Copyright : ISSN : 2807-9280 @ 2024 Supriyo https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) UPAYA PREVENTIF UNTUK REMAJA TERHINDAR DIABETES MELITUS Supriyo1. Muhammad Yusuf Ibrahim2. Petrus Nugroho DS3. Sri Utami Dwiningsih4 Program Studi Keperawatan Pekalongan Poltekkes Kemenkes Semarang. Indonesia 1,2,3, *e-mail korespondensi : supriyo. pekalongan@gmail. ABSTRAK Latar Belakang : Angka kejadian Diabetes Mellitus di Jawa Tengah pada tahun 2019 yaitu 822 kasus. Terjadinya Diabetes Mellitus tidak hanya pada dewasa tetapi juga pada remaja. Tidak banyak orang mengetahui Diabetes Mellitus pada remaja karena kurangnya pengetahuan. Cara yang tepat digunakan yaitu dengan DSME (Diabetes Self Management Educatio. pada Tujuan : Untuk mengetahui Tingkat pengetahuan setelah dilakukan Diabetes Self Management Education (DSME) pada remaja kelas X di SMAN 2 Kota Pekalongan Metode : Penelitian ini merupakan metode quasy eksperimen pre post test design. Teknik pengambilan menggunakan Teknik sampling. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengetahuan setelah dilakukan DSME dengan menggunakan kuesioner pre post test pada remaja kelas X SMAN 2 Kota Pekalongan Hasil : Setelah dilakukan pengolahan data di ketahui Hasil Hasil uji beda pair t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pre dan post tes pengetahuan setelah dilakukan DSME dengan Sig. -taile. 0,000. Simpulan : DSME . iabetes self management educatio. meningkatkan pengetahuan remaja tentang diabetes mellitus Kata Kunci : Diabetes Mellitus. Pengetahuan. Remaja Supriyo . Muhammad Yusuf Ibrahim2. Petrus Nugroho DS3. Sri Utami Dwiningsih4 JLK Team Page 3 Of 7 Copyright : @ 2024 Supriyo ISSN : 2807-9280 https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) PREVENTIVE EFFORTS FOR TEENAGERS TO AVOID DIABETES MELLITUS 1,2,3, Supriyo1. Muhammad Yusuf Ibrahim2. Petrus Nugroho DS3. Sri Utami Dwiningsih4 Pekalongan Nursing Study Program Polytechnic Health Ministry of Semarang. Indonesia *Corresponding author: supriyo. pekalongan@gmail. ABSTRACT Background: The incidence of Diabetes Mellitus in Central Java in 2019 was 652,822 cases. Diabetes Mellitus occurs not only in adults but also in adolescents. Not many people know about Diabetes Mellitus in teenagers due to lack of knowledge. The appropriate method to use is DSME (Diabetes Self Management Educatio. for teenagers. Objective: To determine the level of knowledge after carrying out Diabetes Self Management Education (DSME) in class X teenagers at SMAN 2 Pekalongan City Method: This research is a quasi experimental pre post test design method. The collection technique uses a sampling technique. This research was conducted to determine knowledge after DSME was carried out using a pre-post test questionnaire on class X teenagers at SMAN 2 Pekalongan City. Results: After data processing, the results were known. The results of the paired t-test showed that there was a significant difference between the pre and post knowledge tests after DSME was carried out with Sig. -taile. Conclusion: DSME . iabetes self management educatio. increases teenagers' knowledge about diabetes mellitus Keywords: Diabetes Mellitus. Knowledge. Adolescents Supriyo . Muhammad Yusuf Ibrahim2. Petrus Nugroho DS3. Sri Utami Dwiningsih4 JLK Team Page 3 Of 7 The Journal of Cross Nursing PENDAHULUAN Diabetes merupakan penyakit penyebab tertinggi terjadinya kebutaan, amputasi kaki dan terjadinya gagal ginjal. Setiap tahunnya semakin banyak penduduk di Provinsi Jawa Tengah yang terkena penyakit DM. Di Jawa Tengah terdapat 496. 181 kasus DM pada tahun 2018, dan pada tahun 2019 terdapat 822 kasus (Dinkes Provinsi Jateng. Di Kota Pekalongan terdapat 15. Kasus. Masyarakat menunjukkan Kurangnya kesadaran tentang diabetes, disertai dengan dengan masih kurangnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dan obatobatan esensial, dapat mengakibatkan diabetes melitus tidak tertangani dengan baik dan dapat menyebabkan komplikasi. Selain itu, diabetes melitus telah menjadi salah satu penyebab utama penyakit dan kematian dini di sebagian besar negara, terutama melalui peningkatan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Pada tahun 2021 Tema Hari Diabetes Dunia adalah Access to Diabetic, dimana