Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : April Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU Yulia Erna Cipta1. Duwi Habsari Mutamimah2 1,2 STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan Email: yuliaernacipta@gmail. com1, duwihabsari@gmail. DOI: Received: 07-03-2024 Accepted: 20-04-2024 Published: 30-04-2024 Abstract: This study explains the leadership style of school principals in improving teacher performance in MIM 2 Kluwih. The purpose of this study is to find out the leadership style of school principals to improve teacher performance in classroom learning, improve teacher performance in selfdevelopment, and improve teacher performance in providing education outside of learning. This research uses a qualitative method with a type of descriptive approach. The data collection technique uses observation, interview and documentation methods. The results of this study show that the application of the principal's leadership style in improving teacher performance in MIM 2 Kluwih is adjusted to the needs of teachers, in this case both the principal and the teacher coordinate with each other. The application of the principal's leadership style in improving teacher performance in MIM 2 Kluwih uses various leadership styles that are adjusted to the problems regarding teacher performance faced. Conclusion, the principal's leadership style in improving teacher performance in MIM 2 Kluwih in learning in the classroom of the leader applies a directing and supportive style, to improve teacher performance in self-development is applied a coaching leadership style and to improve teacher performance in education outside of learning is applied a delegative and democratic style. Keywords: leadership. Principal Leadership Style. Teacher Performance Abstrak: Penelitian ini menjelaskan tentang gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di MIM 2 Kluwih. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gaya kepemimpinan kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran di kelas, meningkatkan kinerja guru dalam pengembangan diri, dan meningkatkan kinerja guru dalam memberikan pendidikan di luar pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitiaan ini menunjukkan bahwa penerapan gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di MIM 2 Kluwih disesuaikan dengan kebutuhan guru, dalam hal ini baik kepala sekolah maupun guru saling berkoordinasi. Penerapan gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di MIM 2 Kluwih menggunakan berbagai gaya kepemimpinan yang disesuaikan dengan permasalahan mengenai kinerja guru yang di hadapi. Kesimpulanya, gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di MIM 2 Kluwih dalam pembelajaran di kelas pemimpin menerapkan gaya pengarahan dan mendukung, untuk meningkatkan kinerja guru dalam pengembangan diri diterapkan gaya kepemimpinan melatih dan untuk meningkatkan kinerja guru dalam pendidikan di luar pembelajaran diterapakan gaya delegatif dan demokratis. Kata Kunci: Manajemen Kurikulum. Pendidikan Agama Islam,Anak Berkebutuhan Khusus Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : April Yulia Erna Cipta. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MIM 2 Kluwih PENDAHULUAN Pendidikan merupakan sebuah langkah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang digunakan sebagai sarana dan membangun manusia yang Dunia pendidikan memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan sumber daya manusia karena dapat menggali potensi-potensi yang ada di dalam diri manusia. Keberasilan lembaga pendidikan ditentukan dari kualitas sumber daya manusianya, baik dari segi manajer, karyawan, serta pegawai sebagai kesatuan yang mampu menunjang aktifitas sebuah sekolah. Pendidikan di Indonesia saat ini berada pada tingkat yang cukup rendah berdasarkan data dari Program for Internasional student Asessment (PISA). PISA adalah program yang bertujuan untuk mengevaluasi sistem pendidikan dengan mengukur pengetahuan siswa dalam bidang matematika, sains, dan literasi. Berdasarkan hasil penelitian PISA pada tahun 2022, yang diumumkan pada 5 Desember 2023 Indonesia berada pada peringkat 68 dari 81 negara. Posisi ini menunjukan bahwa Indonesia belum berhasil meningkatkan kualitas pendidikanya. Dalam fungsinya Pendidikan nasional juga berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta membentuk watak peradaban bangsa dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa agar peserta didik menjadi manusia Ketercapaian tujuan pendidikan nasional menunjukkan mutu pendidikan yang Kebijakan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan, termasuk yang tercantum dalam UUD 1945. No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional bab I, pasal 1, ayat . Berdasarkan rumusan tersebut pendidikan merupakan salah satu faktor yang utama dalam pengembangan sumber daya Untuk memastikan bahwa perencanaan dan program pengembangan pendidikan di sekolah berjalan dengan baik dan mencapai tujuan pendidikan nasional, peningkatan kinerja, peran guru dan tenaga kependidikan sangat Hasil survey yang dilakukan oleh Peneliti Bank Dunia pada tahun 2020 menyatakan bahwa kualitas guru di Indonesia memiliki performa yang cukup Rendahnya kualitas guru mulai dari kompetensi dan juga kemampuan Mengingat peran guru yang strategis dalam mencapai tujuan pendidikan nasional dan hasil survey kinerja guru di Indonesia, maka hal ini akan menjadi upaya besar dalam meningkatkan kinerja guru, untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kinerja guru dapat diartikan sebuah tingkat keberhasilan seorang guru dalam melaksanakan tugas pendidikan sesuai dengan tanggung jawab berdasarkan standar kerja yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan pendidikan (Barnawi dan M. Arifin, 2014:. Usaha yang dilakukan demi mewujudkan kinerja guru yang baik memerlukan proses Penilaian kinerja merupakan suatu kegiatan untuk menilai perilaku pegawai dalam pekerjaan baik secara kualitatif ataupun kuantitatif (Barnawi dan Arifin, 2014:. Guru adalah salah satu unsur sumber daya pendidikan yang sangat menentukan keberhasilan dalam pendidikan di sekolah, karena guru berinteraksi langsung dan dekat dengan peserta didik dalam proses pendidikan di sekolah. Guru merupakan sumberdaya manusia yang bisa mendayagunakan Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Eka Erina Rusady. Manajemen Kurikulum Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tahun 2024 (Studi Kasus di SLB Negeri Punung Pacita. faktor-faktor yang lain, dan menciptakan proses belajar mengajar bermutu sehingga dapat menentukan mutu pendidikan. Pendidikan di masa yang akan datang menuntut keterampilan profesi pendidikan yang bermutu sehingga pendidik harus mampu mengembangkan kinerja mereka dalam melaksanakan Kinerja guru yang profesional diharapkan mampu menjadi langkah menuju keberhasilan bagi dunia pendidikan di masa yang akan datang. Kepala sekolah sebagai pemimpin tertinggi pada organisasi di sekolah diharapkan memiliki bekal kemampuan, keahlian dan keterampilan dalam menjalankan lembaga yang dipimpinnya. Selain itu kemampuan untuk mempengaruhi serta memotivasi bawahannya sangat dibutuhkan agar dapat meningkatkan kinerja Keberhasilan organisasi sekolah tidak bisa hanya didasarkan pada pimpinan saja melainkan juga didukung oleh pendayagunaan sumber daya Kepemimpinan yang sempurna dapat dibentuk melalui nilai-nilai. Kepala sekolah melaksanakan fungsi dan tanggung jawab mereka berdasarkan nilainilai yang dapat menciptakan kondisi lingkungan yang tepat. Sebagai orang yang memiliki tanggung jawab atas perkembangan sekolah, perilaku dan gaya kepemimpinan yang digunakan oleh seorang kepala sekolah akan berpengaruh selama menjalankan tanggung jawabnya. Da. lam hal ini, terdapat kriteriakriteria tertentu, misalnya kompetensi, sikap, dan perilaku. Seorang pemimpin dalam memimpin suatu organisasi atau kelompok harus mampu memahami mana kepemimpinan yang efektif dan yang tidak efektif. Seorang pemimpin bisa mengembangkan pemahaman terhadap dirinya sendiri dan menyadari kelemahan maupun potensinya, serta bisa meningkatkan pemahaman menenai bawahannya dengan memahami gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan yang tidak sesuai, dapat menyebabkan kegagalan dalam pelaksanaan menejemen peningkatan mutu. Kepala satuan pendidikan lebih berperan sebagai pemimpin sehingga diharapkan senantiasa bisa memahami lembaganya sebagai suatu sistem. Kepala sekolah selaku manager di Sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatakan kinerja tenaga guru di sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah untuk meningkatklan kinerja guru dalam pembelajaran di kelas dapat dilihat melalui salah satu aspek diantaranya kepemimpinan kepala sekolah dalam pengelolaan pembelajaran di kelas agar tepat sasaran dalam meningkatkan kinerja