Jurnal Magistra Vol. 2 No. 1 Maret 2024 e-ISSN : 3026-6572, p-ISSN : 3026-6580. Hal 151-160 DOI : https://doi. org/10. 62200/magistra. Tugas Dan Tanggung Jawab Orangtua Dalam Mendidik Iman Anak Pada Masa Kini Evimawati Harefa STP Dian Mandala Gunungsitoli Korespondensi Penulis: harefaevi@stpdianmandala. Abstract. Parents as the main educators of their children's faith means that parents must actively educate their children and be involved in their children's faith education process. Parents themselves must practice their faith, strive to live holy lives, and continue to apply the teachings of the faith in family life at home. Educating children in matters of faith is actually not difficult, because it can start from simple things. However, it requires commitment and sacrifice on the part of the parents, for example: praying with the children and reading the Holy Bible to them, bringing the children to the Holy Mass and afterward explaining to the children its meaning, giving warnings if the children make mistakes using the language of love. Keywords: duties and responsibilities of parents, educating children's faith. Catholic child education Abstrak. Orang tua sebagai pendidik utama iman kepada anak-anak berarti orang tua harus secara aktif mendidik anak-anak dan terlibat dalam proses pendidikan iman anak-anaknya. Orang tua sendiri harus mempraktekkan imannya, berusaha untuk hidup kudus, dan terus menerapkan ajaran iman dalam kehidupan keluarga di rumah. Mendidik anak dalam hal iman sesungguhnya tidak sulit, karena dapat dimulai dari hal-hal Namun, dibutuhkan komitmen dan pengorbanan dari pihak orang tua, misalnya: berdoa bersama anak-anak dan membacakan Kitab Suci kepada mereka, membawakan anak-anak ikut misa kudus dan sesudahnya menjelaskan kepada anak-anak maknanya, memberi teguran jika anak berbuat salah dengan bahasa Kata kunci: tugas dan tanggung jawab orangtua, mendidik iman anak, pendidikan anak secara katolik PENDAHULUAN Keluarga merupakan lingkungan dimana beberapa orang masih memiliki hubungan darah dan bersatu. Keluarga juga merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan karena menjadi sebuah tempat pertama seorang memulai kehidupan dan membentuk suatu hubungan yang erat antara anggota keluarga. Hubungan tersebut terjadi dimana anggota keluarga saling berinteraksi. Interaksi menjadi sebuah keakraban yang terjalin di dalam lingkungan keluarga. Melalui lingkungan itulah anak mulai mengenal dunia sekitarnya dan pola pergaulan hidup sehari-hari. Dewasa ini, ada banyak kita melihat bahwa anak-anak teman atau saudara kita yang kehidupannya berantakan, terjebak narkoba dan seks bebas, bahkan sampai pernah di penjara. Mungkin kita juga sering melihat ada begitu banyak anak yang lahir dari keluarga Katolik, namun akhirnya berpindah ke gereja lain atau mungkin ke agama lain, atau mungkin menjadi Inilah kondisi yang dialami oleh orang tua di zaman sekarang, yang akarnya adalah Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi keempat ( Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2. , hlm. Received: Februari 07, 2024. Accepted: Maret 09, 2024. Published: Maret 31, 2024 *Evimawati Harefa, harefaevi@stpdianmandala. Tugas Dan Tanggung Jawab Orangtua Dalam Mendidik Iman Anak Pada Masa Kini karena orang tua tidak cukup melaksanakan pendidikan iman Kristiani kepada anak-anak pada usia dini mungkin. Memang dapat dikatakan bahwa di zaman sekarang, membesarkan anak-anak dan menanamkan iman Kristiani dalam diri anak sangat sulit, karena kondisi dunia sekarang memang sering bertentangan dengan nilai-nilai Kristiani. Misalnya, dengan pengaruh alat teknologi, pola hidup konsumtif, mental Autidak mau repotAy. Dewasa ini banyak anak-anak ,menganggap rumah hanya sebagai tempat makan dan tidur. Kedua orang tua sibuk