Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia : 258-265 Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Merliawati I& Khoerunnisa Y Masy. Sehat Indonesia : 258-265 Hubungan Gaya Kepemimpinan dengan Kinerja Karyawan Rumah Sakit x Intan Merliawati1*. Yulia Khoerunnisa2 1,2Program Studi Sarjana Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Indonesia Maju *Korespondensi: Intan Merliawati Program Studi Sarjana Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Indonesia Maju. Jakarta. Jl. Harapan No. Lenteng Agung Jakarta Selatan. Email: merliawatintan23@gmail. DOI: https://doi. 70304/jmsi. Copyright @ 2025. Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia E-ISSN: 2828-1381 P-ISSN: 2828-738X Abstrak Kinerja karyawan yang optimal merupakan salah satu faktor kunci dalam keberhasilan organisasi, termasuk rumah sakit. Gaya kepemimpinan menjadi salah satu aspek penting yang dapat memengaruhi motivasi, produktivitas, dan loyalitas karyawan. Pemilihan gaya kepemimpinan yang tepat diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan mendorong pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja karyawan di Rumah Sakit x. Kabupaten Cianjur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis korelasi. Responden terdiri atas karyawan dengan jabatan di bawah kendali Direktur Pelayanan, dan data diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang telah diuji kelayakannya. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara gaya kepemimpinan dan kinerja karyawan . ilai p = 0,. Penerapan gaya kepemimpinan yang efektif terbukti dapat meningkatkan semangat kerja, memperbaiki kualitas hasil kerja, dan memperkuat komitmen terhadap Temuan ini menggarisbawahi pentingnya peran pimpinan dalam mengarahkan, membimbing, dan memotivasi karyawan agar mampu memberikan kinerja terbaik. Oleh karena itu, rumah sakit disarankan untuk terus mengembangkan kompetensi kepemimpinan di semua tingkatan manajemen guna memastikan terciptanya pelayanan yang berkualitas serta keberlanjutan pencapaian tujuan strategis organisasi. Kata Kunci: Analisis korelasi. Gaya kepemimpinan. Kinerja karyawan. Rumah sakit Abstract Optimal employee performance is a key factor in the success of an organization, including hospitals. Leadership style is one of the important aspects that can influence employee motivation, productivity, and loyalty. Selecting the appropriate leadership style is expected to create a conducive work environment and encourage the achievement of organizational goals. This study aims to analyze the relationship between leadership style and employee performance at x Hospital. Cianjur Regency. The research method employed was descriptive quantitative with a correlational analysis Respondents consisted of employees under the supervision of the Director of Services, and data were collected through a validated The findings indicate a positive and significant relationship between leadership style and employee performance . -value = 0. The application of an effective leadership style has been shown to enhance work enthusiasm, improve work quality, and strengthen commitment to the These results highlight the crucial role of leaders in directing, guiding, and motivating employees to deliver their best performance. Therefore, it is recommended that the hospital continues to develop leadership competencies at all management levels to ensure the delivery of quality services and the sustainable achievement of strategic organizational Keywords: Correlation analysis. Leadership style. Employee performance. Hospital Merliawati I& Khoerunnisa Y Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia : 258-265 Pendahuluan Kepemimpinan merupakan kemampuan seorang pemimpin untuk mengarahkan, memengaruhi, dan mengelola pikiran, emosi, maupun perilaku orang lain demi mencapai tujuan tertentu . Dalam konteks organisasi, kepemimpinan yang efektif tidak hanya sebatas memberikan instruksi, tetapi juga menciptakan iklim kerja positif melalui visi, prinsip, dan tujuan yang jelas. Pemimpin yang baik dapat menjadi teladan, memotivasi, memberikan dukungan emosional, serta membangun rasa memiliki di antara anggota timnya. Hal ini sejalan dengan temuan penelitian yang menegaskan bahwa pemimpin yang memiliki keterampilan komunikasi dan kemampuan membangun hubungan interpersonal yang baik mampu meningkatkan kinerja tim secara signifikan . Gaya kepemimpinan dapat diartikan sebagai pola perilaku atau seperangkat karakteristik yang diterapkan pemimpin untuk memengaruhi bawahannya agar dapat mencapai tujuan organisasi . Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa variasi gaya kepemimpinan, seperti transformasional, transaksional, atau demokratis, memiliki dampak berbeda terhadap motivasi, kepuasan kerja, dan kinerja karyawan . Pemimpin yang mampu menyesuaikan gaya kepemimpinannya dengan situasi dan karakteristik tim cenderung berhasil mencapai target organisasi lebih optimal. Namun, sebagian besar studi sebelumnya masih terbatas pada sektor industri umum dan pemerintahan, sementara kajian pada sektor layanan kesehatan, yang memiliki kompleksitas operasional dan tekanan kerja tinggi, masih relatif terbatas. Kinerja karyawan sendiri merupakan representasi dari kemampuan, keterampilan, dan perilaku dalam menyelesaikan tugas sesuai standar dan target yang telah ditetapkan . Kinerja dapat dinilai dari aspek kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, serta kepatuhan terhadap Dalam konteks rumah sakit, kinerja karyawan sangat memengaruhi mutu pelayanan dan kepuasan pasien . Faktor-faktor yang memengaruhi kinerja mencakup keterampilan teknis, motivasi kerja, kepemimpinan, serta lingkungan kerja yang kondusif. Peningkatan kinerja dapat dicapai melalui pemberian arahan yang jelas, pembagian tugas yang sesuai, pelatihan berkala, dan penerapan gaya kepemimpinan yang efektif. Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran strategis dalam memberikan layanan medis, tindakan pengobatan, serta layanan diagnostik yang berkualitas . Keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan fasilitas, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga kesehatan yang berinteraksi langsung dengan pasien. Divisi pelayanan, sebagai garda terdepan rumah sakit, memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk citra dan reputasi institusi. Penelitian Handayani et al. menegaskan bahwa peningkatan kinerja di divisi ini secara langsung berkontribusi pada kepuasan pasien dan loyalitas terhadap rumah sakit . Berdasarkan observasi awal di Rumah Sakit x, ditemukan beberapa permasalahan kinerja karyawan, antara lain rendahnya tingkat kepatuhan terhadap aturan kerja, kedisiplinan yang belum optimal, serta adanya kesenjangan pada penerapan gaya kepemimpinan. Permasalahan tersebut dapat berdampak pada efektivitas layanan dan kepuasan pasien. Beberapa penelitian sebelumnya memang telah membahas pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan, akan tetapi masih jarang yang secara spesifik meneliti hubungan tersebut pada unit pelayanan rumah sakit dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Maka, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan dan kinerja karyawan pada Divisi Pelayanan Rumah Sakit x. Penelitian ini diharapkan dapat mengisi kekosongan kajian pada sektor layanan kesehatan, memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan, serta menawarkan rekomendasi strategis bagi manajemen rumah sakit untuk meningkatkan mutu layanan melalui optimalisasi peran kepemimpinan. Agar, temuan penelitian ini diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi teoritis, tetapi juga manfaat praktis bagi pengelolaan sumber daya manusia di rumah sakit. Merliawati I& Khoerunnisa Y Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia : 258-265 Metode Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang memiliki karakteristik deskriptif korelasi dengan metode cross sectional untuk megkaji hubungan antar variabel. Penelitian korelasional memiliki tujuan untuk mengidentifikasi adanya hubungan korelatif antara variabel-variabel . Terdapat dua variabel yang diteliti dalam penelitian ini, yaitu gaya kepemimpinan dan kinerja Populasi pada penelitian terdiri dari Manajer pada Divisi Pelayanan. Kepala Unit. Kepala Ruangan, dan Ketua Tim pada Unit Pelayanan Medis. Unit Keperawatan, dan Unit Penunjang Medis di Rumah Sakit x dengan jumlah 45 orang. Elemen populasi merupakan unit yang diteliti dan keseluruhan subyek yang akan diukur . Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Juni 2024. Teknik pengambilan sampel dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sampling probabilitas dan sampling non-probabilitas. Pada penelitian ini, metode yang diterapkan dalam menentukan sampel pendekatan nonprobabilitas dengan teknik sampel total. Pendekatan nonprobabilitas merupakan metode Pemilihan sampel yang tidak memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur atau anggota dalam populasi untuk dipilih sebagai bagian dari sampel penelitian. Total sampling merupakan metode penentuan sampelnya dimana jumlah sampel sama dengan populasi . Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah dengan menyebarkan kuisioner secara online melalui google form. Skala yang dipakai dalam penelitian ini yaitu skala Likert. Analisi data penelitian menggunakan uji statistik Chi Square dengan tingkat signifikansi 95% . ilai A value < 0,. Hasil Peneliti melakukan analisis deskriptrip responden penelitian berdasarkan jenis kelamin, profesi, pendidikan, masa kerja, dan jabatan. Berikut merupakan hasil data profil responden Tabel 1. Karakteristik Responden Penelitian Karakteristik Jenis Kelamin Profesi Pendidikan Masa Kerja Jabatan Kategori Laki-laki Perempuan Analis Kesehatan Apoteker Bidan Dokter Umum Fisioterapi Nutrisionis Perawat Radiografer Rekam medis Tenaga Lainnya SMA/SMK < 1 Tahun 2-3 Tahun 3-6 Tahun 6-9 Tahun Ou10 Tahun Manajer Kepala Unit Kepala Ruangan Ketua Tim Penanggung Jawab Merliawati I& Khoerunnisa Y Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia : 258-265 Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa responden terbanyak merupakan perempuan dengan 32 responden dengan prosentase 71,1%, adapun responden laki-laki sebanyak 13 responden dengan prosentase 28,9%. Untuk profesi responden terbanyak adalah Perawat sebanyak 20 responden dengan prosentase 42,2%, dan sebagian kecil responden profesi Analis Kesehatan. Fisioterapi. Radiografer, dan Rekam Medis sejumlah 1 responden dengan prosentase 2,22%. Bahwa tingkat pendidikan responden sebagian besar berpendidikan Sarjana (S. sebanyak 30 responden dengan prosentase 66,7%, sebagian kecil berpendidikan D3 sebanyak 10 responden dengan prosentase 22,2%, adapun responden tingkat pendidikan SMA/SMK merupakan responden paling sedikit dengan jumlah 2 responden dengan prosentase 4,4%. Sebagian besar responden yaitu masa kerja 6-9 tahun 17 responden dengan presentasi 37,8%, sebagian kecil merupakan responden dengan masa kerja < 1 tahun sebanyak 4 responden dengan prosentase 8,9%. Bahwa responden kepala unit, kepala ruangan, dan ketua tim merupakan responden terbanyak dengan masing-masing sebanyak 11 responden dengan prosentase 24,4%, sedangkan sebagian kecil merupakan responden dengan jabatan Manajer sebanyak 3 responden atau sebanyak 6,7%. Tabel 2. Analisis Univariat Gaya Kepeminpinan dan Kinerja Karyawan Variabel Gaya Kepemimpinan Kinerja Karyawan Kategori Baik Cukup Kurang Baik Kurang Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa 22 responden . ,9%) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan Direktur Pelayanan dalam kategori baik, 12 responden . %) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan Direktur Pelayanan dalam kategori cukup, dan 11 reponden . ,9%) Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe kepemimpinan yang diterapkan oleh Direktur Pelayanan tergolong kurang optimal. Mayoritas responden, yaitu sebanyak 24 orang . ,3%), menilai kinerja berada pada kategori baik, sedangkan 21 orang responden . ,7%) menilai kinerja pegawai masih berada pada kategori kurang. Analisis bivariat adalah analisis yang digunakan terhadap dua variabel yang diduga berhubungan atau berkorelasi . Analisis bivariat bertujuan untuk mengetahui hubungan dua Melalui analisis bivariat, setelah diketahui terdapat hubungan antara kedua variabel dilanjutkan pada penjelasan mekanisme mengapa hal tersebut bisa terjadi. Analisis bivariat dilakukan untuk melihat keterkaitan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Tabel 3. Hubungan Gaya Kepemimpinan dengan Kinerja Karyawan Gaya Kepemimpinan Baik Cukup Kurang Kinerja Karyawan Baik Kurang Total Nilai p 0,000 Berdasarkan table 3 hasil mencapai 22 orang . %) mengukapkan terdapat sikap pemimpin Direktur Pelayanan dapat kategorikan baik merupakan keseluruhan responden dengan kinerja baik, dan 11 responden . ,9%) yang menyatakan gaya kepemimpinan kurang yaitu 1 responden . ,1% diantaranya dengan kinerja baik sedangkan 11 responden . ,9%) Merliawati I& Khoerunnisa Y Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia : 258-265 lainnya dengan kinerja kurang. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji chi-square, diperoleh tingkat signifikansi probabilitas untuk variabel gaya kepemimpinan sebesar Nilai p sebesar 0,000, yang lebih kecil daripada batas signifikansi = 0,05, menunjukkan terdapat keterkaitan antara gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Direktur Pelayanan dengan tingkat bekerja karyawan Divisi Pelayanan Rumah Sakit x. Pembahasan Sikap pemimpin adalah seperangkat karakteristik yang dimanfaatkan seorang pemimpin untuk memengaruhi anggota timnya dalam upaya meraih tujuan organisasi . kepemimpinan dapat diartikan sebagai pola sikap dan metode yang kerap digunakan oleh seorang pemimpin dalam menjalankan perannya. Secara umum, terdapat tiga pola utama dalam gaya kepemimpinan, yaitu berfokus pada penyelesaian tugas, mengutamakan kerja sama tim, dan menitikberatkan pada pencapaian hasil akhir. Sikap pemimpin memiliki pengaruh terhadap performa pegawai. Pemimpin yang berhasil mampu memberikan arahan terhadap upaya tenaga kerja dalam meraih sasaran lembaga. Berdasarkan analisis deskriptif pada variabel gaya kepemimpinan sebanyak 22 responden menyatakan gaya kepemimpinan Direktur Pelayanan dalam kategori baik dan jumlah paling sedikit dengan 11 responden yang menyatakan gaya kepemimpinan Direktur Pelayanan dalam kategori kurang. Hasil total nilai rata-rata tanggapan responden mengenai gaya kepemimpinan sebesar 93,30%. Tanggapan dengan jumlah terbesar adalah indikator kemampuan komunikasi sebesar 94,67% melalui pernyataan AuPihak atasan memberikan peluang kepada pegawai untuk menyampaikan pendapat apabila muncul permasalahan di lingkungan kerja. Sementara itu, respons terendah sebesar 91,62% terdapat pada indikator tanggung jawab, yang tercermin melalui pernyataan bahwa pimpinan memikul kewajiban atas kekeliruan yang telah dilakukanAy. Sehingga dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan Direktur Pelayanan Rumah Sakit x adalah baik. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ni et. al yang menunjukkan sebagian besar gaya kepemimpinan baik dengan prosentase sebesar 94,63% . Kinerja menurut Moeheriono menggambarkan sejauh mana keberhasilan pelaksanaan sebuah Kegiatan, inisiatif, ataupun strategi yang dijalankan bertujuan untuk mewujudkan sasaran, maksud, serta arah dan cita-cita organisasi yang telah ditetapkan melalui proses Pencapaian kinerja dapat diamati serta diukur apabila setiap pegawai, baik secara individu maupun dalam kelompok, memiliki acuan atau patokan keberhasilan yang telah ditentukan oleh organisasinya sebagai acuan penilaian . Kemampuan dapat dipahami sebagai keluaran atau hasil akhir dari pekerjaan yang telah diselesaikan oleh seseorang. persyaratan pekerjaannya. Didalam bekerja mempunyai persyaratan tertentu untuk dilaksanakan agar mencapai tujuan yang disebut juga dengan standar pekerjaan. Penentuan baik atau tidaknya kinerja seorang karyawan tergantung pada hasil perbandingan dibandingkan dengan standar pekerjaan. Standar kinerja adalah tingkat pekerjaan yang diharapkan akan dilakukan dan memberikan tolok ukur tujuan dan sasaran yang ingin dicapai . Berdasarkan analisis deskriptif variabel Kinerja Karyawan diperoleh sebagian besar karyawan menyatakan kinerja baik sebanyak 24 responden dan sebanyak 21 responden menyatakan kinerja karyawan dalam kategori kurang. Hasil total nilai rata-rata anggapan dari para responden tentang variabel karyawan mencapai 88,11%. Respon pada indikator kualitas mencapai 89,90% pernyataan dengan capaian tertinggi adalah AuSaya memiliki kemampuan serta pemahaman yang baik terhadap pekerjaan rutin yang saya kerjakan setiap Ay Sementara itu, persentase terendah, yaitu sebesar 84,95%, terdapat pada indikator kuantitas dengan pernyataan AuSaya mengetahui kekeliruan yang terjadi dan melakukan perbaikan sebelum mendapat teguran dari atasanAy. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan di Rumah Sakit x adalah baik. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Jayanti. et al yang menunjukkan bahwa kinerja karyawan baik, hal ini dapat Merliawati I& Khoerunnisa Y Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia : 258-265 dilihat dari Sebagian besar responden, yakni 81%, memiliki latar belakang pendidikan sarjana, dengan rata-rata tingkat performa kerja pegawai tergolong pada kategori sangat tinggi . Sikap pemimpin adalah corak, kebiasaan, watak, karakter, serta kepribadian unik yang dimiliki seorang pemimpin dan membedakannya dari individu lain, sehingga mempengaruhi sikap serta metode yang diterapkan dalam memimpin . Keberhasilan organisasi tergantung pada pemimpin dan kepemimpinannya. Tidak ada pendekatan kepemimpinan yang sesuai untuk diterapkan pada semua situasi. Pemimpin harus mampu mengadaptasi gaya kepemimpinannya menyesuaikan