PENGARUH PENGETAHUAN DAN INOVASI TERHADAP KREATIVITAS KERJA PENGRAJIN BONEKA DI KAMPUNG BARU. CIKAMPEK Carnesih 1 . Uus MD. Fadli 2 . Enjang Suherman 3 carnesih@mhs. id, uus. fadli@ubpkarawang. enjangsuherman@ubpkarawang. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Buana Perjuangan Karawang Ringkasan Pengaruh Pengetahuan dan Inovasi terhadap Kreativitas Kerja Pengrajin Boneka di Kampung Baru. Cikampek. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh parsial dan simultan pengetahuan dan inovasi terhadap kreativitas kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan verifikatif, jumlah sampel sebanyak 102 responden. Data yang diperoleh peneliti dengan cara wawancara, observasi, dan kuesioner. Kemudian dianalisis dengan menggunanakan person product moment, analisis korelasi dan path analisis dengan pengolahan data program SPSS 16. Setelah menggunakan rangkaian uji statistik, hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai korelasi mempunyai tingkat hubungan yang rendah dengan interval koefisiennya antara 0,20 Ae 0,399 berada pada tingkat kategori rendah. Pengetahuan dan inovasi masing-masing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kreativitas pengrajin boneka di Kampung Baru. Cikampek. Kata Kunci: Pengetahuan. Inovasi. Kreativitas Pendahuluan Peraturan Pemerintah Pusat (PP) Nomor 17 Tahun 2003 tentang pelaksanaan Undang Ae Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang di tetapkan pada tanggal 01 Maret 2013. (Sumber : LN. 2013 N0. TLN No. LL SETNEG : 32 HLM). Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian masyarakat Indonesia. Pemerintah Indonesia pula memandang penting keberadaan para pelaku UMKM. Terbukti dari UMKM bersama dengan Koperasi memiliki wadah secara khusus di bawah Kementerian Koperasi dan UKM (Usaha Kecil dan Menenga. Jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia terus bertambah setiap tahun. Di tahun 2018 jumlah pengusaha UMKM diprediksi mencapai 58,97 juta Peningkatan jumlah UMKM ini membawa pengaruh yang cukup baik bagi perekonomian di Indonesia. Mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga peningkatan produk domestik bruto yang cukup besar, yaitu mencapai 60,34 persen di tahun (Kementrian Koperasi dan Kecil dan Menengah yang diolah dari dat. Tabel 1 Perkembangan Data Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) Tahun Perkembangan Tahun 2017* Tahun 2018** Indikator Tahun 2017-2018 Jumlah Pangsa (%) Jumlah Pangsa (%) Jumlah Usaha Mikro. Kecil 99,99 64. 99,99 1. 440 0,02 dan Menengah Usaha Mikro 98,70 63. 98,68 1. 322 2,00 (Um. Usaha Kecil (UK) 1,20 1,22 043 3,44 Usaha Menengah 0,09 0,09 075 3,54 (UM) Sumber: Kementrian Koperasi dan Kecil dan Menengah yang diolah dari data Badan Pusat Statistik (BPS) . Keterangan: * Angka Sangat Sementara. ** Angka Sangat-Sangat Sementara Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pengrajin boneka yang bertempat di kampung Baru. Cikampek Kota yang di juluki dengan sebutan kampung boneka. UKM pengrajin boneka ini memproduksi boneka tidak menggunakan mesin melainkan masih menggunakan tenaga kerja manusia yang mengutamakan ketelitian dan kerapihan. Menghadapi perkembangan zaman ini, seharusnya UKM bisa semakin berkembang namun tidak semua UKM bisa bertahan. Untuk menyikapi hal tersebut di butuhkan mindset pengusaha, dimana mindset ini akan mempengaruhi perilaku dan sikap dalam mengelola usaha. Kreativitas sebagai suatu potensi perkembangannya tidak terlepas dari aspek psikologi yang melekat berkaitan dengan pola pikir, sikap maupun mental. (Slameto, 2. berasumsi bahwa pada hakikatnya, pengertian kreatif berhubungan dengan penemuan sesuatu, mengenai hal yang menghasilkan sesuatu yang baru dengan menggunakan sesuatu yang telah ada. Suryana . , menyatakan bahwa kreativitas adalah berpikir sesuatu yang baru dan berbeda. Orang kreatif adalah orang yang selalu berpikir tentang kebaruan, perbedaan, kegunaan, dan dapat dimengerti. Kreativitas adalah daya cipta dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Biasanya, kreativitas akan memunculkan inovasi, maka kreativitas sangat penting untuk diteliti untuk meningatkan kemampuan untuk memperbaharui hal-hal yang telah ada. Bila kreativitas itu daya atau kemampuan, maka inovasi itu hasil atau produk. (Kompasiana. Inovasi yang meliputi menganalisi peluang, apa yang harus dilakukan untuk memuaskan peluang, sederhana