Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 KESALAHAN KEBAHASAAN HASIL TERJEMAHAN BUKU SULTyCN LIYAUMI WyCHIDI KARYA YAQUB AL-SYyCRAWANy Auliaty Andika MaharaniA. Ilham Rezki DamaiA. Putri Maulidya RahmanA. Darsita SuparnoA Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Email: auliatyandikam@gmail. comA, rdilham07@gmail. comA, putrimaulidyarahman@gmail. comA, darsitasuparno@uinjkt. ABSTRACT This study aims to present the results of editing language errors such as sentence logic, sentence effectiveness, standard language usage, spelling mistakes, and punctuation errors in the translated text of the book Sultyn Liyaumi Wyhidi. This research employs a qualitative method. Qualitative research data consists of words or images. The benefit of this study is to provide an overview of language error editing in translated texts. The methods used include descriptive, standard, and content analysis methods. The text edited is the translation of Chapter 8 of the book Sultyn Liyaumi Wyhidi. There were 25 punctuation errors, 31 spelling errors, and 19 sentence effectiveness errors Keywords: Linguistic. Linguistic errors. Translation. Proofreading ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan hasil penyuntingan kesalahaan kebahasaan seperti logika kalimat, efektivitas kalimat, kebakuan, kesalahan ejaan dan ejaan dalam teks hasil terjemahan buku Sultyn Liyaumi Wyhidi. Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif. Data penelitian kualitatif berupa kata-kata atau gambar-gambar. Adapun manfaat dari penelitian ini adalah memberikan gambaran mengenai penyuntingan kesalahan kebahasaan pada teks terjamahn. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, standar dan analisis isi. Teks yang disunting adalah terjemahan buku Sultyn Liyaumi Wyhidi pada bab 8. Terdapat 25 kesalahan tanda baca, 31 kesalahan ejaan, 19 kesalahan efektivitas Kata Kunci: Kebahasaan, kesalahan kebahasaan, terjemah, penyuntingan. PENDAHULUAN Penerjemahan memegang peran penting dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk di tingkat lokal, nasional, dan internasional, karena dapat meningkatkan akses terhadap informasi. Dalam hal ini penerjemahan memungkinkan orang untuk memperoleh informasi yang sebelumnya tidak tersedia dalam bahasa asli mereka. Hal ini khususnya bermanfaat dalam situasi seperti studi atau bekerja di negara asing, membaca literatur asing, atau mencari informasi online dari situs web yang ditulis dalam bahasa yang berbeda. Menurut Moeliono . alam Al Faris. penerjemahan melibatkan reproduksi pesan bahasa sumber dengan padanan yang paling dekat dan wajar dalam bahasa sasaran, baik dalam arti maupun gaya bahasa. Terjemahan yang baik akan terdengar alami dan Volume 07 Nomor 02. Juli Ae Desember 2. 148 Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 tidak terasa seperti terjemahan. Oleh karena itu, penerjemahan harus memungkinkan pengungkapan makna yang akurat, jelas, dan wajar, sesuai dengan makna yang terkandung dalam bahasa sumber. Penyesuaian gramatikal, leksikal, dan budaya juga diperlukan dalam proses penerjemahan untuk mencapai padanan yang paling dekat dan wajar. (Al-Farisi & Zaka, 2011:. Penerjemahan merupakan suatu bentuk tindak komunikasi yang tak dapat dipisahkan dari bahasa. Karena itu, dalam membahas topik ini, tak dapat terelakkan untuk memahami konsep-konsep kebahasaan yang terkait. (Machali, 2000:. Seorang penerjemah selalu dihadapkan pada berbagai hambatan yang dapat memengaruhi hasil terjemahan yang dihasilkan. Beberapa hambatan dapat diatasi dengan baik, sementara yang lain tak dapat diselesaikan dengan Namun, tak jarang masalah-masalah yang muncul bersifat kompleks dan memerlukan solusi yang cermat. Hambatan tersebut dapat bersifat kebahasaan maupun non-kebahasaan dan akan sangat mempengaruhi kualitas terjemahan yang dihasilkan. (Setiadi, 2017:. Menurut S. Piet Corder dalam bukunya