guru. Upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru terutama terkait dengan kegiatan pembelajaran dapat dideskripsikan kedalam tiga kegiatan (E. Mulyasa, 2006:101-. Tiga hal tersebut yaitu membimbing guru pertama dalam hal yang berkaitan dengan proses belajar mengajar, kedua memberi contoh dan menganalisis model belajar, ketiga memberikan alternatif metode pembelajaran yang efektif dan mendayagunakan berbagai metode yang ada. Dalam Upaya peningkatan kinerja guru dalam pembelajaran di kelas, kepala sekolah menunjukan komitmen tinggi dan fokus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar di Kepala sekolah juga akan sangat memperhatikan tingkat Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. :April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Yulia Erna Cipta. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MIM 2 Kluwih kompetensi yang dimiliki gurunya, sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensinya sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan efektif dan efisien (E. Mulyasa, 2009:. Dalam upaya meningkatkan kinerja guru melalui pengembangan diri, kepemimpinan kepala sekolah dapat mengadakan kegiatan ataupun memanfaatkan sumber daya yang ada di sekolah. Dalam hal internal, sekolah mempunyai pernagkat guru, murid, kurikulum, saranan dan prasarana. Dalam hal eksternal, sekolah memiliki hubungan terhadap instansi lain baik secara vertikal maupun horizontal. Peningkatan kinerja guru dalam pengembangan diri merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensinya di atas standar kompetensi profesi guru. Kegiatan pengembangan diri dapat berbentuk kegiatan pelatihan . fungsional dan atau melalui kegiatan kolektif, atau publikasi Adapun cakupan kompetensi yang harus dicapai guru yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan professional. Sebagaimana telah ditulis dalam UndangUndang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam pelakasanaan supervisi oleh kepala sekolah hasil pelaksanaan supervisi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi yang tepat untuk menangani permasalahanpermasalahan dalam pengembangan diri guru. Dengan ini kepemimpinan kepala sekolah dapat menerapkan gaya kepemimpinan yang tepat untuk meningkatkan kinerja dalam pengembangan diri guru Pendidikan di luar pembelajaran adalah pendidikan yang dirancang untuk membelajarkan warga belajar agar mempunyai jenis keterampilan dan pengetahuan serta pengalaman yang dilaksanakan diluar jalur pendidikan formal (Suryadi, 2. Kegiatan pendidikan terorganisir yang dilaksanakan di luar sistem formal, dimaksudkan untuk memberikan layanan kepada sasaran didik tertentu dalam rangka mencapai tujuan-tujuan belajar. Beberapa karakteristik pendidikan di luar pembelajaran seperti memiliki waktu belajar yang lebih singkat , program disesuaikan dengan pemenuhan kebutuhan, materi lebih praktis, dan waktu pelaksanaan yang di sesuaikan. Contoh jenis pendidikan di luar pembelajaran seperti pendidikan umum, pendidikan keagamaan, pendidikan kesenian atau kejuruan. Pemimpin mengadakan program tersebut sebagai langkah untuk menunjang program sekolah. Kepala sekolah memberdayakan sumber daya yang ada dengan maksud mencapai tujuan organisasi. Hal ini disertai dengan adanya pemenuhan kebutuhan dan strategi yang tepat dalam penerapanya sehingga kegiatan tersebut berhasil. Penerapan gaya kepemimpinan kepala seoklah yang tepat dapat meningkatkan kinerja guru dalam kegiatan pendidikan di luar pembelajaran. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan cara kepala sekolah dalam membawa anggotanya mencapai tujuan tertentu. Keberhasilan serta kegagalan sekolah sangat ditentukan oleh kepala sekolah dalam mengelola sumber daya guru, sebab kepala sekolah merupakan pengendali dan penentu arah yang hendak ditempuh oleh sekolah menuju tujuannya. Gaya kepemimpinan kepala sekolah berkaitan dengan cara yang digunakan oleh kepala sekolah dalam mengatur dan mempengaruhi guru untuk meningkatkan kerja mereka dalam Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Eka Erina Rusady. Manajemen Kurikulum Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tahun 2024 (Studi Kasus di SLB Negeri Punung Pacita. rangka pencapaian tujuan sekolah. Kepala sekolah sebagai pemimpin di lingkungan kerja guru, dalam hal membuat dan memutuskan suatu kebijakan akan sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. Kepemimpinan seorang kepala sekolah akan sangat diterima oleh guru apabila gaya kepemimpinan yang diterapkan tepat dan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi guru. Tepatnya pemilihan gaya kepemimpin diharapkan mampu meningkatkan kinerja guru. Semakin tepat pemilihan gaya kepemimpinan kepala sekolah, maka semakin baik kinerja guru. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan bukan berupa agka, akan tetapi berupa kata-kata atau gambaran. Data yang peneliti pakai berasal dari wawancara, catatan lapangan, foto, video, dan dokumen-dokumen lainnya. Strategi yang dipakai dalam penelitian ini adalah studi kasus. Studi kasus adalah suatu penelitian yang diarahkan untuk menghimpun data, mengambil makna, dan memperoleh pemahaman dari kasus tersebut (J. Raco, 2010:. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 2 Kluwih, dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memahami, mengungkapkan, dan mendeskripsikan keadaan yang diamati di lapangan dengan lebih spesifik, transparan, dan mendalam. Dalam penelitian kualitatif, keberadaan peneliti bertindak sebagai instrument sekaligus pengumpul data. Keberadaan peneliti adalah mutlak, sehingga peneliti terlibat secara langsung di lapangan. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru di MIM 2 Kluwih dimana penelitian ini berfokus pada kepemimpinan dan kinerja guru. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru melalui wawancara yang hasilnya peneliti gunakan sebagai data primer. Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan (Ahmad Tanzeh, 2011:. Dalam penelitian ini data yang peneliti peroleh kemudian dikumpulkan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan Teknik observasi partisipan, dimana peneliti turun langsung di lapangan melihat serta mengamati kondisi sekolah, kepemimpinan kepala sekolah, dan tenaga kependidikan di MIM 2 Kluwih. Dalam kegiatan wawancara peneliti menggunakan wawancara terstruktur, dengan mengajukan pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya, sesuai dengan rumusan masalah yang peneliti Peneliti menggunakan metode dokumentasi dengan mengumpulkan data data yang didapatkan melakui sekolah yang memiliki hubungan dan mendudkung dalam penelitian ini. Melalui dokumentasi peneliti dapat mendapatkan data lebih akurat. Aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus, sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. :April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Yulia Erna Cipta. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MIM 2 Kluwih (Sugiyono, 2005:. Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan verivikasi data. Dalam langkah reduksi data,yaitu merangkum memilih hal-hal dianggap pokok memfokuskan kepada hal-hal yang penting merapikan data yang dipandang penting dan menyederhanakannya (Sugiyono, 2005:. peneliti mengambil data yang berfokus pada tema dan hal-hal pokok yang penting dan dapat mewakili. Kemudian langkah penyajian data setelah data direduksi berdasarkan metodepenelitian kualitatif maka penyajian data dalam bentuk teks yang bersifat naratif, dengan menginterpretasikan data secara sistematis yang kemudian di analisis dan ditarik kesimpulanya. Miles and Huberman menyebutkan langkah ketiga dalam analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi (Sugiyono, 2005:. Dalam tahap ini, semua data yang didapatkan dilapangan baik diperoleh melalui metode observasi, wawancara maupun dokumentasi, kemudian ditarik kesimpulanya dengan disertai bukti-bukti yang nyata dan akurat sehingga tidak terjadi kesalahan dalam kegiatan analisis yang dilakukan. HASIL DAN PEMBAHASAN Gaya kepemimpinan kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran di kelas Dalam Upaya peningkatan kinerja guru dalam pembelajaran di kelas, kepala sekolah MIM Kluwih 2 menunjukan komitmen tinggi dan fokus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar di Kepala sekolah juga memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya, sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensinya sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan efektif dan Menurut Mulyasa, upaya kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru terutama terkait dengan kegiatan pembelajaran dapat dideskripsikan kedalam tiga kegiatan (E. Mulyasa,2. Pertama, membimbing guru terutama dalam hal-hal yang berkaitan dengan perencanaan dan program Kedua, kemampuan memberi contoh model pembelajaran yang