Vol. No. November 2025, pp. E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini https://current. MEMBANGUN KINERJA SUPPLY CHAIN UMKM MELALUI KEPERCAYAAN, KUALITAS INFORMASI. DAN BERBAGI INFORMASI ENHANCING MSME SUPPLY CHAIN PERFORMANCE THROUGH TRUST, INFORMATION QUALITY. AND INFORMATION SHARING Shadiqin Nawara1*. Yesi Mutia Basri2. Alfiati Silfi3 1,2,3Program Studi Magister Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau. Pekanbaru Email: sadikin. nawara@gmail. Keywords Abstract Trust. Information Quality. Information Sharing. Supply Chain Management Performance Only 18% of MSMEs in Indonesia implement good supply chain This is reflected in issues such as difficulty obtaining affordable, high-quality and timely raw materials. This research was conducted with the aim of analyzing the influence of trust and information quality on the performance of supply chain management by sharing information as a mediating variable. The amount of data used was 127 and processed using SmartPLS 4 The results of this study show that the trust and quality of information affect the performance of supply chain management. addiction, information sharing is able to mediate the influence of trust and information quality on supply chain management The mediation test that occured in this study was partial mediation. Problems such as shortages of raw materials, high cost of raw materials and delays in the delivery of raw materials can be overcome by building strong trust with business partners, improving the quality of information received and encouraging avtive and open information sharing practices. Consistently and sustainably it will create a more responsive, effective and efficient supply chain. Article informations Received: 2025-07-05 Accepted: 2025-11-21 Available Online: 2025-11-25 PENDAHULUAN Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan penggerak utama perekonomian Indonesia. Lebih dari 99 persen pelaku usaha termasuk dalam kategori UMKM, dengan jumlah mencapai 66 juta unit pada tahun 2023 (Junida, 2. Peran strategis UMKM tidak hanya dalam menciptakan lapangan kerja, tetapi juga dalam menjaga stabilitas ekonomi Namun demikian, partisipasi UMKM dalam rantai pasok nasional masih sangat Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia pada tahun 2023 menyatakan bahwa hanya sekitar 18% UMKM yang terintegrasi dalam jaringan rantai pasok formal. Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM belum mampu memenuhi standar suplai, distribusi, dan koordinasi yang diperlukan dalam rantai pasok modern. Hasil wawancara peneliti dengan karyawan UMKM fried chicken di Kota Pekanbaru menunjukkan adanya berbagai kendala dalam pengelolaan bahan baku, seperti kesulitan memperoleh bahan baku yang berkualitas, harga yang kompetitif, dan distribusi yang tepat Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Shadiqin Nawara. Yesi Mutia Basri. Alfiati Silfi PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KUALITAS INFORMASI TERHADAP KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DENGAN BERBAGI INFORMASI SBEAGAI VARIABEL MEDIASI Ketidakpastian ketersediaan bahan baku di pasar menyebabkan terganggunya proses produksi dan berpotensi menurunkan kinerja operasional. Dalam konteks ini, penerapan supply chain management (SCM) yang efektif menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas proses produksi dan daya saing usaha. Penerapan SCM yang baik pada UMKM fried chicken ditunjukkan melalui kemampuan memenuhi kebutuhan bahan baku secara tepat waktu, efisien, dan dengan kualitas yang sesuai (Apriadi et al. , 2. Kinerja SCM yang optimal terbukti dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis, memperkuat posisi kompetitif, serta mendorong aliran barang dan informasi dari pemasok hingga konsumen akhir (Aji et al. , 2024. Kankam et al. , 2. Salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan SCM adalah kepercayaan. Kepercayaan mencerminkan keyakinan antar mitra bisnis bahwa setiap pihak akan bertindak untuk menghasilkan manfaat bersama dalam jaringan rantai pasok (Bakalo & Bogale, 2. Dalam konteks UMKM fried chicken, kepercayaan antara UMKM, pemasok, dan distributor berperan penting dalam memfasilitasi komunikasi terbuka terkait ketersediaan bahan baku, negosiasi harga, serta penentuan jadwal pengiriman. Namun, temuan penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Beberapa penelitian menemukan bahwa kepercayaan berpengaruh terhadap kinerja SCM (Nurjanah et al. , 2. , sementara penelitian lainnya melaporkan bahwa pengaruh tersebut tidak signifikan (Apriadi et al. , 2024. Dwiastuti & Satyanegara, 2. Faktor lain yang berpengaruh terhadap kinerja SCM adalah kualitas informasi. Kualitas informasi mencerminkan sejauh mana informasi yang diterima mitra bisnis akurat, relevan, dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan (Aji et al. , 2. Informasi yang berkualitas memungkinkan pemasok merespons kebutuhan UMKM secara cepat dan tepat, serta membantu UMKM menyesuaikan strategi pengadaan ketika terjadi perubahan kondisi pasokan. Beberapa penelitian melaporkan bahwa kualitas informasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja SCM (Aji et al. , 2024. Kankam et al. , 2023. Kempa et al. , 2. , namun terdapat pula temuan yang menunjukkan tidak adanya pengaruh signifikan (Roihatul et al. , 2. Untuk menjelaskan ketidakkonsistenan temuan empiris tersebut, penelitian ini menghadirkan variabel berbagi informasi sebagai variabel mediasi. Berbagi informasi menggambarkan proses pertukaran informasi antar mitra bisnis dalam jaringan SCM. Mekanisme ini diyakini mampu menjembatani hubungan antara kepercayaan dan kualitas informasi terhadap kinerja SCM. Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa berbagi informasi merupakan elemen penting yang mampu mengurangi ketidakpastian, meningkatkan koordinasi, dan memperbaiki perencanaan produksi (Baily et al. , 2022. Apriadi et al. , 2. Ketika pemasok dan UMKM saling berbagi informasi mengenai jumlah kebutuhan, ketersediaan, dan perubahan permintaan, proses pengadaan bahan baku dapat dilakukan lebih cepat dan lebih akurat. Secara teoretis, hubungan antara kepercayaan, kualitas informasi, berbagi informasi, dan kinerja SCM dapat dijelaskan melalui institutional theory. Teori ini menekankan bahwa norma sosial seperti kepercayaan dapat mendorong perilaku kolaboratif, termasuk berbagi informasi secara lebih terbuka. Berbagi informasi tersebut kemudian meningkatkan efektivitas proses SCM. Selain itu, penelitian ini memperdalam penjelasan mekanisme bagaimana faktorfaktor tersebut memengaruhi kinerja SCM secara tidak langsung. Penelitian ini memiliki beberapa kebaruan. Pertama, objek penelitian difokuskan pada UMKM fried chicken di Kota Pekanbaru, yang belum banyak diteliti dan memiliki dinamika unik dalam pengelolaan bahan baku. Kedua, penelitian ini mengembangkan model kerangka pemikiran dengan menambahkan kepercayaan sebagai variabel independen yang dimediasi oleh berbagi informasi, berbeda dengan studi Kankam et al. yang hanya meneliti kualitas informasi dan berbagi informasi pada perusahaan manufaktur di Ghana. E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT: Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini. Vol. No. November 2025, pp. Secara praktis, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana kepercayaan, kualitas informasi, dan berbagi informasi dapat meningkatkan kinerja SCM pada UMKM fried chicken. Hasil penelitian diharapkan memberikan rekomendasi strategis yang aplikatif bagi UMKM untuk memperkuat pengelolaan rantai pasok, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat daya saing di pasar. PENGEMBANGAN HIPOTESIS Institutional Theory Meyer dan Scott . mengartikan institutional theory sebagai teori yang menjelaskan bagaimana sebuah institusi yang mencakup norma, aturan dan kebiasaan dapat mempengaruhi perilaku organisasi dan individu. Teori Institusional memiliki asumsi dasar yang menyatakan bahwa setiap individu atau organisasi cenderung untuk menyamakan bentuk dengan lingkungannya dalam rangka memperoleh legitimasi (Rukyat. Sasanti dan Astuti. Teori institusional menjelaskan bahwa setiap individu atau organisasi pada dasarnya cenderung untuk menyamakan bentuk agar dapat mencapai sebuah legitimasi. Handelman dan Arnold . menjelaskan bahwa berbagai kategori didalam legitimasi itu berpusat pada kepentingan pribadi pelanggan dan kapasitas organisasi untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen. Institutional theory menyatakan bahwa organisasi akan bertindak dan berperilaku yang saling menyerupai karena adanya tekanan eksternal (Dimaggio dan Powell. Kepercayaan, kualitas informasi dan berbagi informasi merupakan sebagai bentuk norma sosial yang harus tercipta didalam melakukan kerja sama. Organisasi akan cenderung untuk membangun kepercayaan yang baik dengan sesama, memberikan informasi yang berkualitas dan melakukan berbagi informasi, karena hal ini dianggap sebagai suatu keharusan yang berhubungan dengan norma dan praktek sosial. Sehingga hal ini mengharuskan UMKM untuk membangun kepercayaan dan melakukan praktek berbagi informasi yang bermanfaat dengan sesama mitra bisnis demi mendapatkan legitimasi di pasar bahan baku. Pengaruh Kepercayaan Terhadap Kinerja Supply Chain Management Kepercayaan sebagai bentuk mempercayai suatu perkataan atau janji yang dapat dipercaya dengan sesama mitra dalam bekerja sama (Dwiastuti. Mukhsin dan Satyanegara. Pentingnya kepercayaan didalam rantai pasok adalah untuk dapat membangun sebuah komunikasi dan kerja sama yang baik diantara pihak yang terlibat didalam jaringan supply chain (Nurjanah. Mukhsin dan Satyanegara, 2. Kepercayaan menjadi sebuah standar didalam praktik sosial yang harus dibangun, hal ini dikarenakan adanya tekanan sosial dan norma di lingkungan masyarakat (Dimaggio dan Powell, 1. Institutional theory melalui pendekatan normative ismorphism menjelaskan bahwa dengan membangun hubungan kepercayaan yang baik akan mendorong setiap individu melakukan kolaborasi yang lebih baik, komunikasi yang lebih terbuka dan responsif. Yang pada akhirnya kepercayaan dapat mempengaruhi bagaimana tingkat kinerja dalam penerapan supply chain management pada UMKM. Sehingga, kepercayaan menjadi hal yang terpenting dalam membangun hubungan yang baik antara pemasok, produsen, distributor dan pengecer dalam memfasilitasi hubungan yang lebih terbuka dan kolaboratif. Penelitian yang sudah pernah dilakukan untuk mendukung hipotesis ini yaitu penelitian yang dilakukan oleh Nurjanah. Mukhsin dan Satyanegara . dan Suryaputra dan Mukhsin . memberikan hasil bahwa kepercayaan berpengaruh terhadap kinerja supply chain Berdasarkan penjabaran diatas, maka hipotesis yang diajukan adalah: H1: Kepercayaan berpengaruh terhadap kinerja supply chain management Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Shadiqin Nawara. Yesi Mutia Basri. Alfiati Silfi PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KUALITAS INFORMASI TERHADAP KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DENGAN BERBAGI INFORMASI SBEAGAI VARIABEL MEDIASI Pengaruh Kualitas Informasi Terhadap Kinerja Supply Chain Management Kualitas informasi adalah sejauh mana informasi dapat berguna bagi pengguna yang membutuhkannya (Aji. Silfi dan Hilmi, 2. Kualitas informasi sangat penting diterapkan dalam upaya meningkatkan kinerja supply chain management (Chengalur-Smith. Duchessi dan Gil-Garcia, 2. Semakin baik kualitas sebuah informasi, maka hal tersebut dapat membantu UMKM dalam membuat keputusan yang jauh lebih baik. Kualitas informasi dapat dijelaskan melalui pendekatan normative ismorphism dan tekanan institusional yang menyatakan bahwa organisasi mengalami adanya tekanan yang mengharuskan untuk memberikan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan bagi pengguna (Dimaggio dan Powell, 1. Institutional theory menyatakan bahwa kualitas informasi sebagai bentuk praktik sosial dan harus dilakukan, setiap individu diharuskan untuk selalu memberikan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan bagi pengguna. Dorongan individu untuk melakukan hal ini yaitu karena mereka menganggap keakuratan, ketepatan waktu dan relevansi informasi sebagai sebuah nilai dan norma sosial yang tidak boleh dilanggar karena berkaitan dengan aspek kejujuran atau integritas. Sehingga, tiap mitra bisnis yang melakukan kerja sama akan mendapatkan tekanan untuk selalu memberikan informasi yang akurat, tepat waktu dan relevan. Penelitian yang sudah pernah dilakukan untuk mendukung hipotesis ini yaitu penelitian yang dilakukan oleh Aji et al. dan Kankam et