Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 ANALISIS PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN ATAU PENYEWAAN EXCAVATOR PADA PROYEK FRONTAGE DI SIDOARJO Syahida Annisa ¹, Mohamad Ferdaus Noor Aulady ², Siti Choiriyah ³ 1,2,3 Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, Jl. Arief Rahman Hakim No.100 Surabaya. mohamadaulady@itats.ac.id ABSTRAK Proyek pembangunan frontage memerlukan penggunaan alat berat sebagai salah satu aspek pendukung pengembangan frontage. Alat berat yang diteliti dalam penelitian ini yaitu excavator. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah pembelian atau penyewaan excavator akan menguntungkan atau tidak menguntungkan dalam penggambilan keputusan. Metodologi penelitian yang dipakai dalam penelitian ini yaitu peninjauan lapangan sebagai data primer dan wawancara sebagai data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis kelayakan investasi BCR (Benefit Cost Ratio). Berdasarkan hasil perhitungan, nilai produktivitas excavator PC195LC-8 didapat sebesar 576 m3 /hari dengan waktu 18 hari kerja (8jam/hari) dan total biaya excavator sebesar Rp 39.936.780. Nilai cash flow didapatkan Rp 1.321.979.473. Nilai BCR untuk investasi adalah 1,85 (BCR>1) dan nilai BCR sewa adalah 0,98 (BCR<1). Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa keputusan yang menguntungkan untuk diambil adalah dengan melakukan pembelian excavator. Kata kunci: Pembelian, Penyewaan, Analisis Pengambilan Keputusan ABSTRACT The frontage development project requires the use of heavy equipment as one of the supporting aspects of frontage development. The heavy equipment studied in this research is an excavator. The purpose of this research is to find out whether buying or renting an excavator is profitable or not in the decision-making process. The research methodology used in this research is field observations as primary data and interviews as secondary data. The data analysis method uses BCR (Benefit Cost Ratio) investment feasibility analysis. Based on the calculation results, the productivity value of the PC195LC-8 excavator is obtained at 576 m^3 / day with 18 working days (8 hours/day) and the total excavator cost is Rp 39,936,780. The cash flow value is Rp 1,321,979,473. The BCR value for investment is 1.85 (BCR>1) and the rental BCR value is 0.98 (BCR<1). Based on the research, it can be concluded that the profitable decision is to purchase an excavator. Keywords: Buying, Leasing, Decision Making Analysis 1. PENDAHULUAN Pengambilan keputusan menjadi sulit ketika dihadapkan berbagai jenis konflik yang kompleks dan banyak alternatif yang berbeda. Setiap keputusan memerlukan pemilihan minimal dua opsi. Dalam hal ini, sangat penting untuk membandingkan biaya dan manfaat dari berbagai metode satu sama lain (Magdalena, 2015). Pada proyek pembuatan jalan baru juga peningkatan infrastruktur perlu dilakukan analisis porto serta menyelidiki teori yang mendalam terkait investasi atau sewa alat tersebut, karena hal ini nantinya akan mengubah peredaran kas perusahaan ataupun saat penjadwalan pekerjaan, serta bila memilih investasi akan mengeluarkan kapital awal yang cukup banyak dan memerlukan durasi yang cukup lama buat menutup modal investasi (Bahar, 2015). 