ARSIP Jurnal Arsitektur. Vol. No. November 2023: 162-178 PLANNING FOR MULTI-RELIGIOUS AREAS WITH A UNIVERSAL ARCHITECTURAL DESIGN APPROACH PERENCANAAN KAWASAN MULTI AGAMA DENGAN PENDEKATAN DESAIN ARSITEKTUR UNIVERSAL Yb Vino Andika Anugrah Pratama. Taufiq Rizza Nuzuliddin. Gatoet Wardianto. Program Studi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas Pandanaran Semarang. vinoandika1933@gmail. pakrizza@gmail. gatoetwardianto@yahoo. Abstrak Negara Kesatuan Republik Indonesia atau yang disebut NKRI merupakan suatu negara yang terdiri dari beberapa pulau besar yang mempunyai banyak suku budaya dan agama. Dalam hal kepercayaan Indonesia mempunyai 6 agama yang diakui oleh Negara dan mempunyai aliran kepercayaan yang tidak diakui oleh Negara. Indonesia mempunyai enam agama yang berbeda perbedaan tersebut seringkali terjadi perselisihan yang menyangkut tentang Agama. Arsitek merupakan suatu bidang profesi yang mempelajari tentang proses perancangan dan perencanaan suatu bangunann dan kawasan. kawasan multi agama merupakan suatu kawasan yang terdiri dari area tempat beribadah dan area berpariwisata khususnya wisata religius. Suatu kawasan dimana semua Masyarakat atau umat yang beragama di Indonesia bisa saling berinteraksi, selain untuk beribadah kawasan ini nantinya juga akan berfungsi untuk tempat wisata. Proses perencanaan ini tak lepas dari proses proses yang harus dilewati oleh seorang arsitek, proses tersebut terdiri dari analisa existing, analisa mikro, analisa konsep perancangan. Kata kunci: kawasan, multi agama, perencanaan Abstract The Unitary State of the Republic of Indonesia or what is called NKRI is a country consisting of several large islands that have many cultural and religious ethnic groups. terms of belief. Indonesia has 6 religions that are recognized by the State and have beliefs that are not recognized by the State. Indonesia has six different religions, these differences often result in disputes concerning religion. Architect is a professional field that studies the process of designing and planning a building and area. a multi-religious area is an area consisting of areas for places of worship and areas for tourism, especially religious An area where all religious communities or people in Indonesia can interact with each other, apart from worshiping this area will also function as a tourist spot. This planning process cannot be separated from the processes that an architect must go through, the process consists of existing analysis, micro analysis, design concept analysis. Keywords: areas, multi religious, planning agung Giri Natha. Kota Semarang belum ada keharmonisan antar umat beragama dalam perancangan ini perancang bisa memberikan suatu konsep perancangan dimana bahwa bangunan bangunan tempat ibadah bisa saling berdampingan adapaun beberpa Batasan perancangan sebagai berikut: Perancangan dan perencaan didasarkan dengan akan kebutuhan kawasan yang menjadi simbol toleransi antar umat . Perancangan dan perencanaan didasarkan pada kawasan kawasan yang sudah ada dan menjadi contoh dari kawasan yang sudah . Perancangan dan perencanaan kawasan multi agama ditujukan sebagai sarana dan prasaran untuk tempat beribadah dan sebagai tempat berwisata religi. Perancangan dan perencaan kawasan multi agama didesain untuk setiap umat bisa beribadah dengan konsentrasi. Perancangan dan perencaan kawasan multi agama didesain bangunan tempat ibadah bisa berdiri bersama sama dengan memperhatikan keseimbangan proporsi arsitektur. Perancangan dan perencanaan kawasan multi agama didesain agar bisa digunakan untuk semua kalangan masyarakat. PENDAHULUAN Latar Belakang Indonesia adalah sebuah negara yang berbentuk kepulauan yang memiliki banyak jenis adat merupakan suatu paham dimana manusia percaya akan sesuatu entitas tertentu, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Indonesia terdapat suatu paham tentang kepercayaan paham itu dinamakan agama, agama berada di Indonesia diakui secara huum dan diakui secara luas mempunyai 6 agama yang berdiri secara bersama sama agama tersebut adalah agama Islam, agama Katholik, agama