al. memberikan hasil bahwa kualitas informasi berpengaruh terhadap kinerja supply chain management. Berdasarkan penjabaran diatas, maka hipotesis yang diajukan adalah: H2: Kualitas informasi berpengaruh terhadap kinerja supply chain management Pengaruh Berbagi Informasi Terhadap Kinerja Supply Chain Management Berbagi informasi merupakan proses pertukaran data antarindividu atau organisasi untuk mencapai tujuan bersama dan menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan kinerja perusahaan (Aji. Silfi, & Hilmi, 2024. Cigdem et al. , 2. Melalui praktik ini, mitra bisnis dapat melakukan perencanaan, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan secara lebih efektif (Baily. Hulten, & Campbell, 2. Dalam perspektif institutional theory, khususnya melalui mekanisme normative dan mimetic isomorphism, organisasi terdorong mengikuti norma sosial yang menekankan pentingnya berbagi informasi dalam jaringan supply chain (DiMaggio & Powell, 1. Tekanan institusional ini mendorong mitra rantai pasok untuk saling bertukar informasi mengenai ketersediaan dan kebutuhan bahan baku sehingga UMKM dapat mengatasi masalah kekurangan stok, harga yang tidak stabil, dan keterlambatan pengiriman. Temuan penelitian sebelumnya mendukung peran berbagi informasi dalam meningkatkan kinerja supply chain management, sebagaimana ditunjukkan oleh Aji et al. dan Kankam et al. Berdasarkan landasan teoretis dan empiris tersebut, maka hipotesis yang diajukan adalah : H3: Berbagi informasi berpengaruh terhadap kinerja supply chain management Peran Berbagi Informasi Dalam Memediasi Pengaruh Kepercayaan Terhadap Kinerja Supply Chain Management Berbagi informasi merupakan proses pertukaran data antarindividu maupun organisasi untuk mencapai tujuan bersama dan terbukti menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja perusahaan (Aji. Silfi, & Hilmi, 2024. Cigdem et al. , 2. Melalui aliran informasi yang terbuka dan akurat, mitra bisnis dapat menyusun perencanaan yang lebih baik, menyelesaikan masalah dengan lebih cepat, serta mengambil keputusan secara tepat (Baily. Hulten, & Campbell, 2. Dalam perspektif institutional theory, mekanisme normative dan mimetic isomorphism E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT: Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini. Vol. No. November 2025, pp. menekankan bahwa organisasi terdorong mengikuti norma sosial yang mengharuskan adanya transparansi dan pertukaran informasi dalam jaringan rantai pasok (DiMaggio & Powell, 1. Hal ini menjadikan berbagi informasi sebagai mekanisme penting yang menghubungkan variabel kepercayaan dan kualitas informasi dengan kinerja supply chain management. Kepercayaan mendorong mitra bisnis untuk lebih terbuka dalam bertukar informasi, sementara kualitas informasi menentukan relevansi dan ketepatan informasi yang dibagikan. Ketika informasi yang dibagikan akurat, lengkap, dan tepat waktu. UMKM dapat merespons kebutuhan bahan baku dengan lebih cepat, mengurangi ketidakpastian pasokan, serta meningkatkan kinerja supply chain management secara keseluruhan. Temuan penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa berbagi informasi berpengaruh positif terhadap kinerja SCM (Aji et al. , 2024. Kankam et al. , 2. Berdasarkan penjelasan ini, berbagi informasi dipandang sebagai faktor kunci yang memperkuat hubungan antara kepercayaan, kualitas informasi, dan peningkatan kinerja supply chain management. H4: Berbagi informasi memediasi pengaruh kepercayaan terhadap kinerja supply chain Peran Berbagi Informasi Dalam Memediasi Pengaruh Kualitas Informasi Terhadap Kinerja Supply Chain Management Aji. Silfi dan Hilmi . dan Cho et al. menyatakan bahwa peran mediasi berbagi informasi antara pembeli dan pemasok berdampak sangat besar pada kemampuan kolaborasi didalam rantai pasok. Ketika informasi berkualitas tersebut dibagikan kepada seluruh pihak yang ada di rantai pasokan, itu dapat membantu pihak yang terlibat didalam rantai pasok dalam membuat keputusan yang jauh lebih baik. Kualitas informasi dapat dijelaskan melalui pendekatan normative ismorphism dan tekanan institusional yang menyatakan bahwa organisasi mengalami adanya tekanan yang mengharuskan untuk melakukan berbagi informasi (Dimaggio dan Powell, 1. Ketika informasi yang berkualitas, bermanfaat dan berguna tidak diberikan kepada individu lain atau orang banyak, hal ini dianggap sebagai bentuk pelanggaran terhadap nilai-nilai dan norma Sehingga, setiap individu yang melakukan kerja sama didalam supply chain management terdorong untuk melakukan berbagi informasi dikarenakan adanya tekanan sosial sebagai suatu keharusan untuk dilakukan. Kualitas informasi yang baik didalam rantai pasok, hal itu akan mendorong individu yang terlibat untuk melakukan berbagi informasi yang bertujuan untuk kepentingan bersama dan menciptakan hubungan bisnis yang baik untuk jangka panjang. Penelitian yang dapat mendukung hipotesis ini yaitu penelitian yang dilakukan oleh Aji. Silfi dan Hilmi . dan Kankam et al. memberikan hasil bahwa adanya hubungan mediasi antara berbagi informasi dan kualitas informasi terhadap kinerja supply chain Berdasarkan penjabaran diatas, maka hipotesis yang diajukan adalah: H5: Berbagi informasi memediasi pengaruh kualitas informasi terhadap kinerja supply chain management METODE PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah UMKM fried chicken yang ada di Kota Pekanbaru Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu dengan menjadikan seluruh populasi menjadi sampel dalam penelitian. Jenis data dalam penelitian ini adalah data Data diperoleh melalui penyebaran instrumen kuesioner kepada responden diukur menggunakan skala Likert. Definisi Operasional Variabel Defenisi operasional variabel dapat dilihat pada Tabel 1 sebagai berikut. Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Shadiqin Nawara. Yesi Mutia Basri. Alfiati Silfi PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KUALITAS INFORMASI TERHADAP KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DENGAN BERBAGI INFORMASI SBEAGAI VARIABEL MEDIASI Tabel 1. Defenisi Operasional Variabel Variabel Kinerja Supply Chain Management (Y) Defenisi Kinerja supply chain management adalah tingkat kinerja rantai pasokan dalam memenuhi kebutuhan konsumen akhir, ketersediaan stok, pengiriman tepat waktu dan semua kapasitas yang (Zelbst et al. Dimensi Supply Chain Council Reliability . Responsiveness . Agility . Cost . Assets Kepercayaan (X. Kepercayaan adalah suatu keyakinan perusahaan dengan mitranya untuk terlibat dalam tindakan yang menciptakan hasil yang positif bagi semua pihak yang terlibat didalam rantai pasokan (Bakalo dan Bogale, 2. Haryanto . Mukhsin . dan Salam . Responsibility . Honesty . Open Communication . Supplier Concern Kualitas informasi (X. Kualitas informasi adalah sejauh mana kemampuan informasi dapat memenuhi kebutuhan pengguna dengan cara yang tepat, akurat, relevan, lengkap, konsisten, mudah dibaca dan dipahami, serta informasi disajikan tepat pada waktunya (Baltzan, 2. Berbagi informasi adalah suatu kondisi yang dimana individu dan organisasi melakukan berbagi dan pertukaran informasi kepada individu atau organisasi yang lain. (Turban. Volonino dan Wood, 2. dan (Baltzan. Baltzan . Accurate . Complete . Consisten Timely . Unique Berbagi informasi (Z) . Sharing financial . Exchanging . Information that can help business . Sharing of (Ariani & Dwiyanto, 2. dan (Majid et , 2. Indikator . Reliability A Ketepatan kuantitas . Responsiveness A Ketepatan waktu respon Agility A Kemampuan dalam . Cost A Biaya transportasi Assets A Efisiensi penggunaan aset A Cash to cash Responsibility A Pemenuhan janji A Pemenuhan ketepatan . Honesty A Jujur dalam pertukaran . Open Communication A Keterbukaan komunikasi A Transparansi dalam menyampaikan informasi Supplier Concern A Kepedulian dengan . Accurate A Keandalan informasi Complete A Kelengkapan informasi Consisten A Kesesuaian . Timely A Ketepatan waktu . Unique A Informasi terbaru . Sharing financial information A Berbagi informasi perubahan harga A Berbagi informasi produk A Berbagi informasi ketersediaan barang . Exchanging information A Saling bertukar informasi Information that can help business partners A Berbagi informasi yang berguna dan saling . Sharing of product information A Berbagi informasi mengenai jenis produk A Berbagi informasi mengenai harga produk E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT: Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini. Vol. No. November 2025, pp. Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan Structural Equation Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS). Pendekatan SEM-PLS dipilih karena mampu menguji model yang kompleks, baik hubungan langsung maupun tidak langsung, serta sesuai untuk penelitian dengan jumlah sampel relatif kecil dan distribusi data yang tidak sepenuhnya normal. Metode ini juga memungkinkan analisis simultan antara model pengukuran . uter mode. dan model struktural . nner mode. , sehingga memberikan hasil yang lebih komprehensif. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SmartPLS versi 4. Prosedur analisis mencakup beberapa tahapan, yaitu: . evaluasi outer model untuk menguji validitas dan reliabilitas indikator melalui loading factor. Average Variance Extracted (AVE), reliabilitas komposit, dan CronbachAos Alpha. evaluasi inner model untuk menguji koefisien determinasi (RA), effect size . A), serta pengujian signifikansi koefisien jalur melalui teknik Dengan tahapan tersebut. SEM-PLS memberikan gambaran menyeluruh mengenai hubungan kausal antarvariabel dalam model penelitian serta peran mediasi berbagi HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Responden Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah UMKM fried chicken yang ada di Kota Pekanbaru. Jumlah kuesioner yang disebar yaitu sebanyak 127. Kuesioner yang kembali dan lengkap sebanyak 127 dengan tingkat pengembalian 100%. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Interpretasi analisis statistik deskriptif didalam penelitian ini yaitu pertama, jika nilai rata-rata . lebih besar dari nilai standar deviasi maka hal itu menunjukkan bahwa penyebaran data kuesioner sangat baik. Kedua nilai rata-rata . menunjukkan jawaban responden terhadap butir pertanyaan seperti tidak pernah, jarang, kadang-kadang, sering dan Statistik deskriptif disajikan pada Tabel 2 Tabel 2. Hasil Analisis Statistik Deksriptif Variabel Min Max Mean Kepercayaan Kualitas Informasi Berbagi Informasi Kinerja Supply Chain Management 3,945 3,957 Standar Deviation 0,872 0,847 3,793 0,819 3,730 0,752 Sumber : Olahan Peneliti, 2025 Hasil statistik deskriptif menunjukkan bahwa seluruh variabel berada pada kategori cukup tinggi hingga tinggi, dengan rata-rata mendekati nilai 4 pada skala 1Ae5. Kepercayaan . ean = 3,945. SD = 0,. dan Kualitas Informasi . ean = 3,957. SD = 0,. menjadi dua variabel dengan skor tertinggi, mencerminkan persepsi positif dan cukup konsisten dari Berbagi Informasi memiliki rata-rata 3,793 (SD = 0,. , sedikit lebih rendah, mengindikasikan bahwa praktik berbagi informasi masih dapat ditingkatkan. Sementara itu. Kinerja Supply Chain Management menunjukkan rata-rata 3,730 (SD = 0,. , menandakan bahwa kinerja rantai pasok dinilai baik namun tetap memiliki ruang untuk perbaikan. Secara keseluruhan, persepsi responden cenderung positif terhadap seluruh variabel, meski variasi Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Shadiqin Nawara. Yesi Mutia Basri. Alfiati Silfi PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KUALITAS INFORMASI TERHADAP KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DENGAN BERBAGI INFORMASI SBEAGAI VARIABEL MEDIASI moderat menunjukkan pengalaman yang tidak sepenuhnya homogen. Hasil Evaluasi Model Pengukuran (Outer Mode. Hasil Uji Validitas Konvergen Untuk menilai validitas konvergen, setiap indikator harus menunjukkan tingkat keterkaitan yang kuat dengan konstruk yang diukurnya. Validitas ini dievaluasi melalui nilai outer loading, di mana semakin tinggi nilai loading, semakin baik indikator merepresentasikan konstruk tersebut. Mengacu pada Wijaya . , nilai loading factor di atas 0,70 dianggap memadai untuk penelitian yang bersifat konfirmatori, sementara rentang 0,60Ae0,70 masih dapat diterima dalam penelitian eksploratori. Hasil outer loading untuk masing-masing indikator disajikan pada Tabel 4 yang menunjukkan nilai loading factor setiap indikator pertanyaan memiliki nilai 0,6 Ae 0,7. Dapat disimpulkan bahwa seluruh indikator didalam penelitian dapat diterima dalam pengujian validitas