53 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 Pilihan pengambilan keputusan terkait sewa atau pembelian mempunyai kelebihan serta kekurangan masing-masing. Salah satunya buat proyek yang dikerjakan pada jangka panjang pilihan sewa sebagai cara lain primer tanpa memikirkan porto iuran pertanggungan, pajak, dan lainnya (Rostiyanti, 2008). Jika pengadaan alat berat dilakukan melalui menyewa berasal vendor, proyek akan menjadi bergantung pada vendor untuk penggunaan alat. Sebaliknya, jika proyek mempunyai alat berat sendiri, ia dapat dengan leluasa mengatur penggunaan alat tersebut. Dengan demikian, pengadaan alat berat sangat memudahkan proses penerapan pekerjaan. Maka dari itu diharapkan perbandingan penentuan antara sewa atau beli (Rasid, 2020). Pada proyek frontage di Sidoarjo mengalami keterlambatan sebesar 5,7% selama 10 minggu, salah satu penyebab dari keterlambatan proyek ini adalah kurangnya efisiensi dan efektif dalam penggunaan alat berat sehingga mempengaruhi biaya konstruksi. Proyek tersebut akan ada rencana pembangunan tahap kedua sebagai akibatnya diharapkan analisis terkait pengambilan keputusan buat sewa atau pembelian alat berat. Dengan diperlukan excavator dalam proyek pembangunan jalan tersebut maka akan mempengaruhi pengeluaran anggaran biaya sehingga dalam pengambilan keputusan diharapkan pertimbangan yang matang buat mengetahui nilai efisiensi terhadap porto antara membeli atau menyewa excavator dengan pendekatan menghitung Benefit Cost Ratio (BCR). TINJAUAN PUSTAKA Pengambilan keputusan Proses pengambilan keputusan melibatkan pemilihan diantara berbagai alternatif sehubungan dengan suatu tindakan yang pada dasarnya merupakan inti dari perencanaan (Harold dkk, 2013). Langkah-langkah dalam pengambilan keputusan yang pertama, yaitu melakukan identifikasi dan mendeskripsi masalah yang muncul. Kedua, mencari berbagai kemungkinan alternatif pemecahan masalah yang harus diidentifikasi, dan yang tidak layak atau praktis harus dihilangkan. Ketiga, sangat penting untuk mengidentifikasi dan mengkategorikan manfaat dan pertukaran yang terkait dengan setiap alternatif yang layak, membedakan antara kelompok yang relevan dan tidak relevan. Manfaat apapun yang dianggap tidak relevan harus dihilangkan. Keempat, penting untuk mengumpulkan data komprehensif mengenai semua biaya dan manfaat terkait, sekaligus memastikan bahwa data tersebut selaras dengan periode atau kerangka waktu yang sama. Kelima, penting juga untuk menggabungkan biaya dan manfaat yang terkait dengan setiap alternatif. Dan yang terakhir, alternatif terbaik harus dibuat khususnya pilihan yang menghasilkan keuntungan tertinggi dan biaya terendah (Krismiaji, 2012). Alat berat Mesin berkapasitas besar yang dipakai untuk menunjang proyek bangunan misalnya pembangunan gedung, operasi lahan, pelebaran jalan, dan pertambangan ini disebut alat berat. Alat berat biasanya digunakan untuk memindahkan barang yang didalam area proyek dan juga untuk pekerjaan tanah. Untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan, alat berat diharapkan bisa membantu akan keberhasilan proyek sehingga dapat menggunakan waktu yang lebih efisien. Keuntungan dari alat berat yaitu jika terdapat pekerjaan yang sedang dikejar target, proses pelaksanaan dan waktu pekerjaannya akan 54 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 lebih cepat serta dalam menggunakan alat berat, kualitas dari hasil kerja jauh lebih menguntungkan (Wilopo, 2009). Volume Pekerjaan Untuk menghitung