dan terarah dimulai dari yang kecil, berpengaruh secara parsial terhadap variabel kewirausahaan. Berdasarkan analisis yang dilakukan, kreatifitas dan inovasi berpengaruh secara simultan terhadap kewirausahaan dengan variabel inovasi memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kewira-usahaan. Secara historis, modal, bahan mentah dan tenaga kerja dianggap lebih berharga daripada proses menciptakan dan menerapkan pengetahuan. Era informasi dan revolusi pengetahuan telah menyebabkan masalah bagi setiap individu dan organisasi (Hasan dan Azis, 2018. Dinar dan Hasan, 2018. Thamrin dan Hasan, 2. Tuntutan dalam pengelolaan kecerdasan manusia dan mengubahnya menjadi produk dan layanan yang bermanfaat terus Muhammad Hasan. Pendidikan Ekonomi Informal. Menurut (Walstad, 1997. Blendon, et al. , 1997. Gerardi, et al. , 2010. Hasan, 2. , bahwa Ausaat ini lingkungan ekonomi menganggap bahwa pengetahuan ekonomi merupakan aspek yang sangat pentingAy. Dalam literatur ekonomi neoklasik, inovasi dan kewirausahaan dianggap sebagai unsur penting pertumbuhan ekonomi, hal tersebut dilihat dari pendapat (Schumpeter, 1. yang menyatakan bahwa Auperubahan teknologi adalah mesin pertumbuhan ekonomiAy. Namun menurut (Romer, 1986. menganggap bahwa Aupengetahuan sebagai faktor penting ketiga dari produksi. Dalam masyarakat yang secara ekonomi-progresif, generic knowledge dan tacit knowledge bekerja secara bersama, sehingga pengetahuan ilmiah . eneric knowledg. mengarah ke inovasi . acit knowledg. Ay. Pengetahuan dalam bisnis ini memiliki elemen penting yang memungkinkan perusahaan untuk beroperasi disektor pasar yang sedang ditargetkannya. Begitupun dengan pengetahuan yang harus di miliki oleh pengrajin agar lebih berkembang untuk meningkatkan pembelajaran dan pengalaman. Pengetahuan dalam sebuah bisnis termasuk dalam sumber daya yang memiliki peran penting untuk menunjang sebuah usaha dan bisnis agar berjalan dengan baik. Pengetahuan dalam usaha dan bisnis disebut sebagai modal pengetahuan atau modal intelektual dalam bisnis, maka pengetahuan penting untuk di teliti untuk meningkatkan kemampuan pengrajin dan pengalaman. Seorang wirausaha harus mempunyai kemampuan berinovasi untuk kemajuan bisnisnya, menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan, keinginan dan permintaan pelanggan. Pelanggan akan mencari produk yang dapat memuaskan mereka, maka dari itu di butuhkan inovasi untuk menciptakan produk baru atau mengikuti tren Dengan begitu usahanya akan bertahan cukup lama. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikasi, untuk lebih jelasnya mengenai metode ini akan penulis uraikan sebagai berikut: Tempat Dan Waktu Penelitian Objek penelitian ini adalah Pengetahuan dan Inovasi sebagai variabel independen serta Kreativitas Karyawan sebagai variabel dependen pada Pengrajin Boneka di Jl. Baru Timur Cikampek. Cikampek Kota. Kec. Cikampek. Kabupaten Karawang. Jawa Barat 41373. Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada Waktu penelitian berlangsung pada bulan Januari sampai dengan bulan Mei. Teknik Pengumpulan Data Untuk mengumpulkan data penelitian, penulis menggunakan metode-metode antara lain sebagai berikut. Metode Observasi (Pengamata. Metode Interview (Wawancar. , dan Metode Angket . Populasi dan sampel Populasi dalam penelitian adalah pengrajin Boneka di cikampek, baik yang berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan. Populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 110 orang. Penentuan jumlah sampel yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini menggunakan rumus Isaac dan Michael untuk tingkat kesalahan 5%. Rumus Isaac dan Michael. Berdasarkan pertimbangan hasil perhitungan maka peneliti menggenapkan total sampel menjadi 102 pengrajin. Rancangan Analisis Dan Uji Hipotesis Rancangan analisis dan uji hipotesis yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Analisis Deskriptif Menurut Sugiyono . 8:238-. , adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Uji Validitas Menurut Sugiyono . 6, . Valid berarti alat ukur yang digunakan mendapat data . itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Uji Reliabilitas Menurut Sugiyono . 6 : . bahwa reliabilitas adalah hasil penelitian dimana terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Tabel 2 Penafsiran Uji Reliabilitas Alpha > 0,90 maka reliabilitas sempurna Alpha antara 0,70 - 0,90 maka realiabilias tinggi Alpha antara 0,50 - 0,70 maka reliabilitas moderat Alpha antara < 0,05 maka reliabilitas rendah Sumber: Sugiyono . 