Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 IMPLEMENTASI METODE LEAN MANUFACTURING SYSTEM UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PROSES KEGIATAN PICKING MATERIAL (STUDI KASUS DI AREA WAREHOUSE PT. PHC INDONESIA) Ika Puspa Dewi Abstrak Di tengah situasi ekonomi dunia yang sulit akibat penyebaran pandemi virus corona (COVID-. , para pelaku industri manufaktur dituntut untuk tetap bisa bertahan dan bertumbuh. Langkah-langkah perbaikan yang konkret dan berkelanjutan . harus dilakukan oleh para pelaku industri manufaktur dengan mengendalikan segala bentuk aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah . on-added valu. , untuk memberikan nilai tambah terhadap produk yang dihasilkan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan . Salah satu langkah perbaikan yang bisa dilakukan oleh para pelaku industri manufaktur adalah dengan mengimplementasikan metode lean manufacturing system melalui metode analisis Value Stream Mapping (VSM) yang digabungkan dengan Cause-Effect Diagram . M1E). Implementasi metode lean manufacturing system dilakukan pada proses picking material produk Biomedical di area warehouse PT. PHC Indonesia. Hal ini dilatarbelakangi oleh pencapaian angka jumlah picking material tahun kerja 2019 yang hanya 59% dari angka picking material tahun kerja 2020, yang menyebabkan keraguan pada bagian warehouse dalam hal pengiriman material ke lini produksi. Namun penerapan Lean Manufacturing System pada beberapa bagian picking material menjawab keraguan tersebut dengan pencapaian output produksi yang dapat menjawab tantangan tahun kerja 2020 ke arah perubahan positif pada angka produktivitas yaitu sebesar 34. 08% dari tahun kerja 2019. Kata kunci: krisis ekonomi global, perbaikan berkelanjutan, non-added value, lean manufacturing Abstract In the midst of a difficult world economic due to pandemic of Corona Virus (COVID-. , manufacturers are demanded to remain surviving and growing. Manufacturers must carry out a concrete steps and continuous improvement . by controlling all non-added value activities, in order to provide an added value to products that meets customer satisfaction. One of continuous improvement that possible to do by manufacturers is to implement the method of lean manufacturing system through Value Stream Mapping (VSM) analysis combined with the Cause-Effect Diagram . M1E). Implementation of lean manufacturing system is carried out into picking material process of Biomedical products at warehouse are of PT. PHC Indonesia. The background is the achievement of productivity in FY2019 which is only 59% of the number of total demands that have been set before for FY2020, that caused doubts in warehouse area regarding the material delivery to lane production. Productivity increased after research done and implementing of continuous improvement, that evidenced by achievement of production output became increased 34. 08% positively of the demandAos target in FY2020 compared with FY2019. Keywords: global economic crisis, continuous improvement, non-added value, lean manufacturing system Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 PENDAHULUAN Krisis ekonomi global yang terjadi akhir-akhir ini akibat pandemic Covid-19 adalah sebuah hal yang tidak dapat dihindari oleh para pelaku industri manapun. Peningkatan produktivitas melalui penerapan Lean Manufacturing System adalah pilihan yang wajib dilakukan oleh para pelaku industri tersebut demi terwujudnya cost efficiency dan juga cost effectiveness. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk tetap bisa bertahan dan menjaga eksistensi di dunia industri global yang semakin dinamis dan kompetitif. Para pelaku industri manufaktur berusaha untuk melakukan berbagai bentuk perbaikan yang berkesinambungan . ontinuous improvemen. supaya dapat memberikan nilai tambah terhadap produk . arang dan/ataupun jas. yang dihasilkan, sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumen . ustomerAos demand. Cost efficiency dianggap sebagai hasil output dari penerapan segala bentuk aktivitas, ketika produktivitasnya mencapai high productivity (Gasperz, 2. Dan pengawasan terhadap cash flow merupakan kegiatan yang penting bagi para pelaku industri manufaktur, yang erat berhubungan dengan inventory. Karena inventory merupakan