sebuah volume pekerjaan dapat dihitung dengan persamaan (1) (Handayani, 2015) : Volume (V) = P x L x T (1) dengan P = panjang, L = lebar, dan T = tinggi. Produktivitas Excavator Untuk menentukan produktivitas alat berat excavator dapat digunakan persamaan (2) (Rochmanhadi,1982) : Produktivitas (Q) = q x 3600 x E (2) Cm Produksi per siklus q = q1 x K (3) dengan Q = produksi per jam, q = produksi per siklus, q1 = kapasitas bucket, Cm = waktu siklus, K = faktor bucket, dan E = efisiensi kerja. Perhitungan waktu siklus excavator dihitung menggunakan persamaan (4) : Cm = t1 + (2 x t2)+ t3 detik (4) dengan t1 = waktu gali / waktu muat bucket, t2 = waktu putar, dan t3 = waktu buang. Efisiensi Kerja Untuk mendapat efisiensi kerja alat berat dapat digunakan tabel 1. Tabel 1. Efisiensi kerja alat berat Kondisi operasi alat Baik sekali Pemeliharaan mesin Baik Sedang Buruk Baik sekali 0,83 0,81 Baik 0,78 0,75 Sedang 0.72 0,69 Buruk 0,63 0,61 Buruk sekali 0,52 0,50 Sumber : M.Sjachdirin dkk, (1998) 0,76 0,71 0,65 0,57 0,47 0,70 0,65 0,60 0,52 0,42 Buruk sekali 0,63 0,60 0,54 0,45 0,32 Faktor Pengisian Bucket Faktor pengisian bucket dapat dilihat pada Tabel 2. 55 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 Tabel 2. Faktor Pengisian Bucket untuk Excavator Material Faktor Pengisian Bucket Tanah biasa, lempung 0,8 – 1,1 Pasir dan kerikil 0,9 – 1 Lempung padat 0,65 – 0,95 Lempung basah 0,5 – 0,9 Batu, pecahan sempurna 0,7 – 0,9 Batu, pecahan buruk 0,4 – 0,7 Sumber: Construction Planning Equipment and Method/Peurifoy, (2006) Waktu Penggunaan Alat Berat Untuk menghitung waktu penggunaan alat berat dapat dihitung dengan persamaan (5) : volume pekerjaan Waktu penggunaan alat berat = produktivitas alat berat (5) Biaya Penggunaan Alat Berat Untuk menghitung jumlah biaya yang dibutuhkan, dapat dihitung dengan persamaan (6) : P = (H + I + K + L + M) x Waktu kerja (6) dengan P = biaya operasional, H = konsumsi bahan bakar, I = kebutuhan pelumas, K = biaya peralatan dan perbaikan, L = upah operator, dan M = upah pembantu operator. Biaya Alat Berat Biaya Kepemilikan Biaya kepemilikan yaitu biaya investasi yang terdiri dari interest rate (suku bunga), pajak, asuransi, biaya perbaikan selama umur ekonomis alat, biaya penyimpanan dan biaya penyusutan (depresiasi). Rumus depresiasi dengan metode garis lurus dapat dilihat pada persamaan (7) : 𝐷𝑘 = 𝑃−𝑆 𝑛 (7) dengan 𝐷𝑘 = beban penyusutan tahunan, P = biaya awal alat, S = nilai sisa alat, dan n = usia alat. Biaya Operasional Beban operasional ini terdiri dari bahan bakar, pelumas, dan biaya bengkel. Dan beban operasional lainnya yaitu beban perawatan, gaji pengemudi, dan gaji asisten pengemudi. 56 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 Metode Penilaian Investasi Cash flow Arus kas mencakup pengeluaran (cash out) dan pemasukan (cash in). Pengeluaran terdiri dari jumlah investasi awal, pengeluaran operasional dan penyusutan peralatan, sedangkan pemasukan mencakup tujuan pendapatan dan laba yang diperoleh dari pendapatan. Untuk menghitung arus kas adalah sebagai berikut (Rasid P.H.N, 2020). Pemasukan = Incaran pemasukan x jam operasional / tahun (8) Pengeluaran = Biaya operasional + biaya kepemilikan (9) BCR (Benefit Cost Ratio) Rumus dari BCR bisa dilihat pada persamaan (8) (Marcell, 2021) : 𝑃𝑊𝐵 ∑𝑛 𝐶𝐵𝑡(𝐹𝐵𝑃)𝑡 BCR = 𝑃𝑊𝐶 atau ∑𝑡=0 𝑛 𝐶𝐵𝑡(𝐹𝐵𝑃)𝑡 𝑡=0 (10) dengan n = umur investasi, t = periode waktu, CB = cash flow benefit, FBP = faktor bunga present, BCR = perbandingan manfaat terhadap biaya (benefit cost ratio), PWB = Present Worth of Benefit, dan PWC = Present Worth of Cost. Jika BCR > 1, maka proyek dianggap layak dan jika BCR < 1, proyek dianggap tidak layak. 