dengan urusan masing-masing, sehingga tidak ada waktu yang cukup untuk berkomunikasi dengan anak-anak. Jika hal-hal yang sehari Aehari saja sudah kurang, apalagi pembicaraan tentang Tuhan dan iman Katolik. Kurangnya perhatian dari akan mengakibatkan anak-anak mencari kesenangan sendiri, asyik dengan dunia mereka sendiri, dan mencari pemenuhan kebutuhan mereka untuk diperhatikan dan dikasihi dengan cara mereka sendiri. Misalnya, bermain game online, face book, nonton TV, jalan-jalan serta suka shopping di mall atau pasar. Anak-anak dewasa ini berkembang menjadi pribadi yang cenderung individualistik daripada berorientasi komunal dan berinteraksi langsung dengan orang-orang disekitar mereka. Mereka lebih memilih kesenangan sesaat dan kehidupan hura-hura yang serba instan daripada memprioritaskan iman kepada Tuhan. Pengertian Keluarga Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, yang terdiri dari ayah, ibu dan Keluarga juga dikatakan sebagai gereja rumah tangga karena memiliki beberapa hal yang menjadi tugas dan perannya. Tugas dan peran dalam keluarga tidak hanya dijalankan oleh ayah dan ibu, tetapi anak-anak juga ikut ambil bagian dalam tugas dan peran keluarga. Salah satu tugas dan peran dalam keluarga adalah membangun persekutuan cinta kasih di antara pribadi-pribadi dalam keluarga, memberikan pendidikan iman kepada anak, mempersiapkan dan memelihara. 3 Menurut Katekismus Gereja Katolik. Keluarga merupakan sel pokok kehidupan sosial, persekutuan kodrati, dimana pria dan wanita dipanggil untuk menyerahkan diri di dalam cinta kasih dan untuk melanjutkan kehidupan. Pada dasarnya keluarga merupakan kesatuan sosial berdasarkan hubungan biologis, emosional, dan rohani untuk mendidik, membina iman anak, keluarga menjadi tempat bagi anak-anak untuk menerima pewartaan mengenai iman. https://katolisitas. org/peran-orang-tua-dalam-pembinaan-iman-anak/ di Akses pada Tanggal 15 Desember 2021 Wolfgang Bock Kastowo. Hidup Keluarga Bahagia (Yogyakarta: Kanisius, 2. , hlm. MAGISTRA Ae VOL. 2 NO. 1 MARET 2024 e-ISSN : 3026-6572, p-ISSN : 3026-6580. Hal 151-160 Fungsi-Fungsi Keluarga Keluarga merupakan perkumpulan dua orang atau lebih individu yang hidup bersama dalam keterikatan, emosional dan setiap individu memiliki peran masing-masing yang merupakan bagian dari keluarga. Fungsi keluarga adalah ukuran dari bagaimana sebuah keluarga beroperasi sebagai unit dan bagaimana anggota keluarga berinteraksi satu sama lain. Hal ini mencerminkan gaya pengasuhan, konflik keluarga, dan kualitas hubungan keluarga. Supaya sebuah keluarga dapat merasakan kebahagiaan maka harus mengetahui fungsi-fungsi dalam keluarga, yakni: Fungsi Agama Keluarga menjadi tempat dimana nilai agama diberikan, diajarkan, dan dipraktikkan. Dalam hal ini, orang tua berperan menanamkan nilai agama sekaligus memberi identitas agama kepada anak untuk mendorong anggotanya menjadi umat yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dokumen gereja Katolik menyatakan bahwa orang tua harus penuh keberanian dan kepercayaan dalam membina anak-anak mereka dan mengamalkan nilai-nilai hakiki kehidupan manusiawi, menumbuhkan kesadaran akan keadilan dan cinta kasih yang sejati serta memberikan latihan dalam hal keutamaan-keutamaan sosial. Keluarga harus tetap bertanggung jawab atas seluruh pendidikan anak-anaknya seperti unsur pengetahuan iman dalam pendidikan agama dan termasuk dalam pendidikan agama dan termasuk dalam pendidikan pengetahuan serta keterampilan. Fungsi Sosial Budaya Keluarga juga mempunyai peran penting dalam memperkenalkan anak pada nilai-nilai sosial dalam masyarakat. Fungsi sosial yang dimaksud adalah menanamkan kepada anggota keluarga sesuatu yang baik dengan mengajarkan pola tingkah laku serta nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Di antaranya