DE_JOURNAL (Dharmas Education Journa. http://ejournal. id/index. php/de_journal E-ISSN : 2722-7839. P-ISSN : 2746-7732 Vol. 6 No. , 235-241 Penerapan Model Cooperative Tipe Number Head Together (NHT) Berbantuan Media Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Nongan Ni Made Suciarmini1. I Putu Oka Suardana2. I Nyoman Sudirman3 e-mail: suciarmini2@gmail. com, okasuardana@markandeya. putrateacher@gmail. Fakultas Ilmu Pendidikan. ITP Markandeya Bali. Indonesia Abstrak Penelitianmini bertujuan untukmbisa meningkatkanmhasil belajarmilmu pengetahuanmalam atau IPA siswa kelas 4 SD Negeri 2 Nongan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe number head together atau yang bisa disingkat dengan nht serta menggunakan bantuan media visual. Penelitian ini diawali dengan adanya rendahnya hasil dari belajar siswa yang bisa dilihat dari nilai ulangannya yang masih di bawah kriteria tercapaiannya. Dengan menggunakan bantuan media visual tentang wujud zat dan juga perubahannya dalam siklus pertama tindakan awal dilakukan dengan mengelompokkan siswa kecil di mana peneliti menggunakan satu media gambar untuk mendiskusikan materi terkait dengan wujud zat dan juga perubahannya hasil evaluasi menunjukkan bahwa adanya ketuntasan dari hasil belajar siswa masih tergolong rendah di mana rata-rata nilainya hanya Dalam siklus kedua yang dilakukan dengan menggunakan media yang lebih besar dan juga membandingkan lembar kerja peserta didik atau yang bisa disingkat dengan lkpd hal ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan dari hasil belajar IPA rata-ratanya menjadi 83,5 dengan ketuntasan klasikalnya mencapai 88,2% yakni sudah melebihi nilai ketuntasan maksimal yaitu 80%, maka dari itu peneliti menyimpulkan bahwa dengan menggunakan model NHT sangat efektif dalam mendorong motivasi siswa untuk mampu meningkatkan kepercayaan dirinya serta mampu memperbaiki pemahaman materi dan juga mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif. Numbered Head Together (NHT). Hasil Belajar IPA Abstract This study aims to improve the learning outcomes of natural science or science of grade 4 students of SD Negeri 2 Nongan by implementing a cooperative learning model of the number head together type or which can be abbreviated as nht and using visual media assistance. This study began with the low learning outcomes of students which can be seen from their test scores which are still below the achievement criteria. By using visual media assistance about the form of matter and also its changes in the first cycle, the initial action was carried out by grouping young students where the researcher used one image media to discuss material related to the form of matter and also its changes. The evaluation results showed that the completeness of student learning outcomes was still relatively low where the average value was only 6. In the second cycle which was carried out using larger media and also comparing student worksheets or which can be abbreviated as LKPD, this showed that there was an increase in the average science learning outcomes to 83. 5 with classical completeness reaching 2%, which exceeded the maximum completeness value of 80%, therefore the researcher concluded that using the NHT model was very effective in encouraging student motivation to be able to increase their self-confidence and be able to improve understanding of the material and also be able to improve student learning outcomes. Keywords: Cooperative Learning Model. Numbered Head Together (NHT). Science Learning Outcomes (IPA) Info Artikel : Diterima Mei 2025 | Disetujui Juni 2025 | Dipublikasikan Juni 2025 Ni Made Suciarmini, dkk | Penerapan Model Cooperative Tipe Number Head Together (NHT) Berbantuan Media Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Nongan Pendahuluan Pendidikan adalah fondasi yang paling penting dalam membentuk generasi yang cerdas dan berkarakter (Khotimah, 2. Pembelajaran yang efektif tidak hanya mampu meningkatkan pemahaman peserta didik saja melainkan siswa harus mampu menghadapi berbagai tantangan di ke depannya (Mel Silberman, 2. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu mata pelajaran fundamental dalam kurikulum pendidikan dasar yang memiliki peran strategis dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan analitis siswa (Diana et al. , 2. Pembelajaran IPA di sekolah dasar tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan konseptual, tetapi juga untuk mengembangkan keterampilan proses sains dan sikap ilmiah siswa (Fembriani. Namun, realitas pembelajaran IPA di tingkat sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan yang menghambat pencapaian tujuan pembelajaran yang optimal. Berdasarkan hasil observasi menunjukkan bahwa masih banyak anak didik khususnya untuk di sekolah dasar masih mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran atau dalam proses memahami makna dari pembelajaran tersebut khususnya dalam pembelajaran IPA atau ilmu pengetahuan yang mana bisa dilihat bahwa hasil dari nilai ulangan kebanyakan siswa belum mencapai kriteria ketercapaian tujuan dari pembelajaran itu yang menandakan bahwa adanya kesenjangan antara standar yang di idealkan dan juga realitas yang ada. Berdasarkan penelitian oleh Nasution, . , pendekatan pembelajaran yang konvensional sering kali membuat siswa menjadi pasif, di mana guru berperan sebagai sumber informasi tunggal, sementara siswa tidak terlibat aktif. Hal ini diperkuat oleh temuan Muliawati et al. , . yang menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang tidak variatif dapat menurunkan motivasi danmhasil belajarmsiswa. Saat ini Metode pembelajaran yang salahmsatunya adalah model pembelajaran kooperatif tipe NHT yang didukung dengan menggunakan media pembelajaran visual. Model pembelajaran ini diyakini mampu meningkatkan partisipasi aktifmsiswa dan tanggung jawab dalammkelompok, memungkinkan mereka untuk saling membantu dan berbagi pengetahuan. Penelitian oleh Juliartini Arini . Membuktikan melalui model pembelejaran yang digunakan ini, peningkatan dapat dicapai pada hasil dari belajar siswa di berbagai mata pelajaran inovasi serta pada penelitian ini terletak dalam penerapan model pembelajaran NHT serta dibantu melalui pemanfaatan media visual dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas 4 di SD Negeri 2 Nongan melalui pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil dari belajar siswa saja melainkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan serta lebih interaktif. SD Negeri 2 Nongan merupakan sekolah dasar yang berlokasi di Kabupaten Karangasem. Bali, dan telah terakreditasi B. Sekolah ini memiliki jumlah siswa yang cukup proporsional dan didukung oleh sarana prasarana pembelajaran dasar seperti ruang kelas, papan tulis, dan media cetak sederhana. Namun, dalam aspek pemanfaatan teknologi, sekolah masih tergolong terbatas. Media pembelajaran digital seperti proyektor hanya tersedia dalam jumlah terbatas, dan belum seluruh guru menggunakan teknologi secara optimal dalam kegiatan belajar mengajar. Keterbatasan infrastruktur ini menjadi salah satu latar belakang penting dalam pemilihan media visual cetak sebagai alat bantu dalam penerapan model Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang tidak tergantung pada teknologi tinggi, tetapi tetap efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran IPA. Berdasarkan latar belakang tersebut tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi efektivitas dari pembelajaran menggunakan model nht untuk meningkatkan hasil belajar IPA serta mampu memberikan kontribusi serta pengalaman dan juga mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif serta efektif di lingkungan pendidikan sekolah dasar pada saat ini. Metode Metodologi yang diimplementasikan dalam peneletian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dikenal oleh banyak orang dengan sebutan PTK. Dengan maksud untuk meningkatkan hasil dari belajar IPA khususnya untuk anak didik kelas 4 di SDmnegeri 2 nongan dengan menerapkan model pembelajaranmnumberedmhead togethermberbantuan alat bantumvisual prosedur dalam riset ini direalisasikan dengan Beberapa bagian yang dikenal dengan sebutan siklus yang mana dalam setiap Ni Made Suciarmini, dkk | Penerapan Model Cooperative Tipe Number Head Together (NHT) Berbantuan