2. METODE PENELITIAN Pengumpulan data Proses pengumpulan data dilakukan melalui tanya jawab sebagai data sekunder dan peninjauan langsung dilapangan sebagai data primer. Hasil tanya jawab memberikan uraian mengenai spesifikasi alat berat, biaya operasional alat, biaya pembelian dan penyewaan alat berat yang dipakai. Data primer didapatkan volume pekerjaan galian dan waktu siklus alat yang digunakan untuk menghitung produktivitas. Data tersebut berfungsi sebagai alat ukur untuk memastikan opsi pengambilan keputusan yang akan dievaluasi dan dipertimbangkan dengan penilaian kelayakan investasi yaitu BCR (Marcell, 2021). Analisis data Analisis data dimulai dengan melakukan analisis perhitungan produktivitas, perhitungan waktu operasional, dan perhitungan biaya excavator yang meliputi biaya langsung maupun tidak langsung. Selanjutnya menghitung pengeluaran dan pemasukan apabila membeli excavator. Dan yang terakhir adalah melakukan analisis kelayakan investasi maupun menyewa menggunakan metode BCR. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengambilan data Total volume pekerjaan galian ini adalah sebesar 10066,81 m3 . Dari hasil observasi, didapatkan data penelitian berupa informasi mengenai harga excavator. Informasi ini 57 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 selanjutnya digunakan sebagai landasan analisis, memungkinkan menghitung investasi awal untuk penelitian ini, dan menjadi dasar analisis selanjutnya yang terdapat pada Tabel 3. Data rental yang digunakan pada penelitian ini adalah data rental alat berat khususnya excavator Komatsu PC195LC-8. Data excavator yang digunakan oleh pemilik proyek terdapat pada Tabel 4. Untuk memastikan tarif sewa tiap jam, median biaya rental tiap jam diperoleh dari vendor yang ada. Selanjutnya biaya sewa ditetapkan sebesar Rp 450.000,00 tiap jam. Data kumpulan harga pasar vendor excavator terdapat pada tabel 5. Analisis perhitungan Produktivitas excavator Merk dan Type alat = Komatsu PC 195LC-8 Kapasitas bucket (q1) = 0,9 𝑚3 Faktor bucket (K) Efiensi kerja (E) Jam Kerja/Hari Tipe tanah Waktu gali (t1) Waktu putar (t2) = 0,9 (Tabel 2.) = 0,75 (Tabel 1.) = 8 jam = Pasir dan kerikil = 9,6 detik = 7,7 detik Waktu buang (t3) = 5,5 detik • Produksi per siklus (q) = 0,81 𝑚3 • Waktu siklus (Cm) = 30,5 detik • Produktivitas (Q) = 72 m3 /jam Perhitungan waktu alat berat Dalam kurva-S rencana, didapatkan waktu total pekerjaan galian menggunakan excavator adalah 9 minggu kerja. • Waktu Operasional Excavator PC195 Produktivitas Per Jam = 72 m3 /jam Produktivitas Per Hari = 576 m3 /hari Total Volume Pekerjaan = 10066,81 m3 Jam kerja yang dibutuhkan = 17,48 Hari = 18 hari = 3 minggu Untuk menyelesaikan pekerjaan galian tersebut, maka excavator PC195 perlu bekerja selama 3 minggu kerja. Perhitungan Biaya Alat Berat Perhitungan biaya dihitung dalam suatu analisis harga terdiri dari biaya langsung yang meliputi tenaga kerja, bahan bakar dan biaya tidak langsung ialah biaya umum serta keuntungan. 