Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 PENERAPAN ARSITEKTUR EKSPRESIONIS PADA SEKOLAH TINGGI SENI RUPA DAN DESAIN DI PEKANBARU Syarifah Lailatul Hikmah1. Muhd. Arief Al Husaini2. Gun Faisal3 Mahasiswa Program Studi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas Riau, email: lailatul2644@student. Dosen Program Studi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas Riau, email: muhd. arief@lecturer. Abstract The creative economy or what is commonly called the creative industry in Indonesia is currently becoming an important topic in the development of a country. Human creativity is a major economic resource. Most of the creative industry players are young people who have unlimited levels of creativity and their potential. So that it can encourage the development of the creative industry in Indonesia. The creative industry has grown rapidly, seen from several regions in Indonesia. This makes the number of enthusiasts in the creative industry increasing. At the tertiary level in Indonesia, the number of enthusiasts exceeds the capacity provided. Therefore it is necessary to design formal facilities that are engaged in creative industries such as the College of Fine Arts and Design. The need for the construction of a College of Art and Design in Pekanbaru, given the number of art and design enthusiasts in Indonesia is not matched by sufficient capacity. The absence of a forum for art and design education in Pekanbaru is one of the reasons that Pekanbaru needs such an educational forum. Expressionist architecture was chosen to be the theme of the design object, this is so that the designed building can be a communication medium to reflect the boundless nature of art and can give the impression of being enthusiastic and cheerful as well as being a source of inspiration for building users. Keywords: Fine Arts and Design. Expressionist Architecture. Creative Economy Abstrak Ekonomi kreatif atau yang biasa disebut industri kreatif di Indonesia saat ini tengah menjadi topik penting dalam pengembangan suatu negara. Kreativitas manusia merupakan sumber daya ekonomi yang Pelaku industri kreatif kebanyakan anak muda yang memiliki tingkat kreatifitas dan potensi mereka yang tanpa batas. Sehingga mampu mendorong perkembangan industri kreatif di Indonesia. Industri kreatif sudah berkembang pesat terlihat dari beberapa daerah di Indonesia. Hal ini menjadikan jumlah peminat di bidang industri kreatif semakin meningkat. Pada tingkat perguruan tinggi di Indonesia jumlah peminat melebihi jumlah daya tampung yang disediakan. Oleh karena itu perlu adanya perancangan fasilitas formal yang bergerak dibidang industri kreatif seperti Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain. Perlunya pembangunan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain di Pekanbaru mengingat jumlah peminat seni rupa dan desain di Indonesia tidak diimbangi dengan daya tampung yang cukup. Tidak adanya wadah pendidikan seni rupa dan desain di Pekanbaru menjadi salah satu alasan bahwa Pekanbaru membutuhkan wadah pendidikan tersebut. Arsitektur ekspresionis dipilih menjadi tema objek perancangan, hal ini bertujuan agar bangunan yang dirancang dapat menjadi media komunikasi untuk mencerminkan sifat seni yang tanpa batas dan dapat memberikan kesan semangat dan ceria juga menjadi sumber inspiratif pada pengguna bangunan. Kata kunci : seni rupa dan desain, arsitektur ekspresionis, ekonomi kreatif Pendahuluan Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang dikenal memiliki kekayaan pada Kreativitas pada Indonesia ini memicu timbulnya ekonomi kreatif yang merupakan salah satu aspek yang saat ini menjadi topik penting dalam pengembangan suatu negara. Kunci utama tercapainya ekonomi kreatif terletak pada kualitas sumber daya manusianya. Ekonomi kreatif membutuhkan sumber daya kreatif yang berkualitas untuk bisa meningkatkan daya saing bangsa. Hal ini mengungkapkan bahwa sumber daya manusia di Indonesia ini harus ditingkatkan lagi. Salah satu caranya yaitu melalui pendidikan. Pendidikan yang dimaksud dapat berupa pendidikan formal dibidang seni rupa dan desain. Hasil data statistik ekonomi 2016 menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 20102015, besaran PDB ekonomi kreatif naik dengan peningkatan rata-rata 10,14% pertahunnya. Jumlah penduduk Indonesia yang bekerja disektor ekonomi kreatif juga mengalami peningkatan pada tahun 2014 yang berjumlah 15. 