yang berjudul "Introducing Applied Linguistics", kesalahan berbahasa adalah pelanggaran terhadap kode bahasa yang dapat terjadi baik pada penutur asli maupun pembelajar bahasa. Hal ini tidak hanya bersifat fisik tetapi juga menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap kaidah bahasa yang dipelajari. Kesalahan berbahasa Indonesia meliputi pemakaian kata, kalimat, dan paragraf yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia baku, serta penggunaan ejaan dan tanda baca yang tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dalam buku Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Kriteria yang digunakan untuk menentukan apakah suatu bentuk tuturan salah atau tidak adalah kaidah bahasa baku yang dijelaskan dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Perlu dibedakan antara kesalahan berbahasa dan kekeliruan berbahasa, dimana kesalahan terjadi secara sistematis karena belum dikuasainya sistem kaidah bahasa yang bersangkutan, sedangkan kekeliruan terjadi karena gagal menerapkan sistem kaidah bahasa yang sebenarnya telah dikuasai. (Corder, 1. Secara keseluruhan, kesalahan berbahasa dapat disebabkan oleh berbagai faktor, baik dari ketidaksengajaan maupun kurangnya pemahaman terhadap aturan dan kaidah bahasa. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan pemahaman linguistik dan melakukan proses edit dan revisi sebelum mempublikasikan tulisan. Beberapa faktor yang memengaruhi kesalahan berbahasa dari penulis sendiri, yaitu: Ketidakjelian penulis saat mengetik, yang mengakibatkan kesalahan fonologi seperti pengurangan, penambahan, dan pergantian fonem yang tidak konsisten. Rendahnya pemahaman penulis terhadap penggunaan kosakata baku, huruf kapital, miring, tebal, kata depan, imbuhan, dan struktur kalimat, yang dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan linguistik. Kemampuan dwibahasa, yaitu bahasa daerah dan bahasa asing, seperti bahasa Arab, dapat memengaruhi pilihan kata yang digunakan. Rendahnya pemahaman terhadap rujukan yang digunakan, sehingga terjadi kesalahan dalam menafsirkan isi referensi. Volume 07 Nomor 02. Juli Ae Desember 2. 149 Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 Kebiasaan masyarakat Indonesia menuliskan kata berdasarkan hal yang familiar, dan cenderung mengubah kata baku dengan kata yang lebih enak didengar . Penggunaan sistem transkripsi, yaitu menulis kata sesuai dengan yang Pengklasifikasian bahasa atas alasan nomenklatur, misalnya dalam bidang hukum, dapat menyebabkan keluar dari aturan kaidah bahasa Indonesia. Tidak melakukan proses edit dan revisi setelah menulis draf, yang dapat mengakibatkan kesalahan ejaan, tata bahasa, dan isi tulisan yang tidak sesuai dengan topik atau tema yang dibahas. (Suhartina, 2021:. LANDASAN TEORI DAN METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif. Berdasarkan definisi Bryman data penelitian kualitatif berupa kata-kata atau gambar-gambar. (Muhammad, 2. Pada penelitian kualitatif dimungkinkan menggunakan berbagai metode untuk penelitian dengan latar alamiah agar tujuan penelitian dapat dicapai. Penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan beberapa model seperti studi kasus, biografi, fenomenoloi, analisis teks, etnografi dan seterusnya. Berdasarkan beberapa model penelitian kualitatifi model analisis teks akan digunakan pada penelitian ini dengan mencari kesalahan kebahasaan hasil terjemahan dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia. Kata dasar sunting melahirkan bentuk turunan menyunting . ata kerja/verb. , penyunting . ata benda/nomin. , dan penyuntingan . ata benda/nomin. (KBBI,200: 1. Kata menyunting bermakna . menyiapkan naskah siap cetak atau siap terbit dengan memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa . enyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalima. merencanakan dan mengarahkan penerbitan . urat kabar, majala. 