3, . Penguji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan program pengolah data SPSS (Statistical Product and Service Solutio. Uji Prasyarat Analisis Uji prasyarat analisis dapat dibedakan atas beberapa jenis, yaitu normalitas data, uji linearitas data, uji multikolinieritas dan uji homogenitas data. Adapun pengertian dan uji prasyarat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Transformasi Data Data berbentuk ordinal dan ditransformasikan dengan software MSI (Method Successive Interva. yang mengubah data ordinal menjadi data interval. Uji Normalitas Uji Normalitas berguna untuk menentukan data yang telah dikumpulkan berdistribusi normal atau diambil dari populasi normal. Metode klasik dalam pengujian normalitas suatu data tidak begitu rumit. Berdasarkan pengalaman empiris beberapa pakar statistik, data yang banyaknya lebih dari 30 angka . > . , maka sudah dapat diasumsikan berdistribusi normal. Biasa dikatakan sebagai sampel besar. Analisis Verifikatif Analisis verifikatif bertujuan untuk membuktikan dan mencari kebenaran dari hipotesis yang diajukan. Dalam penelitian ini analisis verifikatif bermaksud untuk mengetahui hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh pengetahuan dan inovasi terhadap kreativitas pengrajin boneka di Kampung Baru. Cikampek. Analisis Korelasi Dalam penelitian ini menggunakan Korelasi Product Moment Pearson, yaitu untuk menyatakan ada atau tidaknya hubungan antara variabel pengetahuan dan inovasi dengan variabel kreativitas dan untuk menyatakan besarnya sumbangan variabel satu terhadap yang lainnya dengan menggunakan rumus analisis korelasi yang dikemukakan oleh Sugiyono . 8 : . sebagai berikut. ) * Dimana: = Koefisien korelasi = Variabel bebas = Variabel terikat = Jumlah sampel Tabel 3Interprestasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 Ae 0,199 Sangat Rendah 0,20 Ae 0,399 Rendah 0,40 Ae 0,599 Sedang 0,60 Ae 0,799 Kuat 0,80 Ae 1,00 Sangat Kuat Sumber : Sugiyono . Transformasi Data Data variabel yang telah terkumpul melalui penyebaran kuesioner responden pada penelitian ini berbentuk ordinal, sedangkan untuk menganalisis dengan analisis jalur diperlukan data dengan ukuran paling tidak berskala interval. Oleh karena itu, data dinaikkan menjadi data interval dengan method of successive interval (MSI). Teknik Analisis Jalur Dalam menganalisis hubungan antara variabel yang diteliti menggunakan analisis jalur (Path Analysi. Analisis jalur digunakan untuk menganalisis pola hubungan antar variabel dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung variabel bebas terhadap variabel terikat. Metode path analysis yang dibicarakan adalah pola hubungan sebab akibat. Langkah-langkah pengujian analisis jalur sebagai berikut. Adapun rancangan analisis untuk penelitian ini dapat dilihat pada gambar dibawah A Ayx1 Ayx2 Gambar 1 Analisis Jalur Sumber: Ridwan dan Kuncoro . Uji Hipotesis Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini berkaitan dengan ada atau tidaknya hubungan yang signifikan antara variabel bebas atau independen terhadap variabel terikat atau dependen. Adapun perumusan hipotesis nol (H. dan hipotesis alternatif (H. adalah sebagai berikut: H0 : Pyx = 0 : Tidak terdapat pengaruh dari model pembelajaran make a match (X) terhadap pemahaman siswa (Y). H1 : Pyx O 0 : Terdapat pengaruh dari model pembelajaran make a match (X) terhadap pemahaman siswa (Y). HASIL DAN PEMBAHASAN Pengetahuan Dari data yang diperoleh hasil penelitian penyebaran kuesioner kepada 102 responden pada Pengrajin Boneka di Cikampek dengan 14 pertanyaan untuk variabel Adapun uji validitas variabel Pengetahuan akan dijelaskan sebagai Tabel 4 Tanggapan Responden Mengenai Pengetahuan Pertanyaan Bagaimana keahlian pengrajin dalam membentuk pola boneka dan menjahit boneka ? Bagaimana tingkat ketelitian pengrajin dalam membuat boneka ? Bagaimana tingkat kerajinan pengrajin dalam membuat boneka ? Bagaimana inisiatif pengrajin dalam bekerja sebelum mendapat intruksi dari atasan ? Bagaimana kemampuan pengrajin dalam menyelesaikan pekerjaan agar tepat waktu ? Bagaimana kemampuan pengrajin dalam melaksanakan pekerjaan secara mudah dan cermat ? Bagaimana pemahaman pengrajin dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) di tempat kerja ? Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid No Pertanyaan Bagaimana kinerja pengrajin dapat di kelola dengan baik ? Bagaimana pelaksanaan pengrajin dalam bekerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) ? Bagaimana penyelesaian pengrajin yang dapat mengurangi kesalahan maupun kelalaian ? Bagaimana Standar Operasional Prosedur (SOP) dapat membantu pengrajin lebih mandiri ? Bagaimana sarana dan prasarana internet yang dapat mendukung aktivitas kegiatan pemasaran ? Bagaimana penggunaan jejaring sosial atau sosial media ? Bagaimana akses internet di tempat kerja ? Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Hasil pengolahan data, 2021 Berdasarkan tabel 4. 4diatas dengan jumlah responden (N) 102 maka sesuai dengan r tabel produck moment dengan Taraf Signifikan 5% maka pernyataan dikatakan valid apa rhitung Ou rtabel maka dikatakan valid atau layak untuk digunakan. Inovasi Dari data yang diperoleh hasil penelitian penyebaran kuesioner kepada 102 responden pada Pengrajin Boneka di Cikampek dengan 10 pertanyaan untuk variabel Adapun uji validitas variabel Pengetahuan akan dijelaskan sebagai Tabel 5 Tanggapan Responden Mengenai Inovasi Pertanyaan Bagaimana pengrajin dapat memberikan kenyamanan pada boneka yang di produksi untuk anak-anak ? Apakah standar harga yang di tawarkan sesuai dengan pasaran ? Bagaimana pengrajin menciptakan model boneka yang di sukai oleh anak-anak, remaja dan orang tua ? Bagaimana saran dan kritik yang diberikan oleh atasan dapat memberikan motivasi ? Bagaimana motivasi yang diberikan oleh atasan dapat meningkatkan kedisiplinan dalam bekerja ? Bagaimana atasan mengevaluasi hasil kerja ? Bagaimana pertanggung jawaban tugas yang diberikan oleh atasan Bagaimana atasan memberikan pengarahan secara spesifik ? Bagaimana pemilihan saluran distribusi yang mempertimbangkan pasar . onsumen, jumlah pembeli potensial dan jumlah pesana. ? Bagaimana saluran distribusi yang diterapkan dapat memudahkan pemasaran produk ? Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Hasil pengolahan data, 2021 Berdasarkan tabel 4. 5diatas dengan jumlah responden (N) 102 maka sesuai dengan r tabel produck moment dengan Taraf Signifikan 5% maka pernyataan dikatakan valid apa rhitung Ou rtabel maka dikatakan valid atau layak untuk digunakan. Kreativitas Dari data yang diperoleh hasil penelitian penyebaran kuesioner kepada 102 responden pada Pengrajin Boneka di Cikampek dengan 14 pertanyaan untuk variabel Adapun uji validitas variabel Pengetahuan akan dijelaskan sebagai Tabel 6 Tanggapan Responden Mengenai Kreativitas Pertanyaan Bagaimana tingkat tanggap pengrajin dalam bekerja ? Bagaimana tingkat peraturan yang dibuat oleh atasan ? Bagaimana menyelesaikan kerja dalam tim ? Bagaimana tingkat loyalitas terhadap tim ? Bagaimana tingkat kemampuan pengrajin dalam menyelesaikan pekerjaan yang diberikan ? Bagaimana atasan memberikan motivasi dan inspirasi ? Bagaimana atasan selalu memberikan dorongan agar dapat lebih kreatif dan inovatif ? Bagaimana pengrajin memproduksi boneka yang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan customer ? Bagaimana tingkat kepuasan pengrajin ketika customer kembali membeli di lain waktu ? Bagaiman pengrajin menciptakan produk baru ? Bagaimana tingkat kenyamanan dalam lingkungan kerja ? Bagaimana tingkat kesempatan dan peluang pengrajin untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan ? Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Hasil pengolahan data, 2021 Berdasarkan tabel 6diatas dengan jumlah responden (N) 102 maka sesuai dengan r tabel produck moment dengan Taraf Signifikan 5% maka pernyataan dikatakan valid apa rhitung Ou rtabel maka dikatakan valid atau layak untuk digunakan. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah indikator yang digunakan dapat di percaya sebagai alat ukur variabel. Hasil kuesioner bisa dikatakan reliable apabila nilai alpha Cronbach . yang di dapat Ou r tabel. Hasil uji reliabilitas yang digunakan dengan menggunakan program bantu SPSS 16. 