Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni 2026 https://doi. org/10. 52060/mp. E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 Pengembangan Media Pembelajaran IPAS Augmented Reality Scrapbook Berbasis Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Juninta Natasya Rahmawati1. Desi Wulandari2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Indonesia e-mail: *1natasyajuninta@students. id, 2wulanipa@mail. ABSTRAK Berdasarkan hasil obervasi yang dilakukan peneliti di SD Negeri Sambeng 1 Kabupaten Bojonegoro ditemukan permasalahan berupa keterbatasan media pembelajaran konkret dan hasil belajar siswa yang masih berada pada ketergori rendah pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti bermaksud untuk mengembangkan, menguji kelayakan dan menguji keefektifan media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Sambeng 1 Kabupaten Bojonegoro khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial. Jenis penelitian yang digunakan adalah research and development (R&D) dengan menggunakan model Borg and Gall dengan menggunakan 10 tahap. Pengumpulan data melalui obeservasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Hasil penilaian produk berupad validasi media pembelajaran yang dilakukan oleh ahli di bidang materi dan ahli bidang media dengan persentase 90% dan 97,5% dengan kategori sangat layak. Hasil perhitungan N-Gain didapatkan nilai sebesar 0,71 dengan kriteria tinggi. Maka media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Sambeng 1 Kabupaten Bojonegoro dapat dikatakan sangat layak dan efektif untuk diterapkan dalam meningkatkan hasil belajar siswa Kata kunci: Augmented Reality Scrapbook. Hasil Belajar. Inkuri Terbimbing. IPAS. Pengembangan Media ABSTRACT Based on observations conducted by researchers at Sambeng 1 Public Elementary School. Bojonegoro Regency, problems were identified, including limited concrete learning media and low student learning outcomes in Natural and Social Sciences. Based on these problems, the researchers aimed to develop, test the feasibility, and evaluate the effectiveness of a guided inquiry-based augmented reality scrapbook learning medium to improve the learning outcomes of fourth-grade students at Sambeng 1 Public Elementary School. Bojonegoro Regency, specifically in Natural and Social Sciences. The research used research and development (R&D) using the Borg and Gall model, which involved 10 stages. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The product assessment, in the form of learning media validation conducted by material experts and media experts, yielded 90% and 97. 5%, respectively, with a very good rating. The N-Gain calculation yielded a value of 0. categorized as high. Therefore, the augmented reality scrapbook learning media based on guided inquiry to improve the learning outcomes of fourth grade students of Sambeng 1 Elementary School. Bojonegoro Regency can be said to be very suitable and effective to be implemented in improving student learning outcomes. Keywords: Augmented Reality Scrapbook. Learning Outcomes . Guided Inquiry. Science. Media Development PENDAHULUAN Pendidikan sepanjang hayat yang dialami oleh setiap Melalui potensi diri, membentuk keterampilan pribadi, serta menumbuhkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, pendidikan menjadi kebutuhan yang mendasar yang tidak bisa diabaikan, karena setiap individu tidak ada yang lahir dengan kemapuan tanpa melalui proses belajar. Menurut Meier dalam (Yandi et , 2. pendidikan bertujuan untuk mempersiapkan individu dala menghadapi berbagai perubahan dengan mengandalkan kekuatan berpikir, kesadaran dan kreativitas. Pendidikan dilaksanakan melalui proses belajar yang melibatkan pemikiran tentang diri sendiri dan lingkungan sekitar. Agar tercipta suasana pembelajaran yang efektif, berbgai aspek pendidikan perlu terus ditingkatkan dan Upaya peningkatan mutu meningkatkan kinerja guru dan penguatan kualitas pembelajaran. Langkah ini bertujuan Dalam pendidikan, diperlukan penyesuain terhadap perkembangan kurikulum. Menurut (Pratiwi et al, 2. kurikulum merupakan pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran disetiap jenjang pendidikan, sekaligus menjadi salah satu alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Saat ini, kurikulum diterapkan yaitu kurikulum Kurikulum merdeka ini mulai diterapkan pada tahun 2022 sebagai upaya pemulihan dan penyempurnaan dari kurikulum Kurikulum merdeka menekankan pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada siswa, serta berorientasi pada pengembangan kompetensi dan karakter. Implementasi https://ejournal. id/index. php/mp This is an open access article under the cc-by license | 122 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 kurikulum merdeka ini diharapkan dapat mendorong tercapainya tujuan pendidikan. Guru memegang peran penting sebagai fasilitator dan pembimbing dalam proses kegiatan belajar. Guru dituntut untuk menciptakan pengalaman belajar yang menarik, mendorong dan mampu memotivasi Guru juga dituntut untuk merancang perancangan model, metode serta pendekatan memanfaatkan media pembelajaran yang dapat meningkatakan daya tarik siswa saat penyajian materi, sehingga suasana belajar lebih efektif dan menyenangkan. Untuk menghadapi tuntutan tersebut, guru perlu menguasai keterampilan serta memiliki pemahaman yang mendalam mengenail model, metode serta pendekatan pembelajaran yang kreatif, interaktif dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) memiliki peran penting dalam kehidupan siswa, muatan materi dalam IPA sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia hingga alam semesta. Dalam kurikulum merdeka, mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alama digabungkan dengan Ilmu Pengetahuan Sosial Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Nomor 046/H/KR/2025. IPAS merupakan mata pelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan alam dan sosial, yang mempelajari interaksi antarmanusia, alam, dan lingkungannya. IPAS juga mempelajari kehidupan manusia sebagai individu dan sebagai bagian dari masyarakat yang berinteraksi dengan lingkungannya. Penggabungan dua mata pelajaran ini bertujuan agar siswa dapat memahami sekaligus mengelola lingkungan alam dan sosial disekitarnya. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib diajarkan di jenjang sekolah dasar. Pembelajaran IPA memiliki peran penting pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta kemampuan memecahkan masalah berbasis fenomena alam yang terjadi di sekitar siswa. Penguasaan konsep-konsep IPA sangat bergantung pada model, metode, pendekatan dan media pembelajaran yang tepat, sehingga siswa dapat menemukan serta menghubungkan fakta, konsep dan prinsip melalui kegiatan eksperimen. Pada hakikatnya IPA mencakup empat komponen yakni: . IPA sebagai produk. IPA sebagai proses. IPA sebagai sikap. IPA sebagai teknologi. Namun demikian, pembelajaran IPA di sekolah dasar masih menghadapi kendala. (Zakirman et al, 2. menyatakan bahwa pembelajaran IPA masih banyak didominasi metode ceramah dari guru, sehingga siswa kurang aktif, serta adanya persepsi dari siswa bahawa IPA merupakan mata pelajaran yag sulit karena sering menggunakan pendekatan Selain itu, pembelajaran dikelas sering berpusat pada penggunaan buku teks tanpa menggunakan media pembelajaran, yang menyebabkan siswa merasa jenuh. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya pemahaman materi yang mengakibatkan banyak siswa belum mencapai KKTP . riteria ketercapaian tujuan pembelajaran. Banyak siswa pada mata pelajaran IPA yang belum mencapai KKTP . riteria ketercapaian tujuan pembelajara. karena rendahnya pemahaman terhadap materi. Kendala tersebut muncul karena proses pembelajaran yang kurang bervariasi dan minim penggunaan media pembelajaran, sehingga siswa kehilangan antusiasme dalam belajar dan menghadapi kesulitan dalam memahami materi. Kendala-kendala ditemukan pada proses pembelajaran IPAS di kelas IV SDN Sambeng 1. Berdasarkan hasil wawancara bersama wali kelas IV media pembelajaran sehari-hari belum mampu menarik perhatian siswa. Siswa mudah merasa bosan, kurang fokus, dan cenderung bercakap sendiri ketika pembelajaran berlangsung. Kondisi tersebut membuat penyampaian materi tidak maksimal sehingga berdampak pada pemahaman yang dangkal serta rendahnya capaian hasil belajar siswa. Dalam kegiatan pembelajaran di SD Negeri Sambeng penggunaannya sangat terbatas. konkret hanya digunakan pada materi tertentu seperti materi tentang tumbuhan, sehingga untuk materi lainnya belum terfasilitasi secara Guru sesekali juga menggunakan presentasi powerpoint dengan tampilan penuh teks tanpa visualisasi pendukung yang menarik seperti gambar, ilustrasi ataupun animasi. Tampilan yang monoton berisi teks membuat siswa mudah bosan, tidak tertarik dengan penyampaian materi yang disampaikan melalui powerpoint dan materi menjadi abstrak, padahal siswa pada jenjang sekolah dasar masih berada pada tahap perkembangan membutuhkan media visual yang jelas dan Kondisi ini semakin memperburuk proses pembelajaran, pada materi IPAS yang https://ejournal. id/index. php/mp | 123 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 seharusnya disertai kegiatan praktik, tetapi hanya disajikan melalui penjelasan powerpoint. Penggunaan YouTube juga beberapa kali digunakan sebagai media pembelajaran namun belum Video yang digunakan sering kali tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan tidak disesuaikan dengan karakteristik siswa. Selain itu siswa hanya mampu bertahan dan fokus memeperhatiakn media pembelajaran video selama kurang lebih tiga menit. Selain itu, perhatian dan fokus siswa mulai menurun sehingga tujuan penyajian video tidak tercapai. Lembar Kerja Siswa (LKS) juga digunakan dalam pembelajaran namun materi yang disajikan kurang lengkap, tampilan kurang informatif, dan minimnya aktivitas yang dapat mendorong siswa untuk aktif. LKS tersebut kurang berfungsi sebagai media sekaligus bahan ajar yang seharusnya memfasilitasi kegiatan pembelajaran aktif. Permasalahan juga terdapat pada penggunaan model pembelajaran. Guru sering menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pada berbagai materi. Padahal, tidak semua materi IPAS sesuai dengan karakteristik model pembelajaran PBL. Ketika model PBL diterapkan pada materi yang sebenarnya membutuhkan pengalaman langsung melalui praktik sederhana seperti pada materi gaya disekitar kita proses pembelajaran menjadi kurang efektif dan tidak mencapai tujuan yang Pada materi tersebut, siswa pengamatan langsung, serta mengikuti proses ilmiah untuk memahami konsep. Namun, model pembelajaran lain seperti inkuiri belum pernah diterapkan oleh guru. Siswa jarang diajak melakukan kegiatan praktik. Akibatnya, pemahaman siwa cenderung hanya berbasis hafalan, bukan hasil pengalaman nyata. Minimnya variasi model pembelajaran serta karakteristik materi menyebabkan proses pembelajaran tidak berjalan maksimal. Siswa kurang memperoleh pengalaman nyata, sehingga hasil belajar masih tergolong rendah. Berdasarkan wawancara dengan kepala sekolah, siswa diperbolehkan membawa pembelajaran dengan seizin guru dan persetujuan wali murid, siswa pun telah terbiasa menggunakan smarthphone. Namun, fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara Dalam pelaksanaannya, masih ditemukan kendala berupa penyalahgunaan smartphone oleh siswa selama kegiatan Hal dimanfaatkan sebagai media pembelajaran, meskipun perangkat tersebut berpotensi mendukung proses belajar secara lebih interaktif dan menarik. Meskipun dalam kegiatan pembelajaran guru telah menggunakan media pembelajaran, namun pelaksanaan pembelajaran belum berjalan secara aktif. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan guru dalam merancang dan menyiapkan media pembelajaran yang bervariatif, salah satunya guru kelas memiliki tanggung jawab tambahan yang cukup menyita waktu untuk menyiapkan media pembelajaran. Akibtanya, tujuan pembelajaran belum tercapai secara maksimal dan berdampak pada rendahnya pemahaman serta hasil belajar Hal tersebut selaras dengan hasil observasi, yang menunjukkan bahwa metode ceramah masih sering digunakan dalam Sering digunakannya metode ceramah menyebabkan siswa kurang aktif dan kurang terlibat dalam kegiatan belajar. Hasil observasi ini sejalan dengan hasil wawancara bersama guru kelas IV yang menyatakan bahwa siswa mudah merasa bosan, tidak fokus, serta berbicara dengan teman ketika pemanfaatan media serta minimnya variasi model dan metode pembelajaran yang Metode ceramah yang bersifat satu arah membuat siswa pasif, hanya menerima berpartisipasi secara aktif dalam mengamati, mencoba, atau menarik kesimpulan. Padahal, sarana dan prasarana yang tersedia di SD Negeri Sambeng 1 sudah tergolong memadai. Sekolah memiliki enam proyektor, jaringan WiFi, serta perangkat Chromebook yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran. Namun, fasilitas tersebut belum dimanfaatkan dengan maksimal ketika pembelajaraan. Permasalahan-permasalahan tersebut diperkuat oleh data hasil belajar siswa. Berdasarkan dokumentasi nilai mata pelajaran IPAS kelas IV SDN Sambeng 1, yang berjumlah 23 siswa. Hasil belajar tertinggi sebesar 85 dan terendah sebesar 20. Berdasarkan data tersebut, hanya 2 siswa yang mencapai ketuntasan sesuai KKTP, sementara 21 siswa lainnya belum mencapai ketuntasan. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa pada mata pelajaran IPAS memiliki hasil belajar yang masih rendah. Untuk KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajara. yang ditetapkan SD Negeri Sambeng 01 untuk mata pelajaran IPAS sebesar 70. https://ejournal. id/index. php/mp | 124 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni . Hasil Belajar Tidak Tuntas Tuntas Diagram 1. Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri Sambeng 1. Dalam pembelajaran IPAS, media menunjang proses belajar mengajar. Menurut (Gawise. Media merupakan segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan atau bahan ajar, dengan tujuan merangsang perhatian, minat, pemikiran, dan perasaan siswa dalam aktivitas belajar guna mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Media pembelajaran memegang peranan penting dalam proses belajar mengajar karena berfungsi sebagai penghubung, sehingga pesan yang disampaikan oleh guru dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh siswa. Media mengoptimalkan jalannya proses pembelajaran sehingga tujuan yang diharapkan dapat Oleh mengembangkan media pembelajaran yang IPAS. Media dikembangkan dalam penelitian ini adalah media pembelajaran IPAS scrapbook berbasis inkuiri terbimbing. Dengan pengembangan media pembelajaran IPAS scrapbook berbasis inkuiri terbimbing ini, siswa dapat aktif dalam pembelajaran dan melakukan percobaan yang terarah yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS. Menurut Ariessanti dalam (Kartini et al. Augmented Reality (AR) merupakan salah satu teknologi yang memadukan elemen dunia nyata dengan elemen virtual atau Tujuannya yaitu untuk menciptakan pengalaman yang menggabungkan dunia nyata dengan dunia digital, sehingga pengguna dapat mengamati dan berinteraksi dengan objek virtual atau informasi tambahan yang muncul di atas lingkungan fisik. Scrapbook menurut (Shinta et al, 2. Media Scrapbook ini merupakan hasil adaptasi dari foto, kemudian dihias agar tampil lebih menarik. Scrapbook dirancang dengan menambahkan gambar-gambar supaya siswa lebih tertarik dan E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 terlibat dalam proses pembelajaran. Menurut (Sukara et al, 2. model Inkuiri Terbimbing adalah model pembelajaran yang bertujuan mengembangkan pola pikir ilmiah siswa dengan bimbingan guru. Dalam model ini, siswa lebih aktif belajar secara mandiri maupun berkelompok untuk menyelesaikan masalah yang diberikan. Meskipun siswa lebih aktif, guru tetap perlu memberikan arahan dan bimbingan dalam setiap aktivitas, serta menyediakan kesempatan bagi siswa untuk memperoleh Pengembangan media pembelajaran memiliki peran penting dalam mendukung proses belajar mengajar dikelas, agar siswa tidak merasa jenuh. Media yang inovatif akan mendorong siswa aktif dalam pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar. Penggunaan media yang dikembangkan berupa augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing diharapkan dapat memudahkan siswa dalam memahami materi IPAS. Pemilihan media ini didasarkan pada kebutuhan dan kesulitan yang dialami oleh guru dan siswa. Penggunaan media augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing akan memudahkan siswa percobaan, serta menarik kesimpulan dari hasil percobaan yang telah dilakukan. Penyajian media ini secara menarik juga akan meningkatkan motivasi belajar siswa, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap pencapaian hasil belajar. Peneliti melaksanakan penelitian di SD Negeri Sambeng 1 dengan meninjau hasil wawancara guru, observasi dan data dokumen hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang diterapkan peneliti adalah penelitian research and development Development (R&D) untuk mengembangkan media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam materi gaya disekitar kita kelas IV SD Negeri Sambeng 1 Kabupaten Bojonegoro. Guru diharapkan dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai salah satu acuan agar kegiatan pembelajaran IPA di sekolah dasar memotivasi, dan menyenangkan. Selain itu, hasil penelitian ini dapat mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan media pembelajaran IPAS berupa augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing, mengkaji tingkat kelayakan media melalui penilaian ahli, serta menguji https://ejournal. id/index. php/mp | 125 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni . peningkatan hasil belajar siswa kelas IV pada materi gaya di sekitar kita. METODE Jenis peneltian ini adalah peneltian Research development (R&D) merupakan metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan dan menguji keefektifan produk. Model pengembangan dan penelitian yang digunakan pengembangan Sugiyono (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini, peneliti mengembangkan produk dalam bentuk augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing yang dirancang untuk meningkatkan hasil belajar pada kelas IV SD Negeri Sambeng 1. Dalam peneltian dan pengembangan media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuri terbimbing materi gaya disekitar kita disekolah dasar kelas IV, peneliti menggunakan model Borg and Gall dalam pengembangannya menggunakan 10 tahapan model dalam Borg and Gall. Berikut adalah prosedur pengembangan media media IPAS scrapbook berbasis inkuri terbimbing: Gambar 1 Pengembangan Borg and Gall Berikut adalah penjelasan prosedur penelitian dalam pengembangan media IPAS berdasarkan gambar 1, potensi masalah yang pertama berupa data observasi, wawancara dan dokumentasi hasil belajar siswa, sehingga dapat mengidentifikasi permasalahan yang ada SD Negeri Sambeng 1 Kabupaten Bojonegoro. Setelah mengumpulkan sejumlah informasi atau data melalui angket kebutuhan guru dan siswa. Desain media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing dikembangkan dalam bentuk buku ukuran B5, dilengkapi vitur 3 dimensi berupa augmented reality serta menggunakan warna cerah sehingga dapat menarik perhatian siswa. Tahap selanjutnya yaitu validasi ahli media dan ahli materi dilakukan dengan cara E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 mengisi angket validasi untuk memberikan penilaian atau validasi dengan menggunakan instrumen validasi penilaian kelayakan media IPAS scrapbook berbasis inkuiri terbimbing. Setiap ahli akan diminta untuk memberikan penilaian terhadap desain tersebut sehingga akan diketahui kelebihan dan kekurangan dari produk yang telah dikembangkan. Setelah dilakukan pengujian melalui diskusi dengan para ahli untuk mengetahui Peneliti akan melakukan perbaikan untuk meminimalkan kekurangan Desain produk yang telah diperbaiki tidak langsung diterapkan pada siswa tetapi diubah menjadi produk jadi dan diuji. Selanjutnya, peneliti menggunakan media IPAS scrapbook berbasis inkuiri terbimbing untuk melakukan uji coba produk pada kelompok Setelah pelaksanaan uji coba kelompok kecil, dilakukan revisi terhadap media pembelajaran, namun pada tahap ini tidak terdapat saran perbaikan dari guru maupun Tahap berikutnya adalah uji coba pemakaian dalam skala besar untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing. Jenis data yang digunakan dalam proses penelitian ini adalah data kuantitatif dan Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik tes dan non tes. Teknik non tes diperoleh dari Sedangkan teknik tes diperoleh dari pretest dan posttest. Penilian