baik. Ketiga, kepala sekolah dituntuk untuk memiliki kemampuan memberikan alternatif model pembelajaran yang efektif dengan mendayagunakan berbagai metode dan sumber belajar secara bervariasi. Kepala sekolah MIM Kluwih 2 berdasarkan observasi dan hasil wawancara yang dilakukan, beliau menerapkan hal tersebut dalam upaya meningkatkan kinerja guru di MIM Kluwih 2. Dalam hal meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran di kelas, kepala madrasah menjelaskan bahwa beliau lebih menekankan pada penerapan gaya directing. dengan memberikan petunjuk dan mengawasi kinerja karyawan Kepala sekolah juga menerapkan gaya kepemimpinan supporting. yaitu memberikan fasilitas dan mendukung usaha guru dalam menyelesaikan permasalahan guru dalam pembelajaran dikelas. Dalam perencanaan dan proses belajar mengajar di MIM 2 Kluwih, kepala sekolah selalu ikut berpartisipasi baik dalam Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Eka Erina Rusady. Manajemen Kurikulum Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tahun 2024 (Studi Kasus di SLB Negeri Punung Pacita. perencanaan kurikulum, maupun evaluasi pembelajaran peserta didik. Dalam hal pengembangan kinerja guru di kelas, kepala sekolah juga memberikan kebebasan para guru untuk menggunakan sumber pembelajaran lain yang tersedia dan dapat membawa dampak positif dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Kepala sekolah juga berupaya untuk memenuhi fasilitas yang dibutuhkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Upaya lain yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dalam pembelajaran di kelas adalah dengan memberikan bantuan baik bimbingan, pengawasan maupun penilaian terhadap kondisikondisi yang berhubungan dengan penyelenggaraan dan pengembangan Upaya yang lain adalah melalui kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kinerja guru, sepeti melalui seminar, workshop atau kegiatan Kepala seolah juga mengadakan pembinaan yang diperlukan guru baik secara tertutup ataupun terbuka dimaksudkan untuk mengatasi masalahmasalah yang dihadapi guru agar tidak mempengaruhi kenerja mereka dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas Gaya kepemimpinan kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dalam pengembangan diri Gaya kepemimpinan yang diterapkan di MIM 2 Kluwih untuk meningkatkan kinerja guru dalam pengembangan diri adalah gaya coaching. Sebagai pemimpin kepala sekolah menerapkan gaya tersebut dengan memberikan pengarahan dan pengawasan ketat terhadap tenaga pendidik namun juga tetap bersinergi dengan para guru. Gaya ini melibatkan bawahan dalam proses pengambilan keputusan, berbagi masalah, mendengarkan masukan, dan memberikan arahan yang diperlukan (Danang Nugroho,2024:. Gaya ini cocok diterapkan pada situasi dimana bawahan memerlukan dorongan dan motivasi. Peningkatan kinerja guru dalam pengembangan diri merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensinya di atas standar kompetensi profesi guru. Kegiatan pengembangan diri dapat berbentuk pelatihan . fungsional atau kegiatan kolektif. Sekolah sebagai institusi pendidikan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dalam upaya peningkatan mutu, perlu dikelola, diatur, ditata dan diberdayakan, agar dapat menghasilkan produk atau hasil secara optimal. Dalam hal internal, sekolah mempunyai perangkat guru, murid, kurikulum, sarana dan Dalam hal eksternal, sekolah memiliki hubungan terhadap instansi lain baik secara vertikal maupun horizontal. Sebagaimana dari hasil wawancara, dalam hal meningkatkan kinerja guru dalam pengembangan diri di MIM Kluwih 2. Terdapat dua kompetensi yaitu kompetensi personal dan kompetensi sosial. Kompetensi personal adalah memiliki kepribadian yang mantap dan patut diteladani (A. Rusdiana dan Yeti H, 2015:. Kompetensi sosial adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. :April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Yulia Erna Cipta. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MIM 2 Kluwih peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar (E. Mulyasa, 2007:. Untuk meningkatkan kompetensi personal dan kompetensi sosial guru kepala sekolah memanfaatkan hubungan internal dan eksternal yang dimiliki sekolah. Dalam upaya pengembangan kompetensi personal guru, kepala sekolah memberikan himbauan untuk mengikuti seminar baik di dalam maupun di luar sekolah. Kepala sekolah juga mengarahkan agar guru melakukan diskusi antar guru, baik didalam sekolah maupun diskusi guru antar sekolah. Upaya lain ditempuh melalui evaluasi dari kepala sekolah untuk perbaikan dan peningkatan kinerja guru dalam pengembangan diri. Dalam upaya peningkatan pengembangan kompetensi sosial guru, terdapat program 5S yang diterapkan di sekolah yaitu senyum, sapa, salam, sopan, dan santun. Sekolah memiliki program piket pagi menyambut peserta didik, dimana hal ini dapat meningkatkan kompetensi sosial antara guru dengan peserta didik. Program lain yang di adakan dari sekolah adalah menyempatkan adanya kegiatan kumpul bersama diluar sekolah untuk berdiskusi dan meningkatkan komunikasi, interaksi dan kekompakan tenaga pendidik dan kependidikan di MIM Kluwih 2. Adanya program-program ini tentu membawa peningkatan besar dalam kompetensi sosial guru. Langkah lain untuk mengembangkan kompetensi sosial yang diambil oleh kepala sekolah adalah melalui interaksi antar warga sekolah dan meningkatkatkan peluang kepada para guru untuk bersinergi dengan para guru disekolah, luar sekolah, atau instansi lain yang dirasa dapat membawa pengaruh terhadap kinerja guru. Kepala sekolah juga menekankan untuk selalu berinteraksi dengan seluruh warga sekolah, secara terbuka atau Pemimpin tentunya memantau dan mengevaluasi perkembangan tersebut karena ini berpengaruh terhadap kinerja guru dalam pengembangan Gaya kepemimpinan kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dalam pendidikan di luar pembelajaran Sekolah sebagai institusi pendidikan yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia perlu dikelola, diberdayakan dan di tata agar meraih hasil yang optimal. Salah satu pemanfaatanya adalah dengan mengadakan kegiatan pendidikan diluar pembelajaran. MIM 2 Kluwih, memiliki beberapa layanan diluar pembelajaran yang diprogramkan oleh sekolah. Pedidikan diluar pembelajaran dilaksanakan diluar jalur pendidikan formal. Karakteristik pendidikan ini adalah waktu belajar yang lebih singkat, program disesuaikan dengan pemenuhan kebutuhan, materi lebih praktis dan waktu pelaksanaan yang disesuaikan. Contoh jenis pendidikan di luar pembelajaran, seperti pendidikan umum, pendidikan keagamaan, pendidikan kesenian atau kejuruan. Berdasarkan hasil observasai dan wawancara dengan kepala madrasah dan guru, beliau menyatakan beberapa kegiatan tersebut antara lain adalah, pelatihan kegiatan kesenian seperti hadroh, reog, drumband dan gamelan jawa. Selain kegiatan kesenian juga Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Eka Erina Rusady. Manajemen Kurikulum Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tahun 2024 (Studi Kasus di SLB Negeri Punung Pacita. adanya kegiatan TPA yang diselenggarakan sekolah setiap sore usai pembelajaran dari jam 1 sampai jam 4 sore. Sekolah juga menyediakan kegiatan pendampingan pembelajaran bagi siswa yang membutuhkan, seperti siswa yang akan menjalani olimpiade ataupun siswa kelas 6 menjelang asesmen madrasah. Gaya kepemimpinan merupakan aspek penting bagi seorang pemimpin, karena model kepemimpinan akan efektif jika disesuaikan dengan tingkat kinerja yang dimiliki guru. Pendidikan diluar pembelajaran yang dilakukan guru dapat berbentuk dukungan, dorongan, atau partisipasi langsung dengan siswa dalam pelaksanaanya. Dengan kepemimpinan kepala sekolah yang aktif, program ini bisa menjadi lebih maksimal. Posisi kepala sekolah juga berpengaruh besar apabila mendukung kegiatan di luar pembelajaran yang diupayakan guru kepada peserta didik. Kinerja guru mencerminkan kemampuan kerja guru yang terlihat dari penampilan kerja guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru (Wahyu Bagja,2. Jika kemampuan guru tersebut bagus maka kinerjanya juga semakin meningkat juga sebaliknya, jika kemampuan guru tersebut kurang bagus, maka kinerjanya juga semakin menurun Gaya kepemimpinan kepala sekolah yang diterapkan di MIM 2 Kluwih untuk meningkatkan kinerja guru dalam pendidikan diluar pembelajaran adalah gaya kepemimpinan demokratis dan gaya delegatif. Gaya kepemimpinan demokratis adalah suatu kemampuan dalam mempengaruhi orang lain agar dapat bersedia untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan dengan berbagai cara atau kegiatan yang dapat dilakukan dimana ditentukan bersama antara bawahan dan pimpinan (Besse Mattayang, 2019:. Gaya kepemimpinan demokratis menekankan hubungan yang serasi antara atasan dan bawahan. Memberikan tempat untuk kontribusi, partisipasi