0 for windows. Diketahui bahwa nilai alpha Cronbach. variabel pengetahuan (X. > rtabel sehingga kuesioner dari variabel tersebut reliabel atau layak sebagai alat ukur variabel. Ukuran validitas dari tiap-tiap variabel akan dijelaskan sebagai berikut. Tabel 7 Hasil Uji Reliabilitas Variabel r hitung r kritis Kriteria Pengetahuan Reliable Inovasi Reliable Kreativitas Reliable Sumber: Hasil pengolahan data, 2021 Berdasarkan tabel diatas, hasil uji reliabilitas diketahui bahwa setiap variabel dengan nilai crombachAos alpha untuk setiap variabel lebih besar > 0,05 sehingga variabel Pengetahuan. Inovasidan Kreativitas dinyatakan reliable. Uji Normalitas Uji normalitas kolmogorov Smirnov merupakan bagian dari uji asumsi klasik. Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah nilai residual berdistribusi normal atau tidak dengan menggunakan alat ukur SPSSfor windows pada variabel Pengetahuan dan Inovasi terhadap Kreativitas pengrajin sebagai berikut. Tabel 8 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Sumber: Hasil pengolahan data, 2021 Berdasarkan tabel 8 diatas, hasil uji normalitas diketahui nilai signifikansi dari pengetahuan (X. , inovasi (X. dan kreativitas (Y) > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa nilai resindual berdistribusi normal. Hubungan Antara Pengetahuan (X. Dengan Inovasi (X. Hubungan antara pengetahuan dengan inovasi dalam analisis jalur, memiliki hubungan antara variabel bebas dan dapat dihitung besaran pengaruh langsung maupun tidak langsung. Pengaruh tidak langsung merupakan perkalian antara koefisien jalur dengan koefisien korelasi. Oleh karena itu, hubungan antara kedua variabel bebas akan dijelaskan pada tabel dibawah ini. Tabel 9 Correlations Pengetahuan Dengan Inovasi Correlations Pengetahuan Inovasi Pengetahuan Pearson Correlation Sig. -taile. Inovasi Pearson Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Sumber: Hasil pengolahan data, 2021 Berdasarkan dari tabel 9 diatas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi untuk korelasi pengetahuan dengan inovasi. Dari nilai sig. inovasi 0,000 < 0,05. Artinya dapat dikatakan terdapat hubungan atau korelasi antara pengetahuan 0. 355, tingkat hubungan atau korelasi antara pengetahuan dengan inovasi saling berhubungan dengan tingkat hubungan yang rendah. Hubungan antara kedua variabel bebas dapat dijelaskan dibawah ini. Pengetahuan X1 Inovasi X2 Gambar 2 Hubungan diantara variabel bebas Berdasarkan inovasimemiliki nilai yang rendah karena memiliki nilai interval 0,20 Ae 0,399 dengan kategori rendah. Pengaruh parsial Pengetahuan (X. Dan Inovasi (X. Terhadap Kreativitas (Y) Berdasarkan pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan SPSS, sehingga diperoleh koefisien jalur untuk setiap variabel pengetahuan (X. dan inovasi (X. terhadap kreativitas (Y). Hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel 4. dibawah ini. Tabel 10 Coefficients Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Standardized Coefficients Std. Error (Constan. Pengetahuan Inovasi Beta Sig. Dependent Variable: Kreativitas Sumber: Hasil pengolahan data, 2021 Berdasarkan tabel 10 diatas bahwa koefisien jalur antara pengetahuan dan inovasi terhadap kreativitas. Dari nilai tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. Pengaruh Parsial Pengetahuan (X. Terhadap Kreativitas (Y) Berdasarkan tabel 10 diatas, menunjukan bahwa dari koefisien jalur variabel pengetahuan terhadap kreativitas memiliki nilai 0. 501 yang artinya variabel pengetahuan berpengaruh positif terhadap nilai variabel kreativitas. Adapun nilai koefisisen determinasi (CD) terhadap antara hubungan pengetahuan terhadap kreativitas akan dijelaskan sebagai berikut. CD = r2 x 100% CD = . 2 x 100% = 25% Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi didapatkan nilai 25%, artinya secara parsial pengetahuan mempengaruhi kerja sebesar 25% sedangkan sisanya . % - 25 = . yang dipengaruhi oleh faktor lain. Pengaruh Parsial Inovasi (X. Terhadap Kreativitas (Y) Berdasarkan tabel 10 diatas, menunjukan bahwa dari koefisien jalur variabel inovasi terhadap kreativitas memiliki nilai 0. 273 yang artinya variabel pengetahuan berpengaruh positif terhadap nilai variabel kreativitas. Adapun nilai koefisisen determinasi (CD) terhadap antara hubungan inovasi terhadap kreativitas akan dijelaskan sebagai berikut. CD = r2 x 100% CD = . 