JOURNAL INNOVATIONS COMPUTER SCIENCE E-ISSN: 2961-970X. P-ISSN: 2961-9718 Volume 1 Number 1. May 2022, pp 1-13. DOI: https://doi. org/10. 56347/jics. Sistem Pengambilan Keputusan Penentuan Lokasi Beauty Shop Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Abdus Salam a*. Fathurrahmad b a,b STMIK Indonesia Banda Aceh. Provinsi Aceh City. Aceh Province. Indonesia. ABSTRACT The purpose of this study was to design and develop a decision support system for the location of a salon or beauty shop in Aceh Province. In this study, the authors used observation and interview techniques by implementing SAW in the analysis and waterfall as a software development method. This study succeeded in making a Decision Making System for Determining Salon Business Locations in Aceh Province Using the SAW Method and this study succeeded in performing alternative rankings from the weight calculation results for Determining Salon Business Locations in Aceh Province using SAW (Simple Additive Weightin. The suggestions that the author wants to convey after making observations are for further development, the system is expected to be able to combine several other methods as a comparison of alternative ranking results and need further development in the reporting process, because this system is still very simple in displaying reports so that in the future there will be more use more detailed graphics. ARTICLE HISTORY ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan mengembangkan sistem pendukung keputusan lokasi salon atau beauty shop di Provinsi Aceh. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik observasi dan teknik wawancara dengan mengimplemetasikan SAW dalam analisis serta waterfall sebagai metode pengembangan perangkat lunak. penelitian ini berhasil membuat sebuah Sistem Pengambilan Keputusan Penentuan Lokasi Usaha Salon di Provinsi Aceh Menggunakan Metode SAW dan Penelitian ini berhasil melakukan perangkingan alternatif dari hasil perhitungan bobot Penentuan Lokasi Usaha Salon di Provinsi Aceh dengan menggunakan SAW (Simple Additive Weightin. Adapun saran yang ingin penulis sampaikan setelah melakukan pengamatan adalah untuk pengembangan selanjutnya, sistem diharapkan dapat menggabungkan beberapa metode yang lain sebagai perbandingan hasil alternatif perangkingan dan perlu pengembangan lebih lanjut dalam proses pembuatan laporan, karena sistem ini masih sangat sederhana dalam menampilkan laporan sehingga kedepanya lebih banyak menggunakan grafik lebih detail. KATA KUNCI CONTACT Abdus Salam abdussalam@stmikiba. Indonesia. A 2022 Information KAWANAD Institute Received 8 March 2022 Accepted 30 May 2022 KEYWORDS Decision Making System. Location. Beauty Shop. Simple Additive Weighting (SAW). Waterfall. Sistem Pengambilan Keputusan. Lokasi. Beauty Shop. Metode Simple Additive Weighting (SAW). Waterfall. STMIK Indonesia Banda Aceh. Banda Aceh City. Aceh Province. JOURNAL INNOVATIONS COMPUTER SCIENCE Pendahuluan Salon memiliki layanan memotong dan mewarnai yang sebagian besar pekerjaan menawarkan untuk memperindah bagian tubuh yang biasanya lebih banyak diminati oleh kaum Wanita dan tidak menutup kemungkinan Pria juga melakukanya. Orang bersedia untuk menghabiskan sejumlah besar uang demi mengambil rawat kecantikan wajah dan kulit dengan membeli kosmetik terpercaya. Kosmetik yang tersedia di pasaran Indonesia beragam dari produk