ALACRITY : Journal Of Education Volume 2. Issue 2. Juni 2022 http://lpipublishing. com/index. php/alacrity Upaya Meningkatkan Kemampuan Berbicara Pada Anak Usia Dini Melalui Media Big Book Pada Kelompok B Di PAUD Al-Mirah Tahun Ajaran 20212022 Erniyanti Tumangger 1. Darajat Rangkuti2 1,2Universitas Muslim Nusantara AL-Washliyah Corresponding Author : ernytumanggeraza@gmail. ARTICLE INFO Article history: Received 28 Juli 2022 Revised 05 Agustus 2022 Accepted 20 Agustus 2022 Kata Kunci ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui media big book untuk anak usia 5-6 tahun di PAUD Al-Mirah. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang menggunakan model Kemmis dan Mc Tanggart. Subjek penelitian ini adalah 20 anak, yang terdiri dari 12 anak laki-laki dan 8 anak perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui media big book, aktivitas guru dan anak serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat peningkatan dalam kemampuan berbicara anak melalui media big book. Hal ini diketahui dari rata-rata anak yang mendapat tingkat pencapaian anak berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB) pada Pra Siklus dengan rata-rata Persentase 8,75%. Kemudian pada Siklus I tingkat pencapaian anak berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB) dengan rata rata persentase 53,75%, sehingga dapat kita lihat peningkatan Pra siklus menuju Siklus I sebesar . %) Namun pada siklus I belum berkembang dengan baik sehingga dilanjutkan ke Siklus II. Tingkat pencapaian anak berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB) Siklus II dengan Ratarata Persentase 95%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media big book dapat meningkatkan kemampuan bericara anak usia 5-6 tahun. Peningkatan terjadi, dikarenakan dalam bercerita dengan menggunakan big book yang sebelumnya belum pernah diterapkan di sekolah tersebut, big book karakteristik khusus yang penuh warna-warni, gambar yang menarik, maupun kata yang dapat diulang-ulang, mempunyai sifat yang mudah ditebak, dan menyenangkan. Berbicara. Media Big book. Kelompok B. PENDAHULUAN Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan jenjang pendidikan sebelum dilaksanakannya pendidikan dasar. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenygaraan pendidikan yang bertujuan mengopumalkan pertumbuhan dan perkembangan fisik . oordinasi motorik halus dan kasa. , kecerdasan . aya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, dan kecerdasan spiritua. dan sosial emosional . ikap dan perilaku serta agam. ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 115 - 129 Ada lima aspek yang dikembangkan di PAUD, yaitu aspek nilai-nilai agama dan moral, aspek fisik-motorik, aspek kognitif, aspek bahasa, serta aspek sosial-emosional. Kelima aspek ini penting dikembangkan oleh guru ataupun pendidik yang ada di PAUD. Menurut PERMENDIKNAS No 58 tahun 2009 kemampuan bahasa pada anak usia dini meliputi, menerima bahasa dan mengungkapkan bahasa. Salah satu bentuk pengembangan bahasa atau yang dikenal dengan kemampuan bahasa yaitu berbicara: keduanya merupakan bagian dari proses komunikasi. Didalam permen 137 usia 5-6 tahun anak usia dini sudah memiliki kemampun berbicara yaitu mengerti beberapa perintah secara bersamaan, mengulang kalimat yang lebih kompleks, memahami aturan dalam suatu permainan, senang dan menghargai bacaan. Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa Kemampuan berbicara merupakan suatu ungkapan dalam bentuk, untuk meningkatkan perkembangan berbicara anak. Selama ini pembelajaran yang dilakukan dalam upaya meningkatkan kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun di kelompok B di PAUD Al-Mirah Tanjung Morawa berupa aktifitas seperti mendengarkan guru berbicara di depan, menulis dan membaca, sehingga anak-anak sudah terbiasa dan bosan dalam melakukan kegiatan proses belajar mengajar tersebut. Perlu variasi yang lain dalam proses belajar mengajar yang dapat meningkatkan kemampuan berbicara sehingga penulis memberikan aktivitas yang lebih menantang agar kemampuan berbicara anak dapat lebih berkembang dengan baik. Berdasarkan Permasalahan yang muncul dalam proses pembelajaran untuk mengembangkan aspek kemampuan berbicara anak memerlukan observasi untuk anak pada kelompok B di PAUD Al-Mirah diketahui gejalagejala sebagai berikut: Anak kurang mampu mengerjakan tugas menghubungkan kata dengan benda Bersama dengan teman