Journal of Sustainability Business Research Vol 5 No. 2 Juni 2024 ISSN : 2746 Ae 8607 PENGARUH FAKTOR GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN GEDANGAN SIDOARJO Afifatus Sholihah1. Fauziyah2 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya1,2 Email : basta. fauziyah@unipasby. ABSTRAK Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji faktor good corporate governance melalui ukuran transparansi, akuntabilitas, partisipasi, serta kapasitas aparatur. terhadap kinerja pengelolaan dana desa di Kecamatan Gedangan Sidoarjo dari tanggapan aparatur desa. Aparatur desa yang berfungsi dalam pengelolaan dana desa, ialah Kades. Sekdes. Kepala urusan TU dan umum. Kepala urusan Keuangan. Kepala urusan Perencanaan. Kepala seksi Kesra. Kepala seksi Pemerintahan, serta Kepala seksi Pelayanan. Tipe riset ini ialah riset kuantitatif,yakni riset yang di dapat dengan cara purposive sampling, dimana harus sesuai dengan kriteria yang sudah diresmikan, diperoleh populasi 15 desa di Kecamatan Gedangan Sidoarjo dengan jumlah sampel 120 apartur desa. Metode pengumpulan informasi yang digunakan berbentuk penyebaran kuesioner. Metode analisis informasi yang digunakan ialah analisis regresi linear berganda memakai aplikasi SPSS 25. Hasil penelitian menampilkan kalau transparansi mempengaruhi kinerja pengelolaan dana desa, akuntabilitas mempengaruhi kinerja pengelolaan dana desa, partisipasi mempengaruhi kinerja pengelolaan. dana desa, kapasitas aparatur mempengaruhi kinerja pengelolaan dana desa, serta transparansi, akuntabilitas, partisipasi serta kapasitas aparatur secara simultan memengaruhi kinerja pengelolaan dana desa di Kecamatan Gedangan Sidoarjo. Kata Kunci : transparansi,. kapasitas aparatur dan kinerja pengelolaan dana ABSTRACT The purpose of this study was to examine the factors of good corporate governance through measures of transparency, accountability, participation, and the capacity of the apparatus. on the performance of village fund management in the District of Gedangan Sidoarjo from the assumption of the village apparatus. Village features that function in managing village funds are the Village Head. Village Secretary. Head of TU and general affairs. Head of Finance. Head of Planning. Head of Welfare Section. Head of Government Section, and Head of Service Section. This type of research is quantitative research. The illustrations obtained through the purposive sampling procedure, which must match the criteria that have been inaugurated, obtained a population of 15 villages in Gedangan District. Sidoarjo with a total of 120 illustrations of village features. The information collection method used is in the form of distributing The information analysis method used is multiple linear regression analysis using the SPSS 25 application. The results show that transparency affects village fund management performance, accountability affects village fund management performance, participation affects management village funds, the capacity of the apparatus affects the performance of village fund management, as well as the transparency, accountability, participation and capacity of the apparatus simultaneously affect the performance of village fund management in the Gedangan District of Sidoarjo. Keywords: transparency, accountability, participation, apparatus capacity and performance of local fund Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 5 No. 2 Juni 2024 ISSN : 2746 Ae 8607 PENDAHULUAN Perkembangan suatu negara berawal dari pengembangan. desa, dimana adanya