pasien dengan diabetic bisa mendapatkan akses dengan baik ke falisilitas pelayanan kesehatan. Banyak orang yang masih terkejut bila mendengar bahwa anak juga bisa menderita diabetes mellitus. Tapi ini kenyataan. Dan, entah bagaimana, semakin lama jumlahnya semakin Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan penggunaan gula di dalam tubuh. Gangguan penggunaan gula ini disebabkan oleh gangguan pada kerja insulin, suatu hormon yang terutama berfungsi untuk mengatur penggunaan gula. Dari berbagai macam jenis DM, ada dua jenis yang sering terjadi pada anak: DM tipe 1 dan DM tipe DM yang paling sering terjadi pada anak adalah DM tipe 1, suatu jenis DM yang disebabkan oleh kerusakan sel beta pankreas, menghasilkan insulin. DM tipe 2 adalah DM yang umum ditemukan pada orang dewasa. ini terjadi akibat gangguan kerja insulin. Penderita DM tipe 1 sangat disarankan meningkatkan asupan serat, dari buah dan sayur, untuk membantu menghambat penyerapan gula yang dihasilkan oleh karbohidrat. Penderita DM tipe 1 sangat disarankan untuk berolah raga teratur karena olah raga dapat mengurangi kebutuhan insulin dan membantu menstabilkan kadar gula darah. Diabetes Mellitus Tipe 1 Copyright : @ 2024 Supriyo Penderita DM tipe 1 memerlukan insulin dari luar karena pada DM tipe 1 terjadi kekurangan produksi insulin akibat rusaknya sel yang bertugas memproduksi insulin . el beta Sampai saat ini, belum ada obat atau tindakan yang dapat memperbaiki sel beta pankreas yang rusak. Penyebab mengapa terjadi kerusakan juga belum diketahui sehingga DM tipe yang ini belum dapat dicegah. Komplikasi DM pada anak hampir sama dengan Komplikasi DM tipe 1 yang paling ditakuti adalah ketoasidosis diabetes (KAD). Komplikasi ini terjadi bila tubuh sangat kekurangan insulin. Keluhan yang sering muncul pada KAD adalah nyeri perut yang makin lama makin berat, mual dan muntah, napas cepat dan akhirnya syok serta penurunan kesadaran. KAD sangat berisiko mengakibatkan kematian. Seperti pada dewasa, komplikasi jangka panjang tersering DM pada anak adalah kerusakaan ginjal dan kerusakan mata, seperti katarak dan retinopati . erusakan saraf mat. Karena itu, fungsi ginjal dan mata harus rutin dipantau. memang belum dapat disembuhkan, tetapi anak yang menderita DM dapat tumbuh kembang dengan baik serta berprestasi seperti anak-anak pada umumnya. Penyuluhan tentang penyakit diabetes melitus pada remaja dilakukan secara onsite/tatap muka yang dihadiri 30 peserta siswa/siswi SMA Sekitar Pekalongan. Kegiatan penyuluhan ini telah dilaksanakan dengan baik dan kondusif. Hasil dari penyuluhan ini mendapat tanggapan dan perhatian yang baik, dapat di lihat dari peningkatan presentase jawaban benar untuk masing-masing soal dari post-test yang diberikan. Diharapkan ke depannya dapat dilakukan kegiatan penyuluhan ini secara rutin dengan topik dan lokasi yang METODE Penelitian ini menggunakan metode quasy eksperimen dengan pre post test design. Teknik pengambilan menggunakan Teknik sampling. Tempat penelitian SMAN 2 Kota Pekalongan. Populasi penelitian ini adalah Siswa Kelas X SMAN 2 Kota Pekalongan dengan jumlah 31 Sampel menggunakan teknik simple random sampling. Instrument penelitian ini menggunakan survei dengan mengisi survei untuk mengetahui Tingkat pengetahuan diabetes Pengolahan data melalui 4 tahap yaitu input Supriyo1. Muhammad Yusuf Ibrahim2. Petrus Nugroho DS3. Sri Utami Dwiningsih4 Page Page 33 Of Of 76 Copyright : @ 2024 Supriyo The Journal of Cross Nursing data, editing atau cleaning, coding dan tabulasi. HASIL Analisa Univariat Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di SMAN 2 Pekalongan. Penelitian ini menyertakan 31 responden dengan Jenis Kelamin. Pengetahuan terhadap diabetes Mellitus responden dapat dilihat pada tabel berikut ini : (Tabel Distribusi Karakteristik Presentas Responden Frekuens e (%) i (N) Perempuan Laki-Laki Tidak Total Tingkat Pengetahuan Jenis kelamin yang digunakan dalam penelitian ini didominasi oleh perempuan yaitu 16 . ,6%) kemudian laki-laki yaitu 15. ,4%). Sedangkan Tingkat pengetahuan tentang diabetes mellitus didominasi kurangnya pengetahuan siswa yaitu 23 . ,2%) dan baik 8 . ,8%). Analisis Bivariat Tests of Normality Kolmogorov- Shapiro- Smirnova Wilk Sta Stati Pre Sig tist Post Jenis Kelamin Total Uji Normalitas Lilliefors Significance Correction Uji normalitas diatas yaitu dengan Kolmogorov Smirnov dengan responden 31 orang yaitu dengan sig pre test 0. 