58 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 • Perhitungan Biaya Excavator PC195 Tenaga (Pw) = 90 Hp Kapasitas (Cp) = 0,93 m3 Umur Ekonomis (A) = 5 Tahun Jam Kerja Dalam 1 Tahun (W) = 2000 Jam Harga Alat (B) = 715.000.000 Rupiah Biaya Pasti Lain-Lain : Tingkat Suku Bunga (i) = 10,00% /Tahun Upah Operator (U1) = 28.600,00 Rupiah /Jam Upah Pembantu Operator (U2) = 11.400,00 Rupiah /Jam Bahan Bakar Bensin (Mb) = 7.100,00 Rupiah/Liter Bahan Bakar Solar (Ms) = 8.900,00 Rupiah/Liter Minyak Pelumas (Mp) = 29.000,00 Rupiah/Liter Biaya Pasti Per Jam Kerja : Nilai Sisa Alat (C) = 71.500.000 Rupiah Depresiasi per Tahun (Dk) = 128.700.000,00 Rupiah Faktor Angsuran Modal (D) = 0,26380 Biaya Pasti per Jam : a. Biaya Pengembalian Modal (E) = 84.876,84 Rupiah b. Asuransi, dll (F) = 715 Rupiah Biaya Pasti per Jam (G) = 85.591,84 Rupiah Biaya Operasi Per Jam Kerja : Bahan Bakar (H) = 96.120,00 Rupiah Pelumas (I) = 65.250,00 Rupiah Biaya Bengkel (J) = 31.281,25 Rupiah Perawatan dan perbaikan (K) = 44.687,5 Rupiah Operator (L) = 28.600,00 Rupiah Pembantu Operator (M) = 11.400,00 Rupiah Biaya Operasi Per Jam kerja (P) = 277.338,75 Rupiah Total Biaya Sewa Alat/Jam (S) = 362.930,59 Rupiah Biaya Total Pekerjaan : Waktu Kerja dalam satu hari = 8 jam Biaya per jam = 277.338,75 Rupiah Biaya per hari = 2.218.710,00 Rupiah Jumlah alat = 1 unit Waktu Total Penggunaan Alat = 18 Hari Biaya Total Penggunaan Alat = 39.936.780 Rupiah Pengeluaran Membeli excavator Pemilik membutuhkan data awal berupa aktiva yang akan disediakan pada tahun pertama. Pengeluaran yang harus dikeluarkan terdapat pada tabel 6. Diantara pendekatan untuk menentukan tingkat pengeluaran dalam jalur penanaman modal ialah dengan menghitung biaya operasional peralatan. Pada penelitian ini beban operasional alat dihitung setiap tahun. 59 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 Biaya operasional Perhitungan biaya operasional dipakai rumus dari Peraturan Menteri PUPR Tahun 2022. Hasil perhitungan biaya operasional dikalikan dengan 2000 jam, data tersebut terdapat pada tabel 7. Tabel 7. Biaya Operasional Uraian Biaya Per Tahun Rp 192.240.000 Rp 130.500.000 Rp 62.562.500 Rp 89.375.000 Rp 57.200.000 Rp 22.800.000 Rp 554.677.500 Biaya Bahan Bakar Biaya Pelumas Biaya Bengkel Biaya Perawatan Upah Operator Upah Pembantu Operator Total Biaya Operasional Per Tahun Sumber: Pengolahan Data Biaya kepemilikan Perhitungan beban kepemilikan tahunan terdapat pada tabel 8. Biaya kepemilikan terdiri dari depresiasi, biaya pengembalian modal (faktor pengembalian modal), dan asuransi maupun pajak. Tabel 8. Biaya Kepemilikan No Unsur 1. Depresiasi 2. Biaya pengembalian modal 3. Biaya asuransi dan pajak Total Biaya Kepemilikan Per Tahun Biaya Rp 128.700.000 Rp 84.877,65 Rp 715 Rp 128.785.592,7 Sumber: Pengolahan Data Untuk nilai sisa alat didapatkan sebesar Rp 586.300.000, data perhitungan depresiasi terdapat pada tabel 9. Tabel 9. Depresiasi Tahun ke- Depresiasi per tahun Depresiasi alat tahun ke-n 0 Rp 715.000.000 Rp 715.000.000 1 Rp 128.700.000 Rp 586.300.000 2 Rp 128.700.000 Rp 457.600.000 3 Rp 128.700.000 Rp 328.900.000 4 Rp 128.700.000 Rp 200.200.000 5 Rp 128.700.000 Rp 71.500.000 Sumber: Pengolahan Data Jumlah keseluruhan sebesar Rp 1.398.463.093 diperoleh dari penggabungan biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan excavator, serta biaya operasional dan kepemilikan. 