Media Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Nongan siklusnya dibagi menjadi tiga tahap yang penting meliputi tahap perencanaan pelaksanaan tindakan observasi dan juga refleksi yang pertama yakni pendidik akan menyusun rencana bagaimana pembelajaran itu akan dilaksanakan supaya terdapat pedoman dalam pembelajaran rancangan dari pelaksanaan pembelajaran ini akan disusun secara sistematis dan juga menyesuaikan dengan kebutuhan siswa tujuan pembelajaran serta pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini tahapan ini dirancang agar proses pembelajaran itu bisa berjalan dengan lancar dan terarah hingga hasil belajar siswa bisa dievaluasi secara berkelanjutan dalam setiap siklusnya. serta menyiapkan alat dan juga media pembelajaran termasuk gambar yang akan menjelaskan wujud zat dan juga perubahannya serta menyiapkan lkpd atau lembar kerja peserta didik untuk mendukung aktivitas diskusi kelompok serta Agar peneliti mampu mengukur hasil dari belajar siswa yang telah diterapkan melalui model pembelajaran yang sudah dirancang maka digunakan tes akhir sebagai instrumen evaluatif agar penelitian dapat berjalan dengan lancar Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi tujuannya adalah untuk mencatat bagaimana aktivitas serta tingkat dari keterlibatan siswa selama proses pembelajaran itu berlangsung lain daripada itu digunakan juga tes tertulis yang terdiri dari pretest serta post test guna untuk memperoleh gambaran yang jelas terkait dengan bagaimana peningkatan kemampuan atau pemahaman akademik siswa sebelum hingga sesudah pembelajaran dilaksanakan pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk bisa menganalisis bagaimana efektivitas model nht secara menyeluruh baik dari segi proses maupun dari segi hasil belajar yang akan dicapai oleh anak didik pada sekolah tersebut, serta dokumentasi sebagai bukti kegiatan pembelajaran. Data hasil tes dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif untuk menentukan rata-rata nilai dan persentase ketuntasan belajar siswa, dengan kriteria keberhasilan ditetapkan jika ketuntasan klasikal siswa mencapai 80% dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75. Lampiran mencakup kisi-kisi instrumen tes dan lembar observasi yang digunakan untuk mengumpulkan data selama penelitian, sehingga diharapkan dapat diperoleh gambaran yang jelas mengenai efektivitas penerapan model NHT dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa. Hasil Penelitian Setelah menerapkan model pembelajaran Cooperative tipe Number Head Together (NHT) berbantuan media visual hasil dari penelitian ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Negeri 2 Nongan. Berdasarkan data awal . ra-surve. , nilai rata-rata hasil belajar siswa hanya sebesar 54, dengan tingkat ketuntasan klasikal sebesar 17,6%, yang berarti hanya 3 dari 17 siswa yang mencapai nilai di atas Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) sebesar Setelah penerapan model Numbered Head Together (NHT) dalam siklus I, terjadi peningkatan meskipun belum signifikan, yaitu rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 60, dan ketuntasan klasikal naik menjadi 47% atau 8 siswa yang tuntas. Perbaikan dilakukan pada siklus II dengan menyesuaikan penggunaan media visual Ai sebelumnya media hanya dipajang di depan kelas, pada siklus II media dicetak besar dan dibagikan langsung kepada kelompok siswa agar lebih mudah diamati. Hasilnya, rataratamnilai siswammeningkat secaramsignifikan menjadi 83,5 dengan 82,3% siswa . dari 17 sisw. dinyatakan tuntas belajar. Peningkatan ini telah melampaui indikatormkeberhasilan penelitian yaitu minimal 80% siswammencapaimnilai Ou 75. Berikut lebih jelasnya tabel peningkatan hasil belajar siswa menggunakan model Numbered Head Together (NHT). Tabel 1 peningkatan hasil belajar siswa menggunakan model Numbered Head Together (NHT). Nama Siswa Desak Made Melati Cahyani Putri Pra Survey Siklus I Siklus II Ket. I Gede Radhea Jagadhita I Kadek Aditya Rupayana I Komang Gede Ganesha Wahyu Narendra I Made Wiadnya Ni Made Suciarmini, dkk | Penerapan Model Cooperative Tipe Number Head Together (NHT) Berbantuan Media Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Nongan