080 dan post Hasil test tersebut Uji beda pre dan post test Variab Rata -rata Pre Post PValu Terdapat Perbedaan antara pre test dan post test setelah dilakukan DSME dengan sig. 0,000. Supriyo1. Muhammad Yusuf Ibrahim2. Petrus Nugroho DS3. Sri Utami Dwiningsih4 Page 43 Of Of 67 Page Copyright : @ 2024 Supriyo PEMBAHASAN Teori yang digunakan dalam meningkatkan kemandirian pasien ini adalah teori Self-care menurut OremAos. Teori ini menyatakan bahwa self-care merupakan kegiatan yang dilakukan oleh individu sendiri untuk memenuhi kebutuhan mempertahankan kesehatan. Teori Orem ini sesuai untuk merawat pasien DM karena tujuan dalam perawatan pasien diabetes melitus yaitu memandirikan pasien diabetes. Orem mengatakan terdapat tiga tingkatan sistem keperawatan yang dirancang guna memenuhi kebutuhan perawatan diri pasien. Salah satunya yaitu sistem pendidikan suportif, yaitu sistem dukungan yang diberikan kepada pendidikan dengan harapan dapat menolong dirinya sendiri. Sistem ini diimplementasikan agar klien dapat melakukan tugas keperawatan setelah pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan dengan metode DSME merupakan perkembangan dari sistem tersebut. Diabetes Self Management Education (DSME) memfasilitasi pengetahuan dan keterampilan manajemen diri diabetes yang dibutuhkan oleh klien DM dalam perawatan diri (Funnell et al. DSME memberikan informasi kepada pasien tentang perawatan diri untuk diabetes. Pengetahuan, keterampilan dan kondisi mental pasien meningkat, memungkinkan pasien untuk mengobati penyakitnya secara mandiri (Marbun et al. , 2. Beberapa komponen perawatan mandiri untuk diabetes antara lain: pengaturan pola makan . , aktivitas fisik/olahraga, kontrol gula darah, minum obat, dan perawatan kaki (Hidayah, 2. Penatalaksanaan DSME berjalan selama 4 sesi. Sesi pertama membahas tentang konsep DM . engertian, penyebab, tanda gejala, klasifikasi, factor risiko, dan komplikas. Sesi kedua membahas Sesi ketiga menjelaskan tentang manajemen stress. Sesi keempat membahas tentang pencegahan komplikasi dan perawatan Dengan teknik pembelajaran seperti ini, responden akan lebih mudah memahami materi yang diberikan karena materi yang disampaikan tidak langsung keseluruhan materi tentang DM tetapi pembahasannya lebih spesifik (Umaroh, mengenai penatalaksanaan DM. Data menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pre dan post tes yang diuji dengan rank spearman dan hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan atau korelasi. Data yang diperoleh sejalan dengan dengan penelitian (Indaryati, 2. dengan hasil bahwa pada kelompok kontrol didominasi oleh self-care cukup . andiri sebagia. yaitu sebanyak . ,5%). Berdasarkan hasil uji statistika dengan menggunakan uji t berpasangan yang menunjukkan bahwa nilai significancy > 0. yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat self care sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok kontrol yang diberikan intervensi pendidikan kesehatan melalui ceramah. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan : Hasil uji beda pair t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pre dan post tes pengetahuan setelah dilakukan DSME di SMAN 2 Kota Pekalongan Saran : Saran bagi masyarakat Responden penelitian 31 Ae 65 tahun sehingga responden bisa mengontrol dan memeriksakan kesehatanya agar dapat mendeteksi dini status kesehatanya. Saran bagi petugas Kesehatan Petugas Kesehatan diharapkan dapat Masyarakat memeriksakan memeriksakan kesehatanya agar dapat mendeteksi dini status Saran bagi mahasiswa Mahasiswa menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi dalam mengembangkan tugas ataupun karya tulis. Mahasiswa juga diharapkan dapat berperan aktif dalam pengembangan ilmu khususnya dalam bidang keperawatan. Saran bagi peneliti selanjutnya Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian tentang uji korelasi yang berhubungan dengan diabetes mellitus serta cara mengontrolnya. Supriyo1. Muhammad Yusuf Ibrahim2. Petrus Nugroho DS3. Sri Utami Dwiningsih4 Page 53 Of 67 Copyright : @ 2024 Supriyo DAFTAR PUSTAKA