sinergi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menciptakan pemerataan pembangunan desa yang adil pada wilayah tersebut. Berangkat dari berjalannya UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, desa diberi kepercayaan serta wewenangnya dari pemerintah pusat sebagai pengelola dan memajukan wilayahnya secara mandiri. Penyediaan dana desa dari pemerintah dilakukan dengan prosedur pendistribusian ke tiap kebupaten, sehabis itu kabupaten mendistribusikannya ke masing-masing desa. Bersumber pada Peraturan Pemerintah Nomor 60 di Tahun 2014 tentang Dana Desa. APBN sebagai sumber dari dana desa yang dibagikan buat desa dan dikirim lewat APBD buat membiayai pelaksanaan pemerintah, penyelenggaraan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat pedesaan. Karena terdapat dana yang relatif besar tersebut diharapkan dapat digunakan dan dipertanggungjawabkan dengan baik. Dari sebab tersebut pengelolaan dana desa perlu menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik . ood corporate governanc. Transparansi ialah satu diantara prinsip pada good corporate governance yang wajib dijalankan oleh organisasi zona publik dimana aparatur desa harus mengantarkan pemakaian dana desa secara terbuka. Transparansi ialah wujud keterbukaan aparatur desa untuk warga bagi peninjauan yang diresmikan, dimana secara terbuka serta merata warga berhak buat mengenali wujud pertanggungjawaban pemerintahan pada sumber energi yang diamanatkan serta ketaatannya pada peraturan perundang-undang (Jaa,2. Sehingga warga bisa memperhitungkan pertanggungjawaban pemerintah desa atas kegiatan yang dicoba. Pertanggungjawaban dalam pengelolaan dana desa dinilai lewat prinsip akuntabilitas. Akuntabilitas ialah sesuatu keharusan untuk agen buat mengendalikan sumber energi, menginformasikan, dan mengungkapkan semua kegiatan yang berhubungan dengan pemanfaatan sumber energi publik kepada pihak pemberi mandate (Principa. (Ultafiah, 2. Akuntabilitas merupakan salah satu wujud tercapainya kinerja yang berkesinambungan, oleh karena itu harus untuk sesuatu organisasi buat melakukan pertangungjawaban pada kinerjanya secara transparan serta normal. Partisipasi warga ialah perihal berarti dalam penyelenggaraan otonomi wilayah sebab karena partisipasi berisi aspek pengawasan serta aspirasi. Dibangunnya prinsip partisipasi didasar atas kebebasan berasumsi serta berdiskusi dan berpartisipasi secara Partisipasi merupakan keikutsertaan publik pada bermacam program, selaku fasilitas buat meningkatkan kohesifitas, serta menghasilkan rasa mempunyai serta tanggungjawab dari pemerintah maupun publik dalam masing-masing rancangan aktivitas yang diselenggarakan pemerintah (Gadis dkk, 2. Kinerja pada pengelolaan keuangan desa dipengaruhi oleh baiknya kapasitas aparatur desa, karena pengaruh tersebut merupakan perihal utama dalam menyelenggarakan pengelolaan keuangan desa. Kapasitas merupakan keahlian, keahlian, uraian, perilaku, nilai- nilai, ikatan, sikap, motivasi, sumber energi, serta kondisi- kondisi yang mewajibkan tiap orang, organisasi, jaringan kerja ataupun zona, serta sistem yang lebih lingkungan buat mewujudkan fungsi- fungsi serta sasaran pembangunan yang sudah diselenggarakan dari masa ke masa (Solihat, 2. Dana desa pantas diterima dan dipergunakan untuk keperluan desa serta perwujudan butuh dicermati bersama beserta laporan tertulisnya, biar hal- hal tersebut dapat dipertanggungjawabkan, kegiatan tersebut yakni bentuk pengamalan pada prinsip good governance ialah transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi (Budiati dkk, 2. Sebaliknya kedudukan aparatur