Design Thinking Dalam Pengembangan Aplikasi Bisnis (Re-Was. Bagi Usaha Mikro Laundry Kota Semarang Sasono Wibowo1. Titien Suhartini Sukamto2. Indra Gamayanto3. Gilang Rizky Gardianto4. Harini5 Prodi Sistem Informasi1,2,3. Prodi Desain Komunikasi Visual4. FIK UDINUS. Prodi BISDIG5. Fakultas SAINTEK Indonesia Info Articles Abstrak Keywords: Perkembangan teknologi memainkan peranan penting dalam mendukung pertumbuhan UMKM, serta untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional, seperti halnya pada usaha mikro laundry di Kota Semarang. Permintaan tinggi terhadap layanan laundry memicu persaingan ketat diantara pelaku usaha, yang mendorong kebutuhan inovasi teknologi untuk tetap kompetitif. Penelitian ini mengkaji pengembangan aplikasi bisnis bagi UKM Laundry di Kota Semarang, dengan studi kasus pada 28 pelaku UKM yang tersebar di di 14 Kecamatan kota Semarang. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pelaku UKM laundry belum memanfaatkan teknologi aplikasi dikarenakan kurangnya layanan aplikasi yang khusus untuk UKM Laundry. Menggunakan metode Design Thinking dengan tahapan . Empathize, . Define, . Ideate, . Prototype, dan 5 )Test penelitian ini menghasilkan rancangan prototipe aplikasi bisnis yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pengguna yaitu UKM Laundry dengan nama aplikasi Re-Wash. Prototipe yang dihasilkan berupa rancangan UI/UX interaktif yang dapat disimulasikan dan dicoba langsung oleh pengguna. UKM Laundry. Design Thinking. UI/UX Abstract Technological developments play a crucial role in supporting the growth of Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. , as well as in enhancing operational effectiveness and efficiency, as is the case with UKM Laundry in the city of Semarang. The high demand for laundry services has triggered intense competition among business actors, driving the need for technological innovation to remain competitive. This research examines the development of a business platform for UKM laundry in Semarang, with Joined Journal (Journal of Informatics Educatio. a case study of 28 UKM business actors spread across 14 districts of the Interview results indicate that UKM laundry actors have not yet utilized application technology due to the lack of application services specifically for laundry MSMEs. Using the Design Thinking method with the stages of . Empathize, . Define, . Ideate, . Prototype, and . Test, this research produced a prototype design for a business application that aligns with the needs and desires of the users, namely laundry MSMEs. The resulting prototype is in the form of an interactive UI/UX design that can be simulated and tested directly by users. p-ISSN 2621-9484 e-ISSN 2620-8415 Alamat Korespondensi: E-mail: sasono. wibowo@dsn. Joined Journal (Journal of Informatics Educatio. PENDAHULUAN Usaha Mikro menurut Undang Ae Undang No. 20 Tahun 2008 merupakan usaha produktif yang dimiliki oleh individu atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria tertentu, biasanya berskala kecil dan merupakan bagian penting dari struktur ekonomi (UU No. 20, 2. Kota Semarang sendiri, pelaku UMKM mengalami pertumbuhan rata-rata setiap tahunnya sebesar 1,97% dengan jumlah pada tahun 2023 692 unit usaha (Adriyanto dkk. , 2. Usaha Laundry rumahan/ kiloan menjadi salah satu contoh jenis Usaha Mikro yang memberikan kontribusi dalam kerangka ekonomi produktif. Bisnis ini juga termasuk salah satu jenis usaha yang terus mengalami perkembangan di Kota Semarang, terbukti pada tahun 2021 UKM laundry berjumlah 268 unit (Lukiastuti, 2. hingga tahun 2023 berjumlah 378 unit usaha tersebar di 14 Kecamatan Kota Semarang. Dari hasil wawancara dengan pelaku usaha laundry, mayoritas menyampaikan kebutuhan akan adanya platform bisnis yang dapat membantu efisiensi pelaku usaha dalam menjalankan usaha laundrynya serta memperluas jangkauan konsumen mereka. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan rancangan platform bisnis dalam bentuk aplikasi yang dikembangkan berorientasi pada User. Pengembangan platform bisnis menggunakan metode Design Thinking, dimana metode ini dapat memberikan rancangan aplikasi dengan mudah dan menyediakan pengalaman pengguna yang lebih optimal (Ilham dkk. , 2. ,(Miswanto et al. , 2. Beberapa penelitian juga telah menerapkan metode Design Thinking, seperti pengembangan website untuk UMKM produsen camilan di Bandung (Soedewi dkk. , 2. ,(Setyawan et , 2. dan perancangan interface aplikasi penjualan untuk meningkatkan keterlibatan pengguna (Zazhemi & Marcos, 2. METODE Pengembangan aplikasi bisnis bagi UKM Laundry Kota Semarang menerapkan metode Design Thinking, dengan tahapan seperti yang diperlihatkan pada Gambar 1 User Persona Empathy Maps Empathize Define Mendefinisikan Perumusan ide Ideate Prototype platform bisnis Feedback Test Gambar 1. Tahapan penelitian dengan metode Design Thinking (Zamakhsyari & Fatwanto, 2. Joined Journal (Journal of Informatics Educatio. Empathize Pada tahap ini, analisis dilakukan dengan wawancara serta observasi kepada calon pengguna . ser researc. , proses ini bertujuan untuk mengumpulkan User Persona dan menyusun Empathy Maps. Empati merupakan tahapan penting dalam pembuatan aplikasi karena merupakan proses memahami apa yang dipikirkan . , dirasakan . , dikatakan . , dan dilakukan . oleh pengguna, sehingga aplikasi dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan user (Juniantari dkk. , 2. Define Tahapan ini merupakan proses untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh user yang telah dirumuskan dari tahapan sebelumnya (Buana Ayu & Wijaya. Hasil wawancara kemudian dianalisa untuk menemukan fokus permasalahan yang dihadapi oleh UKM Laundry, lalu Menyusun daftar kebutuhan dan menentukan tujuan pengguna. Ideate Tahapan ini merupakan proses formulasi berbagai ide yang dihasilkan dari rumusan masalah yang telah didefinisikan pada tahap Define (Anggraini & Hamdani, 2. Pada tahap ini peneliti mencoba memahami target pelanggan dari UKM laundry dan kebutuhan UKM Laundry, lalu melakukan analisis untuk menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi oleh UKM Laundry. Tahap ini berfungsi untuk proses generasi ide sebagai dasar membuat desain prototipe Prototype Setelah memilih ide solusi yang paling tepat bagi user, tahap selanjutnya adalah mengembangkan prototipe yang merupakan representasi awal dari solusi yang Prototipe bisa berupa wireframe atau tampilan awal aplikasi yang dapat dicoba langsung oleh user (Nugroho dkk. , 2. , dalam penelitian ini prototipe dikembangkan adalah UI/UX interaktif yang dapat digunakan secara baik untuk meningkatkan kemudahan pengguna terhadap rancangan aplikasi yang diusulkan (Haryuda Putra dkk. , 2. , dengan tampilan interaktif yang menggambarkan simulasi dari aplikasi dan dapat dicoba langsung oleh pengguna, yaitu UKM Laundry. Dengan adanya prototipe, dapat dievaluasi efektifitas dari masing-masing fitur. Test Tahap ini berisi proses pengumpulan feedback dari pengguna atas rancangan prototipe yang dihasilkan (Sari dkk. , 2. Testing dilaksanakan untuk memastikan bahwa rancangan prototipe telah sesuai dengan kebutuhan dan harapan dari UKM Laundry. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode Design Thinking, yang terdiri dari 5 . Berikut paparan dari masing-masing tahapan pengembangan aplikasi yang dinamakan aplikasi Re-Wash. Empathize Joined Journal (Journal of Informatics Educatio. Proses dimulai dengan memilih pelaku UKM Laundry yang akan dijadikan studi Setelah mengamati data UKM Laundry dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, dipilih 28 UKM Laundry yang tersebar di 14 Kecamatan di Kota Semarang. UKM yang menjadi studi kasus dipilih berdasarkan 5 kriteria, yaitu . kondisi UKM Laundry yang belum menggunakan teknologi atau sistem apapun, . jumlah karyawan maksimal 2 orang termasuk pemilik, . menjalankan layanan secara manual dengan mencatatan di buku, . layanan yang diberikan terbatas, . memiliki keinginan kuat untuk mengembangkan bisnis di masa depan dengan memanfaatkan teknologi. Setelah objek studi kasus dipilih, lalu dilakukan wawancara guna merumuskan User Persona dan Empathy Maps. User Persona merupakan proses pembuatan profil yang cukup rinci dan mendalam mengenai karakteristik, kebutuhan dan tujuan pengguna. User Persona ditunjukkan pada gambar 2 dan Empathy Maps ditunjukkan pada gambar User Persona dan Empathy Maps disusun untuk setiap objek UKM Laundry. Gambar 2. User Persona Gambar 3. Empathy Maps Joined Journal (Journal of Informatics Educatio. Empathy Maps disusun untuk dapat merincikan aspek kunci pengalaman pengguna, seperti apa yang dipikirkan (Think. , rasakan . , lakukan . dan katakan . terhadap penggunaan aplikasi baru. Thinks menggambarkan mengenai harapan, kekhawatiran dan spekulasi yang dipikirkan oleh pemilik UKM Laundry rata-rata memiliki harapan aplikasi Re-Wash dapat meningkatkan efisiensi operasional serta kekhawatiran tentang biaya penggunaan aplikasi, . Feels memberikan gambaran tentang perasaan dan emosi yang dirasakan seperti perasaan antusiasme terhadap potensi kemudahan yang dapat