60 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 Pemasukan Penyewaan Excavator per Jam Target pendapatan tersebut diperoleh dari estimasi pendapatan yang dihasilkan dengan menyewakan excavator untuk jangka waktu satu tahun. Sistem sewa per jam didasarkan pada asumsi optimis bahwa penanaman modal akan dilaksanakan sesuai rencana. Perhitungan jumlah jam dalam setahun ditentukan dengan mengalikan jumlah hari kerja efektif yaitu 250 hari dengan 8 jam per hari untuk 21 hari per bulan selama 12 bulan per tahun. Tingkat persyaratan excavator untuk pemilik proyek juga dipertimbangkan. Persyaratan rata-rata adalah 2016 jam, yang dibulatkan menjadi 2000 jam. Biaya rental tiap jam dan dapat dilihat pada tabel 10. Tabel 10. Target Pemasukan No 1. Item Kuantitas Penyewaan excavator Satuan 2000 jam Harga Harga Total Satuan (Rp.) (Rp.) 450.000,- 900.000.000,- TOTAL 900.000.00,- Analisis Kelayakan Investasi Cash Flow Perhitungan pemasukan tahun pertama didapatkan sebesar Rp 900.000.000,00 per tahun dan untuk pengeluaran tahun pertama didapatkan Rp 683.463.092,7. Berdasarkan perhitungan tersebut, arus kas masuk dan keluar ditentukan untuk jangka waktu 5 tahun. Hasil analisis data disajikan pada tabel 11. Tabel 11. Cash flow Tahun Pemasukan Pengeluaran ke- (Inflasi 10% per tahun) (Inflasi 10% per tahun) Cash Flow 1 Rp 900.000.000,00 Rp 683.463.092,7 Rp 216.536.907,3 2 Rp 990.000.000,00 Rp 751.809.402 Rp 238.190.598 3 Rp 1.089.000.000,00 Rp 826.990.342,2 Rp 262.009.657,8 4 Rp 1.197.900.000,00 Rp 909.689.376,4 Rp 288.210.623,6 5 Rp 1.317.690.000,00 Rp 1.000.658.314 Rp 317.031.686 TOTAL Rp 1.321.979.473 Sumber: Pengolahan Data Kelayakan investasi dapat dinilai berdasarkan nilai arus kas. Perhitungan arus kas melibatkan penentuan selisih antara pendapatan dan pengeluaran, yang menentukan kelayakan investasi. Pada penelitian ini arus kas sebesar Rp 1.321.979.473 atau LAYAK untuk dijalankan. 61 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 PV Grafik Cash Flow Rp1.400.000.000,00 Rp1.200.000.000,00 Rp1.000.000.000,00 Rp800.000.000,00 Rp600.000.000,00 Rp400.000.000,00 Rp200.000.000,00 Rp0,00 Pemasukan Pengeluaran 1 2 3 4 5 Masa Investasi Gambar 1. Grafik Cash Flow Benefit Cost Ratio (BCR) Cost diambil dari jumlah investasi awal, sedangkan benefit diambil dari arus kas tiap tahunnya. Selanjutnya perhitungan dilakukan dengan menjumlahkan arus kas selama 5 tahun dan membaginya dengan modal investasi awal. Benefit Cost Ratio = ∑ Benefit ∑ Cost Rp 1.321.979.473 = Rp 715.000.000 = 1,85 Kriteria kelayakan investasi untuk pendekatan ini mensyaratkan BCR > 1. Nilai BCR yang dihitung sebesar 1,85 adalah positif dan melebihi satu. Oleh karena itu, berdasarkan analisis BCR yang dikerjakan pada penelitian ini bisa disimpulkan bahwa pendekatan tersebut LAYAK dilakukan. Perbandingan Investasi Beli dan Sewa Sewa Excavator Perusahaan menawarkan jasa penyewaan excavator. Bentuk kontrak yang digunakan yaitu skema sewa all-in, yang dihitung tiap jam. Selain itu, beban pengangkutan ditambahkan di setiap kedatangan peralatan. Perhitungan sewa dilakukan untuk setiap jam penggunaan. Selanjutnya, jumlah penggunaan tiap jam dikalikan dengan biaya sewa tiap jam. Biaya sewa didapatkan sebesar Rp 726.000.000,00 per tahun. Berdasarkan data perhitungan dan daftar sewa excavator tersebut, besaran biaya sewa ditetapkan melalui perolehan alat. Rasio antara sewa alat dan pembelian alat dihitung dengan cara membagi biaya perolehan alat dengan biaya