I Putu Devdantara Tanaya Ngakan Putu Bima Putra Pratama Ni Kadek Ayu Cyntya Dewi Ni Kadek Citata Febi Cahyanti Ni Made Mirah Cahyani Ni Ketut Diana Anjani Ni Komang Ardani Ni Komang Tiara Cahyani Pande I Made Agus Dwi Putra Pande Putu Bagus Anantayasa I Kadek Dava Yudi Artana Ngakan Ketut Arika Upadana Total Rata Ae rata Ketuntasan Klasikal 88,2% Tuntas Tuntas Penerapan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT) berbantuan media visual dilakukan dengan langkah-langkah sistematis sesuai sintaks model Numbered Head Together (NHT), yakni penomoran siswa dalam kelompok, penyampaian pertanyaan oleh guru, diskusi kelompok, serta pemanggilan nomor secara acak untuk menjawab pertanyaan. Dalam prosesnya, model ini mendorong siswa untuk aktif berdiskusi, bekerjamsama, sertamsaling membantumdalam memahamimmateri Media visual yang digunakan, berupa gambar dan ilustrasi konsep wujud zat dan perubahannya, terbukti membantu siswa dalam membayangkan dan memahami materi abstrak menjadi lebih konkret. Perubahan sikap belajar siswa juga sangat terlihat, mulai dari meningkatnya rasa percaya diri, partisipasi aktif dalam diskusi, hingga keberanian dalam menjawab pertanyaan di depan kelas. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah disampaikan di atas jadi peneliti dapat menyimpulkan bahwa dengan menggunakan model NHT dengan perbantuan media visual itu bukan hanya mampu meningkatkan hasil dari belajar siswa saja secara kuantitatif akan tetapi dapat juga meningkatkan bagaimana kualitas dari interaksi dari siswa dan juga keaktifan siswa bisa dilihat dalam proses Pembahasan Dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif berbahan visual terbukti efektif dalam meningkatkanmhasil dari belajarmsiswa khususnya untuk pembelajaran IPA dimkelas 4 SDmnegeri 2 Nongan. Untuk melihat peningkatan prestasi hasil belajar siswa berikut disajikan grafik peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 2 Nongan: Gambar 1 Grafik peningkatan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 2 Nongan Ni Made Suciarmini, dkk | Penerapan Model Cooperative Tipe Number Head Together (NHT) Berbantuan Media Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Nongan Berdasarkan data diatas dapat bahwa terjadi peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II. Hasil belajar dari tahap pra siklus dengan mendapatkan 54 dan juga ketuntasan klasikal 18% menjadi 61 dan juga 47% dalam siklus pertama hingga mencapai peningkatan yang sangat signifikan dalam siklus yang kedua mencapai rata-rata nilai yaitu 83,5 serta ketuntasannya adalah 88,2% yang telah melampaui ambang keberhasilan sebesar 80% peningkatan ini tidak hanya begitu terjadi secara kuantitatif saja melainkan juga bisa mendukung implementasi model NHT yang menekankan keterlibatan aktif siswa melalui kerja kelompok, diskusi, dan tanggung jawab individu, sebagaimana dijelaskan oleh Trianto . Dalam penerapannya, siswa dibagi kedalam kelompokmkecil, masing-masin,g diberi,nomor, lalu bersama-sama mendiskusikan pertanyaan sebelum satu nomor dipilih secara acak untuk mewakili kelompok menjawab. Proses ini mendorong siswa untuk berpikir bersama, saling membantu, serta merasa bertanggung jawab atas pemahaman materi. Media visual yang digunakanAiseperti gambar dan ilustrasi konsep wujud zatAimemiliki peran penting dalam mengkonkretkan materi abstrak, sehingga lebih mudah dipahami oleh siswa Oktaviyanti . Pada siklus I, media hanya ditampilkan di depan kelas, namun padamsiklus II dilakukanmperbaikan dengan mencetak media,lebih besar dan membagikannya ke tiap kelompok, sehingga siswa menjadi lebih fokus, diskusi lebih hidup, dan pemahaman mereka meningkat. Proses ini sesuai dengan teori Muhammad Thobroni, . yang menekankan pentingnya interaksi sosial dalam cooperative learning, dan Kurniasih . yang menyatakan bahwa NHT mampu meningkatkan rasa percaya diri dan tanggung jawab siswa dalam pembelajaran. Keberhasilan ini juga diperkuat oleh hasil-hasil penelitian sebelumnya, seperti oleh Artha et al. , . dan Wayan Mimpin . , yang membuktikan bahwa model Numbered Head Together (NHT) efektif meningkatkan hasil belajar di berbagai