Jurnal Dialektika Politik e-ISSN : 2721-2467p-ISSN : 2548-8287 DOI : doi. org/10. 37949/jdp Volume 8 Nomor 2 Agustus 2024 DOI : 10. 37949/jdp. PENERAPAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS DALAM BIDANG KESEHATAN DI DESA PETIRHILIR KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS Yuniar Nurul Fazriyah Email : Yuniarfaz08@gmail. Program Studi Ilmu Pemerintahan. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh Regi Refian Garis Email : regirefiangaris@unigal. Program Studi Ilmu Pemerintahan. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh Rindu Garvera Email : rindugarvera260379@unigal. Program Studi Ilmu Pemerintahan. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Galuh Abstract This research was motivated by the lack of optimal sustainable development in the health sector in the village of Lightninghilir. Baregbeg subdistrict. Ciamis district. The issue of creating a healthy and prosperous society is not an easy matter, so there is a need for cooperation between the village government and each posyandu cadre in each hamlet. This research is descriptive research with a qualitative approach. The data in this research consists of primary and secondary data. The informants in this study were 7 people. Data collection techniques through literature study, interviews, field observations and documentation. Data processing or analysis techniques through data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this research are: . Analysis of Sustainable Development Goals (SDG. in the Health Sector in Petirhilir Village. Baregbeg District. Ciamis Regency, the results show that the strategy has been implemented but not . The obstacles faced are the lack of capacity of implementing cadres who carry out SDGs data collection to the community and also the public's awareness of the importance of health is still lacking, communication is not running well, the community's economy is limited, and the public is less aware of the importance of health. The efforts made are that the Village Government seeks to coordinate with the community health center to prepare implementing human resources that focus on the health sector by improving environmental quality and optimizing counseling and also the duties of community development cadres and village assistants to carry out house visits. Keywords: Sustainable Development Goals. Health Sector. Village Government Abstract Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum maksimalnya pembangunan berkelanjutan dalam bidang kesehatan di desa petirhilir kecamatan baregbeg kabupaten ciamis. Persoalan dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera bukanlah hal yang mudah, sehingga diperlukan adanya kerjasama antara pemerintah desa dengan tiap kader posyandu tiap dusun. Penelitian ini merupakan sebuah penelitain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan sekunder. Informan dalam penelitian ini sebanyak 7 orang. Teknik pengumpulan data melalui studi kepustakaan, wawancara, observasi di lapangan dan dokumentasi. Teknik pengolahan atau analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu: . Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis di dapatkan hasil bahwa strategi sudah dilaksanakan namun belum secara optimal. Adapun hambatan yang dihadapi yaitu kurangnya kapasitas kader pelaksana yang melaksanakan pendataan SDGs ke masyarakat dan juga kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan masih kurang, komunikasi yang terjalin belum berjalan dengan baik, keterbatasan perekonomian masyarakat, dan masyarakat yang kurang sadar akan pentingnya Kesehatan. Upaya yang dilakukan yaitu Pemerintah Desa mengupayakan pada adanya koordinasi dengan puskesmas untuk penyiapan sumber daya manusia pelaksana yang berfokus pada bidang kesehatan dengan melakukan perbaikan kualitas lingkungan dan mengoptimalkan penyuluhan dan juga tugas kader pembangunan masyarakat serta pendamping desa untuk melaksanakan kunjungan ke rumah-rumah. Kata Kunci: Sustainable Development Goals. Bidang Kesehatan. Pemerintah Desa Submitted: 19-08-2. Accepted: 25-08-2. Published: 31-08-2024 Pendahuluan Di Indonesia, kesehatan diakui sebagai hak asasi manusia sesuai dengan Undang- Undang Dasar 1945, yang menegaskan bahwa setiap individu memiliki hak untuk hidup sejahtera, baik secara fisik maupun mental, termasuk hak atas tempat tinggal dan lingkungan hidup yang sehat. Prinsip ini berakar pada keyakinan bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dan juga sebuah investasi. Sustainable Development Goals (SDG. mencakup tujuan, sasaran, dan indikator pembangunan berkelanjutan yang bersifat universal. Tujuan SDGs dapat diterapkan untuk mengukur perkembangan pembangunan pada tingkat global, regional, nasional, daerah, dan desa. SDGs bertujuan untuk mendorong pembangunan yang berkontribusi pada kemajuan, khususnya dalam usaha mengakhiri kemiskinan dan kelaparan, mengurangi kesenjangan di dalam dan antarnegara, menjaga keberlanjutan lingkungan hidup, serta mengambil langkah strategis untuk mengatasi perubahan iklim. Pembangunan kehidupan sosial masyarakat, keadilan, kelestarian lingkungan hidup, dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Hal ini melibatkan penerapan tata kelola untuk menjaga kualitas hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya. SDGs memiliki komitmen internasional dan nasional yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terdapat 17 tujuan SDGs, mulai dari mengakhiri kemiskinan, kelaparan, hingga menciptakan kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Masalah kesehatan seringkali dianggap sebagai persoalan individu, namun pada kenyataannya, terkait dengan pengaruh sosial yang tidak dapat dihindari. Dampak kesehatan dapat menjadi fenomena global, melibatkan kerjasama negara-negara dalam mengelola dan menegosiasikan perjanjian kesehatan global untuk mengatasi tantangan Saat ini, kesehatan menjadi perhatian utama negara karena ancaman kesehatan dapat memengaruhi stabilitas suatu negara. Kesehatan dianggap sebagai hak asasi manusia yang perlu dihormati, dihargai, dan dilindungi oleh setiap pihak untuk menjaga kehormatan, harkat, dan martabat manusia. Pengaturan target pencapaian Sustainable Development Goals (SDG. pada tujuan ketiga, yang mencakup berbagai isu kesehatan dan kesejahteraan, menunjukkan bahwa kesehatan menjadi fokus utama, terutama bagi negara-negara berkembang, karena kesehatan global telah menjadi perhatian bersama. Presiden Indonesia Joko Widodo (SDGs, 2. menjelaskan bahwa Indonesia melibatkan dalam tujuan pembangunan berkelanjutan dengan menandatangani Peraturan Presiden (Perpre. No. 59 tahun 2017. Perpres ini menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia untuk berpartisipasi dalam upaya bersama masyarakat global dalam mengatasi kemiskinan, kelaparan, kesenjangan, pendidikan, dan perubahan iklim. Stunting sebagai permasalahan kurang gizi kronis, disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam jangka waktu yang cukup lama. Masalah ini dapat muncul sejak janin dalam kandungan dan baru tampak ketika anak mencapai usia dua tahun. Indonesia, seperti negara berkembang lainnya, menghadapi masalah stunting yang signifikan. Menurut UNICEF . , satu dari tiga anak di Indonesia mengalami stunting, dengan sekitar 40% anak di pedesaan mengalami pertumbuhan yang terhambat. Di Desa Petirhilir. Kecamatan Baregbeg. Kabupaten Ciamis, masih terdapat anak-anak yang mengalami stunting, menunjukkan keterlambatan dalam pertumbuhan dan Stanting dapat mempunyai akibat jangka pendek dan jangka panjang, termasuk peningkatan kemalangan dan kematian, terhambatnya pertumbuhan anak, peningkatan risiko penyakit di masa dewasa, dan penurunan kinerja. Oleh karena itu, penanganan stunting menjadi penting untuk memastikan optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan anak serta mencegah dampak negatifnya di masa depan. Adapun dibawah ini merupakan data anak yang stunting di desa petirhilir kecamatan baregbeg kabupaten ciamis sebagai berikut: Tabel 1. Data Anak Stunting di Desa Petirhilir Nama Usia Alamat Rina 36 Bulan Posyandu Sukaharja Siti Fatimah 58 Nulan Posyandu Pasirkadu 1 Han Han 51 Bulan Posyandu Pasirkadu 1 Farhan 31 Bulan Posyandu Pasirkadu 2 Nabila 37 Bulan Posyandu Pasirkadu 3 Sumber: Posyandu Desa Petirhilir, 2024 Dalam tabel 1. 1, terlihat bahwa ada tiga anak yang mengalami stunting pada usia 3 Hal ini menjadi evaluasi dan acuan perbaikan bagi setiap kader posyandu. Perlu ditingkatkan upaya, terutama karena usia tersebut dianggap rentan, dan orang tua perlu lebih memperhatikan perkembangan anak. Seluruh isu kesehatan dalam Sustainable Development Goals (SDG. diintegrasikan dalam satu tujuan yakni tujuan nomor 3, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia. Stunting terjadi akibat kurangnya gizi dan nutrisi yang memadai, yang berdampak pada kesehatan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDG. seperti mengakhiri kelaparan dan memastikan kesehatan yang baik dapat membantu mengurangi tingkat stunting dengan memperbaiki akses terhadap makanan bergizi dan layanan kesehatan yang berkuaitas. Kajian Pustaka Menjelaskan mengenai analisis adalah : Kegiatan berpikir untuk memecah suatu keseluruhan menjadi komponen-komponen sehingga dapat mengenali tanda-tanda komponen tersebut, hubungannya satu sama lain, dan fungsi masing-masing komponen dalam satu kesatuan yang utuh. Secara historis, analisis kebijakan digunakan untuk: AuMenghasilkan pengetahuan tentang proses pembuatan kebijakan (Dunn, 2. Analisis kebijakan mengkaji sebab, akibat, dan kinerja kebijakan dan program publik. Sustainable Development Goals (SDG. merupakan tujuan, target, dan indikator universal untuk pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, indikator SDGs dapat diterapkan untuk mengukur realitas pembangunan di tingkat global, regional, nasional, regional, bahkan pedesaan. Secara eksplisit. SDGs juga bertujuan untuk memobilisasi pembangunan yang mengarah pada terjadinya kemajuan, khususnya dalam upaya mengakhiri segala bentuk kemiskinan dan kelaparan di manapun, mengurangi kesenjangan di dalam dan antar negara, melindungi lingkungan dan mengambil tindakan strategis untuk memerangi perubahan iklim (Iskandar. , 2. Perlu adanya Analisis SWOT dalam melakukan suatu analisis karena sebagai berikut: Strenght (Kekuata. Weakness (Kelemaha. Oportunities (Kesempata. Threats (Ancama. (Sedarmayanti. , 2. Metode Penelitian Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan desain Adapun yang dimaksud dengan desain kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang di alami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain (Moleong, 2. Secara holistik dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Desa. Sekretaris Desa. Kasi Pelayanan Desa. Bidan Desa Kader Posyandu Dusun Pasir Kadu. Kader Posyandu Dusun dan pegawai Puskesmas Baregbeg sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 7 orang. Hasil dan Pembahasan Penelitian Penelitian ini membahas mengenai Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Analisis adalah Kegiatan berpikir untuk memecah suatu keseluruhan menjadi komponenkomponen sehingga dapat mengenali tanda-tanda komponen tersebut, hubungannya satu sama lain, dan fungsi masing-masing komponen dalam satu kesatuan yang utuh (Komaruddin. , 2. Dari uraian tersebut, fokus utamanya adalah bagaimana menganalisis, apa yang harus dilakukan ketika menganalisis, dan mengapa dilakukannya analisis. Selanjutnya pengertian Sustainable Development Goals (SDG. point ke-3 adalah "Kehidupan sehat dan sejahtera" yang bertujuan untuk memastikan kesehatan yang baik dan kesejahteraan bagi semua orang pada semua usia. Dengan begitu berdasarkan teori di atas mampu menjadi pendukung bagi peneliti dalam melakukan penelitian di lapangan yang meliputi kegiatan wawancara, observasi dan dokumentasi yang akan penulis uraikan sesuai dengan fokus penelitian menurut Sedarmayanti . 4: 109-. yang menyebutkan bahwa ada 4 faktor yang menentukan keberhasilan atas Analisis SWOT: Strenght (Kekuata. Weakness (Kelemaha. Opportunities (Peluan. Threats (Ancama. Dalam uraian di atas kemudian penulis menuangkan sub-variabel ke dalam bentuk- bentuk indikator-indikator yang ada. Kemudian dalam mendapatkan data penelitian penulis melakukan wawancara secara langsung kepada informan-informan yang dijadikan narasumber oleh peneliti dan memiliki pemahaman serta pengetahuan tentang Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Di dalam kegiatan wawancara terdapat 7 . narasumber, adapun hasil wawancara bersama dengan informan dengan dimensi-dimensi sebagai berikut: Dimensi Strenght (Kekuata. Kekuatan atau strength adalah bagian penting dalam kehidupan, karena dengan adanya kekuatan maka peluang untuk menyelesaikan suatu permasalahan bisa lebih besar. Selain itu strength atau kekuatan juga memiliki sejumlah manfaat lain yang baik untuk Dalam proses analisis lebih menjelaskan suatu maksud . yang ingin Untuk mengetahui, mengembangkan dan menilai alternatif-alternatif kegiatan atau program yang akan dilaksanakan maka perlu dilihat sandingan yang cocok atau sesuai antara kapabilitas organisasi dengan faktor lingkungan, dimana kapabilitas tersebut akan Begitupun dengan adanya tujuan untuk Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis yang menjadi sub untuk dicarikan jalan keluar jika terdapat permasalahan yang dimuat dalam bentuk