TERAPI MOBILISASI DAN MASSAGE EFFLEURAGE DENGAN VIRGIN COCONUT OIL UNTUK PENCEGAHAN DEKUBITUS PASIEN STROKE Abstract STUDI KASUS Refita Alin Melina Luthfi Adillah2 * Marina Ruran3 Dimas Utomo Hanggoro Putro4 1,2,3,4 Departemen Keperawatan Medikal Bedah. Program Studi Diploma Tiga Keperawatan. Akademi Keperawatan Pelni. Jakarta. Indonesia *Korespondensi: Luthfi Adillah email: luthfi. adillah@akper-pelni. Kata Kunci: Mobilisasi Massage Effleurage Virgin Coconut Oil Dekubitus Stroke Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di dunia, dengan komplikasi yang sering muncul berupa dekubitus akibat imobilisasi jangka panjang. Dekubitus menyebabkan kerusakan integritas kulit, meningkatkan risiko infeksi, memperpanjang lama rawat inap, serta menurunkan kualitas hidup pasien. Pencegahan dekubitus dapat dilakukan melalui intervensi nonfarmakologis seperti mobilisasi berkala dan pijat effleurage dengan Virgin Coconut Oil (VCO). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi intervensi mobilisasi dan pijat effleurage dengan VCO terhadap pencegahan dekubitus pada pasien stroke yang mengalami tirah baring. Metode: Desain penelitian menggunakan studi kasus pada dua responden pasien stroke rawat inap. Intervensi diberikan selama 5 hari. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan Skala Braden. Hasil: Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan skor Braden pada kedua responden, dengan responden I meningkat 2 poin dan responden II meningkat 3 poin setelah intervensi. Kesimpulan: Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi mobilisasi dan massage effleurage dengan Virgin Coconut Oil (VCO) efektif dalam menurunkan risiko dekubitus pada pasien stroke dengan tirah baring lama. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan skor Braden pada kedua responden setelah dilakukan intervensi selama lima hari. Dengan demikian, intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu upaya preventif sederhana dalam praktik keperawatan untuk mencegah terjadinya luka tekan pada pasien stroke. Diterima: 2 Januari 2026 Diperbaiki: 19 Januari 2026 Dipublikasikan: 31 Januari 2026 E-ISSN Sitasi artikel ini: Melina. Adillah. Ruran. Putro. Terapi Mobilisasi dan Massage Effleurage dengan Virgin Coconut Oil untuk Pencegahan Dekubitus pada Pasien Stroke. Volume 2 . , 21-29. https://journal. id/index. php/jkpp PENDAHULUAN Stroke merupakan gangguan neurologis akut akibat terhentinya suplai darah ke otak, baik karena sumbatan . maupun perdarahan . Kondisi ini menimbulkan gejala klinis berupa kelemahan tubuh, gangguan bicara, hingga penurunan kesadaran (Yuliana et al. , 2. Menurut Valery et al. , . , stroke merupakan penyebab kematian kedua di dunia dengan angka mortalitas 7 juta jiwa per tahun dan lebih dari 90 juta orang hidup dengan riwayat stroke. Di Indonesia, prevalensi stroke Jurnal Keperawatan Degeneratif Pelni. Volume 2. Issue 1. Januari 2026 MELINA. ADILLAH. RURAN. PUTRO. e-ISSN: 3089-34337 mencapai 8,3 per 1. 000 penduduk, dengan DKI Jakarta menempati peringkat kedelapan (Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. , 2. Pasien stroke yang menjalani tirah baring lama berisiko tinggi mengalami dekubitus akibat keterbatasan mobilitas, kelemahan otot, dan gangguan rentang gerak (Adevia et al. , 2. Luka tekan ini terjadi akibat tekanan berkepanjangan pada area tulang menonjol seperti sakrum, tumit, dan trokanter, yang menyebabkan iskemia jaringan dan nekrosis. Dekubitus tidak hanya menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko infeksi, memperpanjang masa perawatan, dan menurunkan kualitas hidup pasien (Atrie et al. , 2. Menurut (Kemenkes RI, 2. , prevalensi dekubitus global mencapai 1 juta kasus per tahun dengan angka kematian sekitar 65. 