JIRE (JurnalInformatika&RekayasaElektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Volume 2. No 2. Nopember 2019 PENERAPANMULTI-OBJECTIVE OPTIMIZATION ON THE BASIS OF RATIO ANALYSIS(MOORA) METHOD DALAM MENGEVALUASI KINERJA GURU HONORER Sofiansyah Fadli1. Khairul Imtihan2 1,Teknik Informatika. STMIK Lombok,2,Sistem Informasi. STMIK Lombok Jln. Basuki Rahmat No. 105 Praya Lombok Tengah 83511 1 Sofiansyah182@gmail. com, 2 khairulimtihan31@gmail. Abstract The role of the teacher is very important in the learning process, also advancing the world of education. Because the quality of the teacher becomes a very important aspect, teachers must have competencies that comply with national education standards in order to perform their duties and roles with competency standards that can lead learners to Human beings with knowledge and ability. According to the guidebook for the selection of high achieving teachers, the selection of high achieving teachers to increase the motivation of teachers to improve their professionalism. The selection of outstanding teachers starts from the education unit. Regency/City, province to National. On the basis of why. The government appreciates outstanding teachers as outlined in RI Law No. 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers article 36 paragraph . which says that "Teachers who excel, are exceptionally dedicated, and can help in special areas receive awards". One form of appreciation given to outstanding teachers is to help in the promotion of position. The first step is to look for supporting data as mandated by the National Education Minister's Regulation No. 16 of 2007 on the academic qualification standard and the teacher competency standard, then the requirements used in Competency assessment of this teacher in accordance with pedagogic competence, competence, social, and professional competence and each criterion has a sub criteria. The data obtained were further analyzed using the Multi-Objective Optimization Ratio Analysis (MOORA) method used to determine the highest score or the highest teacher award value based on what was determined by the ranking process. With the final goal this method can be used as a solution to problems in improving the performance of honorary teachers. Keywords : Performance Evaluation. MOORA method. AHP method. Decision Support System Abstrak Peranan guru sangat penting dalam proses pembelajaran, serta memajukan dunia pendidikan. Oleh karena itu kualitas guru menjadi aspek yang sangat penting, guru harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar nasional pendidikan agar dapat menjalankan tugas dan perannya dengan standar kompetensi yang baik yang menghasilkan peserta didik menjadi manusia yang berilmu dan memiliki keterampilan. Menurut buku pedoman pemilihan guru berprestasi, pemilihan guru berprestasi bertujuan untuk meningkatkan motivasi guru dalam meningkatkan profesionalismenya. Pemilihan guru berprestasi dimulai dari tingkat satuan pendidikan. Kabupaten/Kota, provinsi hingga ke Nasional. Atas dasar itulah. Pemerintah memberikan apresiasi kepada guru berprestasi yang dituangkan dalam UndangUndang RI No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 36 ayat . yang mengatakan bahwa AuGuru yang berprestasi, berdedikasi luar biasa, dan atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaanAy. Salah satu bentuk penghargaan yang diberikan kepada guru berprestasi adalah membantu dalam promosi