Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 1 April 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 202-212 Metode Pembelajaran Kooperatif Menggunakan Media Think Pair Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Nurdina Hasanah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Email: nurdinahasanah@gmail. Sapna Andani Batubatara Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Email: andanisafna@gmail. Dalilah Awani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Email: dalilahawanis855@gmail. Korespondensi penulis: nurdinahasanah@gmail. Abstract. Students experience difficulties with mathematics learning aids. Many students have the impression that mathematics is a difficult subject to learn. This study aims to analyze the application of the TPS variety of cooperative learning models with the aim of increasing students' mathematics learning achievement at the fifth to sixth grade levels. Participants in this study were 21 fifth grade students. This research is a class observation research. Data collection techniques based on student test scores. Data analysis techniques using descriptive and quantitative statistical methods. The findings of this study indicate that overall mathematics learning outcomes have increased. This is evidenced by the increase in test scores between the first and second semesters . 0 and 1600 respectively. 67 and 76 percent. and 76 percent. 76% and 95% completenes. Learning outcomes increased between the first and second cycles. Based on these figures, the average working day became longer by about 9 percent, and the average length of time spent studying increased by about 24 percent. Therefore, the application of cooperative learning models such as TPS with fifth grade students can improve their math scores. The implications of this research are expected to assist students in achieving better learning outcomes by facilitating the development of learning models that are adapted to the unique personality of each individual. Keywords: Cooperative Method. Elementary Mathematics Learning. TPS Media. Abstrak. Siswa mengalami kesulitan dengan alat bantu pembelajaran matematika. Banyak siswa memiliki kesan bahwa matematika adalah mata pelajaran yang sulit untuk dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model pembelajaran kooperatif ragam TPS dengan tujuan meningkatkan prestasi belajar matematika siswa pada jenjang kelas lima sampai dengan kelas enam. Partisipan dalam penelitian ini adalah 21 siswa kelas lima. Penelitian ini merupakan penelitian observasi kelas. Teknik pengumpulan data berdasarkan nilai tes siswa. Teknik analisis data menggunakan metode statistik deskriptif dan kuantitatif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar matematika secara keseluruhan mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan naiknya nilai ujian antara semester pertama dan kedua . asing-masing 1410 dan 1600. 67 dan 76 persen. 67 dan 76 persen. 76% dan 95% ketuntasan belaja. Hasil belajar meningkat antara siklus pertama dan kedua. Berdasarkan angka tersebut, rata-rata hari kerja menjadi lebih lama sekitar 9 persen, dan rata-rata lama waktu yang dihabiskan untuk belajar meningkat sekitar 24 persen. Oleh karena itu, penerapan Received Febuari 07, 2022. Revised Maret 2, 2022. Accepted Januari 17, 2023 * Nurdina Hasanah, nurdinahasanah@gmail. Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 1 April 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 202-212 model pembelajaran kooperatif seperti TPS dengan siswa kelas V dapat meningkatkan nilai matematika mereka. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat membantu siswa dalam mencapai hasil belajar yang lebih baik dengan memfasilitasi pengembangan model pembelajaran yang disesuaikan dengan kepribadian unik setiap individu. Kata kunci: Metode Kooperatif. Pembelajaran Matematika SD. Media TPS. LATAR BELAKANG Mata pelajaran matematika pada satuan pendidikan harus diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan motivasi. Karena pentingnya, pembelajaran matematika harus dimulai di sekolah dasar (Sekolah Menengah untuk mereka yang berada di Amerika Serika. (Batubara & Ariani, 2016. Saraswati & Agustika, 2. Oleh karena itu, memiliki pemahaman matematika yang kuat di tingkat sekolah dasar sangat penting untuk keberhasilan selanjutnya dalam mata pelajaran tersebut. Ada dua aspek penting untuk mengajarkan matematika kepada siswa di tingkat sekolah menengah: matematika sebagai alat untuk memecahkan masalah dan matematika sebagai seperangkat keterampilan yang harus dipelajari (Bambang Sri Anggoro, 2016. Sakiah & Effendi, 2. Kedua aspek ini memerlukan beberapa bentuk penguatan berbasis proposal. Siswa akan memiliki kesempatan untuk mengorganisir konsep yang sudah mereka pahami jika mereka mahir dalam dua bidang tersebut (Ardianto & Rubini, 2016. Chiu & Churchill, 2016. Hernawati & Pradipta, 2. Konsep yang telah diajarkan dengan baik akan memudahkan siswa dalam memahami konsep selanjutnya, dan pemecahan masalah tidak terlalu menantang bagi mereka (Aisyah et al. , 2018. Sholihah et al. , 2. Komunikasi antara guru dan siswa sangat penting selama proses pembelajaran matematika (Muzaki & Masjudin, 2. Tidak ada proses pembelajaran yang berhasil dapat terjadi tanpa jalur komunikasi yang terbuka antara guru dan siswanya. Komunikasi dalam matematika merupakan alat untuk menilai pemahaman siswa dan meninjau kembali apa yang telah mereka pelajari (Fitriani, 2014. Suryaningtyas. Karena ini kasusnya, penting bagi siswa untuk memperoleh keterampilan yang berhubungan dengan komunikasi ini sebagai bagian dari pendidikan formal mereka. Metode Pembelajaran Kooperatif Menggunakan Media Think Pair Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Berdasarkan data yang terkumpul, masih banyak permasalahan dalam pelaksanaan pendidikan matematika di SD. Akibatnya, kinerja matematika siswa di kelas lima di bawah Penyebabnya adalah mendasarkan instruksi kelas hanya pada materi buku teks untuk mata pelajaran seperti studi geng. Metode pengajaran yang digunakan dalam proses pendidikan adalah konsisten. Evaluasi tidak sesuai dengan KD atau indikator karena disusun tanpa kisikisi dan dengan mencuri soal dari buku, dan siswa kesulitan dengan sumber aritmatika Banyak siswa memiliki kesan bahwa matematika adalah mata pelajaran yang sulit untuk dipelajari. Banyak dari mereka berjuang dengan instruksi kelas matematika. Banyak siswa takut untuk mengajukan pertanyaan karena mereka mungkin mengungkapkan ketidaktahuan atau menyebabkan orang lain mempertanyakan wawasan atau asumsi mereka Banyak siswa memilih untuk tidak melakukan apa-apa selain duduk dengan tenang, mencatat, dan mendengarkan selama kelas berlangsung, menjadikan pembelajaran sebagai proses yang melelahkan dan membuat frustrasi semua orang yang terlibat. Keefektifan metode pengajaran ini diukur dari nilai tes siswa yang rendah. Pembelajaran awal matematika pada tanggal 7 Januari 2019 dilakukan dengan metode pembelajaran konvensional . , dan diakhiri dengan tes materi yang dipelajari. Hasil belajar siswa masing-masing 61%, 61%, dan 33% dari tes awal tersebut di atas . orang sisw. Selain itu, mahasiswa diharuskan mencapai hasil yang sepadan dengan nilai KBM 70, nilai daya serap 70, dan nilai ketuntasan belajar 85%. Masalah tersebut dapat dipecahkan dengan guru mempelajari dan mengembangkan model dan strategi yang tepat untuk pengajaran matematika. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong siswa berpartisipasi aktif dalam pendidikan mereka sendiri dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar matematika. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar matematika adalah model pembelajaran kooperatif Think-PairShare (TPS). Metode ini memperkenalkan konsep Auwait or think timeAy pada elemen pembelajaran kooperatif, yang akhir-akhir ini muncul sebagai faktor yang ampuh dalam meningkatkan respon siswa terhadap pertanyaan (Suantara et al. , 2019. Sutama et al. , 2017. Suwela, 2021 ). Sementara manfaat model pembelajaran kooperatif TPS antara lain memberi siswa lebih banyak waktu untuk berpikir kritis, menjawab pertanyaan, dan saling membantu, gaya mengajar ini juga memiliki beberapa kekurangan (Ladimiyanto, 2014. Surayya et al. Model pembelajaran kooperatif Think-Pair-Share (TPS) telah terbukti meningkatkan keterlibatan siswa bahkan dalam tugas yang paling sederhana sekalipun (Virgiana & Wasitohadi, 2016. Zain & Ahmad 2. Model ini memungkinkan lebih banyak peluang bagi setiap orang untuk berkontribusi pada grup, interaksi yang lebih sederhana, dan pembentukan grup yang lebih cepat secara keseluruhan (Zain & Ahmad, 2. Seorang siswa dapat JURRIMIPA - VOLUME 2. NO. APRIL 2023 Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 1 April 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 202-212 mengajar dan diajari oleh sesama siswa, dan siswa dapat bertukar pikiran dan mendiskusikannya sebelum mempresentasikannya di kelas (Fahrullisa et al. , 2018. Sutama et , 2. Think Pair Share (TPS) adalah model pembelajaran kolaboratif yang telah terbukti meningkatkan rasa harga diri siswa dan memastikan bahwa semua peserta kelas diberi kesempatan yang berarti untuk berkontribusi dalam diskusi kelas (Meilana et al. , 2020. Ramadhani, 2017 ). Siswa dapat meningkatkan keterampilan komunikasi antar dan intrapersonal mereka, serta kemampuan berpikir kritis mereka, melalui partisipasi kelas. Model ini memungkinkan siswa untuk berpikir kritis dan bertanya tentang isi pelajaran dengan secara tidak langsung menggunakan contoh pertanyaan yang diajukan oleh guru dan memberikan kesempatan untuk merefleksikan dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari (Ramadhani. Sutama et al. , 2. Berbagai sumber sepakat bahwa model pembelajaran kooperatif TPS efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa (Koloay, 2017. Ramadhani, 2. Siswa dalam model pembelajaran kooperatif TPS lebih cenderung berbicara satu sama lain dan berbagi ide sebelum mempresentasikannya di kelas (Meilana et al. , 2020. Ramadhani, 2. Model ini juga efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa, dan memastikan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi aktif di kelas (Sutama et al. , 2. Siswa mampu berpikir kritis dan bertanya tentang pelajaran yang diajarkan berkat model pembelajaran kooperatif TPS, yang memberikan akses tidak langsung ke pertanyaan yang diajukan oleh guru dan memberi siswa kesempatan yang luas untuk berlatih menerapkan apa yang telah mereka pelajari (Dewi et al. , 2. Model pembelajaran kooperatif TPS terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan memberikan lebih banyak kesempatan untuk berpikir kritis, menjawab pertanyaan, dan saling membantu (Muhadjir, 2. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana penerapan model pembelajaran kooperatif tipe yang digunakan oleh siswa kelas 5 semester 2 SD No. 1 Joanyar dapat meningkatkan prestasi mereka pada tes standar matematika. Model implementasi ini dapat mendorong siswa untuk bekerja keras mencari jawaban atas tugas pekerjaan rumah yang diberikan oleh gurunya, memberi mereka latihan menggunakan pemikiran kritis, kreatif, dan orisinal untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Diharapkan peningkatan motivasi siswa untuk belajar akan dihasilkan dari kemampuan guru mereka untuk memberi mereka pengalaman belajar yang Metode Pembelajaran Kooperatif Menggunakan Media Think Pair Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain studi kohort berdasarkan konseptualisasi desain studi Kemmis dan Mc. Targgat, yang dirumuskan sebagai study cycle. Siswa semester genap tahun pelajaran 2018-2019 di SD Negeri 1 Joanyar mengikuti pembelajaran tersebut. Jumlah sampel sebanyak 21 orang . laki-laki dan 11 perempua. Salah satu cara untuk membuat pengajaran menjadi lebih efektif adalah melalui penelitian tindakan kelas, yang hasilnya dapat dilihat pada pertumbuhan atau hasil siswa relatif terhadap keterampilan dasar yang telah ditentukan sebelumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan dua