Kristen, agama Hindu, agama Budha, dan agama Konghucu, agama hidup berdampingan di tengah masyarakat saling berjalan bersama dari masa kemerdekaan Indonesia hingga tahun 2022 ini tak dapat dipungkiri terdapat beberapa kejadian yang menyebabkan keretakan di antara masyarakat dalam hal menjalankan kegiatan spiritual di tengah masyarakat, diperlukan suatu kawasan yang dapat menjadi simbol toleransi antar umat beragama di suatu negara khususnya di suatu daerah tertentu. Kota Semarang merupakan salah satu kota terbesar yang berada di Indonesia, semarang juga merupakan ibu kota dari daerah Jawa Tengah. Kota Semarang sebagai jantung perekonomian di jawa Tengah dengan kurang lebih mempnyai jumlah penduduk sejumlah 2 juta jiwa dibagi menjadi beberapa kecamatan, kecamatan tersebut terdiri dari Kecamatan Tugu. Semarang Barat. Semarang Tengah. Semarang Selatan. Semarang Timur, daerah Gayamsari, daerah Pedurungan, daerah Genuk, dan Semarang Utara. Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang ada di pulau jawa dan Kota Semarang menjadi pusat perkonomian. Di Kota Semarang terdapat beberapa tempat ibadah yang cukup besar, disamping sebagai tempat ibadah, bangunan bangunan ini berfungsi sebagai tempat wisata religi seperti contoh Kawasan Masjid Agung Jawa tengah. Gereja Katedral. Klenteng Tak Kak Sie. Vihara Tanah Putih dan Pura Tujuan dan Sasaran Adapun tujuan dari perancangan dan perencanaan dari AuPerancangan Kawasan Wisata Religi dan Kawasan Multi Agama dengan Pendekatan Arsitektur UniversalAy dalam memberikan landasan konseptual dan proses proses pembangunan kawasan wisata religi dan kawasan multi agama dengan mengedepankan konsep toleransi antar umat beragama dan konsep arsitektur yang bisa mencakup semua kalangan Adapun sasaran dari perancangan dan perencanaan dari AuPerancangan Kawasan Multi Agama Pendekatan Arsitektur UniversalAy adalah untuk memberikan gambaran dan sumber inspirasi untuk masyarakat kedepan memperhatikan aspek toleransi antar umat Kawasan multi agama merupakan suatu kawasan yang terdiri dari 6 tempat ibadah. Tempat yang berisikan Masjid tempat ibadah untuk umat beragama Islam. Gereja merupakan tempat ibadah untuk agama Katholik, kapel merupakan tempat ibadah untuk agama Kristen. Pura merupakan tempat ibadah untuk umat beragama Budha. Vihara merupakan tempat ibadah untuk umat beragama Hindu dan klenteng merupakan tempat ibadah untuk umat beragama Konghucu. Manfaat Adapun manfaat dari perancangan dan perencanaan dari AuPerancangan Kawasan Wisata Religi dan Kawasan Multi Agama dengan Pendekatan Arsitektur UniversalAy dalam memberikan gambaran dimana bangunan bangunan tempat ibadah bisa berdampingan satu sama lain dan memperhatikan keseimbangan dan keserasian dari aspek arsritekturalnya. Besaran aktivitas merupakan suatu metode yang digunakan untuk menentukan kebutuhan ruang di setiap tiap tempat ibadah dengan pendekatan aktivitas yang berjalan di suatu tempat ibadah dan suatu kawasan yang berada di objek perancangan arsitektur dalam kawasan multi agama ini akan dibedakan menjadi 3 bagian area dari ketiga area ini akan terdapat beberpa banguan yang mempinyai fungsi yang kurang lebih sama. Ketiga area itu adalah area sakralisme, area pariwisata dan area penunjang. TINJAUAN TEORI Arsitektur Universal Arsitektur universal merupakan suatu konsep untuk memastikan bahwa produk atau lingkungan yang tercipta memperhatikan dan mencakup semua orang berbagai kelompok dengan perbedaan tingkat kondisi fisik, ukuran, bahasa, budaya dan pengetahuan. Perancang mencoba akan menerapkan beberapa item-item untu mendukung konsep arsitektural universal suatu kawasan tempat ibadah. Gedung Front Office Gedung front office / yayasan merupakan suatu fasilitas yang diperuntukan untuk pengelola kawasan umtuk mengelola kawasan tersebut mulai dari bagian administrasi, promosi keamanan dan kenyamanan dsb. Perencanaan Perencanaan adalah suatu metode dimana seorang arsitek melakukan proses dalam menentukan berbagai hal yang hendak dicapai atau yang dituju dengan tujuan berbagai proses dalam hal ini merencanakan mencakup berbagai jenis tahap dalam