Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Pengaruh Edukasi Media Leaflet Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Program AuIsi PiringkuAy Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita Di Wilayah RT011 RW003 Kelapa Dua Cilincing Jakarta Utara Astuti Lumbantoruan1. Irmina2. Ziyan3 1,2. Dosen Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya 3 Mahasiswa Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya *Koresponden: Astuti Lumbantoruan. Alamat: Sunter Agung. Jakarta Utara. Email: Astutygreace14@gmail. Received: 03 februari | Revised: 26 februari | Accepted: 12 maret Abstrak Latar Belakang: Masa balita merupakan masa dimana perkembangan dan pertumbuhan seorang anak, terjadi secara bersamaan. Masa periode emas atau . olden ag. merupakan masa penting bagi pertumbuhan dan perkembangan balita. Salah satu masalah gizi yang umum terjadi pada balita adalah stunting atau perawakan pendek Stunting merupakan kondisi dimana balita bertubuh lebih pendek dibandingkan balita pada usia yang sama. Stunting merupakan indikator kegagalan pertumbuhan dimana tinggi badan anak tidak bertambah sebanding dengan umur atau z-score tinggi badan terhadap umur. (TB/U) lebih dari 2 standar deviasi di bawah median Standar Pertumbuhan Anak. Pemerintah melakukan upaya pencegahan stunting, salah satunya dengan memperkenalkan konsep AuIsi PiringkuAy agar dapat tercapainya gizi seimbang. AuIsi PiringkuAy menggambarkan porsi makan yang dikonsumsi dalam satu piring yang terdiri dari 50 % buah dan sayur, dan 50% sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein. Sebagian masyarakat terutama ibu yang memiliki anak balita masih tidak terlalu familiar dengan program isi piringku, sehingga ibu balita perlu memiliki pengetahuan tentang program isi piringku dalam pencegahan pada balita. TujuanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi leaflet terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang program isi piringku dalam pencegahan stunting pada balita di wilayah RT011/003 Kelapa Dua Cilincing jakarta Utara Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre eksperimental one group pre testAepost Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita di wilayah RT011/003 Kelapa Dua Cilincing Jakarta Utara. Jumlah sampel 30 responden. Hasil Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan rata-rata sebelum diberikan edukasi 1. 80, setelah diberikan edukasi nilai mean meningkat menjadi 3. 00 dengan p value <0,001. Kesimpulan Edukasi Leaflet Tentang Program AuIsi PiringkuAy Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita meningkatkan pengetahuan ibu di wilayah RT011/003 Kelapa Dua Cilincing Jakarta Utara. Kata Kunci: Mahasiswa Akhir. Quarter Life Crisis. Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Latar Belakang kecamatan di Jakarta utara dengan prevelensi stunting yang Masa balita adalah masa perkembangan dan sangat tinggi pada tahun 2023, berdasarkan hasil survei pertumbuhan seorang anak terjadi secara bersamaan. Pada penelitian (Sasha Safira, 2. pada awal tahun 2023 masa periode emas ini atau . olden ag. perkembangan dan pertumbuhan anak akan menjadi penentu keberhasilan di prevelensi stunting sebanyak 749 balita dari 26. 033 balita di periode selanjutnya. Gangguan tumbuh kembang pada balita wilayah Kecamatan Cilincing Jakarta utara. Pemerintah dapat mempengaruhi ketahanan tubuh dan kecerdasan. Kecamatan Cilincing mempunyai Upaya sehingga mempengaruhi kehidupannya dikemudian hari. stunting, salah satunya dengan memperkenalkan program Salah satu masalah gizi yang paling sering terjadi pada balita AuIsi PiringkuAy agar tercapainya gizi seimbang masyarakat. di negara Asia yaitu, stunting atau perawakan pendek (Putri AuIsi PiringkuAy mendefinisikan batas makan yang harus & Dewina, 2. dikonsumsi dalam satu piring, yang terdiri dari 50% buah Stunting adalah kondisi saat balita bertubuh lebih dan sayur dan 