konvergen. Hasil Uji Validitas Diskriminan Fornell Ae Larcker Selanjutnya dilakukan pengujian validitas diskriminan untuk memastikan bahwa setiap konstruk benar-benar berbeda secara empiris dari konstruk lainnya. Validitas diskriminan dievaluasi menggunakan kriteria FornellAeLarcker, di mana nilai akar kuadrat Average Variance Extracted (AVE) suatu konstruk harus lebih besar dibandingkan korelasinya dengan konstruk lain (Wijaya, 2. Hasil pengujian validitas diskriminan berdasarkan kriteria tersebut disajikan pada Tabel 4 Tabel 3. Hasil Uji Validitas Diskriminan Fornell Ae Larcker 0,813 0,122 0,374 0,604 0,802 0,703 0,487 0,707 0,614 0,772 Sumber : Olahan Peneliti, 2025 Berdasarkan tabel 5 hasil uji validitas diskriminan Fornell Ae Larcker, nilai akar AVE lebih besar dari korelasi dengan konstruk yang lain. Maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel didalam penelitian dapat diterima dalam pengujian validitas diskriminan Fornell Ae Larcker Hasil Uji Validitas Diskriminan Cross Loading Selain metode FornellAeLarcker, validitas diskriminan juga diuji menggunakan analisis Cross Loading untuk memastikan bahwa setiap indikator memiliki korelasi yang lebih tinggi terhadap konstruk yang diukurnya dibandingkan dengan konstruk lainnya. Pengujian ini dilakukan dengan membandingkan nilai beban indikator secara horizontal terhadap semua Indikator dinyatakan memenuhi validitas diskriminan apabila nilai loading-nya lebih besar pada konstruk asalnya dibandingkan dengan konstruk lain (Wijaya, 2. Hasil pengujian Cross Loading tersebut disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji Validitas Diskriminan Cross Loading X1. X1. X1. X1. X1. X1. 0,717 0,837 0,804 0,881 0,799 0,715 0,053 0,091 0,113 0,144 0,166 0,046 0,223 0,270 0,237 0,408 0,362 0,207 0,358 0,486 0,447 0,583 0,532 0,402 E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT: Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini. Vol. No. November 2025, pp. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Sumber: Olahan Peneliti, 2025 0,823 0,821 0,870 0,842 0,095 0,115 0,125 0,152 0,075 0,078 0,012 0,100 0,116 0,278 0,290 0,266 0,302 0,279 0,259 0,206 0,236 0,277 0,451 0,422 0,509 0,443 0,471 0,475 0,489 0,105 0,089 0,112 0,095 0,792 0,821 0,787 0,864 0,747 0,752 0,801 0,830 0,816 0,563 0,513 0,489 0,438 0,503 0,486 0,511 0,565 0,380 0,321 0,371 0,373 0,438 0,349 0,395 0,376 0,286 0,301 0,353 0,318 0,544 0,566 0,544 0,667 0,502 0,514 0,591 0,546 0,583 0,776 0,699 0,721 0,633 0,752 0,733 0,679 0,734 0,624 0,380 0,474 0,467 0,491 0,445 0,501 0,542 0,497 0,485 0,528 0,528 0,356 0,378 0,430 0,444 0,269 0,313 0,340 0,446 0,493 0,493 0,464 0,481 0,339 0,455 0,413 0,434 0,447 0,355 0,701 0,748 0,745 0,817 0,782 0,799 0,803 Berdasarkan Tabel 4 setiap indikator pertanyaan memiliki nilai yang lebih besar dari konstruk yang lain. Maka dapat disimpulkan bahwa seluruh indikator diterima dalam pengujian validitas diskriminan cross loading. Hasil Uji Reliabilitas Selanjutnya dilakukan pengujian reliabilitas untuk memastikan bahwa setiap konstruk memiliki konsistensi internal yang memadai. Reliabilitas dinilai melalui nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability, di mana suatu konstruk dinyatakan reliabel apabila kedua nilai tersebut melebihi 0,70 untuk penelitian bersifat konfirmatori, sedangkan rentang 0,60Ae 0,70 masih dapat diterima dalam penelitian yang bersifat eksploratori (Wijaya, 2. Hasil pengujian reliabilitas disajikan pada Tabel 5. Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas Kepercayaan Kualitas Informasi Kinerja SCM Berbagi Informasi CronbachAos Alpha 0,942 0,930 0,874 0,886 0,950 0,935 0,878 0,889 Sumber : Olahan Peneliti, 2025 Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Composite Reliability 0,951 0,942 0,900 0,911 Shadiqin Nawara. Yesi Mutia Basri. Alfiati Silfi PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KUALITAS INFORMASI TERHADAP KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DENGAN BERBAGI INFORMASI SBEAGAI VARIABEL MEDIASI Berdasarkan Tabel 5 setiap variabel memiliki nilai cronbach alpha dan composite reliability lebih besar dari 0,7. Maka dapat disimpulkan bahwa data didalam penelitian ini baik dan reliabel. Sumber: Olahan Peneliti, 2025 Gambar 1. Model Penelitian Hasil Pengujian Inner Model Pengujian inner model dilakukan untuk mengevaluasi hubungan kausal antar konstruk dalam model struktural. Evaluasi ini meliputi beberapa indikator utama. Pertama, nilai RA digunakan untuk melihat sejauh mana variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen. Kedua, effect size . A) menunjukkan kontribusi masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Ketiga, koefisien jalur . ath coefficient. diuji signifikansinya melalui bootstrapping menggunakan nilai t-statistic dan p-value untuk menentukan apakah hipotesis Hasil Uji Koefisien Determinasi Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh atau proporsi suatu variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen yang ada di dalam model penelitian (Wijaya, 2. yang disajikan pada Tabel 6. Tabel 6 Hasil Uji Koefisien Determinasi Kinerja SCM Berbagi Informasi R Square 0,606 0,538 R Square Adjusted 0,596 0,531 Sumber : Olahan Peneliti, 2025 Berdasarkan Tabel 6 Nilai R Square Adjusted untuk variabel kinerja supply chain management sebesar 0,596, yang berarti bahwa variabel kepercayaan dan kualitas informasi mampu menjelaskan variabel kinerja supply chain management sebesar 59,6% dan sisanya 40,4% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak masuk kedalam model penelitian. Selanjutnya E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT: Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini. Vol. No. November 2025, pp. untuk variabel berbagi informasi sebesar 0,531, yang berarti bahwa variabel kepercayaan dan kualitas informasi mampu menjelaskan variabel berbagi informasi sebesar 53,1 % dan sisanya 46,9% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak masuk kedalam model penelitian. Hasil Uji Effect Size . Uji effect size digunakan untuk mengukur pengaruh antar konstruk di model struktural (Wijaya, 2. Kriteria pengujian jika > 0,02 menunjukkan kecil, jika > 0,15 menengah dan jika > 0,35 sangat besar (Wijaya, 2. Tabel 7 Hasil Uji Effect Size . F Ae Square X1 > Y X2 > Y