'menyusun atau merakit . ilm, pita rekama. dengan cara memotong-motong dan memasang kembali (KBBI, 2008: 1. Selanjutnya, kata penyuntingan bermakna proses cara perbuatan suntingmenyunting. segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan menyunting. pengeditan' (KBBI, 2008: 1. Dengan demikian, penyuntingan naskah adalah proses, cara, atau perbuatan menyunting naskah Orang yang melakukan pekerjaan menyunting naskah disebut penyunting naskah istilah penyunting naskah lazim dipadankan dengan kopieditor yang berasal dari bahasa Inggris. Oleh karena itu, tugas penyunting naskah dapat diperinci sebagai berikut: menyunting naskah dari segi kebahasaan . jaandiksi, struktur kalima. memperbaiki naskah dengan persetujuan penulis/pengarang: . membuat naskah enak dibaca dan tidak membuat pembaca bingung . emperhatikan keterbacaan naska. membaca dan mengoreksi cetak coba . HASIL DAN PEMBAHASAN Volume 07 Nomor 02. Juli Ae Desember 2. 150 Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 Deskripsi Buku Infromasi Judul Buku Pengarang Penerjemah Teks yang Keterangan Sultyn Liyaumi Wyhidi Yaqub Al-Syyrawany Nur Rizkha Fauziah Bab 8 Teks 1, halaman 89, paragraf 1, baris 2 Teks 2, halaman 89, paragraf 1, baris 6 Teks 3, halaman 89, paragraf 1, baris 9 Teks 4, halaman 89, paragraf 1, baris 13 Teks 5, halaman 89, paragraf 1, baris 17 Teks 6, halaman 90, paragraf 1, baris 2 Teks 7, halaman 90, paragraf 1, baris 5 Teks 14, halaman 91, paragraf 1, baris 9 Teks 15, halaman 92, paragraf 1, baris 1 Teks 16, halaman 92, paragraf 1, baris 6 Teks 15, halaman 92, paragraf 1, baris 1 Teks 16, halaman 92, paragraf 1, baris 6 Teks 17, halaman 92, paragraf 1, baris 11 Teks 18, halaman 92, paragraf 1, baris 13 Teks 19, halaman 92, paragraf 1, baris 15 Teks 20, halaman 93, paragraf 1, baris 5 Teks 21, halaman 93, paragraf 1, baris 10 Suntingan Teks Teks 1: UA EEIN EI AO uEO IO II EIOIAUAO AC O EI II O EIIOIA A AEI OIN I EEI E OE IOIAUAAE OA EO EC OIONA Transliterasi: Akhyran afyqa Abu al-Hasan min taAotsyri al-munawwim, lakinnahu kyna fy hajati ily mazydi min al-naumi, fazalla harysyn Aoaly ighlyqi Aoainaihi, falam yatanabbahu an alzalym ly yazylu mukhayyiman. Terjemahan: Volume 07 Nomor 02. Juli Ae Desember 2. 151 Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 Akhirnya Abu Hasan terbangun dari tidurnya. Akan tetapi dia masih mengantuk, jadi dia masih memejamkan mata, da ia tidak menyadari keadaa sekitar. Kesalahan: Kesalahan tanda baca seharusnya menggunakan titik (. ) pada konjungsi AoAkan tetapiAo dan diikuti tanda baca (,) koma setelahnya. Kesalahan ejaan pada kata AodanAo. AokeadaanAo, pemborosan kata AomasihAo dalam satu kalimat yang sama. Kesalahan adanya dua subjek AodiaAo pada kalimat kedua. Perbaikan: Akhirnya Abu Hasan terbangun dari tidurnya. Akan tetapi, dia masih mengantuk jadi, dia memejamkan mata, dan tidak menyadari keadaan sekitar. Teks 2: AO OCE AO AN EOOAE IOIN II O EON O A EIA AEA N OE AOCNA Transliterasi: Waryha yataqallabu fy firysyihi li-yuwysila naumahu Aoindamy saytara Aoalaihi ihsysun gharybun fa-aAoyda lamsa al-firysyi tahtahu wa-al-ghityAoi fauqahu. Terjemahan: Dan ia mulai berguling ke tempat tidurnya dengan prasaan yang aneh ketika dia menyentuh bawah kasur dan atas selimutinya!. Kesalahan: Kesalahan ejaan kata AoperasaanAo, tidak ada tanda baca koma (,) sebelum kata AoketikaAo. Kesalahan konjungsi AodanAo di awal kalimat. Perbaikan: Dia mulai berguling ke tempat tidurnya dengan perasaan yang aneh, ketika dia menyentuh bawah kasur dan atas selimutinya. Teks 3: A "EIEIA:AN EO IEI AO EO EON ! I OAE ON EO IAN AO NOEA A I AO AAON O II OIA,ANI II O EIOIA Transliterasi: Hadza laisa malmasa firysyy alladzy iAotad-tu Aoalaihi tsumma wysala hadytsuhu ily nafsihi fy dzuhylin: Aual-malmasu huny nyAoimun syadydun al-nuAoymati, ammy firysyy fafyhi syaiAoun min khusyynatin. Terjemahan: Prasaan ini bukan tempat tidur yang biasa aku pakai. Kemudia dia berbicara dengan dirinya sendiri: ini sangat lembut, tidak dengan tempat tidurku yang agak Volume 07 Nomor 02. Juli Ae Desember 2. 