Volume 06. Nomor 02. Desember 2023 Naskah Masuk: 26 September 2023. Direvisi: 28 Oktober 2023. Diterima: 2 Desember 2023. Diterbitkan: 20 Desember 2023 DOI https://doi. org/10. 123/1234 Al-Musthpfa. JSI by IAI TABAH is licensed under a Creative CommonsAttribution- NonCommercial 4. International License Analisis Tingkat Kesehatan Bank Melalui Laporan Keuangan Periode 2017-2021 Dengan Menggunakan Metode Perhitungan CAMEL (Studi Pada Bank NTB Syaria. Nur SaAoidaturrohmah Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah. Lamongan. Indonesia E-mail: saidaturrohmah@iai-tabah. Nurwinsyah Rohmaningtyas Universitas Negeri Surabaya. Surabaya. Indonesia E-mail: nurwinsyahrohmaningtyas@unesa. Zamrotin Aulan Nisak Universitas Negeri Sunan Ampel . Surabaya. Indonesia Emal: wulannisa19@gmail. Abstract: Banks are an important element of the state in improving people's living Because with banks, people can collect and distribute money easily and efficiently. Therefore, the health of a bank needs to be considered so that its operational conditions can run in accordance with procedures. The purpose of this study is to analyze the health of NTB Syariah banks from the 2017-2021 financial statements. The method used in this study is quantitative descriptive using the CAMEL (Capital. Assets. Management. Equity. Liquidit. calculation method. The result of this study is that the condition of the NTB bank after calculation analysis has a very healthy condition in several ratios. But in addition to very healthy health conditions, there are also those who are in a healthy condition only, there are also those who enter the specifications of conditions that are quite healthy in several other calculation ratios. Therefore, it is hoped that this NTB bank can improve its operational activities to be even better in the future, so that it can also improve the level of health in the Keywords: Bank NTB Syariah. Bank Soudness Level, and CAMEL Method. Abstrak: Bank merupakan suatu elemen negara yang penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Karena dengan bank masyarakat dapat menghimpun dan menyalurkan uang dengan mudah dan efesien. Oleh karena itu kesehatan suatu bank perlu diperhatikan agar kondisi operasionalnya dapat berjalan sesuai dengan Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesehatan bank NTB Syariah dari Laporan keuangan periode 2017-2021. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode NUR SAAoIDATURROHMAH. NURWINSYAH ROHMANINGTYAS 141 perhitungan CAMEL (Capital. Assets. Management. Equity. Liquidit. Adapun hasil dari penelitian ini adalah kondisi bank NTB setelah dilakukan analisis perhitungan mempunyai kondisi yang sangat sehat pada beberapa rasio. Tetapi selain kondisi kesehatan yang sangat sehat, ada juga yang berada pada kondisi yang sehat saja, juga ada yang masuk pada spesifikasi kondisi yang cukup sehat di beberapa rasio perhitungan lainnya. Oleh karena itu harapannya bank NTB ini dapat meningkatkan aktivitas operasionalnya agar lebih baik lagi kedepannya, sehinggah dapat meningkatkan pula tingkat kesehatan yang ada bak tersebut. Kata Kunci : Bank NTB Syariah. Tingkat Kesehatan Bank, dan Metode CAMEL. PENDAHULUAN Bank merupakan suatu tempat yang digunakan untuk menghimpun dan menyaluran dana masyarakat melalui sistem kredit dan bentuk lainnya sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Adapun bank memiliki banyak jenis diantaranya adalah Bank Syariah. Bank Syariah sendiri merupakan suatu lembaga keuangan yang pengoperasiannya itu dilandaskan denga aturan dan hukum syariat Lembaga ini merupakan sebuah instrumen yang digunakan untuk menerapkan sistem ekonomi dan sosial dalam prespektif agama islam. memperhatikan aspek resiko yang mungkin terjadi. Sehingga dalam pelaksanaan operasionalnya lembaga ini harus menerapkan prinsip kehati-hatian yang nantinya akan memiliki pengaruh untuk kondisi kesehatan lembaga itu sendiri. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan operasional suatu lembaga diperlukan laporan disetiap manajemen yang ada didalamnya. Salah satu manajemen yang sangat berpengaruh dari suatu lembaga adalah manajemen keuangan. Dalam sebuah lembaga, keuangan merupakan faktor yang penting untuk menentukan kodisi dari lembaga tersebut baik itu berupa kinerja yang telah dilakukan dan juga pencapaian sebuah lembaga perbankan dalam menarik perhatian dari pada masyarakat. Oleh karena itu suatu lembaga perusahaan harus Muhammad. Clarissa, dan Maziyah. AuAnalisis Kesehatan Laporan Keuangan pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dengan Menggunakan Metode Camel Tahun 2015 Ae 2019 hal. 75-76,Ay OECONOMICUS Journal of Economics Vol. No. 2 (Juni 2. : hal. 2 Helmima dan Iqbal. AuAnalisis Kesehatan Bank Dan Potensi Financial Distress menggunakan Metode Rgec Pada Bank Btpn Syariah Tahun 2014-2018,Ay Jurnal MEBIS Volume 4. Nomor 2 (Desember 2. Nur SaAoidaturrohmah. Nurwinsyah Rohmaningtyas 142 menganailis keuangan dari lembaga tersebut untuk mengevaluasi kinerja dari lembaga tersebut sehingga nantinya dapat menentukan suatu hal yang harus dilakukan kedepannya dan juga dapat menyusun rencana kedepannya dalam menghadapi sebuah tantangan yang pastinya akanada dalam sebuah usaha. Analisis keuangan ini merupakan suatu metode untuk menganalisis sebuah keuangan suatu lembaga atau perusahaan yang digunakan untuk mengukur kondisi kesehatan lembaga atau perusahaan. Adapun untuk metode dari pengukuran kesehatan lembaga ini sendiri sudah diatur dalam keputusan direksi Indonesia Nomor 30/11/KEP/DIR dan sura Edaran Bank Indonesia Nomor 30/2/UPPB yag mengatur tata cara penilaian tingkat kesehatan bank umum. Selain itu ada juga dalam Undang-Undang RI No. 7 Tahun 1992 pasal 29 menyatakan bahwa ketentuan kesehatan perbankan dapat dilihat dari aspek permodalan, kualitas asset, kualitas manajemen, kualitas rentabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan aspek lain yang berhubungan dengan usaha bank. Oleh karena itu dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesehatan Penulis mengambil studi kasus pada bank Nusa Tenggara Barat (NTB) Syariah yang mana dalam menganalisis kesehatan bank ini penulis menggunakan metode CAMEL (Capital. Asset. Management. Earning. Liquidit. Yang nantinya penulis dapat menyimpulkan dari pada kondisi kesehatan bank tersebut. METODE Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif, yang mana teknik pengumpulan data dalam menganalisis kesehatan bank ini akan menggunakan referensi pada website laporan keuangan yang ada pada lembaga perbankan yang di kehendaki yaitu bank NTB syariah. Adapun untuk analisa dari pada kesehatan bank ini akan diambil dari data 5 tahun terakhir yaitu dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2021. Penulis akan menganalisis data yang ada pada laporan keuangan tersebut menggunakan metode CAMEL (Capital (Moda. Asset 3 Gaffar dan Melinda. AuAnalisis Kesehatan Bank Dengan Metode CAMEL Pada PT. Bank Mandiri Indonesia ,Ay JAR UNG Volume 2 No. 1 (Februari 2. : hal. Nur SaAoidaturrohmah. Nurwinsyah Rohmaningtyas 143 Quality (Kualitas Ase. Management (Manajeme. Earning (Rentabilita. , dan