angket yang sudah dilakukan oleh validator lalu di pakai di Berikut adalah tabel kisi-kisi para ahli media dan ahli materi. Tabel 1. Kisi-kisi penilaian ahli materi Aspek Skor Penilaian Pembelajaran 1,2,3,4,5,6 Isi Materi 7,8,9,10,11,12 Bahasa 13,14,15 Sumber: (Kustandi & Darmawan, 2. Aspek pembelajaran pada media IPAS memperoleh skor 21. Aspek isi materi memperoleh skor 22. Sedangkan, aspek kaidah kebahasaan memperoleh skor 11. Dari ketiga aspek tersebut diperoleh skor 54 dengan presentase 90% yang termasuk dalam kriteria sangat layak. https://ejournal. id/index. php/mp | 126 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni . Tabel 2. Kisi-kisi penilaian ahli media Aspek Skor Penilaian Pembelajaran 1,2,3,4 Kelayakan dan Penyajian 5,6,7 Interaktivitas 8,9,10 Bahasa 11,12 Media 13,14 Tampilan dan Media 15,16,17,18,19,20 Sumber: (Suryani et al, 2. Aspek pembelajaran pada media IPAS memperoleh skor 16. Aspek kelayakan memperoleh skor 11. Aspek interaktivitas memperoleh skor 12. Aspek bahasa memperoleh skor 8. Aspek media memperoleh Aspek tampilan memperoleh skor 23. Berdasarkan keenam aspek tersebut diperoleh skor 78 dengan presentase 97,5% yang termasuk dalam kriteria sangat layak. Adapun tabel skala dibawah yang disajikan oleh peneliti untuk penilaian skala validasi. Tabel 3. Skala Penilaian Validasi Kriteria Skor Kurang (K) Cukup (C) Baik (B) Sangat Baik (SB) Tabel 4. Kategori Kelayakan Produk Presentase Kriteria 81,25%< x O 100% Sangat Layak 62,5%< x O 81,25% Layak 43,75%< x O 62,5% Cukup Layak 25%O x O 43,75% Tidak layak Setelah produk yang dikembangkan diuji kelayakannya oleh ahli media dan ahli materi. Selanjutnya,adalah melakukan uji coba soal. Uji coba soal dilaksanakan di kelas IV SD Negeri Sambeng 1 di Kabupaten Bojonegoro dengan jumlah soal sebanyak 50 butir soal. Dari 50 butir soal tersebut kemudian dilakukan uji validitas untuk menentukan soal yang valid untuk soal pretest dan posttest. Berikut merupakan hasil uji validitas soal uji coba. Tabel 5. Hasil Validitas Uji Coba Soal Kriteria No. Soal Jumlah Valid 1, 2, 4, 6, 7, 13, 15, 17, 18, 25 19, 22, 23, 26, 27, 30, 31, 32, 35, 39, 41, 43, 45, 47, 49, 50 Tidak 3, 5, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 25 Valid 16, 20, 21, 24, 25, 28, 29, 33, 34, 36, 37, 38, 40, 42, 44, 46, 48 Dari 25 soal valid pada tabel 6, peneliti menggunakan 20 soal untuk soal pretest dan Analisis data yang digunakan adalah E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 uji N-Gain atau uji peningkatan rata-rata. Uji NGain dilakukan dengan tujuan untuk membandingkan peningkatan hasil belajar siswa dari sebelum . dan sesudah . menggunakan media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing. Sehingga dapat diketahui perbedaan hasil belajar siswa pada pretest dan Rumus N-Gain ternomalisasikan sebagai berikut. ycycoycuyc ycyycuycycycyceyc Oe ycycoycuyc ycyycyceycyceycyc ycA yciycaycnycu = ycycoycuyc ycnyccyceycayco Oe ycycoycuyc ycyycyceycyceycyc Sumber: Lestari dan Yudhanegara dalam (Chairani, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Potensi dan Masalah Hasil potensi dan masalah didapatkan melalui kegiatan pra penelitian yang dilakukan oleh peneliti untuk mengidentifikasi masalah yang ada di SD Negeri Sambeng 1. Identifikasi masalah dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara, data dokumen hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri Sambeng 1, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak Zaenal sebagai wali kelas IV yaitu masih kurangnya penerapan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Media pembelajaran yang digunakan guru masih terbatas pada media yang disediakan oleh sekolah berupa buku paket, gambar, video pembelajaran youtube, dan power point. Hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IPAS memiliki ketimpangan nilai tertinggi dan terendah yang mana hal tersebut disebabkan oleh pemahaman siswa yang belum merata, sehingga siswa yang cenderung tidak memperhatikan guru dan asik mengobrol dengan temannya mempunyai hasil belajar yang rendah. Rendahnya hasil belajar siswa ini dipengaruhi oleh media pembelajaran dan sumber belajar yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran masih terbatas sehingga siswa merasa bosan dan jenuh saat pembelajaran sedang berlangsung. Hal tersebut sejalan dengan observasi yang dilakukan peneliti, banyak siswa yang mengalami kesulitan terhadap materi gaya disekitar kita. Kesulitan tersebut berupa siswa hanya melihat gambar saja tanpa praktek secara langsung. Permasalahan tersebut juga dibuktikkan dari hasil penilaian IPAS, siswa kelas IV SD Negeri Sambeng 01 berjumlah 23 siswa Hasil belajar tertinggi sebesar 85 dan terendah sebesar 20. Berdasarkan data tersebut, hanya 2 siswa yang mencapai ketuntasan sesuai KKTP, sementara 21 siswa https://ejournal. id/index. php/mp | 127 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 lainnya belum mencapai ketuntasan. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa pada mata pelajaran IPAS memiliki hasil belajar yang Untuk KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajara. yang ditetapkan SD Negeri Sambeng 01 untuk mata pelajaran IPAS sebesar 70. Kemudian untuk model pembelajaran yang dilaksanakan guru dalam pembelajaran IPA belum bervariasi guru menggunakan model pembelajaran problem Penerapan pembelajaran dalam pembelajaran IPA guru menggunaka seperti metode ceramah, metode Pemilihan media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing sesuai dengan potensi dan permasalahan yang terjadi di kelas IV SD Negeri sambeng 1 karena menurut teori belajar Piaget dijelaskan bahwa perkembangan kognitif terjadi ketika siswa mampu memahami materi yang diajarkan. Tahapan berfikir siswa menekankan pada berfikir konkrit ke berfikir abstrak menurut Rachmawati & Daryanto dalam (Wulandari, 2. Penelitian ini terkait dengan hal-hal yang terjadi dan sesuai dengan kondisi sekitar dengan menggunakan benda konkret atau nyata. (Titin et al, 2. Media pembelajaran merupakan sarana yang dipakai dalam proses belajar mengajar dengan tujuan untuk memberikan bantuan atau dukungan berupa penyampaian informasi, konsep, atau materi pelajaran kepada siswa dengan cara yang lebih efektif dan menarik. Fungsi media pembelajaran digunakan untuk menguraikan sesuatu yang konkret menjadi abstrak. Pesan atau informasi dalam media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing dipahami dengan baik oleh siswa dengan memberikan pengalaman Kerucut pengalaman Edgar Dale juga berfungsi sebagai panduan untuk memfasilitasi (Kustandi& Darmawan, 2. Scrapbook sebagai salah satu media visual dapat mempermudah siswa dalam memahami konsep abstrak menjadi lebih Dengan kemampuan berpikir operasional konkret untuk memahami berbagai peristiwa nyata di Berdasarkan mengembangkan media pembelajaran yang digunakan untuk mengajarkan mata pelajaran IPA dan membantu siswa dalam belajar. data