50% sisanya terdiri dari karbohidrat dan pendek dibandingkan dengan balita seusianya. Stunting Program AuIsi PiringkuAy adalah salah satu program terjadi pada usia 1-5 tahun, sehingga menyebabkan pemerintah yang dapat mencegah kejadian stunting pada ketidakseimbangan nutrisi yang dapat bertahan sepanjang balita, dan diharapkan dapat menurunkan angka kejadian Stunting dapat diartikan sebagai tanda kegagalan stunting yang disebut dengan (Germa. atau Gerakan pertumbuhan pada balita, yang dimana tinggi badan balita Masyarakat. (Kementrian Kesehatan, 2. tidak sebanding dengan umur atau z-score tinggi badan Edukasi gizi seimbang dengan media leaflet dan terhadap umur. TB/U lebih dari 2 standar deviasi dibawah poster dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan rata-rata standar pertumbuhan anak (Sumardi Sudarman, khususnya seorang ibu yang memiliki balita menurut (Sakinah & Ayun, 2. Selanjutnya menurut (Nurgroho et World Health Orgenization . , angka kejadian al, 2. bahwa edukasi dengan meode penkes dan stunting di negara berkembang pada tahun 2019 sebanyak konseling dapat meningkatkan pengetahuan ibu balita 22,4% atau . ,6 jut. balita, dan mengalami penurunan sebanyak 90% tentang pemenuhan asupan gizi untuk balita. pada tahun 2020 menjadi sebanyak 21,8% atau . Upaya peningkatan pengetahuan perlu adanya suatu alat Stunting adalah salah satu masalah gizi yang sangat besar, dan sedang dihadapi oleh masyarakat di seluruh kebutuhan, salah satunya adalah informasi, dan media yang Ambilitous World Health Assembly menetapkan angka sangat umum digunakan adalah media leaflet. pengurangan stunting menjadi 40% di seluruh dunia pada Pengetahuan adalah hasil dari tahu . dan pengetahuan ini terjadi sesudah seseorang melalukan Kejadian stunting di Indonesia sendiri tergolong penginderaan atau masuknya stimulus ke dalam alat indra tinggi dibandingan dengan negara lain yang berpendapatan manusia terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan Berdasarkan hasil survey status gizi Indonesia manusia terdiri dari indra penglihatan, pendengaran, angka kejadian stunting pada balita khususnya di DKI Jakarta penciuman, pengecap, dan peraba (Notoatmodjo, 2. mencapai 14,8% dan berdasarkan wilayahnya, terdapat tiga Tingkat pengetahuan ibu dapat berpengaruh kepada kota diatas rata-rata angka kejadian stunting di DKI Jakarta. perilaku ibu dalam memberikan gizi seimbang terhadap Jakarta utara menduduki posisi kedua yang memiliki angka anak (Tasya et al, dalam Grace KLLangi et al, 2. kejadian stunting pada balita tertinggi dengan persentasi Berdasarkan hasil dari penelitian dan pembahasan 18,5% dari tiga kota lainnya di DKI Jakarta (Kementrian studi pendahuluan yang telah dilaksanakan di wilayah Kesehatan, 2. Kecamatan Cilincing adalah salah satu RT011 RW 003 Kelapa dua Cilincing Jakarta utara tentang Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 tingkat pengetahuan ibu yang memiliki balita usia 1-3 tahun Populasi penelitian ini yaitu semua ibu balita usia . - tentang program AuIsi PiringkuAy dalam pencegahan stunting . tahun di wilayah RT011 RW003 Kelapa Dua Cilincing pada balita pada tanggal sebanyak 10 ibu diantaranya 5 sebanyak 30 Responden. balita mengalami stunting, dan terdapat setidaknya 10 ibu Instrumen Pengumpulan Data Dalam penelitian ini alat pengumpulan data yang pemerintah AuIsi PiringkuAy. Berdasarkan latar belakang digunakan berupa kuesioner, alat tulis, dan alat pengolah diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian terkait berupa leaflet. Kuesioner ini diadopsi dari penelitian Tari Pengaruh edukasi leaflet terhadap Tingkat pengetahuan ibu Nadia Shaliha . dengan nilai CronbachAos Alhpa 979, tentang program AuIsi PiringkuAy dalam pencegahan stunting di kuesioner pada penelitian ini memiliki 29 pertanyaan, dan wilayah RT 011/RW003 Kelapa Dua Cilincing Jakarta Utara. pada setiap pertanyaan memiliki nilai masing-masing 1 jika benar, dan 0 jika salah. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan agar dapat menganalisis pengaruh Pengumpulan Data edukasi dengan media leaflet terhadap Tingkat pengetahuan Pengumpulan Data dilakukan pada bulan Februari ibu tentang program AuIsi PiringkuAy dalam pencegahan sampai dengan bulan april. Di Wilayah RT011 RW003 Kelapa stunting pada balita di wilayah RT011 RW003 Kelapa Dua Dua Cilincing Jakarta Utara Cilincing Jakarta Utara. Analisa Data Metode Penelitian analisis Univariat Desain Penelitian Analisis ini dilakukan untuk mengetahui data Jenis penelitian yang digunakan ini merupakan penelitian pengetahuan dari setiap sampel yang meliputi usia, pre eksperiment dengan rancangan one-group pretest- pendidikan, pekerjaan dan data pengetahuan ibu Dalam penelitian ini, subyek penelitian terlebih balita tentang stunting sebelum dan sesudah dahulu diberikan tes awal . re-tes. untuk mengetahui dilakukan pendidikan kesehatan dengan media sejauh mana Tingkat pengetahuan ibu sebelum diberikan leaflet AuIsi PiringkuAy penyuluhan kesehatan dengan media leaflet program AuIsi Analisis bivariat PiringkuAy. Setelah diberikan tes awal, selanjutnya kepada ibu Analisis ini dilakukan untuk mengetahui Pengaruh balita tersebut diberikan penyuluhan Kesehatan berupa Penyuluhan Kesehatan dengan media leaflet terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang program penyuluhan kesehatan, selanjutnya seluruh ibu diberikan tes AuIsi PiringkuAy dalam pencegahan stunting pada akhir . ost-tes. untuk mengetahui sejauh mana pengaruh balita di Wilayah RT011/003 Cilincing Jakut. Data edukasi leaflet terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang dianalisis menggunakan uji T-Test merupakan uji program AuIsi PiringkuAy dalam pencegahan stunting pada parametik yang dapat digunakan pada dua data balita di wilayah RT011 RW003 Kelapa Dua Cilincing Jakarta Tujuan dari uji ini adalah untuk Utara. melihat apakah ada perbedaan. AuIsi PiringkuAy. Setelah Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk Pertimbangan Etik Telah dilakukan uji etik dan telah dinyatakan lolos dan telah diterima oleh reviewer. dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiyono. Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Pembahasan Hasil Penelitian Tabel 4. 1 distribusi frekuensi responden berdasarkan Dalam tahap ini, akan diperjelas hasil penelitian usia, di wilayah RT011 RW003 Kelapa Dua Cilincing mengenai karakteristik dari reponden, tingkat pengetahuan Jakarta Utara sebelum edukasi. Tingkat pengetahuan sesudah edukasi dan Umur Frekuensi Total Dari tabel 4. 1 di atas menunjukkan bahwa jumlah responden perbedaan Tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dengan kategori usia 25-30 dan 31-35 tahun sebanyak 15 Responden yang berada di wilayah RT011 RW003 orang . %). Kelapa Dua Cilincing Jakarta Utara berusia 25-20 Karakteristik responden Usia tahun sama dengan responden yang berusia 31-35 Tabel 4. 2 distribusi frekuensi responden berdasarkan Data ini diperoleh dari perhitungan terakhir pendidikan, di wilayah RT011 RW003 Kelapa Dua data kuesioner responden. Hal ini disebabkan Cilincing Jakarta Utara karena usia seseorang dapat mempengaruhi Pendidikan Frekuensi SD-SMP SMA/SMK Total Dari tabel 4. 2 di atas menunjukkan bahwa jumlah responden terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang. dengan kategori pendidikan kategori SD-SMP dan SMA/SMK (Notoatmodjo, 2. Menurut Pritasari sebanyak 15 orang . %). , kategori usia dewasa dibagi menjadi Semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin tiga bagian, yaitu usia 19-29 tahun disebut dewasa Tabel 4. 3 tingkat pengetahuan ibu, di wilayah RT011 awal, 30-49 tahun dewasa akhir dan >50 tahun RW003 Kelapa Dua Cilincing Jakarta Utara Sebelum edukasi Kateogri Frekuensi Tinggi Sedang Rendah Total Sesudah edukasi Tinggi Sedang Rendah Total 26,6% 46,6% 46,6% yang sering dikenal dengan masa setengah tua. Pendidikan Diketahui bahwa responden terbanyak di wilayah RT011 RW003 Kelapa Dua Cilincing Jakarta Utara SMK/SMA pendidikan terakhir SMP dan SD. Bahkan tidak Pendidikan terakhir Diploma atau perguruan tinggi. Ketika penelitian sampai pengolahan data berlangsung. Tabel 4. 