Liquidity (Likuidita. Capital (Moda. Modal merupakan suatu elemen yang penting dalam mendirikan sebuah lembaga atau perusahaan. Dengan modal perusahaan dapat mengembangkan perusahaan untuk lebih maju dan siap dalam menghadapi resiko yang ada. Selain itu modal juga dapat memperngaruhi tingkat kepercayaan masyarakat, karena semakin banyak modal yang digunakan perusahaan tersebut akan terlihat menarik. Adapun dalam analisis keuangan, modal juga sangat mempengaruhi tingkat kesehatan bank karena dengan modal kita dapat melihat kemampuan bank untuk bisa berkemang. Adapun untuk menganalisis permodalan suatu perusahaan, dapat di analisis dengan menggunakan indikator kecukupan modal atau biasa disebut dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) yang merupakan Perbandingan Modal dengan jumlah Aktiva Tertimbang menurut ratio (ATMR). Adapun untuk menganalisis dengan indikator CAR ini dapat menggunakan rumus berikut CAR = MODAL x 100% Aset Tertimbang Menurut Resiko (ATMR) Adapun hasil yang diperoleh dari perhitungan tersebut akan dianalisa dengan klasifikasi seperti di bawah ini: Tabel 1 Klasifikasi Perhitungan Modal Peringkat Nilai Komposit Predikat CAR Ou 12% Sangat Sehat 9% O CAR < 12% Sehat 8% O CAR < 9% Cukup Sehat 6%O CAR <8% Kurang Sehat 4Nopita. AuAnalisis Tingkat Kesehatan Bank Dengan Menggunakan Metode Camel Pada Pt. Bni Syariah Periode Triwulan Tahun 2015-2017,Ay Islamic Banking Vol. 4 No. 1, (Agustus 2. : hal. https://ejournal. id/index. php/isbank/article/view/52/43. Nur SaAoidaturrohmah. Nurwinsyah Rohmaningtyas 144 CAR O 6% Tidak Sehat Klasifikasi tersebut memiliki arti apabila nilai rasio CAR dari suatu bank menunjukkan angka di atas 12% maka artinya bank tersebut dalam rasio ini tergolong sangat sehat. Sedangkan ketika menunjukkan angka dibawah 12 dan seterusnya maka predikat bank tersebut tergolong sesuai tabel diatas. Asset Pada analisa asset ini berguna untuk megetahui jenis asset yang dimiliki oleh lembaga perbankan itu sendiri. Adapun dalam menghitung asset, harus disamakan dengan peraturan yang sudah ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu dengan membandingkan aktiva produktif dan aktiva produktif yang sudah di Dalam menghitung asset ini, rasio yang dipakai untuk menghitung adalah rasio NPF (Non Performing Financin. 5 Pada Rasio ini menunjukkan arti ketika nasabah tidak sanggup lagi membayar kewajibannya pada bank. Adapun untuk menghitung NPF sendiri meggunakan perbandingan antara kredit bermasalah dengan total kredit yang diberikan. Atau bisa dengan rumus sebabagai berikut: NPF Kredit Bermasalah Total Kredit x 100% Adapun hasil yang diperoleh dari perhitungan tersebut akan dianalisa dengan klasifikasi seperti di bawah ini: Tabel 2 Klasifikasi Perhitungan Asset Peringkat Nilai Komposit Predikat NPF O 2% Sangat Sehat 2% O NPF < 5% Sehat 5% O NPF < 8% Cukup Sehat 5Iqbal dan Nisha. AuAnalisis Tingkat Kesehatan Laporan Keuangan pada PT Bank Syariah Mandiri Tbk dengan Metode CAaMEL periode 2016-2020,Ay Ay OECONOMICUS Journal of Economics Vol. 6 No. (Desember 2. : hal. Nur SaAoidaturrohmah. Nurwinsyah Rohmaningtyas 145 8%O NPF < 12% Kurang Sehat NPF Ou 12% Tidak Sehat Adapun setelah mengklasifikasi hasil perhitungan, maka hasil perhitungan tersebut harus di sesuaikan dengan predikat sesuai nilai komposit yang telah dihasilkan dari perhitungan tersebut. Management (Manajeme. Pada analisa manajemen ini, digunakan untuk mengetahui tata kelola operasional dalam sebuah perbankan terhadap aspek fundamental dalam dunia perbankan. Manajemen ini sangat penting untuk