sekelasnya. Anak Kurang mampu mendengarkan dan berbicara sederhana dengan urutan yang mudah dipahami. Anak Kurang mampu mengucapkan arti kata yang digunakan dan kurang mampu menghubungkan dengan gambar yang di tunjuk. Anak kurang mampu berbicara dan memahami kata-kata yang dibaca dan dengar. Anak kurang memiliki lebih banyak kata-kata untuk mengeksperikan ide pada orang lain. Fakta berdasarkan observasi awal yang dilakukan di PAUD Al-Mirah Dusun i A Desa Limau Manis Gg. Bengkel Tanjung Morawa pada tanggal 15 Februari 2022 penelitian menyatakan bahwa, kemampuan berbicara anak masih rendah atau belum sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini disebabkan kemampuan berbicara anak masih kurang karena keterbatasan kata-kata, terlihat masih ada 8 anak dari 20 anak atau 40% belum berkembang (BB) yang ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 115 - 129 masih diam, kadang termenung jika ditanya oleh guru atau teman disekolah bahkan oleh orang tua atau yang ada disekitarnya, 8 anak dari 20 anak atau 40% berkembang sesuai harapan (BSH) sudah aktif saat di tanyai anak bisa menyebutkan dan menjelaskan dalam pengucapan, 4 anak dari 20 anak atau 20% mulai berkembang (MB) anak dalam pengucapan masih terbata-bata dan takut salah berbicara. Dengan adanya Big Book maka ada variasi baru pembelajaran yang mengatasi kebosanan anak pada saat pembelajaran. Selanjutnya Big Book membantu anak untuk lebih mengembangkan kemampuan berbicara serta salah satu cara yang lebih efektif untuk mengembangkan pemahaman anak tentang pengertian makna kemampuan berbicara. Berdasarkan hasil penelitian Sulistywati dan Amelia . 0: . Hal ini diketahui dari rata-rata anak yang mendapat skor 3 pada setiap indikator yaitu indikator berkomunikasi secara lisan . enceritakan kembal. siklus I sebesar 0% dan siklus II sebesar 90% artinya terdapat peningkatan sebesar 90%. Pada indikator menyusun kalimat sederhana secara terstruktur (SPOK) siklus I sebesar 0% dan siklus II sebesar 85% artinya terdapat peningkatan sebesar 85% dan pada indikator melanjutkan sebagian cerita siklus I 0% dan siklus II sebesar 95% artinya terdapat peningkatan sebesar 95%. Pencapaian di siklus II sudah melebihi indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu sebesar 75%. METODE PENELITISAN Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu kegiatan yang di lakukan di dalam kelas. Arikunto . menyatakan penelitian tindakan kelas (PTK) adalah suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Tindakan tersebuat di berikan oleh guru atau dengan arahan dari guru yang akan dilakukan oleh siswa. Penelitian ini menggunakan desain Arikunto . penelitian ini dilakukan dengan Siklus II siklus, yakni siklus I dan siklus II, yang terdiri dari empat komponen yaitu: Perencanaan. Pelaksanaan. Pengamatan. Refleksi. Waktu dan Tempat Penelitian Waktu Penelitian Penelitian ini direncanakan akan dilakukan pada bulan April sampai dengan Mei 2022 semester II Tahun Ajaran 2021-2022. Tempat Penelitian Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan di PAUD Al-Mirah, dusun i A Desa Limau Manis Gg. Bengkel. Kec. Tanjung Morawa Tahun Ajaran 2021-2022. ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 115 - 129 Subjek Penelitian Subjek penelitian anak di PAUD Al-Mirah, anak usia 5-6 tahun yang terdiri 20 anak 9 Perempuan dan 11 Laki-laki. Instrumen Penelitian Instrument penelitian pada data merupakan langkah yang mutlak dalam kegiatan ini karena desain penelitiannya tidak dapat dimodifikasi. Dalam data menjadi satu fase yang sangat strategis bagi dihasilkannya penelitian yang Dalam penelitian ini, peneliti dalam instrumennya lebih banyak pada observasi kemudian didukung oleh dokumentasi. Observasi (Pengamata. Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapi dengan format pengamatan sebagai instrumen. Observasi dilakukan untuk mengamati kegiatan di kelas selama kegiatan Kegiatan yang diamati meliputi aktivitas guru dan aktivitas siswa dalam pembelajaran. Observasi yang dimaksud untuk mengetahui kesusaian tindakan rencana yang telah disusun untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan dengan yang dikehendaki. Lembar observasi digunakan untuk menyaring data dalam proses belajar mengjar. Selanjutnya instrumen penelitian yang digunakan adalah dokumentasi. Dokumentasi digunakan sebagai bukti nyata bahwa penelitian bener-bener dilaksanakan. Dokumentasi adalah mengumpulkan data dengan cara