siklus untuk menilai hasil belajar siswa guna meningkatkan proses pembelajaran dan meningkatkan kinerja siswa di kelas matematika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tife (TPS) (Think. Pair. Shar. Penelitian tindakan kelas dilakukan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yakni tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi. Kegiatan penelitian kelas ini dilaksanakan sesuai dengan rencana penelitian yang digambarkan pada diagram di atas. Dimulai dengan siklus pertama, kami merancang skenario pembelajaran, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang diselaraskan dengan model pembelajaran kooperatif TPS, bahan pendukung pembelajaran (LKS) yang disesuaikan dengan pendidikan matematika, dan alat penilaian. Pada tahap implementasi, melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibahas. Proses pendidikan skala besar biasanya melibatkan memasangkan siswa dengan teman-teman dari kelas lain dan memberi mereka tugas sebagai sebuah kelompok. Berikan siswa tugas kerja yang dapat mereka selesaikan bersama teman sekelas mereka. Setiap siswa merenungkan tugas tersebut secara mandiri (Ramadhani, 2. Setelah mengajukan pertanyaan atau mengemukakan masalah di kelas, siswa harus diberi waktu beberapa menit untuk memikirkan solusi mereka sendiri (Dewi et al. Koloay, 2. Siswa dipasangkan dengan pasangan selama kelas berlangsung. Jawaban dapat diklarifikasi melalui percakapan selama periode waktu yang ditentukan. Sharing, setiap kelompok membagikan solusinya terhadap masalah dan jawabannya dengan seluruh kelas. Tim bekerja sama untuk menganalisis dan mengevaluasi hasil pemecahan masalah. Secara kolaboratif memeriksa kembali konten pendidikan yang terbengkalai. Setiap tindakan dalam Siklus I disertai dengan serangkaian pengamatan, dan alat pilihan untuk tujuan ini adalah lembar pengamatan. Semuanya terpantau, tapi yang paling menarik adalah kegiatan kelas siswa. Hasil observasi digunakan sebagai pedoman untuk memperbaiki metode pembelajaran pada pertemuan berikutnya atau pada siklus kedua pembelajaran. Guru juga melakukan penilaian terhadap hasil belajar siswanya pada setiap akhir pertemuan pada Siklus I dan pada akhir siklus secara keseluruhan dengan memberikan tes pengetahuannya tentang JURRIMIPA - VOLUME 2. NO. APRIL 2023 Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 1 April 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 202-212 kegiatan yang direncanakan. Hal ini memungkinkan untuk diskusi lebih lanjut tentang bagaimana menyempurnakan kegiatan yang direncanakan pada Siklus II. Pada akhir setiap siklus, dilakukan periode refleksi. Tujuan refleksi adalah untuk memeriksa, menganalisis, mengevaluasi, dan merenungkan efek dari tindakan masa lalu. Dalam refleksi ini, kami menggunakan perangkat pedagogis berikut: daftar observasi, penilaian kompetensi belajar siswa, dan evaluasi hasil belajar siswa. Akademisi dapat melakukan penyesuaian terhadap proses pembelajaran berdasarkan hasil refleksi tersebut. Metode pengumpulan data penelitian ini menggabungkan teknik pengumpulan informasi dan pengujian pengetahuan siswa. Metode pengujian ini dapat dijelaskan sebagai sarana informasi tentang tugas yang harus diselesaikan oleh seseorang atau sekelompok orang dikumpulkan dan diatur untuk digunakan dalam proses Skor pada tes kemudian dapat dibandingkan dengan menggunakan kriteria yang telah ditentukan. Prosedur analisis statistik menggunakan metode deskriptif-kuantitatif. Metode analisis deskriptif kuantitatif ini digunakan untuk menentukan konversi hasil belajar ke dalam skala penilaian Acuan Patokan (PAP). HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian berdasarkan penerapan model pembelajaran kooperatif TPS dalam pembelajaran matematika siswa kelas V SD No. 1 Medan semester genap tahun ajaran 20222023 disajikan pada Tabel 1. Menurut Tabel 1, jelas bahwa rata-rata hasil belajar siswa adalah sebagai berikut: ratarata 61%, standar deviasi 6,1 poin persentase, dan rata-rata 33 persen dalam hal kesenjangan