573 dan pada tahun 2015 berjumlah 15. Banyaknya peminat dibidang seni rupa dan desain membuat daya tampung yang disediakan pada setiap perguruan tinggi tidaklah seimbang. Jumlah daya tampung yang disediakan tidak cukup untuk menampung banyaknya Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 jumlah peminat tersebut. Indonesia masih membutuhkan fasilitas pendidikan formal yang bergerak dibidang seni rupa dan desain untuk mengatasi masalah tersebut. Pekanbaru merupakan kota yang telah berkembang pesat seiring dengan kemajuan Adanya penyediaan fasilitas baru berupa Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain di Pekanbaru ini dapat melengkapi mutu pendidikan di Pekanbaru dan juga dapat membentuk generasi muda yang kreatif dan kompeten agar mampu bersaing dalam dunia industri. Pesatnya perkembangan ekonomi dan pembangunan di Pekanbaru ini membuat kebutuhan akan profesi dibidang seni rupa dan desain terus meningkat. Bangunan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain ini bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang kreatif dengan pemikiran yang luas yang seharusnya bangunan tersebut dapat memenuhi kebutuhan psikologis yang mendatangkan inspirasi dan membangkitkan jiwa semangat pada penggunanya. Hal ini merujuk kepada arsitektur ekspresionis sebagai ide dari objek perancangan, dimana bangunan dirancang sesuai dengan prinsip dari arsitektur ekspresionis yaitu menghargai kebebasan sehingga bentuk bangunan dapat memiliki daya tarik yang kuat dan tidak monoton. Dalam rancangan ini Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain dapat menjadi media komunikasi untuk mencerminkan kebebasan interpretasi dan imajinasi seseorang ketika melihatnya. Tidak hanya memandang objek sebagai arsitektur, tetapi juga memandang objek tersebut sebagai karya seni. Untuk menanggapi masalah yang sudah diuraikan diatas, maka Pekanbaru memerlukan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain sebagai wadah pendidikan formal yang nantinya dapat menciptakan generasi muda berkualitas yang kreatif dan berkompeten. Arsitektur ekspresionis dipilih sebagai tema objek perancangan dikarenakan arsitektur ekspresionis dapat mempresentasikan sekolah seni sebagai seni yang atraktif dan Tinjauan pustaka Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Susanto . menjelaskan bahwa seni merupakan simbol dari perasaan yang ada pada diri manusia, apapun bentuknya. Melihat seni dapat diibaratkan seseorang yang sedang berkomunikasi,yang artinya seorang seniman menuangkan perasaannya dalam karya seninya. Sedangkan penikmat seni tersebut menerima pesan yang disampaikan oleh seniman. Berdasarkan buku yang ditulis oleh Maria. Brata, dan Biarezky . seni rupa adalah cabang seni yang mengutamakan ekspresi ide atau konsep sang seniman menjadi bentuk yang menstimulasi indra Seni berdasarkan dari segi fungsinya dapat dibedakan menjadi seni rupa murni dan seni rupa terapan, proses penciptaan seni rupa murni terlihat pada ekspresi jiwa semata, misalnya lukisan. Sedangkan seni rupa terapan penciptaannya memiliki tujuan dan fungsi tertentu. Fungsi Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Secara umum Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain tidak berbeda dengan perguruan tinggi bidang lainnya, yaitu suatu pranata pendidikan tinggi yang memiliki tanggung jawab dalam pembangunan Secara khusus, berdasarkan ruang lingkup keilmuan dan profesinya, perguruan tinggi seni rupa dan desain . ecara konvensiona. bertanggung jawab atau harus mengambil peran dalam pengembangan keahlian di bidang seni rupa murni, desain dan kriya seni dalam pengembangan bangsanya dalam konteks sistem kebudayaan masyarakatnya secara menyeluruh (Rohidi, 2. Fungsi utama dari bangunan ini adalah pendidikan formal Seni Rupa dan Desain yang berperan sebagai wadah aktifitas mahasiswanya serta tempat mengerjakan kegiatan-kegiatan seni bagi komunitas diluar akademisi sekolah tersebut sebagai wadah yang dapat menampung aspirasi seni dan budaya masyarakat kota Pekanbaru. Program Studi Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Berikut daftar program studi Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain di Pekanbaru sebagai berikut: Program Studi Seni Rupa Program Studi Seni Kriya Program Studi Desain Produk Program Studi Desain Komunikasi Visual Arsitektur Ekspresionis Ekspresi adalah ungkapan tentang rasa, pikiran, gagasan, cita-cita, fantasi, dan lain-lain. Seni adalah bahasa komunikasi, baik bagi seniman itu sendiri dalam berdialog dengan karyanya secara internal, maupun dengan masyarakat secara eksternal (Sumantra, 2. Arsitektur ekspresionis menjamin kebebasan sang perancang untuk meluahkan perasaannya ke dalam rancangan baik itu positif maupun negatif. Maksud dari positif yaitu tentang perasaan senang dan gembira, sedangkan negatif yaitu perasaan emosi seseorang yang meliputi kesedihan dan kemarahan. Metode Perancangan Metode perancangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses perancangan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain di Pekanbaru. Bermula dari pengembangan ide awal kemudian perumusan masalah Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 hingga maksud dan tujuan dari perancangan ini. Perancangan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain ini menggunakan perancangan dengan pendekatan arsitektur ekspresionis untuk membantu proses perancangan dalam penegasan kesan kebebasan berekspresi. Dalam tahap strategi perancangan ini, terdapat dua jenis data yang ada berdasarkan sumbernya, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan metode observasi terhadap objek di lapangan terkait dengan lokasi dan kondisi tapak. Selanjutnya data sekunder merupakan data yang diperoleh dari sumber-sumber ilmiah. Data sekunder diperoleh dari studi literatur yang meliputi studi pustaka dan studi banding. Lokasi Perancangan Lokasi tapak berada di Jalan Tuanku Tambusai. Pekanbaru dengan data fisik sebagai berikut : Luas Lahan : A 30. 000 m2 KDB : 50% Kontur : Relatif datar Kondisi Eksisting : Lahan Kosong Peruntukkan Lahan : Bangunan Publik (Fasilitas Pendidika. Adapun batas-batas dari lokasi Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain yaitu: Sebelah Utara :Jalan Utama Tuanku Tambusai Ujung Sebelah Timur :Universitas Muhammadiyah Riau Sebelah Selatan :Tanah Kosong Sebelah Barat :Tanah Kosong Gambar 1 Lokasi Tapak Sumber: Wikimapia, 2019 Analisis dan Konsep Perancangan Pada perancangan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain ini terdapat tiga bangunan yaitu bangunan galeri, bangunan pendidikan dan bangunan pengelola. Selain itu juga terdapat wadah ekspresi mahasiswa seperti amphiteater. Konsep dasar yang digunakan pada perancangan ini yaitu Auseni tanpa batasAy. Penerapan konsep ini bermaksud untuk menyatukan fungsi objek dan pendekatan tema yang memiliki keterkaitan satu sama lain yaitu fungsi objek sebagai Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain dan tema objek adalah arsitektur ekspresionis. Keterkaitan yang dimaksud yaitu keterkaitan dengan ekspresi. Untuk konsep bentuk bangunan menerapkan simbol infinity yang melambangkan tak terhingga atau tanpa batas. Penerapan Konsep Gambar 2. Massa Bangunan Dua simbol infinity yang menggambarkan seni dan kehidupan manusia Penyatuan simbol pada salah satu sisi dimaksudkan untuk menggambarkan seni dan kehidupan manusia memiliki kaitan erat Untuk meminimalkan penggunaan lahan maka salah satu massa di rotate mengikuti bentuk site yang bersudut A Dari hasil tersebut didapat tiga massa bangunan berbentuk lingkaran A Massa tersebut disatukan oleh sirkulasi dan atap yang memutar seolah mencerminkan seni tanpa batas. Pengguna bangunan pada Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain terbagi dua yaitu. Pengguna tetap: Dosen Mahasiswa Pengelola bangunan A A Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 Pengguna tidak tetap, yaitu pengunjung yang datang hanya sesekali untuk menghadiri eventevent tertentu . Kebutuhan Ruang Berikut adalah rekapitulasi jumlah luasan seluruh kebutuhan ruang yang terdapat pada Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain yaitu: Tabel 1. Kebutuhan Ruang Kelompok Kegiatan Luas . Pendidikan Pengelola Servis Pendukung Total Luas Bangunan Fasilitas Kebutuhan Ruang Luar Total Keseluruhan Analisis Penerapan Tema dalam Bangunan Pada perancangan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain ini menggunakan tema arsitektur ekspresionis karna arsitektur ekspresionis menghargai kebebasan garis sehingga bentuk bangunan dapat memiliki daya tarik yang kuat dan tidak monoton. Dalam rancangan ini juga dapat menjadi media komunikasi untuk mencerminkan kebebasan interpretasi dan imajinasi seseorang ketika melihatnya. Tidak hanya memandang objek sebagai arsitektur, tetapi juga memandang objek tersebut sebagai karya seni. Perancangn bangunan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain ini menerapkan tema rancangan sesuai dengan ciri-ciri arsitektur ekspresionis, yaitu: No. Tabel 2. Analisis Penerapan Tema pada Bangunan Ciri-Ciri Arsitektur Penerapan Ekspresionis Menggunakan makna dari simbol Menerapkan simbol infinity sebagai konsep pada dan ide ruang yang diterapkan perancangan bangunan yang bertujuan untuk dalam bangunan mencerminkan seni yang tak terputus Menggunakan konstruktif berupa kaca, baja dan dinding beton/batu bata Menerapkan penggunaan baja, beton, kaca dalam aplikasi eksterior dan interior bangunan Menggunakan kesamaan arti makna dari aliran dalam seni ekspresionis dengan aliran-aliran dalam Arsitektur Pada rancangan juga mengutamakan kebebasan bentuk dan warna untuk mengekspresikan Penerapan yang dilakukan mencurahkan perasaan semangat dalam berkarya dan berkreasi yang diwujudkan melalui bentuk yang tidak monoton. Kemudian pada pewarnaan di terapkan warna yang beragam yang memberikan kesan ekspresif dan semangat. Menggunakan kesamaan nilai arsitektur ekspresionis dengan objek bangunan Nilai nilai arsitektur ekspresionisme yaitu menghasilkan bentuk bangunan mengekspresikan bahasan emosi bentuk dan warna, melukiskan emosi kepada orang lain. Menghargai kebebasan bentuk. Penzoningan Analisa penzoningan ruang dalam tapak ini bertujuan untuk menentukan identitas ruang serta batasan akses bagi pengguna yang sesuai dengan kebutuhan. Penzoningan pada site dibagi menjadi beberapa zona yaitu zona parkir, zona bangunan, zona servis, zona taman dan musholla. Gambar 3. Analisis Penzoningan Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 Pencapaian Tapak dan Sirkulasi Pencapaian menuju tapak hanya dapat diakses melalui jalur utama yaitu Jalan Tuanku Tambusai. Pencapaian ke bangunan memiliki satu akses masuk. Untuk akses keluar dibuat jalan tersendiri pada sisi bagian barat dan timur site agar lebih memudahkan akses keluar yang terhubung langsung dengan Jalan Tuanku Tambusai. Area lanskap akan didesain sebagai sirkulasi, kawasan parkir serta taman yang akan memperindah tapak. Untuk area parkir kendaraan juga akan dibedakan antara parkir kendaraan pengunjung dengan parkir kendaraan pengelola. Jenis sirkulasi yang ada didalam tapak dibagi menjadi dua, yaitu sirkulasi pengunjung dan sirkulasi pengelola. Khusus jalur pejalan kaki diberi penerapan sebagai A Jalur pejalan kaki diberi peneduh berupa tanaman peneduh A Jalur pejalan kaki menggunakan material paving block, karena lebih baik dalam menyerap air ke dalam tanah A Untuk sirkulasi pengunjung dan pengelola dipisah A Sirkulasi servis khusus kendaraan yang bermuatan barang dan keperluan lain-lainnya berada pada jalur tersendiri. Berikut sirkulasi parkir pada tapak: Gambar 4. Sirkulasi Tapak Fasad Bangunan Fasad bangunan pada rancangan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain ini menggunakan fasad yang disesuaikan dengan konsep seni tanpa batas dan menerapkan sesuai dengan ciri dari arsitektur ekspresionis agar dapat menjadi media komunikasi untuk mencerminkan kebebasan interpretasi dan imajinasi seseorang ketika melihatnya. Tidak hanya memandang objek sebagai arsitektur, tetapi juga memandang objek tersebut sebagai karya seni. Material yang digunakan pada bangunan akan lebih banyak menggunakan material kaca tujuannya agar pandangan lebih luas hal ini mencerminkan ekspresi seni tanpa batas. Untuk sisi bangunan bagian barat akan menerapkan kaca berwarna yang di aplikasikan dengan bentuk kotak-kotak kecil. Penerapan ini akan menghasilkan kesan dramatis yang dihasilkan oleh bayangan. Warna Bangunan Warna yang dipakai pada eksterior adalah warna terang dan warna netral, seperti hitam, putih, abu- abu. Dan warna asli dari penggunaan material pada fasad bangunan. Penggunaan warna-warna yang terang mampu menjadi daya tarik pada bangunan dan juga bangunan akan terlihat atraktif dan ekspresif secara visual dan memberikan kesan semangat. Warna untuk interior menggunakan warnawarna hangat dengan intensitas yang rendah digunakan pada ruang kelas penggunaan warna kuning sebagai aksen pada dinding. warna kuning memiliki arti bahagia, energik, dan optimis. Untuk ruang-ruang studio lebih dominan warna netral seperti putih, atau krem guna untuk mendukung kenyamanan pada Kesimpulan dan Saran Kesimpulan dari rancangan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain di Pekanbaru dengan Pendekatan Arsitektur Ekspresionis diantaranya: Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain di Pekanbaru merupakan suatu wadah pendidikan formal yang berfokus pada bidang ilmu Seni Rupa dan Desain. Fungsi utama dari bangunan ini adalah pendidikan Seni Rupa dan Desain yang bertaraf S1 yang juga berperan sebagai wadah aktifitas mahasiswanya serta sebagai tempat mengerjakan kegiatan-kegiatan seni bagi komunitas diluar akademisi sebagai wadah yang dapat menampung aspirasi seni dan budaya masyarakat kota Pekanbaru. Dilengkapi dengan sebuah galeri sebagai wadah kegiatan rekreasi yang dapat menampung karya-karya hasil Jurnal Arsitektur ALUR Ae Vol 4 No 1 Mei 2021 e-ISSN 2685-1490. p-ISSN 2615-1472 ciptaan mahasiswa yang juga dipamerkan untuk kunjungan umum sebagai bentuk apresiasi seni mahasiswa dan juga pelayanan penyediaan rekreasi edukatif bagi masyarakat sekitar. Menerapkan tema rancangan sesuai dengan ciri-ciri arsitektur ekspresionis Penerapan konsep seni tanpa batas dengan menggunakan simbol infinity di terapkan sebagai media komunikasi perancang dalam menyampaikan ekspresi atau suatu gagasan. Yang dimana perancang bermaksud untuk menyampaikan ekspresi tanpa batas yang berarti bahwa seni tanpa Seni tanpa batas diterapkan pada setiap massa yang dihubungkan dengan sirkulasi dan atap yang mengelilingi massa seolah olah mencerminkan seni tanpa batas. Adapun saran yang diperlukan terhadap perancangan Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain di pekanbaru dengan Pendekatan Arsitektur Ekspresionis ini adalah perlunya pengembangan wawasan untuk dapat memikirkan, mencari dan memahami secara keseluruhan mengenai Arsitektur Ekspresionis karena tema Arsitektur Ekspresionis memiliki bahasan yang cukup luas sehingga akan mempengaruhi dalam proses desain nantinya. Daftar Pustaka