152 Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 Kesalahan: Kesalahan ejaan kata AoperasaanAo dan Aokemudian, seharusnya menggunakan tanda baca petik dua (AuAA. pada kalimat langsung. Perbaikan: Perasaan ini bukan tempat tidur yang biasa aku pakai. Kemudian dia berbicara dengan dirinya sendiri. Auini sangat lembut, tidak dengan tempat tidurku yang agak Ay Teks 4: AOA OION EI OANI OI NO ! INN EI EIIO EO EO O N II OIA AI N EO EEOI O EEOI EO OOA AON EE INA Transliterasi: Wafatha Aoainihi lam yafham aina huwa! Myhadzihi al-myddatu al-mutamawwijah al-bayydaAou allaty tahyta bihi min arbaAoatin jawyniba? My hadzy al-syaiAou al-llaynu ghyyata al-llyni alladzy yaghusu fyhi bikulli jismihi?. Terjemahan: Dan ia membuka kedua matanya, la tidak mengerti dimana dia! Apa ini yang mengelilingi keempat sisinya? Dan ini apa yang sangat lembut menutupi Kesalahan: Terdapat dua konjungsi AodanAo dalam satu kalimat, seharusnya ada tanda baca titik ) sebelum kata AoapaAo pada kalimat ke-2, kata AodanAo pada kalimat ke-3. Perbaikan: Dia membuka kedua matanya dan tidak tidak tahu ada di mana. Apa ini yang mengelilingi keempat sisinya?. Apa yang sangat lembut menutupi tubuhnya. Teks 5: A NE O AOC I II AOC I ENOA: AE IAN O OOA Transliterasi: SaAoala nafsahu waAoyin: hal atyru fauqa al-sahybin am anymu fauqa ajnihati alhawyAoi Terjemahan: Dia bertanya pada dirinya sendiri : apakah saya tidur terbang diatas awan? Kesalahan: Seharusnya menggunakan tanda baca petik dua (AuA. pada kalimat langsung. Kesalahan penggunaan preposisi di- pada kata Aodi atasAo. Perbaikan: Volume 07 Nomor 02. Juli Ae Desember 2. 153 Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 Dia bertanya pada dirinya sendiri. Auapakah saya tidur terbang di atas awan ?Ay. Teks 6: !"A "O EEIO I OI EI AO OCO uEO EIA: AOEA OEN O OCOEA Transliterasi: Wa talaffata haulahu waAoyda yaqylu: au laAoallany mittu wa-any al-yna fy taryqy ily aljannati Terjemahan: Dia melihat di sekelilingnya dan berkata : atau saya sudah meninggal dan sekarang saya sudah berada di surga! Kesalahan: Seharusnya menggunakan tanda petik dua (AuAA. pada kalimat langsung. Kesalahaan ejaan preposisi di- pada kata Aodi atasAo. Kesalahan tanda baca koma (,) sebelum konjungsi AodanAo Perbaikan: Dia melihat di sekelilingnya dan berkata. Auatau saya sudah meninggal dan sekarang saya sudah berada di surga!Ay. Teks 7: A OI IAUA OAO EE C IO NA,AOA IN OE AOC EAA !AEOI E OO OA Transliterasi: WarafaAoa jismahu wajalsa fauqa al-firysyi, wa fy al-hyli asyraqat anwyrun byhiratun, waanzyhat Aoan al-jawynibi al-arbaAoi satyAoiru haryriyyatuh baydyAou! Terjemahan: Dan dia bangun kemudian duduk diatas kasur, dan cahaya datang saat tirai putih bergeser dari empat sisi tempat tidurnya. Kesalahan: Kesalahan ejaan preposisi AodiAo pada kata Aodi atasAo. Kesalahan tanda baca koma (,) sebelum kata AodanAo. pada frasa A C IOAyang diterjemahkan Aocahaya datangAo belum komunikatif, pada kata AobergeserAo diganti menjadi AoterbukaAo dan diletakan pada akhir kalimat agar komunikatif. Perbaikan: Dia bangun kemudian duduk di atas kasur dan cahaya muncul saat tirai putih dari keempat sisinya terbuka. Teks 12: Volume 07 Nomor 02. Juli Ae Desember 2. 