lokal maupun produk impor . Indonesia kaya dengan bahan alami yang digunakan oleh orang Indonesia pengusaha untuk membuat produk kosmetik lokal . Karena itu Terbuat dari alam Indonesia, cocok dengan kondisi kulit dari orang Indonesia . Sayangnya, merek kosmetik lokal sekarang menghadapi kesulitan ketika bersaing dengan impor merek kosmetik yang secara masif masuk ke Indonesia pasar . Diperkirakan 60% kosmetik Indonesia produk didominasi kosmetik impor, bahkan tidak termasuk produk impor ilegal yang kira-kira dalam jumlah yang tinggi . Jumlah yang diimpor produk di Indonesia semakin meningkat, terutama karena harmonisasi tarif impor di negara-negara ASEAN . Rata-rata kosmetik lokal memiliki harga yang terjangkau yaitu lebih rendah dari kosmetik impor . Biasanya, permintaan dan harga berkorelasi negatif, artinya jika terjadi peningkatan harga, itu akan mengakibatkan penurunan permintaan . Namun, sebenarnya harga yang lebih tinggi dari kosmetik impor tidak menurunkan minat dan preferensi beberapa orang dewasa muda Indonesia untuk membeli kosmetik impor yang harganya lebih mahal. Asosiasi dari Perusahaan Kosmetika Indonesia (Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia/ Perkosm. menyatakan bahwa pada tahun 2012 penjualan kosmetik impor mencapai Rp 2,44 triliun, meningkat 30% dibandingkan penjualan tahun 2011 . Banyak pembeli maupun konsumen salon merasa kecewa dan putus asa karena layanan yang dimiliki salon tidak sesuai dengan layanan yang diberikan . Kualitas dan karyawan yang dimiliki salon terkadang memiliki masalah tersendiri di bisnis salon kecantikan tersebut. Bisnis salon harus efisien, menguntungkan, dan menerapkan sistem dan prosedur untuk membantu bermanuver, mengungguli, dan memasarkan persaingan yang baik untuk upaya mandapatkan sisi positif dari konsumen. Di Provinsi Aceh, bisnis salon sudah menjadi usaha yang sangat positif di kalangan Wanita tetapi beberapa hal terkait konsumen Pria terkadang menimbulkan kesan yang kurang baik di Tetapi, fokus penelitian ini hanya pada bagaimana merancang sebuah sistem pendukung keputusan bagi konsumen agar dapat memilih layanan dan tempat dimana mereka mempercantik wajah dan bagian tubuh mereka. salah satunya dengan menerapkan berbagai metode sistem pakar. Menurut Insi . sebuah aplikasi salon sebaiknya memiliki GIS (Geographic Information Syste. Dalam penentuan lokasi dapat menggunakan metode Forward Chaining . Fuzzy Multiple Attribute Decision Making . Simple Additive Weighting (SAW) . Topsis . dapat digunakan. Saat memilih lokasi, penting agar toko terlihat dan mudah diakses oleh mobil, orang yang lewat, dan transportasi umum. Jika Anda memiliki basis klien khusus yang akan terus mengunjungi Anda untuk perawatan, penting bagi Anda untuk berada di tempat yang benar-benar dapat mereka hubungi tanpa terlalu banyak kesulitan. Tetapi lebih tepatnya ada 7 . pertimbangan memilih lokasi salon yang sempurna yaitu. visibilitas, aksesibilitas, lingkungan bisnis, peraturan khusus di daerah, jarak dengan pesaing, ukuran ruang, dan biaya ruang yang dikeluarkan. Pertimbangan dasar akan menjadi perhatian dalam merancang aplikasi ini nantinya. Metodelogi Penelitian Ada beberapa teknik yang tersedia untuk pengumpulan data. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik observasi dan teknik wawancara. Observasi adalah teknik atau pendekatan langsung untuk mendapatkan data-data primer dengan cara JOURNAL INNOVATIONS COMPUTER SCIENCE mengamati langsung objek datanya . Observasi ini merupakan langkah awal pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis . Setelah data awal terkumpul, kemudian penulis menggunakan teknik wawancara untuk melengkapi data awal . Wawancara . adalah komunikasi dua arah untuk mendapatkan data dari responden . Dengan wawancara, memungkinkan penulis sebagai pewawancara untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan untuk penelitian secara tatap muka langsung dengan orang yang akan diwawancarai . 1 Waktu dan Tempat Penelitian. Dalam penelitian ini penulis melakukan wawancara dengan beberapa pihak pelaku usaha salon di kawasan Provinsi Aceh perihal penetapan lokasi yang mereka lakukan, wawancara peneliti lakukan mulai tanggal 10 April 2019 sampai dengan 22 September 2021, penelitian ini memerlukan waktu yang lumanyan lama dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang mengakibatkan beberapa usaha salon mengalami penutupan. 2 Spesifikasi Perangkat. Dalam memproses pengolahan Sistem Pengambilan Keputusan Penentuan Lokasi Usaha Salon di Provinsi Aceh Menggunakan Metode SAW menggunakan komputer dengan spesifikasi. Acer Aspire v5-132. Proc. Intel(R) Celeron(R) CPU 1029Y, 2048MB RAM. Intel(R) HD Graphics. Operating System: Microsoft Windows 7 Ultimate. Xampp, dan Google Chrome. 3 Tahap Pengolahan Data. Sebelum melakukan penulisan, penulis terlebih dahulu menganalisa proses penentuan pemilihan lokasi yang strategis guna mengumpulkan data-data yang diperlukan. Data yang dimaksud didapat dengan menggunakan tahapan Studi Lapangan, dan Studi 4 Metode SAW. Dalam penentuan kriteria dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW): X1 : Kemudahan akses/kedekatan dengan jalan dan transportasi. X2 : Kedekatan dengan keramaian, yaitu seberapa dekat lokasi usaha salon baik dengan pasar . , universitas, sekolah unggul. X3 : Kompetitor, yaitu seberapa banyak dan dekat lokasi usaha salon dengan X4 : Jumlah penduduk perempuan berumur 15-50 tahun disekitar lokasi usaha. X5 : Jumlah penduduk kalangan menengah atas disekitar lokasi usaha. X6 : Harga, yaitu harga sewa lokasi atau harga tanah dan bangunan. Alternatif Banda Aceh Aceh Besar Lhokseumawe Langsa Aceh Tamiang Tabel 1. Data Nilai pada Tiap Kriteria Jumblah Harga Kedekatan dengan Keramaian Penduduk Mall/ Universitas Sekolah Perempuan permeter Minimarket SMP/SMA Umur 1550 5-2 jt 7 jt 5 jt 4 jt 5 jt JOURNAL INNOVATIONS COMPUTER SCIENCE Tabel 2. Kemudahan Akses/Kedekatan dengan Jalan dan Transportasi Kemudaha Akses/Kedekatan dengan Perangkingan Keterangan Jalan dan Transportasi Banda Aceh Sangat Tinggi Aceh Besar Sangat Tinggi Lhokseumawe Sangat Tinggi Langsa Tinggi Aceh Tamiang Tinggi Tabel 3. Kedekatan dengan Keramaian Kedekatan dengan Keramaian Perangkingan Banda Aceh Aceh Besar Lhokseumawe Langsa Aceh Tamiang Keterangan Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Tinggi Sedang Tabel 4. Kompetitor Perangkingan Keterangan Sedang Tinggi Sedang Rendah Rendah Kompetitor Banda Aceh Aceh Besar Lhokseumawe Langsa Aceh Tamiang Tabel 5. Jumlah Penduduk Perempuan Berumur 15-50 Jumlah Penduduk Perempuan Perangkingan Keterangan Berumur 15-50 Banda Aceh Sangat Tinggi Aceh Besar Tinggi Lhokseumawe Tinggi Langsa Sedang Aceh Tamiang Rendah Tabel 6. Jumlah Penduduk Menengah Atas Jumlah Penduduk Kalangan