2 x 100% = 7% Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi didapatkan nilai 7%, artinya secara parsial pengetahuan mempengaruhi kreativitas sebesar 7%sedangkan sisanya . % - 7 = . yang dipengaruhi oleh faktor lain. Pengaruh Simultan Pengetahuan (X. Dan Inovasi (X. Terhadap Kreativitas (Y) Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan SPSS, diperoleh koefisien jalur setiap variabel pengetahuan dan inovasi terhadap kreativitas. Hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 11 Model Summary Pengaruh Pengetahuan (X. Dan Inovasi (X. Terhadap Kreativitas (Y) Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Inovasi. Pengetahuan Sumber: Hasil pengolahan data, 2021 Berdasarkan tabel 11 diatas menunjukan bahwa pengaruh simultan dari pengetahuan dan inovasi terhadap kreativitas pengrajin boneka di Kampung Baru. Cikampek yaitu sebesar 0. Maka dapat dianalisis koefisien kesalahan jalur . sebagai berikut. Oo = 0. Berdasarkan hasil pengujian path analisis maka gambar path analisis akan diuraikan sebagai berikut. Gambar 3 Hasil Analisis Jalur Berdasarkan gambar 3 menunjukan koefisien jalur variabel pengetahuan . lebih tinggi dibandingkan dengan variabel inovasi . artinya pengetahuan (X. lebih berpengaruh terhadap kreativitas (Y) dibandingkan inovasi (X. Pengujian Hipotesis Pengujian Hubungan Antara Pengetahuan (X. Dan Inovasi (X. Pengujian hipotesis hubungan antara pengetahuan (X. terhadap inovasi (X. yang akan dilakukan dengan menggunakan hipotesis sebagai berikut. Ho : Ayx1 = Ayx2 = 0 tidak terdapat hubungan antara hubungan pengetahuan dan inovas H1 : Ayx1 Ayx2 x2 O 0 terdapat hubungan antara pengetahuan dan inovasi Penggunaan uji statistic t akan dijelaskan sebagai berikut. Diketahui : r = Nilai korelasi . n = Jumlah sampel . Maka t = 10. Berdasarkan tabel 9 menunjukan nilai sig. 0,000 < 0,05 dan thitung = 10. 028> ttabel = 1,660 maka dinyatakan bahwa H0 diterima yang artinya dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara variabel pengetahuan terhadap variabel inovasi. Pengujian Hipotesis Pengaruh Variabel Secara Parsial Pada analisis pengaruh secara parsial antara masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebagai berikut. Pengujian Hipotesis Pengaruh Secara Parsial Pengetahuan (X. Terhadap Kreativitas (Y) Pengaruh pengetahuan secara parsial terhadap kreativitas dengan tingkat = 5%, df = . = 102 Ae 2 = 100 diperoleh ttabel 1,660. Berdasarkan tabel 10 menunjukan bahwa thitung = 6. 142dan sig. Berdasarkan tabel 10 menunjukan bahwa nilai sig. 000 < 0. 05 dan t hitung = 142> ttabel = 1,660 maka H0 diterima. Artinya dapat disimpulkan bahwa hipotesis pengetahuan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kreativitas. Pengujian Hipotesis Pengaruh Parsial Inovasi (X. Terhadap Kreativitas (Y) Pengaruh Inovasi secara parsial terhadap kreativitas dngan tingkat = 5%, df = . = 102 Ae 2 = 100 diperoleh ttabel 1. Berdasarkan tabel 4. 52 menunjukan bahwa thitung = 3. 347 dan sig. Berdasarkan tabel 10 bahwa nilai sig. 001 < 0. 05 dan thitung = 3. 347> ttabel = 660 maka H0 diterima. Artinya dapat disimpulkan bahwa hipotesis inovasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kreativitas. Pengujian Hipotesis Pengaruh Simultan Pengetahuan (X. dan Inovasi (X. Terhadap Kreativitas (Y) Pengaruh pengetahuan dan inovasi secara simultan terhadap kreativitas dapat diketahui melalui pengujian statistik dengan menggunakan hipotesis sebagai berikut. Pengaruh pengetahuan dan inovasi terhadap kreativitas secara simultan dengan tingkat = 5%, df = . = . = 100 maka diperoleh ftabel 3,09. Tabel 12 Perhitungan Nilai F ANOVAb Sum of Squares Model Mean Square Regression Residual Sig. Total Predictors: (Constan. Inovasi. Pengetahuan Dependent Variable: Kreativitas Sumber: Hasil pengolahan data, 2021 Berdasarkan tabel 12, menunjukan bahwa Fhitung = 36. 357dan sig. fhitung = 64. >ftabel = 3. 09 maka H0 diterima. Artinya dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan inovasi secara simultan berpengaruh terhadap kreativitas. Pembahasan Pembahasan Deskriptif Dari pembahasan metode deskriptif mengenai masing-masing variabel dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan pada pengrajin boneka di Kampung Baru. Cikampek memiliki total skor 14 pertanyaan dengan modus yang baik, pengetahuan pada pengrajin boneka di Kampung Baru. Cikampek berada pada kriteria baik. Artinya pengetahuan pengrajin boneka di Kampung Baru sesuai yang diharapkan. Hal ini menunjukan bahwa pengetahuan perlu ditingkatkan lagi agar menjadi sangat Berdasarkan hasil penelitian inovasi pada pengrajin boneka di Kampung Baru. Cikampek memiliki total skor 10 pertanyaan dengan modus yang baik, inovasi pada pengrajin boneka di Kampung Baru. Cikampek berada pada kriteria baik. Artinya inovasi pengrajin boneka di Kampung Baru sesuai yang diharapkan. Hal ini menunjukan bahwa inovasi masih harus ditingkatkan lagi menjadi sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian kreativitas pada pengrajin boneka di Kampung Baru. Cikampek memiliki total skor 12 pertanyaan dengan modus yang baik, kreativitas pada pengrajin boneka di Kampung Baru. Cikampek berada pada kriteria baik. Artinya kreativitas pengrajin boneka di Kampung Baru sesuai yang diharapkan. Hal ini menunjukan bahwa kreativitas masih harus ditingkatkan lagi menjadi sangat Pembahasan Verifikatif Pembahasan dari metode verifikatif dalam penelitian ini akan dijelaskan sebagai Hubungan Pengetahuan Dan Inovasi Hubungan pengetahuan dengan inovasi memiliki nilai korelasi sebesar 0. dengan presentase 35. 5% mempunyai tingkat hubungan yang rendah karena nilai interval koefisiennya antara 0,20 Ae 0,399 berada pada tingkat kategori rendah. Jika nilai salah satu variable menurun suatu hubungan satu arah maka nilainya negatif begitupun sebaliknya, jikanilai salah satu variable meningkat suatu hubungan satu arah maka nilainya positif, dengan demikian pemahaman dan penerapan pada dasarnya untuk meningkatkan pengetahuan serta inovasi yang baik untuk pengrajin. Hal ini menunjukan bahwa pengetahuan yang baik akan berdampak baik pada inovasi pengrajin boneka. Studi empiris yang dilakukan oleh Muhammad Ikram Wiriaatmadja . Terdapat hubungan yang kuat/erat antara karakteristik inovasi dengan tingkat pengetahuan dan sikap peternak pada penyuluhan pembuatan silase. Kedua variabel saling berhubungan dan berbanding lurus, artinya jika variabel karakteristik inovasi meningkat, maka variable tingkat pengetahuan dan sikap peternak pun akan meningkat, sebaliknya jika variable karakteristik inovasi rendah, maka variabel tingkat pengetahuan dan sikap peternak pun akan rendah. Pengaruh Parsial Pengetahuan dan Inovasi terhadap Kreativitas Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya pengaruh positif dan signifikan dari pengetahuan terhadap kreativitas pengrajin boneka di Kampung Baru Cikampek. Hal ini membuktikan bahwa hasil uji t yaitu thitung6. 142 >ttabel = 1. dengan nilai sig. 000 <0. Pengaruh pengetahuan terhadap kreativitas 25%. Dapat disimpulkan bahwa H0 diterima. Hasil membuktikan bahwa pengetahuan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kreativitas, artinya variable pengetahuan secara parsial berpengaruh positif dengan nilai signifikan 0. terhadap kreativitas. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan teknologi dalam berdistribusi produk pada masa pandemi ini mengakibatkan menurunnya produktivitas kerja. Terdapat penelitian terdahulu oleh Endah Prihartini . Nilai thitung pada variabel manajemen pengetahuan adalah sebesar 3,637. Pada derajat bebas . = nAek = 80-2= 78 dengan . %). Karena pada tabel distribusi t untuk dk= 78, maka ttabel sebesar 1,990 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Karena thitung = 3,637 > ttabel 1,990 dan nilai signifikansinya 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya manajemen pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif dari inovasi terhadap kreativitas pengrajin boneka di Kampung Baru Cikampek. Hal ini membuktikan bahwa hasil uji t yaitu thitung3. 347> ttabel = 1. 660 dengan nilai sig. 001 <0. Pengaruh pengetahuan terhadap kreativitas 7%. Dapat disimpulkan bahwa H0 Hasil membuktikan bahwa inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kreativitas, artinya variable inovasi secara parsial berpengaruh positif dengan nilai signifikan 0. 001 terhadap kreativitas. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengembangan diri dalam inovasi produk baru mengakibatkan menurunnya minat pembeli di masa pandemi. Terdapat penelitian terdahulu oleh Jihanti Dama BANK MANDIRI (PERSERO) TBK. MANADODari hasil uji t pada tabel diatas dapat dilihat bahwa signifikansi p-value = 0,025<0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan menolak H0 atau Inovasi (X. berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan(Y). Dari hasil uji t pada tabel diatas dapat dilihat bahwa Kreatifitas (X. signifikansi p-value = 0,002 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan menolak H0 atau Kreatifitas (X. berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan(Y). Pengaruh Simultan Pengetahuan dan inovasi Terhdap Kreativitas Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang positif pengetahuan dan inovasi terhadap kreativitas pengrajin boneka di Kampung Baru Cikampek. Hal ini di buktikan dengan hasil uji statistik yaitu fhitung =64. 