154 Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 A N EEI EO O I I N OEA:AOI OION OIO AOC EA ONO ONOA A EEI EOAOA EI OEIN EEINAU"AI IIEIA Transliterasi: WaAoaghmadu Aoainaihi wartamy fauqa al-firysyi wahuwa yahdy: Auhadzy al-hulmu alAoajybu yajibu an AoastamtaAoa bihi atwalu muddah mumkinatiAy, lakinna al-wasyfyti lam yatruknahu li-ahlymihi Terjemahan: Dan dia memejamkan mata dan mengigau: mimpi aneh dan aku harus menikmatinya selama mungkin. Akan tetapi para pelayan tetep ada pada Kesalahan: Kesalahan tanda baca, seharusnya menggunakan tanda petik dua (AuAA. untuk kalimat langsung. Kesalahan tanda baca titik (. ) sebelum konjungsi akan tetapi dan diikuti tanda koma (,). Kelebihan tanda konjungsi AodanAo dalam satu kalimat. Kesalahan ejaan AotetepAo merupakan kata tidak baku. Perbaikan: Dia memejamkan mata dan mengigau. Aumimpi aneh dan aku harus menikmatinya selama mungkinAy. Akan tetapi, para pelayan tetap ada pada mimpinya. Teks 13: A OC OON EONI E OII EN EIOI E II IIAUAEI EEI OCN II EA EA Transliterasi: Kyna al-sultyn yuryqibuhu min khalfi al-sityri, waqad asyyra biyadaihi ilaihinna alla yamsahna lahu bi al-naumi aktsar mimma nyma! Terjemahan: Sedangkan Sulthan mengawasinya dari balik tirai, dan ia menunjuk dengan tangannya ke arahnya agar tidak terlalu lama untuk tidur! Kesalahan: Tanda baca koma (,) tidak perlu digunakan sebelum konjungsi AodanAo. Kalimat Aoia menunjuk dengan tangannya ke arahanyaAo tidak komunikatif. Perbaikan: Sedangkan sultan mengawasi dari balik tirai dan ia menunjuk ke arahnya agar tidak terlalu lama untuk tidur! Teks 14: Volume 07 Nomor 02. Juli Ae Desember 2. 155 Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 :ACI ION EOCA I ON IE OI OON OC II EN EEA OCEA ,"!A" I EI EA EO I IN e OIOEO EEIA AOCI EOCA uEO OIOIN OC I OI EAON IIA I OI IEOIA "A "ONN IIAE EO AEN o EEIA:AEOOI o O OCEA AOC EA EO EO I OIOIN OIN A II EE EIOI OON AA AyA "ON AE EO OO CIOE OI EEIA:AII OCEA Transliterasi: Taqaddamat nahwahu al-wyqifah Aoan yusyrihi tahmilu baina yadaihy ibryqyn min al-dzahabi al-khalisi waqylat: AuaAoydadny al-myAoa al-dyfiAoa alladzy iAotadta an tastakhdimahul lil-ightisyli yy mauly al-sultyn!, wataqaddamati al-wyqifah ily yamynihi waqad nasyarat baina kaffaihy minsyafatan mutarrazah birasymin mulawwanah al-hayawynyt watuyyr gharybah waqylat: Auwa hadzihi minsyafatuka allaty tufaddiluhy yy sayyidy al-sultynAy. Waqtaribati al-fatytu al-ukhry allaty Aoinda yamynihi wamaAoahy khuffun min al-jaldi al-tstsamyni yughattyhi firyAoun nyAoimun waqylat: wahadzy khuffuka alladzy yuryhu qaddamaika yayAoizamah al-sultynAy. Terjemahan: la mendektainya, dan berdiri disebelah kirinya, dengan membawa lentera yang terbuat dari emas dan berkata: tuan! kami sudah menyiapka air hangat untukmu mandi. Wanita iu pindah berdiri ke sebelah kananya, dengan membawa handuk bergambar binatang dan burung berwarna-warni yang ia letakan ditangannya, sambil berkata: ini handukmu tuan yang kau sukai. Dan wanita lainnya datang menghampirinya degan membawa sendal dan berkata ini sendalmu yang biasa kau pakai yang mulia. Kesalahan: Terdapat kesalahan ejaanan pada kata AomendektainyaAo seharusnya AomendekatinyaAo, kata AomenyiapkaAo seharusnya AomenyiapkanAo, kata AodeganAo seharusnya AodenganAo, kata AoiuAo seharusnya AoituAo. Kesalahan ejaan pada preposisi Aodi sebelahAo seharusnya dipisah menjadi Aodi sebelahAo, pada kalimat. AuIni handukmu tuan yang kau sukaiAy seharusnya. Auini handuk yang kau sukai tuanAy. Pada kalimat. Auini sendalmu yang biasa kau pakai yang muliaAy. Seharusnya,Ayini sendal yang biasa kau pakai, yang muliaAy. Kesalahan tanda baca pada kata sebelum kalimat langsung yaitu (:) seharusnya koma (,) dan menggunakan tanda petik dua (AuAA. pada kalimat langsung, diakhiri dengan tanda titik (. Perbaikan: la mendekatinya dan berdiri di sebelah kirinya dengan membawa lentera yang terbuat dari emas dan berkata. Autuan! kami sudah menyiapkan air hangat untukmu mandiAy. Wanita iu pindah berdiri ke sebelah kananya, dengan membawa handuk bergambar binatang dan burung berwarna-warni yang ia letakan ditangannya, sambil berkata. Auini handuk yang kau sukai tuanAy. Dan wanita lainnya datang menghampirinya dengan membawa sendal dan berkata. Auini sendalmu yang biasa kau pakai yang mulia. Ay Teks 15: Volume 07 Nomor 02. Juli Ae Desember 2. 