sewa alat. Perbandingan beli dan sewa didapatkan 0, 98 tahun atau dibulatkan menjadi 1 tahun. Dengan menghitung 2.000 jam pengoperasian excavator setiap tahunnya, maka harus menghitung juga durasi daya beli alat tersebut. Jam sewa untuk beli didapatkan 1969,69 jam atau dibulatkan menjadi 2000 jam. 62 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 Kelayakan Membeli Dibandingkan Dengan Menyewa Analisis kelayakan menyewa excavator dibandingkan dengan membeli excavator. Tujuan dari analisis ini adalah buat menentukan durasi optimal biaya sewa yang dapat digunakan dengan pembelian excavator. Setelah menganalisis hasil perhitungan, ditentukan bahwa menyewa satu excavator untuk jangka waktu 1 tahun atau total 1969,69 jam akan menghasilkan dana yang cukup untuk pengadaan 1 unit excavator. Dari perhitungan diatas disimpulkan bahwa jika menyewa dalam 1 tahun tersebut TIDAK LAYAK bagi perusahaan. BCR 2 1,8 1,6 1,4 1,2 1 0,8 0,6 0,4 0,2 0 INVESTASI SEWA Gambar 2. Kurva perhitungan BCR 4. KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa perhitungan produktivitas excavator PC195LC-8 didapat sebesar 576 𝑚3 /hari dengan waktu 18 hari kerja (8jam/hari) dan biaya sebesar Rp 39.936.780. Perhitungan analisis Benefit Cost Ratio (BCR) didapatkan nilai sebesar 1,84892234 yang berarti angka tersebut melebihi 1 maka proyek ini LAYAK melakukan pembelian excavator dan bisa memberikan keuntungan. Dari analisis perhitungan apabila dilakukan sewa excavator selama 1 tahun atau sewa selama 1969,69 jam akan diperoleh dana untuk membeli 1 unit baru excavator. Dari perhitungan diatas disimpulkan bahwa jika menyewa dalam 1 tahun tersebut TIDAK LAYAK bagi perusahaan. Keputusan yang diambil dalam penelitian ini adalah membeli excavator. 5. SARAN Pada penelitian ini, untuk hasil analisis BCR dinyatakan investasi lebih layak dan menguntungkan, maka disarankan PT.MCE untuk melakukan investasi daripada menyewa excavator. Kemudian penelitian ini melakukan analisa perhitungan hanya 1 unit alat berat yaitu excavator dengan metode kelayakan investasi BCR. Dan juga hanya dilakukan perbandingan antara membeli dan menyewa. Berdasarkan informasi tersebut diatas, disarankan agar peneliti selanjutnya memperluas studi mereka untuk mencakup beberapa unit excavator. Diharapkan bahwa penulis selanjutnya akan memasukkan analisis 63 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023 Seminar Nasional Teknik Sipil e-ISSN: xxxx-xxxx Vol. 1 No. 1, Oktober 2023 perhitungan risiko investasi, serta perhitungan tingkat pengembalian modal, dan menganalisis tingkat bunga investasi. 6. DAFTAR PUSTAKA Marcell, G., & Sulistio, H. (2021). “Perbandingan Investasi Dengan Sewa Alat Berat Pada Proyek Pembangunan Hotel Ibis Raden Saleh Jakarta”, 4(1), 313-326. Peurifoy dan Robert L. 2006. Construction Planning, Equipment, and Methods, 7th ed. New York: McGraw-Hill. Rochmanhadi, 1982. Alat-alat Berat dan Penggunaannya, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta. Rostiyanti, Susy Fatena. Alat Berat untuk Proyek Konstruksi. Vols. Cetakan I, Edisi 2. Jakarta: Bineka Cipta, 2008. Sjachdirin, M., dkk, Pemindahan Tanah Mekanis, Bagian Penerbitan Institut Teknologi Nasional Malang, Malang, 1998 Wilopo, Djoko, Metode Konstruksi dan Alat-alat Berat, Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta, 2009 64 Received: 25 September 2023, Accepted: 13 Oktober 2023