adalah nilai toleransi dan saling menghargai, gotong royong, sopan santun, kebersamaan, dan kerukunan, kepedulian, serta cinta tanah air. Kehidupan masyarakat menuntun keluarga untuk mengerti dan memahami hal-hal yang Orang tua menjadi pedoman kepada anak-anak bagaimana harus bersikap terhadap orang yang lebih tua dan mempelajari hal-hal yang pantas dan tidak pantas dalam Gabriel K. Kewuel Et All. Menebar Garam di Atas Pelangi (Yogyakarta: WINA PRES, 2. , hlm. Seri Dokumen Gerejawi. Panggilan dan Perutusan Keluarga dalam Gereja dan Dunia Zaman sekarang (Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI, 2. , no. Selanjutnya akan disingkat dengan KWI. Tugas Dan Tanggung Jawab Orangtua Dalam Mendidik Iman Anak Pada Masa Kini Fungsi Pendidikan Pendidikan dalam keluarga merupakan faktor penting dalam perkembangan pribadi seorang anak. Melalui pendidikan tersebut kehidupan emosi atau kebutuhan akan rasa kasih sayang terhadap pribadi seorang anak terpenuhi. Keluarga merupakan tempat untuk mendidik anak dan memberikan pengetahuannya sehingga mereka dapat menyesuaikan dirinya baik dengan lingkungan sekitarnya maupun dengan masyarakat luas. 6 Pendidikan yang pertama dan utama yang diterima oleh anak adalah pendidikan dalam keluarga. Bahkan, sebelum anak mendapat materi pendidikan di sekolah, orang tua lebih dahulu mengajarkan pendidikan dasar tersebut kepada anak-anak. Fungsi Cinta Kasih Keluarga merupakan landasan untuk menciptakan tali cinta kasih antara sesama anggotanya, lingkungan maupun masyarakat. Fondasi untuk membangun sebuah keluarga adalah cinta kasih karena cinta begitu besar akan terlihat dalam keluarga. Rasa empati dan juga rasa ingin membahagiakan keluarga akan muncul di sela-sela kebersamaan. Cinta yang begitu besar akan terlihat dalam keluarga, rasa empati dan juga keinginan dalam membahagiakan keluarga akan tampak dalam sela-sela kebersamaan dalam keluarga. Contoh dari fungsi dan kasih sayang ialah seorang ibu yang selalu mendoakan dan mengusahakan hal terbaik buat anak-anaknya, meskipun kondisi sang ibu tidak Fungsi Pengenalan Lingkungan Keluarga merupakan tempat mendidik anggotanya menjadi manusia yang dapat melestarikan lingkungannya, fungsi keluarga dalam memberi kemampuan kepada setiap anggota keluarga sehingga dapat menempatkan diri secara serasi, selaras, dan seimbang sesuai dengan aturan dan daya dukung alam dan lingkungan yang setiap saat selalu berubah secara dinamis. Dalam hal ini, keluarga harus memperkenalkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak demi menciptakan manusia yang memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Semangat peduli lingkungan dapat diajari kepada anak-anak melalui sikap bersih, disiplin, pengelolaan dan pelestarian. Fungsi Perlindungan Keluarga yang bahagia akan menciptakan rasa aman di dalam keluarga. Kebiasaan yang diciptakan oleh keluarga, secara tidak langsung akan membuat anak-anak terbiasa dan Harbert Andeson. Regarding Children (Medan: Bina Media, 2. , hlm. Ibid. , hlm. Harbert Andeson. Regarding ChildrenA, hlm. MAGISTRA Ae VOL. 2 NO. 1 MARET 2024 e-ISSN : 3026-6572, p-ISSN : 3026-6580. Hal 151-160 Apabila sudah merasa nyaman dan tenang, maka kebahagiaan dalam suatu keluarga akan tercapai. Pernyataan di atas dapat dikatakan bahwa keluarga mempunyai tugas sebagai perlindungan dengan memberikan rasa aman bagi setiap anggotanya, artinya bahwa keluarga mampu membuat anak-anaknya merasa aman dan tentram karena itu seburuk apapun konflik yang terjadi dalam keluarga tidak akan terjadi kekerasan dan pemaksaan kehendak kepada Pendidikan Anak Secara Katolik Keluarga merupakan tempat pertama dan utama seorang anak menerima pendidikan anak secara Katolik berarti bahwa anak tersebut harus di baptis secara Katolik. Setelah di baptis anak didampingi dan