Perangkingan Menengah Atas Banda Aceh Aceh Besar Lhokseumawe Langsa Aceh Tamiang Tabel 7. Harga Tanah/Harga Sewa Harga Tanah/Harga Sewa Perangkingan Banda Aceh Aceh Besar Lhokseumawe Langsa Aceh Tamiang Keterangan Rendah Tinggi Rendah Sedang Sedang Keterangan Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi Tinggi Sedang JOURNAL INNOVATIONS COMPUTER SCIENCE Proses perhitungan manual sistem pendukung keputusan menggunakan metode SAW yaitu dengan cara melakukan proses seleksi yang akan dilakukan yaitu dengan pengguna memilih lokasi yang akan dibandingkan, kemudian pengguna memilih kriteria apa saja yang akan digunakan. Pengguna dapat memilih seluruh kriteria atau hanya beberapa kriteria yang diinginkan saja. Pengguna ingin membandingkan seluruh lokasi menggunakan seluruh kriteria yang ada pada sistem. Setiap kriteria memiliki bobot kepentingan yang berbeda. Kriteria Tabel 8. Niai Bobot pada tiap Kriteria Keterangan Atribut Kemudahan akses/kedekatan dengan Benefit jalan dan transportasi. Kedekatan dengan keramaian Benefit Kompetitor Cost Jumlah penduduk perempuan berumur Benefit Jumlah penduduk kalangan menengah Benefit Harga toko/Harga Sewa Cost Nilai Bobot Tabel 9. Tingkatan Nilai Kriteria Ketentuan Nilai Kriteria Kemudahan akses/kedekatan dengan jalan dan transportasi. Kedekatan dengan Kompetitor Jumlah penduduk perempuan umur 15-50 Jumlah penduduk kalangan menengah atas Harga toko Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi Proses perhitungan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) akan dilakukan proses penentuan alternatif pemilihan lokasi. Tabel 10. Alternatif Banda Aceh Aceh Besar Lhokseumawe Langsa Aceh Tamiang JOURNAL INNOVATIONS COMPUTER SCIENCE Alternatif Tabel 11. Alternatif dan Nilai Matriks keputusan dan skors pembobotan dari setiap alternatif. 5 5 3 5 5 4 5 4 3 ycI= 4 4 2 4 3 2 5 5 3 5 5 4 5 4 3 3 3 4 2 3 3 5 4 3 } Normalisasi Alternatif AI max . Alternatif A2 = =1 = =1 = = 0. = =1 = = 0. = = 0. Alternatif A3 max . = =1 = = 0. = = 0. = = 0. = = 0. = = 0. = = 0. = = 0. = =1 = =1 = = 0. = = 0. = =1 = = 0. Alternatif A4 Alternatif A5 max . = =1 = = 0. = = 0. = =1 = = 0. = = 0. = =1 = = 0. = = 0. = = 0. JOURNAL INNOVATIONS COMPUTER SCIENCE Matriks Ternormalisasi 1 1 0. 666 1 0. ycI= 8 1 0. 6 075 0. 8 1 0. { 0. 6 1 0. Proses perangkingan menggunakan bobot yang telah di tentukan: V1 = {. *0,. *0,. 666*0,. *0,. 5*0,. 75*0,. = 0. V2 = {. *0,. *0,. 5*0,. 8*0,. *0,. 6*0,. = 0. V3 = {. *0,. 8*0,. 666*0,. 8*0,. 5*0,. 6*0,. = 0. V4 = {. 8*0,. 8*0,. *0,. 6*0,. 75*0,. 75*0,. = 0. V5 = {. 8*0,. 6*0,. *0,. 4*0,. 75*0,. *0,. = 0. 5 Analisa dan Desain Sistem. Model proses rekayasa atau pengembangan sistem perangkat lunak menggunakan model proses sekuensial linier. Sedangkan pemodelan analisis dengan analisis Dengan menggunakan sekuensial linier, sebuah pendekatan kepada pengembangan perangkat lunak yang sistematik dan sekuensial yang mulai pada tingkatan dan kemanjuan sistem pada seluruh analisis, desain atau perancangan, kode, pengujian dan pemeliharaan . Di bawah ini merupakan proses skema dalam model proses sekuensial linier atau waterfall. Gambar 1. Tahapan Waterfall Proses perekayasaan sistem menurut model sekuensial sistem melalui tahapan. analisis kebutuhan perangkat lunak, desain atau perancangan site, kode atau implementasi sistem, pengujian atau testing . JOURNAL INNOVATIONS COMPUTER SCIENCE Hasil