156 Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 A AC A ON I II EI OE EEOIAUAI E EO EI I NA "A OI NI EEI uEO IOA:AONO COEA Transliterasi: Ammy al-rybiAoah allaty kynat Aoinda raAosihi, faqad rafaAoat biyadihy masytan mutaAoAoamy bi-al-mysi wal-ahjyr al-karymah wahiya taqylu: wa-any huny idzy ihtyja syaAoru raAosi al-sultyni ily AoinyyahAy. Terjemahan: Sedangkan keempat wanita yang berada di kepalanya, membawa sisir yang terbuat dari emas dan membawa batu mulia ditangannya dengan berkata: dan saya disini jika tuan membutuhkan perawatan rambut dikepala. Kesalahan: Konjungsi AodanAo dalam satu kalimat. Seharusnya menggunakan tanda baca petik dua (". pada kalimat langsung. terjemahan 'rambut di kepalaAo tidak komunikatif sehingga cukup diterjemahkan 'perawatan rambutAo. Perbaikan: Sedangkan keempat wanita yang berada di kepalanya membawa sisir yang terbuat dari emas dan membawa batu mulia ditangannya seraya berkata. Ausaya disini jika tuan membutuhkan perawatan rambut kepala. Ay Teks 16: AEI O EI OO N II IO EO OIE EAI EIE EOC ONO O CA A AIIA,A "I O EIA:A I E A I O EA OA NIA,AEO O I OOA ANO EEIA Transliterasi: Kyna Abu al-Hasan yudyru raAosahu min nyhiyati al-ukhry yataAoammalu al-fatayyti al-jamylyti al-rasyyqyt wahuwa ghairu qydir Aoaly istyAoybi my yary, tsumma jalasa fajAoah mutarabbiAoy wasata al-firysyi wasyha bahinna: Auany Abu al-Hasan, faman huwa al-sultynu?Ay. Terjemahan: Abu Hasan menoleh ke satu sisi, merenungkan kalimat-kalimay yang anggun, dan tidak percaya dengan yang diihatnya. Kemudian ia duduk di tengah tempat tidur dan berteriak dengan mereka: saya Abu Hasan, dan siapa itu Sulthan? Kesalahan: Kesalahan: Kesalahan ejaan kata AokalimayAo seharusnya AokalimatAo. AodiihatnyaAo seharusnya Aodilihatnya Ao. Seharusnya ada tanda titik (. ) sebelum konjungsi 'kemudian'. 'duduk di tengah tempat tidur' belum komunikatif, sehingga hanya perlu diterjemahkan 'duduk di tempat tidur'. Seharusnya ada tanda petik dua (Au. pada kalimat langsung : "saya Abu Hasan dan siapa itu sultanAy? Perbaikan: Volume 07 Nomor 02. Juli Ae Desember 2. 157 Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 Abu Hasan menoleh ke satu sisi merenungkan kalimat-kalimat yang anggun dan tidak percaya dengan yang diihatnya, kemudian ia duduk di tengah tempat tidur dan berteriak kepada mereka: Ausaya Abu Hasan dan siapa itu Sulthan?Ay. Teks 19: U"A "OI I COEOI IOA:AOEA O EI uEO EO IE EIIA OEN AO NOEA AI I ONO O NE N AO EO E O IOEO I EEI A ANI IA EC OE EIA EO EOI EAA Transliterasi: Waltafat aby al-hasan ily allaty tumsiku al-minasyafah yasAoaluhy fy dzuhylin: Auwa anti mydzy taqylyna AoannyAy, ibtasamat ibtisymah Aoadzbata wahiya tujybu hal hadzy fy hyjah ily suAoyli yy mauly ? anta sultyn tabAoanAy. Huny infataha bybu al-qyAoati wadakhala al-musyrifu Aoaly syuAoyni al-qasri. Terjemahan: Abu Hasan menengok ke arah wanita yang membawa handuk, in bertanya dengan heran apa yang kamu katakan pada saya?. Dia tersenyum manis dan menjawab: apakah ini pertanyaan untuk saya tuan? Tentu saja kamu tua saya! Disni pintu aul terbuka dan masuk seorang pegurus istana Kesalahan: Kesalahan ejaan kata 'in' yang seharusnya menggunakan konjungsi 'dan' pada kalimat pertama. Seharusnya menggunakan tanda baca petik dua (". ") untuk kalimat langsung, pada kalimat pertama dan kedua. Kesalahan penerjemahan pada kalimat ANE N AO EO OE O IOEOA, seharusnya diterjemahkan "apakah ini perlu dipertanyakan, tuan?. Selanjutnya kesalahan ejaan kata 'tua' seharusnya 'tuan', kata 'disni' seharusnya 'di sini', kata 'pegurus' seharusnya 'pengurus'. Perbaikan: Abu Hasan menengok ke arah wanita yang membawa handuk dan bertanya dengan heran, "apa yang kamu katakan pada saya". Dia tersenyum dan menjawab, "apakah ini perlu dipertanyakan, tuan? Tentu saja kamu tuan saya. " Di sini pintu aula terbuka dan masuk seorang pengurus istana. Teks 20: A "A EO O IOEOA:A OC IE OC OOE OI OONAUAOCN O EI ONO OCA A NE EO I I EO eI IE I IEN IEI II IOEO IAUAEEIA AAIEI EOOIA Transliterasi: Waryqabahu aby al-hasan wahuwa yaqtaribu waqad amsaka waraqah tawylatan baina yadaihi. Aysabyhu al-khair yy mauly al-sultyn, hal tasmahu an atluwa Aoaly jalylatikum my talabat an nudzakkira bihi Aoazamtakum min masAouliyyt tantaziru fakhymatakum al-yaum? Volume 07 Nomor 02. Juli Ae Desember 2. 