VOLUME 4 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI MEMBANGUN MAHASISWA YANG KREATIF DAN PRODUKTIF: SOSIALISASI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR DAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH Pandu Rudy Widyatama*1. Putresa Eka Irmandini2 1Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Dr. Soetomo Surabaya 2Fakultas Keguruan. Universitas PGRI Adi Buana Surabaya *e-mail: pandu. ruw@gmail. ABSTRACT This service activity aims to increase students' creativity in the Teaching Campus Program and their skills in writing scientific papers. The Teaching Campus Program provides opportunities for students to apply the knowledge learned in college to the surrounding world of education, as well as hone practical skills that are important in the world of work. In addition, students also need to be equipped with knowledge and understanding of the importance of scientific writing as a means of sharing the knowledge they have. The method used in this activity is Participation Action Research (PAR), which integrates theory with practice that has been carried out. The results of the service showed a considerable change in the students' ability to organize ideas, formulate scientific arguments, and increase their confidence in writing, which was seen from the number of subjects who were before and after the training. The success of this activity will also affect the development of students' character in facing the challenges of the world of work. Further developments in scientific writing training and the use of technology can have a wider impact. Keywords: socialization, teaching campus programs, scientific writing, student creativity. Participation Action Research (PAR), character development ABSTRAK Kegiatan pengabdian ini yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam Program Kampus Mengajar dan keterampilan mereka dalam menulis karya ilmiah. Program Kampus Mengajar yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah ke dunia pendidikan sekitar, serta mengasah keterampilan praktis yang penting dalam dunia kerja. Selain itu, mahasiswa juga perlu untuk dibekali dengan pengetahuan dan pemahaman yang mengenai pentingnya menulis ilmiah sebagai sarana berbagi pengetahuan yang telah dimiliki. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participation Action Research (PAR), yang mengintegrasikan teori dengan praktik yang telah dilakukann. Hasil pengabdian menunjukkan adanya perubahan yang cukup besar dalam kemampuan mahasiswa dalam mengorganisasi ide, menyusun argumen ilmiah, serta meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menulis yang dillihat dari jumlah subjek yang sebelum pelatihan dan sesudah pelatihan. Keberhasilan kegiatan ini juga akan mempengaruhi pengembangan karakter mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Pengembangan lanjutan dalam pelatihan penulisan ilmiah dan penggunaan teknologi dapat memberikan dampak yang lebih luas. Kata kunci: sosialisasi, program kampus mengajar, penulisan ilmiah, kreativitas mahasiswa. Participation Action Research (PAR), pengembangan karakter PENDAHULUAN Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat memberikan dampak besar dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam bidang pendidikan. Pendidikan yang sebelumnya hanya terfokus pada penguasaan teori saja, kini harus dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman yang menuntut kompetensi praktis dan juga Dalam konteks ini, maka pendidikan tinggi memegang peranan penting dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan yang dapat memenuhi tuntutan dunia kerja dan kehidupan sosial yang terus berkembang maju (Arifin dkk. , 2. Salah satu cara untuk mempersiapkan mahasiswa yang berkualitas dan berkelanjutan adalah melalui program-program yang mendorong kreativitas, inovasi, dan keterampilan praktis, salah satunya Program Kampus Mengajar yang merupakan bagian dari salah satu kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). (Richardo & Cahdriyana, 2. E-ISSN 2830-5620 VOLUME 4 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI Program Kampus Mengajar memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajarinya di bangku perkuliahan dengan terjun langsung ke