dididik sesuai dengan iman anak Katolik. Orang tua mempunyai tugas dalam mendidik pribadi anak dan ini berakar dari panggilan mereka sebagai suami istri dan berperan seta dalam karya pencipta Allah. Kewajiban orang tua dalam mendidik anak bersifat hakiki, pertama dan utama seta tidak bisa diambil alih oleh orang lain. Pendidikan dilaksanakan melalui komunikasi yaitu hubungan yang mendalam antara orang tua sebagai pendidik dan anak sebagai yang dididik. Komunikasi yang mendalam antara pendidik maupun yang dididik dapat menghayati kemanusiaannya secara penuh lewat pemberian diri secara tulus satu sama lain. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan proses pemberian secara timbal balik baik antara orang tua sendiri maupun orang tua dan anak. Artinya bahwa ayah dan ibu saling mengungkapkan dan memberikan diri mereka kepada anak. Salah satu peranan yang tidak dapat digantikan dari pendidikan dalam keluarga adalah memberikan pendidikan agama kepada anak yang memungkinkan keluarga berkembang menjadi suatu Gereja keluarga. Pendidikan agama yang dimaksud di sini bersifat objektif yang meliputi pengetahuan tentang kebaktian kepada Tuhan. Peran Orang Tua dalam Keluarga Keluarga adalah tempat pertama bagi anak-anak untuk menerima pendidikan iman dan mempraktekkannya. Dalam hal ini, orang tua mengambil peran utama, yaitu untuk menampakkan kasih Allah, dan mendidik anak-anak agar mengenal dan mengasihi Allah dan karena mengasihi Allah, dan karena mengasihi Allah, mereka dapat mengasihi sesama, dimulai dengan mengasihi orang tua, kakak dan adik, teman-teman di sekolah, dll. Jadi, tugas Ibid. , hlm. Supraktiknya. Menggugat Sekolah (Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma, 2. , hlm. Ibid. , hlm. Tugas Dan Tanggung Jawab Orangtua Dalam Mendidik Iman Anak Pada Masa Kini orang tua adalah untuk membentuk karakter anak sampai menjadikan mereka pribadi yang mengutamakan Allah dan perintah-perintah-Nya. Gereja Katolik mengajarkan bahwa. Aukarena orang tua telah menyalurkan kehidupan kepada anak-anak, orang tua terikat kewajiban amat serius untuk mendidik anak-anak Maka orang tualah yang harus diakui sebagai pendidik yang pertama dan utama bagi anak-anak merekaAy. Dengan demikian, orang tua harus menyediakan waktu bagi anak-anak untuk membentuk mereka menjadi pribadi-pribadi yang mengenal dan mengasihi Allah. Kewajiban dan hak orang tua untuk mendidik anak-anak mereka tidak dapat seluruhnya digantikan ataupun dialihkan kepada orang lain. Orang tua sebagai pendidik utama dalam hal iman kepada anak-anak berarti orang tua harus secara aktif mendidik anak-anak dan terlibat dalam proses pendidikan iman anakanaknya. Orang tua sendiri harus mempraktekkan imannya, berusaha untuk hidup kudus, dan terus menerapkan ajaran iman dalam kehidupan keluarga di rumah. Sebagai pendidik utama, maka orang tua harus terlibat dalam proses pendidikan yang dilakukan di sekolah, dan orang tua bertugas membentuk anak-anaknya. Orang tua harus mengetahui dan memenuhi setiap kebutuhan anak-anaknya. Mendidik anak dalam hal iman sesungguhnya tidak sulit, karena dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Namun, dibutuhkan komitmen dan pengorbanan dari pihak orang tua, misalnya: berdoa bersama anak-anak dan membacakan Kitab Suci kepada mereka, membawakan anak-anak ikut misa kudus dan sesudahnya menjelaskan kepada anakanak maknanya, mendorong anak-anak agar mempraktekkan suatu ajaran Sabda Tuhan, memberi teguran jika anak berbuat salah, namun setelahnya tetap merangkul dengan kasih, dan seterusnya. Tujuan Utama Pendidikan Kristiani Dengan tujuan akhir manusia adalah kehidupan kekal bersama Allah di surga. Tujuan pendidikan Kristiani dalam arti sesungguhnya ialah mencapai pembentukan pribadi manusia dalam perspektif tujuan terakhirnya dan demi kesejahteraan kelompok-kelompok masyarakat, dimana sebagai manusia, adalah anggotanya, dan bila sudah dewasa ia akan mengambil bagian menunaikan tugas kewajiban di dalamnya. 