dan Pembahasan 1 Hasil Berdasarkan rancangan maka dihasilkan suatu sistem pengambilan keputusan penentuan lokasi usaha salon di Provinsi Aceh menggunakan metode SAW. Apikasi yang dibangun dikelompokkan dalam sebuah menu utama yang akan memudahkan dalam mengoperasikan aplikasi dan juga memudahkan dalam memantau kegiatan pengolahan data. Aplikasi yang dihasilkan adalah aplikasi sistem pengambilan keputusan dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) sebagai penentuan lokasi usaha salon di Provinsi Aceh dan dibuat ke dalam menu utama. Menu utama terdiri dari submenu-submenu yaitu submenu data alternatif, kriteria, alternatif kriteria, analisa, grafik, laporan, dan user, dimana masing-masing menu dan submenu memiliki fungsi sebagai input dan output. Dalam menu utama menggunakan lima buah form yang digunakan untuk proses input data dan output sebagai bahan laporan sehingga menghasilkan suatu informasi sesuai dengan kebutuhan. Sistem pengolahan data merupakan kegiatan mengolah data yang bertujuan untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk melaksanakan tindak lanjut pelaksanaan kegiatan dari sebuah sistem pengambilan keputusan dengan menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) sebagai penentuan lokasi usaha salon di Provinsi Aceh. Tujuan dari pengolahan data adalah untuk menghasilkan dan menyajikan informasi yang lengkap kepada pihak pelaku usaha maupun calon pelaku usaha salon terhadap penentuan lokasi usaha salon di Provinsi Aceh menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW), informasi data dapat diperoleh dari hasil alternative dan kriteria yang mana nantinya hasil direkap dan dinilai sehingga dapat memberikan laporan penentuan lokasi usaha salon di Provinsi Aceh. Dan. Tujuan dari penelitian penelitian ini adalah untuk membantu calon pelaku usaha salon untuk mengolah data penentuan lokasi usaha salon di Provinsi Aceh untuk mengkomputerisasikan sistem yang sedang berjalan sehingga dapat menganlisa dan membantu kegiatan pengolahan database pada tingkat efektifitas dan efisiensi yang lebih baik lagi, sehingga diharapkan dihasilkan sebuah Sistem Pengambil Keputusan (SPK) Karya penentuan lokasi usaha salon di Provinsi Aceh dibuat dalam bentuk beberapa alternative dan kriteria sebagai bahan dasar dalam pengolahan data dalam penggunaan Metode Simple Additive Weighting (SAW) dan menghasilkan laporan-laporan perangkingan, kriteria, alternative penentuan lokasi usaha salon di Provinsi Aceh yang lebih terinci dari tiap data yang 2 Pembahasan Untuk mengolah data penentuan lokasi usaha salon di Provinsi Aceh data yang diolah berasal dari pengisian kuisioner secara langsung atau daring . yang telah diberikan akses untuk login dan menganalisa data penentuan lokasi usaha salon di Provinsi Aceh. Dalam pembahasan ini akan dijelaskan mengenai submenu-submenu yang ada dalam menu utama. Submenu utama tersebut adalah. menu master, input alternatif, input kriteria, input alternative kriteria, dan input user pengguna, dan menu laporan adalah untuk menampilkan laporan atau informasi dari data yang telah diinput dalam database yang nantinya juga akan digunakan sebagai laporan serta analisa digunakan dengan metode Simple Additive Weighting (SAW) untuk mendapatkan hasil dengan perhitungan yang sesuai dengan metode yang digunakan. 3 Implementasi Program Penggunaan Sistem Pengambilan Keputusan Penentuan Lokasi Usaha Salon di Provinsi Aceh Menggunakan Metode SAW, dilihat dari perancangan aplikasi ke dalam bentuk tampilan sebuah aplikasi. Pada form dibawah ini adalah form menu utama yang JOURNAL INNOVATIONS COMPUTER SCIENCE isinya tampilan master alternatif, kriteria, alternatif kriteria, grafik, analisa, laporan, dan Pengguna komputer tinggal klik saja icon menu yang di inginkan untuk melihat apa saja yang ada di dalam file tersebut. Gambar 2. Tampilan Menu Utama Pada menu Analisa SAW dibagi menjadi 3 . bagian yaitu. Analisa 1. Analisa 2, dan Analisa 3. Pada Analisa pertama merupakan tampilan yang menghitung sejumlah data alternatif dan kriteria dan juga menganalisi dengan metode SAW sehingga analisa pertama yang dimaksud merupakan hasil dari pengisian alternative dan kriteria sepreti terlihat pada gambar berikut: Gambar 3. Hasil Penilaian Model Analisa 1 Dengan melakukan klik perhitungan maka hasil Analisa akan ditunjukkan dengan dilakukan beberapa langkah sesuai dengan metode SAW, normalisasi sehingga menghasilkan sebuah hasil perangkingan seperti ditunjukkan pada gambar dibawah ini. JOURNAL INNOVATIONS COMPUTER SCIENCE Gambar 4. Hasil Perhitungan Model Analisa JOURNAL INNOVATIONS COMPUTER SCIENCE Berdasarkan gambar 4, dengan menentukan kriteria-kriteria yang akan dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan dan telah diinput sebelumnya yang terdiri dari. Kemudahan akses/kedekatan dengan jalan dan transportasi (X. Kedekatan dengan keramaian, yaitu seberapa dekat lokasi usaha salon baik dengan pasar . , universitas, sekolah unggul (X. Kompetitor, yaitu seberapa banyak dan dekat lokasi usaha salon dengan saingan (X. Jumlah penduduk perempuan berumur 15-50 tahun disekitar lokasi usaha (X. Jumlah penduduk kalangan menengah atas disekitar lokasi usaha (X. , dan Harga, yaitu harga sewa lokasi atau harga tanah dan bangunan (X. serta telah dilakukan pembobotan berdasarkan nilai kepentingan . ost/benefi. , maka sistem kemudian melakukan normalisasi matriks berdasarkan persamaan yang disesuaikan dengan jenis atribut . tribut keuntungan ataupun atribut biay. sehingga diperoleh matriks ternormalisasi R. Hasil akhir diperoleh dari proses perankingan yaitu penjumlahan dari perkalian matriks ternormalisasi R dengan vektor bobot sehingga diperoleh nilai terbesar yang dipilih sebagai alternatif terbaik (Kecamatan/ Des. sebagai solusi. Maka alternative (Kecamatan/ Des. yang memiliki nilai tertinggi dan bisa dipilih adalah alternatif dengan nilai 0. Kesimpulan dan Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, maka dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu. penelitian ini berhasil membuat sebuah Sistem Pengambilan Keputusan Penentuan Lokasi Usaha Salon di Provinsi Aceh Menggunakan Metode SAW dan Penelitian ini berhasil melakukan perangkingan alternatif dari hasil perhitungan bobot Penentuan Lokasi Usaha Salon di Provinsi Aceh dengan menggunakan SAW (Simple Additive Weightin. Adapun saran yang ingin penulis sampaikan setelah melakukan pengamatan adalah untuk pengembangan selanjutnya, sistem diharapkan dapat menggabungkan beberapa metode yang lain sebagai perbandingan hasil alternatif perangkingan dan perlu pengembangan lebih lanjut dalam proses pembuatan laporan, karena sistem ini masih sangat sederhana dalam menampilkan laporan sehingga kedepanya lebih banyak menggunakan grafik lebih detail. Referensi