dianalisis karena dalam manajemen kita dapat melihat seberapa baik dan teratur perbankan Adapun menganalisis manajemen suatu perbankan dapat menggunakan rasio PDN (Posisi Devisa Nett. 6 Untuk mengetahui hasil perhitungan PDN dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: PDN = selisih aset dan liabilitas valas x 100% Total Modal Adapun hasil yang diperoleh dari perhitungan PDN menggunakan rumus diatas tidak langsung dianalisis tetapi nilai tersebut harus dianalisa dan dicocokan dengan spesifikasi predikat seperti yang tertera pada tabel di bawah ini: Tabel 3 Klasifikasi Perhitungan PDN Peringkat Nilai Komposit Tidak ada pelanggaran rasio PDN Tidak ada pelanggaran rasio PDN namun Predikat Sangat Sehat Sehat pernah melakukan pelanggaran dan telah Pelanggaran rasio PDN >0% sampai Cukup Sehat 6 Nabilatul dan Muhammad iqbal. AuAnalisis Tingkat Kesehatan Bank dan Potensi Kebangkrutan Menggunakan Metode CAMEL dan Z-Score pada Bank BJB Syariah Periode 2016-2020Ay,Ay Jurnal Masharif al-Syariah Vol. 7 No. 2, . : halaman 732. Nur SaAoidaturrohmah. Nurwinsyah Rohmaningtyas 146 dengan <10% Pelanggaran rasio PDN >10% sampai Kurang Sehat dengan <25% Pelanggaran PDN lebih dari 25% Tidak Sehat Dalam rasio ini hasil perhitungan akan diklasifikasikan dalam tabel Apabila pada tahun sebelumnya PDN yang dihasilkan adalah 0 dan tahun selanjutnya juga sebesar 0, maka dapat dikategorikan kondisi bank tersebut sangat sehat karena tidak terjadi pelanggaran. Tetapi apabila tahun tersebut menghasilkan nilai PDN 0, tetapi tahun sebelumnya itu lebih dari 0, maka kondisi perbankan tersebut dikategorikan sehat saja. Dan juga selanjutnya seperti yanhg tertera pada tabel spesifikasi diatas. Earning (Rentabilita. Pada analisis Rentabilitas ini digunakan untuk menganalisis kemampuan suatu bank dalam meghasilkan laba atau pendapatan. Ketika suatu perbankan dalam mengasilkan laba atau pendapatannya itu menurun, maka bank tersebut akan berpotensi dapat mengalami kerugian dan juga modalnya akan ikut menurun juga. Adapun untuk menganalisis rentabilitas bank ini sendiri dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa rasio diantaranya ROA (Return On Asset. ROA = laba sebelum pajak Rata-rata total aset x 100% Adapun hasil yang diperoleh dari perhitungan ROA ini, nilai tersebut akan dianalisa dengan spesifikasi nilai yang disesuaikan dengan predikat yang tertera pada tabel di bawah ini: Tabel 4 Klasifikasi Perhitungan ROA Peringkat Nilai Komposit Predikat ROA Ou 2% Sangat Sehat 1,26 % O ROA < 5% Sehat Nur SaAoidaturrohmah. Nurwinsyah Rohmaningtyas 147 0,51% O ROA < 1,25% Cukup Sehat 0%O ROA < 0,5 % Kurang Sehat ROA < 0% Tidak Sehat ROE (Return On Equit. ROE = laba setelah pajak Rata-rata total modal x 100% Adapun hasil yang diperoleh dari perhitungan ROE ini, nilai tersebut akan dianalisa dengan spesifikasi sesuai dengan predikat yang ada pada tabel di bawah ini: Tabel 5 Klasifikasi Perhitungan ROE Peringkat Nilai Komposit Predikat ROE Ou 20% Sangat Sehat 12,51 % O ROE < 20% Sehat 5,01 % O ROE < 12,5% Cukup Sehat 0%O ROE < 5 % Kurang Sehat ROE < 0% Tidak Sehat BOPO (Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasiona. BOPO = Biaya Operasional Pendapatan Operasional x 100% Adapun hasil yang diperoleh dari perhitungan tersebut akan dianalisa dengan spesifikasi seperti di bawah ini: Tabel 6 Klasifikasi Perhitungan BOPO Peringkat Nilai Komposit Predikat Kurang dari 88% Sangat Sehat Nur SaAoidaturrohmah. Nurwinsyah Rohmaningtyas 148 89% sampai dengan 93% Sehat 94% sampai dengan 96% Cukup Sehat 97% sampai dengan 