Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 766-777 PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN MANAJERIAL TATAKELOLA PETERNAKAN TERHADAP KEBERHASILAN USAHA TERNAK SAPI PERAH (Suatu Kasus Pada Peternak Sapi Perah di Kecamatan Cipanas. Kabupaten Cianjur. Jawa Bara. THE INFLUENCE OF SOCIAL ECONOMIC AND MANAGEMENTAL FACTORS OF ANIMAL GOVERNANCE ON THE SUCCESS OF DAILY CATTLE BUSINESS (A Case in Dairy Cattle Breeders in Cipanas District. Cianjur Regency. West Jav. Ary Ridho Mustofa*1. Euis Dasipah2. Karyana. Ks2 SMK Negeri Pertanian Pembangunan Cianjur. Kecamatan Cilaku. Kabupaten Cianjur Magister Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Winaya Mukti Korespondesi: aryridho. ar@gmail. (Diterima 04-03-2022. Disetujui 20-04-2. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor sosial ekonomi peternak dan manajerial peternak terhadap keberhasilan usaha peternakan sapi perah. Unit analisisnya adalah peternak sapi perah di Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur. Responden diambil dalam sensus sebanyak 65 Teknik analisis yang digunakan adalah path analysis. Hasil penelitian diperoleh keadaan faktor sosial ekonomi peternak sapi perah yang terdiri atas aspek/indikator: umur, pendidikan formal, pengetahuan, pengalaman, beban tanggungan, motivasi berusaha, skala usaha dan modal menunjukkan kriteria baik dengan capaian 71,54%. Tata kelola manajerial peternak sapi perah yang terdiri atas dimensi/indikator: pencatatan pendataan, teknik pemerahan, kesehatan ternak, pakan, perkawinan, tata usaha, perdagangan, tenaga kerja dan pemasaran menunjukkan kriteria baik dengan capaian 78,88%. Terhadap aspek manajerial peternak, aspek/dimensi kesehatan ternak dan tata kelola usaha menunjukkan kriteria sangat baik. Keberhasilan usaha peternakan sapi perah terdiri atas dimensi: Produktivitas sapi. Biaya produksi. dan efisiensi pertanian. Selama masa laktasi rata-rata produk susu menghasilkan susu mencapai 22 liter/ekor/hari, rata-rata biaya produksi Rp 2. 250/liter dan rata-rata efisiensi usaha 1,98. Tingkat keberhasilan peternakan sapi perah adalah 75,64%. Terdapat hubungan positif yang kuat dan nyata antara faktor sosial ekonomi peternak dengan tata kelola manajerial peternak. Kuatnya hubungan antara kedua variabel ditunjukkan dengan koefisien korelasi pearson = 0,533. Faktor sosial ekonomi peternak dan tata kelola manajerial berpengaruh positif dan nyata terhadap keberhasilan usaha peternakan sapi perah. Kontribusi faktor sosial ekonomi 15,54% dan tata kelola manajerial 45,14%. Jauh lebih besar. Kata Kunci: Manajerial. Sosial Ekonomi. Tata Kelola ABSTRACT This research aims to find out the influence of socio-economicactors of breeders and managerial breeders on the success of dairy farming efforts. The unit of analysis is a dairy farmer in Cianjur Subdistrict. Cianjur Regency. Respondents were taken in a census of 65 people. Analytical techniques are used pathanalysis. The results of the study obtained the state of the socio-economic factors of dairy farmers consisting of aspects / indicators: age, formal education, knowledge, experience, burden of dependents, motivation usaha, business scale and capital show good criteria with achievement of 71. Managerial governance of dairy farmers consists of dimensions/ indicators: data collectionrecords, milking techniques, livestock health, feed, marriage, business governa nce, trade, labor and marketing show good criteria with an achievement of 