jabatan. Langkah pertama yang dilakukan adalah mencari data pendukung seperti yang diamanatkan oleh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. JIRE (JurnalInformatika&RekayasaElektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Volume 2. No 2. Nopember 2019 Standar Kompetensi Guru maka kriteria yang digunakan dalam penilaian kinerja guru ini berdasarkan pada kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan kompetensi professional dan masing-masing kriteria memiliki sub kriteria. Data yang diperoleh selanjutnya di analisis dengan menggunakan metode MultiObjective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis (MOORA) digunakan untuk menentukan nilai alternatif tertinggi atau nilai kinerja guru honorer tertinggi berdasarkan bobot yang telah ditentukan dengan proses perankingan. Dengan tujuan akhir metode ini dapat digunakan sebagai pemecahan masalah dalam mengevaluasi kinerja guru honorer. Kata kunci : Evaluasi Kinerja. Metode MOORA. Metode AHP. Sistem Pendukung Keputusan Pendahuluan Peranan guru sangat penting dalam proses Oleh karena itu kualitas guru menjadi aspek yang sangat penting, guru harus memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar nasional pendidikan agar dapat menjalankan tugas dan perannya dengan standar kompetensi yang baik yang menghasilkan peserta didik menjadi manusia yang berilmu dan memiliki Menurut buku pedoman pemilihan guru berprestasi, pemilihan guru berprestasi bertujuan untuk meningkatkan motivasi guru Pemilihan guru berprestasi dimulai dari tingkat satuan pendidikan. Kabupaten, provinsi hingga ke Nasional. Atas dasar itulah. Pemerintah memberikan apresiasi kepada guru berprestasi yang dituangkan dalam Undang-Undang RI No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 36 ayat . yang mengatakan bahwa AuGuru yang berprestasi, berdedikasi luar biasa, dan atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaanAy. Salah satu bentuk penghargaan yang diberikan kepada guru berprestasi adalah membantu dalam promosi jabatan. Salah satu bentuk penghargaan yang diberikan kepada guru berprestasi adalah membantu dalam promosi jabatan dan pemberian penghargaan. Akan tetapi proses evaluasi kinerja guru honorer di Kabupaten Lombok Tengah masih terkendala oleh bebrapa hal diantaranya belum ada suatu indikator penilaian kinerja untuk guru honorer dan belum tersedianya sistem pendukung keputusan yang dapat membantu dalam proses evaluasi kinerja guru honorer. Penelitian yang dilakukan oleh . , dengan judul Analisis Penggunaan Metode AHP dan MOORA untuk Menentukan Guru Berprestasi sebagai Ajang Promosi Jabatan, penelitian ini bertujuan agar sistem pendukung keputusan dapat digunakan sebagai alat bantu kepala ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. sekolah untuk mengevaluasi kinerja guru honorer serta dapat melakukan penilaian dan pemilihan guru berprestasi lebih cepat. Berdasarkan penjelasan dari bebrapa kepala sekolah di Kabuapten Lombok Tengah bahwa penilaian evaluasi kinerja guru honorer dilaksanakan secara konvensional sehingga menimbulkan beberapa masalah yang terjadi, diantaranya adalah masih menggunakan sistem manual . idak efisiensi dalam penggunaan anggara. , membutuhkan waktu yang cukup lama . iolah berdasarkan perhitungan manua. , tidak ditentukan kriteria dan subkriteria mana yang menjadi elemen penting yang harus mendapatkan perhatian guru tersebut dalam rangka meningkatkan kinerjanya, guru tidak mengetahui hasil evaluasi