100% Kurang Sehat Lebih dari 100% Tidak Sehat NI (Net Imbala. NI = Pendapatan Imbal Rata-rata aset Produktif x 100% Adapun hasil yang diperoleh dari perhitungan tersebut akan dianalisa dengan spesifikasi seperti di bawah ini: Tabel 7 Klasifikasi Perhitungan NI Peringkat Nilai Komposit Predikat NI Ou 6,5% Sangat Sehat 2,01 % O NI < 6,5% Sehat 1,5 % O NI < 2% Cukup Sehat 0%O NI < 1,49 % Kurang Sehat NI < 0% Tidak Sehat Liquidity (Likuidita. Pada analisis likuiditas ini digunakan untuk mengetahui kondisi bank terkait kemampuan untuk menutupi atau melunasi hutang-hutang jangka pendek yang ada sudah jatuh tempo untuk dijadikan evaluasi bagi bank Adapun dalam menganalisis likuiditas ini dapat menggunakan Nur SaAoidaturrohmah. Nurwinsyah Rohmaningtyas 149 perhitungan rasio FDR (Finance to Deposit Rati. Adapun untuk rumus FDR sendiri adalah sebagai berikut: FDR = Jumlah Kredit yang diberikan Total Dana pihak ketiga x 100% Adapun hasil yang diperoleh dari perhitungan tersebut akan dianalisa Peringkat Nilai Komposit Rasio Lebih dari 50% sampai dengan O Predikat Sangat Sehat Rasio Lebih dari 75% sampai dengan O Sehat Rasio >85% sampai dengan O 100% Cukup Sehat dengan spesifikasi seperti di bawah ini: Tabel 8 Klasifikasi Perhitungan FDR 7 Laila Maghfiroh dan Muhammad iqbal. AuAnalisis Kesehatan Laporan Keuangan pada PT BPR Syariah Buana Mitra Perwira dengan menggunakan metode CAMEL tahun 2016-2020,Ay Jurnal Manajerial Volume 9. No. : 108. Nur SaAoidaturrohmah. Nurwinsyah Rohmaningtyas 150 Rasio Lebih dari 100% sampai dengan O Kurang Sehat Lebih dari 120 % Tidak Sehat Hasil perhitungan tersebut dapat dispesifikasikan denga tabel diatas. Jika hasil perhitungan lebih dari 50% sampai dengan kurang dari sama dengan 75% berarti rasio tersebut menunjukkan kondisi bank yang sangat Begitu juga dengan seterusnya sesuai dengan spesifikasi yang ditunjukkan tabel diatas. HASIL DAN PEMBAHASAN Capital / Modal Dalam analisis yang dilakukan oleh penulis dengan melihat data laporan keuangan yang telah diunggah oleh lembaga perbankan NTB Syariah selama 5 tahun didapatkan hasil seperti dibawah ini. Tabel 9 Data Laporan Keuangan Presentase pada tahun ke- (%) Jenis CAR 30,87% 35,42% 35,47% 31,60% 29,53% Dari hasil analisis yang dilakukan oleh penulis maka dapat ditarik hasil penelitian pada tahun 2017 nilai CAR sebesar 30,87% , selanjutnya pada tahun Nur SaAoidaturrohmah. Nurwinsyah Rohmaningtyas 151 2018 mengalami kenaikan menjadi 35,42%, pada tahun 2019 mengalami sedikit kenaikan menjadi 35,47%, selanjutnya pada tahun 2020 rasio CAR ini mengalami penurunan menjadi 31,60% dan pada tahun 2021 juga mengalami penurunan menjadi sebesar 29,53. Artinya. Rasio CAR pada tahun 2017 sampai dengan tahun 2021 masuk pada Klasifikasi Predikat sangat sehat karena semua nilai rasionya lebih dari sama dengan 12%, meskipun ada 2 tahun terakhir mengalami penurunan tetapi tidak sampai dengan batas minimum kategori sangat sehat. Asset Quality/Kualitas Aset Dalam analisis yang dilakukan oleh penulis dengan melihat data laporan keuangan yang telah diunggah oleh lembaga perbankan NTB Syariah selama 5 tahun didapatkan hasil Kualitas Aset yang diperoleh dari perhitungan NPF diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 10 Hasil Kualitas Aset Perhitunagan NPF Presentase pada tahun ke- (%) Jenis NPF 0,25% 0,57% 0,61% 0,77% 0,63% Pada hasil nilai yang di dapat dari perhitungan NPF diatas, didapat nilai NPF pada tahun 2017 sebesar 0,25%, pada tahun 2018 mengalami kenaikan menjadi sebesar 0,57%, pada tahun 2019 mengalami kenaikan lagi menjadi sebesar 