KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 1-9 SEKOLAH RAMAH ANAK DAN LINGKUNGAN : MEMBANGUN KARAKTER SISWA YANG PEDULI DI SEKOLAH INDONESIA KUALA LUMPUR (SIKL) Maizatul Akmal1. Sri Handayani2. Siti Hazaro3. Khodijah Ishak4. Kurniatul Fil Khoirin5 1,2,3,4,5Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis. Riau. Indonesia https://doi. org/10. 46367/khidmah. Info Artikel Riwayat: Dikirim: 13 April 2026 Direvisi: 16 April 2026 Diterima: 22 April 2026 Kata Kunci: Sekolah Pendidikan karakter, indonesia kuala lumpur (SIKL). Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep sekolah dan lingkungan ramah anak dalam membentuk karakter siswa di Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur (SIKL). Latar belakang penelitian ini berawal dari kebutuhan akan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung, khususnya bagi siswa Indonesia yang belajar di luar negeri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi konsep sekolah ramah anak di SIKL tercermin dalam suasana belajar yang terbuka, hubungan yang erat antara guru dan siswa, serta kegiatan belajar yang secara aktif melibatkan siswa. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi pengenalan budaya Indonesia, permainan tradisional, diskusi kelompok, literasi membaca, dan pembacaan Al-Quran. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran akademis tetapi juga berperan dalam menanamkan nilai-nilai karakter seperti kerja sama, tanggung jawab, saling menghormati, dan kebanggaan akan identitas Lebih lanjut, penggunaan metode belajar partisipatif, seperti diskusi dan permainan edukatif, mendorong peningkatan kepercayaan diri dan interaksi sosial di antara siswa. Penerapan konsep ini menunjukkan bahwa pembelajaran di SIKL tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik tetapi juga mempertimbangkan perkembangan sosial dan emosional siswa. Dengan demikian, pembelajaran yang menggabungkan aspek akademik, budaya, dan nilai moral dapat menjadi pendekatan untuk membentuk karakter siswa yang peduli. Korespondensi: Maizatul Akmal maizatulbks@gmail. This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercialShareAlike 4. International License. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 1-9 PENDAHULUAN Pendidikan menjadi salah satu pondasi penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang mampu menghadapi berbagai tantangan gelobal . Tantangan Gelobal tersebut tidak hanya menuntun menguasai pengetahuan, tetapi juga kualitas sumber daya yang mamapu beradaptasi, berpikir kritis dan memiliki karakter yang kuat. Globalisasi jugak membawa peluang positif, terutama meningkatnya koneksi antar negara yang membuka ruang kalabarasi dan pertukaran Pendidikan yang lebih luas. Dalam konteks sekolah, proses yang terjalin antara pendidik dan peserta didik menjadi bekal utama untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna dan lebih realita dengan keadaan zaman saat ini. Oleh sebab itu peran tenaga pendidik tidak dapat di pisahkan dari upaya menyiapkan generasi yang unggul (Fitriyani et al. karna itu Lingkungan Pendidikan yang ramah dan inklusif terbukti memiliki pengaruh yang nyata terhadap perkembangan peserta didik, terutama dalam membangun rasa aman dan kepercayaan diri mereka selama mengikuti proses pembelajaran. Lingkungan yang mendukung seperti ini tidak di bentuk dengan sendirinya, tetapi lahir dari keterlibatan seluruh unsur sekolah melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana yang di lakukan secara konsisiten, salah satunya budaya penyambutan peserta didik setiap pagi. Melalui kegitan sederha tersebut, sekolah tidak hanya membangun iklim belajar yang nyaman, tetapi jugak menanam kepedulian dan saling menghargai sejak awal peserta didik memasuki lingkungan sekolah(Ibrahim,. Pramitha 2. Pada sisi lain pembangunan lingkungan belajar yang ramah tersebut tidak dapat dilepaskan dari cara sekolah membangun sistem pembelajaran secara menyeluruh. Sistem pembelajaran merupakan satu kesatuan yang saling terhubung antara peserta didik, pendidik, kurikulum, serta peran orang tua dalam mendukung tercapainya tujuan Pendidikan. Pendidikan tidak seharusnya di pahamai sebagai peroses pemindaha pengetahuan, tetapi sebagai peroses yang berpusat pada manusia, yang memebantu pesera didik mengembangkan daya piker, kreativitas, serta kemampuan