bahan baku yang tidak bergerak . Aktivitas pengawasan terhadap cash flow kerap dilakukan di area gudang . , karena gudang merupakan bangunan yang biasa digunakan untuk menyimpan barang yang akan digunakan dalam proses produksi, juga barang hasil produksi yang siap dipasarkan (Warman, 2. Tiga kategori kegiatan yang biasa dilakukan di area gudang adalah penerimaan material dari supplier . , penyimpanan material . dan penyuplaian material . Dan salah satu bentuk efisiensi yang bisa dilakukan yaitu pengawasan terhadap penggunaan tata letak yang baik, media penyimpanan dan proses pengiriman material yang lebih efektif ke lini produksi. Sistem pergudangan yang efektif akan memberikan kontribusi pada nilai produk yang dihasilkan PT. PHC Indonesia, yang merupakan produsen alat kesehatan, menjadi salah satu perusahaan yang menerima dampak positif di tengah situasi pandemi seperti ini. Karena produkproduk yang diproduksi oleh PT. PHC Indonesia bisa digunakan untuk mendukung para tenaga Salah satu produk yang diproduksi oleh PT. PHC Indonesia dan menjadi unggulan adalah produk Biomedical . edical freezer. CO2 Incubator, medical refrigerato. Tingginya permintaan terhadap produk-produk Biomedical tersebut menyebabkan kenaikan angka produksi harian pada tahun 2020 ini sebesar 39,82% dari angka tahun 2019, yaitu sebesar 26 unit menjadi 44 unit. Selain itu, produk Biomedical memiliki harga yang cukup mahal sehingga mampu memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap profit perusahaan. Gudang PT PHC Indonesia dengan proses picking material-nya merupakan lokasi yang menjadi input awal seluruh kegiatan proses produksi sebuah produk Biomedical. Picking material akan melakukan proses picking sesuai dengan kapasitas produksi harian yang telah ditetapkan sebelumnya. Angka produksi di tahun kerja 2019 . dianggap masih level low productivity jika dibandingkan dengan target angka produksi pada tahun kerja 2020 . Ketidakmampuan proses picking material di area warehouse untuk memenuhi target output sebanyak 44 units dapat menyebabkan angka output di lini produksi tidak tercapai atau bahkan bisa menyebabkan stop line di lini produksi. Hal ini tentunya yang harus dihindari dan dipikirkan bagaimana cara untuk dapat meningkatkan produktivitas pada proses picking material di area warehouse Studi kasus dengan menggunakan metode analisa Cause-Effect Diagram . M1E) dan Value Stream Mapping (VSM) coba dilakukan untuk mendeteksi masalah-masalah yang menyebabkan low productivity tersebut dan mengontrol segala bentuk aktivitas-aktivitas yang Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 tidak memiliki nilai tambah . on-added valu. Pada penelitian ini terdapat beberapa proses kegiatan non-added value, yang diindikasikan menjadi penyebab rendahnya produktivitas pada proses picking material. TINJAUAN PUSTAKA Gudang . adalah bagian dari logistik perusahaan yang digunakan untuk menyimpan semua barang-barang . aw material, goods in process, finished good. (Heizer & Barry, 2. Fungsinya sebagai tempat penyimpanan . memiliki peranan yang sangat Tingginya tingkat penggunaan atau pemanfaatan gudang di sebuah perusahaan membuat efisiensi waktu dan ruang adalah elemen yang penting untuk selalu diperhatikan. Oleh sebab itu diperlukan adanya suatu pengaturan yang tepat dan cepat dalam penggunaan ruang gudang Gudang juga digambarkan sebagai suatu sistem logistik dari sebuah perusahaan. Selain fungsinya untuk menyimpan produk dan segala perlengkapan produksi lainnya, juga memiliki fungsi untuk menyediakan informasi mengenai status serta kondisi material atau produk yang disimpan di ruang gudang tersebut. Hal ini menyebabkan informasi tersebut kelak dapat mudah diakses oleh siapapun yang berkepentingan. Fungsi utama gudang . dalam sebuah perusahaan adalah sebagai tempat penyimpanan bahan mentah . aw materia. , barang setengah jadi . oods-in-progres. , dan produk yang telah jadi . inished good. Selain itu, gudang . juga memiliki fungsi sebagai tempat penampungan barang yang akan dikirim atau barang yang akan datang (Warman. Pergudangan adalah kegiatan menyimpan barang dalam gudang dan terdapat tiga fungsi utama dalam aktivitas pergudangan menurut Warman . , yaitu: Perpindahan (Movemen. Salah satu kegiatannya adalah memperbaiki perputaran persediaan