78. Against the managerial aspects of the breeder, the aspect / dimension of livestock health and business governance shows excellent criteria. The success of dairy farming business consisting of PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN MANAJERIAL TATAKELOLA PETERNAKAN TERHADAP KEBERHASILAN USAHA TERNAK SAPI PERAH Ary Ridho Mustofa. Euis Dasipah. Karyana Ks dimensions: Productivity of cows. Production costs. and efficiency of farming. During lactation the average dairy product produces milk reaching 22 liters / tail / day, the average production cost is Rp 2,250 / liter and the average business efficiency of 1. The success rate of dairy farming is There is a strong and tangible positive relationship between the socio-economic factors of breeders and managerial governance of breeders. The strong relationship between the two variables is indicated by the pearson correlation coefficient = 0. Socio-economic factors of breeders and managerial governance have a positive and real influence on the success of dairy farming efforts. Contribution of socio-economic factors 15. 54% and managerial governance Much bigger. Keywords: Governance. Managerial. Socioeconomic pencemaran lingkungan di sekitar area LATAR BELAKANG Pengembangan usaha ternak sapi Indonesia peternakan sapi perah seperti air sungai, dilakukan karena kemampuan pasok susu Jenderal Peternakan peternak lokal saat ini baru mencapai 25 Hewan, 2. (Direktorat Kesehatan persen sampai 30 persen dari kebutuhan Salah satu produk pangan yang susu nasional. Besarnya volume impor terus mengalami peningkatan permintaan susu menunjukkan prospek pasar yang setiap tahunnya adalah susu. Peningkatan sangat besar dalam usaha peternakan sapi tersebut ditandai dengan meningkatnya perah untuk menghasilkan susu sapi segar konsumsi susu per kapita dari tahun ke sebagai produk substitusi susu impor. tahun, mulai dari 5,79 kg/kapita pada Hingga saat ini Indonesia belum mampu tahun 2001 dan meningkat menjadi 6,8 untuk memenuhi kebutuhan susu dalam kg/kapita pada tahun 2005. Peningkatan Hal ini terjadi akibat banyaknya konsumsi susu nasional tidak diimbangi kendala dalam melakukan pengembangan Konsumsi susu masyarakat Indonesia terus meningkat dari 883. pakan konsentrat, keterbatasan sumber ton pada tahun 2001 menjadi 1. daya dan juga lahan untuk penyediaan hijauan, minimnya rantai pemasaran susu. peningkatan sebesar 98. 9% selama kurun Hal lain yang menjadi kelemahan dalam waktu 6 tahun dan diprediksikan akan tahun-tahun terbatasnya teknologi pengolahan kotoran Produksi susu yang tidak hewan ternak saat ini yang menyebabkan berkembang tampak dari jumlah populasi Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 766-777 sapi yang relatif tetap . , bahkan Kandungan yang ada didalamnya menunjukkan trend yang menurun dari vitamin dan mineral dibutuhkan untuk pembentukan jaringan tubuh, sumber kemampuan produksi susu nasional. Oleh protein, energi dan aktivitas sel-sel dalam karena itu, pemerintah melakukan impor Susu dapat dihasilkan dari ternak susu dari beberapa negara pengekspor yang diperah. Saat ini, ternak yang dapat susu antara lain Australia. Perancis dan menghasilkan susu untuk dikonsumsi Selandia Jenderal oleh manusia hampir semuanya berasal Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2. dari ternak sapi dan kambing perah. Susu Potensi untuk pengembangan usaha dari sapi perah harganya lebih murah dan Baru (Direktorat peternakan sapi perah maupun sapi potong cukup