indikator-indikator sebagai berikut: Sumber Daya Manusia yang Kompeten Berdasarkan hasil wawancara dengan informan pada indikator ketersediaan Sumber Daya Manusia yang kompeten untuk Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Adapun hambatan yang terjadi yaitu tingkat kompetensi keahlian dari petugas pelaksana masih kurang di bidang Kesehatan, masyarakat yang lebih percaya pada isu hoax terkait dengan Kesehatan, dan juga kapasitas pemahaman indikator penilaian Kesehatan oleh kader yang belum mumpuni. Oleh karena itu pemerintah desa mengupayakan pada adanya pelatihan dan bimbingan secara teknis terhadap tim pelaksana di lapangan baik pelatihan internal oleh desa Bersama pendamping ataupun dengan tim puskesmas. Untuk mencapai sumber daya manusia yang kompeten harus memperhatikan pada penyediaan sumber daya manusia yang lebih mengarah pada pendayagunaan yang tepat. Berdasarkan hasil observasi terkait dengan adanya ketersediaan Sumber Daya Manusia yang kompeten dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. untuk Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum optimal, dalam hal ini terjadi permasalahan terkait dengan peran dari pendamping desa serta puskesmas yang kurang mampu untuk memberikan daya akseleratif bagi desa. Kemudian juga terkait dengan bidang tugas yang dimiliki oleh kader pembangunan masyarakat kurang optimal dalam mengendalikan masyarakat untuk sadar akan kesehatannya, misalkan saja tugas dalam melaksanakan sosialisasi kebijakan atau program terkait gerakan masyarakat belum terlaksana secara merata. Maka sebagai upaya untuk mengatasinya. Pemeirintah Desa mengupayakan pada peningkatan keterampilan, melaksanakan fasilitasi pelatihan dan Berdasarkan hasil penelitian terkait dengan terkait ketersediaan Sumber Daya Manusia yang kompeten dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Hal ini terbukti dari ketersediaan sumber daya pelaksana yang berfokus pada penanganan masalah bidang kesehatan di Desa Petirhilir belum maksimal. Adapun hambatan yang terjadi yaitu kurangnya kapasitas kader pelaksana yang melaksanakan pendataan SDGs ke masyarakat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan yang dimiliki dimana seharusnya seleksi harus dilaksanakan secara ketat karena program pendataan SDGS harus menghasilkan data yang valid dan sesuai dengan kondisi dari Upaya yang dilakukan yaitu Pemerintah Desa mengupayakan pada adanya koordinasi dengan puskesmas untuk penyiapan sumber daya manusis pelaksana yang berfokus pada bidang kesehatan. Kemudian juga dengan penyediaan sumber daya yang kompeten melalui seleksi kader pelaksana SDGs dengan memperhatikan pada kemampuan dan pengalaman dalam kemasyarakatan sebagai salah satu indikator seleksinya. Dengan berdasar pada teori menurut Adisasmito . yang menjelaskan bahwa Ausemua orang yang bekerja secara aktif di bidang kesehatan, baik yang memiliki pendidikan formal kesehatan, maupun tidak yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan dalam melaksanakan upaya kesehatanAy. Dapat diartikan bahwa dalam menunjang pada optimalnya bidang kesehatan maka diperlukan adanya kesiapan sumber daya manusia yang mumpuni dengan melihat pada pemahaman dan juga keterampilannya meskipun belum memiliki tingkat pendidikan yang relevan dengan bidang kesehatan. Namun pada realitasnya bahwa untuk penyediaan sumber daya manusia yang kompeten yang mengurusi pada bidang kesehatan secara langsung di lapangan itu belum ada, meskipun adanya peranan dari puskesmas belum mampu untuk memberikan data valid kondisi kesehatan masyarakat karena puskesmas hanya menerima data sesuai dengan data kunjungan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan adanya petugas khusus yang sesuai dengan bidang tugas kesehatan berdasar pada tingkat pendidikan yang dimilikinya. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa pada indikator ketersediaan Sumber Daya Manusia yang kompeten untuk Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Sarana dan prasarana kesehatan. Berdasarkan hasil wawancara dengan informan pada indikator sarana dan prasarana kesehatan dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. untuk Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal, adapun fasilitas yang disediakan yaitu Puskesmas Pembantu atau Pustu ada UPTD Puskesmas Kecamatan. Posyandu yang berfokus pasa kesehatan ibu dan anak namun tidak dioptimalkan oleh masyarakat dalam mendukung kesehatannya. Kemudian permasalahan lainnya yang terjadi yaitu mengenai kesadaran masyarakat terhadap kesehatannya. Upaya yang dilakukan yaitu pemerintah sudah memberikan secara gratis terhadap pelayanan posyandu, dan juga melaksanakan sosialisasi dan pendekatan terkait dengan pentingnya menjaga Kesehatan dengan melaksanakan pengecekan di puskesmas. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan bahwa terkait dengan sarana dan prasarana kesehatan dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. untuk Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis yaitu tersedianya fasilitas yang dapat digunakan oleh masyarakat serta di dukung adanya ambulance Desa. Terkait dengan masalah kesehatan lebih kompleks yang terjadi di masyarakat seperti masalah stunting. BABS yang berpengaruh pada sanitasi lingkungan karena tidak memiliki MCK yang baik dan juga penyakit berkepanjangan yang terjadi di masyatakat. Maka upaya yang dilakukan yaitu dengan melaksanakan sosialisasi mengenai gerakan masyarakat sehat dan juga ikut berpartisipasi dengan program-program dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan bahwa terkait dengan sarana dan prasarana kesehatan dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Hal ini terbukti karena sarana dan prasana untuk mendukung pada penanganan masalah bidang kesehatan masih mengalami hambatan. Hambatan yang dihadapi yaitu kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan masih kurang, masyarakat enggan untuk melakukan pengecekan Kesehatan untuk beberapa tanda-tanda penyakit yang dirasakan, padahal pelayanan kesehatan di puskesmas secara gratis dan juga posyandu untuk ibu hamil serta anak balita. Adapun upaya yang dapat dilakukan yaitu Pemerintah Desa mengupayakan pada sosialisasi dan juga edukasi tentang kesehatan bersama dengan puskesmas yang berfokus pada optimalisasi pelayanan kesehatan dan posyandu untuk meningkatkan kualitas Kesehatan masyarakat. Hal Moenir . alam Armansyah, 2. menjelaskan bahwa AuSarana kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan, salah satunya adalah puskesmas. Sedangkan untuk prasarana sebagai salah satu penunjang bagi penyelenggaraan kegiatan penyelenggaraan upaya kesehatan yaitu seperti alat transportasi dan alat-alat kesehatanAy. Dari teori di atas dapat dianalisis