dan mempercepat proses pesanan dari produksi hingga ke pengiriman utama. Fungsi movement dibagi menjadi aktivitas-aktivitas, meliputi: Penerimaan (Receivin. Merupakan aktivitas penerimaan barang dimana di dalamnya terdapat aktivitas-aktivitas seperti pembongkaran muatan, penghitungan kuantitas yang diterima dan inspeksi kualitas dan kerusakan, dan juga aktivitas-aktivitas lain yang berkaitan dengan penerimaan barang di gudang. Put Away Merupakan proses pemindahan barang dari dok penerimaan ke gudang penyimpanan. Customer Order Picking Merupakan aktivitas pemindahan barang dari gudang penyimpanan atau dari lokasi picking untuk kemudian disiapkan untuk proses pengiriman. Packing Proses packing merupakan proses pengemasan barang yang akan dikirim ke konsumen. Cross Docking Proses ini merupakan proses pemindahan barang dari area receiving langsung ke lokasi Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 Shipping Aktivitas ini merupakan pengiriman produk dan meliputi proses pembuatan. Penyimpanan (Storag. Merupakan aktivitas penyimpanan barang berupa bahan baku . aw materia. dan barang jadi . inished good. Pertukaran informasi (Transfer Informatio. Merupakan aktivitas pertukaran informasi seperti informasi mengenai stok barang yang ada di gudang ataupun informasi lainnya yang berguna. Informasi ini merupakan informasi untuk pihak di luar gudang maupun pihak gudang itu sendiri. METODE PENELITIAN Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berlandaskan atas filsafat post positivism, yaitu menganalisis berdasarkan data empirik sensual yang digunakan dalam mencari makna sebenarnya terhadap kondisi sebuah obyek yang alamiah, dimana peneliti merupakan instrumen kunci (Sugiyono. Tehnik pengumpulan data pada metode penelitian kualitatif adalah dengan tri-angulasi . , analisa data bersifat induktif dan hasil penelitian menekankan pada makna. Jenis Penelitian Kualitatif Ada beberapa jenis penelitian kualitatif (Johnson, 2. , antara lain: Fenomenologi Jenis penelitian kualitatif ini memperhatikan dan menelaah fokus fenomena yang terjadi untuk diteliti dari berbagai aspek subjektif dari perilaku. Penggalian data dalam penelitian jenis ini dilakukan dengan wawancara kepada objek atau informan yang terlibat, serta berikutnya melakukan observasi objek penelitian secara langsung. Etnografi Jenis penelitian kualitatif ini memiliki tujuan untuk mengkaji bentuk dan fungsi bahasa yang terdapat pada suatu budaya, yang nantinya digunakan untuk dapat berkomunikasi dengan individu di dalamnya. Jenis penelitian etnografi biasa dilakukan untuk berfokus pada kegiatan atau ritual tertentu yang ada di masyarakat. Studi Kasus . ase stud. Peneliti akan meneliti suatu kasus atau fenomena tertentu yang terjadi di masyarakat, yang dilakukan secara mendalam untuk mempelajari latar belakang, keadaan dan interaksi yang Teori Dasar . rounded theor. Merupakan jenis penelitian kualitatif yang dilakukan untuk menemukan suatu teori ataupun untuk menguatkan teori yang sudah ada dengan mengkaji prinsip teori yang sudah ada Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 Metode Histori . istorical researc. Merupakan jenis penelitian kualitatif yang memiliki fokus pada peristiwa-peristiwa yang telah berlalu dan melakukan proses rekonstruksi berdasarkan sumber data ataupun saksi sejarah yang masih ada. Segala bentuk kesaksian ataupun keterangan dari saksi sejarah ini harus dapat Jenis Data Jenis atau sumber data dapat dikelompokkan pada 2 kategori besar (Sugiyono, 2. , yaitu: Data Primer Data yang dikumpulkan secara langsung pada lokasi penelitian ataupun objek yang sedang Data primer dalam penelitian kali ini berupa data mengenai rencana produksi, forecast, penerimaan PO . urchase orde. , tata letak gudang PT. PHC Indonesia tahun kerja 2019 dan hasil survei . langsung terhadap narasumber . Data Sekunder Data yang digunakan untuk mendukung data-data primer, contohnya jurnal penelitian, buku referensi, dan modul pelatihan. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berupa jurnal penelitian dan buku-buku referensi. Pada penelitian ini, peneliti coba menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus, karena peneliti sendiri bekerja di PT. PHC Indonesia, sehingga mampu melakukan analisa dan observasi secara langsung di area peneliti bekerja, yaitu di area warehouse PT. PH Indonesia. Metode Pengumpulan Data Selain melakukan survei secara langsung, menurut Sugiyono . ada beberapa metode pengumpulan data lainnya yang harus dilakukan, antara lain: Observasi Merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara pengamatan langsung ke lokasi objek penelitian, dalam hal ini seluruh proses kegiatan picking material Biomedical di area warehouse PT. PHC Indonesia. Penelitian interaktif Penelitian interaktif bisa dilakukan dengan metode wawancara. Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk saling bertukar informasi atau ide melalui tanya-jawab, sehingga informasi yang terkumpul dapat mengkonstruksikan makna dari suatu objek (Sugiyono, 2. Partisipan dari wawancara ini merupakan pihak dari beberapa departemen lain yang memiliki hubungan dan berinteraksi langsung dengan proses picking material. Dokumentasi Dokumen merupakan catatan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi, dalam bentuk data-data ataupun gambar. Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 Korelasi dari ketiga metode pengumpulan data di atas dapat diilustrasikan seperti Gambar 3. 1 di bawah ini. Gambar 1. Korelasi Teknik Pengumpulan Data Metode Analisa Data Metode analisa data digunakan untuk mempermudah peneliti dalam melakukan proses identifikasi objek penelitian. Dalam penelitian kualitatif, pengolahan dan analisa data menekankan pada pengamatan secara langsung . tanpa menggunakan rumus atau formula, sehingga data yang didapatkan nantinya berupa hasil pengamatan terhadapa fenomena yang terjadi (Sugiyono, 2. Beberapa tahapan yang dilakukan dalam metode analisa data ini adalah (Sugiyono, 2. Reduksi Data Data yang diperoleh di lapangan selama penilitian perlu diolah dan dipilah, sehingga penelitian dapat lebih memfokuskan pada hal-hal yang pokok dan penting saja. Semakin lama penelitian dilakukan akan semakin banyak data yang didapatkan. Dalam penelitian kali ini, data-data yang didapatkan adalah sebagai berikut : Kebijakan dan slogan perusahaan PT. PHC Indonesia tahun kerja 2020. Data target angka produksi produk Biomedical tahun kerja 2020. Tata letak warehouse Biomedical PT. PHC Indonesia. Data waktu kerja aktual . rocess tim. proses picking material Biomedical pada tahun kerja Laporan aktual hasil output picking material Biomedical tahun kerja 2019. Data process mapping seluruh aktivitas picking material Biomedical tahun kerja 2019. Hasil wawancara narasumber mengenai kendala tidak tercapainya angka produktivitas proses picking material Biomedical tahun kerja 2019. Penyajian Data Langkah selanjutnya yang harus dilakukan setelah mereduksi data adalah penyajian data. Penyajian data pada penelitian kualitatif berupa teks yang bersifat naratif (Sugiyono, 2. Penyajian data dapat berupa penjelasan singkat dan bagan mengenai hubungan antar kategori. Data yang disajikan pun merupakan data yang telah diolah dan dipilah . eduksi dat. Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 Verifikasi Data Langkah ketiga dalam penelitian kualitatif adalah menarik kesimpulan . , yang merupakan hasil temuan baru yang belum pernah ada sebelumnya. Hasilnya dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori. Hasil dari penelitian ini akan diverifikasi ulang oleh piham manajemen PT. PHC Indonesia untuk dicek kebenaran dan keakuratannya. Gambar 2. Siklus Analisa Interaktif Penelitian Kualitatif HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Tata letak area warehouse material produk Biomedical di PT. PHC Indonesia terdiri dari susunan letak fasilitas operasional yang digunakan untuk mendukung seluruh aktivitas-aktivitas di area warehouse. Dan penempatan material dilakukan berdasarkan sistem FIFO-FEFO . irst in, first out. first expired, first ou. , selain berdasarkan urutan material yang tertera pada BOM . ill of materia. Hal itu selain bertujuan untuk mempermudah operator di area warehouse pada proses picking, juga untuk menghindari resiko salah memilih atau mengambil material. Tata letak area warehouse PT. PHC Indonesia pada tahun kerja 2019 menggunakan tata letak arus AuUAy dengan media penyimpanan berbentuk horizontal. Tata letak model ini membuat aktivitas picking dan transportasi material dilakukan memutar karena terdapat beberapa gang atau lorong tempat penyimpanan material yang diletakkan di atas pallet. Setelah melakukan proses picking material sesuai nama material . artAos nam. , kode material . artAos numbe. dan jumlah . berdasarkan daftar material pada job order yang tertera pada handheld yang terhubung dengan ERP . nterprise resource plannin. , seorang picker harus mencetak . transfer slip atau DHR . aily history recor. Cycle time yang dilakukan oleh seorang picker dalam menyelesaikan aktivitas picking material untuk kebutuhan produksi masing-masing 1unit Biomedical dijelaskan pada Tabel 1 di bawah ini. Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 Tabel 1. Data Waktu dan Jumlah Unit Biomedical Pencapaian pada tahun kerja 2019 tersebut di atas berdasarkan total waktu kerja efektif yang dilakukan pada shift 1, yaitu 455 menit. Jika dibandingkan dengan target total forecast di tahun kerja 2020 untuk seluruh produk Biomedical sebesar 10. 415 unit selama setahun, maka terdapat selisih angka pencapaian yang harus dicapai untuk tiap modelnya seperti yang ditunjukkan pada Tabel 2 di bawah ini. Tabel 2. Data pencapaian pada tahun kerja 2019 dan Forecast pada tahun kerja 2000 Berdasarkan data forecast Tabel 2 di atas, waktu ideal yang dibutuhkan untuk masing-masing produk Biomedical menjadi meningkat pula, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 3 di bawah ini. Tabel 3. Waktu proses ideal pada tahun kerja 2020 Untuk mencapai selisih angka tersebut dibutuhkan berbagai macam langkah perbaikan yang berkelanjutan. Langkah awal yang dilakukan untuk menganalisa kondisi tersebut adalah melalui metode analisa Value Stream Mapping (VSM). Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 Dengan metode analisa VSM ini mampu mendeteksi beberapa non-added value activities pada proses picking material, antara lain walking, unboxing dan wrapping. Ketiga aktivitas tersebut dirasa perlu dan penting untuk dilakukan, tapi juga menjadi penghambat rendahnya produktivitas di area warehouse. Sedangkan added value activities yang terdeteksi adalah picking dan scanning material. Tabel 4 menjelaskan rincian waktu yang diperlukan untuk melakukan non-added value dan added value activities pada proses picking material. Pada Tabel 4 terlihat jelas bahwa kecenderungan aktivitas non-added value yang menyebabkan rendahnya produktivitas pada proses picking material di area warehouse dan perlu dikendalikan adalah pencetakan transfer slip (DHR). Karena pada saat seorang picker mencetak transfer slip (DHR) terdapat aktivitas walking untuk menuju ke printer dan kembali ke trolley Tabel 4. Waktu Proses Aktual Added Value dan Non-Added Value Karena jumlah printer yang tersedia di area warehouse hanya 1 unit dan lokasi penempatannya yang tersentralisasi dan kurang strategis menyebabkan timbulnya loss-time akibat adanya non-added value berupa walking, meskipun aktivitas berjalan . ini merupakan aktivitas yang penting dan perlu untuk dilakukan. Gambar 3 menjelaskan kondisi tata letak area warehouse produk Biomedical, yang menunjukkan lokasi penempatan printer dan jarak yang ditempuh oleh seorang picker untuk mencetak DHR. Gambar 3. Lokasi Penempatan Printer Dari Gambar 3 di atas, perlu dipikirkan usulan lean yang dapat meminimalisir waktu proses yang dilakukan oleh seorang picker pada saat mencetak transfer slip dengan memotong jarak printer, yaitu dengan menempatkan printer di lokasi picking material sesuai dengan model dari produk Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 Biomedical. Usulan perbaikan ini membutuhkan beberapa tambahan perlengkapan dan perubahan tata letak fasilitas yang dijelaskan pada Tabel 5 dan Gambar 4 di bawah ini. Tabel 5. Tambahan Perlengkapan Pada Lean Fasilitas Gambar 4. Lokasi Penempatan Printer Setelah Perbaikan Penerapan lean fasilitas pada area warehouse produk Biomedical mampu memberikan perubahan yang signifikan terhadap waktu proses yang dilakukan oleh seorang picker pada saat picking material. Hal ini dikarenakan seorang picker sudah tidak perlu untuk berjalan . jauh pada saat mencetak transfer slip (DHR). Perubahan setelah penerapan lean fasilitas terlihat pada Tabel 6. Untuk melakukan aktivitas cetak DHR, seorang picker di Area A hanya membutuhkan waktu sekitar 0. 23 menit untuk model MCO, dan 0. 