mengelola dirinya untuk menghadapi masa depan(Setyani dkk, n. Sejalan dengan itu. Pendidikan memiliki peranan yang sangat strategis dalam memajukan bangsa melalui pembentukan manusia yang bermartabat, berpengetahuan dan Dalam konteks Pendidikan di era serba digital, peran pendididkan menjadi semakin penting, terutama melalui kreatifitas para pengajar dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna dan sesuai dengan situasi para peserta didik. Dengan demikian Pembanguna sekolah ramah anak dan lingkungan perlu di pahami sebagai bagian dari sistem pedidikan yang utuh, tetapi juga secara sadar memebentuk karakter dan kualitas peserta didik(Cahyani et al. Sekola memiliki tanggung jawa besar dalam membentuk karakter peserta didik, karna Pendidikan karakter tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan, tetapi jugak membentuk keperibadian, moral dan akhlak yang baik. Di SIKL. Pendidikan karakter melibatkan peran seluruh warga sekolah, melalui berbagai kegiatan positif yang selarasnya dengan ajaran agama dan budaya indonesia(Cahyani et al. Selain itu, pemerintah Indonesia juga menerapkan konsep Sekolah Ramah Anak (SRA) sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yanag aman, nyaman, peduli dan eksklusif, serta mampu melindungi hak anak-anak dari kekerasan dan deskriminasi . Dengan demikian Pendidikan karakter dan lingkungan yang ramah menjafi dua hal yang saling melengkapi dalam membentuk peserta didik yang peduli dan bertanggung jawab(Molzana and Fernandes 2. Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) merupakan institusi pendidikan Indonesia yang berlokasi di Kuala Lumpur serta berperan sebagai salah satu ujung tombak dalam diplomasi pendidikan Indonesia di Malaysia. Sekolah ini menerapkan Pendidikan merdeka belajar sejak tahun ajaran 2022/2023. Sehingga guru-guru nya berusha meningkatkan kompetensi. Dari sudut padang masyarakat. Pendidikan di sekolah ini di anggap sebagai faktor penting dalam kemajuan generasi muda indonesia di luar negeri. Tidak heran Sekolah Indonesia Kuala Lumpur berhasil mendapat akreditasi Sekolah/Madrasah (BASM) pada2021, membuktikan seolah ini mampu mempertahankan standar Pendidikan Indonesia(Setyani dkk, n. Selain pembelajaran formal. SIKL jugak menekankan kegiatan Ekstrakulikuler sebagai sarana penting dalam mengembangkan karakter dan potensi peserta didik. Melalui kegiatan Ektrakulikuler, peserta didik belajar keterampilan sosial seperti bekerja sama, saling menghargai , tolong menolong, kreatif dan seportif. Kefiatan ini tidak hanya membangun bakat dan minat peserta didik, tetapi jugak memperkuat nilai-nilai karakter yang telah di ajarkan. Dengan demikian, proses Pendidikan di SIKL menjadi menyeluruh, menggabungkan pembelajaran akademik, pengutan karakter dan pengalaman melalaui kegiatan di luar kelas(Ke-sd-an et al. Fenomena membangun budaya sekolah yang ramah dan inklusif di SIKL menarik untuk di amati karena tantangan di sekolah Indonesia luar negri lebih komplek dan beragam tantangan. Peserta didik yang berasal dari beragam latar belakang budaya, didukung oleh pendidik yang menerapkan pendekatan yang humanis serta beragam strategi pembelajaran, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman dan E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 1-9 (Ibrahim,. Pramitha 2. Ini menunjukan bahwa Sekolah ramah anak dan lingkungan bisa di terapkan di semua sekolah baik di luar maupun di dalam negri. Berdasarkan kondisi tersebut, program KKM Internasional di SIKL di fokuskan pada upaya mendukung pelaksanaan sekolah ramah anak dan lingkungan melalui pembelajaran yang ekskelusif pengutan budaya positif sekolah, serta pendampingan kegatan yang mendorong tumbuh sikap peduli, tanggung jawab dan sikap saling menghargai. Kegiatan ini di arahkan untuk membantu sekolah menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, terbuka dan sesuai karakter anak indonesia. Dengan demikian. KKM internasional tidak hannya menjadi sarana pendampingan belajar di SIKL tetapi jugak berperan kuat dalam memeperkuat Pendidikan karakter, menumbuhkan budaya sekolah yang ramah terhadap anak , sertamendukung terjalinya kerja sama dan pertukaran pengalaman Pendidikan dalam konteks internasional. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, di mana penelitian ini di nilai paling sesuai untuk mengkaji permasalahan bersifat kompleks dan kontekstual. Pendekatan ini tidak di arahkan untuk mengejar pencapayan semata, tetapi lebih menekankan pada bagaimana proses berlangsungnya di lapangan serta bagaimana makna dari setiap peristiwa di pahami oleh subjek penelitian. Penelitian kualitatf dalam studi ini bersifat Deskriptif, dengan analisis yang di lakukan secara mendalam untuk menjawab fokus penelitian. Melalui penelusuran proses dan pemaknaan terhadap berbagai fenomena yang muncul, data-data yang di peroleh di harapkan dapat menggambarkan kondisi secara lebih utuh dan membuka ruang pemahaman yang lebih kontekstual terhadap objek yang di teliti(Waruwu 2. Pendekatan ini di pilih karana penelitian ini bertujuan untuk memehami secara mendalam penerapan sekolah ramah anak dan lingkungan dalam membangun karakter siswa yang peduli di SIKL. Penelitian ini berorientasi pada pengalaman, proses, serta praktek yang di jalankan siswa SIKL. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan melalui proses tanya jawab, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan responden yang berperan sebagai sumber informasi. (Rahmawati et al. , wawancara di lakukan secara proses komunikasi dua arah antara peneliti dan narasumber untuk memeperoleh informasi mengenai kegitan dan program pembelajaran seperti apa yang di jalankan SIKL. Observasi ialah kegiatan pengamatan terhadap keadaan, objek, atau peristiwa yang akan diamati hasil dari observasi atau pengamatan ditulis dengan lengkap mengenai perincian objek pengamatan(Pratiwi et al. Observasi di gunakan untuk mengamati secara langsung aktivitas lingkungan sekolah, bagaimana antar siswa dan guru berintraksi. Dokumentasi merupakan suatu proses atau kegiatan dalam penyediaan berbagai dokumen dengan memanfaatkan data yang valid melalui pencatatan dari beragam sumber. Selain itu, dokumentasi juga dapat diartikan sebagai upaya menghimpun serta mengelompokkan informasi dalam berbagai bentuk, seperti tulisan, foto, gambar, maupun video (Hasan et al. Dokumentasi di gunakan sebagai data pendukung, seperti video dan foto kegiatan, jadwal program dan kegiatan harian sekolah. Teknik analisis data di lakukan tiga tahap, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data yang di peroleh melalui wawancara, observasi dan dokumetasi di rangkum dan di seleksi sesuia fokus Setelahnya data di sajikan dalam urayan naratif untuk mempermudah penelitian dengan hqasil di Tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan berdasarkan hasil yang di peroleh. HASIL DAN PEMBAHASAN Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) meruoakan Lembaga Pendidikan resmi milik Republic indonesia yang berlokasi di Kuala Lumpur. Malaysia. Sekolah ini di dirikan pada 6juli 1969 dengan tujuan memenuhi pedididkan anak-anak warga negara indonesia (WNI) yang tinggal di Malaysia. Selain sebagai tempat belajar. SIKL juga berperan untuk mempertahankan dan memeperkenalkan budaya serta identitas bangsa indonesia di tengah komonitas diaspora. Dalam penyelenggaraannya. SIKL berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi Republik Indonesia serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur. SIKL menyelenggarakan pendidikan mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK). Sekolah Dasar (SD). Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Pada tahun 2013. Badan Akriditasi Nasional (BAN) Melakukan proses akriditasi terhadap seluruh jenjang di SIKL dan seluruhnya memeperoleh akriditasi A. Hal ini menunjukan bahwa kualiatas penyelengaraan Pendidikan di SIKL tetap mampu memenuhi standar Pendidikan Nasional. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 1-9 Peserta didik yang menempuh pendidikan di SIKL berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang suku dan budaya yang beragam. Keberagaman tersebut menciptakan suasana sekolah yang mencerminkan kebudayaan Nusantara. Dengan gambaran tersebut SIKL bisa di sebut sebagai gambaran kecil indonesia yang hidup di tengah masyarakat Malaysia(UMY 2. Gambar 1 Sekolah Indonesia Kuala Lumpur Sebagai sekolah Indonesia yang berada di luar negeri. SIKL memiliki tanggung jawab yang besar dalam menjaga serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada peserta didik. Hal ini jugak di sampaikan oleh wakil kepala sekoalah bidang kurikulum. Bapak Sungkono, yang menyampaikan bahwa suasana sekolah SIKL di upayakan semirip mungkin dengan sekoah di Idonesia. Oleh karna itu, kegiatan Pendidikan di SIKL tidak hanya menekan aspek akademik, tetapi jugak berupaya membangun karakter siswa yang memiliki rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air. Upaya pelestarin budaya tersebut salah satunya di wujudkan melalui berbagai kegiatan ekstrakulikuler yang berkaitan dengan seni dan budaya Indonesia , seperti Gamelan. Angklung. Tari Tradisional dan Musik Daerah. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoretis, tetapi juga mempelajarinya secara langsung melalui praktik. Kegiatan ini menjadi sarana siswa agar tetap terhubung dengan identitas bangsa Indonesia. Keberadaan SIKL pada akhirnya menjadi bukti bahwa suasana Pendidikan khas indonesia tetap dapat di rasakan meski itu di luar negeri. Kondisi ini jugak mengingat bahwa pelestarian budaya indonesia harus terus diperhatikan dan di jaga, karna budaya bagian penting dari identitas bangsa yang membedakan setiap bangsa. Berdasarkan pengamatan melelui proses observasi langsung , wawancara dan dokumentasi selama Melalui kegiatan KKM Internasional di SIKL, terlihat bahwa sekolah memiliki peran yang signifikan dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman, nyaman, serta mendukung perkembangan karakter peserta didik. Sekolah di sini tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Tapi lebih dari itu. Sekolah jugak menjadi ruang bagi siswa untuk belajar membentuk sikap, nilai dan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Lingkungan di SIKL di rancang agar siswa merasa di hargai dan di libatkan secara aktif dalam berbagai kegiat pembelajaran. Guru berupaya membangun komunikasi yang terbuka dan ramah dengan siswa sehingga suasana belajar terasa lebih nyaman dan tidak menimbulkan tekanan. Interaksi positif antara guru dan siswa membuat proses pembelajaran berjalan lebih hidup, menyenangkan dan interaktif. Gambar 2 Mahasiswa KKM melakukan pendekatan dengan metode pembelajaran E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah Gambar 3 Kegiatan makan bersama, guna membangun rasa kebersamaan KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 1-9 Gambar 4 Melakukan pendekatan melalui diskusi bersama Melalui pendekatan seperti ini nilai-nilai penting seperti kepedulian terhadap teman, tanggung jawab terhadap segala tindakan, serta sikap saling menghargai mulai terbentuk. Semua ini tidak terjadi sekaligus, melainkan secara bertahap, melalui pengalama sehari-hari di lingkungan sekolah. Dengan kata lain sekolah tidak hanya berperan sebagai pembelajaran akademik, tetapi jugak sebagai laboratorium karakter bagi para siswa. Penerapan konsep sekolah ramah anak dan lingkungan di SIKL juga tercermin dalam berbagai kegiatan pembelajaran yang melibatkan peserta didik secara aktif. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam program KKM Internasional adalah pengenalan budaya Indonesia kepada siswa melalui pembelajaran yang dirancang secara lebih santai dan interaktif. Dalam kegiatan Mahasiwa KKM Internasional memperkenalkan berbagai unsur budaya Indonesia kepada siswa SIKL. Materi yang di sampaikan mencangkup aspek Giografi ,sosial dan budaya Indonesia. Pengenalan tidak di sampaikan secara formal dengan metode ceramah, tetapi melalui kegiatan yang interaktif. Siswa SIKL di ajak untuk mengenal geografi indonesia dengan mempelajari 38 provinsi di indonesia, menggambar peta indonesia, serta memeperkenalkan kebudayaan indonesia melalui lagu nasional, lagu daerah, pakayan, rumah tradisional dan cerita rakyat, sekaligus mengajarkan budaya gotong royong. Gambar 5. Memeperkenalkan 38 provinsi, pakayan adat dan rumah tradisioanl melalui visual gambar dan video Proses pembelajaranya di dukung dengan media visual, permainan edukatif, serta diskusi ringan di Pendekatan ini membantu siswa dalam memahami materi dengan lebih mudah sekaligus membuat suasana lebih menyenangkan. Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat sangat antusias mengikuti pembelajaran. Beberapa peserta didik menunjukkan keaktifan dengan mengajukan pertanyaan terkait berbagai daerah dan budaya di Indonesia. Antusiasme mereka juga tetap tinggi ketika menjawab soal kuis yang diberikan. Secara tidak langsung kegiatan ini perlahan menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas kebangsaan. Selain pengenalan budaya, kegiatan pembelajaran jugak di lengkapi dengan permainan tradisional seperti congkak, lompat tali dan permainan kucing dan tikus. Permainan ini di mainkan secara langsung E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 1-9 oleh siswa SIKL. Melalui kegiatan permainan tradisinal tersebut, suasana pembelajaran berjalan lebih santai dan menyenangkan. Di balik permainan tersebut, terdapat berbagai nilai karakter yang ingin di tanamkan seperti kerja sama, seportivitas, strategi, kesabaran , kecekatan, kerja sama dan kemampuan bersosialisasi antar siswa. Gambar 6. Memperkenalkan permainan tradisonal . ucing dan tikus, congkak dan lompat tal. Ini sejalan dengan teori konstruktivistik yang menyatakan proses belajar akan menjadi lebih efektif Ketika siswa terlibat secara langsung dalam aktivitas belajar, baik melalui pengalaman ataupun interaksi sosial dengan lingkungan sekitarnya(Aprison. Sesmiarni, and Iswantir 2. Dengan demikian, penggunaan permainan tradisonal dalam kegiatan pembelajaran dapat menjadi salah satu strategi untuk menciptakan proses belajaran yang lebih aktif, menyenangkan dan lebih bermakna. Melalui metode-metode pembelajaran tersebut, membuat siswa tampak lebih percaya diri Dalam proses pembelajaran, peserta didik diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat serta mengajukan Hal ini menjadikan suasana pembelajaran lebih dinamis karena siswa tidak hanya berperan sebagai pendengar, tetapi juga terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar. Kondisi tersebut sejalan dengan pendapat Sudjana yang menyatakan bahwa pembelajaran yang melibatkan partisipasi aktif peserta didik dapat meningkatkan motivasi belajar serta membantu pemahaman materi secara lebih mendalam. Penguatan karakter siswa jugak di lakukan melalui kegiatan penegenalan cerita rakyat yang mengandung nilai-nilai moral. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan cerita rakyat, seperti Dedap Durhaka, melalui media film dan animasi sederhana. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi terkait pesan moral yang terkandung dalam cerita tersebut. Melalui kegiatan ini, siswa di ajarkan nilai-nilai moral seperti, kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, keberanian serta pentingnya rasa hormat kepada orang tua. Selain pengenalan cerita rakyat, kegiatan pembelajaran juga dilengkapi dengan pengenalan lagu-lagu nasional dan daerah, seperti Indonesia Raya. Satu Nusa Satu Bangsa. Tanah Airku. Ampar-Ampar Pisang, serta Cublak-Cublak Suweng. Kegiatan bernyanyi bersama dilakukan sebagai upaya untuk memperkenalkan simbol-simbol kebangsaan sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 1-9 Gambar 7. Mempertontonkan cerita rakyat dan memperkenalkan lagu nasional dan Daerah melalui media film dan animasi Program membaca dan pembelajaran Al-Quryn di SIKL menjadi bagian kegiatan rutin SIKL. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM berperan sebagai pendamping bagi peserta didik dalam membaca AlQurAoan. Pendampingan ini mencakup latihan membaca, pembelajaran dasar, serta penerapan kaidah Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa, tetapi juga sebagai upaya menanamkan nilai-nilai religius secara bertahap. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung pengembangan literasi siswa. Dengan adanya pendampingan ini siwa terlihat lebih percaya diri dalam membaca Al-Quryn. Ini menunjukan bahwa program ini tidak hanya memeperkuat aspek agama, tapi jugak menumbuhkan kebiasaan memebaca sejak dini , sekaligus membangun rasa percaya diri dan kemandirian belajar siswa. Gambar 8. Pembimbingan membaca dan Pembelajaran Al-Quryn Berdasarkan hasil pengamatan siswa terlihat lebih aktif mengikuti proses pembelajaran, terutama Ketika di lakukan secara diskusi, permainan, maupun aktivitas budaya. Selain itu, dalam kegiatan kelompok terlihat adanya kerja sama antar siswa, mereka saling memebantu Ketika menyelesaikan tugas yang di Ini menunjukan kegiatan pembelajaran yang partisipatif dapat memebantu meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, serta interaksi sosial siswa. Kegiatan penegenalan budaya Indonesia juga memilikin peran penting dalaam memebantu siswa tetap terhubung kedalam identitas Secara keseluruhan, hasil kegiatan ini menunjukan bahwa penerapan