13 Dalam Konsili Vatikan II, mengajarkan bahwa anak-anak dapat dihantar untuk mencapai surga, jika mereka diperkenalkan kepada misteri keselamatan, iman, kekudusan agar siap memberikan kesaksian akan pengharapan Konsilli Vatikan II. AuPernyataan tentang Pendidikan KristenAy(Gravissium Educationi. dalam Dokumen Konsili Vatikan II, diterjemahkan oleh R. Hardawiryana (Jakarta: Departemen Dokumentasi Dan Penerangan KWI-Obor, 1. , no. untuk pengutipan selanjutnya disingkat GE diikuti no GE, no. MAGISTRA Ae VOL. 2 NO. 1 MARET 2024 e-ISSN : 3026-6572, p-ISSN : 3026-6580. Hal 151-160 14 Dan dalam hal ini, penerimaan sakramen dan perayaan liturgi menjadi penting, karena di sanalah kita semua menerima rahmat Allah yang menguduskan itu: Pendidikan Kristiani itu tidak hanya bertujuan pendewasaan pribadi manusia seperti telah diuraikan, melainkan terutama hendak mencapai, supaya mereka telah dibaptis langkah demi langkah, semakin mendalami misteri keselamatan, dan dari hari ke hari makin menyadari kurnia iman yang telah mereka terima, supaya mereka belajar menyembah Allah Bapa dalam Roh dan kebenaran (Yoh. , terutama dalam perayaan liturgi, supaya mereka dibina untuk menghayati hidup mereka sebagai manusia baru dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya (Ef. 4:22-. , supaya dengan demikian mereka mencapai kedewasaan penuh, serta tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, dan ikut serta mengusahakan pertumbuhan Tubuh Mistik. Selain itu hendaklah umat beriman menyadari panggilan mereka, dan melatih diri untuk memberi kesaksian tentang harapan yang ada dalam diri mereka serta mendukung perubahan tata-nilai Kristian. Di samping itu, orang tua juga harus mendidik anak-anak agar mengenal dan menerapkan nilai-nilai yang paling esensial dalam hidup manusia, yaitu bahwa setiap manusia itu berharga di mata Tuhan, tidak peduli apakah rasanya, agamanya, atau Dengan demikian, anak-anak diajarkan untuk menghargai orang-orang di sekitarnya, terutama yang kurang beruntung di bandingkan dengan mereka. Paus Yohanes Paulus II mengajarkan demikian: AuBahkan di tengah kesulitan-kesulitan karya pendidikan, kesulitan-kesulitan yang kadang lebih besar dewasa ini, para orang tua harus dengan yakin dan berani mendidik anak-anak mereka tentang nilai-nilai esensial di dalam kehidupan. Anak-anak harus tumbuh dengan sikap yang benar tentang kemerdekaan . etidak terkaita. terhadap barang-barang materi, dengan menerapkan gaya hidup yang sederhana dan bersahaja yakni bahwa Aumanusia itu lebih berharga karena apa adanya dia dari pada karena apa yang dia miliki. Ay16 Menanamkan Pendidikan Iman Pada Anak-anak . Doa Bersama Sekeluarga dan Mendampingi Anak-anak Menerima Sakramensakramen Doa adalah nafas iman. Maka jika kita ingin menanamkan iman kepada anak-anak, pertama-tama adalah kita harus mengajari mereka berdoa, dan bukan hanya mengajari saja, kita perlu berdoa bersama-sama dengan mereka baik dalam keadaan suka maupun duka. Ibid. Ibid. Paus Yohanes Paulus II. Anjuran Apostolik. Familiars Consortio (Keluarg. Seri Dokumen Gerejawi no. 37, diterjemahkan oleh R. Hardawiryana S. (Jakarta: Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI. September 2005. Untuk pengutipan Selanjutnya disingkat FC disertai No. Tugas Dan Tanggung Jawab Orangtua Dalam Mendidik Iman Anak Pada Masa Kini Firman Tuhan mengajarkan. AuA nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur (Flp. Ay. Paus Paulus VI mengajarkan: AuTeladan kejujuranmu dalam pikiran dan perbuatan yang disertai dengan doa bersama, adalah pelajaran kehidupan, dan sebuah tindakan penembahan yang bernilai tritunggal. Dengan