000 jiwa. Di Indonesia, prevalensinya dilaporkan mencapai 33,3%, lebih tinggi dibandingkan negara ASEAN lainnya. Oleh karena itu, upaya pencegahan dekubitus pada pasien stroke merupakan prioritas penting dalam asuhan keperawatan. Strategi pencegahan dapat dilakukan melalui mobilisasi berkala dan massage effleurage. Mobilisasi bertujuan mengurangi tekanan, mencegah komplikasi imobilisasi, serta meningkatkan kenyamanan pasien (Apriani & Noorratri, 2. Massage effleurage menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO) dilakukan dengan gerakan mengusap lembut untuk meningkatkan sirkulasi darah, menjaga kelembapan kulit, dan mencegah kerusakan jaringan. VCO dipilih karena kandungan asam laurat, vitamin E, dan polifenolnya yang memiliki sifat antimikroba, antioksidan, serta mempercepat regenerasi jaringan (Siti Walisyah, 2. Penelitian terdahulu menunjukkan kombinasi mobilisasi dan massage effleurage dengan VCO dapat menurunkan risiko dekubitus pada pasien tirah baring lebih efektif dibanding mobilisasi saja (Badrujamaludin et al. , 2. Namun, bukti empiris di Indonesia masih terbatas, sehingga penelitian ini dilakukan untuk menganalisis efektivitas intervensi tersebut pada pasien stroke di Rumah Sakit Pelni Jakarta. METODE Penelitian ini menggunakan desain studi kasus untuk mengeksplorasi efektivitas mobilisasi dan massage effleurage dengan VCO terhadap pencegahan dekubitus pada pasien stroke. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 04 Agustus 2025 sampai dengan 15 Agustus 2025. Sampel pada penelitian ini berjumlah dua pasien stroke yang dirawat di ruang Kenanga Rumah Sakit Pelni Jakarta, yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi: pasien stroke dengan tirah baring lama. Pasien yang mengalami imobilisasi, skor Braden <18, usia >45 tahun, tidak memiliki alergi terhadap VCO, dan bersedia menjadi Adapun kriteria eksklusi pada peneltian ini adalah: pasien yang memiliki gangguan mental, pasien yang memiliki luka ganggren, serta pasien yang mengalami luka fraktur pada bagian tulang Jurnal Keperawatan Degeneratif Pelni. Volume 2. Issue 1. Januari 2026 MELINA. ADILLAH. RURAN. PUTRO. e-ISSN: 3089-34337 Intervensi dilakukan selama 5 hari berturut-turut, sebanyak dua kali sehari yaitu pada pukul 07. 00 WIB pagi dan 15. 45 WIB sore, dengan durasi 5 menit per sesi. Mobilisasi dilakukan melalui perubahan posisi miring kanan, terlentang, dan miring kiri setiap 2 jam sekali. Massage effleurage menggunakan VCO diberikan pada area punggung dengan gerakan usapan lembut dari bokong hingga bahu, sesuai Standar Prosedur Operasional. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi karakteristik responden dan skala Braden untuk menilai risiko dekubitus, yang diukur sebelum intervensi dilakukan yaitu pada pagi hari dan sesudah intervensi dilakukan yaitu pada siang hari (Rani, 2. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan skor Braden pre-test dan post-test pada masing-masing responden. Aspek etika penelitian diperhatikan melalui informed consent, kerahasiaan identitas responden, serta persetujuan etik dari institusi terkait. HASIL Penelitian ini dilaksanakan pada dua responden pasien stroke yang dirawat di Rumah Sakit Pelni Jakarta. Keduanya memiliki risiko sedang mengalami dekubitus berdasarkan hasil pengukuran skala Braden awal. Intervensi mobilisasi dan massage effleurage menggunakan Virgin Coconut Oil (VCO) diberikan secara konsisten selama 5 hari berturut-turut, masing-masing dua kali sehari pada pagi dan sore hari dengan durasi 5 menit setiap sesi. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi dan pengukuran skala Braden sebelum . re-tes. pada pagi hari dan setelah intervensi . ost-tes. pada sore Karakteristik responden Responden I adalah pasien laki-laki berusia 66 tahun tidak memiliki riwayat penyakit. Kondisi pasien menunjukkan keterbatasan mobilitas ekstremitas kiri serta kelemahan otot, sehingga memerlukan bantuan dalam melakukan perubahan posisi. Responden II adalah pasien Laki-laki berusia 47 tahun dengan riwayat diabetes melitus. Pasien ini juga mengalami imobilisasi, dengan risiko tambahan berupa masalah metabolik akibat penyakit penyerta. Kedua responden memenuhi kriteria inklusi penelitian yaitu usia di atas 45 tahun, tirah baring lama, skor Braden <18, dan bersedia menjadi partisipan. Tabel 1. Karakteristik Responden Resp Usia (Tahu. Jenis Kelamin Pendidikan Pekerjaan SMA SMA Wiraswasta Karyawan Swasta Riwayat Penyakit Tidak ada Skor skala Braden sebelum intervensi Pengukuran risiko luka tekan . dalam penelitian ini dilakukan menggunakan skala