perencanaan suatu karya arsitektur atau sebuah proyek. Tempat Ibadah Rumah ibadah merupakan sarana dan prasarana yang difungsikan sebagai tempat ibadah berupa Rumah Ibadah bisa berupa bentuk bangunan massa tunggal dan massa banyak/ berupa kawasan. Kawasan Kawasan Merupakan seuatu daerah yang mempunyai ciri khas tertentu berdasarkan pengelompokan sesuai fungsionalnya dalam ilmu arsitektur, kasawasan yang dasarnya merupakan suatu kumpulan dari beberapa bangunan dan area area tambahan dan terorganisir adalah suatu kawasan yang mempunyai fungsi yang saling melengkapi. Tempat Ibadah Masjid Masjid secara umum merupakan tempat ibadah bagi umat muslim, masjid dimanfaatkan untuk tempat untuk beribadah, sebagai pusat ilmu, pusat kebudayaan sebagai pusat informasi, sebagai pusat pembinaan dan pengembangan sember daya umat secara keseluruhan umat islam, maka dapat didefinisikan bahwa masjid adalah sebuah tempat seseorang atau bagi umat islam melakukan aktivitas baik yang bersifat Kawasan Multi Agama vertical, maupun horizontal. Masjid merupakah sebuah tempat yang disediakan untuk shalat kerahiban merupakan cara hidup religius yang menyampingkan urusan yang ada di dunia duniawi agar dapat membangkitkan hidup bagi karya kerohanian vihara Di Zaman sekarang dapat didefinisikan sebagai tempat ibadah melakukan upacara keagamaan dan tradisi tradisi umat buddha, bisa juga dinamakan kuil. Klenteng merupakan suatu sarana dan prasarana untuk umat penganut kepercayaan taoisme, maupun konfusianisme. Di Indonesia Umat Tionghoa merupakan umat keturunan china yang mayoritas beragama Konghucu yang berada di Indonesia maka dari itu vihara menjadi tempat pembeda umat beragama Beragama Buddhisme. Taoisme. Konfusianisme Untuk melaksanakan Ibadah dan sembahyang di tempat ibadah vihara ini. Tempat Ibadah Gereja Katholik Secara umun gereja adalah tempat sarana dan prasarana untuk bersembahayang dan berdoa bagi umat beragama gereja Juga bisa dapat diartikan sebagai Rumah untuk melakukan upacara keagamaan sesuai dengan keyakinan umat beragama Katholik gereja juga bisa diartikan sebagai tempat untuk menerima pendidikan rohani yang tercantum pada Alkitab gereja Katholik dapat diartikan pula bahwa gereja sebagai perkumpulan yang percaya dengan Tuhan Yesus dan beriman merupakan arti menurut rohani gereja mempunyai beberapa karakteristik tertentu bentuk gubahan massa membentuk simbol salib, salib merupakan simbol utama yang dianut pada umat Katholik. Tempat Ibadah Pura Pura adalah sebuah banguanan untuk sarana dan prasarana yang peruntukan untuk umat beragama Hindhu istilah lain untuk tempat ibadah agama Hindu di Indonesia. Bali merupakan sebuah kaswasan yang memepunyai mayoritas masyarakat beragama. berikut ini adalah konsep penataan ruang yang terdapat pada Sebuah bangunan Pura Tempat Ibadah Gereja Kristen Kapel adalah sebuah sarana dan prasaran yang berbentuk bangunan, banguan ini digunakan untuk wadah Persekutuan bagi umat Kristen Kapel juga dapat diartikan sebagai tempat untuk berkumpul untuk beribadah bagi umat Kristen Kristen Gereja Kristen mempunyai tempat ibadah sekunder dalam hal ini dikelola seara mandiri oleh badan atau Yayasan tertentu dari wilayah setempat, atau bisa juga diartikan bangunan tersebut hak milik individu atau lembaga tertentu. Gereja Kristen kebanyakan b berukuran besar memiliki beberapa altar yang bersifat, dimana menempati ruang yang terpisah, sering juga disebut sebagai kapel Kapel Sendiri menggunakan penataan ruang menyerupai Penataan ruang Gereja Katolik . terdapat pada penataan ruang area kudus ,yang hanya terdapat 1 area kudus yaitu area Kudus Tuhan Yesus Kristus . Sirkulasi yang terdapat pada kapel adalah pola sirkulasi lurus linier Tempat Ibadah Klenteng Kelenteng atau Klenteng adalah sarana dan prasarana berupa bangunan untuk beribadah bagi umat kepercayaan Tradisional. Kelenteng juga dapat diartikan untuk tempat ibadah yang bernuansa arsitektur China atau tepatnya Tinghoa. Tempat Ibadah Vihara Vihara merupakan pada awalnya adalah sebuah tempat/wadah bagi para ordo monistic atau monastisisme Atau yang disebut METODOLOGI PERANCANGAN Gambar 1. Lokasi perencanaan Lokasi perancangan berada di Srondol Kulon. Kec. Banyumanik. Kota Semarang. Jawa Tengah 50263 dengan luas site 22. 