4 analisa perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi leaflet, di wilayah RT011 RW003 Kelapa Dua Cilincing Jakarta Utara Variabel Mean Std. Deviation P-Value Sebelum 0,001 Sesudah Pengetahuan pengasuhan anak dan kurangnya pengetahuan tentang pemenuhan gizi untuk diri sendiri dan anak-anak mereka dapat menyebabkan anak kurang gizi dan menyebabkan anak menjadi Stunting. Tingkat Pendidikan seseorang dapat Pendidikan Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 pekerjaan ayah, pekerjaan ibu, lokasi kerja, dan (Notoatmodjo, 2. pola asuh orang tua. Pekerjaan Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada Responden di wilayah RT011 RW003 Kelapa Dua responden, peneliti berasumsi bahwa dengan Cilincing Jakarta Utara dengan perkerjaan . diberikan edukasi dengan leaflet dan kuesioner dan (IRT) memiliki jumlah rata-rata sama yaitu 15 yang terdapat dalam indikator-indikator yang orang . dan 15 orang lainnya sebagai (IRT). paling banyak benar terdapat pada tingkat Pekerjaan seseorang dapat berpengaruh terhadap pengetahuan dan pengalaman seseorang. Ibu yang diartikan sebagai mengingat suatu materi yang bekerja akan memiliki kebutuhan pangan yang tercukupi namun, kekurangan dari ibu bekerja mengingat sesuatu yang spesifik dan seluruh badan yaitu sulit memantau pertumbuhan anak, sulit yang dipelajari atau rangsangan yang telah memantau kebutuhan harian anak, dan menajadi Tingkat pengetahuan pada penelitian ini ibu rumah tangga akan memiliki waktu lebih terdapat pada tahap memahami . , banyak untuk anak dan keluarga dirumah. (Notoatmodjo, 2. memberitahukan kembali pemikiran atau konsep Hal ini sesuai dengan penelitian Wayanti . yang dicapai. Hal ini dapat ditunjukkan dari hasil yang menyatakan bahwa pola asuh makan pada ibu kuesioner yang telah di jawab oleh responden yang bekerja sama baiknya dengan ibu yang tidak mengenai bagaimana pendapat responden tentang Hasil penelitian hubungan antara profesi program isi piringku, sebagian besar responden ibu dengan pola asuh makan ini ternyata sejalan menjawab dengan benar. Hasil penelitian Dewi dengan hasil penelitian Sake dan Rahma . , membuktikan bagaimana memahami tentang profesi ibu dan pertumbuhan anak, dimana tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perencanaan bagaimana memilih makanan yang kedua variabel tersebut. sehat dan berhubungan erat kaitannya gizi dengan Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Rizki . yang mengatakan bahwa hubungan pola Sehingga didapatkan hasil setelah asuh ibu yang bekerja dan ibu yang tidak bekerja diberikan edukasi menunjukkan bahwa adanya terhadap perilaku anak usia prasekolah, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pekerjaan ibu pengetahuan responden tentang program AuIsi berhubungan dengan perkembangan anak namun PiringkuAy dalam pencegahan stunting pada balita. pada penelitian ini didapatkan hal yang sangat saat seseorang . Tahu Perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan berhubungan adalah perilaku. Sodikin . sesudah diberikan edukasi mengatakan bahwa ada pengaruh karakteristik Berdasarkan tabel 4. 6 diatas didapatkan hasil anak, keberadaan orang tua, dan pola asuh orang bahwa rata-rata pengetahuan responden sebelum tua terhadap perkembangan sosial, emosional dan diberikan edukasi yaitu sebesar 1. 