mata pelajaran dan jenjang pendidikan. Selain itu, keberhasilan implementasi model ini sangat dipengaruhi oleh peran guru dalam membimbing diskusi, menyediakan media yang sesuai, serta memberikan umpan balik yang membangun. Berdasarkan hal tersebut. Penerapan dari model pembelajaran yang dilengkapi dengan alat bantu visual itu bukan hanya berkontribusi terhadap peningkatan dari capaian hasil dari siswanya akan tetapi juga bisa memberikan dampak positif pada aspek lain yang mana yang terkandung dalam proses pembelajaran itu sendiri di mana kombinasi dari antara strategi ini yang digunakan mampu meningkatkan motivasi belajar keterlibatan aktif siswa hingga mampu mendorong interaksi kerjasama antar peserta didik dengan demikian penggunaan modal ini tidak hanya berfokus pada bagaimana meningkatkan kecapaian kognitif saja tetapi juga bisa mendukung bagaimana perkembangan afektif hingga sosial siswa selama proses pembelajaran berlangsung, tetapi juga mampu menambah suasana menjadi ceria dan lebih aktif, kooperatif hingga bermakna. Peran Media Visual dalam Mendukung Pembelajaran IPA yaitu Penggunaan media visual dalam penelitian ini terbukti efektif dalam membantu siswa memahami konsep-konsep IPA yang abstrak. Hal ini sesuai dengan penelitian (Sulaihah et al. , 2. yang menyatakan bahwa informasi yang diproses melalui dua saluran . erbal dan visua. akan lebih mudah dipahami dan diingat dibandingkan dengan informasi yang hanya diproses melalui satu saluran. Media visual membantu siswa mengkonkretkan konsep-konsep abstrak dalam IPA, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami (Ninawati et al. , 2. Temuan ini juga sejalan dengan teori perkembangan kognitif Piaget yang menyatakan bahwa siswa sekolah dasar berada pada tahap operasional konkret. Pada tahap ini, siswa lebih mudah memahami konsep melalui pengalaman konkret dan manipulasi objek (Riny & Safrul, 2. Media visual berperan sebagai jembatan yang menghubungkan konsep abstrak dengan pengalaman konkret siswa, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif (Kurniawan et al. , 2. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas IV SD Negeri 2 Nongan, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) terbukti mampu memberikan peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA, khususnya materi macam zat dan perubahannya. Pada siklus I, rata-rata ketuntasan belajar siswa baru mencapai 47% atau 8 dari 17 siswa yang memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Setelah dilakukan perbaikan pada siklus IIAimelalui penyempurnaan media visual dan strategi pelibatan aktif siswa dalam diskusiAitingkat ketuntasan meningkat menjadi 88,2% atau 15 siswa, melampaui ambang keberhasilan yang ditetapkan, yaitu minimal 80%. Kenaikan sebesar 41,2% ini Ni Made Suciarmini, dkk | Penerapan Model Cooperative Tipe Number Head Together (NHT) Berbantuan Media Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Negeri 2 Nongan mencerminkan keberhasilan implementasi model NHT secara efektif. Model pembelajaran NHT memberikan struktur pembelajaran yang memungkinkan seluruh siswa berpartisipasi aktif. Melalui langkah-langkah seperti pembentukan kelompok kecil, pemberian nomor, diskusi kelompok, dan pemanggilan acak siswa untuk menjawab, siswa dilatih untuk berpikir kritis, bertanggung jawab terhadap pemahamannya, serta aktif menyampaikan pendapat. Diskusi yang berlangsung juga memfasilitasi siswa untuk saling bertukar ide, memperkuat pemahaman melalui penjelasan teman sebaya, dan menumbuhkan kebiasaan belajar kolaboratif yang positif. Tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil belajar secara kuantitatif, penerapan model NHT juga memberikan kontribusi pada aspek afektif siswa seperti rasa percaya diri, antusiasme belajar, dan keterampilan komunikasi. Suasana pembelajaran menjadi lebih hidup, interaktif, dan menyenangkan. Oleh karena itu, model NHT sangat layak dijadikan alternatif strategi pembelajaran kooperatif di sekolah dasar, terutama dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21 yang menuntut keterlibatan aktif, kerja sama tim, dan pengembangan karakter peserta didik secara holistik Daftar Pustaka