500 m2. Batasan site: Utara : Kantor UPPD Samsat Kota Semarang Selatan : SD Semesta Bingunal Semarang Timur : Lahan pertanian Barat : Yonif Raider 400 Banteng Raiders HASIL PEMBAHASAN Analisa Kebutuhan Ruang Tabel 4. Kebutuhan ruang vihara Tabel 1. Kebutuhan ruang masjid Tabel 2. Kebutuhan ruang gereja Katholik Tabel 5. Kebutuhan ruang pura Tabel 6. Kebutuhan ruang klenteng Tabel 3. Kebutuhan ruang kapel Kristen Tabel 9. Kebutuhan ruang coffee shop Tabel 7. Kebutuhan ruang gedung front office Tabel 10. Kebutuhan ruang gedung cinderamata Tabel 8. Kebutuhan ruang museum Tabel 11. Kebutuhan ruang restauran Tabel 15. Besaran ruang parkiran BesaranRuang Tabel 12. Besaran ruang gedung yayasan Tabel 16. Besaran ruang museum Tabel 13. Besaran ruang area wisata Tabel 17. Besaran ruang restauran Tabel 14. Besaran ruang coffee shop Tabel 18. Besaran ruang masjid Tabel 20. Besaran ruang gereja Kristen Tabel 19. Besaran ruang gereja Kristen Tabel 21. Besaran ruang vihara c. Analisa Tapak Tabel 22. Besaran ruang klenteng Tabel 23. Rekapultasi kebutuhan ruang Gambar 2. Analisa klimatologi Gambar 3. Analisa aksesibilitas Gambar 4. Analisa kebisingan Gambar 5. Analisa view Gambar 6. Analisa utilitas d. Hasil Perancangan Gambar 8. Lahan eksisting Gambar 9. Siteplan Gambar 10. Masterplan Gambar 7. Analisa kontur tanah Gambar 11. Denah, tampak, potongan bangunan Gambar 15. Denah, tampak, dan potongan bangunan Gambar 12. Denah, tampak dan potongan bangunan Gambar 16. Peletakan fire hydrant Gambar 13. Denah, tampak, dan potongan bangunan Gambar 17. Utilitas air bersih Gambar 18. Konsep utilitas Gambar 21. Tampak kawasan Gambar 22. Eksterior plaza kerukunan Gambar 19. Konsep mechanical electrical Gambar 23. Eksterior taman budaya Indonesia Gambar 20. Utilitas air kotor Gambar 24. Area parkir blok a Gambar 25. Area parkir blok b Gambar 29. Eksterior dan interior gereja Gambar 26. Area parkir blok c Gambar 30. Eksterior dan interior vihara Gambar 27. Eksterior dan interior masjid Gambar 31. Eksterior dan interior pura KESIMPULAN Dalam merancang suatu Desain karya arsitektur tidak lepas dari proses Perancangan dan perencanaan arsitektur. Proses tersebut dibagi menjadi 3 tahap yaitu proses Studi banding / studi kasus, proses perencanaan dan proses Studi banding / Studi Kasus merupakan suatu metode dimana arsitek atau perancang melakukan Analisa Analisa terhadap contoh contoh bangunan yang sudah ada dan kemudian dibandingkan satu sama lain dan Gambar 28. Eksterior dan interior gereja kemudian akan ditarik suatu kesimpulan diamana kesimpulan tersebut akan menjadi landasan perencanaan. LP3A Merupakan Landasan Besaran perancangan dan perencanaan Arsitektur merupakan suatu metode dimana arsitek / perencana perencanaan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan cara merumuskan dan membuat Langkah Langkah yang nantinya akan diterapkan dalam desain. LP3A secara garis besar terdapat 2 hal utama yaitu Analisa mikro dan makro Analisa mikro merupakan metode untuk menganalisa kebutuhan kebutuhan apa apa saja yang diperlukan untuk suatu objek Sedangkan Analisa Makro merupakan metode untuk menganalisa kondisi fisik dari lokasi perencanaan untuk kemudian akan dilakukan pemecahan masalah berupa konsep konsep yang akan diterapkan di Site Existing. Kusbiantoro. Studi Komparasi Bentuk dan Makna Arsitektur Gereja Schoemaker (Studi Kasus Gereja Katedral St. Petrus & GPIB Bethel Bandun. Ambience, 1. , 71Ae80. Limantara. , & Roosandriantini. Identifikasi Pembentuk Karakter Langgam Arsitektur Klasik Pada Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria. Jurnal Arsitektur, 11. , https://doi. org/10. 36448/ja. Manusia-lingkungan. , & Belakang. KAJIAN ESTETIKA ARSITEKTUR PURA DI BALI - A . Sekilas Proposal Tesis. Waruwu. Kawasan Puja Mandala Wujud Kearifan Lokal dan Destinasi Wisata Spiritual dalam Mengembangkan Model Toleransi di Indonesia. Vidya Samhita, 3. , 15Ae25. http://w. id/index. s/article/view/324/286 DAFTAR PUSTAKA