cara ini engkau membawa damai ke rumahmuA ingatlah bahwa dengan car ini kamu membangun GerejaAy. Orang Tua Harus Mengusahakan Suasana Kasih dan Kebersamaan di Rumah Kasih orang tua merupakan elemen dasar dan sumber yang menentukan kualitas peran orang tua sebagai pendidik. Suasana kasih harus ada di dalam rumah kita, agar kita dapat mendidik anak-anak kita dengan baik. Maka para orang tua harus menciptakan suasana di rumah penuh kasih dan penghormatan kepada Tuhan dan sesama, dalam hal ini para anggota keluarga di rumah sehingga pendidikan pribadi dan sosial yang menyeluruh bagi anak-anak dapat ditumbuhkan. Keluarga harus Menjadi Sekolah Pertama untuk Menanamkan Nilai-nilai Kristiani Dalam suasana kasih inilah, keluarga harus menjadi sekolah yang pertama untuk menanamkan nilai-nilai Kristiani dan kebajikan, seperti memaafkan kesalahan orang lain, belajar minta maaf jika berbuat salah, saling menghormati, saling menghargai, saling menolong, dll. Untuk menanamkan nilai kebajikan Kristiani, orang tua mengambil bagian di dalam otoritas Allah Bapa dan Kristus Sang Gembala, dan juga di dalam kasih keibuan Gereja. Artinya, orang tua tidak boleh enggan memberi teguran jika anaknya melakukan kesalahan, namun teguran tersebut diberikan dengan motivasi kasih. Orang tua boleh tegas tetapi jangan sampai hilang kendali diri pada saat menegur anak. Pengajaran Tentang Iman dapat dilakukan di Setiap Kesempatan dan dapat dikemas Menarik Pengajaran tentang Allah dan perintah-perintah-Nya tidak harus diberikan dalam bentuk pendidikan di sekolah, tetapi bisa disampaikan dalam bentuk yang lebih hidup dan menarik, sesuai dengan umur anak. Setelah anak bertumbuh dewasa, kemungkinan pengajaran tentang iman dapat dilakukan dengan lebih mendalam. Misalnya, sharing tentang pengalaman pada hari itu. Baik jika sharing di tutup dengan doa. Orang tua bertanggung jawab untuk membentengi anak terhadap pengaruh buruk lingkungan sekitar. Menyadari akan kuatnya pengaruh negatif dari alat teknologi canggih maupun lingkungan pergaulan sekitar kita, orang tua harus turut FC, no. GE, no. Ibid. , no. MAGISTRA Ae VOL. 2 NO. 1 MARET 2024 e-ISSN : 3026-6572, p-ISSN : 3026-6580. Hal 151-160 memperhatikan hal-hal tersebut demi anak. Misalnya, anak-anak terlalu banyak bermain game online, jika tanpa pendampingan dari orang tua, maka secara tidak langsung merangsang sifat-sifat agresif pada anak-anak, seperti kemarahan, kekerasan, tidak mau mengalah. Jadi orang tua harus terus mengontrol dan mendampingi anak-anaknya serta mendekatkan diri anak pad Tuhan, sebab jika orang tua tidak melakukan pendampingan maka hati dan pikiran anak tidak lagi terarah kepada Tuhan dan kerajaan-Nya. Orang tua mengarahkan anak-anak untuk mempersembahkan diri dan talenta yang dimilikinya untuk membangun Gereja. Sangat penting bagi orang tua untuk mengenali bakat dan kemampuan khusus anak-anaknya dan mengarahkan mereka untuk mengembangkannya demi kemuliaan Tuhan. Maka, jika anak berminat untuk berorganisasi, gabungkan mereka dalam kegiatan organisasi paroki, seperti. OMK. REMAKA. SEkAMI, dll. Anak-anak perlu diajarkan untuk mengenal, mencintai iman Katolik agar mereka dapat hidup sesuai dengan imannya, mempertahankan imannya dan mewartakannya. KESIMPULAN Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, yang terdiri dari ayah, ibu dan Keluarga juga dikatakan sebagai gereja rumah tangga karena memiliki beberapa hal yang menjadi tugas dan perannya. Tugas dan peran dalam keluarga tidak hanya dijalankan oleh ayah dan ibu, tetapi anak-anak juga ikut ambil bagian dalam tugas dan peran keluarga. Salah satu tugas dan peran dalam keluarga adalah membangun persekutuan cinta kasih di antara pribadi-pribadi dalam keluarga, memberikan pendidikan iman kepada anak, mempersiapkan dan memelihara. DAFTAR PUSTAKA