mengalir atau mengambil data-data dari catatan, dokumentasi administrasi yang sesuai dengan masalah yang diteliti dapat berbentuk gambar, misalnya foto, gambar hidup, sketsa, dan lain-lain. Dokumentasi Dokumentasi adalah mengumpulkan data dan menganalisis sejumlah dokumentasi yang terkait dengan masalah penelitian ini Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang rencana pembelajaran di kelas. Dokumentasi ini berupa program satuan pembelajaran. Selain itu, dokumentasi itu berupa foto yang digunakan untuk mendokumntasi data tentang peristiwa yang terjadi dalam proses kegiatan bercerita dengan Big Book. Semua peristiwa yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran difoto. Teknik Analisis Data Untuk mengetahui keefektifan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu dilakukan analisis data. Pada penelitian tindakan kelas ini digunakan analisis deskriptif, yaitu metode penelitian yang bersifat mengetahui sejauh mana pengetahuan anak dalam menguasai materi juga untuk mengetahui peningkatkan keterampilan guru dalam mengelola kelas. ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 115 - 129 Kriteria Keberhasilan Tindakan Penelitian ini yang menjadi indikator keberhasilannya adalah Anak mengalami peningkatan kemampuan berbicara melalui media Big Book. Penelitian ini dikatakan berhasil apabila anak telah berkembang sesuai harapan (BSH) dengan mencapai skor 80 %. Adapun kriteria penilaiannya sebagai Dikategorikan anak berkembang sangat baik (BSB) apabila skor anak 80% - 100% Dikategorikan anak berkembang sesuai harapan (BSH) apabila skor anak 70-79% Dikategorikan anak mulai berkembang (MB) apabila skor anak 60%-69%. Dikategorikan anak belum berkembang (BB) apabila skor anak 50%-59% HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Penelitian Masalah dalam penelitian ini adalah tentang kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun. Sebelum dilaksanakan penelitian untuk tindakan pada siklus selanjutnya, penulis terlebih dahulu melakukan prasiklus dengan kegiatan berbicara dengan media Big Book yang biasa digunakan oleh guru. Ketika penulis melakukan observasi, penulis melihat media yang digunakan kurang menarik sehingga anak mudah merasa bosan. Kemudian ketika guru bertanya ada sebagian anak yang tidak bisa menjawab dengan benar dan anak masih sulit dalam mengungkapkan kata-kata yang ingin diucapkannya. Berdasarkan hasil penulusuran yang telah peneliti lakukan, beberapa penelitian yang relavan terhadap penulis teliti yaitu penelitian sebelumnya dilakukan oleh Riska Sulistyawati. Zahrina Amelia . dengan judul meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui media Big Book. Berdasarkan hasil data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan dalam kemampuan berbicara melalui media Big Book ketika sebelum dan sesudah diterapkannya kegiatan bercerita pada anak usia 5 - 6 tahun di TK Islam Raudlatul Azhar. Nilai peningkatan rata-rata anak yang mendapat skor 3 pada setiap indikator persiklus dari siklus I ke siklus II pada indikator berkomunikasi secara lisan siklus I sebesar 0% dan siklus II sebesar 90% artinya terdapat peningkatan sebesar 90% ada indikator menyusun kalimat sederhana secara terstruktur siklus I sebesar 0% dan siklus II sebesar 85% artinya terdapat peningkatan sebesar 85% dan pada indikator melanjutkan sebagian cerita siklus I 0% dan siklus II sebesar 95% artinya terdapat peningkatan sebesar 95%. Hasil observasi aktivitas peneliti dalam rangka kegiatan belajar mengajar ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 115 - 129 pada Pra Siklus masih rendah. Hasil ini terjadi karena pengajar belum sepenuhnya dapat mengkondisikan anak dan pembelajaran belum maksimal. Selain itu anak juga belum mampu menguasai semua indikator yang Keterangan Untuk mengetahui persentase dari hasil meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui media Big Book dapat disimpulkan kedalam tabel dibawah ini: Tabel 1. Tabulasi Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Media Big Book PAUD Al Mirah Pra siklus Jumlah BB MB BSH BSB Indikator Anak 1 Anak Bersama teman sekelasnya 50% 45% 5% 2 Anak berbicara sederhana dengan 50% 35% 10% 5% urutan yang mudah dipahami Anak cerita sesuai dengan kata-kata Anak memahami kata kata yang telah dibaca dan didengarkan Pada tabel di atas, setelah di adakan tindakan Prasiklus diketahui bahwa: Anak mengerjakan tugas Bersama teman sekelasnya yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 10 anak dengan persentase . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 9 anak dengan persentase . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 1 anak dengan persentase . %) dan berkembang sangat baik (BSB) tidak ada dengan persentase . %) Anak mendengar dan berbicara sederhana dengan urutan yang mudah dipahami yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 10 anak dengan persentase . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 7 anak dengan persentase . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 2 anak dengan persentase . %) dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 1 anak dengan persentase . %). Anak mengingat kalimat cerita sesuai dengan kata-kata sendiri yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 13 anak dengan persentase . %), mulai ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 115 - 129 berkembang (MB) sebanyak 6 anak dengan persentase . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak . %) anak dengan persentase . %) dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak . %) anak dengan persentase . %) Anak berbicara dan memahami kata kata yang telah dibaca dan didengarkan yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 10 anak dengan persentase . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 8 anak dengan persentase . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 1 anak dengan persentase . %) dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 1 anak dengan persentase . %). Maka dari tabel diatas perbedaan meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui media Big Book dapat dilihat dari grafik dibawah ini: Chart Title AnakAnak Anak Bersama kata-kata yang mudah dibaca dan didengarkan BSH BSB Gambar 1. Grafik Persentase Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Media Big Book PAUD Al Mirah Pra Siklus Hasil Penelitian Siklus I Siklus I penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 9,10,11 dan 12 Mei 2022. Dari hasil penelitian yang di proleh peneliti melalui observasi dan hasil belajar anak selama proses kegiatan. Adapun deskripsi hasil data meliputi dan tentang rencana, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi pada Tindakan perbaikan siklus sebagai berikut. ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 115 - 129 Tabel 2. Tabulasi Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Media Big Book PAUD Al Mirah Siklus I Indikator BSH BSB Persentase Anak mengerjakan tugas disekolah Bersama teman sekelasnya 30% 10% Anak mendengar dan berbicara sederhana dengan urutan yang mudah 20% 25% untuk dipahami Anak mengingat kalimat cerita sesuai dengan kata kata sendiri 35% 25% Anak berbicara dan memahami kata9 kata yang telah dibaca dan di 45% 30% Rata Rata Dari tabel di atas menunjukkan bahwa kondisi awal sebelum tindakan sangat rendah. Hasil observasi sebelum diadakannya tindakan dengan Anak mengerjakan tugas Bersama teman sekelasnya yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 5 anak dengan persentase . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 7 anak dengan persentase . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 6 anak dengan persentase . %) dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 2 anak . %) Anak mendengar dan berbicara sederhana dengan urutan yang mudah dipahami yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 6 anak dengan persentase . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 5 anak dengan persentase . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 4 anak dengan persentase . %) dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 5 anak dengan persentase . %). Anak mengingat kalimat cerita sesuai dengan kata-kata sendiri yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 3 anak dengan persentase . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 5 anak dengan persentase . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 7 anak dengan persentase . %) dan berkembang sangat baik (BSB) Sebanyak 5 anak . %) Anak berbicara dan memahami kata kata yang telah dibaca dan didengarkan yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 2 anak dengan persentase . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 3 anak dengan persentase . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 9 anak dengan persentase . %) dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 6 ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 115 - 129 anak dengan persentase . %). Chart Title Anak Anak danAnak Anak kata-kata kata-kata dan di dengarkan BSH BSB Gambar 2. Grafik Persentase Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Media Big Book PAUD Al Mirah Siklus I Hasil Penelitian Siklus II Setelah diadakan penelitian tindakan kelas pada siswa usia 5-6 tahun di PAUD Al Mirah Tanjung Morawa tahun ajaran 2021-2022 dengan melalui dua siklus ternyata membawa hasil yang memuaskan bagi peneliti. Tabel 3. Tabulasi Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Media Big Book PAUD Al Mirah siklus II No Indikator BB MB BSH BSB Persentase Anak mengerjakan tugas disekolah 1 bersama teman sekelasnya 5% 10% 85% Anak mendengar dan berbicara 1 sederhana dengan urutan yang 5% 5% 90% mudah untuk dipahami Anak mengingat kalimat cerita 1 sesuai dengan kata-kata sendiri 5% 10% 85% Anak berbicara dan memahami 1 kata-kata yang telah dibaca dan di 5% 5% 90% Pada tabel di atas, setelah di adakan tindakan siklus II diketahui bahwa: Anak mengerjakan tugas Bersama teman sekelasnya yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 0 anak dengan persentase . %), mulai ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 115 - 129 berkembang (MB) sebanyak 1 anak dengan persentase . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 2 anak dengan persentase . %) dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 17 anak . %) Anak mendengar dan berbicara sederhana dengan urutan yang mudah dipahami yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 0 anak dengan persentase . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 1 anak dengan persentase . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 1 anak dengan persentase . %) dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 18 anak dengan persentase . %). Anak mengingat kalimat cerita sesuai dengan kata-kata sendiri yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 0 anak dengan persentase . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 1 anak dengan persentase . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 2 anak dengan persentase . %) dan berkembang sangat baik (BSB) Sebanyak 17 anak . %) Anak mampu berbicara dan memahami kata kata yang telah dibaca dan didengarkan yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 0 anak dengan persentase . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 1 anak dengan persentase . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 1 anak dengan persentase . %) dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 18 anak dengan persentase . %). Maka dari tabel diatas perbedaan meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui media Big Book dapat dilihat dari grafik dibawah ini: Chart Title 85% 90% 85% 90% 10%0% 5%0% 10%0% Anak Anakmengerjakan Anak Anak cerita sesuai kata-kata kata-kata dibaca dan di untuk dipahami BSH BSB Gambar 3. Grafik Persentase Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Melalui Media Big Book Siklus II ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 115 - 129 PEMBAHASAN Hasil rata-rata meningkatkan kemampuan berbicara anak melalui media Big Book pada prasiklus adalah 8,75%. Rendahnya hasil yang dicapai pada pelaksanaan tindakan prasiklus sehingga diperlukan penelitian pada siklus I dengan menggunakan media Big Book. Penelitian pada tindakan bertujuan untuk memperbaiki kelemahan yang ditemukan maka pada pelaksanaan siklus I dan siklus II. Dari Prasiklus dapat di jelaskan mengapa kemampuan berbicara anak di PAUD Al Mirah belum berkembang. Di PAUD Al Mirah Jumlah ratarata anak pada Pra siklus adalah 8,75 % dimana dalam penjelasan bab i bahwa kriteria keberhasilan Tindakan di kategorikan belum berkembang. Penyebab belum meningkatnya kemampuan berbicara di PAUD Al Mirah disebabkan oleh kurangnya peran dari guru dalam melaksanakan kegiatan untuk meningkatkan khususnya kemampuan berbicara anak, kurangnya kosakata anak akibat dari minimnya media yang digunakan dalam pembelajaran seharihari, kurangnya pelatihan kemandirian yang memacu anak untuk berkreativitas sehingga dari kegiatan tersebut baik secara individu atau kelompok terganggu hal ini berdampak pada diri anak dalam kemampuan ketika kemampuan berbicara anak tidak di asah dengan baik dan tepat maka akan terjadi jenuh, bosan sehingga membuat anak terdiam dan tidak bisa mengutarakan memulai