serta pengambilan keputusan bersama Gaya delegatif adalah gaya manajerial yang melibatkan pendelegasian tanggung jawab kepada bawahanya yang mempunyai kemampuan. Penerapan kepemimpinan dengan gaya delegatif dapat membawa nilai positif dan Gaya kepemimpinan delegatif memberdayakan guru dengan memberi otonomi. Hal ini dapat meningkatkan rasa tanggung jawab, meningkatkan keterlibatan dan memotivasi guru. Selain itu, gaya kepemimpinan delegatif yang bersifat memberikan penugasan yang mungkin dapat membebankan tanggung jawab dan membuat guru kesulitan. Kontrol yang dimiliki pemimpin dalam pekerjaan juga berkurang, sehingga apabila terdapat kesalahan, pertanggungjawaban tetap pada pemimpin meskipun kesalahan dibuat oleh guru. Dalam penerapan gaya ini untuk meningkatkan kinerja guru dalam pendidikan diluar pembelajaran maka harus disertai dengan pengawasan yang ketat dari kepala sekolah Dalam hasil wawancara yang dilakukan kepala sekolah dan tenaga pendidik, penerapan gaya kepemimpinan delegatif dapat dilihat dari kepala Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. :April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Yulia Erna Cipta. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kinerja Guru di MIM 2 Kluwih sekolah menugaskan secara khusus kepada guru yang dirasa mampu membina dan mengembangkan pembelajaran terkait. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang dilakukan dalam penerapan gaya kepemimpinan delegatif, kepala sekolah tetap melakukan pamantauan dan evaluasi kegiatan agar program pendidikan di luar pembelajaran di MIM Kluwih 2 berjalan dengan baik. Melalui penerapan gaya kepemimpinan demokratis, langkah kepala sekolah dalam memberikan kesempatan bagi tenaga pendidik yang memiliki potensi untuk disalurkan kepada peserta didik lebih terbuka. Dalam hal ini kepala sekolah sangat mendukung dan menghendaki guru untuk ikut berpartisipasi dengan harapan dapat meningkatkan kompetensi guru dan kinerja guru dalam pendidikan diluar KESIMPULAN Berdasarkan hasil temuan dan pembahasan di atas, penerapan gaya kepemimpinan di MIM 2 Kluwih disesuaikan dengan kebutuhan dan permasalahan yang dialami tenaga pendidik. Dalam hal ini baik kepala sekolah maupun guru saling berkoordinasi dalam mendiskusikan permasalahan yang Penerapan gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di MIM 2 Kluwih menggunakan berbagai gaya kepemimpinan karena menyesuaikan dengan permasalahan mengenai kinerja guru yang di Gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di MIM 2 Kluwih dalam pembelajaran di kelas pemimpin menerapkan gaya directing. dan gaya supporting. Gaya directing tepat apabila diterapkan pada guru yang kinerjanya rendah namun punya komitmen yang tinggi, alu untuk gaya supporting diterapkan karena sangat efektif untuk membangun kemandirian dan inisiatif dari para guru. Gaya kepemimpinan kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dalam pengembangan diri yang di terapkan adalah gaya coaching. gaya ini diterapkan karena gaya ini memberikan pelatihan dan dorongan kepada guru yang sesuai dengan kebutuhan guru yang bersangkutan. Gaya kepemimpinan kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dalam pendidikan di luar pembelajaran yang diterapkan adalah gaya delegatif dan gaya demokratis. Gaya delegatif diterapkan karena adanya kepercayaan kepada kemampuan guru dalam melaksanakan tanggung jawab, lalu untuk gaya demokratis gaya ini sangat ideal untuk menciptakan hubungan yang harmonis, menghargai peran serta dan meningkatkan tingkat partisipasi para guru. Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 03 No. : April ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Eka Erina Rusady. Manajemen Kurikulum Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Tahun 2024 (Studi Kasus di SLB Negeri Punung Pacita. DAFTAR PUSTAKA Bagja Sulfemi. Wahyu. Bahana Manajemen Pendidikan. Jurnal Administrasi Pendidikan, 2 . , 294. Barnawi dan Mohammad Arifin. Kinerja Guru Profesional: Instrumen Pembinaan. Peningkatan dan Penilaian Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA. Nugroho. Danang dkk. Kepemimpinan Ideal Pada Era Generasi Milenial. Journal of Islamic Education Management, 2 . , 62. Mattayang. Besse. Tipe Dan Gaya Kepemimpinan: Suatu Tinjauan Teoritis. Journal of Economic. Management and Accounting, 2 . , 51. Heryati. Yati dan Rusdiana A. Pendidikan Profesi Keguruan. Bandung: CV. Pustaka setia