Rendahnya prestasi siswa di kelas disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kegagalan guru dalam menerapkan berbagai model pembelajaran selama proses pembelajaran, metode penilaian subjektif yang tidak memperhitungkan konteks dan malah menarik pertanyaan langsung dari buku teks, dan siswa ketidakmampuan untuk memanfaatkan teknologi pembelajaran secara efektif. Di sisi lain, siswa cenderung menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang menantang untuk dipelajari. Metode Pembelajaran Kooperatif Menggunakan Media Think Pair Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Banyak dari mereka berjuang dengan instruksi kelas matematika. Begitu banyak siswa takut untuk bertanya karena mereka mungkin mengungkapkan ketidaktahuan atau mengungkapkan pengetahuan yang salah. Pada akhir siklus I rata-rata hasil belajar siswa 67%, median hasil belajar 67%, dan rata-rata hasil belajar 71%. Prestasi akademik tersebut masih jauh dari standar yang ditetapkan oleh indikator keberhasilan. Beberapa siswa tidak terbiasa berbicara dengan teman sekelasnya, itulah sebabnya hal ini terjadi. Masih diperlukan peningkatan fokus siswa selama pembelajaran kelompok. Dalam pendidikan umum, siswa belum terbiasa dengan metode pengajaran yang digunakan, sehingga proses pembelajaran tidak dilakukan secara maksimal. Hal ini terjadi karena pendekatan ini baru untuk siswa dan berbeda dari cara mereka sebelumnya diajarkan di kelas. Siswa tidak mau bekerjasama dengan teman sekelas, dan masih ada beberapa siswa yang tidak berkomitmen penuh dalam proses Siswa cenderung memilih untuk bekerja dengan orang yang mereka kenal ketika mereka berpasangan, dan implementasi model masih kurang di bidang-bidang seperti penerapan strategi pembelajaran yang terdapat dalam metode kooperatif Think Pair Share (TPS). Rata-rata hasil belajar siswa pada Siklus II sebesar 76%, hasil belajar siswa sebesar 76%, dan hasil belajar siswa sebesar 95%. Jika dibandingkan dengan indikator keberhasilan yang digunakan dalam penelitian ini, hasil menunjukkan bahwa hasil pembelajaran siklus kedua telah melampaui hasil pembelajaran siklus pertama. Keinginan siswa untuk berpartisipasi dalam diskusi kelas menunjukkan kesiapan mereka untuk belajar pada saat ini di tahun Siswa menyadari kegiatan belajar yang diperlukan yang ditetapkan oleh instruktur Mengingat hal ini, tampaknya guru dibebaskan dari tugas berulang kali menjelaskan kepada siswa tentang kegiatan yang harus mereka selesaikan. Proses pembelajaran yang terencana dilaksanakan secara efisien dan efektif sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disusun. Tes hasil belajar yang digunakan sudah memvalidasi konten yang diberikan kepada siswa sesuai dengan indikator pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Siswa dapat berpikir kritis dan mengajukan pertanyaan tentang bidang konten yang merupakan pusat Siswa menjadi lebih terlibat dalam pendidikan mereka, memungkinkan mereka untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Siswa sudah merasa percaya diri memberikan presentasi di depan teman sebayanya, dan pujian yang mereka terima dari guru dapat mendorong mereka untuk belajar lebih giat di rumah, membuat mereka lebih terlibat dalam pendidikan mereka secara keseluruhan. JURRIMIPA - VOLUME 2. NO. APRIL 2023 Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 1 April 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 202-212 Siswa Sem 2 tahun pelajaran 2018-2019 di SD No. 1 Joanyar dapat meningkatkan nilai matematikanya dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif seperti TPS. Siswa yang prestasi akademiknya melebihi indikator keberhasilan dalam penelitian ini dapat berterima kasih atas keberhasilan penerapan model pembelajaran kooperatif TPS. Namun yang diuntungkan disini adalah model pembelajaran kooperatif TPS mampu meningkatkan partisipasi siswa. Model ini meningkatkan interaksi siswa, memungkinkan siswa untuk belajar dari satu sama lain dan berbagi ide untuk didiskusikan sebelum mempresentasikannya di kelas. Model ini juga efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa, dan memastikan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi aktif di kelas (Suantara et al. , 2019. Sutama et al. , 2. Siswa juga dapat langsung membahas masalah, mempelajari suatu topik dalam kelompok kecil dengan bantuan satu sama lain, dan mempresentasikan temuan mereka di depan kelas sebagai bagian dari evaluasi metode pengajaran yang telah mereka gunakan selama ini (Santra et al. , 2018. Suwela , 2. Model ini memungkinkan siswa untuk merenungkan apa yang telah mereka pelajari dan mengajukan pertanyaan tentangnya, karena model ini memberi mereka contoh tidak langsung dari pertanyaan yang telah diajukan guru di masa lalu dan memberi mereka waktu untuk merenungkan pelajaran itu sendiri. Dengan memberi siswa lebih banyak waktu untuk merenungkan dan mendiskusikan materi pelajaran, serta untuk saling bertanya dan menjawab pertanyaan, model TPS terbukti meningkatkan hasil akademik siswa (Febnasari et al. , 2019. Koloay, 2017. Ramadhani , 2. Hasil belajar siswa selama siklus II menunjukkan peningkatan. Perlu adanya metode pengajaran yang lebih efektif dan menarik agar siswa dapat belajar secara kooperatif, mengajukan pertanyaan meskipun tidak dapat bertanya langsung kepada guru, dan ide-ide mereka divalidasi dan interaksi mereka dengan guru meningkat (Annisa & Marlina, 2019. Widiani, 2. Model diskusi terstruktur ragam Think-Pair-Share (TPS) merupakan bagian integral dari pembelajaran kooperatif (Hamid et al. , 2020. Ramadhani, 2017. Susanto & Anti. Salah satu jenis pembelajaran kooperatif. Authink pair shareAy, memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi dengan pasangan atau kelompok, berbagi pengetahuan, dan saling membantu. Hal ini memungkinkan guru untuk menggabungkan strategi pengajaran yang lebih luas dan mendorong keterlibatan dan partisipasi siswa yang lebih Metode Pembelajaran Kooperatif Menggunakan Media Think Pair Share Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V SD Temuan ini didukung oleh temuan sebelumnya bahwa model pembelajaran kooperatif TPS meningkatkan partisipasi siswa (Koloay, 2017. Ramadhani, 2. Model pembelajaran kooperatif TPS dapat meningkatkan interaksi siswa, memungkinkan siswa untuk saling belajar dan berbagi ide untuk didiskusikan sebelum mempresentasikannya di kelas (Meilana et al. Ramadhani, 2. Model ini juga efektif untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa, dan memastikan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi aktif di kelas (Sutama et al. , 2. Model pembelajaran kooperatif TPS terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan memberikan lebih banyak kesempatan untuk berpikir kritis, menjawab pertanyaan, dan saling membantu (Muhadjir, 2. Namun, masih memiliki keterbatasan dalam praktiknya, seperti fakta bahwa memindahkan siswa dari kelas besar ke kelas yang lebih kecil dapat membuang waktu pembelajaran yang berharga. Untuk meminimalkan waktu yang terbuang, guru harus dapat berkolaborasi dalam rencana pelajaran. Implikasi studi diharapkan untuk membantu siswa dalam mencapai hasil belajar yang lebih baik dengan memfasilitasi pengembangan rencana pembelajaran individual yang mempertimbangkan kepribadian unik KESIMPULAN Siswa semester genap tahun pelajaran 2022/23 di SD Negeri 1 Medan akan mendapatkan manfaat dari penerapan model pembelajaran kooperatif seperti TPS untuk meningkatkan kinerja matematis mereka pada mata pelajaran tersebut. Guru dapat menerapkan metode pembelajaran ini karena model pembelajaran kooperatif TPS meningkatkan keterlibatan siswa dan memberikan banyak kesempatan bagi semua orang di kelas untuk memberikan kontribusi yang berarti. Selain itu, guru dapat memperbaiki hasil belajar siswa yang rendah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif seperti TPS. JURRIMIPA - VOLUME 2. NO. APRIL 2023 Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JURRIMIPA) Vol. No. 1 April 2023 e-ISSN: 2828-9390. p-ISSN: 2828-9382. Hal 202-212 DAFTAR PUSTAKA