desa dalam pengelolaan dana desa amat mempengaruhi kesuksesan rancangan pembangunan desa. Dimana kapasitas maksudnya uraian serta kemampuan orang Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 5 No. 2 Juni 2024 ISSN : 2746 Ae 8607 ataupun organisasi ataupun keefektifan, keefisienan, dan kesinambungan prosedur dalam menjalankan tugas-tugasnya (Munti serta Fahlevi, 2. Oleh sebab itu dalam riset ini hendak dicoba tentang pengaruh aspek good corporate governance dalam kinerja pengelolaan dana desa di Kecamatan Gedangan Sidoarjo. METODE PENELITIAN Penelitian ini memakai tipe penelitian kuantitatif asosiatif, dimana yang bermanfaat dalam menggambarkan pengaruh serta ikatan antar 2 variabel ataupun lebih. Bentuk data yang digunakan pada riset ini yakni data kuantitatif. Data kuantitatif yaitu tata cara penelitian yang didasarkan oleh positivistic . nformasi konkri. , informasi riset diperoleh dari angka- angka yang setelah itu dinilai lewat statistik sebagai media uji perhitungan, yang berhubungan dengan permasalahan yang dikaji buat membuat sesuatu kesimpulan (Sugiyono, 2. Populasi pada riset ini ialah segenap aparatur desa pada 15 desa yang terletak di Kecamatan Gedangan Sidoarjo, dengan pengambilan ilustrasi sebanyak 120 aparatur desa. Metode purposive sampling merupakan metode yang dipakai dalam pengambilan ilustrasi, yang diresmikan dengan pertimbangan-pertimbangan ataupun kriteria-kriteria tertentu. Tidak hanya itu penyebaran kuesioner jadi teknik pemungutan data yang diterapkan pada riset ini. Kuesioner adalah teknik pemungutan data melalui metode pengajuan segenap pertanyaan dan pernyataan terhadap responden untuk ditanggapi (Sugiyono, 2. Kuesioner hendak dibagikan kepada responden ataupun aparatur desa yang bertugas mengelola dana desa. Pelaksanaan metode analisis pada riset ini memakai regresi linier berganda dengan program SPSS serta pengujian memakai pengujian hipotesis. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada riset ini digunakan analisis statistik deskriptif, serta pengujian hipotesis, namun sebelum itu data harus memenuhi beberapa kriteria pengujian instrumen yang terdiri dari uji validitas dan uji reliabilitas, uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, multikolinearitas, dan Hasil penelitian tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. Analisis Data Penelitian Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif dipergunakan selaku tolak ukur penggambaran informasi yang sudah terkumpul, yang ditinjau dari nilai minimal, nilai maksimal, nilai rata- rata dan nilai standart Berikut merupakan hasil perhitungan dari analisis statistik deskriptif yang disajikan dalam Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 5 No. 2 Juni 2024 ISSN : 2746 Ae 8607 Dalam tabel 1 dikenal skor terendah dari jawaban responden buat variabel transparansi merupakan 12 serta skor paling tinggi 16, diperoleh rerata jumlah dari skor jawaban akuntabilitas merupakan 14,16. Variabel partisipasi memiliki skor terendah sebesar 11 serta skor paling tinggi merupakan 16, diperoleh rerata jumlah dari skor tanggapan partisipasi merupakan 13,89. Variabel kapasitas aparatur memiliki skor terendah sebesar 17 serta skor paling tinggi merupakan 24, diperoleh rerata jumlah dari skor tanggapan kapasitas aparatur merupakan 21,13. Variabel kinerja pengelolaan dana desa memiliki skor terendah sebesar 17 serta skor paling tinggi merupakan 24, sehingga rata- rata total jumlah skor jawaban kinerja pengelolaan dana desa merupakan 21,05. Pengujian Instrumen Uji Validitas Hasil pengujian dari uji validitas ditunjukkan dalam tabel 2 berikut ini. Hasil uji validitas yang terdapat dalam tabel 2, pada kolom correlation menampilkan nilai di atas r tabel ialah 0,1793. Dengan demikian bisa disimpulkan dalam variabel transparansi (X. , akuntabilitas (X. , partisipasi (X. serta kapasitas aparatur (X. tiap- tiap statment kuesioner menampilkan informasi yang valid. Uji Reliabilitas Peninjauan hasil uji reliabilitas diolah melalui SPSS , dimana bisa diamati dalam tabel 3. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 5 No. 2 Juni 2024 ISSN : 2746 Ae 8607 Berdasarkan tabel 3 uji reliabilitas menerangkan kalau hasil analisis dalam riset menampilkan nilai diatas 0,6. Uji reliabilitas dicoba secara statistik dengan menganalisis nilai CornbachAo s Alpha. Bila nilai CornbachAo s Alpha 0,6 menerangkan instrumen yang diterapkan Oleh karena itu kesimpulan dari hasil tersebut menarangkan ada konsistensi dari masing- masing alat ukur yang diterapkan dalam penelitian. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Peninjauan hasil uji Normalitas diolah melalui SPSS , dimana bisa diamati dalam tabel 4. Hasil penelitian pada tabel 4 menerangkan bahwa nilai sebesar 0,200. Oleh sebab itu kesimpulan dari hasil tersebut menjelaskan tidak terdapat gejala outlier pada data penelitian, sehingga data penelitian dapat dikatakan penyebarannya terjadi secara normal. Uji Multikolinearitas Hasil uji multikolinearitas diolah dengan SPSS yang dapat ditinjau dalam tabel 5 ini. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 5 No. 2 Juni 2024 ISSN : 2746 Ae 8607 Hasil penelitian pada tabel 5 menunjukkan kalau nilai VIF yang dimiliki tidak lebih dari 10 dan lebih dari 0,1. Kesimpulan hal tersebut menerangkan. kalau tidak adanya gejala multikolinearitas dalam riset ini. Uji Heterokedastisitas Hasil uji heterokedastisitas diolah dengan SPSS yang dapat ditinjau dalam tabel 6 berikut Adapun hasil yang diperoleh pada pengujian glejser heterokedastisitas yaitu untuk transparansi (X. sebanyak 0,75, akuntabilitas (X. sebanyak 0,476, partisipasi (X. sebanyak 0,346, dan kapasitas aparatur (X. sebanyak 0,271. Dari hasil diatas menerangkan bahwa nilai. signifikansinya yakni 0,05. Kesimpulan hal tersebut menerangkan. kalau tidak adanya gejala heterokedastistas dalam riset ini. Analisis Regresi Linear Berganda Hasil analisis berikut diolah dalam SPSS yang dapat ditinjau pada tabel 7 berikut ini. Hasil dari tabel 7 bentuk regresi menurut hasil analisisnya yakni sebagai berikut. Y = -3,811 0,456 0,137 0,944 0,164 e Hasil persamaan regresi yang didapat, maka koefisien regresi dapat dijabarkan maksudnya berikut ini. Nilai konstanta sebesar- 3, 811, yang menunjukkan kalau bila nilai variabel transparansi, akuntabilitas, partisipasi serta kapasitas aparatur sama dengan nol, hingga nilai variabel kinerja pengelolaan dana desa di Kecamatan Gedangan Sidoarjo bernilai negatif. Bila variabel transparansi (X. hadapi peningkatan satu satuan, hingga kinerja pengelolaan dana desa di Kecamatan Gedangan Sidoarjo (Y) hendak hadapi kenaikan sebesar 0, 456. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 5 No. 2 Juni 2024 ISSN : 2746 Ae 8607 Bila variabel akuntabilitas (X. hadapi peningkatan satu satuan, hingga kinerja pengelolaan dana desa di Kecamatan Gedangan Sidoarjo (Y) hendak hadapi kenaikan sebesar 0, 137. Bila variabel partisipasi (X. hadapi peningkatan satu satuan, hingga kinerja pengelolaan dana desa di Kecamatan Gedangan Sidoarjo (Y) hendak hadapi kenaikan sebesar 0, 944. Bila variabel kapasitas aparatur (X. hadapi peningkatan satu satuan, hingga kinerja pengelolaan dana desa di Kecamatan Gedangan Sidoarjo (Y) hendak hadapi kenaikan sebesar 0, 164. Uji Koefisien Determinasi Pada tabel 8 disajikan hasil uji koefisien determinasi yang diolah dengan SPSS sebagai Dalam riset ini didapatkan kalau nilai Rsquare sebesar 0, 867 ataupun sebesar 87%. Dengan demikian variabel prediktor semacam transparansi, akuntabilitas, partisipasi, serta kapasitas aparatur bisa memiliki pengaruh dalam. kinerja pengelolaan dana desa sebesar 87%. Sebaliknya sisanya sebesar 13%( 100%- 87%) bisa dipaparkan oleh variabel lain di luar Pengujian Hipotesis Berikut ini adalah hasil uji hipotesis untuk melihat hasil pengujian secara parsial dan simultan yang disajikan pada tabel uji F dan uji t. Uji F Peninjauan hasil uji F diolah melalui SPSS , dimana bisa diamati dalam tabel 9. Hasil uji F pada riset di atas menampilkan kalau nilai signifikansi F riset sebesar 0, 000. Bisa disimpulkan totalitas variabel independen dalam riset ialah transparansi (X. , akuntabilitas (X. , partisipasi (X. , serta kapasitas aparatur (X. secara simultan bisa mempengaruhi kinerja pengelolaan dana desa (Y). Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 5 No. 2 Juni 2024 ISSN : 2746 Ae 8607 Uji T Hasil uji T diolah menggunakan SPSS, dimana bisa diamati dalam tabel 10. Pengujian dari hasil transparansi (X. mengalami nilai signifikansi sebesar 0, 000 dengan arah koefisien positif sebesar 0,456. Hasil pengujian variabel akuntabilitas (X. mengalami nilai signifikansi sebesar 0,004 dengan arah koefisien positif sebesar 0,137. Hasil pengujian variabel partisipasi (X. mengalami nilai signifikansi sebesar 0, 000 dengan arah koefisien positif sebesar 0, 944. Hasil pengujian variabel kapasitas aparatur (X. mengalami nilai signifikansi sebesar 0,000 dengan arah koefisien positif sebesar 0,164. Dengan demikian bisa disimpulkan kalau variabel kapasitas aparatur (X. mempengaruhi positif terhadap kinerja pengelolaan dana desa (Y). Pembahasan Hasil analisis informasi lebih dahulu menerangkan kalau transparansi mempengaruhi terhadap kinerja pengelolaan dana desa di Kecamatan Gedangan Sidoarjo. Dengan demikian transparansi merupakan prinsip yang menjamin akses ataupun kebebasan untuk tiap orang buat memperoleh data tentang penyelenggaraan pemerintahan, dimana perihal ini bisa pengaruhi kinerja dari organisasi tersebut. Hasil riset ini didukung oleh riset Budiati dkk . , yang menampilkan kalau transparansi mempengaruhi terhadap kinerja pengelolaan dana desa. Bersumber pada hasil analisis informasi lebih dahulu, melaporkan kalau akuntabilitas mempengaruhi terhadap kinerja pengelolaan dana desa di Kecamatan Gedangan Sidoarjo. Akuntabilitas ialah wujud pertanggungjawban yang diawali dari perencanaan sampai pelaporan dari agent kepada principal. Laporan pertanggungjawaban tersebut ialah komponen berarti buat mewujudkan akuntabilitas zona publik serta selaku tolak ukur kinerja pengelolaan dana desa. Hasil penilitian ini sejalan dengan riset yang dicoba oleh Maulamin dkk . kalau akuntabilitas mempengaruhi positif terhadap pengelolaan alokasi dana desa. Bersumber pada hasil analisis informasi lebih dahulu, melaporkan kalau partisipasi mempengaruhi terhadap kinerja pengelolaan dana desa di Kecamatan Gedangan Sidoarjo. Keterlibatan publik dalam bermacam program secara aktif, ialah wujud fasilitas buat menghasilkan kohesifitas di warga pada program yang diselenggarakan pemerintah. pembangunan harus diutamakan serta meyertakan warga supaya prosedur penerapan pembangunan pas pada sasaran, efektif serta efisien. Hasil riset ini didukung