kurikulum di sekolah dasar di Bima dan Dompu. Hal ini akan membantu meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan kepada siswa, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan potensi secara maksimal. Perangkat pembelajaran yang efektif, sesuai dengan karakteristik siswa dan kondisi lokal, akan sangat mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dengan demikian, evaluasi terhadap perangkat pembelajaran bukan hanya sebuah upaya untuk menilai sejauh mana kurikulum diterapkan, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat sekolah dasar. KESIMPULAN Kesimpulan dari evaluasi implementasi kurikulum pendidikan di sekolah dasar di Bima dan Dompu, khususnya terkait dengan perangkat pembelajaran, menunjukkan bahwa banyak tantangan yang dihadapi dalam upaya mewujudkan pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan. Meskipun sudah ada berbagai kebijakan dan pedoman yang mengarahkan pada penerapan kurikulum yang berbasis pada kompetensi, pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi banyak Terutama dalam hal kesiapan guru, penyediaan sumber daya pendidikan, dan kesesuaian perangkat pembelajaran dengan kondisi lokal yang ada. Salah satu temuan utama dalam evaluasi ini adalah pentingnya peningkatan kompetensi profesional guru. Guru sebagai ujung tombak implementasi kurikulum memainkan peran yang sangat besar dalam keberhasilan pendidikan. Tanpa adanya pelatihan yang memadai, serta kemampuan untuk mengadaptasi kurikulum dengan kondisi dan kebutuhan siswa di Bima dan Dompu, kualitas pembelajaran akan sulit untuk meningkat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas guru melalui berbagai program pelatihan dan pembinaan sangat diperlukan untuk mendukung implementasi kurikulum yang efektif. Selain itu, perangkat pembelajaran yang digunakan di sekolah dasar di Bima dan Dompu juga perlu dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Perangkat pembelajaran seperti silabus. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan materi ajar haruslah relevan dengan konteks lokal, memperhatikan karakteristik siswa, dan dapat diakses dengan mudah. Keberhasilan implementasi kurikulum sangat bergantung pada sejauh mana perangkat pembelajaran ini dapat digunakan secara @2024 DIKSI . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Anggi Susilawati & Devia Sugmawati. Evaluasi Implementasi Kurikulum Pendidikan. efektif oleh guru di kelas. Perangkat pembelajaran yang kurang tepat atau tidak sesuai dengan kondisi lokal akan berdampak pada hasil belajar siswa yang kurang optimal. Aspek kepemimpinan kepala sekolah juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi kurikulum. Kepala sekolah yang memiliki pemahaman dan komitmen yang kuat terhadap pengembangan pendidikan akan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung bagi guru dan siswa. Kepemimpinan yang baik akan memotivasi guru untuk berinovasi dalam menggunakan perangkat pembelajaran yang sesuai, serta memastikan adanya evaluasi yang berkelanjutan terhadap proses pembelajaran yang Tanpa kepemimpinan yang efektif, implementasi kurikulum akan terhambat dan kurang mendapatkan dukungan dari seluruh pihak yang terlibat. Meskipun ada berbagai tantangan, implementasi kurikulum yang berbasis pada kompetensi di Bima dan Dompu juga memberikan peluang untuk pengembangan pendidikan yang lebih baik. Dengan memanfaatkan potensi yang ada di masyarakat dan lingkungan sekitar, perangkat pembelajaran dapat dirancang dengan lebih adaptif dan relevan. Kolaborasi antara pemerintah, kepala sekolah, guru, dan masyarakat setempat sangat penting untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, serta meningkatkan keberlanjutan dalam implementasi kurikulum. Evaluasi terhadap perangkat pembelajaran juga perlu dilakukan secara terusmenerus untuk memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan dapat mengakomodasi perkembangan pendidikan yang terus berubah. Kurikulum harus cukup fleksibel untuk dapat mengatasi dinamika yang ada di lapangan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan siswa, perkembangan teknologi, dan perubahan sosial. Oleh karena itu, evaluasi yang menyeluruh dan mendalam terhadap perangkat pembelajaran akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai keberhasilan dan kendala yang dihadapi dalam implementasi kurikulum di sekolah dasar di Bima dan Dompu. Akhirnya, evaluasi implementasi kurikulum pendidikan di sekolah dasar di Bima dan Dompu ini memberikan rekomendasi penting untuk perbaikan kualitas pendidikan di daerah tersebut. Dengan memperhatikan aspek kompetensi guru, kualitas perangkat pembelajaran, kepemimpinan kepala sekolah, dan kolaborasi antara berbagai pihak terkait, diharapkan implementasi kurikulum dapat berjalan lebih efektif. Hal ini akan berdampak langsung pada peningkatan hasil belajar siswa dan pada akhirnya, berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan di daerah Bima dan Dompu. DAFTAR PUSTAKA