80 dan sesudah moral pada usia sekolah. Hasil penelitian ini edukasi meningkat dengan nilai rata-rata menjadi menunjukkan faktor-faktor yang berhubungan 00 dengan p-value 0,001 yang artinya pemberian dengan pemuatan sosial, emosional, perkembangan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang program anak-anak Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 isi piringku dalam pencegahan stunting pada balita. dalam satu piring yang terdiri dari 50 persen buah Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan St. Hasriani . bahwa edukasi karbohidrat dan protein. Kampanye AuIsi PiringkuAy berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan. juga menekankan untuk membatasi gula, garam. Ibu balita memerlukan pengetahuan yang terkini dan lemak dalam konsumsi sehari-hari. Dalam karena pengetahuan sifatnya selalu berkembang. perkembangan ilmu gizi yang baru, pedoman "4 Pengetahuan yang mereka peroleh ini diharapkan Sehat 5 Sempurna" berubah menjadi pedoman gizi dapat diaplikasikan dalam praktik keseharian seimbang yang terdiri dari 10 pesan tentang makanan bagi balitanya. menjaga gizi. AuIsi PiringkuAy merupakan salah satu Peningkatan pengetahuan ibu tentang gizi dan program pemerintahan untuk mencegah stunting stunting pada balita akan menimbulkan hal positif dan menurunkan angka kejadian stunting yang bagi ibu karena ilmu tersebut akan diaplikasikan disebut dengan Germas atau gerakan masyarakat. dalam kehidupannya sehari-hari (Astuti. Utami, & (KemenKes, 2. Sulastri. Pengetahuan dan perilaku ibu dalam memilih makanan yang Karakteristik responden adalah tingkat Usia Menunjukkan seseorang tentang gizi sehingga Kesimpulan akan dikonsumsi oleh balita dipengaruhi oleh gizi merupakan pengetahuan terkait makanan dan zat gizi. Sikap dengan kategori usia 25-30 tahun sebanyak 15 orang . %) (Siahaya. Haryanto, & Sutini, 2. Pendidikan Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat Menunjukkan didapatkan bahwa masyarakat khususnya ibu yang memiliki balita sudah paham akan hal yang SMA/SMK sebanyak 15 orang . %) dilakukan dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Pekerjaan Hal ini dapat dilihat dari kemampuan peserta Menunjukkan dalam menjawab pertanyaan setelah dilakukan dengan kategori pekerjaan (Bekerja dan IRT) Dari penilaian tersebut dapat di masing-masing memiliki jumlah sebanyak 15 ketahui bahwa dari hasil penyuluhan kesehatan orang . %) yang di sampaikan kepada peserta dapat di Tingkat pengetahuan ibu-sebelum dan sesudah pahami, di mengerti, peserta tahu, mau dan akan diberikan edukasi leaflet mampu melakukan perilaku sehat. Walaupun Sebelum diberikan edukasi leaflet berdasarkan dari penilaian kemampuan penjelasan Menunjukkan bahwa dari 30 responden materi dari sebagian peserta sudah baik. (St. Hasriani, 2. berjumlah 8 orang . ,6%) kategori sedang Pemerintah Secara AuIsi berjumlah 14 orang . ,6%) dan kategori stunting, salah satunya dengan diperkenalkannya konsep AuIsi PiringkuAy agar tercapainya gizi tinggi 8 orang . ,6%). Sesudah diberikan edukasi leaflet PiringkuAy Menunjukkan bahawa dari 30 responden menggambarkan porsi makan yang dikonsumsi mendapatkan hasil kategori tinggi berjumlah Volume 11. Nomor 1. Okt- Maret 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 28 orang . %) dan sedang sebanyak 2 orang Kesehatan. Rineka Cipta . Jakarta Okparasta,A . %) Notoatmodjo. Metodeologi Penelitian Perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. edukasi leaflet PMK RI NOMOR 2. Retrieved from Didapatkan hasil bahwa rata-rata pengetahuan http://hukor. id/uploads/produk_hukum/PMK_ responden sebelum diberikan edukasi yaitu No__2_Th_2020_ttg_Standar_Antropometri_Anak. 80 dan sesudah edukasi meningkat Rahman. Rahmah. , & Saribulan. dengan nilai rata-rata menjadi 3. 00 dengan p-value Upaya 0,001 yang artinya pemberian edukasi dengan Bibliometrik Dan Analisis Konten. Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa, 8. , 44-59. berpengaruh terhadap pengetahuan ibu tentang program isi piringku dalam pencegahan stunting pada balita. Penanganan Stunting Indonesia: Analisis Safira. , & Kusumaningati. Kejadian Stunting Pada Balita 12-59 Bulan Di Puskesmas Kecamatan Cilincing Jakarta Utara: Description Of Stunting In Toddlers Referensi