yang digunakan dalam proses penelitan. Perancangan produk dilakukan sesuai dengan analisis kebutuhan guru serta siswa. Hal ini dilakukan karena dalam mengembangkan media akan disesuaikan pada kebutuhan siswa dan guru. Angket kebutuhan guru dan siswa perlu Kriteria pemilihan media pembelajaran harus sesuai dengan tujuan dan materi pembelajaran, strategi pembelajaran yang digunakan, karakteristik siswa, peralatan media pembelajaran, kebutuhan siswa, biaya, kualitas media, materi, dan kondisi belajar siswa (Wulandari, 2. Berdasarkan hasil angket kebutuhan siswa diketahui bahwa sebagian siswa masih mengalami kesulitan memahami materi gaya disekitar kita. Oleh karena itu siswa membutuhkan media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami untuk membantu proses belajar Berdasarkan hasil analisis kebutuhan tersebut, pengembangan media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis ikuiri terbimbing disesuaikan dengan angket kebutuhan siswa dan guru. Pengumpulan Data Pengumpulan data merupakan tahap ketika peneliti mencari dan mengumpulkan Desain Produk Augmented reality scrapbook berbasis ikuiri terbimbing, sebuah media pembelajaran yang inovatif, menjadi pusat perhatian dalam Media ini memperkenalkan tampilan 3 dimensi yang menarik, menjadikan proses pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa. Dengan bantuan augmented reality scrapbook berbasis ikuiri terbimbing, mereka tidak hanya menguasai konsep-konsep dasar, tetapi juga dapat memotivasi siswa agar dapat meningkatkan hasil belajar secara menyenangkan. Kegiatan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, scrapbook berbasis ikuiri terbimbing, dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih inspiratif dan efektif di masa depan. Berdasarkan hasil wawancara. SD Negeri Sambeng 1 masih mengalami keterbatasan dalam penggunaan mdia pembelajaran yang inovatif untuk mata pelajaran IPAS. Guru dan siswa berpendapat bahwa media pembelajaran yang menarik dapat membuat proses belajar lebih menyenangkan. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis ikuiri terbimbing ini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan pembelajaran yang berkualitas https://ejournal. id/index. php/mp | 128 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni . dan menarik minat belajar siswa sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV. Tabel 7. Desain Media Pembelajaran Sampul Buku IPAS augmented reality scrapbook berbasis ikuiri terbimbing. Hal ini agar proses pemberian pengetahuan kepada siswa dapat berlangsung secara efektif ketika diimplementasikan di Selain itu, tahap ini juga penting untuk mengetahui apakah media dan materi pembelajaran yang dikembangan layak atau Validasi produk dalam penelitian ini melibatkan dua ahli yaitu ahli media dan ahli Berikut merupakan rekapitulasi hasil validasi media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis ikuiri terbimbing oleh ahli media dan ahli materi. Tabel 8. Rekapitulasi Penilaian Kelayakan Ahli Media dan Ahli Materi Aspek Persentase Kriteria Ahli Media 97,5% Sangat Layak Ahli Materi Sangat Layak Daftar Isi dan Petunjuk Belajar Tujuan Pembelajaran Pembelajaran E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Model Materi Validasi Desain Media Pembelajaran IPAS Augmented Reality Scrapbook Berbasis Ikuiri Terbimbing Langkah selanjutnya yaitu melakukan validasi desain produk. Peneliti menindaklanjuti saran perbaikan dari ahli media dan ahli materi utuk mengoptimalkan media pembelajaran Berdasarkan tabel 8, hasil angket validasi oleh ahli media, hasil akhir dari IPAS augmented reality scrapbook berbasis ikuiri terbimbing memperoleh total skor 78 dari 80 skor maksimal. Presentase yang diperoleh yaitu 97,5% dengan kriteria sangat layak. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis ikuiri terbimbing layak di uji cobakan di lapangan dengan revisi. Hasil akhir yang diperoleh dari penilaian oleh ahli materi yaitu 54 skor dari 60 skor maksimal. Presentase yang didapatkan yaitu 90% dengan kriteria sangat layak. Melalui penilaian tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis ikuiri terbimbing layak diujicobakan di lapangan dengan revisi. Revisi dan saran perbaikan dari ahli materi digunakan oleh peneliti untuk memperbaiki media IPAS scrapbook berbasis ikuiri terbimbing supaya lebih maksimal saat digunakan dalam proses Sebagaimana dengan penelitian yang dilakukan oleh (Santoso & Harjono, 2. dengan hasil penelitian menujukkan Terbukti bahwa Scrapbook efektif untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa SD kelas 5 khususnya terkait materi organ gerak hewan. Hal ini terbukti dari hasil rata-rata validasi materi 88% dengan kategori sangat tinggi. Hasil rata-rata validasi media 91,6%. Penelitian yang dilakukan oleh (Hafizhah & Setyasto, 2. hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian ini dilakukan dengan model pengembangan borg and gall. Berdasarkan hasil validasi materi, media dan pakar bahasa menunjukkan bahwa lembar rekaman yang https://ejournal. id/index. php/mp | 129 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni . dibantu oleh augmented reality telah memenuhi kriteria yang valid. Penelitian (Nurachmadani et al, 2. hasil penelitian menunjukkan Hasil validasi dari ahli media dengan hasil 97,14% kriteria Ausangat layakAy, ahli materi memperoleh hasil 92,5% dengan kriteria Ausangat layakAy, dan ahli tes memperoleh persentase sebesar 100% dengan kriteria Ausangat layakAy. Revisi Desain Setelah mendapatkan penilaian dari ahli media dan ahli materi, peneliti menindaklanjuti saran perbaikan dari ahli media dan ahli materi utuk mengoptimalkan media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing Hal ini agar proses pemberian pengetahuan kepada siswa dapat berlangsung secara efektif ketika diimplementasikan di Tabel 9. Revisi Desain media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing Sebelum Perbaikan Setelah Perbaikan Cover Depan Cover Depan Sebelum perbaikan, tidah terdapat nama pengembang pada cover depan Tujuan Pembelajaran Setelah perbaikan, pengembang pada cover depan untuk mengetahui identitas Tujuan Pembelajaran E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Keasalahan Penulisan Keasalahan Penulisan Sebelum perbaikan, terdapat kesalahan penulisan yaitu kata AumagbetAy Setelah perbaikan. Uji Coba Produk Media pembelajaran yang sudah dinilai oleh ahli media dan materi, kemudian direvisi oleh peneliti. Setelah tahap revisi selesasi, selnajutnya melakuka uji coba produk pada skala kecil. Uji coba skala kecil ini dilaksanakana di SD Negeri Sambeng 1 berjumlah 6 siswa. Uji coba penakaian produk skla kecil untuk mengetahui keefektifan media IPAS scrapbook berbasis inkuiri terbimbig dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa sebelum diguakan pada uji skala besar. Hasil dari uji coba sala kecil dapatdilihat melalui nilai pretest dan posttest. Nilai