Z>Y 0,038 0,583 0,069 Sumber: Olahan Peneliti, 2025 Berdasarkan Tabel 7, hasil uji effect size menunjukkan variasi kekuatan pengaruh antarvariabel dalam model. Nilai effect size sebesar 0,038 mengindikasikan bahwa pengaruh kepercayaan terhadap kinerja supply chain management berada pada kategori kecil. Selanjutnya, kualitas informasi memiliki nilai effect size sebesar 0,583, yang menunjukkan pengaruh besar dan merupakan kontributor paling dominan dalam meningkatkan kinerja supply chain management. Sementara itu, nilai effect size sebesar 0,069 pada variabel berbagi informasi juga berada pada kategori kecil, sehingga pengaruhnya terhadap kinerja supply chain management relatif terbatas dibandingkan variabel lainnya. Hasil Uji Model Fit Uji model fit dalam penelitian ini yaitu dengan melihat nilai SRMR (Standardized Root Mean Squar. Jika nilai SRMR < 0,08 maka model fit baik, 0,08 Ae 0,10 masih dapat diterima, jika nilai > dari 0,10 berarti pengujian tidak dapat diterima (Hair et al. Hasil Uji Hipotesis Kriteria pengujian hipotesis dalam penelitian ini yaitu jika nilai p-value < 0,05 maka hipotesis diterima. Dan jika nilai p-value > 0,05 maka hipotesis ditolak. Tabel 8. Hasil Uji Hipotesis Pengaruh Langsung Kepercayaan > Kinerja SCM Kualitas Informasi > Kinerja SCM Berbagi Informasi > Kinerja SCM Original Sample (O) 0,158 0,566 0,243 Standard Deviation (STDEV) 0,040 0,082 0,096 T Statistic 3,982 6,870 2,540 P Values 0,000 0,000 0,011 Sumber : Olahan Peneliti, 2025 Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, ditemukan bahwa kepercayaan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja supply chain management, ditunjukkan oleh nilai Tstatistic sebesar 3,982 yang lebih besar dari 1,978 dan P-value 0,000 yang berada di bawah 0,05. Dengan demikian. H1 dinyatakan diterima. Selanjutnya, kualitas informasi juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja supply chain management. Hal ini ditunjukkan oleh nilai T-statistic 6,870 yang melampaui batas kritis 1,978 serta P-value 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga H2 diterima. Selain itu, variabel berbagi informasi menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kinerja supply chain management, dengan nilai T-statistic sebesar 2,540 yang lebih besar dari 1,978 dan P-value 0,011 yang berada di bawah 0,05. Oleh karena itu. Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Shadiqin Nawara. Yesi Mutia Basri. Alfiati Silfi PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KUALITAS INFORMASI TERHADAP KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DENGAN BERBAGI INFORMASI SBEAGAI VARIABEL MEDIASI juga dinyatakan diterima. Tabel 9. Hasil Uji Hipotesis Pengaruh Tidak Langsung Kepercayaan > Berbagi Informasi > Kinerja SCM Kualitas Informasi > Berbagi Informasi > Kinerja SCM Original Sample (O) 0,134 Standard Deviation (STDEV) 0,052 T Statistic P Values 2,603 0,009 0,102 0,049 2,070 0,039 Sumber : Olahan Peneliti, 2025 Berdasarkan Tabel 9 menunjukkan bahwa adanya pengaruh mediasi secara parsial. Mediasi parsial terjadi ketika variabel independen berpengaruh secara langsung terhadap variabel dependen, serta secara tidak langsung variabel independen juga berpengaruh terhadap variabel dependen melalui mediasi (Hair et al. Hipotesis 4: Nilai T-statistic 2,603 > 1,978 dan P-value sebesar 0,009 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa berbagi informasi mampu memediasi kepercayaan terhadap kinerja supply chain mangement dan H4 diterima. Hipotesis 5: Nilai T-statistic 2,070 > 1,978 dan P-value sebesar 0,039 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa berbagi informasi mampu memediasi kualitas informasi terhadap kinerja supply chain management dan H5 diterima. Pembahasan Kepercayaan Berpengaruh Terhadap Kinerja Supply Chain Management Berdasarkan hasil uji hipotesis 1 nilai T-statistic 3,982 > 1,978 dan P-value sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa kepercayaan berpengaruh terhadap kinerja supply chain management. Secara statistik deskriptif, rata-rata skor jawaban responden variabel kepercayaan berada pada nilai 3,945 dan kinerja supply chain management berada pada nilai 3,730 yang termasuk dalam kategori kadang-kadang yang mendekati sering. Hal ini mengindikasikan bahwa para pelaku usaha fried chicken memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi dengan sesama mitra bisnis didalam jaringan rantai pasok dan memiliki kinerja supply chain management yang baik. Namun, pada uji effect size memberikan hasil sebesar 0,038 yang berarti bahwa pengaruh kepercayaan terhadap kinerja supply chain management adalah kecil. Temuan ini dapat mendukung dan memperkuat peran berbagi informasi sebagai mediator dalam menguji pengaruh antara kepercayaan dan kinerja supply chain management. Temuan ini mendukung pendapat Dwiastuti. Mukhsin dan Satyanegara, 2. yang menyatakan bahwa kepercayaan sebagai elemen kunci dalam meningkatkan keberhasilan supply chain. Hal ini dapat terjadi karena kepercayaan memainkan peran penting dalam membangun sebuah komunikasi dan kerja sama yang baik diantara pihak yang melakukan kerja sama dan terlibat didalam jaringan rantai pasok (Dwiastuti. Mukhsin dan Satyanegara, 2. Institutional theory melalui pendekatan normative ismorphism menempatkan kepercayaan sebagai bentuk standar didalam praktik sosial yang harus dibangun (Dimaggio dan Powell, 1. Temuan ini sejalan dengan pandangan Meyer dan Scott . menyatakan bahwa setiap individu yang melakukan kerja sama didalam jaringan supply chain cenderung untuk menciptakan hubungan yang saling percaya dengan sesama mitra bisnis. Hal ini karena kepercayaan bagian dari aturan, norma dan kebiasaan dilingkungan sosial. Hubungan kerja sama yang baik dibangun melalui kepercayaan akan mendorong setiap individu untuk melakukan kolaborasi yang jauh lebih baik, komunikasi yang lebih terbuka dan lebih responsif. Sehingga, kepercayaan menjadi hal yang sangat penting dalam membangun hubungan yang baik antara pemasok, produsen, distributor dan pengecer dalam memfasilitasi hubungan kerja sama yang lebih terbuka dan kolaboratif. E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT: Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini. Vol. No. November 2025, pp. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurjanah. Mukhsin dan Satyanegara . dan Suryaputra dan Mukhsin . yang menemukan hasil bahwa kepercayaan berpengaruh terhadap kinerja supply chain management. Kualitas Informasi Berpengaruh Terhadap Kinerja Supply Chain Management Berdasarkan hasil uji hipotesis 2 nilai T-statistic 6,870 > 1,978 dan P-value sebesar 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa kualitas informasi berpengaruh terhadap kinerja supply chain management. Secara statistik deskriptif, rata-rata skor jawaban responden variabel kualitas informasi berada pada nilai 3,957 dan kinerja supply chain management berada pada nilai 3,730 yang termasuk dalam kategori kadang-kadang namun mendekati kategori sering. Hal ini mengindikasikan bahwa para pelaku usaha fried chicken sering menerima informasi yang berkualitas dari sesama mitra bisnis dan juga memiliki kinerja supply chain management yang baik. Temuan ini mendukung pendapat dari Aji. Silfi dan Hilmi . dan Chopra dan Meindl . didalam bukunya menyatakan bahwa kualitas informasi yang meliputi akurasi, ketepatan waktu dan kelengkapan memiliki peran penting dalam meningkatkan koordinasi dan pengambilan keputusan didalam rantai pasok, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja supply chain management. Ketika UMKM fried chicken cepat dan tepat waktu memberikan informasi kebutuhan bahan baku kepada pemasok, maka pemasok akan lebih cepat merespon kebutuhan bahan baku tersebut. Yang pada akhirnya, dapat meminimalisir terjadinya kekurangan stok bahan baku dan keterlambatan pengiriman bahan baku kepada UMKM fried Sehingga, semakin baik kualitas informasi maka akan semakin baik pula kinerja supply chain management. Institutional theory melalui pendekatan normative ismorphism dan tekanan institutional menjelaskan bahwa tiap mitra bisnis yang melakukan kerja sama mengalami adanya tekanan yang mengharuskan untuk memberikan informasi yang berkualitas seperti tepat waktu, akurat dan relevan bagi pengguna yang membutuhkan (Dimaggio dan Powell, 1. Tekanan ini muncul karena hal tersebut sebagai suatu keharusan yang tidak boleh dilanggar dan berkaitan dengan aspek kejujuran dan integritas. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Aji. Silfi dan Hilmi . dan Kankam et al. memberikan hasil bahwa kualitas informasi berpengaruh terhadap kinerja supply chain management. Berbagi Informasi Berpengaruh Terhadap Kinerja Supply Chain Management Berdasarkan hasil uji hipotesis 3 nilai T-statistic 2,540 > 1,978 dan P-value sebesar 0,011 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa berbagi informasi berpengaruh terhadap kinerja supply chain management. Secara statistik deskriptif, rata-rata skor jawaban responden variabel berbagi informasi berada pada nilai 3,793 dan kinerja supply chain managementi berada pada nilai 3,730 yang termasuk dalam kategori kadang-kadang yang mendekati sering. Hal ini mengindikasikan bahwa para pelaku usaha fried chicken sering melakukan berbagi dan pertukaran informasi dengan sesama mitra bisnis dan juga memiliki kinerja supply chain management yang baik. Temuan ini mendukung pendapat dari Baily. Hulten dan Campbell . menyatakan bahwa berbagi informasi yang dilakukan diantara mitra bisnis itu dapat membantu organisasi dalam membuat perencanaan, pemecahan masalah dan proses pengambilan keputusan yang jauh lebih baik. Dwiastuti. Mukhsin dan Satyanegara . mengungkapkan hal yang senada bahwa praktik kolaboratif seperti berbagi informasi memiliki dampak yang positif terhadap kinerja supply chain management. Institutional theory melalui pendekatan normative ismorphism dan mimetic ismorphism menjelaskan bahwa tiap mitra bisnis yang melakukan kerja sama harus melakukan berbagi informasi dengan sesama mitra bisnis, hal ini dikarenakan berbagi informasi adalah sebuah standar didalam praktik sosial yang harus dilakukan (Dimaggio dan Powell, 1. Ketika Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Shadiqin Nawara. Yesi Mutia Basri. Alfiati Silfi PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KUALITAS INFORMASI TERHADAP KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DENGAN BERBAGI INFORMASI SBEAGAI VARIABEL MEDIASI informasi yang berkualitas, bermanfaat dan berguna tidak diberikan kepada individu lain atau orang banyak, hal ini dianggap sebagai bentuk pelanggaran terhadap nilai dan norma sosial. Dengan adanya pertukaran dan berbagi informasi, hal tersebut dapat berguna dalam meningkatkan kinerja supply chain management. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Aji. Silfi dan Hilmi . dan Kankam et al. yang menemukan hasil bahwa berbagi informasi berpengaruh terhadap kinerja supply chain management. Berbagi Informasi Memediasi Pengaruh Kepercayaan Terhadap Kinerja Supply Chain Management Berdasarkan hasil uji hipotesis 4 nilai T-statistic 2,603 > 1,978 dan P-value sebesar 0,009 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa berbagi informasi mampu memediasi hubungan kepercayaan terhadap kinerja supply chain management. Secara statistik deskriptif, rata-rata skor jawaban responden variabel kepercayaan berada pada nilai 3,945, berbagi informasi 3,793 dan kinerja supply chain management 3,730 yang termasuk dalam kategori kadang-kadang yang mendekati sering. Hal ini mengindikasikan bahwa kepercayaan yang tinggi antar mita bisnis yang melakukan kerja sama tidak hanya berdampak langsung pada peningkatkan kinerja supply chain management. Akan tetapi, secara tidak langsung kepercayaan juga mempengaruhi individu dalam melakukan berbagi informasi. Temuan ini mendukung pendapat dari Dwiastuti. Mukhsin dan Satyanegara . yang menyatakan bahwa kepercayaan dapat mendorong kolaborasi dan berbagi informasi dengan sesama mitra bisnis. Hal ini dapat terjadi karena kepercayaan yang tinggi akan mendorong individu untuk melakukan berbagi informasi yang jauh lebih terbuka. Kepercayaan menjadi sebuah standar didalam praktik sosial yang harus dibangun, hal ini dikarenakan adanya tekanan sosial dan norma di lingkungan masyarakat (Dimaggio dan Powell, 1. Meyer dan Scott . mengartikan institutional theory sebagai teori yang menjelaskan bagaimana sebuah institusi yang mencakup norma, aturan dan kebiasaan dapat mempengaruhi perilaku organisasi dan individu. Setiap individu yang melakukan kerja sama didalam jaringan supply chain