778>ftabel = 09dengan nilai sig. 000 < 0. 05maka H0 diterima. Artinya dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan inovasi secara simultan berpengaruh terhadap kreativitas. Studi empiris yang dilakukan oleh Endah Prihartini . Dengan perhitungan uji F menggunakan SPSS versi 21, dengan nilai profitabilitas . = 0,000 sedangkan nilai Ftabel pada taraf signifikan 5% . = n-1- k = 80 Ae 1 Ae 2 = 77. Pada tabel F untuk dk 77, diperoleh Ftabel sebesar 3,12. Karena Fhitung = 9,420 > Ftabel 3,12 maka Ho ditolak, artinya manajemen pengetahuan dan inovasi organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM. Studi empiris yang dilakukan oleh Jihanti Dama . Hasil analisis regresi menggunakan SPSS 20. di dapatkan signifikan p-value = 0,003< 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak atau Ha diterima yang berarti bahwa Inovasi (X. dan Kreatifitas(X. secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan(Y). Uji t digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dalam model regresi yang sudah dihasilkan. Maka digunakan uji t untuk menguji masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Kesimpulan Berdasarkan penelitian tentang pengaruh pengetahuan dan inovasi terhadap kreativitas pengrajin boneka di Kampung Baru. Cikampek dapat disimpulkan sebagai Pengetahuan pengrajin boneka di Kampung Baru Cikampek menunjukan nilai pengetahuan yang baik Inovasi pengrajin boneka di Kampung Baru Cikampek menunjukan nilai pengetahuan yang baik Kreativitas pengrajin boneka di Kampung Baru Cikampek menunjukan nilai pengetahuan yang baik Terdapat korelasi rendah dan signifikan antara pengetahuan dan inovasi Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial antara pengetahuan dan inovasi terhadap kreativitas. Hal ini menunjukan bahwa pengetahuan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kreativitas. Sedangkan inovasi memiliki hubungan parsial yang positif dan signifikan terhadap kreativitas Terdapat pengaruh simultan yang positif antara pengetahuan dan inovasi terhadap Saran Berdasarkan penelitian tentang pengetahuan dan inovasi terhadap kreativitas pengrajin boneka di Kampung Baru Cikampek dapat disimpulkan sebagai berikut. Pengetahuan pada pengrajin boneka di Kampung Baru. Cikampek baik, perlu adanya upaya meningkatkan kemampuan dan pemahaman pengrajin dengan cara berkomunikasi yang baik, memberikan pelatihan dan melakukan evalusi secara berkala agar dapat meningkatkan kreativitas dalam produktivitas kerja. Inovasi pada pengrajin boneka di Kampung Baru. Cikampek baik, perlu adanya upaya meningkatkan keterampilan pengrajin dalam inovasi produk dalam menghasilkan produk-produk boneka yang berkualitas, aman dan pemenuhan standar yang menjamin kekuatan fisik boneka serta keamanan yang terkandung dalam bahan- bahan pembuatannya agar dapat meningkatkan minat konsumen. Kreativitas pada pengrajin boneka di Kampung Baru. Cikampek baik, perlu adanya upaya dalam proses produksi, memanfaatkan teknologi untuk saluran distribusi pemasaran dan menciptakan produk baru yang unik dapat meningkatkan produktivitas kerja. Terdapat korelasi antara pengetahuan dan inovasi yang positif dan signifikan, hal ini dapat disimpulkan bahwa semakin tingginya pengetahuan maka semakin tinggi pula inovasi pengrajin boneka. Maka dengan membangun relasi dengan teman kerja dapat mengetahui pandangan akan suatu hal dari perspektif yang berbeda sehingga dapat menciptakan inovasi baru. Terdapat pengaruh positif dan signifikan secara parsial antara pengetahuan dan inovasi terhadap kreativitas, hal ini dapat disimpulakn bahwa pengetahuan dan inovasi pengrajin harus lebih di tingkatkan agar dapat menciptakan kreativitas pengrajin dalam produktivitas kerja. Terdapat pengaruh positif dan signifikan secara simultan antara pengetahuan dan inovasi terhadap kreativitas pengrajin boneka, hal ini menunjukan bahwa selain meningkatkan kreativitas pengrajin tetapi juga perlu adanya meningkatkan kemampuan dalam inovasi produk baru serta memanfaatkan teknologi agar dapat meningkatkan produktivitas kerja serta meningkatkan omzet penjualan. Daftar Pustaka