besar meningat kondisi dibandingkan susu dari ternak kambing. geografis, ekologi dan kesuburan lahan di Untuk mendukung pengembangan dan beberapa wilayah Indonesia memiliki pengelohan susu segar maka diperlukan industri pengolahan susu (IPS). pengembangan peternakan sapi perah Industri Pengolahan Susu (IPS) . gribisnis persusua. serta besarnya kekurangan pasokan susu dalam negeri, konsumen, harus memperoleh bahan sebenarnya banyak sekali kerugian yang baku susu segar dari industri peternakan. diperoleh Indonsia akibat dilakukannya Industri peternakan di Indonesia terbagi kebijakan impor susu. Diantaranya adalah menjadi dua yaitu usaha peternakan rakyat dan usaha intensif untuk tujuan dimanfaatkannya potensi sumber daya manusia yang ada khususnya masyarakat negeri saat ini hanya mampu memasok pedesaan untuk pengembangan agribisnis 30 % bahan baku susu segar untuk memenuhi permintaan IPS. Hal ini pendapatan yang seharusnya diperoleh menunjukkan bahwa 70 % bahan baku pemerintah dari pajak apabila agribisnis susu segar masih harus diimpor. Dengan persusuan ini dikembangan secara baik. melihat kondisi ini, maka usaha ternak Susu merupakan produk asal ternak yang memiliki kandungan gizi yang Industri populasi dan produktivitasnya sehingga PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN MANAJERIAL TATAKELOLA PETERNAKAN TERHADAP KEBERHASILAN USAHA TERNAK SAPI PERAH Ary Ridho Mustofa. Euis Dasipah. Karyana Ks IPS Tabel 1. Daerah Penghasil Susu di Jawa Barat Tahun 2018-2020 . alam to. (Priyono, 2. Usaha Wilayah Jawa Barat Provinsi Jawa Barat Bogor Sukabumi Cianjur Bandung Garut Tasikmalaya Kuningan Sumedang Bandung Barat merupakan usaha budidaya ternak yang dikelola oleh petani peternak di pedesaan dengan skala kepemilikan ternak kecil dengan rata-rata kepemilikan kurang dari 5 ekor. Hal tersebut sesuai dengan sewaktu-waktu Barat, kota/kabupaten Jawa Barat. Perkembangan pelatihan-pelatihan Cianjur Selanjutnya, upaya lain mengadakan 2021, perkembangan produksi susu sapi kemitraan dan pemasaran hasil produksi, peternakan sapi perah. Menurut Badan usaha pengolahan, penanganan mutu, sangat cocok dikembangkan untuk usaha berwawasan lingkungan, pengembangan alam, iklim dan potensi yang dimilikinya Kabupaten 20,028 5,916 5,973 79,154 30,792 5,638 19,123 10,028 97,762 pengendalian penyakit, pengembangan Kabupaten Cianjur dengan kondisi 19,326 11,221 5,899 95,966 43,574 5,300 22,384 12,446 124,306 pengembangan prasarana dan sarana, biaya yang cukup besar. 24,709 10,895 5,895 59,974 43,974 5,250 21,318 12,324 123,100 peningkatan produksi, pembangunan dan Pusat Statistik. Propinsi Jawa 293,490 dilakukan, antara lain adanya program: dijadikan sambilan oleh para petani jika 351,885 wilayah Kabupaten Cianjur telah banyak rumah tangga peternak. Usaha tani ternak 319,004 pengembangan bidang peternakan di ternak sapi potong antara 3-5 ekor per Berbagai kepemilikan peternakan rakyat Sumber: Badan Pusat Statistik Tahun 2021 Priyono . yang menyatakan bahwa peternakan, baik teknis maupun non teknis secara kontinyu, meningkatkan adopsi inovasi teknologi tepat guna di (Sembila. wilayah kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jawa dapat dilihat pada Tabel 1. lahan pengangonan untuk memenuhi kebutuhan hijauan makanan ternak dan pengembangan usaha peternakan. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 766-777 Fenomena yang tampak di lokasi upaya yang dimaksud di atas. penelitian adalah adanya permasalahan Faktor kedua yang mempengaruhi usahatani yaitu karakteristik individu, produktivitas sapi dalam menghasilkan merupakan nilai-nilai yang melekat pada susu segar yang baru mencapai angka diri petani. Nilai-nilai dimaksud seperti dibawah 15 liter/ekor/hari selama masa tingkat pendidikan . ormal dan non- laktasi padahal potensi sesuai dengan forma. , pengalaman mengelola usahatani kapasitas induk jenis sapi perah yang dan latar belakang pekerjaan sebelum unggul dan paling banyak dipelihara jenis Friesian Holstein (FH) mampu mencapai . edang 15 sampai 20 liter/ekor/hari. Masih Faktor ketiga yang berpengaruh rendahnya angka produktivitas sapi yang langsung terhadap kegiatan usahatani dipelihara peternak bukan tanpa sebab yaitu penggunaan teknologi, yang berupa atau alasan, salah satunya adalah karena cara-cara baru, alat-alat pertanian dan faktor keberhasilan program inseminasi sarana produksi pertanian lainnya yang buatan, selain juga faktor pemberian pakan hijauan dan konsentrat. usahatani baik melalui individu . Program maupun langsung kepada usahataninya. upaya-upaya yang dilakukan tersebut Ketiga faktor tersebut saling berinteraksi satu sama lainnya dalam mempengaruhi usahatani yang pada akhirnya akan Perbedaan ketiga faktor tersebut akan potensi sumberdaya lokal. Keberhasilan . yang diperoleh dari kegiatan pengembangan program-program tersebut usahatani, motif peternak peternak juga sebagai dorongan dari dalam individu si dipersiapkan pelaku sasaran dibenahi menentukan terhadap capaian usaha sapi Dalam keberadaan peternak sapi perah sebagai pelaku usaha di tingkat akan sangat Keadaan menentukan keberhasilan program dan besar sebagai usaha utama . dan PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN MANAJERIAL TATAKELOLA PETERNAKAN TERHADAP KEBERHASILAN USAHA TERNAK SAPI PERAH Ary Ridho Mustofa. Euis Dasipah. Karyana Ks sebagaian lagi sebagai usaha sambilan usahaternak akan berimplikasi terhadap biaya produksi. Dalam setiap usaha maka sebagai usaha pokok sebagian besar para perlu dicermati biaya-biaya yang meliputi peternak sapi perah merupakan skala biaya yang diperhitungkan dan biaya usaha peternakan rakyat yang relatif yang tidak diperhitungkan. Dalam konsep Kendati Pengamatan dilakukan di wilayah kerja bahwa rata- termasuk pada skala usaha kecil maka rata produksi susu pada sapi FH berturut- turut yaitu laktasi pertama sebesar 12,56 (Priyono, 2. liter/ekor/hari. Selain ketiga 15,49 liter/ekor/hari, dan laktasi kemampuan dalam menjalankan dan liter/ekor/hari, 14,62 liter/ekor/hari, 14,82 minimal dan maksimum produksi susu 4,5-31 liter dengan koefisien variasi kegiatan manajemen agar sesuai dengan 0,00219-0,00357 (Christi et al. , 2. Jumlah produksi susu sapi perah fungsi-fungsi Kemampuan FH masih dalam kategori yang normal. kemampuan dalam hal teknis produksi skala kepemilikan peternakan rakyat dan kemampuan manajemen. Bahwa ternak sapi potong antara 3-5 ekor per manajemen adalah merupakan paduan rumah tangga peternak. Setiap Pelaku seni . dan ilmu . , seni dapat bisnis selalu memiliki latar belakangnya diartikan sebagai kemampuan seseorang yang akan berimplikasi terhadap kegiatan usaha yang digelutinya. Lata belakang . , yang dimaksud adalah factor sosal dan factor ekonominya. Salah satu factor pendidikan dan pengalaman di dalam menyelenggarakan suatu proses yang adalah sakala Skala ditunjukkan dengan jumlah sapi yang . , pengelolaan . , diusahakan para peternak dan di lapangan dan pengontrolan . terhadap memperlihatkan keragaman antara satu peternak dengan peternak lain. Skala maksud dan tujuan. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 766-777 Betapa manajemen ini, maka dalam dunia usaha menarik untuk dilakukan penelitian dan khususnya dalam bidang peternakan sapi analisis mengenai factor social ekonomi perah, faktor tersebut dapat membawa ke peternak sapi perah dan kompetensi arah keberhasilan atau kebangkrutan manajerial peternak dan pengaruhnya Oleh karena itu, manajemen terhadap pendapatan peternak. Berhasil tidaknya seseorang dalam sepenuhnya bergantung pada kualitas menjalankan fungsinya akan tergantung pada kompetensinya. Peternak adalah subjek pemeran Aspek manajemen tidak dapat dihitung jumlahnya dan juga sulit untuk fungsinya sebagi peternak sapi perah yang menghasilkan produk susu untuk secara parsial. Penilaian dapat dilakukan hanya berdasarkan hasil akhir dari suatu kegiatan, apakah manajemennya baik dimiliki atau dibutuhkan oleh setiap Khusus Kompetensi melakukan tugas dan tanggung jawab . atalaksana peternakan sapi perah, terdapat istilah peternaka. dan practical management . atalaksana rutin peternaka. (Unpad, pekerjaannya (Wibowo, 2. Pendapat General usahaternak tergantung pada kemampuan termasuk pemasaran, sedangkan practical management adalah tatalaksana rutin . sumberdaya alam maupun sumberdaya berkaitan dengan ternaknya. Pengelolaan Karena itu dapat dikatakan tersebut juga berkaitan dengan aspek bahwa tinggi rendahnya produktivitas teknikal majerial maupun finansil guna mencapai kinerja usaha yang efisien yang kelompok . inggi rendahny. peternak serta dalam mengadopsi, menguasai, dan peternak sap perah. Sejalan dengan PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN MANAJERIAL TATAKELOLA PETERNAKAN TERHADAP KEBERHASILAN USAHA TERNAK SAPI PERAH Ary Ridho Mustofa. Euis Dasipah. Karyana Ks dikombinasikan dengan kondisi sosial peternak (Syahyuti, 2. peternak responden. Tujuan penelitian ini adalah untuk Adapun melalui wawancara langsung dengan ekonomi peternak sapi perah. Keragaan peternak responden dengan menggunakan Kompetensi manajerial peternak sapi daftar pertanyaan atau questioner yang perah. Hubungan antara faktor social ekonomi dengan kompetensi manajerial Sedangkan peternak. Pengaruh faktor sosial ekonomi instansi terkait serta studi pustaka yang terhadap pendapatan peternak. penelitian ini. Variabel METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan berjumlah 3 . buah, yaitu faktor dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan penelitian tatakelola peternakan dan keberhasilan Dilakukan pada peternak di Kecamatan Cianjur. Kabupaten Cianjur. variabel-variabel kualitatif Pertimbangannya adalah karena lokasi dan diukur secara kuantitatif dengan tersebut merupakan salah satu setra menggunakan teknik skoring yaitu berupa produksi susu sapi perah. Waktu Ketiganya Tingkat pengukuran terhadap tiap item/ indicator melaksanakan penelitian ini sekitar 3 dari masing-masing variabel digunakan 4 . bulan dari bulan Agusus 2021 . tingkatan, yaitu: sangat tinggi sampai dengan Oktober 2021 mulai dari . , tinggi . , cukup . , kurang . Data HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian penelitian ini adalah data primer dan data Penelitian Data primer yaitu data tentang hubungan antara faktor sosial ekonomi responden yang bisa diperoleh secara peternak dengan manajerial tatakelola usahternak sapi perah dan selanjutnya Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 