pretest sebagai nilai kemampuan awan siswa yang diukur melalui pegerjaan soal sebelum dilaksanakanya IPAS scrapbook berbasis inkuiri terbimbing. Nilai posttest sebagai pencapaian siswa setelah megikuti pembelajaran menggunakan media IPAS scrapbook berbasis inkuiri terbimbing, dimana siswa mengerjakan soal yang sama dengan Untuk melihat efektivitas penggunaan media ini dalam sala kecil, hasil nilai dapat dilihat pada tabel dibawah. Tabel 10. Hasil Pretest Dan Posttest Pada Uji Coba Skala Kecil Jenis Tes Rata-Rata Selisih Rata-Rata Pretest 40,83 49,17 Posttest Sebelum perbaikan. Pada bagia tujuan Setelah perbaikan. Pada bagia tujuan Berdasarkan data tabel 10, terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dengan nilai rata-rata 40,83 dan posttest yang mencapai rata-rata 49,17. Pencapaian ini menunjukan adanya peningkatan dalam https://ejournal. id/index. php/mp | 130 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 ketuntasan pembelajaran siswa. Sehingga penggunaan media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing dapat dikatakan efektif dalam Penelitian ini menitikberatkan pada peningkatan hasil belajar siswa dengan menunggunakan media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri Efektivitas media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing diukur mengunakan uji NGain, yang merupakan metode analisis kuantitatif untuk mengevaluasi peningkatan kemampuan hasil belajar siswa. Dalam pelaksanaannya, uji N-Gain membandingkan selisish nilai pretest dan posttest dengan selisih skor maksimal pretest. Melalui metode ini, tingkat signifikasi peningkatan keterampilan IPAS scrapbook berbasis inkuiri terbimbing dapat terukur secara objektif. Analisis uji N-Gain tidak hanya menunjukkan besaran peningkatan nilai, tetapi juga memberikan informasi yang terukur mengenai keberhasilan media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing untuk peningkatan hasil belajar siswa. Peneliti melakukan uji N-Gain coba pemakaian uji skala kecil dan skala besar. Hasil perhitungan uji N-Gain dalam skala kecil disajikan dalam tabel berikut. dan siswa pada uji skala kecil mengenai media IPAS scrapbook berbasis inkuiri terbimbing. Tabel 11. Hasil Uji N-Gain Skala Kecil N Min Max Mean Std. Deviation N-Gain 6 0,77 1,00 0,8475 0,08119 Berdasarkan data tabel 11, hasil analisis uji N-Gain pada skala kecil menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Sambeng 1. Penggunaan media IPAS scrapbook berbasis inkuiri terbimbing pada 6 siswa menghasilkan nilai N-Gain sebesar 0,8475 yang termasuk dalam kategori tinggi hal ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa dalam uji coba skala kecil. Pada saat melakukan uji coba skala kecil, peneliti juga membagikan angket tanggapan kepada guru dan siswa mengenai media pembelajaran IPAS augmented reality Instrumen penilaian terdiri dari 10 pertanyaan dengan sistem penilaian menggunakan tanda checklist (O. pada skor 1, 2, 3, 4 yang telah Data yang terkumpul dari hasil IPAS berdasarkan perspektif guru kelas. Berikut merupakan rekapitulasi hasil tanggapan guru Tabel 12. Rekapitulasi Angket Tanggapan pada Uji Coba Skala Kecil Responden Uji Persentase Kriteria Coba Skala Kecil Guru 97,5% Sangat Layak Siswa Sangat Layak Berdasarkan hasil angket tanggapan guru dan siswa terhadap media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran tersebut layak digunakan dalam pembelajaran. Hal ini dapat dibuktikan dari jumlah skor yang diperoleh dari angket tanggapan guru dengan presentase 97,5% dan jumlah persentase yang diperoleh dari angket tanggapan siswa yaitu 98% dengan kategori sangat layak. Peneltian yang mendukung adalah penelitian yang dilakukan (Nabila et al. , 2. hasil penelitian menunjukkan bahwa 54% siswa merasa kesulitan ketika mempelajari materi organ tubuh manusia karena materi bersifat abstrak dan 73% siswa merasa kurang dengan media pembelajaran yang digunakan Guru juga sependapat bahwa media yang digunakan saat mengajarkan materi organ tubuh manusia kurang mendukung. Setelah memahami apa yang dimaksud dengan teknologi augmented reality dan mengetahui media pembelajaran scrapbook seluruh guru dan 73% siswa sangat tertarik dan layak digunakan untuk media pembelajaran serta meningkatkan hasil belajar. Revisi Produk Revisi media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing pada tahap uji coba produk kelompok kecil ini dilakuakn sesuai saran dan masukan yang diberikan guru dan siswa pada saat uji coba produk kelompok kecil. Namun, berdasarkan hasil angket tanggapan guru dan siswa pada uji coba produk tidak memberikan saran dan masukan untuk perbaikan media IPAS scrapbook berbasis inkuiri terbimbing yang sudah du uji cobakan. Maka dari itu, setalah melaksanakan uji coba produk ini peneliti tidak melakukan revisi, sehingga media layak untuk di uji coba pemakaian produk skala besar. Uji Coba Pemakaian Setelah melakukan uji coba awal pada kelompok kecil yang terdiri dari 6 siswa kelas IV, selanjutnya dilakukan uji coba skala yang lebih besar melibatkan 17 siswa. Dalam tahap perbandingan nilai pretest dan posttest untuk mengevaluasi peningkatan hasil belajar siswa. https://ejournal. id/index. php/mp | 131 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Hasil penilaian dari uji coba skala besar penggunaan media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing guna meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV. Berikut ini hasil uji coba skala IPAS scrapbook berbasis inkuiri terbimbing. coba skala besar. Berikut merupakan rekapitulasi hasill tanggapan guru dan siswa. Tabel 13. Hasil Pretest Dan Posttest Pada Uji Coba Skala Besar Jenis Tes Rata-Rata Selisih Rata-Rata Pretest 55,58 30,89 Posttest 86,47 Berdasarkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Sambeng 1 pada pemakaian media IPAS menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pada tahap pretest, terdapat 15 siswa belum mencapai standar yang ditetapkan. Namun, setelah implementasi media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing dalam proses pembelajaran, peningkatan dimana 17 siswa berhasil mencapai ketuntasan. Untuk mengetahui kriteria peningkatan rata-rata pretest dan posttest dilakukan uji coba N-Gain dengan membandingkan antara dengan pretest. Berikut merupakan hasil uji N-Gain pada uji skala besar. NGain Tabel 14. Hasil Uji N-Gain Skala Kecil Min Max Mean Std. Deviation 17 0,33 1,00 0,7100 0,16766 Berdasarkan tabel 14 hasil uji peningkatan rata-rata (N-gai. menunjukkan bahwa siswa kelas IV SD Negeri Sambeng 1 memperoleh nilai selisih rata-rata sebesar 30,89 dengan nilai N-gain sebesar 0,71 dan termasuk dalam kriteria tinggi. Peningkatan rata-rata penggunaan media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri pembelajaran IPAS materi gaya disekitar kita siswa kelas IV SD Negeri Sambeng 1 Kabupaten Bojonegoro. Selain N-Gain. IPAS scrapbook berbasis inkuiri terbimbing dalam menunjang