Braden, baik sebelum . re-tes. maupun sesudah intervensi . ost-tes. Pada pengukuran Jurnal Keperawatan Degeneratif Pelni. Volume 2. Issue 1. Januari 2026 MELINA. ADILLAH. RURAN. PUTRO. e-ISSN: 3089-34337 awal . re-tes. , responden I memperoleh skor 14 yang menunjukkan risiko sedang terhadap terjadinya luka tekan, sedangkan responden II memperoleh skor 11 dengan kategori risiko tinggi mengalami luka tekan. Hasil pengukuran awal ini menjadi dasar untuk menentukan tingkat risiko awal masing-masing responden sebelum diberikan intervensi mobilisasi dan massage effleurage dengan VCO selama 5 hari berturut-turut. Tabel 2. Hasil skor skala Braden sebelum intervensi Perbandingan skor skala Braden Responden I Responden II Pre-test Kategori Risiko Sedang Risiko Tinggi Sumber: Data Primer . Skor skala Braden setelah intervensi Setelah dilakukan intervensi selama 5 hari berturut-turut, terjadi peningkatan skor skala Braden pada kedua responden. Pada responden I meningkat menjadi 21 poin dan pada responden II meningkat menjadi 17 poin. Artinya, terjadi peningkatan 8 poin pada responden I dan 6 poin pada responden II. Peningkatan skor Braden ini menandakan adanya penurunan risiko dekubitus dari kategori sedang menuju kategori risiko ringan. Secara klinis, hal ini menunjukkan bahwa intervensi mobilisasi dan massage effleurage menggunakan VCO berkontribusi dalam memperbaiki faktor-faktor risiko, seperti kelembaban kulit, mobilitas, dan perfusi jaringan. Tabel 3. Hasil skor skala Braden sesudah intervensi Perbandingan skor skala Braden Responden I Responden II Post-test Kategori Tidak Beresiko Risiko Ringan Sumber: Data Primer . Perbandingan skor skala Braden sebelum dan sesudah intervensi Perubahan skor skala Braden dapat dilihat secara lebih jelas pada grafik berikut: Responden I Responden II Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-4 Hari ke-5 Pagi . Sore . Sumber: Data Primer . Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-4 Hari Ke-5 Pagi . Sore . Sumber: Data Primer . Jurnal Keperawatan Degeneratif Pelni. Volume 2. Issue 1. Januari 2026 MELINA. ADILLAH. RURAN. PUTRO. e-ISSN: 3089-34337 Grafik menunjukkan bahwa kedua responden mengalami peningkatan skor setelah intervensi. Responden I meningkat dari skor 14 menjadi 21, sedangkan responden II meningkat dari skor 11 Meskipun jumlah responden terbatas, pola peningkatan ini konsisten dan mengindikasikan efektivitas intervensi yang dilakukan. Selain skor Braden, dilakukan juga observasi terhadap kondisi kulit responden. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kedua responden tidak mengalami tanda-tanda awal dekubitus seperti kemerahan menetap, perubahan suhu kulit, atau nyeri tekan. Pada area yang berisiko tinggi, yaitu sakrum, tumit, dan trokanter, tidak ditemukan adanya luka tekan. Kulit responden tampak tetap lembap dan elastis, didukung oleh efek pelembap dari VCO yang diaplikasikan secara rutin. Selama intervensi, responden juga menunjukkan tanda-tanda kenyamanan, seperti relaksasi otot dan kualitas tidur yang lebih baik. Responden I bahkan menunjukkan peningkatan yang lebih besar dibandingkan responden II. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh keterlibatan aktif keluarga dalam membantu perubahan posisi pasien setiap 2 jam, sesuai anjuran mobilisasi. Responden II yang memiliki skor awal lebih rendah menunjukkan peningkatan lebih besar. Hal ini menunjukkan bahwa pasien dengan risiko lebih tinggi dapat memperoleh manfaat lebih signifikan dari intervensi kombinasi ini. Selain itu, keterlibatan keluarga dalam membantu mobilisasi juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan intervensi. PEMBAHASAN Usia Pada penelitian ini ditemukan data bahwa responden I berusia 66 tahun dan responden II berusia 47 tahun, keduanya termasuk dalam kelompok usia 45-80 tahun yang menurut (Kemenkes RI, 2. memiliki pravalensi stroke paling tinggi sekaligus berisiko besar mengalami komplikasi. Hal ini sejalan dengan penelitian (Arianto et al. , 2. yang menujukkan bahwa pasien stroke pada rentang usia tersebut lebih rentan mengalami dakubitus akibat tirah baring lama. Jenis kelamin Kedua responden pada penelitian ini berjenis