kebutuhan dan dinamika tim serta organisasi yang dipimpinnya. Kinerja karyawan merupakan fungsi dan interaksi antara kemampuan yang dimiliki oleh karyawan dengan cara pemimpin memberikan arahan dan ajakan dalam melaksanakan pekerjaan. Berhubungan antara pola kepemimpinan dan performa pegawai menunjukkan bahwa keberadaan gaya kepemimpinan di suatu instansi dapat mempermudah peningkatan produktivitas karyawan. Hal ini disebabkan karena tipe kepemimpinan menjadi salah satu unsur penentu baik atau buruknya penilaian dari masyarakat, yang tercermin melalui cara seorang pimpinan menyusun langkah strategis serta memotivasi staf yang dipimpinnya . Penelitian yang dilakukan oleh Daud et al menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan hotel AoXAo Pontianak . Sejalan dengan penelitian Rosaliawati et al bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan konerja guru di SMA Negeri Kota Malang . Studi ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Irena et al terdapat erdapat keterkaitan yang positif dan bermakna antara penerapan kepemimpinan transformasional serta interaksi internal dengan performa pegawai generasi Z di Tokopedia . Di antara kedua faktor bebas tersebut, kepemimpinan transformasional menunjukkan hubungan yang lebih kuat terhadap kinerja Berdasarkan analisis kualitatif temuan telaah di Rumah Sakit x dengan Dari hasil survei terhadap 45 partisipan mengenai keterkaitan antara pola kepemimpinan dan performa pegawai, diperoleh temuan bahwa terdapat keterhubungan antara gaya kepemimpinan dengan kinerja karyawan. Variabel gaya kepemimpinan memiliki p-value 0,000 < 0,05 artinya gaya kepemimpinan memiliki hubungan secara signifikan terhadap kinerja karyawan Rumah Sakit x Tahun 2024. Berdasarkan hasil pengkajian, hubungan antara pola kepemimpinan dan prestasi kerja pegawai menunjukkan bahwa pola kepemimpinan menjadi salah satu unsur yang mampu memberikan pengaruh terhadap tingkat pencapaian kinerja karyawan di Rumah Sakit x. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata antara tarif riil rumah sakit dan tarif INA-CBGAos pada pelayanan pasien sectio caesarea dengan diagnosis bekas sectio caesarea karena cephalopelvic disproportion di RS Dr. Hafiz Cianjur. Perbedaan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara biaya yang dikeluarkan oleh rumah sakit dan biaya yang dibayarkan oleh sistem pembiayaan berbasis INA-CBGAos. Temuan ini mencerminkan tantangan yang dihadapi rumah sakit dalam mengelola pembiayaan pelayanan kesehatan, khususnya pada kasus-kasus dengan tingkat kompleksitas tertentu. Selain itu, hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa sistem tarif berbasis INA-CBGAos belum sepenuhnya menyesuaikan dengan variasi kondisi klinis dan kebutuhan sumber daya pada setiap pasien. Hal ini menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap kebijakan tarif guna memastikan keberlanjutan layanan kesehatan, efisiensi manajemen rumah sakit, dan keadilan pembiayaan bagi semua pihak yang terlibat. Ucapan Terima Kasih Peneliti mengucapkan terimakasih kepada PT H & J Medika dan Rumah Sakit Dr. Hafiz (RSDH) Cianjur atas peluang yang diberikan. Manajemen Rumah Sakit Dr. Hafiz Cianjur. Merliawati I& Khoerunnisa Y Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia : 258-265 khususnya Departemen Pelayanan yang telah memberikan waktu, data, serta informasi yang sangat berharga dalam mendukung kelancaran proses penelitian ini. Pengungkapan dan Konflik Kepentingan Penelitian ini dilakukan secara independen tanpa adanya dukungan pendanaan, sponsor, maupun pengaruh dari pihak manapun yang dapat memengaruhi objektivitas serta integritas proses dan hasil penelitian. Seluruh data diperoleh dan dianalisis semata-mata untuk tujuan akademik dan peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Persetujuan Etik dan Kesediaan untuk Berpartisipasi Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Kesehatan yang berwenang di lingkungan institusi terkait, dengan nomor surat persetujuan No. 2690/Sket/Ka-Dept/RE/UIMA/VII/2025. Sebelum dilakukan pengumpulan data, seluruh informan telah diberikan penjelasan mengenai tujuan, manfaat, prosedur, serta hak-hak mereka sebagai partisipan penelitian. Partisipasi dilakukan secara sukarela dan tanpa paksaan, serta masing-masing informan telah menandatangani lembar persetujuan setelah memahami isi penjelasan yang diberikan . nformed consen. Identitas dan kerahasiaan informan dijaga sepenuhnya oleh peneliti. Daftar Pustaka