proses pembelajaran IPAS, juga dapat dilihat dari hasil tangapan guru dan siswa kelas IV SD Negeri Sambeng 1 pada saat uji Tabel 15. Hasil Uji Coba Skala Besar Responden Uji Persentase Kriteria Coba Skala Kecil Guru Sangat Layak Siswa Sangat Layak Berdasarkan tabel 15, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing mendapat tanggapan yang sangat baik dan layak digunakan dalam pembelajaran IPAS materi gaya disekitar kita. Hasil ini dapat dibuktikan dari jumlah skor yang diperoleh dari angket adalah salah satu untuk masing-masing soal, sehingga memperoleh skor dari guru sebanyak 100% dan mendapatkan skor dari siswa sebanyak 99% dengan kriteria sangat Pembahasan Temuan yang diperoleh peneliti diperkuat oleh Cognitive Theory of Multimedia Learning yang dikemukakan oleh (Mayer, 2. , yang menyatakan bahwa pembelajaran akan lebih efektif ketika informasi disajikan melalui kombinasi kata dan gambar secara terstruktur karena mampu mengoptimalkan kapasitas memori kerja peserta didik. Sejalan dengan teori tersebut, pengembangan media pembelajaran IPAS berupa augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing dalam penelitian ini mengintegrasikan teks, gambar, serta visualisasi tiga dimensi yang interaktif, memproses informasi melalui saluran visual dan verbal secara bersamaan. Teknologi Augmented Reality (AR) merepresentasikan inovasi signifikan dalam desain pembelajaran modern. Sebagaimana didefinisikan (Purnamawati et al. , 2. merupakan teknologi yang menggabungkan objek dunia maya baik dalam format dua dimensi . D) maupun tiga dimensi . D) dengan dunia nyata secara real-time, menciptakan interaksi yang lebih nyata dan mendalam antara pengguna dengan objek virtual tersebut. Karakteristik fundamental ini menjadikan AR sebagai media yang ideal untuk pembelajaran inkuiri terbimbing, karena memungkinkan siswa untuk bereksplorasi dengan objek-objek abstrak dalam konteks yang konkret dan dapat Temuan empiris (Wen et al. , 2. menunjukkan bahwa integrasi AR dengan pendekatan inkuiri terbimbing secara signifikan meningkatkan self-directed learning, creative thinking, dan critical thinking skills siswa, dengan efek yang lebih prononounced bagi https://ejournal. id/index. php/mp | 132 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 siswa berkemampuan akademik rendah. Pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan suatu pendekatan yang menuntun peserta didik untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, serta sikap baru melalui pemanfaatan berbagai sumber informasi dan gagasan (Tusriyanto et , 2. Hal ini sejalan dengan pendapat (Fadly, 2. yang menyatakan bahwa model inkuiri terbimbing tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga berperan dalam mengembangkan kemampuan berpikir serta sikap aktif peserta didik dalam proses Dalam konteks penelitian yang peneliti kembangkan, penerapan model inkuiri terbimbing memberikan ruang bagi peserta didik untuk terlibat aktif dalam proses Guru menghadirkan pertanyaan yang bersifat investigatif sebagai pemicu, sementara peserta didik didorong untuk merancang sendiri langkah-langkah menjawab permasalahan tersebut (Wahyudi et , 2. Melalui proses ini, peserta didik mampu menyusun pertanyaan lanjutan, mengembangkan penjelasan berdasarkan temuan, serta memperkuat pemahaman konsep secara mandiri. Keterlibatan yang tinggi juga terlihat dari banyaknya kesempatan yang dimiliki peserta didik untuk melakukan eksplorasi, eksperimen, dan pengumpulan data secara langsung. , pendekatan ini sangat relevan untuk mendukung pengembangan IPAS Augmented Reality scrapbook, karena mampu meningkatkan keaktifan, kemandirian belajar, serta berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Media scrapbook membantu siswa mengeksplorasi inti konsep dasar materi yang diajarkan serta merangsang rasa ingin tahu siswa, sehingga siswa tidak hanya mengingat konsep tetapi dapat mengungkapkannya kembali dengan bahasa sendiri yang lebih mudah dipahami (Pulungan et al. , 2. Inovasi media ini semakin diperkuat dengan teknologi augmented reality yang meningkatkan pengalaman belajar siswa dalam mata pelajaran sains, menyeimbangkan hasil belajar dengan keterampilan abad ke-21, serta mendukung pembelajaran mandiri dan kemampuan berpikir kreatif siswa secara signifikan (Hafizhah & Setyasto, 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media scrapbook berbantuan augmented reality yang dikembangkan layak digunakan dengan kriteria valid dari validator ahli, memperoleh respon sangat positif dari guru dan siswa, serta efektif meningkatkan hasil belajar siswa dengan peningkatan rata-rata nilai pretest dan posttest serta hasil uji N-gain sebesar 0,67 dalam kategori sedang (Hafizhah & Setyasto, 2. Penelitian yang dilakukan oleh (Fithriyah & Viyanti, 2. menunjukkan bahwa media scrapbook memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar tematik. Hal ini dibuktikan melalui uji paired sample t-test yang memperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05, serta adanya peningkatan rata-rata nilai peserta didik sebesar 16,9, yaitu dari 67,8 pada pre-test menjadi 84,7 pada post-test. Semenatar itu, penelitian (Yuniarizki & Prasetyaningtyas, 2. menunjukkan bahwa media scrapbook yang dikembangkan memiliki tingkat validitas tinggi, yakni 84% dari ahli media dan 93% dari ahli materi. Selain itu, media tersebut juga terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS, yang ditunjukkan melalui hasil uji paired sample t-test dengan nilai signifikansi 0,00 < 0,05 serta peningkatan nilai rata-rata dari 50,8 menjadi 80,5 dengan kategori N-Gain sebesar 0,6291 yang termasuk dalam kategori sedang . Selanjutnya Gerrid Mei Apsari. Eni Nurhayati. Anggralita Sandra Dewi (Apsari et al, 2. menunjukkan hasil validasi ahli media sebesar 81% dan ahli materi sebesar 81% yang termasuk dalam kriteria sangat layak dan hasil belajar siswa setelah menggunakan media pembelajaran scrapbook meningkat sebesar 27,94. Sebelum pembelajaran scrapbook rata-rata nilai siswa 67,58 menjadi 95,52 setelah mengunakan media pembelajaran scrapbook. Pengembangan media pembelajaran IPAS berbasis Augmented Reality Scrapbook dengan model inkuiri terbimbing merupakan solusi inovatif yang didukung kuat oleh temuan terkini, karena media ini secara sinergis menggabungkan tiga elemen kunci: visualisasi abstrak, kreativitas narasi visual, dan pedagogi Pertama. Augmented Reality (AR) terbukti mampu menjembatani konsep abstrak dalam sains seperti yang ditunjukkan oleh (Setiawaty et al. , 2. pada materi kimia dengan menampilkan objek tiga dimensi secara realistis, sehingga siswa dapat memahami karakteristik kompleks materi pelajaran yang sebelumnya sulit dibayangkan. Kedua, penggunaan scrapbook digital tidak hanya berfungsi sebagai alat dokumentasi, tetapi juga secara signifikan meningkatkan literasi visual siswa, penelitian Setiawaty et al. menunjukkan bahwa kombinasi ini proses sains