management cenderung untuk menciptakan hubungan yang saling percaya dengan sesama mitra bisnis. Hubungan kerja sama yang baik dibangun melalui kepercayaan akan mendorong setiap individu untuk melakukan kolaborasi yang jauh lebih baik, komunikasi yang lebih terbuka dan lebih responsif. Hubungan kerja sama yang baik yang dibangun melalui kepercayaan, hal ini terjadi dikarenakan individu menganggap kepercayaan dan berbagi informasi sebagai bentuk praktik sosial yang harus dilakukan demi kepentingan bersama yang saling menguntungkan. Dengan demikian, kepercayaan yang dibangun diantara mitra bisnis akan mendorong terjadinya proses berbagi informasi yang lebih banyak dengan sesama mitra bisnis. Sehingga, hal ini mampu meningkatkan kinerja pada supply chain Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Adiwiguna . memberikan hasil bahwa adanya hubungan mediasi antara berbagi informasi dan kepercayaan terhadap kinerja supply chain management. Berbagi Informasi Memediasi Pengaruh Kualitas Informasi Terhadap Kinerja Supply Chain Management Berdasarkan hasil uji hipotesis 5 nilai T-statistic 2,070 > 1,978 dan P-value sebesar 0,039 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa berbagi informasi mampu memediasi hubungan kualitas informasi terhadap kinerja supply chain management. Secara statistik deskriptif, ratarata skor jawaban responden variabel kualitas informasi berada pada nilai 3,957, berbagi informasi 3,793 dan kinerja supply chain managementi 3,730 yang termasuk dalam kategori E ISSN 2721-1819 | P ISSN 2721-2416 CURRENT: Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis Terkini. Vol. No. November 2025, pp. kadang-kadang yang mendekati sering. Hal ini mengindikasikan bahwa kualitas informasi yang tinggi tidak hanya berdampak langsung terhadap peningkatan kinerja supply chain Akan tetapi, secara tidak langsung kualitas informasi juga mempengaruhi individu untuk melakukan berbagi informasi dengan sesama mitra bisnis. Temuan ini mendukung pendapat dari Aji. Silfi dan Hilmi . menyatakan bahwa berbagi informasi dapat memediasi pengaruh kualitas informasi terhadap kinerja supply chain management. Hal ini dapat terjadi karena informasi yang berkualitas seperti akurat, lengkap, relevan dan tepat waktu menjadi dasar penting bagi organisasi untuk berani dan percaya diri dalam membagikan sebuah informasi dengan sesama mitra bisnis. Institutional theory melalui pendekatan normative ismorphism menjelaskan bahwa setiap individu yang melakukan kerja sama mengalami adanya tekanan untuk melakukan pertukaran dan berbagi informasi dengan sesama mitra bisnis (Dimaggio dan Powell, 1. Ketika informasi yang berkualitas, bermanfaat dan berguna tidak diberikan kepada individu lain atau orang banyak, hal ini dianggap sebagai bentuk pelanggaran terhadap nilai-nilai dan norma sosial. Sehingga, setiap individu yang melakukan kerja sama didalam supply chain management terdorong untuk melakukan berbagi informasi dikarenakan adanya tekanan sosial sebagai suatu keharusan untuk dilakukan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Aji. Silfi dan Hilmi . dan Kankam et al. yang memberikan hasil bahwa berbagi informasi dapat memediasi pengaruh kualitas informasi terhadap kinerja supply chain management. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa pengujian secara langsung variabel kepercayaan, kualitas informasi dan berbagi informasi berpengaruh terhadap kinerja supply chain management. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja supply chain management dapat dijelaskan oleh variabel kepercayaan dan kualitas informasi sebesar 59,6% dan sisanya 40,4% dijelaskan oleh faktor atau variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian. Selanjutnya untuk variabel berbagi informasi dapat dijelaskan oleh variabel kepercayaan dan kualitas informasi sebesar 53,1% dan sisanya 46,9% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian. Untuk uji mediasi didalam penelitian ini yaitu adanya mediasi secara parsial. Kepercayaan dan kualitas informasi memiliki pengaruh secara langsung terhadap kinerja supply chain management. Dan secara tidak langsung, kepercayaan dan kualitas informasi juga berpengaruh terhadap kinerja supply chain managementi melalui berbagi informasi sebagai mediasi. Namun, pada uji effect size antara kepercayaan dan kinerja supply chain management yaitu sebesar 0,038. Hal ini berarti bahwa pengaruh kepercayaan terhadap kinerja supply chain management adalah kecil atau lemah. Temuan ini memperkuat bahwa pentingnya berbagi informasi sebagai mediator antara kepercayaan dan kinerja supply chain management. Berdasarkan hasil uji effect size dapat disimpulkan bahwa kepercayaan memiliki pengaruh yang kecil atau lemah terhadap kinerja supply chain management, maka dari itu peran berbagi informasi sebagai mediator sangat penting dalam upaya meningkatkan kinerja supply chain management pada UMKM. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memposisikan berbagi informasi menjadi variabel moderasi dan menambahkan beberapa variabel yang dapat mempengaruhi kinerja supply chain management. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat mempertimbangkan penggunaan pendekatan kualitatif seperti wawancara mendalam atau diskusi secara kelompok yang bertujuan agar dapat memperoleh hasil yang lebih maksimal dan interpretatif serta mengurangi potensi jawaban yang bias didalam penelitian. Implikasi praktis dari hasil penelitian ini dapat diterapkan oleh UMKM fried chicken di Kota Pekanbaru dalam upaya meningkatkan kinerja supply chain management. Permasalahan seperti kekurangan stok bahan baku, biaya bahan baku yang tinggi dan keterlambatan Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Riau Shadiqin Nawara. Yesi Mutia Basri. Alfiati Silfi PENGARUH KEPERCAYAAN DAN KUALITAS INFORMASI TERHADAP KINERJA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT DENGAN BERBAGI INFORMASI SBEAGAI VARIABEL MEDIASI pengiriman bahan baku dapat diminimalisir dengan cara membangun kepercayaan yang kuat dengan mitra bisnis, meningkatkan kualitas informasi yang diterima, serta mendorong praktik berbagi informasi secara aktif dan terbuka. Penerapan ketiga aspek ini secara konsisten dan keberlanjutan akan mampu menciptakan supply chain yang jauh lebih responsif, efektif dan REFERENSI