https://jurnal. id/index. php/pustakamitra DOI : https://doi. org/10. 55382/jurnalpustakamitra. Vol. No. E ISSN : 2808-2885 Gerakan Masyarakat Peduli Sampah dalam Pengelolaan Sampah Berbasis 3R di Kabupaten Ciamis Luthfi Alif Dinar Choirunnisa1*. Wiwin Indrayanti2. Adiet Try Waluyo3. Resi Pratiwi4. Fita Purwaningsih5. Muhammad Nurhikmat6. Ihsan Ashari7 Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Siliwangi *1luthfialifdinarchoirunnisa@unsil. Abstract Waste management continues to be a persistent issue at both the household and community levels. The lack of public awareness in waste separation has led to an ever-increasing volume of waste generation. This community service program aims to enhance public participation in waste management based on the 3R principles (Reduce. Reuse. Recycl. and to establish a Waste Bank as a sustainable solution. The activities include socialization, education, training, discussions, and mentoring of village environmental cadres through a participatory The results show a 70% increase in community participation in waste separation and household waste reduction practices. In addition, 85 participants began adopting environmentally friendly habits such as bringing lunch boxes, using reusable shopping bags, and reusing used items. The program resulted in an agreement to establish a village waste bank as a center for recycling-based management and economic This activity has proven effective in improving community awareness, behavior, and capacity toward sustainable, community-based waste management while contributing to the achievement of the sustainable development. Keywords: 3R waste management, waste care cadres, community empowerment Abstrak Pengelolaan sampah hingga saat ini terus menjadi sebuah persoalan di tingkat rumah tangga maupun komunitas. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah menyebabkan volume timbulan sampah yang terus Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce. Reuse. Recycl. dan membentuk Bank Sampah sebagai solusi Metode kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, diskusi, serta pendampingan kader lingkungan desa melalui pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipatif masyarakat sebesar 70% dalam praktik melalui memilah dan pengurangan sampah rumah tangga. Selain itu, 85 peserta mulai menerarkan kebiasaan ramah lingkungan seperti membawa kotak bekal, menggunakan tas belanja ramah lingkungan, dan memanfaatkan kembali barang bekas. Program ini menghasilkan kesepakatan untuk membentuk bank sampah desa sebagai pusat pengelolaan dan pemberdayaan ekonomi berbasis daur ulang. Kegiatan ini terbukti efektif meningkatkan kesadaran, perilaku, dan kapasitas masyarakat menuju pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis komunitas sekaligus mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Kata kunci: pengelolaan sampah 3R, kader peduli sampah, pemberdayaan masyarakat A 2025 Author Creative Commons Attribution 4. 0 International License Submitted : 09-10-2025 | Reviewed : 18-10-2025 | Accepted : 25-10-2025 Luthfi Alif Dinar Choirunnisa1*. Wiwin Indrayanti2. Adiet Try Waluyo3. Resi Pratiwi4. Fita Purwaningsih5. Muhammad Nurhikmat6. Ihsan Ashari7 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 375 Ae 379 Pendahuluan Permasalahan sampah merupakan isu penting dalam Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2024 mencatat timbulan sampah nasional mencapai 32,9 juta ton, dimana sebagian besar berasal dari rumah tangga. Kesadaran masyarakat masih rendah dalam memilah sampah memperparah kondisi lingkungan, meningkatkan pencemaran, serta menimbulkan masalah kesehatan. Kondisi ini menegaskan bahwa perlu perubahan perilaku dan sistem pengelolaan yang lebih partisipatif pada tingkat komunitas. Sebagaimana dikemukakan oleh . perlunya partisipasi komunitas masyarakat dalam proses perencanaan, pengelolaan sampah. Penerapan konsep 3R (Reduce. Reuse. Recycl. dapat menjadi solusi dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Prinsip ini tidak hanya mengurangi beban TPA, namun dapat memberikan peluang ekonomi melalui pemanfaatan kembali sampah yang memiliki nilai jual. Menurut . pada awalnya masyarakat memandang sampah sebagai limbah tanpa nilai, perlahan berubah setelah mendapatkan pendampingan intensif dan mengetahui potensi Pembentukan Bank Sampah menjadi salah satu inovasi berbasis komunitas yang dapat memperkuat sistem 3R di tingkat desa . Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kabupaten Ciamis melalui program kader peduli Program ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pengelolaan sampah yang lebih efektif, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi. Kader lingkungan berperan sebagai penggerak utama yang menjembatani pengetahuan dan praktik pengelolaan sampah dari tingkat institusi ke masyarakat. Pendekatan ini terbukti efektif sebagaimana yang ditemukan oleh . mengatakan bahwa bank sampah berbasis masyarakat melalui pemberdayaan warga dan penerapan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan program ini berlandaskan prinsip community-based masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi sebagai pelaku utama dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Pendekatan kaderisasi ini mengintegrasikan nilai sosial dan spiritual. Masyarakat diberikan pemahaman bahwa menjaga kebersihan merupakan Sebagian dari iman dan tanggung jawab sosial, sebagaimana yang dikemukakan oleh . , bahwa keberhasilan pengelolaan sampah memerlukan kerja sama yang berlandaskan nilai moral masyarakat. Hasil penelitian . menunjukkan bahwa sistem bank sampah membantu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui kegiatan daur ulang dan penjualan sampah anorganik. Melalui program kader peduli sampah di Kabupaten Ciamis menjadi contoh nyata dalam penerapan pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah, akademisi, dan Temuan sesuai dengan penelitian . yang menegaskan bahwa pembangunan bank sampah merupakan langkah awal pembentukan tanggung jawab dan kesadaran masyarakat dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang adaptif dan berkelanjutan. Tujuan kegiatan ini dalam rangka untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melalui pembentukan kader peduli sampah dan penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis 3R di tingkat Program ini tidak hanya bertujuan membangun kesadaran lingkungan, tetati dapat mengembagkan model kelembagaan komunitas yang mandiri, berdaya guna, dan berpotensi direplika pada wilayah Melalui penguatan kapasitas kader dan pengembangan kelembagaan bank sampah, kegiatan pengabdian masyarakat ini berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG. , khususnya tujuan ke-11 tentang kota berkelanjutan serta dan SDG ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Metode Pengabdian Masyarakat Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema AuKader Peduli Sampah di Kabupaten CiamisAy dilaksanakan sebagai upaya peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif, yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat serta pembentukan kader sebagai agen perubahan di tingkat lokal. Pelaksanaan kegiatan dilakukan pada bulan Juli 2025, bertempat di Desa Sukamaju. Kecamatan Cikoneng. Kabupaten Ciamis. Peserta kegiatan berjumlah 45 orang, terdiri atas perangkat desa, kader lingkungan, tokoh masyarakat, ibu rumah tangga serta angora karang taruna. Kegiatan ini melibatkan tiga pihak utama, diantarnya tim dosen dan mahasiswa dari perguruan tinggi, pemerintah daerah melalui Dinas Perumahan Rakyat. Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis, serta masyarakat desa sebagai peserta Kolaborasi ini memiliki tujuan dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan melalui penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle . R) serta pembentukan unit bank sampah desa sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi sekaligus penguatan Submitted : 09-10-2025 | Reviewed : 18-10-2025 | Accepted : 25-10-2025 Luthfi Alif Dinar Choirunnisa1*. Wiwin Indrayanti2. Adiet Try Waluyo3. Resi Pratiwi4. Fita Purwaningsih5. Muhammad Nurhikmat6. Ihsan Ashari7 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 375 Ae 379 perilaku ramah lingkungan. Adapun tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian dapat dilihat pada tabel 1 sebagai berikut. Tabel 1. Tahap Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Tahapan Kegiatan Tujuan Bentuk Kegiatan Output Persiapan Koordinas Menyusu n rencana Jadwal dan daftar Sosialisasi Pengelola Sampah Memberi an dasar 3R dan Membent uk kader Menginis Rapat antar tim desan, dan Penyuluha n interaktif Masyarak i konsep sesi tanya Pelatihan san, dan n sampah Simulasi hasil daur Terbentuk Kader Draft Adanya kan unit Pelatihan Kader Peduli Sampah Simulasi Pembentu kan Bank Sampah Desa Indikator Keberhasi Kegiatan na sesuai Gambar 1. Kegiatan Sosialisai dan Pelatihan Prinsip 3R Kepada Masyarakat. Setelah pemaparan