kelamin laki-laki. Hal ini sejalan dengan Valery et al. , . dan Ernawati et al. , . yang melaporkan bahwa laki-laki sering mengalami stroke dibandingkan dengan perempuan. Pendidikan Kedua responden memiliki tingkat pendidikan terakhir sekolah menengah atas (SMA). Kondisi ini sesuai dengan (Apriani & Noorratri, 2. yang menemukan sebagian besar pasien stroke berpendidikan menengah memiliki keterbatasan dalam memahami intruksi pencegahan Jurnal Keperawatan Degeneratif Pelni. Volume 2. Issue 1. Januari 2026 MELINA. ADILLAH. RURAN. PUTRO. e-ISSN: 3089-34337 Pekerjaan Responden I bekerja sebagai wiraswasta dan responden II sebagai karyawan swasta. Temuan ini relevan dengan Putra et al. , . yang menyebutkan bahwa pasien stroke berasal dari berbagai pekerjaan dan stres kerja juga dapat meningkatkan risiko komplikasi termasuk Riwayat penyakit Responden I tidak memiliki riwayat penyakit, sedangkan responden II memiliki diabetes Kondisi ini sesuai dengan (Badrujamaludin et al. , 2. yang menyatakan bahwa pasien dengan DM memiliki risiko lebih tinggi mengalami luka tekan dibandingkan dengan pasien tanpa penyakit penyerta. Secara keseluruhan, karakteristik responden dalam penelitian ini menunjukkan adanya faktor risiko yang beragam, baik dari segi jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, maupun riwayat penyakit. Meskipun demikian, hasil intervensi mobilisasi dan massage effleurage dengan VCO tetap menunjukkan adanya peningkatan skor Braden pada kedua responden. Hali ini membuktikan bahwa intervensi sederhana ini efektif menurunkan risiko dekubitus, terlepas dari perbedaan karakteristik individu masing-masing KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi intervensi mobilisasi dan massage effleurage dengan Virgin Coconut Oil (VCO) efektif dalam mencegah dekubitus pada pasien stroke yang mengalami tirah Peningkatan skor Braden sebesar 2Ae3 poin setelah intervensi menandakan penurunan risiko dari kategori sedang menjadi ringan. Intervensi ini terbukti dapat meningkatkan sirkulasi darah, menjaga kelembapan kulit, dan mengurangi tekanan berkepanjangan. Mobilisasi dan massage effleurage dengan VCO dapat direkomendasikan sebagai strategi nonfarmakologis dalam praktik keperawatan untuk mencegah dekubitus, baik di rumah sakit maupun perawatan di rumah. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah mendukung penelitian ini. Terima kasih kepada pimpinan dan seluruh staf Rumah Sakit Pelni Jakarta yang telah memberikan izin serta fasilitas selama proses penelitian. Penghargaan juga disampaikan kepada Ns. Agung Purnomo. Kep selaku pembimbing klinik penulis selama intervensi di ruang rawat inap Kenanga Rumah Sakit Pelni Jakarta, bimbingan dan masukan berharga dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini. Penulis juga berterima kasih kepada responden dan keluarga yang bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Serta tak lupa pula kepada kedua orang tua penulis yang senantiasa memberikan dukungan dan semangat kepada penulis selama membuat karya tulis ilmiah ini. Semoga hasil penelitian ini bermanfaat bagi perkembangan ilmu keperawatan, khususnya dalam upaya pencegahan dekubitus pada pasien stroke. Jurnal Keperawatan Degeneratif Pelni. Volume 2. Issue 1. Januari 2026 MELINA. ADILLAH. RURAN. PUTRO. e-ISSN: 3089-34337 PERNYATAAN BEBAS KONFLIK KEPENTINGAN Tidak terdapat konflik kepentingan yang timbul pada saat melakukan penelitian ini. PENDANAAN Penelitian ini tidak dibiayai oleh pihak manapun dan menggunakan dana pribadi. KONTRIBUSI PENULIS Refita Alin Melina: Penulis utama, konseptualisasi, metodologi, analisis, dan referensi Luthfi Adillah: Menghasilkan ide, konseptualisasi, analisis formal, dan kurasi data Marina Ruran: Validasi, analisis formal, dan kurasi data Dimas Utomo Hanggoro Putro: Validasi, analisis formal, dan kurasi data ORCiD ID Refita Alin Melina ORCiD ID : Tidak Tersedia Luthfi Adillah ORCiD ID : 0000-0002-1146-819X Marina Ruran ORCiD ID : 0009-0001-9974-1874 Dimas Utomo Hanggoro Putro ORCiD ID : 0000-0002-6265-8743 Jurnal Keperawatan Degeneratif Pelni. Volume 2. Issue 1. Januari 2026 MELINA. ADILLAH. RURAN. PUTRO. e-ISSN: 3089-34337 REFERENSI