dunia pendidikan di tingkat dasar maupun menengah (Permana dkk. , 2. Hal ini bertujuan memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di negara Indonesia, khususnya di daerah pelosok yang masih kekurangan sumber daya manusia yang terlatih. Selain itu, program ini mengembangkan kemandirian mahasiswa dengan memperkenalkan mereka pada tantangan nyata di lapangan secara langsung, serta mengasah keterampilan mengajar dan kemampuan berkomunikasi. Namun, sayangnya Program Kampus Mengajarini telah dilaksanakan di berbagai daerah, masih terdapat tantangan dalam meningkatkan efektivitas program tersebut, salah satunya adalah masih kurangnya pemahaman dan keterampilan dalam menulis artikel ilmiah yang dapat menyebarkan hasil pengabdian mereka. Menulis artikel ilmiah bukan hanya bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga sebagai sarana untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas (Agustina, & Ikhlas, 2. Selain menjalankan kegiatan mengajarnya, mahasiswa juga perlu dibekali dengan kemampuan menulis ilmiah yang baik dan sistematis. Kajian literatur yang mengenai kreativitas mahasiswa dalam menulis karya ilmiah menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi sarana yang sangat membantu dalam mengatasi berbagai hambatan dalam proses penulisan. Penelitian yang dilakukan oleh (Widyatama dkk. , 2. yang menunjukkan bahwa penggunaan dari teknologi seperti ChatGPT. Spinner. id, dan Mendeley dapat meningkatkan kreativitas dan kualitas dari penulisan ilmiah mahasiswa, terutama dalam hal pengorganisasian ide, penyusunan argumen, dan pengelolaan referensi. Dengan menggunakan teknologi ini, maka para mahasiswa dapat lebih mudah mengembangkan ide, memperbaiki struktur tulisan, serta memastikan bahwa penulisan mereka yang mereka buat sesuai dengan standar akademik yang berlaku di lembaga universitas. Selain itu, penelitian oleh (Manurung, 2. yang juga mengungkapkan bahwa Program Kampus Mengajar, yang merupakan sah satu bagian dari program Merdeka Belajar, memiliki dampak yang sangat signifikan dalam mengembangkan kompetensi Program ini yang memungkinkan mahasiswa untuk mengasah berbagai keterampilan, mulai dari keterampilan mengajar, berkolaborasi, hingga mengelola waktu dan sumber daya. Sehingga program ini yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik mahasiswa, tetapi juga membentuk karakter dan kepemimpinan mereka yang siap menghadapi tantangan zaman. Melalui kegiatan pengabdian ini, maka diharapkan mahasiswa tidak hanya dapat mengimplementasikan pengetahuan yang mereka peroleh dalam pengajaran Ketika di sekolahnya saja, tetapi juga dapat berbagi hasil pengabdian mereka melalui penulisan artikel ilmiah yang dipublikasikan. Penulisan artikel ilmiah ini yang selain membantu mahasiswa untuk menyusun laporan pengabdian, juga menjadi sarana untuk memperluas jangkauan dan dampak dari kegiatan yang telah mereka lakukan (Rizqi dkk. , 2. Dengan meningkatkan keterampilan menulis, mahasiswa berkontribusi besar terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia (Tanjung & Arifudin, 2. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mampu dalam meningkatkan kreativitas dan produktivitas mahasiswa dalam mengajar sekaligus menulis artikel Melalui sosialisasi Program Kampus Mengajar dan pelatihan penulisan artikel ilmiah, mahasiswa yang diharapkan dapat mengoptimalkan peran mereka sebagai agen perubahan dalam dunia pendidikan. Selain itu, kegiatan ini juga yang bertujuan untuk E-ISSN 2830-5620 VOLUME 4 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI membekali mahasiswa dengan keterampilan yang berguna dalam dunia kerja, sehingga mereka dapat menjadi lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan yang ada di masyarakat. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini yang mana diharapkan dapat memberi dampak positif baik bagi mahasiswa maupun masyarakat, dengan menciptakan generasi muda yang tidak hanya memiliki keterampilan akademik yang baik saja, tetapi juga mampu berkontribusi secara nyata dalam memecahkan berbagai masalah sosial melalui Penulis juga percaya bahwa dengan melibatkan mahasiswa dalam Program Kampus Mengajar dan memberikan mereka pelatihan dalam penulisan karya ilmiah, dapat menciptakan lingkungan yang mendukung adanya pengembangan kreativitas, produktivitas, dan kemandirian mahasiswa tersebut. METODE Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan Participation Action Research (PAR) (Ottosson, 2. bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas mahasiswa dalam Program Kampus Mengajar serta penulisan artikel ilmiah. PAR adalah salah satu dari metode penelitian yang mengintegrasikan penelitian dengan aksi sosial, di mana para peserta . alam hal ini mahasisw. yang mana tidak hanya terlibat dalam pengumpulan data, tetapi juga proses perubahan sosial yang diinginkan. Pendekatan ini yang memfasilitasi mahasiswa untuk mampu berperan aktif dalam proses pembelajaran dan pengembangan diri, serta memberikan mereka kesempatan untuk berkontribusi langsung pada pengabdian masyarakat melalui pengajaran dan penulisan ilmiah. Langkah pertama dalam penerapan metode ini adalah dengan mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh mahasiswa dalam melaksanakan Program Kampus Mengajar, serta dalam menulis artikel ilmiah. Dalam hal ini, mahasiswa yang akan terlebih dahulu mengamati dan menganalisis tantangan yang mereka hadapi saat melakukan kegiatan pengabdian, khususnya dalam hal pengajaran dan penyusunan karya ilmiah. Proses ini dilakukan melalui proses diskusi kelompok, wawancara dengan para mahasiswa, serta pengamatan langsung terhadap interaksi mahasiswa dengan siswa di sekolah tempat mereka mengajar. Data yang diperoleh dari tahap ini akan digunakan untuk merancang intervensi yang sesuai dan berkelanjutan. Setelah proses analisis awal, maka dilakukan pelatihan yang secara intensif untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam kegiatan mengajar dan menulis artikel Selama pelatihan, mahasiswa diberikan kesempatan menguji dan mempraktikkan keterampilan yang telah diajarkan dalam situasi nyata, seperti menyusun artikel ilmiah berdasarkan pada pelaksanaan pengajaran yang dilakukan di sekolah. Proses ini juga dilengkapi dengan bimbingan secara langsung, baik melalui sesi tatap muka selama 1 pertemuan maupun pembelajaran secara daring terprogram. Penilaian terhadap keberhasilan kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan dua jenis alat ukur, yakni kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif, tingkat ketercapaian keberhasilan diukur melalui peningkatan kualitas tulisan ilmiah mahasiswa yang terlibat dalam program. Hasil penulisan mahasiswa sebelum dan sesudah pelatihan dibandingkan dengan menggunakan penilaian kualitas tulisan ilmiah, yang mencakup aspek struktur, tata bahasa, dan akurasi penggunaan referensi. Sedangkan secara kualitatif, perubahan sikap mahasiswa dalam menghadapi tantangan pengabdian dan penulisan ilmiah diukur melalui proses wawancara mendalam dan observasi selama kegiatan berlangsung. Hasil E-ISSN 2830-5620 VOLUME 4 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI wawancara dan observasi akan dianalisis untuk mengidentifikasi perubahan dalam sikap mahasiswa, seperti peningkatan rasa percaya diri, kreativitas, dan inisiatif. Tingkat ketercapaian keberhasilan kegiatan pengabdian ini yang mana dapat dilihat dari beberapa indikator, termasuk perubahan sosial dan budaya di kalangan mahasiswa dan siswa di sekolah tempat mereka mengajar. Di sisi mahasiswa, untuk keberhasilan diukur dari peningkatan kemampuan mereka dalam menyusun artikel ilmiah, serta dari meningkatnya kreativitas dan kepercayaan diri dalam mengajar. Dari sisi sosial budaya, keberhasilan dapat dilihat dari interaksi yang lebih produktif antara mahasiswa dengan siswa. Di sisi ekonomi, meskipun tidak langsung, maka dampak dari adanya program ini dapat dilihat pada peningkatan keterampilan mahasiswa. Dengan pendekatan PAR, maka diharapkan bahwa kegiatan ini yang tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga untuk siswa yang menerima dampak Keterlibatan mahasiswa dalam proses pengabdian yang secara aktif akan memberikan dampak yang lebih signifikan, baik dari segi peningkatan kualitas akan pendidikan di sekolah, maupun dari segi pengembangan karakter dan keterampilan mahasiswa itu sendiri. Proses yang berkelanjutan ini akan memungkinkan tercapainya perubahan yang positif, dengan mendorong mahasiswa untuk terus belajar. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yang berlokasi di Jl. Dukuh Menanggal XII Surabaya Jawa Timur, dengan melibatkan 40 . mpat pulu. orang mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Kegiatan ini yang bertujuan untuk bisa memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya menulis karya ilmiah serta meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam Program Kampus Mengajar. Mahasiswa yang diberikan materi terkait dengan penulisan karya ilmiah yang efektif dan relevansi menulis ilmiah dalam dunia pendidikan, yang akan mereka aplikasikan baik dalam kegiatan pengajaran dan penulisan. Observasi yang dilakukan di sepanjang kegiatan pelatihan dan praktik. Beberapa temuan utama yang diperoleh dari observasi adalah sebagai berikut. Penyampaian Materi tentang Program Kampus Mengajar Gambar 1. Putresa Eka Irmandini menyampaikan materi Kampus Mengajar Gambar 1. di atas yang menunjukkan penyampaian materi tentang Program Kampus Mengajar yang dilakukan oleh saudari Putresa Eka Irmandini. Dalam sesi ini, para mahasiswa diberikan gambaran mengenai peran mereka sebagai pengajar di sekolah dan bagaimana mereka bisa memanfaatkan kegiatan tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Mahasiswa sangat antusias dalam mengikuti sesi ini, terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang muncul terkait tantangan. E-ISSN 2830-5620 VOLUME 4 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI Penyampaian Materi tentang Pentingnya Menulis Karya Ilmiah Gambar 2. Pandu Rudy Widyatama. Pd. Gr. menyampaikan materi Artikel Ilmiah Gambar 2. di atas yang memperlihatkan materi yang disampaikan oleh Pandu Rudy Widyatama. Pd. Gr. mengenai pentingnya menulis karya ilmiah, baik sebagai bagian dari kewajiban akademik maupun sebagai upaya kontribusi bagi pengembangan ilmu Sesi ini yang membantu mahasiswa memahami tujuan dan manfaat dari menulis karya ilmiah, yang tidak hanya berguna dalam dunia akademik, tetapi juga memiliki dampak sosial yang signifikan. Antusiasme Mahasiswa Mengikuti Kegiatan Sosialisasi Gambar 3. Mahasiswa peserta kegiatan bertanya terkait kedua materi Gambar 3. di atas menunjukkan antusiasme mahasiswa selama kegiatan sosialisasi. Mahasiswa dari berbagai angkatan ini sangat aktif dalam bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman mereka tentang tantangan yang dihadapi dalam menulis karya Hal ini yang menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil membangkitkan minat dan kesadaran akan mahasiswa tentang pentingnya menulis ilmiah. Sesi Praktik Menulis Karya Ilmiah dan Foto Bersama Mahasiswa Gambar 4. Mahasiswa mengikuti praktik membuat akun jurnal dan foto bersama Gambar 4. di atas yang memperlihatkan peserta yang sedang berlatih praktik membuat akun jurnal untuk artikel ilmiah berdasarkan materi yang telah diberikan. E-ISSN 2830-5620 VOLUME 4 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI Meskipun fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya menulis ilmiah, mahasiswa juga diberi kesempatan untuk mempraktikkan keterampilan yang telah diajarkan dalam menulis artikel ilmiah dengan tujuan untuk mengembangkan kompetensi mereka dalam menyusun argumen dan referensi yang kuat serta memberi pengembangan pada kemampuan mereka yang lebih baik. Tabel 1. Hasil Observasi Kemampuan Mahasiswa dalam Menulis Karya Ilmiah Aspek yang Diteliti Mengorganisasi Ide Menyusun Argumen Logis Menggunakan Referensi yang Tepat Kepercayaan Diri dalam Menulis Penguasaan Teknik Penulisan Ilmiah Sebelum Pelatihan 10 orang Sesudah Pelatihan Peningkatan 35 orang 25 orang 12 orang 30 orang 18 orang 8 orang 28 orang 20 orang 14 orang 36 orang 22 orang 6 orang 32 orang 26 orang Hasil observasi ini yang menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan mahasiswa untuk mengorganisasi ide dan menyusun argumen secara logis setelah mengikuti pelatihan. Sebelum pelatihan, sebagian besar dari mahasiswa yang masih merasa kesulitan dalam menyusun artikel ilmiah yang terstruktur dengan baik. Namun setelah pelatihan ini, maka lebih banyak mahasiswa yang dapat mengorganisasi ide dan menyusun artikel ilmiah secara lebih efektif dan sistematis. Beberapa mahasiswa yang diwawancarai juga memberikan testimoni tentang pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan sosialisasi ini. Berikut adalah beberapa wawancara dengan 4 . mahasiswa dari masing-masing angkatan. Wawancara dengan perwakilan mahasiswa angkatan 2021 yang mengatakan. AuDulu saya merasa kesulitan menulis artikel ilmiah, biasanya sering merasa bingung tentang cara memulai dan mengorganisasi ide. Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya jadi lebih tahu dan mengerti bagaimana cara menyusun tulisan yang terstruktur dengan baik. Ini sangat membantu saya, terutama dalam menyelesaikan tugas kuliah akhir. Ay Wawancara dengan perwakilan mahasiswa angkatan 2022 yang mengungkapkan. AuSelama ini saya hanya tahu menulis secara umum saja, tapi belum tahu pentingnya menulis karya ilmiah secara sistematis. Setelah pelatihan, saya belajar bagaimana dalam membuat argumen yang logis dan menyusun referensi dengan benar. Saya merasa lebih siap untuk memulai menulis artikel ilmiah ke depannya. Ay Wawancara dengan perwakilan mahasiswa angkatan 2023 mengatakan. AuPelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya. Saya sebelumnya merasa takut salah penulisan ilmiah, terutama dalam menyusun teori dan merujuk ke sumber yang tepat. Setelah mengikuti pelatihan, saya merasa lebih percaya diri dan tahu apa yang harus dilakukan. Ay Wawancara dengan perwakilan mahasiswa angkatan 2024 yang mengatakan. AuDari kegiatan ini mengubah cara pandang saya tentang pentingnya menulis ilmiah. Tidak hanya untuk tugas akademik saja, tapi juga untuk berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan. Saya jadi lebih mengerti tujuan dari menulis ilmiah dan bagaimana cara menyusunnya dengan baik dan benar. Ay Kegiatan pengabdian ini berhasil mencapai tujuan utama untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah. Penulis artikel E-ISSN 2830-5620 VOLUME 4 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI ilmiah yang baik tidak hanya mengandalkan pengetahuan yang didapat di ruang kelas, tetapi juga membutuhkan keterampilan dalam mengorganisasi ide, menyusun argumen yang logis, dan merujuk ke sumber yang tepat. Selama pelatihan, mahasiswa di sini yang diberikan pemahaman mendalam yang mengenai proses menulis karya ilmiah yang terstruktur dengan baik, sehingga mereka dapat lebih siap dalam menghadapi tugas akademik maupun tantangan di dunia kerja. Salah satu dari hal yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah akan pentingnya menulis sebagai sarana untuk mengkomunikasikan ide dan pengetahuan yang telah Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan memiliki tujuan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teori, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan praktisnya, seperti menulis artikel ilmiah yang berkualitas (PPKn UNIPA, 2. Sehingga pelaksanaan dari pelatihan ini dirasa sangat relevan dalam rangka mendukung pengembangan keterampilan mahasiswa yang akan berguna dalam karier profesional mereka di masa depan. Salah satu dari aspek yang mendasari pentingnya menulis ilmiah adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis para mahasiswa (Safitri dkk. , 2. Penulisan ilmiah memerlukan mahasiswa untuk berpikir secara sistematis, mengorganisasi ide dengan jelas, dan juga menyusun argumen yang berbasis pada data dan teori yang benar. Dalam sesi pelatihan, mahasiswa diberikan latihan-latihan yang dapat membantu mereka dalam memahami bagaimana mengorganisasi ide dengan baik dan menyusun argumen ilmiah yang kuat. Ini adalah salah satu dari keterampilan penting yang akan mereka bawa setelah lulus dari universitas untuk lebih bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Pentingnya menulis karya ilmiah yang juga bisa ditekankan dalam konteks pengajaran (Suhartono dkk. , 2. Mahasiswa tidak hanya belajar untuk menulis untuk kepentingan akademik saja, tetapi juga untuk mengkomunikasikan ide mereka kepada audiens yang lebih luas, baik dalam bentuk publikasi ilmiah, laporan penelitian, laporan pengabdian maupun artikel yang dapat digunakan untuk menyebarkan pengetahuan di masyarakat (Puspita & Susmita, 2. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa belajar bahwa menulis ilmiah adalah sarana untuk berbagi pengetahuan dan berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, bukan hanya sekadar kewajiban akademik semata. Selain itu, dalam kegiatan ini mahasiswa juga diberi pemahaman tentang betapa besar manfaat menulis ilmiah dalam kehidupan sosial dan budaya. Menulis ilmiah dapat menjadi sarana untuk bisa memperkaya perbendaharaan ilmu pengetahuan yang ada di masyarakat dan mempengaruhi kebijakan atau praktik lebih baik (Ishak, 2. Misalnya, artikel ilmiah yang dihasilkan dari penelitian atau pengabdian kepada masyarakat dapat dijadikan sebagai acuan bagi pihak lainnya dalam merumuskan kebijakan atau programprogram yang lebih tepat sasaran dan sesuai kondisi lingkungan. Walaupun kegiatan ini sudah memberikan dampak positif yang sangat signifikan terhadap keterampilan menulis mahasiswa, ada beberapa tantangan yang masih harus Salah satunya adalah masih adanya keterbatasan waktu mengajarkan penulisan ilmiah yang mendalam dan menyeluruh (Noorjannah, 2. Walaupun mahasiswa semakin percaya diri dalam menulis, tantangan teknis dalam penulisan seperti mengutip referensi yang benar dan menyusun sitasi dengan tepat masih perlu terus diasah. Kegiatan ini yang memberikan dampak jangka panjang dalam pengembangan karakter dan kompetensi mahasiswa, tidak hanya dalam dunia akademik saja tetapi juga dalam kehidupan profesional mereka. Mahasiswa yang terbiasa menulis artikel ilmiah dengan cara yang benar dan sistematis akan lebih siap dalam menghadapi tantangan di E-ISSN 2830-5620 VOLUME 4 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI dunia kerja, terutama dalam bidang yang membutuhkan keterampilan komunikasi dan penulisan yang baik (Hafizd dkk. , 2. KESIMPULAN Hasil yang diperoleh adalah kegiatan pengabdian ini mampu mencapai tujuannya dalam meningkatkan keterampilan mahasiswa untuk menulis karya ilmiah serta menunjukkan akan pentingnya Program Kampus Mengajar sebagai bagian dari sarana pengembangan diri mereka. Melalui pelatihan intensif mengenai penulisan ilmiah, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang cara mengorganisasi ide, menyusun argumen yang logis, dan menggunakan referensi yang tepat. Hasil observasi ini yang menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah, dengan lebih banyak mahasiswa yang dapat mengorganisasi ide secara efektif dan menyusun argumen ilmiah yang lebih kuat. Kelebihan dari kegiatan ini yaitu: Kegiatan ini berhasil membangkitkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya menulis ilmiah sebagai sarana berbagi pengetahuan dan kontribusi terhadap proses perkembangan ilmu pengetahuan. Mahasiswa menunjukkan peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri mereka dalam menulis karya ilmiah. Mereka merasa lebih siap untuk menyusun artikel ilmiah yang sesuai standar akademik dan lebih percaya diri dalam menghadapi tugas akademik. Program Kampus Mengajar memberikan mahasiswa kesempatan mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari dalam pengajaran di sekolah, sekaligus meningkatkan keterampilan komunikasi dan kepemimpinan mereka. Kekurangan dari kegiatan ini yaitu: Salah satu dari tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan waktu untuk mengajarkan penulisan ilmiah secara mendalam dan sistematis. Walaup mahasiswa mengalami peningkatan, tantangan dalam penguasaan teknik penulisan yang lebih mendalam masih perlu mendapat perhatian yang lebih lanjut. Beberapa dari mahasiswa masih ada yang mengalami kesulitan dalam mengelola referensi dan sitasi yang tepat. Ini merupakan aspek yang perlu terus diasah agar mereka bisa menulis artikel ilmiah dengan lebih baik. Saran dan rekomendasi yang bisa diberikan meliputi: Kegiatan ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan memberikan pelatihan yang lebih mendalam mengenai teknik penulisan ilmiah, terutama dalam hal pengelolaan referensi dan sitasi yang sistematis. Pengembangan kegiatan ini juga bisa mencakup penggunaan teknologi yang lebih beragam dalam mendukung penulisan ilmiah, seperti alat-alat untuk menganalisis literatur atau alat bantu lainnya yang lebih canggih. Program ini juga dapat diperluas dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa dari program studi lain untuk memberikan dampak yang lebih luas. E-ISSN 2830-5620 VOLUME 4 No. https://jurnal-adaikepri. id/index. php/JUPADAI DAFTAR PUSTAKA