Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 Edukasi Pengelolaan Sampah dan Pelatihan Daur Ulang Sampah Anorganik Untuk Siswa SMK serta Dampaknya terhadap Lingkungan di Sekolah Santi Octaviani1. Nikke Yusnita Mahardini2. Afrian Krisna Kuncoro3. Dilla Putri Rinjani4. Muhamad Dio Aidil Fitra5. Dilla Fitriana Putri Igefar6 1,2,6Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Serang Raya. Jl. Raya Cilegon Km. Kota Serang. Banten 42162. Indonesia Universitas Serang Raya, 3Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial. Politik dan Ilmu Hukum. Jl. Raya Cilegon Km. Kota Serang. Banten 42162. Indonesia 4,5Ilmu Hukum. Fakultas Ilmu Sosial. Politik dan Ilmu Hukum. Jl. Raya Cilegon Km. Kota Serang. Banten 42162. Indonesia antieoct6@gmail. Abstrak Pengelolaan sampah di sekolah menjadi salah satu isu penting yang perlu mendapatkan perhatian, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan dan keberlanjutan. Secara umum, pengelolaan sampah di sekolah mencakup kegiatan pengumpulan, pemilahan, pengolahan, dan pembuangan sampah yang efektif dan ramah lingkungan. Sistem pengelolaan sampah yang baik di sekolah dapat dimulai dengan edukasi kepada siswa tentang pentingnya memilah sampah, penggunaan bahan ramah lingkungan, serta pemanfaatan kembali sampah melalui daur ulang. Pelibatan pihak sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga tenaga kebersihan, sangat penting dalam menciptakan budaya sadar lingkungan. Implementasi sistem pengelolaan sampah yang tepat tidak hanya mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan belajar yang bersih dan sehat. Dengan demikian, pengelolaan sampah yang efektif di sekolah dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat luas dalam upaya menjaga kelestarian Kata Kunci: Budaya Sadar Lingkungan. Daur Ulang. Kebersihan. Pemilihan Sampah. Pengelolaan Sampah Abstract Waste management in schools is one of the important issues that needs attention, along with the increasing awareness of the importance of environmental cleanliness and sustainability. In general, waste management in schools includes effective and environmentally friendly waste collection, sorting, processing, and disposal activities. A good waste management system in schools can start with educating students about the importance of sorting waste, using environmentally friendly materials, and reusing waste through recycling. The involvement of school parties, from teachers, students, to cleaning staff, is very important in creating an environmentally conscious culture. The implementation of a proper waste management system not only reduces the negative impact of waste on the environment, but also supports the creation of a clean and healthy learning environment. Thus, effective waste management in schools can be a good example for the wider community in an effort to preserve the environment. Keywords: Lin Conscious Culture . Recycling. Cleanliness. Waste Sorting. Managemen SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS SERANG RAYA Waste Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 PENDAHULUAN Masalah sampah merupakan isu krusial yang berdampak langsung terhadap lingkungan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat. Seiring meningkatnya aktivitas manusia di berbagai sektor, termasuk di lingkungan pendidikan seperti sekolah, jumlah sampah yang dihasilkan juga semakin bertambah. Sampah yang tidak dikelola dengan baik tanah, air, dan udara, penyebaran penyakit, serta gangguan estetika Oleh karena itu, penting bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar dan pendidik, untuk memiliki pengelolaan sampah. Secara umum, sampah terbagi menjadi dua jenis, yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari sisa makhluk hidup, seperti sisa makanan, daun kering, dan potongan sayur atau buah, yang dapat terurai secara alami. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari bahan non-hayati seperti plastik, membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai dan cenderung mencemari lingkungan jika dibuang sembarangan. Kedua jenis sampah ini memiliki potensi untuk diolah dan dimanfaatkan kembali jika dikelola secara kreatif dan Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai sampah juga menjadi faktor Banyak orang belum memahami definisi sampah, pengelolaan sampah, penyebab penumpukan sampah, dan Sampah sendiri memiliki Contohnya, sampah dibagi menjadi dua kategori utama. Pertama, sampah anorganik, seperti logam, plastik, kaca, karet, dan kaleng, yang sulit terurai oleh mikroorganisme. Kedua, sampah