konsep sekolah ramah anak dan lingkungan di SIKL tidak hanya di lihat dari susunan belajar yang nyaman, tetapi juga dari cara proses pemebelajaran dilaksanakan. Penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi, ,keterlibatan siswa dalam berbagai aktivitas, serta kegiatan yang berkaitan dengan budaya dan nilai-nilai moral menjadi nilai penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memahami nilai-nilai sosial, moral, dan kebangsaan. Dengan demikian, penerapan pembelajaran ramah anak dan lingkungan di SIKL dapat menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam menumbuhkan sikap peduli, kerja sama, serta rasa cinta terhadap budaya dan identitas bangsa. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 1-9 KESIMPULAN Berdasarkan hasil observasi , wawancara serta dokumentasi selama pelaksannan kegiatan KKM Internasinal di SIKL, terlihat bahwa upaya penerapan konsep sekolah ramah anak dan lingkungan sudah berjalan cukup baik. Hal ini dapat di lihat dari susunan belajar yang terasa lebih terbuka serta hubungan yang cukup deka antara guru dan siswa. Dalam peroses pembelajaran , siswa tidak hanya berperan sebagai penerima materi, tetapi jugak di libatkan dalam berbagai aktivitas. Seperti, pengenalan budaya Indonesia, permainan tradisisonal, diskusi kelompok, hingga kegiatan memebaca dan pembelajaran Al-Quryn. Melalui kegiatan tersebut siswa tidak hanya memeperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga niali-nilai sosial seperti kerja sama, tanggung jawab, saling menghargai, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas bangsa. Temuan dalam penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran yang di rancang dengan pendekatan ramah anak dan melibatkan siswa secara aktif dapat memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan karakter mereka. Ketika siswa diberikan kesempatan untuk, bermain sambil belajar, atau mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan budaya, mereka terlihat lebih berani menyampaikan pendapat dan lebih percaya diri dalam berintraksi dengan teman. Selain itu, kegiaatan yang memperkenalkan budaya indonesia juga membantu siswa tetap merasa dekat dengan identitas kebangsaan. Dengan kata lain, pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga memuat unsur budaya dan nilai moral, dapat menjadi salah satu upaya dalam membentuk karakter peserta didik agar lebih peduli dan bertanggung jawab. Meskipun penelitian ini telah memeberikan gambaran mengnai penerapan sekolah ramah anak dan lingkungan di SIKL, masih terdapat beberapa keterbatasan. Salah satunya ialah waktu peneliian yang cukup singkat, sehingga proses pengamatan terhadap kegiatan pembelajaran belum dapat di lakukan secara lebih mendalam dalam jangka waktu yang panjang. Selain itu penelitian ini hanya di lakukan di satu sekolah Indonesia Kuala Lumpur , sehinga hasilnya belum tentu dapat mewakili kondisi sekolah indonesia Data yang diperoleh juga Sebagian besar berasal dari opserfasi kegiatan serta wawancara dangan pihak pengelola dan siswa, sahinga kemungkinan besar masih ada aspek yang belum sepenuhnya Berdasarkan penelitian yang di lakukan, diharapkan pihak sekolah dapat terus mengengembangkan konsep sekolah ramah anak dan lingkungan melalui kegiatan pembelajaran yang lebih beraggam dan melibatkan siswa secara aktif. Selain itu, program-program yang berkaitan dengan pembentukan karakter, penanaman nilai moral, serta pengenalan budaya Indonesia perlu terus Kegiatan tersebut tidak hanya membantu peserta didik dalam memahami materi pembelajaran, tetapi juga memperkuat rasa kebangsaan mereka. Untuk penelitian selanjutnya,disarankan dilakukan dalam waktu yang lebih Panjang serta melibatkan banyak informasi agar hasil dapat lebih UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini, khususnya kepada pengelola, guru, dan peserta didik Sekolah Indonesia Kuala Lumpur atas dukungan, partisipasi aktif, serta antusiasme selama kegiatan berlangsung. Apresiasi khusus juga diberikan kepada Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis atas kesempatan dan dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan KKM Internasional. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan dalam mendukung pengembangan sekolah ramah anak dan E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 1-9 DAFTAR PUSTAKA