diperoleh melalui aplikasi Re-Wash, . Does menggambarkan tentang tindakan dalam mengadopsi aplikasi baru, . Says memberikan gambaran tentang kebutuhan yang diungkapkan oleh pemilik UKM Laundry. Define Tahapan ini dilakukan analisa proses bisnis yang saat ini berjalan di UKM Laundry, lalu mengidentifikasi masalah melalui temuan. Masalah yang ditemukan Pengelolaan laundry masih berupa pencatatan dengan menulis di buku, hal ini menyebabkan sering hilangnya data pelanggan Kesulitan untuk mencari nota karena penyimpanan dalam bentuk arsip dokumen fisik yang tidak teratur Proses pembayaran dicatat dalam buku sebagai rekap data, dan pemberian nota sebagai bukti pembayaran, hal ini berpotensi terjadi kesalahan dalam mencatat dan tidak bisa menghasilkan laporan dengan akurat dan tepat Ideate Pada tahapan ini dirumuskan solusi berdasarkan kebutuhan dari user. Dirumuskan bahwa user dari aplikasi Re-Wash ada 2 . yaitu Mitra UKM dan Pelanggan. Dengan penjabaran fitur melalui User Story. User Story mencakup kenginginan pengguna terhadap fitur yang akan dikembangkan pada aplikasi, serta menetapkan acceptance criteria untuk setiap fitur, dijelaskan pada tabel 1. Tabel 1. User Story Feature Story Regristration Page UMKM Loundry 1. Mitra UMKM menjadi mitra pada 2. aplikasi Re-Wash User Acceptance Criteria Mitra membuka aplikasi ReWash Mitra memasukan nama Mitra memasukan e-mail Mitra melakukan pembuatan Memilih daftar sebagai UMKM Mitra menekan tombol daftar Mitra mengisi daftar Joined Journal (Journal of Informatics Educatio. pendaftaran usaha . ama pemilik, nama usaha, alamat, no tilp, foto tempat usah. Mitra menerima kode Mitra berhasil mendaftar Fitur yang diusulkan pada aplikasi Re-Wash adalah sebagai berikut: Halaman registrasi Mitra UKM : halaman yag ditujuka untuk UKM yang ingin bergabung menjadi mitra aplikasi Re-Wash Halaman Login Mitra UKM : Mitra dapat melakukan login untuk mulai menggunakan aplikasi Halaman Pesanan Masuk : Mitra dapat melihat setiap pesanan yang masuk dan dapat memilih untuk menerima atau menolak pesanan tersebut Halaman Buat Pesanan : mitra dapat membuat pesanan baru apabila terdapat pelanggan yang datang laung ke outlet Halaman Layanan Baru : mitra dapat memasukkan data jenis layanan yang diberikan Halaman Pesan : halaman untuk berkirim pesan dengan pelanggan Halaman Statistik Keuangan : halaman dimana mitra dapat melihat aktivitas keuangan Halaman Aktivitas Pesanan : mitra dapat melihat seluruh aktivitas layanan kepada pelanggan. Prototype Pada tahapan ini dirancang model dari aplikasi. Menggunakan UML untuk pemodelan yang terperinci. UML yang diterapkan meliputi Use Case Diagram. Activity Diagram, serta Class Diagram. Kemudian merancang UI/UX interaktif dengan Figma. Hasil rancangan interface disajikan pada gambar 4, gambar 5 dan gambar 6. Gambar 4. Tampilan awal aplikasi . plash scree. Joined Journal (Journal of Informatics Educatio. Gambar 5. Tampilan Dashboard setelah user Login Gambar 6. Tampilan fitur utama Test Prototipe yang dirancang kemudian diuji menggunakan platform Maze dengan metode UAT (User Acceptance Tes. UAT dilakukan dengan membandingkan hasil prototipe dengan kriteria yang telah ditentukan, untuk menilai sejauh mana prototipe tersebut memenuhi harapan dan kebutuhan pengguna. Terdapat 7 skenario pengujian, sesuai dengan User Story yang telah dibuat pada tabel 1. Hasil pengujian menunjukkan sebesar Joined Journal (Journal of Informatics Educatio. 73% pengguna setuju dengan fitur layanan dan tampilan dari prototipe aplikasi Re-Wash. Selanjutnya menghitung feedback pengguna. Feedback ini diperoleh setelah user menguji aplikasi, dimana user lalu diberikan beberapa pertanyaan untuk mengukur nilai kepuasan pengguna terhadap tampilan dan fitur Re-Wash. Hasil pengujian menunjukkan 65,04% pengguna menyatakan bahwa aplikasi Re-Wash dapat diterima. SIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan metode Design Thinking sangat efektif dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan, serta memberikan solusi yang inovatif. Melalui tahapan Design Thinking, yaitu empathize berfokus untuk mengetahui kebutuhan pengguna, define untuk merumuskan masalah, ideate untuk memberikan solusi, prototype guna merancang desain aplikasi berupa tampilan UI/UX dengan tools figma, serta Test untuk menguji rancangan aplikasi. Dari hasil pengujian, 73% dari 28 pelaku UKM Laundry yang menjadi responden menyatakan bahwa aplikasi Rewash yang dirancang sangat membantu dan memudahkan nantinya dalam mengelola operasional layanan bisnis mereka. DAFTAR PUSTAKA