bahwa dalam meningkatkan kualitas Kesehatan tentunya selain adanya sumber daya manusia yang mumpuni, diperlukan adanya dukungan sarana dan prasarana yang menunjang pada bidang Kesehatan. Adapun untuk sarana dan prasarana yang dapat digunakan oleh masyarakat yaitu puskesmas desa ataupun UPTD Kesehatan, serta ketersediaan alat transportasi yaitu ambulans dalam membantu masyarakat. Namun pada realitanya meskipun masyarakat dapat secara mudah untuk mengoptimalkan Kesehatan, masyarakat masih belum puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh pegawai puskesmas karena kurang ramah dan responsif dalam memberikan pelayanan. Kemudian juga, kesadaran dari ibu hamil dan memiliki anak masih kurang untuk aktif di posyandu menjadi salah satu factor yang menyebabkan kualitas Kesehatan terhambat meskipun sarana dan prasarana sudah tersedia. Berdasarkan pada hasil penelitian secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa pada dimensi strenght . pada penelitian dengan judul Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Hal ini dapat dilihat pada indikator ketersediaan Sumber Daya Manusia yang kompeten yang belum terlaksana Namun pada indikator sarana dan prasarana kesehatan belum terlaksana secara Adapun hambatan yang terjadi yaitu kurangnya kapasitas kader pelaksana yang melaksanakan pendataan SDGs ke masyarakat dan juga kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan masih kurang, padahal pelayanan kesehatan dapat dilakukann di puskesmas secara gratis dan juga posyandu untuk ibu hamil serta anak balita. Serta kesulitan masyarakat dalam perbaikan kualitas lingkungannya karena keterbatasan ekonomi untuk menyediakan lingkungan yang baik seperti hal nya penyediaan MCK yang bersih sesuai dengan ketentuan kesehatan. Upaya yang dilakukan yaitu Pemerintah Desa mengupayakan pada adanya koordinasi dengan puskesmas untuk penyiapan sumber daya manusia pelaksana yang berfokus pada bidang kesehatan. Kemudian juga dengan penyediaan sumber daya yang kompeten melalui seleksi kader pelaksana SDGs dengan memperhatikan pada kemampuan dan pengalaman dalam kemasyarakatan sebagai salah satu indikator seleksinya. Hal ini berbanding terbalik dengan teori yang dikemukakan oleh David . menjelaskan bahwa strength merupakan sumber daya dengan kata lain resources, kemampuan atau skill, serta keunggulan organisasi yang memiliki hubungan dengan kompetitor dalam suatu organisasi. Jika dikaitkan pada pembahasan terkait dengan Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir, maksud dari teori ini bahwa Pemerintah Desa harus mampu untuk menangani masalah terkait kesehatan dengan adanya penyediaan sumber daya manusia, serta fasilitas penunjang berupa sarana dan prasarana pendukung bagi masyarakat. Program yang dilaksanakan untuk mengimplementasikan SDGs di bidang kesehatan adalah memastikan kehidupan yang sehat, mendukung kesejahteraan bagi semua untuk semua usia, memperkuat perlindungan sosial, dan meningkatkan pelayanan kesehatan. Dengan begitu, berdasarkan pada teori di atas dapat disimpulkan bahwa pada dimensi Strenght (Kekuata. dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Dimensi Weakness (Kelemaha. Weakness atau kelemahan adalah keterbatasan dalam sumber daya organisasi dalam penyelenggaraan kekuasaannya. Hal ini menjadi hambatan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat umum secara efektif. Dalam proses pencapaian suatu tujuan tentunya lebih menjelaskan suatu maksud yang ingin dicapai. Untuk mengetahui, mengembangkan dan menilai alternatif-alternatif program maka perlu dilihat sandingan yang cocok atau sesuai antara kapabilitas organisasi dengan faktor lingkungan, dimana kapabilitas tersebut akan Begitupun dengan adanya tujuan untuk Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis yang menjadi sub untuk dicarikan jalan keluar jika terdapat permasalahan yang dimuat dalam bentuk indikator-indikator sebagai berikut: Ketersediaan anggaran untuk pengembangan fasilitas kesehatan Berdasarkan hasil wawancara terkait dengan ketersediaan anggaran untuk pengembangan fasilitas kesehatan dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum optimal, yang menjadi permasalahan disini yaitu meskipun anggaran yang alokasikan untuk peningkatan kualitas Kesehatan cukup besar, namun sampai saat ini masih belum mendapatkan hasil yang maksimal salah satunya yaitu factor dari kesadaran dan sumber daya manusia yang kurang. Sehingga pemahaman terkait dengan kesahatan masih minim dan cenderung kurang diperhatikan terbukti pada kebiasaan masyarakat yang lebih menggunakna pengobatan seadanya dan tidak memeriksakan ke dokter ataupun Maka dalam hal ini pemerintah desa mengupayakan melalui optimalisasi kader untuk mensosialisasikan pentingnya pengecekan Kesehatan yang dapat dilaksanakan di Berdasarkan hasil observasi kepada seluruh informan terkait dengan ketersediaan Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis penurunan stunting merupakan program prioritas nasional sehingga perlu disediakan anggaran khusus melalui DAK yang diberikan dalam berbagai macam alokasi, yakni melalui bantuan operasional kesehatan stunting, bantuan operasional keluarga berencana, serta dana ketahanan pangan dan pertanian. Anggaran penurunan stunting dari APBN disalurkan melalui Pemerintah Provinsi. Kabupaten/Kota sesuai kewenangan untuk kegiatan-kegiatan tersebut. Dari hasil yang didapatkan bahwa terdapat beberapa masalah yang dihadapi oleh pemerintah yaitu meskipun di dukung oleh adanya anggaran, pengaruh dari lingkungan yang tidak sehat menjadi salah satu pengaruh pada adanya masalah Kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah mulai memperhatikan masalah lingkungan dengan melaksanakan open defecation free (ODF) yaitu berfokus pada penanganan masalah Kesehatan yang dipengaruhi oleh lingkungan dan perilaku hidup tidak sehat. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pada indikator ketersediaan anggaran untuk pengembangan fasilitas kesehatan dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Hal ini karena masih terdapatnya hambatan-hambatan yang Adapun hambatan yang dihadapi yaitu anggaran yang banyak difokuskan pada program stunting dan ibu hamil menjadikan masalah-masalah Kesehatan lainnya kurang Kemudian juga ketersediaan obat-obatan yang kurang lengkap menjadikan kesulitan bagi beberapa masyarakat kurang mampu ekonominya untuk membeli obatobatan melalui apotik. Upaya yang dilakukan yaitu adanya analisis kasus yang terjadi di bidang Kesehatan untuk mencari informasi terkait akar permasalahan yang terjadi sebelum sebuah program di rumuskan, sehingga focus penanganan tidak hanya berfokus pada kasus stunting saja. Kemudian juga, puskesmas Bersama dengan pemerintah desa memperhatikan pada persediaan obat-obatan serta mengkomunikasikan kepada UPTD pelayanan Kesehatan terkait ketersediaan obat yang diperlukan, sehingga diberikan rujukan untuk mengunjungi UPTD terkait. Menurut Dapamudang et al. , . menjelaskan bahwa AuBOK adalah bantuan operasional kesehatan yang merupakan subsidi pemerintah dalam bidang kesehatan. Bantuan ini bertujuan untuk membiayai pelayanan kesehatan yang selama ini masih dirasa kurang memadaiAy. BOK diperuntukkan untuk meningkatkan pelayanan pusat kesehatan masyarakat . agar kesenjangan tindakan pelayanan kesehatan antara puskesmas dan rumah sakit semakin tipis. Penyaluran dana bantuan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah dalam pembangunan kesehatan bagi seluruh masyarakat khususnya dalam upaya meningkatkan pencapaian target yang diamanatkan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan, sebagai tolak ukur urusan kewenangan wajib bidang kesehatan yang dilimpahkan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Puskesmas sebagai salah satu pelaksana pelayanan bidang kesehatan juga mengemban amanat untuk mencapai target tersebut sehingga masyarakat akan mendapat pelayanan kesehatan yang semakin merata, berkualitas, dan berkeadilan. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa pada indikator ketersediaan anggaran untuk pengembangan fasilitas kesehatan dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Hal ini terbukti dari adanya hambatan yang dihadapi dan mempengaruhi pada hasil yang diharapkan yaitu terciptanya kualitas kesehatan yang lebih Adanya Komitmen yang terbangun Berdasarkan hasil wawancara terkait dengan adanya komitmen yang terbangun dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Meskipun dalam hal ini adanya peran aktif dari Pemerintah Desa Petirhilir, unsur kelembagaan Desa dan juga Pemerintah Daerah dalam mengatasi dan melaksanakan penanganan masalah bidang kesehatan yang terdiri dari stunting, kesehatan lansia, penyakit menular, penyakit janngka panjang dan juga ODF di Desa Petirhilir merupakan salah satu komitmen yang dapat dilaksanakan masih mengalami hambatan, terutama kesulitannya dalam penanganan masalah stunting dan Kesehatan lansia. Hal ini terjadi karena tingkat kesadaran akan kebersihan dan juga pentingnya untuk memeriksakan Kesehatan bayi dan anak di posyandu masih kurang. Kemudian juga terkait dengan kemampuan untuk menyedia kebutuhan gizi yang masih terbatas karena keterbatasan ekonomi menjadi salah satu tantang bagi pemerintah yang belum mampu terpecahkan. Adapun upaya yang dilakukan yaitu adanya bantuan langsung tunai dan juga bantuan untuk anak kurang gizi serta lansia. Berdasarkan hasil observasi terkait dengan adanya komitmen yang terbangun dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum optimal. Hal ini terbukti dari adanya penurunan kualitas Kesehatan yang ditunjukkan dengan jumlah kasus stunting dan juga penyakit berkepanjangan pada lansia. Maka pemerintah dalam pelaksanaan penanganan masalah kesehatan di optimalkan melalui pelaksanaan penyuluhan yang sering dilaksanakan oleh Pemerintah Desa bersama dengan Tim kesehatan puskesmas Petirhilir melalui optimalisasi posyandu. Berdasarkan hasil penelitian terkait dengan adanya komitmen yang terbangun dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Hal ini terjadi karena komitmen penanganan masalah kesehatan di Desa Petirhilir belum mampu berjalan sesuai dengan yang diharapkan untuk mampu memperbaiki kualitas kesehatan di Desa Petirhilir. Adapun hambatan yang dihadapi yaitu komunikasi yang terjalin belum berjalan dengan baik, dalam hal ini setiap lembaga hanya berfokus pada penanganan yang dilakukan tanpa mencari akar permasalahannya sehingga hasilnya tidak maksimal. Kemudian juga terkait dengan kemampuan dari masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan gizi yang seimbang belum optimal karena keterbatasan ekonomi. Upaya yang dilakukan yaitu perbaikan proses komunikasi antar lembaga serta dalam mendukung proses komunikasi dapat optimal harus memperhatikan pada visi dan misi yang telah dibuat dan setiap unsur yang terlibat berkomitmen untuk melaksanakannya secara bersama-sama. Kemudian juga pemerintah dengan bersinergi Bersama setiap unsur desa dalam mengoptimalkan pada bantuan social kepada masyarakat serta Bersama dengan puskesmas mendukung pada pemenuhan gizi anak serta lansia. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa pada dimensi weakness . pada penelitian dengan judul Analisis Sustainable Development Goals (SDG. Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Hal ini dapat dilihat pada indikator ketersediaan anggaran untuk pengembangan fasilitas kesehatan belum terlaksana secara Dan juga pada indikator kurangnya komitmen yang terbangun belum terlaksana secara optimal. Hal ini berbanding terbalik dengan teori yang dikemukakan menurut Efendi . terkait dengan kesehatan dapat dijelaskan bahwa AuKesehatan adalah suatu keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritualAy. Artinya bahwa diperlukan adanya keseimbangan antara peran Pemerintah dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Serta kesadaran masyarakat untuk melaksanakan pemenuhan kebutuhan gizi agar seimbang, tentunya Ketika masyarakat dengan taraf kualitas kesehatannya sudah cukup maka hal ini berpengaru pada adanya peningkatan ekonomi Kesehatan adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Begitu pentingnya, sehingga sering dikatakan bahwa kesehatan adalah segala-galanya, setiap orang berhak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Pembangunan kesehatan juga sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mencapai target nasional di bidang kesehatan. Oleh karena itu dalam mencapai targetnya diperlukan keseriusan serta komitmen dalam melaksanakan program Kesehatan, mengalokasikan anggaran yang berfokus pada penanganan masalah Kesehatan di Dengan begitu berdasarkan analisis teori di atas disimpulkan bahwa pada dimensi weakness . pada penelitian dengan judul Analisis Sustainable Development Goals (SDG. Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Dimensi Opportunities (Peluan. Opportunities atau peluang merupakan faktor positif yang muncul dari lingkungan dan memberikan kesempatan bagi organisasi atau program untuk memanfaatkannya. Dalam proses mengkomunikasikan lebih menjelaskan suatu maksud . yang ingin dicapai. Untuk mengetahui, membuat dan mengevaluasi pilihan-pilihan utama, penting untuk melihat hubungan yang tepat antara kemampuan organisasi dan komponen alami. Begitupun dengan adanya tujuan untuk Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis yang menjadi sub untuk dicarikan jalan keluar jika terdapat permasalahan yang dimuat dalam bentuk indikator-indikator sebagai berikut: Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan Berdasarkan hasil wawancara terkait dengan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis masih belum optimal. Hal ini karena adanya masalah terkait dengan partisipasi masyarakat yang kurang baik itu dalam mendukung program yang dilaksanakan ataupun kesadaran untuk memperbaiki kualitas lingkungan yang meliputi kebersihan, pengecekan kesehatan, dan perbaikan dalam makanan yang dikonsumsi. Kemudian juga beberapa dari masyarakat yang kurang menerima arahan setelah diberikan suplemen Kesehatan vitamin pada beberapa kegiatan Kesehatan yang sudah dilaksanakan Berdasarkan hasil observasi terkait dengan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis dapat dijelaskan bahwa dalam pelaksanaan pencegahan dilakukan melalui tahap awal adanya posyandu untuk melakukan pendataan kondisi ibu hamil dan anak balita jika berfokus pada stunting. Namun dari hasil observasi menunjukkan bahwa tingkat partisipasinya masih kurang padahal dari kader posyandu terus mengingatkan kepada masyarakat agar ikut datang ke posyandu. Berdasarkan hasil penelitian terkait dengan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Hal ini terbukti dari hambatan yang dihadapi mengarah pada sikap masyarakat yang tidak terlibat dalam sebuah program yang dibuat oleh Pemerintah Desa dalam penanganan masalah bidang kesehatan di Desa Petirhilir. Adapun hambatan yang dihadapi yaitu tingkat keterlibatan masyarakat yang masih kurang karena adanya benturan dengan aktivitas pekerjaan mssyarakat terutama pada ibu Dan juga adanya anggapan bahwa dari kondisi anak yang aktif sudah menunjukkan bahwa anak tersebut sudah sehat, selanjutnya juga kapasitas masyarakat dalam menyediakan jamban bersih masih kurang. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yaitu dengan mengoptimalkan penyuluhan dan juga tugas kader pembangunan masyarakat serta pendamping desa untuk melaksanakan kunjungan ke rumah-rumah, serta fasilitasi oleh Pemerintah Desa untuk membangun Jamban umu di setiap Dusun. Hal ini tidak sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Kodim . bahwa AuKesehatan merupakan suatu keadaan sejahtera yang meliputi fisik, mental dan sosial yang tidak hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dan kelemahanAy. Maka dari itu untuk meningkatkan kualitas kesehatan dari masyarakat tentunya bukan hanya dari pemerintah saja melainkan adanya kesadaran dari individu untuk menentukan kesehatannya. Apalagi setelah adanya pemerataan jaminan kesehatan bagi masyarakat seharusnya masyarakat memanfaatkannya untuk melaksanakan pengecekan kesehatannya. Namun berdasar pada realitasnya, masyarakat cenderung tidak memedulikan kesehatannya dan menganggap sepele untuk beberapa penyakit ringan. Tentu hal ini membutuhkan edukasi terkait dengan gejala penyakit yang terjadi, hal lainnya juga yaitu kemampuan untuk pemenuhan kebutuhan dalam menunjang kesehatan terutama ibu hamil dan anak balita sangat penting untuk diperhatikan agar tercukupi segala Selanjutnya yaitu bantuan untuk lansia, karena kemampuan untuk pemenuhan kebutuhan sendiri yang masih terbatas menjadikan pentingnya peran dari pemerintah untuk terus responsif terhadp keluhan masyarakat. Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa pada indikator peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Adanya kerja sama dalam meningkatkan kualitas kesehatan Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa terkait dengan adanya kerjasama dalam meningkatkan kualitas kesehatan dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum Hal ini terjadi karena adanya masalah terkait dengan pelaksanaan kerjasama antara pemerintah desa dengan puskesmas terkait dengan pelaksanaan program penanganan stunting dan penerapan open defecation free (ODF) yang belum mampu terlaksana karena memang belum adanya kejelasan kebijakan yang mengatur untuk melaksanakan kerjasama kelembagaan dalam penanganan masalah Kesehatan. Namun meskipun demikian pemerintah desa selalu melibatkan pihak puskesmas dalam setiap program pada bidang Kesehatan. Berdasarkan hasil wawancara kepada seluruh informan di atas bahwa terkait dengan adanya kerjasama dalam meningkatkan kualitas kesehatan dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis bahwa dalam penanganan masalah bidang kesehatan salah satunya yaitu penanganan laju stunting masih dilaksanakan oleh intralembaga atau hanya keterlibatan Pemerintah Desa dan Puskesmas saja. Berdasarkan hasil penelitian kepada seluruh informan di atas bahwa terkait dengan adanya kerjasama dalam meningkatkan kualitas kesehatan dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Adapun hambatan yang dihadapi yaitu kurang terlaksananya kerjasama baik antar lembaga di Pemerintah Desa terjadi karena kurangnya koordinasi yang terjadi sehingga di dalamnya terdapat miss komunikasi yang terjadi demikian juga hubungan dengan instansi yang lebih tinggi yang tergabung dalam satuan tugas percepatan penanganan maslaah kualitas kesehatan melalui penanganan stunting dan percepatan ODF yang belum intensif untuk mendapatkan arahan, perhatian dan kontrol dari setiap kegiatan yang dilaksanakan pada tingkat Desa. Adapun upaya yang dilakukan yaitu dengan adanya percepatan pelaksanaan program ODF dan penanganan stunting dengan mengoptimalkan pada adanya bantuan CSR dari sektor swasta sebagai tanggung jawab sosial kepada masyarakat yang telah diberikan dampak sebagai akibat dari kegiatan usaha yang dilakukannya. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa pada dimensi opportunities . dalam analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Hal ini dapat dilihat pada indikator adanya peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan belum terlaksana secara optimal. Dan juga pada indikator adanya kerjasama dalam meningkatkan kualitas kesehatan belum terlaksana secara optimal. Adapun hambatan yang dihadapi yaitu kapasitas masyarakat dalam menyediakan jamban bersih masih kurang dan juga karena kurangnya koordinasi dalam kerjasama yang terjadi serta hubungan dengan instansi yang lebih tinggi yang tergabung dalam satuan tugas percepatan penanganan maslaah kualitas kesehatan melalui penanganan stunting dan percepatan ODF yang belum intensif untuk mendapatkan arahan, perhatian dan kontrol dari setiap kegiatan yang dilaksanakan pada tingkat Desa belum terlaksana. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yaitu dengan mengoptimalkan penyuluhan dan juga tugas kader pembangunan masyarakat serta pendamping desa untuk melaksanakan kunjungan ke rumah-rumah, serta fasilitasi oleh Pemerintah Desa untuk membangun Jamban umu di setiap Dusun. Hal ini berbanding terbalik dengan teori yang dikemukakan oleh Robert, . bahwa Aukesehatan adalah sebuah sumber daya yang dimiliki semua manusia dan bukan merupakan suatu tujuan hidup yang perlu dicapaiAy. Artinya bahwa dalam pembuatan suatu kebijakan dalam penanganan masalah Kesehatan yang terjadi di masyarakat harus memperhatikan beberapa salah satunya yaitu peluang kemungkinan keberhasilan dan juga Dalam mencapai keberhasilan suatu kebijakan tentunya tidak mampu untuk dilaksanakan hanya oleh pemerintah desanya saja, atau membutuhkan adanya kontribusi setiap unsur kelembagaan desa termasuk adanya keterlibatan dan kerjasama dengan puskesmas selaku tim Kesehatan. Selain adanya kerjasama kelembagaan dalam mendukung optimalnya program bidang Kesehatan, perlu adanya dukungan dan kesadaran dari masyarakat dalam menerima dan menjalankan program yang dibuat seperti hal nya dengan memanfaatkan posyandu, melaksanakan pengecekan Kesehatan, dan juga menerapkan pola hidup bersih. Disamping berfokus pada peningkatan kualitas Kesehatan, pemerintah juga mengupayakan pada penerapan ODF yaitu perbaikan lingkungan yang mempengaruhi pada Kesehatan seperti penyediaan jamban umum yang dilaksanakan di setiap dusun. Dengan begitu berdasarkan analisis teori di atas disimpulkan bahwa pada dimensi opportunities . pada penelitian dengan judul Analisis Sustainable Development Goals (SDG. Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Dimensi Threats (Ancama. Threat . , adalah factor negative dari lingkungan yang memberikan hambatan bagi berkembangnya atau berjalannya sebuah organisasi dan program. Dalam proses analisis lebih menjelaskan suatu maksud . yang ingin dicapai. Untuk mengetahui, mengembangkan dan menilai alternatif-alternatif strategi maka perlu dilihat sandingan yang cocok atau sesuai antara kapabilitas organisasi dengan faktor lingkungan, dimana kapabilitas tersebut akan digunakan. Begitupun dengan adanya tujuan untuk Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis yang menjadi sub untuk dicarikan jalan keluar jika terdapat permasalahan yang dimuat dalam bentuk indikator-indikator sebagai berikut: Adanya penurunan kualitas kesehatan masyarakat Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa terkait dengan adanya penurunan kualitas kesehatan masyarakat dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis dapat di analisis bahwa ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan penurunan kualitas kesehatan pada masyarakat yaitu kurangnya dalam mengatur pola hidup sehat baik itu asupan makanan ataupun aktivitas, dan juga pengaruh lingkungan yang kotor misalnya pengaruh sanitasi rusak karena jamban dan BABS. Adapun upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan adanya edukasi kepada masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat dengan ikut serta pada gerakan masyarakat sehat, kemudian juga pemerintah desa melakukan kegiatan jumsih tiap minggu. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan bahwa terkait dengan adanya penurunan kualitas kesehatan masyarakat dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksa, hal ini terbukti dari kondisi sanitasi air yang sudah tercemar dan juga adanya BABS yang berpengaruh pada kondisi air yang mudah menyebabkan diare, dan penyakit Berdasarkan hasil penelitian di lapangan bahwa adanya penurunan kualitas kesehatan masyarakat dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Hambatan yang dihadapi yaitu masyarakat yang kurang di edukasi dengan baik terkait dengan indicator kualitas hidup sehat, padahal pemerintah telah memberikan batuan bahan pokok untuk keluarga kurang sejahtera dalam bentuk bantuan uang dan juga bahan pokok lainnya yang diharapkan mampu untuk meningkatkan daya kemampuan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Adapun upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yang terjadi yaitu meningkatkan pemahaman masyarakat melalui edukasi terkait Kesehatan yang dimulai dari perbaikan kualitas lingkungan, terutama untuk beberapa keluarga yang belum memiliki sanitasi bersih maka dalam hal ini pemerintah desa akan memperhatikan dengan menjadikan sebagai agenda pembangunan selanjutnya. Hal ini berbanding terbalik dengan teori yang dikemukakan oleh Robert, . yaitu Aukesehatan adalah sebuah sumber daya yang dimiliki semua manusia dan bukan merupakan suatu tujuan hidup yang perlu dicapaiAy. Artinya bahwa Kesehatan dalam hal ini merupakan hak yang harus dimiliki dan kewajiban yang harus diperhatikan. Pemerintah selaku pemimpin harus mampu untuk membuat suatu produk kebijakan yang tepat, dan kesadaran dari masyarakat untuk menerima dan menjalankan kebijakan yang telah dibuat. Namun dari realitasnya, masyarakat yang menanamkan sikap tidak percaya kepada pemerintah menjadikan peran dan keterlibatan pemerintah desa seolah-olah tidak peduli. Tentunya disini diperlukan adanya perbaikan kualitas kinerja pemerintah desa dengan upaya responsif melakukan pendekatan dan penegasan bahwa pemerintah desa akan secara terbuka dalam membantu kepentingan masyarakat terkait bidang kesehatan. Kegiatan sosialisasi belum tersampaikan kepada masyarakat Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa terkait dengan proses sosialisasi belum terlaksana dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Dalam hal ini bahwa sosialisasi tentang program kesehatan dilakukan oleh semua pihak terkait mulai dari aparatur kecamatan, tenaga kesehatan, aparatur desa, masyarakat, maupun pihak-pihak lainnya yang terkait. Selain itu sosialisasi diberikan melalui berbagai macam kegiatan seperti Musyawarah Masyarakat desa (MMD) dan kegiatan sosialisasi oleh pendamping desa. Namun yang menjadi hambatan yaitu tingkat kehadiran masyarakat sehingga masyarakat yang masih kurang dan juga masyarakat kurang menangkat maksud dari program yang disosialisasikan oleh pemerintah. Maka sebagai upaya yang dapat dilakukan yaitu pemerintah melaksanakan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) dan kegiatan sosialisasi oleh pendamping desa. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan bahwa terkait dengan proses sosialisasi dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis bahwa sosialisasi belum terlaksana Hal ini terjadi karena dalam proses sosialisasi yang dibahas kurang tepat sasaran bagi pendengarnya, seharusnya dilakukan penyesuaian program sosialisasi berdasarkan pada kriteria informasi program yang akan disampaikan. Maka upaya yang dilakukan yaitu adanya penunjukan pihak yang menjadi pelaksana sosialisasi berdasarkan focus tugasnya. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan bahwa dengan proses sosialisasi belum terlaksana dalam Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Hal ini terbukti dari adanya hambatan yang terjadi bahwa sosialisasi yang dilaksanakan belum mampu sampai ke masyarakat karena pengaruh pemahaman akan kesehatan dan lingkungan yang kurang. Hambatan yang dihadapi yaitu keberagaman sifat, perilaku dan karakteristik dari masyarakat juga mempengaruhi kelancaran program sosialisasi yang dilaksanakan. Masyarakat yang memiliki sifat acuh dan tak peduli akan kesehatan serta masyarakat yang kekurangan ekonominya kebanyakan tidak mau untuk menerima sosialisasi yang dilakukan Pemerintah Desa dan puskesmas sehingga berpengaruh pada kurang tersampaikannya informasi kepada masyarakat. Adapun upaya yang dapat dilakukan yaitu pemerintah desa melaksanakan sosialisasi dengan melaksanakan pendekatan social dengan cara mengikuti pengajian rutinan yang dilaksanakan di dusun-dusun dengan melanjutkan pada mengajak masyarakat untuk sadar dalam menjaga kesehatannya dan mengenalkan beberapa program yang akan dilaksanakan oleh pemerintah desa selanjutnya. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa pada dimensi threaths . dalam analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Hal ini dapat dilihat pada indikator adanya penurunan kualitas kesehatan masyarakat belum terlaksana secara optimal. Dan juga pada indikator proses sosialisasi belum terlaksana secara optimal. Adapun hambatan yang dihadapi yaitu masyarakat yang memiliki sifat acuh dan tak peduli akan kesehatan serta masyarakat yang kekurangan ekonominya kebanyakan tidak mau untuk menerima sosialisasi yang dilakukan Pemerintah Desa dan puskesmas. Serta penurunan kualitas Kesehatan dari masyarakat terjadi karena dipengaruhi oleh lingkungan yang tidak sehat dan beberapa dusun sanitasinya kurang baik karena aktivitas beberapa perusahan yang mempengaruhi pada lingkungan. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yaitu sosialisasi dilaksanakan yang berfokus pada Langkah persuasive, kemudian juga pemerintah desa mengupayakan agar adanya tanggung jawab dari perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat yang diberikan dampak dari kegiatan perusahaannya. Hal ini berbanding terbalik dengan teori yang dikemukakan menurut Efendi . terkait dengan kesehatan dapat dijelaskan bahwa AuKesehatan adalah suatu keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritualAy. Artinya bahwa kualitas masyarakat akan terjamin karena aspek hidupnya merasa tentramtanpa harus memikirkan kemampuan ekonominya. Kesehatan yang baik diperngaruhi oleh adanya dukungan ekonomi yang mampu mendukung pada pemenuhan segala kebutuhan masyarakat akan pola konsumsi yang sehat. Dengan begitu berdasarkan analisis teori di atas disimpulkan bahwa pada dimensi Threats . pada penelitian dengan judul Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis belum terlaksana secara optimal. Berdasarkah hasil penelitian dengan judul Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis di dapatkan hasil bahwa strategi sudah dilaksanakan namun belum secara optimal. Hal ini dari 4 . dimensi mengenai fungsi strategi 1 dimensi sudah terlaksana optimal dan 3 dimensi belum terlaksana secara optimal. Adapun hambatan yang dihadapi yaitu terkait dengan tidak optimalnya pelaksanaan Analisis Sustainable Development Goals (SDG. Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis yaitu: Kurangnya kapasitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh kader yang melaksanakan pendataan SDGs serta kader pembangunan masyarakat yang kurang memahami teknis pelaksanaan program yang sedang dilaksanakan. Kerjasama kelembagaan dalam pelaksanaan program-program yang berkaitan dengan peningkatan kualitas Kesehatan belum maksimal, dimana setiap unsur pemerintahan memiliki programnya sendiri dan hanya berfokus pada penanganan yang dilakukan tanpa mencari akar permasalahan yang menyebabkan permasalahan Kesehatan Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan masih kurang, padahal pelayanan kesehatan dapat dilakukan di puskesmas secara gratis dan juga posyandu untuk ibu hamil serta anak balita. Kemampuan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan ekonominya masih terbatas dan juga dipengaruhi oleh lingkungan yang tidak sehat dan beberapa dusun sanitasinya kurang baik karena aktivitas beberapa perusahan yang mempengaruhi pada lingkungan sehingga hal ini berpengaruh pada kualitas kesehatannya. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan yang dihadapi yaitu agar optimalnya pelaksanaan Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis yaitu: Pemerintah Desa mengupayakan pada adanya koordinasi dengan puskesmas untuk penyiapan sumber daya manusia pelaksana yang berfokus pada bidang kesehatan. Kemudian juga dengan penyediaan sumber daya yang kompeten melalui seleksi kader pelaksana SDGs dengan memperhatikan pada kemampuan dan pengalaman dalam kemasyarakatan sebagai salah satu indikator seleksinya. Perbaikan proses komunikasi antar lembaga serta dalam mendukung proses komunikasi dapat optimal harus memperhatikan pada visi dan misi yang telah dibuat dan setiap unsur yang terlibat berkomitmen untuk melaksanakannya secara bersamasama. Mengoptimalkan penyuluhan dan juga tugas kader pembangunan masyarakat serta pendamping desa untuk melaksanakan kunjungan ke rumah-rumah, serta fasilitasi oleh Pemerintah Desa untuk membangun Jamban umum di setiap Dusun. Pemerintah melalui program keluarga sejahtera mengupayakan untuk membantu masyarakat kurang sejahtera, kemudian juga pemerintah desa mengupayakan agar adanya tanggung jawab dari perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat yang diberikan dampak dari kegiatan perusahaannya. Kesimpulan Berdasarkan hasil wawancara dan observasi penulis bahwa Analisis Sustainable Development Goals (SDG. dalam Bidang Kesehatan di Desa Petirhilir Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis maka dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaanya sudah berjalan namun belum terlaksana secara optimal. Hal ini terbukti dari 4 dimensi yaitu strenght . , weakness . , opportunities . dan threats . yang belum terlaksana secara optimal. Pengukuran kualitas nampaknya belum terlaksana secara ideal, hal ini sering ditunjukkan dengan adanya hambatan pada setiap petunjuk yang dipertimbangkan. Kekurangan pengukuran tersebut nampaknya belum teraktualisasikan secara ideal, hal ini sering ditunjukkan dengan adanya hambatan pada setiap penanda yang diteliti. Pada pengukuran bukaan nampaknya belum terlaksana secara ideal, hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya hambatan pada setiap penunjuk yang diperiksa. Selain itu pengukuran bahaya nampaknya belum teraktualisasikan secara ideal, biasanya ditunjukkan dengan adanya hambatan pada setiap penanda yang dipertimbangkan. Daftar Pustaka