kinerja pada kompetensi mana yang bagus dan kompetensi yang kurang, adanya subyektifitas dalam pengambilan keputusan, misalkan jika beberapa guru honorer yang ada memiliki kemampuan yang tidak jauh berbeda . Langkah pertama yang dilakukan adalah diamanatkan oleh Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Standar Kompetensi Guru maka kriteria yang digunakan dalam penilaian kinerja guru ini berdasarkan pada kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan kompetensi professional dan masing-masing kriteria memiliki sub kriteria. Data yang diperoleh selanjutnya di analisis dengan Multi-Objective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis (MOORA) digunakan untuk menentukan nilai alternatif tertinggi atau nilai kinerja guru honorer tertinggi berdasarkan bobot yang telah ditentukan dengan proses perankingan. Dengan tujuan akhir metode ini dapat digunakan sebagai pemecahan masalah dalam mengevaluasi kinerja guru honorer. JIRE (JurnalInformatika&RekayasaElektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Tinjauan Pustaka dan Teori Tinjauan Pustaka Penelitian mengenai evaluasi kinerja telah banyak dilakukan oleh para peneliti. Dalam penelitian . Sistem Pendukung Keputusan Evaluasi Kinerja Guru Honorer SMA Menggunakan Metode Penyelesaian MADM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sistem pendukung keputusan evaluasi kinerja guru honorer SMA menggunakan metode penyelesaian MADM. Metode penyelesaian MADM yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan bobot dari tiap kompetensi dan metode Simple Additive Weighting (SAW) digunakan untuk menentukan nilai alternatif tertinggi atau nilai kinerja guru honorer tertinggi berdasarkan bobot yang telah ditentukan dengan proses perankingan. Penelitian yang dilakukan oleh . dalam penelitian ini dikembangkan sistem pendukung keputusan dengan menggunakan metode AHP dan metode TOPSIS untuk mendapatkan informasi yang sahih, objektif dan handal tentang hasil evaluasi kinerja kepala sekolah. Hasil akhir dari penelitian ini didapatkan bahwa sistem pendukung keputusan evaluasi kinerja kepala sekolah menggunakan metode AHP dan TOPSIS melakukan evaluasi kinerja yang bisa dijadikan alternatif bagi Dinas terkait untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan. Penelitian dengan judul sistem pendukung keputusan seleksi penerimaan tenaga kerja kontrak dengan metode moora pada kantor kepolisian daerah sumatera utara menyimpulkan dengan pemilihan penentuan jenis kriteria, dengan adanya kriteria yang sudah ditentukan selanjutnya nilai kriteria dihitung dalam nilai matrik dan perankingan sehingga didapat tenaga kerja kontrak terbaik . Sistem Pendukung Keputusan Dalam buku . disebutkan bahwa AuDicision Support System (DSS) a computer-based information sistem that combines models and data to provide support for decision makers in solving semi structured or interdependent problems with extensive user involvement, atau dalam bahasa indonesia dapat diartikan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah suatu sistem informasi berbasis komputer mengkombinasikan model dan data untuk menyediakan dukungan memecahkan masalah semi struktur atau ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Volume 2. No 2. Nopember 2019 masalah ketergantungan yang melibatkan user secara mendalam. Menurut . Sistem Pendukung Keputusan atau Decision Support System (DSS) merupakan sistem informasi interaktif yang menyediakan Sistem itu digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi yang semiterstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorang pun tahu secara pasti bagaimana keputusannya harus dibuat. Tujuan dari Sistem Pendukung Keputusan adalah Membantu manajer dalam pengambilan keputusan atas masalah semistruktur Memberikan dukungan atas pertimbangan manajer dan bukannya dimaksudkan untuk menggantikan fungsi manajer Penilaiannya Kinerja Menurut . menyatakan bahwa, umumnya skema manajemen kinerja disusun dengan menggunakan peringkat dan ditetapkan setelah dilaksanakan penilaiann kinerja. Peringkat tersebut menunjukkan kualitas kinerja atau kompetensi yang ditampilkan pegawai dengan memilih tingkat pada skala yang paling dekat dengan pandangan penilai tentang seberapa baik kinerja pegawai. Lebih lanjut lagi . menyatakan bahwa, penilaian kinerja mengacu pada suatu sistem formal dan terstruktur yang digunakan untuk mengukur, menilai, yang berkaitan dengan pekerjaan, perilaku, dan hasil, termasuk tingkat Pengukuran kinerja merupakan komponen sistem strategis dalam penerapan standar karena dapat mengukur efektivitas peningkatan mutu proses dan akuntabilitas institusi . Multi Objective Optimization On The Basic Of Ratio Analysis (MOORA) Metode Moora adalah multiobjectif sistem yang mengoptimalkan dua atau lebih atribut yang saling bertentangan secara bersamaan. Metode ini diterapkan untuk memecahkan masalah dengan perhitungan matematika yang kompleks. Metode MOORA diperkenalkan oleh Brauers dan Zavadkas . Metode ini pertama kali digunakan oleh Braurers pada tahun 2004 dalam suatu pengambilan dengan multi-kriteria. Metode moora banyak diaplikasikan dalam bidang seperti bidang manajemen, bangunan, kontraktor, desain jalan, dan ekonomi. Metode ini memiki tingkat selektifitas yang baik dalam JIRE (JurnalInformatika&RekayasaElektronik. http://e-journal. id/index. php/jire menentukan suatu alternatif. Pendekatan yang dilakukan MOORA didefinisikan sebagai suatu proses secara bersamaan guna mengoptimalkan dua atau lebih yang saling bertentangan pada beberapa kendala . Metode MOORA memiliki fleksibilitas dan kemudahan untuk dipahami dan dipisahkan bagian subjektif dari suatu proses evaluasi ke dalam kriteria bobot keputusan dengan beberapa atribut pengambil keputusan . Metode ini memiliki tingkat selektifitas yang baik dalam menentukan sebuah alternatif. Dimana kriteria yang bernilai menguntungkan . atau yang tidak memiliki keuntungan . Langkah-langkah penyelesaian masalah menggunakan metode MOORA, antara lain: Langkah 1 : Membuat Matriks Keputusan ycUCACA ycUCACC A ycUycoycu ycUc A ycUycoycu ] X = [ ycUcA A A ycUycuCA ycUycuCC A ycUycoycu x adalah nilai kriteria masing-masing kriteria yang direpresentasikan sebagai matriks. Langkah 2 : Melakukan normalisasi terhadap ycUycnyc X*ij = Ocyco ycn=1 ycUycnyc Langkah 3 : Menentukan matriks normalisasi Wj * Xij Langkah 4 : Menentukan Hasil Preferensi yci Yi = Ocyc=1 ycycycU O ycnyc Ae Ocycuyc=yci 1 ycycycUycnyc . Analitycal Hierarchy Process (AHP) AHP merupakan suatu metode pendekatan yang sesuai untuk menangani sistem yang kompleks yang berhubungan dengan penentuan keputusan dari beberapa alternatif dan Metode ini dikembangkan pertama kali oleh Saaty . Model hierarki yang dinyatakan oleh Saaty adalah model hierarki fungsional dengan input utamanya adalah persepsi manusia. Dalam dengan AHP ada beberapa prinsip yang harus dipahami, diantaranya adalah sebagai berikut: Dekomposisi (Decompositio. ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Volume 2. No 2. Nopember 2019 Sistem yang kompleks dapat dipahami dengan memecahkannya menjadi elemenelemen yang lebih kecil dan sehingga mudah Penilaian Komparatif (Comparative judgmen. Kriteria dan alternatif dilakukan dengan perbandingan berpasangan. Menurut Saaty . , untuk berbagai persoalan, skala 1 sampai 9 adalah skala terbaik untuk mengekspresikan Sintesis Prioritas (Synthesis of priorit. Menentukan prioritas dari elemen-elemen bobot/kontribusi elemen tersebut terhadap tujuan pengambilan keputusan. AHP melakukan analisis prioritas elemen dengan metode perbandingan berpasangan antar dua elemen sehingga semua elemen yang ada tercakup. Prioritas ini ditentukan berdasarkan pandangan para pakar dan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap pengambilan keputusan, baik secara langsung . maupun secara tidak langsung . Konsistensi Logis (Logical Consistency Konsistensi memiliki dua makna. Pertama, objek-objek yang serupa bisa dikelompokkan sesuai dengan keseragaman dan relevansi. Kedua, menyangkut tingkat hubungan antar objek yang didasarkan pada kriteria tertentu . Secara umum langkah-langkah dalam menggunakan metode AHP untuk pemecahan suatu masalah adalah sebagai berikut: Mendefinisikan masalah dan menentukan solusi yang diinginkan, lalu menyusun hierarki dari permasalahan yang dihadapi. Menentukan prioritas elemen Langkah pertama dalam menentukan Matriks perbandingan berpasangan diisi merepresentasikan kepentingan relatif dari suatu elemen terhadap elemen yang Matriks K merupaka matriks perbadingan berpasangan antar kriteria. Sintesis Pertimbangan-pertimbangan perbandingan berpasangan disintesis untuk JIRE (JurnalInformatika&RekayasaElektronik. http://e-journal. id/index. php/jire memperoleh keseluruhan prioritas. Hal-hal yang dilakukan adalah: Menjumlahkan nilai-nilai dari setiap kolom pada matriks K. Membagi setiap nilai dari kolom dengan total kolom yang bersangkutan untuk memperoleh normalisasi matriks. Menjumlahkan nilai-nilai dari setiap baris dan membaginya dengan jumlah elemen untuk mendapatkan nilai bobot prioritas. Mengukur Konsistensi Dalam pembuatan keputusan, penting untuk mengetahui seberapa baik konsistensi yang ada karena kita tidak menginginkan keputusan berdasarkan pertimbangan dengan konsistensi yang rendah. Hal-hal yang dilakukan dalam langkah ini adalah sebagai berikut: Setiap nilai pada kolom pertama dikalikan dengan bobot prioritas elemen pertama, kemudian setiap nilai pada kolom kedua dilkalikan dengan bobot prioritas elemen kedua dan seterusnya. Jumlahkan setiap baris (Oc bari. Hasil dari penjumlahan baris dibagi bersangkutan sehingga didapat lamda. Oc ycaycaycycnyc ycyycycnycuycycnycycayc Jumlahkan lamda () dan hasilnya dibagi dengan banyaknya elemen yang ada, hasilnya disebut maks. OcyuI maks = . ycu dengan n = banyaknya elemen yang Hitung Indeks Konsistensi/Consistency Index (CI) dengan rumus: CI = uIycoycaycoycOeyc. ycuOe1 dengan n = banyaknya elemen yang Hitung Rasio Konsistensi/Consistency Ratio (CR) dengan rumus: CR = CI/RC CR = Consistency Ratio/konsistensi rasio CI = Consistency Index/indeks konsistensi RC = Random Consistency/konsistensi Nilai RC sudah ditentukan berdasarkan matriks perbandingan yang dibentuk dan dapat disajikan pada tabel ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Volume 2. No 2. Nopember 2019 Rin Tabel 1. Nilai Random Consistensy (RC) Memeriksa konsistensi hierarki