0,61%, pada tahun 2020 mengalami kenaikan juga menjadi Nur SaAoidaturrohmah. Nurwinsyah Rohmaningtyas 152 0,77% dan pada tahun 2021 mengalami penurunan presentase menjadi 0,63%. Hal ini berarti pada perhitungan NPF ini bank dalam kondisi yang sangat sehat dikarenakan nilai presentase dari perhitungan rasio ini tidak lebih dari Management/Manajemen Pada analisis Manajemen ini, penulis mengambil dari perhitungan rasio PDN dari laporan keuangan yang diunggah oleh Bank NTB Syariah selama 5 tahun yaitu dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2021. Adapun hasil yang diperoleh dari perhitungan tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 11 Perhitungan Rasio PDN Jenis PDN Presentase pada tahun ke- (%) Dari hasil diatas, diperoleh nilai perhitungan PDN tahun 2017 sampai dengan tahun 2021 yaitu sama senilai 0%. Yang mana hasil ini mempunyai arti dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2021 tidak ada pelanggaran rasio PDN, sehingga dalam 5 tahun ini bank dapat dikategorikan dengan kualifikasi sangat sehat. Earning/Rentabilitas Dalam analisis rasio rentabilitas, perhitungan yang harus dilakukan yaitu sebgai berikut: ROA (Return On Asset. Tabel 12 Perhitungan ROA Nur SaAoidaturrohmah. Nurwinsyah Rohmaningtyas 153 Presentase pada tahun ke- (%) Jenis ROA 2,45% 1,92% 2,56% 1,74% 1,64% Dari hasil perhitungan rasio ROA, pada tahun 2017 didapatkan hasil perhitungan sebesar 2,45%. Pada tahun 2018 mengalami penurunan menjadi sebesar 1,92%. Pada tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 2,56%. Pada tahun 2020 kembali mengalami penurunan menjadi sebesar 1,74%. Dan pada tahun 2021 juga mengalami penurunan menjadi sebesar 1,64%. Dari hasil tersebut dapat diartikan bahwa pada tahun 2017 dan 2019 bank dapat dikategorikan dengan kualifikasi sangat sehat karena memiliki hasil perhitungan lebih dari sama dengan 2%. Adapun pada tahun 2018, 2020, dan 2021, bank dapat dikategorikan dengan spesifikasi sehat karena hasil perhitungannya kurang dari sama dengan 2% tetapi lebih dari 1,26%. ROE (Return On Equit. Tabel 13 Perhitungan ROE Presentase pada tahun ke- (%) Jenis ROE 11,82% 8,92% 12,05% 9,54% 10,04% Nur SaAoidaturrohmah. Nurwinsyah Rohmaningtyas 154 Dari perhitungan rasio ROE diatas, pada tahun 2017 didapatkan hasil perhitungan sebesar 11,82%. Pada tahun 2018 mengalami penurunan menjadi sebesar 8,92%. Pada tahun 2019 mengalami kenaikan menjadi sebesar 12,05%. Pada tahun 2020 mengalami penurunan lagi menjadi sebesar 9,54%. Dan pada tahun 2021 mengalami kenaikan sebesar 10,04%. Dari ahsil perhitungan dapat di artikan bahwa selama 5 tahun periode ini bank dapat di kategorikan denga spesifikasi Cukup Sehat, karena hasil perhitungan lebih dari sama dengan 5,01 dan kurang dari 12,5%. BOPO (Biaya Opersional terhadap Pendapatan Operasiona. Tabel 14 Perhitungan BOPO Presentase pada tahun ke- (%) Jenis BOPO 78,10% 74,66% 86,86% 76,83% 82,56% Dari hasil perhitungan rasio BOPO diatas, pada tahun 2017 didapatkan hasil sebesar 78,10%. Pada tahun 2018 mengalami penurunan menjadi sebesar 74,66. Pada tahun 2019 mengalami kenaikan menjadi sebesar 86,86%. Pada tahun 2020 mengalami penurunan lagi sebesar 76,83%. Dan pada tahun 2021 mengalami kenaikan menjadi sebesar 82,56%. Dari hasil Nur SaAoidaturrohmah. Nurwinsyah Rohmaningtyas 155 perhitungan, dapat diartikan pada tahun 2017 sampai dengn 2019 dalam rasio BOPO ini bank dapat dikategorikan dalam spesifikasi sangat sehat karena hasil perhitungannya tidak lebih atau kurang dari 88%. NI (Net Imbala. Tabel 15 Perhitungan NI Presentase pada