pembicaraan, serta mengutarakan apa yang ada di hati dan didalam pikirannya. Sehingga tehnik dan cara guru adalah salah satu cara untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan berbicara Dari ke empat indikator tersebut indikator yang Belum Berkembang (BB) yang paling tinggi yaitu anak mengingat cerita sesuai dengan kata-kata sendiri dan indikator paling tinggi berkembang sangat baik (BSB) anak mendengar dan berbicara sederhana dengan urutan yang mudah di pahami. Setelah di lakukan pra siklus anak mulai di perkenalkan dengan sebuah media yaitu Big Book. Big Book buku gambar yang dipilih untuk di besarkan dan memiliki kwalitas khusus. Dimana Big Book dapat membantu anak untuk lebih mengembangkan kemampuan berbicara. Pada pembahasan siklus I dengan rata-rata total persen 55% dimana pada tahap siklus I belum berkembang sesuai dengan kriteria keberhasilan Tindakan. Dimana pada siklus I terdapat berbagai macam kendala pada sat diadakan penelitian tehnik guru dalam mengajar riang terkesan monoton dan tidak menarik sehingga membuat beberapa anak kurang merespon pembelajaran media Big Book, untuk Sebagian anak sudah merespon pembelajaran dengan media Big Book dan mengapresiasi sehingga pembelajran di kelas mulai aktif dan membuat anak lebih semangat dalam kegiatan bercerita dan mulai mengekspresikan diri. Dalam siklus I berdasarkan grafik di atas indikator Belum Berkembang (BB) yang paling tinggi yaitu anak ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 115 - 129 mendengar dan berbicara sederhana dengan urutan yang mudah dipahami dan grafik yang paling tinggi Berkembang Sangat Baik (BSB) indikatornya anak berbicara dan memahami kata-kata yang telah dibaca dan didengarkan. Tabel 4. Tabulasi Pembahasan hasil penelitian Perkembangan Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Melalui Media Big Book Pra Siklus. Siklus I. Siklus II Pra Siklus Siklus I Siklus II Indikator BSH BSB BSH BSB BSH BSB Anak mengerjakan tugas disekolah bersama teman 5% 0% 25% 15% 10% 85% Anak sederhana 10% 5% mudah untuk dipahami Anak mengingat kalimat cerita sesuai dengan kata- 5% kata sendiri Anak memahami kata-kata yang 5% JUMLAH Ketentuan keberhasilan penelitian ini adalah BSB dan BSH maka dapat diketahui peningkatan keberhasilan berbicara anak melalui kegiatan Big Book Di PAUD Al-Mirah dengan rata-rata . 75%) pada pra siklus, selanjutnya hasil rata rata kelas pada siklus 1 yaitu . %), kemudian pada siklus II rata rata diperoleh anak adalah . %). Hal ini menunjukkan bahwa penelitian ini telah berhasil dilakukan melalui media Big Book dalam meningkatkan kemampuan berbicara di PAUD Al-Mirah Tanjung Morawa. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan dari penelitian ini bahwa dapat di simpulkan sebagai berikut: Pada Prasiklus mengalami perubahan sebanyak 8,75% dari anak yang bersemangat melakukan berbagai kegiatan. Tergolong rendah dan Belum Berkembang (BB) atau kurang baik. Pada siklus I mengalami perubahan ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 115 - 129 53,75% dengan demikian peningkatan kemampuan anak masih tergolong rendah sebanyak 45% (Belum Berkemban. atau cukup. Pada siklus II kemampuan Berbicara pada anak adalah 95% dengan demikian peningkatan sebanyak 50% Pada siklus II (Berkembang Sangat Bai. Media Big Book dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak usia 5-6 Tahun di PAUD Al Mirah. Pra siklus Berdasarkan indikator belum berkembang (BB) yang paling tinggi yaitu Anak mengingat kalimat cerita sesuai dengan kata-kata sendiri, dan indikator yang paling tinggi berkembang sangat baik (BSB) indikatornya anak berbicara dan memahami kata-kata yang telah di baca dan didengarkan. Siklus I Berdasarkan indikator belum berkembang (BB) yang paling tinggi yaitu Anak mendengar dan berbicara sederhana dengan urutan yang mudah untuk dipahami, dan indikator yang paling tinggi berkembang sangat baik (BSB) indikatornya anak berbicara dan memahami kata-kata yang telah di baca dan didengarkan. Siklus II Berdasarkan indikator belum berkembang (BB) yang paling tinggi yaitu tidak ada . %) dan indikator yang paling tinggi berkembang sangat baik (BSB) ialah keempat indikatornya yaitu dengan perolehan nilai persentase 95%. Dari beberapa Pra siklus, siklus I dan siklus II terjadi peningkatan sebanyak 95% sehingga melaui media Big Book dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak usia 5-6 Tahun PAUD Al Mirah. DAFTAR PUSTAKA