Jika nilainya lebih dari 10%, maka penilaian data judgment harus diperbaiki. Namun jika Rasio Konsistensi (CI/RC) kurang atau sama dengan 0,1 maka hasil perhitungan dinyatakan benar . Metodologi Penelitian Penelitian dengan penerapan Metode MultiObjective Optimization On The Basis Of Ratio Analysis (MOORA) dalam Mengevaluasi Kinerja Guru Honorer yang akan dikombinasikan dengan metode AHP, akan menggunakan metode prototyping dalam model perancanganya. Adapun aktifitas dalam model perancangan Analisis Kebutuhan Desain Coding Pengujian (Testin. Gambar 1. Model Sekuensial Linear Analisis kebutuhan merupakan tahapan menganalisa kebutuhan yang diperlukan dalam pembuatan perangkat lunak Tahap penerjemahan dari data yang dianalisis ke dalam bentuk yang mudah dimengerti oleh Coding adalah tahap penerjemahan data yang telah dirancang menggunakan bahasa pemrograman tertentu Testing adalah tahap pengujian terhadap perangkat lunak yang sudah dibuat. 1 Metode Pengumpulan Data Observasi: Pengumpulan data dilakukan berdasarkan hasil pengamatan langsung pada lokasi penelitian. Wawancara: Pengumpulan data dilakukan melalui komunikasi langsung dengan pihak Dokumentasi: Pengumpulan data dilakukan melalui pengumpulan dokumen dalam bentuk gambar dan berkas yang terkait dengan penelitian. JIRE (JurnalInformatika&RekayasaElektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Volume 2. No 2. Nopember 2019 2 Tahap-Tahapan Penelitian Flowchart perhitungan AHP dan MOORA Input kriteria n Jumlah setiap baris Matriks Perbandingan Berpasangan (PMB) Membuat Matriks Keputusan Matriks Perbandingan yang disederhakan . enjumlahkan nilai tiap kolom MPB) Hasil dari penjumlahan tiap baris dibagi dengan nilai bobot Membagi masingmasing kolom kriteria dengan jumlah matrik tiap-tiap kolom Normalisasi Matriks Hitung Indeks Konsistensi (CI) CI=t-n/n-1 Hitung Rasio Consistensi (CR) CR=CI/RI Matriks Normalisasi Terbobot Normalisasi MPB Menjumlahkan setiap nilai dari baris dari matriks normalisasi kemudian dibagi CR <= 0,1 Tidak Tidak Konsisten Nilai prioritas . Menghitung Nilai Preferensi Konsisten Uji Konsistensi Perangkingan Guru Berprestasi Mengalikan nilai pada kolom MPB dengan Nilai Prioritas Metode AHP Hasil Pembobotan Kriteria Metode MOORA Promosi Jabatan Gambar 3. Flowchart perhitungan AHP dan MOORA Gambar 2. Tahapan Penelitian Implementasi sistem ini dijalankan dengan menggunakan dua proses metode, yaitu pembobotan dengan metode AHP dan peringkat dengan metode MOORA. Dalam metode AHP setelah bobot di dapatkan, akan dilanjutkan dengan menguji konsistensi. Tujuannya apakah bobot tersebut sudah konsisten atau tidak. Jika menghasilkan pembobotan, dan jika tidak maka akan kembali lagi ke matriks perbandingan Setelah bobot di dapat, maka akan dilanjutkan dengan perangkingan menggunakan metode MOORA. Bobot yang di dapat di metode AHP akan masuk ke matriks normalisasi Kriteria Pada penelitian untuk menentukan guru berprestasi sebagai ajang promosi jabatan, kriteria-kriteria yang digunakan yaitu antara Tabel 2. Kriteria Guru Berprestasi C1. KOMPETENSI Pedagogik Menguasai karakteristik peserta didik C1. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik Pengembangan kurikulum Kegiatan pembelajaran yang mendidik Pengembangan potensi peserta didik Komunikasi dengan peserta didik Penilaian dan evaluasi Keperibadian Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial dan kebudayaan nasional Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru Sosial Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak Komunikasi dengan sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, peserta didik, dan C1. C1. C1. C1. C1. C2. C2. C2. C3. C3. ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. JIRE (JurnalInformatika&RekayasaElektronik. http://e-journal. id/index. php/jire C4. C4. Profesional Penguasaan materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang di ampu Mengembangkan tindakan yang reflektif Alternatif Data yang digunakan dalam dalam mengevaluasi kinerja guru honorer: Tabel 3. Kriteria Guru Berprestasi No Alternatif Keterangan Hamdi. ,S. Purwanto. ,S. Subhan. ,M. Dewi Rosatika. ,S. Tati Sunarti. ,S. Volume 2. No 2. Nopember 2019 Setelah menentukan jumlah kolom kriteria, tahap selanjutnya adalah menghitung nilai prioritas kriteria atau membuat matriks konsistensi kriteria dengan rumus jumlah elemen kriteria dibagi dengan jumlah kriteria dalam hal Tabel 6. Matriks rata-rata normalisasi konsistensi 0,286 0,395 0,200 0,182 1,062 0,266 0,286 0,395 0,500 0,545 1,726 0,431 0,143 0,079 0,100 0,091 0,413 0,103 0,286 0,132 0,200 0,182 0,799 0,200 1,000 1,000 1,000 1,000 4,000 1,000 Tahap selanjutnya adalah mengalikan elemen pada kolom matriks perbandingan berpasangan dikalikan dengan hasil nilai prioritas pada Tabel 4, hasil perkalian tersebut kemudian dijumlahkan per tiap baris. Hasil dan Pembahasan Perhitungan Menggunakan AHP Tabel 7. Matriks penjumlahan setiap baris Menentukan prioritas elemen dengan cara menyusun kriteria-kriteria tersebut dalam bentuk matriks perbandingan berpasangan (Pairwise Compariso. Tabel 4. Matriks perbandingan berpasangan 1,000 1,000 2,000 1,000 1,000 1,000 5,000 3,000 0,500 0,200 1,000 0,500 1,000 0,333 2,000 1,000 JUMLAH 3,500 2,533 10,000 5,500 Selanjutnya adalah menghitung nilai elemen kolom kriteria, dimana masing-masing elemen kolom kriteria dibagi dengan jumlah matriks tiap-tiap kolom pada tabel 5. 2, kemudian menjumlahkan matriks baris nilai setiap elemen. Tabel 5. Matriks Normalisasi Nilai Elemen Kriteria Jumlah Per Baris 0,266 0,431 0,206 0,200 1,103 0,266 0,431 0,516 0,599 1,812 0,133 0,086 0,103 0,100 0,422 0,266 0,144 0,206 0,200 0,816 Selanjutnya adalah menjumlahkan matriks hasil penjumlahan per tiap baris pada Tabel 5. dengan hasil nilai AuprioritasAy pada Tabel 5. Tabel 8. Penjumlahan elemen jumlah perbaris dengan nilai prioritas Jumlah /Baris Prioritas Hasil 1,103 0,266 1,369 1,812 0,431 2,244 0,422 0,103 0,525 0,816 0,200 1,015 4,132 Jumlah CI = 0,044 0,286 0,395 0,200 0,182 1,062 IR = 0,286 0,395 0,500 0,545 1,726 CR = 0,049 0,143 0,079 0,100 0,091 0,413 0,286 0,132 0,200 0,182 0,799 Jumlah 1,000 1,000 1,000 1,000 4,000 ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. Konsisten Dari tabel 5. 6, diperoleh nilai-nilai sebagai JIRE (JurnalInformatika&RekayasaElektronik. http://e-journal. id/index. php/jire t = . *(. ,103/0,. ,812/0,. ,422/0,. ,816/0,. = 4,132 Untuk n = 4 diperoleh RI6 = 0,90 sehingga: CI = . ,132-. / . = -0,044 RI6 = 0,90 CR = (CI/RI. = -0,044/ 0,90 = -0,049 Oleh karena CR O 0,1 maka rasio konsistensi dari perhitungan tersebut bisa diterima . Tabel 5. 7 Preferensi Bobot Kriteria Kriteria Volume 2. No 2. Nopember 2019 Jumlah Baris matriks normalisasi per Kriteria C1. C1. 