158 Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 Terjemahan: ia mengamati Abu Hasan dan ia mengamatinya, dan ia memegang selembar kertas yag panjang ditangannya selamat pagi tuan. Apakah saya boleh membacakan pada yang mulia untuk mengingatkan tanggung jawab yang mulia hari ini? Kesalahan: AoIa mengamati Abu Hasan dan ia mengamatinyaAo tidak tepat karena kata AomengamatinyaAo tidak perlu diulang sebanyak dua kali dan tidak ada dalam kalimat aslinya, sehingga terjemahan yang lebih tepat akan menjadi AoIa mengamati Abu Hasan saat ia mendekatAo. AoYagAo seharusnya dieja sebagai AoyangAo. AoDitangannyaAo seharusnya di eja menjadi Aodi tangannyaAo dengan pemisahan AodiAo dan AotangannyaAo. Kesalahan penggunaan huruf kapital pada kata Aoyang muliaAo seharusnya di tulis dengan kapital menjadi AoYang MuliaAo karena merupakan gelar kehormatan yang memiliki makna penting dalam konteks kesultanan atau kerajaan. Terdapat kalimat yang masih kurang komunikatif yaitu pada kalimat Aountuk mengingatkan tanggung jawab yang mulia hari iniAo seharusnya ditulis sebagai AoApakah saya boleh mengingatkan pada Yang Mulia atas tanggung jawab yang menanti tindakan anda hari ini?Ao. Adapun kesalahan tanda baca pada hasil terjemahan teks naskah diatas yaitu, tanda baca koma (,) seharusnya digunakan setelah kata Audi tangannyaAy karena setelah kata itu terdapat kalimat langsung . Juga tanda baca kutip dua (A. yang seharusnya digunakan setelah tanda baca koma (,) untuk sebuah percakapan . alimat langsun. Tanda baca titik (. ) setelah kata AuTuan SultanAy. Diakhiri dengan tanda baca titik (. ) di akhir percakapan. Perbaikan: Ia mengamati Abu Hasan saat ia mendekat, sambil memegang selembar kertas panjang di tangannya. AuSelamat pagi. Tuan Sultan. Apakah saya boleh mengingatkan pada Yang Mulia atas tanggung jawab yang menanti tindakan anda hari ini?Ay. Teks 21: A "NE NN O OEOI I OCN CEOA: A O EI IAN AO IEA Transliterasi: Hadtsa aby al-hasan nafsihi istinkyri. Ayhal hadzihi khudAoatun jadydatun yatalyAoabyna Aoan taryqihy biAoaqly? Terjemahan: Abu Hasan berbicara dengan berpikir buruk: apakah ini tipuan baru untuk menipulasi fikiran saya? Kesalahan: Volume 07 Nomor 02. Juli Ae Desember 2. 159 Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 Terjemahan A AO IEAbelum tepat jika diterjemahkan Aoberbicara dengan berpikir burukAo. Kesalahan ejaan kata A AOAseharusnya menggunakan AOA. Kesalahan tanda baca seharusnya menggunakan tanda petik dua (Au. pada kalimat langsung. Kesalahan ejaan kata AomenipulasiAo seharusnya AomemanipulasiAo. Kesalahan kata AofikiranAo tidak baku. Perbaikan: Abu Hasan berbicara dengan keheranan. Auapakah ini tipuan baru untuk memanipulasi pikiran saya?. Ay Teks 22: "A "EIOEO O I AOC II EIOI OEEIA:AI E OCE AO AO IA Transliterasi: Tsumma iAotadala waqyla fy sauti hysim. Aual-masAouliytu taAoty baAoda an ufyqa min alnaumi wa al-ahlymAy Terjemahan: Kemudian ia berkata dengan tegas: tanggung jawab setelah aku terbangun dari tidur dan bermimpi! Kesalahan: Terjemahan "bermimpi" seharusnya diartikan sebagai "mimpi-mimpi" karena kata A EEIAdalam kalimat Arab tersebut merupakan bentuk jamak. Perbaikan: Kemudian ia berkata dengan tegas: tanggung jawab setelah aku terbangun dari tidur dan mimpi-mimpi! Teks 23: AI OION OIE I EC EI OI EON II OI IE IE E oA A OIN uEO EO EIOIAUA OA N EO CAN EIOI EE NIO IEOI COCAUAEIA UA "C OEOI N EIA:A O IAN CEAUAEO O E AN e EOEOA "AOC OEOI IE II IE EI OO EI N O E AE I I N EE EIA Transliterasi: Tsumma adyra Aoainaihi yataAoammalu judryna al-qyAoati al-mutassiAoah wamy Aoalaihy min rusymi tumatssilu asmyka al-bahri wattuyyra al-samyAoi, warafAoa raAosahu ily saqfihy al-muzayyin handasiyyati mualwwanah daqyqah, wa tanabbaha alsujyjaidi al-tsamynah allaty tugatti al-arda bazakhyrifihy dzyti al-asykyli alkhayyliyyah, wahadatsa nafsihi qyAoilan: qad yakynu Aoamalyn min Aoamyli al-jinni wa sawyAoun kyna hadzy au dzyka falybudda an astamtiAoa bihikulla istimtyAoa Terjemahan: Volume 07 Nomor 02. Juli Ae Desember 2. 