27 untuk model MDF dan MPR. Di Area B seorang picker hanya membutuhkan waktu 0. 04 menit, di Area C sekitar 0. 03 menit dan di Area D sekitar 0. 14 menit. Sehingga secara keseluruhan, produktivitas meningkat sekitar 97%. Tabel 6. Data sebelum dan sesudah penerapan Lean Fasilitas Jarak . Man Power Area Model MCO MDF MPR MCO MDF MPR MDF Total Sebelum Lean . 15 orang Sesudah Lean . Waktu Proses Cetak DHR . Perubahan . Sebelum Lean . Sesudah Lean . Perubahan Produktivitas . Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 Penataan tata letak pada produk Biomedical menjadi temuan kedua yang menjadi penyebab rendahnya produktivitas pada proses picking material di area warehouse. Pendekatan dengan menggunakan metode analisa Cause-Effect Diagram . M1E) mampu mendeteksi ketidakefektifan penggunaan tata letak produk Biomedical di area warehouse, khususnya untuk kategori bulky material. Penggunaan tata letak yang tidak efektif menyebabkan pemanfaatn area penyimpanan . menjadi berlebih, sehingga waktu pada proses picking material menjadi Metode tata letak AuUAy yang ada menimbulkan beberapa aktivitas non-added value, berupa walking ke gang atau lorong pada saat pengambilan material. Dan metode penyimpanan material berbentuk AuhorizontalAy . engan menggunakan palle. juga memperlambat proses pengambilan material. Usulan perubahan yang dilakukan terkait lean tata letak adalah dengan mengubah lay-out yang ada dari metode AuUAy ke metode arus Aulurus sederhanaAy (Warman, 2. Metode arus Aulurus sederhanaAy merupakan metode dimana arus barang nantinya berbentuk garis lurus, sehingga proses keluar-masuk material tidak melalui gang atau Lorong yang berkelok-kelok lagi dan prosesnya menjadi lebih cepat. Metode penyimpanan material pun diubah menjadi bentuk AuverticalAy dengan mengganti pallet ke rak. Tabel 7 menunjukkan perubahan yang terjadi setelah penerapan lean tata letak. Tabel 7. Data setelah penerapan Lean Tata Letak Penerapan lean tata letak mampu menghilangkan aktivitas di Area 2 karena space yang menjadi tidak ada karena perubahan tata letak dari metode AuUAy ke metode arus Aulurus sederhanaAy. Berkurangnya Area 2 berarti waktu proses di Area 2 inipun akan menghilang 100%, sedangkan waktu proses di Area 1 akan berkurang sebesar 67% karena rotasi perputaran untuk pengambilan material 1 unit produk Biomedical akan berkurang menjadi 2 rotasi saja, walaupun di Area 3 masih terdapat 3 kali rotasi. Berkurangnya waktu proses di Area 2 memberi dampak positif juga untuk perubahan space untuk masing-masing area tersebut. Perubahan media penyimpanan dari metode pallet ke rak mampu menghemat Area 1 sebesar 67%. Area 2 sebesar 100% walaupun Area 3 bertambah sebesar 116%. Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 SIMPULAN DAN SARAN Tahapan-tahapan perbaikan yang berkesinambungan dan mengacu pada metode analisa Lean Manufacturing System telah dilakukan pada proses picking material produk Biomedical di area warehouse PT. PHC Indonesia. Hal itu dilakukan dengan mengendalikan segala bentuk waste yang berupa aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah . on-added valu. pada 1 rangkaian proses picking material, yang terdeteksi dengan mengimplementasikan metode analisa Value Stream Mapping (VSM) dan Cause-Effect Diagram . M1E). Potensi hambatan terbesar adalah penggunaan metode tata letak dan media penyimpanan material yang kurang tepat, yang menyebabkan banyak aktivitas non-added value yang selama ini dilakukan dapat dideteksi dan diminimalisir. Penerapan lean fasilitas dengan penambahan jumlah printer dan peletakannya yang mendekatkan ke masing-masing area penyimpanan material produk Biomedical mampu meningkatkan produktivitas sebesar 34. 08% karena mampu memotong waktu proses seorang picker untuk melakukan proses pencetakan transfer slip (DHR), sehingga total jumlah picking material untuk 1 unit Biomedical dapat meningkat. Selanjutnya, penerapan lean tata letak dengan mengubah metode penyimpanan yang awalnya metode arus AuUAy dengan pola AuhorizontalAy diubah menjadi metode arus Aulurus sederhanaAy dengan pola AuverticalAy mampu mengurangi waktu proses sebesar 50% dari 1. 3 menit 7 menit dan menghemat space sebesar 29% karena berkurang dari 180. 1m2 menjadi Jurnal Manajemen Bisnis Tri Bhakti Vol. 1 No. Februari 2022 p-ISSN : 2828-1128 DAFTAR PUSTAKA