tahun ke- (%) Jenis 6,31% 6,61% 5,51% 4,38% 4,80% Dari hasil perhitungan NI diatas, pada tahun 2017 didapatkan nilai NI sebesar 6,31%. Pada tahun 2018 mengalami kenaikan menjadi sebesar 6,61%. Pada tahun 2019 mengalami penurunan menjadi sebesar 5,5%. Pada tahun 2020 mengalami penurunan lagi menjadi sebesar 4,38%. Dan pada tahun 2021 mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya menjadi sebesar 4,80%. Sehingga dari perhitungan tersebut, dapat diartikan pada tahun 2018 bank dalam kondisi spesifikasi sangat sehat karena hasil perhitungan rasio lebih dari sama dengan 6,5%. Adapun pada tahun 2017,2019, 2020, dan 2021, bank dapat dikategorikan pada spesifikasi sehat karena hasil perhitungan yang menunjukkan hasil lebih dari sama dengan 2,01% dan tidak lebih dari 6,5%. Nur SaAoidaturrohmah. Nurwinsyah Rohmaningtyas 156 e. Liquidity . Pada analisis rasio likuiditas ini, penulis mengambil dari perhitungan rasio FDR dari laporan keuangan yang diunggah oleh Bank NTB Syariah selama 5 tahun yaitu dari tahun 2017 sampai dengan tahun 2021. Adapun hasil yang diperoleh dari perhitungan terseut adalah sebagai berikut: Tabel 16 Perhitungan Rasio FDR Presentase pada tahun ke- (%) Jenis FDR 75,07% 89,93% 81,89% 86,53% 90,96% Hasil perhitungan FDR diatas, pada tahun 2017 didapatkan hasil perhitungan sebesar 75,07%. Pada tahun 2018 mengalami kenaikan menjadi sebesar 89,93%. Pada tahun 2019 mengalami penurunan nilai menjadi sebesar 81,89%. Pada tahun 2020 mengalami kenaikan menjadi sebesar 86,53%. Dan pada tahun 2021 mengalami kenaikan lagi menjadi sebesar 90,96%. Dari hasil perhitungan, dapat diartikan pada tahun 2017 dan 2019 kondisi bank dapat dikatakan dalam kondisi yang sehat, karena nilai hasil perhitugannya lebih dari 75% dan tidak lebih dari sama dengan 85%. Sedangkan pada tahun 2018, 2020, dan 2021, bank dikategorikan pada spesifikasi cukup sehat karena hasil rasio perhitungannya lenih dari 85% dan kurang dari sama dengan 100%. Nur SaAoidaturrohmah. Nurwinsyah Rohmaningtyas 157 KESIMPULAN Pada penelitian ini didapatkan hasil perhitungan dan spesifikasi sebagai Tabel 17 Hasil Perhitungan dan Spesifikasi Presentase pada tahun ke- (%) Jenis SPESIFIKASI Rasio CAR 30,87 35,42 35,47 29,53 32,578 Sangat Sehat NPF 0,25 0,57 0,61 0,77 0,63 0,566 Sangat Sehat PDN Sangat Sehat ROA 2,45 1,92 2,56 1,74 1,64 2,062 ROE 11,82 8,92 12,05 9,54 10,04 10,474 Cukup Sehat BOPO 74,66 86,86 76,83 82,56 79,802 Sangat Sehat 6,31 6,61 5,51 4,38 5,522 Sehat FDR 75,07 89,93 81,89 86,53 90,96 84,876 Dari data hasil perhitungan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa rasio CAR selama tahun 2017 sampai dengan 2021 menunjukkan bahwa perbankan NTB syariah ini dalam spesifikasi sangat sehat. Begitu juga dengan hasil perhitungan rasio NPF PDN, dan BOPO juga menunjukkan hasil spesifikasi sangat Adapun untuk rasio ROA. NI, dan FDR dalam analisis perbankan ini menunjukkan hasil bahwa perbankan ini dalam kondisi sehat. Dan juga pada rasio ROE ini perusahaan menunjukkan kondisi yang cukup sehat. Dari kesimpulan kesehatan perbankan NTB Syariah ini, diharapkan perbankan dapat menjaga kondisi kesehatan lembaganya. Terutama pada faktorfaktor yang membuat kondisi bank yang dibilang kurang sehat. Sehingga nantinya diharapkan pada tahun selanjutnya ketika analisis kesehatan bank ini dilakukan kembali, kondisi bank lebih baik dari tahun ini. Karena kondisi bank yang semakin sehat akan menunjukkan kondisi bank yang baik akan menentukan arah perkembangan bank itu sendiri. Nur SaAoidaturrohmah. Nurwinsyah Rohmaningtyas 158 DAFTAR PUSTAKA