oleh riset Periansya Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 5 No. 2 Juni 2024 ISSN : 2746 Ae 8607 serta Sopiyan . , yang menunjukkan kalau partisipasi mempengaruhi terhadap pengelolaan dana desa. Hasil analisis informasi lebih dahulu meyakinkan kalau kapasitas aparatur mempengaruhi terhadap kinerja pengelolaan dana desa di Kecamatan Gedangan Sidoarjo. Tingginya kapasitas aparatur desa diperoleh lewat tingkatan pembelajaran yang ditempuh, tidak hanya itu kapasitas aparatur desa pula dibangun dari pelatihan- pelatihan yang disediakan serta dilaksanakan oleh pemerintah, dari upaya tersebut kapasitas aparatur desa bisa tumbuh sehingga pekerjaan bisa lebih pas serta kilat terselesaikan. Hasil riset pula sejalan dengan riset Thoyib dkk . , yang menerangkan kapasitas aparatur mempengaruhi positif terhadap pengelolaan dana desa. Bagi hasil analisis informasi lebih dahulu melaporkan kalau transparansi, akuntabilitas, partisipasi serta kapasitas aparatur secara simultan mempengaruhi terhadap kinerja pengelolaan dana desa di Kecamatan Gedangan Sidoarjo. Hasil riset mengindikasikan kalau kenaikan kinerja pengelolaan dana desa disebabkan terdapatnya transparansi pada tiap pengambilan keputusan, yang setelah itu di publikasikan lewat papan data yang disediakan. Keterbukaan aparatur desa didasarkan atas akuntabilitas yang diterapkan ialah laporan pertanggungjawaban atas pengelolaan dana desa yang dilaksanakan tiap periodik serta di informasikan secara pas waktu. Buat bisa membentuk pertanggungjawaban pengelolaan dana desa butuh terdapatnya partisipasi dari warga, perihal ini bisa membagikan kemudahan untuk aparatur dalam memastikan prioritas pemakaian dana desa. Dari hasil pertanggungjawaban serta usulan yang diberikan warga perlu terdapatnya kapasitas aparatur desa, biar proses pengelolaan dana desa bisa berjalan secara efisien serta efektif. Hasil riset ini sejalan dengan riset Ultafiah . , yang menampilkan kalau transparansi, akuntabilitas, partisipasi serta kapasitas aparatur secara simultan mempengaruhi pengelolaan dana tiap desa. SIMPULAN Bersumber pada hasil riset lebih dahulu hingga bisa ditarik kesimpulan selaku berikut. Transparansi mempengaruhi kinerja dalam. pengelolaan dana desa di Kecamatan Gedangan Sidoarjo. Akuntabilitas mempengaruhi kinerja dalam. pengelolaan dana desa di Kecamatan Gedangan Sidoarjo. Partisipasi mempengaruhi kinerja dalam. pengelolaan dana desa di Kecamatan Gedangan Sidoarjo. Kapasitas aparatur mempengaruhi kinerja dalam. pengelolaan dana desa di Kecamatan Gedangan Sidoarjo. Transparansi, akuntabilitas, partisipasi serta kapasitas aparatur secara simultan mempengaruhi kinerja dalam. pengelolaan dana tiap desa di Kecamatan Gedangan Sidoarjo. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Ae Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Journal of Sustainability Business Research Vol 5 No. 2 Juni 2024 ISSN : 2746 Ae 8607 KETERBATASAN PENELITIAN Terdapat segenap keterbatasan dari penelitian, berikut ini adalah keterbatasan penelitian Tidak terdapatnya pembanding pada riset ini, disebabkan objek riset cuma memakai ilustrasi dari satu kecamatan. Butuh dicoba riset lebih lanjut dengan mengambil dari sebagian daerah kecamatan supaya bisa digeneralisasi dalam lingkup daerah yang lebih luas. Pengujian pada riset ini memakai variabel dependen kinerja pengelolaan dana desa serta metode pengumpulan informasi memakai kuesioner masih sedikit yang melaksanakan riset terpaut, oleh sebab itu butuh dilaksanakan riset lebih banyak biar hasil riset ini terus menjadi DAFTAR PUSTAKA