0,380 0,268 2,076 0,933 0,577 0,648 0,285 0,358 2,350 1,022 0,577 0,643 0,285 0,268 2,258 1,022 0,664 0,553 0,285 0,358 2,076 0,846 0,664 0,643 0,285 0,358 2,196 0,935 0,664 0,643 Bobot 0,285 0,358 2,393 0,846 0,664 0,643 Pedagogik 27,0% 0,285 0,268 2,308 0,935 0,664 0,553 Kepribadian 43,0% 0,380 0,268 2,186 0,933 0,664 0,648 Sosial 10,0% Profesional 20,0% Perhitungan Penilaian Menggunakan Metode MOORA Setelah menentukan matriks keputusan, langkah selanjutnya yaitu menormalisasikan Elemen kolom pertama dibagi dengan akar hasil penjumlahan quadrat kolom pertama. Elemen kolom kedua dibagi degan akar hasil penjumlahan quadrat kolom ke dua, begitupun Tabel 9. Matriks Normalisasi Langkah selanjutnya yaitu normalisasi matriks Normalisasi matriks terbobot didapat dengan mengalikan bobot kriteria yang sudah didapat menggunakan AHP dengan Matrisk Normalisasi. Tabel 10. Matriks Normalisasi Terbobot Alternatif Matriks Normalisasi Terbobot C1 ( ) C2 ( ) C3 ( ) C4 (-) 0,266 0,431 0,103 0,200 0,552 0,402 0,059 0,130 0,625 0,441 0,059 0,129 0,601 0,441 0,068 0,111 0,552 0,364 0,068 0,129 0,584 0,403 0,068 0,129 0,364 0,068 0,129 C1. C1. C1. C1. C1. C1. 0,636 0,268 0,322 0,270 0,276 0,276 0,348 0,614 0,403 0,068 0,111 0,581 0,402 0,068 0,130 0,358 0,322 0,270 0,368 0,368 0,348 0,358 0,322 0,270 0,368 0,276 0,348 0,268 0,322 0,270 0,276 0,276 0,348 0,268 0,214 0,405 0,276 0,368 0,348 0,358 0,322 0,405 0,276 0,368 0,348 0,268 0,322 0,405 0,368 0,368 0,261 0,358 0,429 0,270 0,276 0,276 0,261 Selanjutnya yaitu menghitung nilai preferensi, atribut benefit akan dijumlahkan dengan atribut benefit lainnya. Atribut cost akan dijumlahkan dengan atribut cost lainnya. Nilai yi didapat dengan pengurangan dari hasil penjumlahan benefit dan cost. Tabel 11. Hasil Preferensi Max (C1 C2 C. 1,014 Min (C. 0,130 Alternatif Nilai (Y. C1. C1. C1. C1. C1. C1. 0,316 0,316 0,268 0,348 0,261 0,316 0,316 0,316 0,358 0,348 0,261 0,316 1,125 0,129 0,997 1,110 0,111 0,999 0,884 0,316 0,316 0,358 0,348 0,348 0,316 0,316 0,316 0,268 0,261 0,348 0,316 0,985 0,129 0,857 0,316 0,316 0,358 0,261 0,348 0,316 1,056 0,129 0,927 0,316 0,316 0,268 0,261 0,348 0,316 1,069 0,129 0,941 0,316 0,316 0,358 0,261 0,348 0,316 0,111 0,975 0,268 0,348 0,316 1,085 0,316 0,348 0,316 1,052 0,130 0,922 ISSN. 2620-6900 (Onlin. 2620-6897 (Ceta. JIRE (JurnalInformatika&RekayasaElektronik. http://e-journal. id/index. php/jire Langkah Perangkingan dilihat dari nilai yi yang didapat. Guru honorer yang memiliki nilai Yi paling besar merupakan alternatif terbaik dan direkomendasikan menjadi guru berprestasi. Tabel 12. Perangkingan Alternatif Nilai (Y. Rangking 0,884 0,997 0,999 0,857 0,927 0,941 0,975 0,922 Keterangan Layak diberikan Layak diberikan Perlu Peningkatan Kompetensi Kesimpulan dan Saran Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh penulis pada Penerapan Metode Moora Dalam Mengevaluasi Kinerja Guru Honorer dapat disimpulkan sebagai berikut: Aplikasi sistem pendukung keputusan ini dapat mempermudah proses pemilihan guru Aplikasi Sistem pendukung keputusan untuk mengevaluasi kinerja guru honorer dengan Multi Objective Optimization On The Basic Of Ratio Analysis (MOORA) dapat diterapkan dan menghasilkan perhitungan yang sama antara perhitungan Hasil perhitungan masih dilakukan secara umum sehingga belum memberikan nilai kompetensi batas . hreshold competencie. sebagai titikfokus pihak-pihak yang terlibat, misalanya pada kriteria dan atau subkriteria mana yang memiliki nilai tertinggi dan terendah guru tersebut dengantujuan jika guru tersebut mengetahui pada kriteria mana yang perlu ditingkatkan dan pada kriteria mana yang perlu dipertahankan. Daftar Pustaka: