686 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2024 Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masjid Dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Klambir V Kebun Kabupaten Deli Serdang Kiki Hardiansyah Siregar1. Dini Vientiany2. Annisa Ilmi Farried3 Article History: Received: 01 Agustus 2024 Revised: 12 Agustus 2024 Accepted: 14 Agustus 2024 Keywords: Pemberdayaan Masyarakat. Ekonomi Berbasis Masjid Universitas Pembangunan Panca Budi Medan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara E-mail: qq. hardiansyah017@gmail. Abstract: Masjid merupakan tempat ibadah umat Islam. Masjid diharapkan tidak hanya sekedar tempat ibadah seremonial, namun juga bisa dimaknai dalam berbagai aspek kehidupan. Diantaranya masjid digunakan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat dalam rangka peningkatan perekonomian umat, sebagai unit pelayanan zakat, infaq dan shodaqoh. Oleh karena itu, pemberdayaan yang dilakukan di Masjid Al-Manar menitikberatkan pada aspek pemberdayaan ekonomi umat, antara lain dengan menyediakan lapak bagi UMKM agar Jemaah AlManar atau Komunitas Kebun Klambir V dapat melakukan transaksi jual beli dan dalam memberdayakan masjid, harus disadari bahwa masjid mempunyai potensi besar yang jika dimanfaatkan secara maksimal setidaknya akan meningkatkan kesejahteraan penghuni masjid itu Strategi Masjid Perkebunan Al-Manar Kambir V menggunakan strategi 5P yang terdiri dari tahap pemberdayaan, tahap konsolidasi, tahap perlindungan, tahap dukungan dan tahap pemeliharaan. Temuan penelitian strategi pemberdayaan masyarakat berbasis masjid pada UMKM di Masjid Al-Manar antara lain meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan akses sumber daya manusia, meningkatkan kesadaran kritis masyarakat dan meningkatkan keterlibatan budaya. PENDAHULUAN Desa Klambir V Kebun. Kecamatan Hamaparan Perak. Kabupaten Deli Serdang memiliki banyak sumber daya lokal dan kecerdasan lokal yang berpotensi untuk mengembangkan industri kreatif, seni dan kerajinan tradisional merupakan sumber daya lokal yang penting. Masyarakat desa Klambir V Kebunterampil dalam bidang tenun, tenun dan kerajinan unik dan bernilai lainnya. Dengan mengembangkan keterampilan tersebut melalui pelatihan dan pembinaan, serta dengan mempromosikan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2024 produk kerajinan lokal, potensi sumber daya ini dapat menjadi landasan bagi pengembangan industri Selain itu, kearifan lokal yang terkait dengan budaya dan tradisi juga menjadi sumber daya yang Desa Klambir V Kebun memiliki warisan budaya yang kaya, antara lain tarian, musik, ritual adat, dan cerita rakyat. Perpaduan unsur budaya dan tradisional pada produk kreatif dapat menciptakan daya tarik bagi wisatawan dan konsumen. Dengan memanfaatkan kecerdasan lokal, industri kreatif dapat menciptakan produk yang unik dan bernilai tinggi. Selain itu, potensi alam dan lingkungan hidup juga merupakan sumber daya lokal yang dapat dimanfaatkan. Desa Klambir V Kebun memiliki keindahan alam meliputi pegunungan, sungai dan keanekaragaman hayati. Potensi tersebut dapat diintegrasikan ke dalam produk-produk inovatif, seperti produk buatan tangan yang terbuat dari bahan-bahan alami, makanan dan minuman lokal, atau wisata alam yang bernuansa budaya. Pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan juga harus diperhatikan dalam pengembangan industri kreatif untuk menjaga lingkungan. Dengan menggali dan memanfaatkan sumber daya lokal dan kecerdasan lokal di Desa Klambir V Kebun. Kecamatan Hamparan Perak. Kabupaten Deli Serdang, pengembangan industri kreatif dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, pelestarian budaya dan pembangunan berkelanjutan. Gambaran umum Desa Klambir V Kebun dapat dilihat pada gambar berikut: Gambar 1. Situasi Desa Klambir V Kebun Masjid merupakan tempat beribadah bagi umat Islam. Masjid bukan hanya sekedar tempat ibadah seremonial, namun juga harus dimaknai dalam berbagai aspek kehidupan. Masjid antara lain merupakan upaya pemberdayaan masyarakat dan peningkatan perekonomian umat, seperti penyelenggaraan Baitul Mal, unit pelayanan zakat, infaq dan shodaqoh. Oleh karena itu, dalam menjalankan sebuah masjid harus menyadari bahwa masjid mempunyai potensi yang besar bagi Jika digunakan secara optimal, hal ini akan meningkatkan kesejahteraan semua orang, tidak terkecuali gereja itu sendiri. Peran masjid dalam pembangunan manusia sangatlah penting dan Selain sebagai pusat ibadah, masjid juga berfungsi sebagai pusat kebudayaan atau Masjid merupakan lembaga atau institusi Islam yang pertama dan utama. Masjid sebagai pusat peradaban mempunyai peranan penting dalam mengembangkan kegiatan sosial, meningkatkan kemampuan intelektual masyarakat, meningkatkan perekonomian nasional dan menjadi ruang diskusi untuk mencari solusi permasalahan yang ada. Fungsi masjid dalam meningkatkan kesejahteraan umat sangat diharapkan Masjid harus mampu menjadi basis pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Diharapkan masjid dapat menjadi pusat segala aktivitas masyarakat, baik formal maupun informal. Masjid hendaknya a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2024 dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau umat guna mencapai tujuan pembangunan Indonesia yaitu masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera materiil. Potret pemberdayaan masyarakat berbasis masjid dapat diwujudkan melalui partisipasi pemuda dalam kegiatan masjid, penyelenggaraan berbagai jenis pelatihan dan lokakarya, transformasi masjid menjadi pusat ilmu pengetahuan, pemberdayaan masyarakat miskin untuk mengurus masjid dan mendorong kemandirian umat. Bina dan pengembangan masyarakat merupakan mata rantai dakwah yang bertujuan untuk mencapai taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan pemahaman tersebut maka dakwah diperlukan untuk membawa perubahan dalam masyarakat. Perubahan tersebut dapat berupa kualitas maupun kuantitas dalam kehidupan bermasyarakat, karena salah satu tujuan dakwah adalah menjadikan agama berfungsi secara optimal dalam masyarakat. Pembangunan yang diperlukan dalam pemberdayaan harus mencakup beberapa unsur, antara lain: Pembangunan masyarakat adalah suatu proses pengkajian, pengembangan masyarakat adalah proses menciptakan interaksi yang seimbang antara kebutuhan dan potensi kemampuan, sumber daya, dan peluang masyarakat. Konsep pemberdayaan diartikan sebagai proses pembebasan dari situasi ketidakberdayaan, ketidakberdayaan, kehilangan, marginalisasi atau yang berhubungan dengan kelemahan. Dalam pengertian ini pemberdayaan dapat dipahami sebagai Aubergerak dari tidak mampu menjadi mampu atau tidak berdaya/lemah menjadi berdaya/kuat. Pemberdayaan adalah cara di mana orang, organisasi, atau komunitas diberi kendali atas kehidupan mereka. Jika menyangkut dakwah untuk mengembangkan atau memberdayakan masyarakat maka dakwah itu adalah bil-hal yang bentuk tindakan praktisnya diharapkan dapat mengembangkan dakwah yang efektif, merujuk masyarakat untuk memajukan Islam, serta kualitas hidup. Dalam konteks masjid, masjid yang memberdayakan masyarakat adalah gereja yang dapat menguatkan jemaahnya menjadi lebih baik. Gambar 2. Situasi Masjid Al-Manar Masjid Al-Manar tergolong masjid yang mempunyai fasilitas yang cukup lengkap bagi jamaahnya, fasilitas tersebut diberikan khusus kepada jamaah masjid sebagai bentuk pelayanan yang diberikan oleh pihak pengelola, tentunya fasilitas Masjid Al Manar juga sedang dalam Setiap tahunnya, aula utama katedral digunakan sebagai tempat ibadah maksimal sekitar dua ratus tujuh puluh orang. Selain sebagai tempat ibadah, aula ini juga dapat digunakan untuk acara lain seperti pengajian rutin, lantunan lantunan, dan kegiatan lainnya. Selain ruang utama yang luas. Masjid Al-Manar juga menyediakan fasilitas pengobatan gratis kepada a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2024 masyarakat sekitar masjid atau masyarakat sekitar jika terjadi keadaan darurat. Pemberian fasilitas yang cukup penting pada masjid ini adalah pemberian lahan bagi UMKM kepada warga yang ingin mengembangkan ide usahanya. Lahan UMKM yang disediakan Masjid Al-Manar ini luasnya A 2x2 meter per stand. Perlu diketahui, saat ini terdapat sejumlah UMKM yang bernaung di bawah Masjid Al-Manar. Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di Masjid Al-Manar lebih fokus pada perekonomian masyarakat sekitar melalui program Badan Usaha Milik Masjid, dimana BUMM memberikan ruang dan lapak kepada UMKM di sekitar masjid agar bisa menjadi Pemberdayaan masyarakat ini meliputi kerja sama dengan pemangku kepentingan UMKM untuk mempromosikan produknya di masjid-masjid. Program Badan Usaha Milik Masjid ini juga sangat didukung oleh Bank Infaq di Masjid Al-Manar. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Klambir V Kebun. Kecamatan Hamparan Perak. Kabupaten Deli Serdang pada tanggal 15 Ae 17 Juli 2024. Metode kegiatan yang dilakukan melalui program pendampingan. Dalam kegiatan ini juga digunakan metode berupa focus group, pelatihan dan praktik, pengembangan sistem, perancangan dan alat yang bekerjasama dengan mitra, serta simulasi dan eksperimen. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan analisis situasi tersebut, strategi Masjid Al-Manar dalam pemberdayaan masyarakat melalui UMKM dilaksanakan melalui pendekatan tingkat mikro dan tingkat mizzo. Tingkat mikro adalah pemberdayaan yang dilakukan secara individu di masyarakat melalui pembinaan, konseling, manajemen stres, intervensi krisis, tujuan utamanya adalah membimbing atau melatih klien untuk menyelesaikan tugas-tugas kehidupannya. Model ini sering disebut dengan pendekatan yang berpusat pada tugas. Kenyamanan di tingkat Mizzo adalah tentang memberdayakan sekelompok pelanggan. Pemberdayaan dicapai dengan menggunakan kelompok sebagai pendukung intervensi. Pendidikan dan pelatihan serta dinamika kelompok seringkali dijadikan strategi untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, keterampilan, dan sikap nasabah sehingga mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi. Penerapan, pengolahan dan pencapaian tujuan pemberdayaan dapat dicapai melalui 5P: . Enable. Merupakan strategi pemberdayaan yang dilakukan dengan menciptakan suasana/iklim yang memungkinkan potensi masyarakat berkembang secara optimal. Dalam penelitian yang dilakukan, strategi yang digunakan dalam pemberdayaan komunitas berbasis masjid ini adalah dengan mendukung pengembangan potensi masyarakat secara optimal. dalam hal ini masyarakat telah mempunyai potensi khususnya minat untuk berkembang dan kemampuan berwirausaha maka pengurus Masjid Al-Manar akan mengembangkan potensi yang dimiliki dengan cara menyediakan booth bagi UMKM agar masyarakat dapat berjualan dengan mudah. Penguatan. Membangun pengetahuan dan kapasitas masyarakat untuk memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan Pemberdayaan harus menumbuhkembangkan dan mengembangkan seluruh kemampuan sosial dan rasa percaya diri untuk menunjang rasa percaya diri. Pengurus Masjid AlManar melakukan penguatan terhadap anggota UMKM dengan menyelenggarakan beberapa pelatihan yang telah dilaksanakan. Perlindungan. Melindungi masyarakat khususnya kelompok lemah dari penindasan kelompok kuat, menghindari persaingan tidak sehat bahkan tidak sehat antara kelompok kuat dan lemah, dan mencegah kelompok kuat mengeksploitasi kelompok Dalam hal ini pemberdayaan masyarakat berbasis masjid dilakukan dengan memberikan modal kepada UMKM agar usahanya dapat berkembang. Modal ini merupakan dukungan dari Bank Infaq berupa pinjaman modal tanpa bunga, tidak ada batasan pengembalian dan dapat a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2024 dicicil berapapun jumlah nominalnya. Dukungan. Memberikan bimbingan dan dukungan agar masyarakat dapat memenuhi peran dan tugasnya dalam hidup. Pemberdayaan harus mampu menyokong masyarakat agar tidak terjerumus pada posisi yang semakin lemah dan terpinggirkan dalam hal ini program UMKM Masjid Al-Manar tergagas setelah terbentuknya program pemberdayaan, mengidentifikasi kendala-kendala yang dirasakan anggota UMKM dan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi. Pemeliharaan. Memelihara kondisi yang menguntungkan untuk menjaga keseimbangan distribusi kekuasaan antara berbagai kelompok dalam masyarakat. Pemberdayaan harus mampu menjamin keselarasan dan keseimbangan sehingga setiap orang mempunyai kesempatan untuk berusaha. Dalam hal ini, seluruh jemaah masjid dan masyarakat sekitar Masjid Al-Manar dapat ikut serta dalam program pemberdayaan yang dilakukan Masjid Al-Manar agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang dilakukan Masjid Al-Manar. Gambar 3. Pendampingan UMKM Berbasis Masjid Sementara itu, terdapat lima kriteria keberhasilan program pemberdayaan masyarakat di sekitar Al-Manar. Kebahagiaan. Meningkatkan kesejahteraan rakyat. Indeks ini dapat diukur dengan menjamin tercukupinya kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, pendidikan, dan kesehatan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pengurus Masjid AlManar memberikan dampak yang sangat positif bagi jamaah khususnya di bidang perekonomian. Hak akses. Indikator ini dapat diukur dimana kurangnya akses menjadi penghambat peningkatan kesejahteraan. dalam hal ini dengan adanya program pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh Masjid Al-Manar, jamaah dan masyarakat sekitar mempunyai keinginan untuk memperbaiki keadaan perekonomiannya. Kesadaran kritis. Indeks ini dapat diukur dari penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat, bukan karena tatanan alam yang sudah ada sejak dahulu kala, melainkan hanya karena kehendak Tuhan. Dalam hal ini, banyaknya jamaah yang hadir di Masjid UMKM Al-Manar menunjukkan kesadaran mereka ingin mengubah hidupnya menuju kehidupan yang lebih baik. Partisipasi budaya. Indikator ini dapat diukur pada tingkat ini, yaitu partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan agar kepentingan masyarakat tidak terabaikan. Dalam hal ini, keterlibatan budaya juga ditunjukkan ketika pengurus Masjid Al-Manar menyelenggarakan program pelatihan dan dukungan bagi UMKM Masjid Jami, yang merupakan solusi yang diperlukan atas permasalahan yang dihadapi. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2024 Gambar 4. Pendampingan UMKM Berbasis Masjid KESIMPULAN Berdasarkan hasil pedampingan pemberdayaan masyarakat di Desa Klambir V cukup tinggi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat disekitar Masjid Al-Manar dan setelah melakukan pelatihan yang akan dilakukan berupa tentang pemanfaatan keterampilan unuk mengembangan UMKM berbasis masjid serta pemanfaatan teknologi sosial media untuk memasarkan potensi UMKM yang dihasilkan oleh masyarakat di desa Klambir V Kebun dengan menerapkan Strategi yang dilakukan pengurus Masjid Jami Jatisari dalam melakukan pemberdayaan masyarakat diantaranya ialah dengan menggunakan 5 P dan strategi DAFTAR REFERENSI Hamid. Ningsih. , & Riyadi Agus. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Agrowisata Salak Wedi. Jurnal Pengabdian Keapada Masyarakat Indonesia EKALAYA, 1. Riyadi. Malik. , & Sugiarso. Pengembangan Ekonomi Masyarakat di Kampung Olahan Singkong. Wonosari. Nagaliyan. Semarang. Jurnal Empower: Jurnal Pengembangan Masyarakat, 6. Suprihatiningsih. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Limbah Industri Tekstil di Desa Brumbung Mranggen Demak. Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat UIN Walisongo Semarang Wicaksono. Partisipasi Masyarakat Dalam Pemberdayaan Masyarakat Melalui Desa Wisata (DEWI) Menari Dusun Tanon Desa Ngrawan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. zulfa, m. transformasi dan pemberdayaan umat berbasis masjid: studi pada masjid nurussaAoadah salatiga. inferensi, 7. ISSN : 2828-5700 .