organik, seperti daun, sisa makanan, buah, dan sayuran, yang mudah terurai (Dewi & Raharjo, 2. Bahaya yang ditimbulkan oleh sampah bukan hanya pada lingkungan fisik, tetapi juga berdampak pada kesehatan Sampah yang menumpuk dan berkembangbiaknya berbagai sektor penyakit seperti lalat, nyamuk, dan tikus. Selain sembarangan dapat menghasilkan gas beracun seperti dioksin yang berbahaya bagi pernapasan, akibat dari Minim pemahaman siswa terhadap sampah (YonalRegen, 2. Oleh sebab itu, pengelolaan sampah secara bijak dan terstruktur sangat diperlukan, bukan hanya untuk mencegah kerusakan menciptakan lingkungan yang sehat dan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini difokuskan pada institusi pendidikan, yaitu SMK Pasundan 1 Serang. Dengan jumlah siswa yang cukup besar, sekolah ini menjadi target yang tepat untuk edukasi pengelolaan sampah, khususnya sampah anorganik yang dihasilkan dari kegiatan sekolah maupun lingkungan Hal ini juga sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang bertujuan membentuk karakter dan peradaban bangsa yang bermartabat melalui pengembangan potensi siswa agar menjadi individu yang bertanggung jawab, kreatif, mandiri, serta peduli (Republik Indonesia, 2. Melalui Pengabdian ini memiliki peran strategis untuk terjun langsung ke masyarakat atau lembaga pendidikan dalam memberikan edukasi tentang pentingnya memilah dan mengolah sampah, serta menumbuhkan kesadaran akan potensi ekonomi dari limbah rumah tangga maupun sekolah. Pengolahan sampah organik dapat dilakukan melalui menghasilkan pupuk alami yang berguna bagi tanaman. Sementara itu, sampah Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 anorganik dapat dikreasikan menjadi produk kerajinan tangan seperti tas, tempat pensil, pot bunga, hingga paving block ramah lingkungan. Dengan pendekatan ini, sampah tidak hanya mengotori, tetapi sebagai sumber daya yang memiliki nilai jual dan mendukung prinsip ekonomi sirkular. Selain sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini juga mendorong perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat sekolah untuk lebih peduli, kreatif, dan produktif dalam menangani sampah. Melalui edukasi, diharapkan seluruh warga sekolah mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang positif. METODE PELAKSANAN Pelaksanaan kegiatan Pengabdian di SMK 1 PASUNDAN KOTA SERANG partisipatif yang melibatkan siswa secara aktif dalam setiap tahap Kegiatan ini mengajarkan keterampilan praktis dalam memilah sampah serta pentingnya peran individu dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga mendorong siswa untuk menjadi agen perubahan tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan Alur Pelaksanaan Pengabdian Pengolahan SMK PASUNAN 1 KOTA SERANG melibatkan serangkaian tahapan yang terstruktur dan partisipatif. Tahapan ini meliputi survei awal dan perencanaan, koordinasi dengan pihak sekolah mengenai program, sosialisasi dan edukasi, seminar, percobaan impelemtasi tanpa plastik di sekolah serta evaluasi. Metode yang digunakan bertujuan untuk Adapun alur pengabdian ini tentang Pengelolaan sampah di SMK PASUNDAN 1 KOTA SERANG untuk mendorong inovasi siswa dalam pengelolaan lingkungan secara rinci sebagai berikut: Tahap Persiapan Identifikasi Lokasi dan Sumber Sampah: Survei mengidentifikasi titik-titik lokasi sampah di lingkungan sekolah, seperti bak sampah, halaman, kantin dan lokasi untuk pembuatan biopori. Penyusunan Materi Pelatihan: Materi pelatihan mencakup pengenalan jenis sampah, bahaya sampah bagi lingkungan. Koordinasi dengan Pihak Sekolah: Diskusi dengan guru dan staf sekolah dilakukan untuk mendapatkan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan. Tahap Pelaksanaan Sesi Pengenalan: Sesi ini melibatkan ceramah interaktif tentang jenis-jenis sampah, dampaknya terhadap lingkungan, dan pentingnya pengelolaan sampah. Observasi Langsung: Siswa dibagi ke dalam kelompok untuk melakukan pemilihan sampah dengan gambar yang telah di sediakan. Setiap kelompok mencatat jenis sampah yang ditemukan, dan karakteristiknya . rganik atau Analisis Data: Siswa menganalisis data hasil observasi untuk menentukan prioritas pengelolaan limbah berdasarkan Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut Refleksi dan Evaluasi: Diskusi reflektif terhadap siswa, serta potensi perbaikan untuk kegiatan serupa di masa depan. Tindak Lanjut: Siswa didorong untuk mengimplementasikan hasil di rumah dan komunitas mereka Metode ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa sehingga mereka tidak hanya memahami teori pengelolaan