766-777 kedelapan indikator: umur. masing-masingnya terhadap keberhasilan usahaternak sapi perah. tanggungan keluarga. motivasi usaha. Tingkat Capaian Faktor Ekonomi Peternak (X. skala usaha. dan permodalan diperoleh Sosial tingkat capaian 71,54% termasuk kriteria Hasil rekapitulasi disampaikan pada Berikut rangkuman capaian faktor Tabel 2. sosial ekonomi peternak berdasarkan Tabel 2. Tingkat Capaian Faktor Sosial Ekonomi Peternak (X. Indikator 1 Umur 2 Pendidikan Formal 3 Pengetahuan 4 Pengalaman 5 Beban tanggungan klg 6 Motivasi usaha 7 Skala usaha 8 Permodalan Jumlah Tingkat Capaian Notasi Skor Capaian X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 Skor Harapan Tingkat Capaian (%) 67,69 66,15 79,62 77,31 64,62 75,38 65,77 75,77 71,54 Kriteria Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik manajerial peternak sapi perah diperoleh Manajerial 77,81% termasuk kriteria baik atau tinggi Tatakelola Peternakan (X. Berdasarkan hasil analisis tingkat walaupun belum mecapai kriteria sangat capaian dari seluruh indikator tatakelola baik (Tabel . Tabel 3. Capaian Manajerial Tatakelola Usahaternak (X. Indikator Notasi Pendataan catatan Pemerahan Kesehatan ternak Makanan Perkawinan Tatalaksana usaha Perkandangan Tenaga kerja Jumlah X21 X22 X23 X24 X25 X26 X27 X28 Skor Capaian Dari ke sembilan indikator tersebut Harapan Tingkat Capaian (%) 74,49 74,49 81,92 77,95 80,38 80,98 78,46 79,62 77,81 Kriteria Baik Baik Sangat Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik perhatian para peternak untuk diperbaiki. Sebaliknya memperlihatkan kinerja yang terendah. Hal ini ke depan perlu mendapatkan aspek/dimensi PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN MANAJERIAL TATAKELOLA PETERNAKAN TERHADAP KEBERHASILAN USAHA TERNAK SAPI PERAH Ary Ridho Mustofa. Euis Dasipah. Karyana Ks adalah kesehatan ternak dan tatalaksana Produktivitas 78,46% kriteria Baik. Biaya produksi 73,46% criteria baik. Efisiensi Usahatani diperoleh 75,00%. Keberhasilan Usahaternak Sapi Perah (Y) Baik. Tingkat Selanjutnya berikut ini disampaikan keseluruhan keberhasilan usaha ternak hasil rangkuman capaian Keberhasilan sapi perah yaitu 73,97 % kriteria Baik Usahatani (Tabel . Jamur Tiram Putih Tabel 4. Capaian Keberhasilan Usahaternak Sapi Perah (Y) Frekuensi PPL pada skor Skor Dimensi/Indikator Notasi Capaian Produktivitas (Y. Biaya Produksi (Y. Efisiensi (Y. Usahaternak Jumlah Dari Pembahasan Skor Harapan Tingk at capaian (%) 73,46 73,46 75,00 73,97 Baik Kriteria Baik Baik Baik Sesuai dengan hasil analisis jalur kontribusi faktor lain sebesar 39,32 %. yang pada dasarnya adalah analisis Pengaruh dari luar kedua variabel tampak dipengaruhi oleh variabel faktor sosial dipengaruhi oleh variabel di luar kedua tatakelola usahaternak sapi perah. Kedua Pengaruh kedua variabel tersebut bersifat langsung dan tidak langsung. yang nyata, dimana variabel Pengaruh yang paling besar adalah memperlihatkan kontribusi yang lebih manajerial tatakelola usahaternak sapi besar daripada variabel faktor sosial perah yaitu sebesar 45,14 %. Selanjutnya Masih terdapat faktor lain yang adalah pengaruh tidak langsung untuk menentukan pendapatan peternak sapi kedua variabel tersebut sama besar yaitu perah diluar faktor tersebut yang tidak 8,53%. Tampak pengaruh tidak langsung dimasukkan dalam model sebagaimana memperlihatkan lebih kecil daripada tertuang dalam persamaan strukturalnya. pengaruh langsung variabel faktor sosial Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 