materi, dilakukan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan masyarakat. Peserta antusias membahas solusi pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga dan desa, serta menyampaikan ide pembentukan bank sampah sebagai wadah ekonomi sirkular. Hasil diskusi dan pendampingan membentuk bank sampah desa yang dikelola secara Bank sampah berfungsi sebagai pusat edukasi, pemilahan, dan tabungan sampah bernilai Melalui sistem ini, masyarakat dapat memperoleh tambahan pendapatan dan mengurangi timbulan sampah hingga 20%. Hasil dan Pembahasan Pelaksanaan kegiatan Kader Peduli Sampah di Kabupaten Ciamis berjalan sesuai dengan tahapan pada Tabel 1, menghasilkan peningkatan kesadaran pengelolaan sampah berbasis komunitas. Kegiatan diawali dengan penyuluhan prinsip 3R oleh narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis. Pada tahap ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pemahaman menggunakan kembali, dan mendaur ulang sampah. Berdasarkan hasil evaluasi lisan, sekitar 85% peserta mampu menjelaskan kembali prinsip 3R dan memberi contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Proses kegiatan dapat dilihat pada gambar 1 dan gambar 2. Gambar 2. Proses pembentukan dan sosialisasi pengelolaan Bank Sampah Desa di Ciamis. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor utama keberhasilan Lebih dari 80% peserta hadir penuh dan aktif berdiskusi, serta sebagian besar menyatakan siap melanjutkan kegiatan pemilahan sampah di rumah masing-masing. Temuan ini sejalan dengan penelitian . yang menyebutkan bahwa pembentukan Bank Sampah dapat memperkuat penerapan prinsip 3R di tingkat desa. Selain itu, hasil kegiatan ini juga mendukung temuan . bahwa model pengelolaan berbasis komunitas efektif menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab kolektif terhadap kebersihan lingkungan. Sementara . menemukan bahwa keberhasilan sistem membutuhkan dukungan manajemen dan inovasi model bisnis agar tetap operasional. Submitted : 09-10-2025 | Reviewed : 18-10-2025 | Accepted : 25-10-2025 Luthfi Alif Dinar Choirunnisa1*. Wiwin Indrayanti2. Adiet Try Waluyo3. Resi Pratiwi4. Fita Purwaningsih5. Muhammad Nurhikmat6. Ihsan Ashari7 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 375 Ae 379 Namun demikian, kegiatan ini juga menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan fasilitas pemilahan dan ketergantungan terhadap dukungan pemerintah desa untuk keberlanjutan operasional bank sampah. Oleh karena itu, perlu adanya program lanjutan berupa pelatihan manajemen kelembagaan dan akses kemitraan dengan sektor swasta agar disarankan oleh . bahwa kerja sama antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta dapat memperkuat kelembagaan bank sampah dan memperluas jaringan pemasaran produk daur ulang. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi langsung pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG. , khususnya tujuan ke-11 . ota dan permukiman berkelanjuta. dan tujuan ke-12 . onsumsi dan produksi yang bertanggung jawa. , melalui penguatan kapasitas masyarakat dan pembentukan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas. Kesimpulan Program kader peduli sampah di Kabupaten Ciamis terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterlibatan masyarakat terhadap pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reduce. Reuse. Recycl. Melalui pendekatan kaderisasi dan partisipatif, kegiatan ini berhasil membentuk 15 kader peduli sampah yang berperan sebagai agen perubahan di tingkat desa. Berdasarkan hasil evaluasi, sekitar 85% peserta mampu menjelaskan kembali prinsip 3R, dan lebih dari 80% peserta aktif dalam seluruh sesi kegiatan, mulai dari sosialisasi hingga simulasi pembentukan bank sampah. Dampak konkret program ini terlihat dari terbentuknya kesepakatan pendirian Bank Sampah Desa Sukamaju, yang diproyeksikan mampu mengurangi timbulan sampah rumah tangga hingga 20% dan membuka peluang ekonomi melalui sistem tabungan serta penjualan sampah anorganik. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa program ini efektif dalam membangun perilaku kolektif masyarakat menuju sistem pengelolaan sampah yang Namun, terdapat beberapa tantangan seperti keterbatasan sarana pemilahan, pengelolaan kelembagaan, dan keberlanjutan pendanaan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Untuk menjaga keberlanjutan hasil kegiatan, terdapat beberapa rekomendasi penting yang dapat Dukungan pemerintah desa: pemerintah desa perlu menetapkan regulasi, menyediakan fasilitas pendukung, serta memberikan insentif bagi masyarakat dan kader yang aktif dalam pengelolaan sampah. Pelatihan lanjutan: diperlukan pelatihan lanjutan yang berfokus pada pengolahan sampah organik, seperti pembuatan kompos dan eco enzyme, agar masyarakat memiliki keterampilan tambahan yang bernilai ekonomi. Sistem monitoring dan evaluasi: diperlukan mekanisme pemantauan berkala terhadap aktivitas kader dan pengelolaan bank sampah untuk memastikan keberlanjutan program, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam jangka panjang. Kemitraan dan Inovasi Sosial: Penguatan kerja sama antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sektor swasta penting untuk mengembangkan inovasi sosial dan memperluas jejaring pemasaran produk daur Dengan demikian, program Kader Peduli Sampah di Kabupaten Ciamis dapat menjadi model replikasi bagi desa-desa lain dalam membangun sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berkelanjutan, inklusif, dan sejalan dengan pencapaian SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjuta. serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawa. Daftar Rujukan . Atyadhisti and S. Sarifudin. AuCommunity-based waste Management Strategy: A Note on Community Empowerment Level in Supporting Waste Bank at Semarang City. Indonesia,Ay Adv. Eng. Res. , vol. 167, pp. 346Ae351, 2019, doi: 10. 2991/icoma-18. Posmaningsih. Ayu. Aryasih, and I. Jana. AuPengelolaan Bank Sampah. Identifikasi Permasalahan dan Rumusan Strategi Bank Sampah Desa Marga Tabanan,Ay J. Pengabdi. dan Pengemb. Masy. Indones. , vol. 3, no. 2, pp. 199Ae206, 2024. Herdianto. AuEfektivitas Kebijakan Pengelolaan Sampah di Kota Tasikmalaya dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Lingkungan dan Ketertiban Masyarakat,Ay J. Penelit. Huk. Galunggung, vol. 1, no. 3, pp. 67Ae93, 2024. Palupi. Army Dita. Endrawati. Winurdana, and K. Azzahra. AuPendampingan Peningkatan Kapasitas Bisnis Bank Sampah Berbasis Partisipasi Masyarakat pada Kewirausahaan Kota Blitar,Ay J. Pengabdi. Nas. ( JPN ), 698Ae706, https://doi. org/10. 35870/jpni. Wati. Brata. Saidin, and L. Ali. AuPengelolaan Bank Sampah Berbasis Komunitas: Meningkatkan Kesadaran dan Kualitas Lingkungan,Ay J. Gov. Sci. , vol. 1, pp. 1Ae7, 2025, doi: 10. 54297/jogs. Syaharuddin. Hidayanti. , and Mutiani. AuThe Role of Waste Banks to Improve Community Environment Awareness,Ay Innov. Soc. Stud. , vol. 1, no. 2, pp. 129Ae138, 2020, doi: 20527/iis. Rusydi. Masruroh, and S. Widyaningsih. AuPeningkatan Pemahaman Sampah Melalui Pengelolaan Bank Sampah,Ay J. Pedagog. Pendidik. Dasar, vol. 11, no. 1, pp. 31Ae39, 2024, doi: 10. 17509/jppd. Al Ghaffar. Syamsih. Widyati, and C. Wasonowati. AuPengelolahan Bank Sampah dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Desa Submitted : 09-10-2025 | Reviewed : 18-10-2025 | Accepted : 25-10-2025 Luthfi Alif Dinar Choirunnisa1*. Wiwin Indrayanti2. Adiet Try Waluyo3. Resi Pratiwi4. Fita Purwaningsih5. Muhammad Nurhikmat6. Ihsan Ashari7 Jurnal Pustaka Mitra Vol . 5 No. 375 Ae 379 Banangkah Kecamatan Burneh Kabupaten Bangkalan,Ay Bul. Pemberdaya. Masy. dan Desa, vol. 1, no. 1, pp. 13Ae19, 2021, doi: 10. 21107/bpmd. Widodo and R. Haryanto. AuPemberdayaan Masyarakat Melalui Program Bank Sampah di Kelurahan Tirtomoyo,Ay in Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat, 2021, pp. 775Ae780. Suryani. AuPeran Bank Sampah Dalam Efektivitas Pengelolaan Sampah (Studi Kasus Bank Sampah Malan. ,Ay Aspirasi, vol. 5, no. 1, pp. 71Ae84, 2014. Sallo. Rais. Jamin, and Lusyana Aripa. AuPemberdayaan Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Melalui Metode 3R (Reduce. Reuse. Recycl. ,Ay J. Pengabdi. Masy. , vol. 3, no. 3, pp. 1Ae3, 2025. Utomo. AuPengelolaan Sampah Berbasis Komunitas untuk Mewujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat di Dusun Butuh. Klaten,Ay J. Pengabdi. Indones. , vol. 2, no. 1, pp. 125Ae129, 2024. Wijayanti and S. Suryani. AuWaste Bank as Community-based Environmental Governance: A Lesson Learned from Surabaya,Ay Procedia - Soc. Behav. Sci. , vol. 171Ae179, 1016/j. Juriani and T. Anugrahini. AuThe Roles and Challenges of a Community-Based Waste Bank : A Case of Bank Sampah Teratai in South Tangerang. Indonesia,Ay vol. 14, no. 1, pp. 355Ae371, 2026. Dhewanto. Lestari. Herliana, and N. Lawiyah. AuAnalysis of the Business Model of Waste Bank in Indonesia: A Preliminary Study,Ay Int. Bus. , vol. 23, no. 1, pp. 73Ae88, 2018. Submitted : 09-10-2025 | Reviewed : 18-10-2025 | Accepted : 25-10-2025