dan penguasaan konsep yang jauh lebih tinggi (N-Gain 0,. dibandingkan pembelajaran konvensional (N-Gain 0,. Lebih lanjut, konsep scrapbook yang https://ejournal. id/index. php/mp | 133 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 dipadukan dengan elemen refleksi seperti yang diterapkan dalam aplikasi TravelTales oleh (Yin & Xiao, 2. terbukti mampu mendorong siswa untuk tidak sekadar mengingat materi, tetapi juga merefleksikan proses belajar mereka, menghubungkan pengalaman baru dengan pemahaman pribadi, sehingga tercipta Berdasarkan berbagai kajian teoretis dan hasil penelitian terdahulu yang relevan, bahwa pengembangan media pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan inkuiri terbimbing memiliki landasan konseptual dan empiris yang kuat. Sinergi antara penggunaan media yang inovatif, seperti Augmented Reality scrapbook, dengan model pembelajaran yang berpusat pada peserta didik terbukti mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, interaktif, dan kontekstual. Hal ini tidak hanya berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar secara kognitif, tetapi juga berpikir kritis, keterampilan sosial, serta sikap aktif dalam pembelajaran. Pengembangan media ini menjadi solusi yang relevan dan ke-21, memperkuat kualitas proses pembelajaran IPAS di sekolah dasar secara menyeluruh. Proses Pengembangan IPAS scrapbook berbasis inkuiri terbimbing. Penelitian pengembangan media ini IPAS scrapbook berbasis inkuiri terbimbing pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial. Media ini dikembangkan dengan fokus pada siswa kelas IV SD Negeri Sambeng 1 Kabupaten Bojonegoro materi gaya disekitar Media dirancang dengan tampilan yang menarik serta disesuaikan dengan kebutuhan dalam proses pembelajaran siswa. Langkah awal yang dilakukan oleh peneliti yaitu permasalahan yang terdapat di Kelas IV SD Negeri Sambeng 1 Kabupaten Bojonegoro, khususnya pada mata pelajaran Ilmu pengetahuan alam dan sosial. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil wawancara, guru belum bervariasi dalam menggunakan model pembelajaran dan belum pernah menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Selama proses pembelajaran guru hanya menerapkan metode diskusi, ceramah, dan tanya jawab. Padahal pembelajaran IPA yang melibatkan siswa untuk menemukan sendiri konsep sehari-hari bermakna dan tersimpan lebih lama dalam ingatan siswa sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar. Percobaan yang dirancang bersifat konkret dan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari sehingga membantu siswa memahami materi serta terlibat secara aktif dalam proses Namun, pembelajaran yang kurang menyebabkan proses pembelajaran belum berjalan secara optimal karena masih terdapat beberapa siswa yang kurang memperhatikan materi dan proses pembelajaran masih berpusat pada guru. Selain itu, ketersediaan media pembelajaran juga menjadi kendala bagi guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Guru pembelajaran berupa video dari Youtube, tetapi penggunaan video tersebut sering membuat siswa kurang fokus dan lebih asik sendiri sehingga tidak memperhatikan materi yang ditayangkan oleh guru. Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran yang lebih konkret diperlukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa serta mempermudah pemahaman terhadap materi gaya disekitar Dalam pembelajaran menggunakan media yang dikembangkan, siswa melakuakan kegiatan belajar secara berkelompok yang diawali dengan tahap orientasi terhadap peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan materi gaya di sekitar kita. Dilanjutkan dengan merumuskan masalah berupa pertanyaan yang muncul dari kegiatan orientasi, kemudian membuat hipotesis sebagai jawaban sementara berdasarkan rumusan masalah. Tahap berikutnya adalah percobaan yang dilakukan bersama kelompok. Setelah itu, siswa menguji hipotesis yang telah dibuat dengan membandingkannya dengan data yang diperoleh. Langkah terakhir adalah percobaan yang telah dilakukan. KESIMPULAN Pengembangan media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri terbimbing terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa kelas IV di SD Negeri Sambeng 1, khususnya pada materi gaya disekitar kita. Berdasarkan hasil penilaian dari ahli media dan ahli materi, media pembelajaran IPAS augmented reality scrapbook berbasis inkuiri https://ejournal. id/index. php/mp | 134 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 11 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 terbimbing telah memenuhi kriteria sangat layak berdasarkan hasil penilaian ahli media, ahli materi, angket tanggapan guru, dan angket Efektivitas IPAS scrapbook berbasis inkuiri terbimbing materi gaya disekitar kita juga sudah dikatakan efektif, hal tersebut dapat dikatakan demikian berdasarkan hasil pretest yang mengalami peningkatan pada hasil posttest, serta dengan N-Gain penelitian yang telah dilaksanakan. Oleh karena itu, media ini sangat direkomendasikan untuk diimplementasikan dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial di tingkat sekolah dasar, guna keterlibatan siswa dalam pembelajaran Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality pada Materi Molekul Kimia Berbasis Android Tingkat SMA. 1Ae5. https://doi. org/10. 1007/x-XX0000-00 Kustandi& Darmawan, . Pengembangan Media Pembelajaran: Konsep & Aplikasi Pengembangan Media Pembelajaran bagi Pendidik di Sekolah dan Masyarakat. Kencana. Mayer. Multimedia learning . rd Cambridge University Press. https://doi. org/10. 1017/978110889 Nabila. Hidayat. Hasanah. Jakarta. , & Learning. Media Pembelajaran Augmented Reality Scrapbook Berbasis Problem Based Learning Pada Materi Organ. , 126Ae https://doi. org/10. 36277/kompetensi. Nurachmadani et al. Development of Augmented Reality (AR) Based Learning Media to Improve Educational Outcomes for Elementary School Students. 592Ae https://doi. org/10. 52121/alacrity. Pratiwi et al. Kurikulum Merdeka Sebagai Kurikulum Masa Kini. , 80Ae https://doi. org/10. 62870/jtppm. Pulungan. Laihat. Maharani. Herdiana. , & Safitri. Scrapbook: A Learning Media for Primary School. Advances in Social Science. Education and Humanities Research, 6, 221Ae230. https://doi. org/10. 2991/978-238476-390-0_18 Purnamawati. Supriadi. Arfandi. Ponta. Mukhlisin. Panduan Penggunaan Media Pembelajaran Mobile Augmented Reality (AR). Universitas Negeri Makassar. Santoso & Harjono. Pengembangan Media Pembelajaran Scrapbook pada Materi Organ Gerak Hewan untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 5 SD Negeri Harjosari 01 Bawen. 5(Novembe. , 5025Ae https://doi. org/10. 54371/jiip. Setiawaty. Lukman. Imanda. Sudirman. , & Rauzatuzzikrina. Integrating Mobile Augmented Reality Applications Through Inquiry Learning To Improve StudentsAo Science Process Skills and Concept Mastery. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 13. DAFTAR PUSTAKA