sampah, tetapi juga mampu menerapkannya secara Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 praktis dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan partisipatif diharapkan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap lingkungan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Edukasi Pengelolaan Sampah dan Pelatihan Daur Ulang Sampah Anorganik di SMK Pasundan 1 Kota Serang mendapatkan respon yang positif dari para siswa dan pihak sekolah. Hasil yang didapatkan adalah sebagai berikut: Dan juga, mengadakan menyenangkan, game ini juga akan mengenali beberapa macam sampah dan termasuk dalam sampah jenis apa serta mempermudah dalam Pembuatan Biopori Sebelum dilakukan sosialisasi kepada siswa dan siswi mengenai pengolahan sampah. Tim Pengabdian melaksanakan pembuatan biopori yaitu lubang silindris yang di buat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air untuk meningkatkan daya resap air pada tanah. Dan melakukan menempatan tempat sampah organik dan anorganik di setiap koridor kelas 10,11, dan 12. Gambar Biopori Pembuatan Sosialisasi dan Edukasi sampah organic dan anorganik Setelah perencanaan matang langkah sosialisasi dan edukasi, kepada seluruh siswa dan siswi kelas 10 dan Sosialisasi dilakukan melalui persentasi yang menjelaskan tentang pengertian sampah, apa itu sampah organic dan anorganik, katakteristik sampah organic dan anorganik ,contoh Gambar 2. Tempat Sampah Organik dan Anorganik Gambar 3. Sosialisasi Seminar sampah anorganik dan praktik prakarya sampah Setelah pengolahan sampah organik, agenda, selanjutnya adalah seminar mengenai sampah anorganik yang di bawakan oleh ketua bank sampah UP3K unyur yaitu ibu nisa. Dan praktik prakarya dengan kertas bekas, yang dapat menambah nilai dari sampah kertas yang tidak terpakai menjadi barangbarang yang memiliki nilai, bahkan dapat di jual dengan harga yang tinggi. Yang di ikuti oleh perwakilan siswa 10 dan Smk Pasundan 1 Kota Serang. Gambar 4. Sosialisasi Sampah Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 organic dan anorganik Gambar 5. Seminar dan praktik prakarya sampah anorganik Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dalam Edukasi dan pelatihan pengelolaan sampah dapat menjadi langkah awal yang efektif untuk membangun kesadaran dan keterampilan siswa dalam pengelolaan Secara keseluruhan, hasil ini mendukung bahwa edukasi dan pelatihan dapat meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa dalam pengelolaan sampah di lingkungan sekolah. Dengan demikian, pelatihan berbasis edukasi dan pelatihan dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk mengedukasi siswa tentang pentingnya pengelolaan sampah secara Program memberikan landasan bagi pengembangan inisiatif serupa yang lebih terintegrasi di masa depan. Tabel 1. Rekapan Kegiatan selama Pengabdian NO TANGGAL TUJUAN KEGIATAN DAN KEGIATA Survei Mengidentifika si kondisi awal sekolah untuk sekolah dan HASIL KEGIATAN Dapat lokasi tempat di laksanakan Diskusi dan Diskusi program kerja Kesiswaan dengan pihak Pembelajaran 3 Penempat dan an tempat mempermudah pembuata sampah n Biopori Rencana disetujui pihak Tempat organik dan anorganik di pasang di tempat yang strategis yaitu depan koridor kelas 10,11. Biopori di tempatkan di depan kantin Pemaparan Meningkatkan materi 4 Sosialisasi pengetahuan pengolaha siswa tentang sampah n sampah sampat organik organik dan Organik game sortir Organik dan Anorganik Pemaparan materi tentang Meningkatkan sampah anorganik lalu 5 Seminar pemahaman Praktik dasar dari anorganik anorganik agar sampah kertas yang tidak bernilai guna untuk bahan Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat | LPPM UNSERA Website: https://ejournal. id/index. php/senama E-ISSN : 3063-4849 KESIMPULAN Aktivitas Pengabdian dilaksanakan di SMK Pasundan 1 Kota Serang menunjukkan sukses nya pengetahuan siswa terhadap masalah sampah dan lingkungan terutama Tahapannya kegiatan terdari dari perizinan, diskusi dengan pihak sekolah mengenai program kerja, pembuatan biopori dan tempat sampah terpisah, sosialisasi, seminar Respon positif dari siswa dan tim pendekatan partisipatif dan edukatif sanggup menjadi media yang efisien dalam pembentukan karakter peduli Diharapkan kegiatan ini terus berlangsung dan bisa sebagai contoh pembelajaran lingkungan hidup yang bisa terus diterapkan. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan disampaikan kepada semua pihak yang terlibat yaitu kepada LPPM Universitas Serang Raya yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan pengabdian ini. Dan Terimakasih