160 Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 Kemudian dia mengalihkan pandangannya untuk melihat dinding kamar yang luas dan diatasnya menggambarkan ikan laut dan burung di langit. Dan mengangkat kepala ke atapnya yang dihiasi dengan bentuk interior berwarna yang tepat. Dan ia memperhatikan karpet mewah yang menutupi lantai dengan gambar dongeng . Dia berkata pada dirinya sendiri: mugkin ini mimipi, atau mungkin ini kerjaannya jin, saya harus meikmati sepenuhnya ini dan itu Kesalahan: Ejaan pada kata "meikmati". Penggunaan kata "diatasnya" tidak tepat karena tidak mengacu pada objek yang jelas. Kata "kamar" digunakan sebagai terjemahan dari kata "A "CAyang seharusnya diterjemahkan sebagai "aula" atau "ruang". Perbaikan: Kemudian dia mengalihkan pandangannya untuk melihat dinding ruang yang luas dan diatasnya menggambarkan ikan laut dan burung di langit. Dan mengangkat kepala ke atapnya yang dihiasi dengan bentuk interior berwarna yang tepat. Dan ia memperhatikan karpet mewah yang menutupi lantai dengan gambar dongeng . Dia berkata pada dirinya sendiri: mugkin ini mimpi, atau mungkin ini kerjaannya jin, saya harus menikmati sepenuhnya ini dan itu. Teks 24: A OI OII AON EE ONAUAONE C O EI I ON IN OAC EE I OO OENA !AOINA Transliterasi: Wa hakadzy qarrara aby al-hasan an yatazahara biAoannahu yussaddiqu kulla my yadyru haulahu, waAoan yandamija fyhi bikulli ahysysihi wa masyyAoirihi Terjemahan: Dan Abu Hasan memutuskan untuk berpura-pura dengan mempercayai segala sesuatunya yang telah terjadi disekitarnya, dengan prasaan yang campur aduk . Kesalahan: "Disekitarnya" seharusnya dieja sebagai "di sekitarnya" dengan pemisahan "di" dan "sekitarnya". Penggunaan kata "prasaan" sebaiknya diganti dengan kata "perasaan" karena "prasaan" tidak termasuk dalam kosa kata Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kalimat Auberpura-pura dengan mempercayai segala sesuatunya yang telah terjadi disekitarnyaAy dirasa kurang komunikatif karena terlalu bertele-tele sehingga diganti menjadi Auberpura-pura mempercayai segala sesuatu yang terjadi di sekitarnyaAy. Perbaikan: "Dan Abu Hasan memutuskan untuk berpura-pura mempercayai segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya, dengan perasaan yang campur aduk. Volume 07 Nomor 02. Juli Ae Desember 2. 161 Hijai Ae Journal on Arabic Language and Literature | ISSN: 2621-1343 PENUTUP Penerjemahan harus dilakukan dengan baik dan benar agar dapat menghasilkan padanan yang dekat dan wajar. Dalam penerjemahan, terdapat hambatan yang dapat mempengaruhi hasil terjemahan. Selain itu, tulisan juga menjelaskan pentingnya penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam berkomunikasi, terutama dalam dunia akademis dan profesional. Kesalahan kebahasaan dapat mengganggu pemahaman dan tujuan komunikasi yang ingin Oleh karena itu, diperlukan analisis kesalahan kebahasaan guna memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berbahasa. Setelah dilakukan penyuntingan kesalahaan kebahasaan seperti logika kalimat, efektivitas kalimat, kebakuan, kesalahan ejaan dan ejaan dalam terjemahan buku Sultyn Liyaumi Wyhidi pada chapter 8. Maka terdapat 11 kesalahan tanda baca, 25 kesalahan ejaan, 31 kesalahan ejaan, 19 kesalahan efektivitas kalimat. DAFTAR PUSTAKA Al-Farisi, & Zaka. Pedoman Penerjemahan Arab Indonesia. Bandung: PT Remaja Rodaskarya. Corder. Introducing Applied Linguistics. Great Britain: Pinguin. Eneste. Pamusuk. Buku Pintar Penyunyingan Naskah. Gramedia Pustaka Umum,