766-777 ekonomi peternak yaitu 9,54%. Hal uraian pembahasan maka dapat ditarik tersebut menunjukkan model persamaan kesimpulan penelitian sebagai berikut: struktral masih cukup baik. Semakin Keragaan faktor sosial ekonomi baiknya manajerial tatakelola, maka akan peternak sapi perah yang terdiri atas aspek/indikator: formal, pengetahuan, pengalaman, beban Pengaruh . langsung dan tanggungan, motivasi usaha, skala usaha tidak langsung dari variabel faktor sosial dan permodalan dengan capaian 71,54% ekonomi peternak terhadap keberhasilan memperlihatan kriteria baik. usahaternak yaitu 15,54 %. Kontribusi Manajerial tatakelola usahaternak tersebut cukup kecil. Hal ini dapat dipahami, mengingat dalam usahatani dimensi/indikator: teknik pemerahan, kesehatan ternak, bersentuhan dengan capaian keberhasilan pakan, perkawinan, tatalaksana usaha, adalah dari faktor teknis penerapan tatakelola usahaternaknya. Faktor sosial pemasaran memperlihatan kriteria baik ekonomi yang tertinggi berkontribusi dengan capaian 78,88%. Terhadap aspek adalah dari indikator pengalaman, yaitu manajerial peternak tersebut maka untuk 77,31 %. Fenomena tersebut banyak aspek/dimensi terbukti pada hasil-hasil penelitian sejenis Pengalaman dalam berusaha kriteria sangat baik. Keberhasilan keberhasilan suatu usaha. Sebaliknya kontribusi terkecil dari faktor sosial Produktivitas sapi. Biaya produksi. Efisiensi tanggungan keluarga 64,62 %. Selama laktasi rata-rata produktivitas sapi perah KESIMPULAN DAN SARAN liter/ekor/hari. Biaya produksi rata-rata Kesimpulan Rp 2. 250/liter dan rata-rata efisiensi Berdasarkan hasil analisis data di lapangan dan pengujian hipotesis serta 1,98. Tingkat Keberhasilan usahaternak sapi perah diperoleh 75,64%. Terdapat hubungan PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN MANAJERIAL TATAKELOLA PETERNAKAN TERHADAP KEBERHASILAN USAHA TERNAK SAPI PERAH Ary Ridho Mustofa. Euis Dasipah. Karyana Ks positif yang kuat dan nyata antara faktor DAFTAR PUSTAKA Christi. Indrijani. Tasripin. , & Suharwanto. Evaluasi Produksi Susu Sapi Perah Friesian Holstein pada Berbagai Laktasi di BPPIBTSP Bunikasih Cianjur. Jurnal Ilmu Pertanian Dan Peternakan, 8. , 60Ae64. http://jurnal. id/index. php/AG/ article/view/2913/2142 Direktorat Jenderal Peternakan Kesehatan Hewan. Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan. livestock and animal health statistics. Direktorat Jenderal Perternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Peranian RI. Priyono. Studi Keterkaitan Antara Ikatan Sosial Dengan Pendapatan dan Efisiensi Ekonomi Usaha Ternak Sapi Potong di Kabupaten Banjarnegara. UNSOED Purwokerto. Syahyuti. Kebijakan Pengembangan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Sebagai Kelembagaan Ekonomi Di Perdesaan. Analisis Kebijakan Pertanian, 5. , 15Ae35. http://perpustakaan. id/sim pertan_litbang/katalog/majalah/all/anal isis-kebijakan-pertanian/5/1/2007/kebijakan-pengembangangabungan-kelompok-tani-gapoktansebagai-kelembagaan-ekonomi-diperdesaanUnpad. Materi Kuliah Manajemen Ternak Perah. Tim Penyusun Fapet Unpad. Wibowo. Manajemen Kinerja. Rajawali Pers. manajerial tatalaksana peternak. Kuatnya hubungan atara kedua variabel ditunjukan oleh koefisien korelasi pearson = 0,533. Faktor sosial ekonomi peternak dan positif dan nyata terhadap keberhasilan usahaternak sapi perah. Kontribusi faktor sosial ekonomi peternaak 15,54 % dan manajerial tatakelola usahaternak sapi perah 45,14 %. Jauh lebih besar. Saran