1313 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Sosialisasi Meningkatkan Minat Menabung Sejak Dini Kepada Siswa SDN 1 dan SD Inpres Kelurahan Tataaran Satu Rahel Widiawati Kimbal1, *Supriyanto2. Stanny Sicilia Rawung3. Nadya Lestari Vega Br Ginting4. Jelita Novianna Sipahutar5. Helmiyanti Sampe Martinus6. Kyki Lumban Gaol7. George Gamaliel Sarubang8 1,2,3,4,5,6,7,8 Jurusan Ilmu Ekonomi. Universitas Negeri Manado. Indonesia *Coresponding Author: supriyanto@unima. Article History: Received: 20 Juli 2025 Revised: 28 Juli 2025 Accepted: 01 Agustus 2025 Keywords: sosialisasi, menabung, kebiasaan keuangan, anak usia dini, edukasi finansial. Abstract: Kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya menabung merupakan langkah strategis dalam membentuk kebiasaan keuangan yang sehat sejak usia dini. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran anak usia dini mengenai manfaat menabung serta cara-cara yang efektif dalam melakukannya. Pendekatan edukatif yang digunakan bersifat interaktif, meliputi penyuluhan, simulasi menabung, dan distribusi media informasi, yang bertujuan untuk mengajak peserta memahami bahwa menabung tidak hanya sebatas menyimpan uang, tetapi juga melibatkan pembentukan disiplin, kemandirian, dan perencanaan masa depan. Metode yang diterapkan dalam sosialisasi ini mencakup penyampaian materi serta studi kasus yang relevan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan minat peserta terhadap praktik menabung, yang menjadi indikator positif dalam mendorong terbentuknya kebiasaan finansial yang berkelanjutan. PENDAHULUAN Pengelolaan keuangan yang sehat harus dimulai sejak usia dini. Menurut Gunawan . , sosialisasi merupakan proses penyampaian pesan yang bertujuan untuk mengubah perilaku, pendapat, dan sikap individu. Salah satu aspek penting yang harus diajarkan adalah kebiasaan menabung, yang memiliki peran besar dalam membentuk perilaku finansial yang sehat. Menabung, sebagaimana dijelaskan oleh Mustakim et al. , adalah kegiatan menyimpan uang yang diperoleh dari pendapatan, dengan tujuan agar dapat digunakan di masa depan. Namun, meskipun manfaat menabung sangat besar, kesadaran untuk menabung di kalangan anak-anak masih tergolong rendah. Banyak anak-anak yang lebih memilih untuk menghabiskan uang saku mereka tanpa perencanaan, yang berdampak pada pengelolaan keuangan yang tidak sehat (Sari et , 2. Hal ini sesuai dengan temuan Margaretha dan Nisa . yang menyebutkan bahwa kebiasaan menabung harus diperkenalkan sejak dini agar anak-anak dapat belajar mengenai pengelolaan keuangan secara bijak. Kurangnya pemahaman tentang pentingnya menabung menyebabkan banyak anak yang tidak memiliki kebiasaan menyisihkan uang untuk kebutuhan jangka panjang. Seperti yang a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 diungkapkan oleh Ningrum et al. , kebiasaan menabung sangat berperan dalam mengajarkan disiplin, pengendalian diri, dan keterampilan dalam merencanakan masa depan. Tanpa adanya pengetahuan yang cukup tentang perbedaan antara keinginan dan kebutuhan, banyak anak yang lebih tertarik untuk menghabiskan uang mereka untuk hal-hal konsumtif, seperti jajanan dan mainan. Hal ini menunjukkan pentingnya pemberian edukasi tentang keuangan, khususnya dalam menanamkan budaya menabung sejak dini (Pulungan et al. , 2. Melalui pengenalan konsep pengelolaan uang, diharapkan anak-anak dapat lebih bijak dalam mengatur pengeluaran mereka di masa depan, sebagaimana yang disarankan oleh Khodijah et al. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya menabung dan memberikan pemahaman mengenai pengelolaan uang secara efektif. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan budaya menabung kepada anak-anak sejak dini melalui pendekatan yang edukatif dan interaktif. Dengan metode ini, diharapkan dapat menciptakan kebiasaan menabung yang berkelanjutan pada anakanak, serta mengajarkan mereka untuk lebih bijak dalam membedakan kebutuhan dan keinginan, sehingga dapat mengelola uang dengan lebih baik (Ningrum et al. , 2022. Astrini & Pangestu. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan edukasi visual dan interaktif melalui penyuluhan, simulasi menabung, dan distribusi materi edukatif yang relevan dengan konteks kehidupan anak-anak. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep menabung dengan cara yang mudah dipahami, serta mengajak peserta untuk langsung mempraktikkan cara menabung yang efektif. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan partisipasi aktif anak-anak dalam diskusi dan studi kasus sederhana mengenai pengelolaan uang yang dapat mereka aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan ini, diharapkan anak-anak dapat memahami manfaat menabung dan mengimplementasikannya dalam kebiasaan mereka sehari-hari (Pulungan et al. , 2019. Gloria et al. , 2. Sasaran utama dari kegiatan ini adalah siswa-siswi SDN 1 Tataaran 1 dan SD Inpres yang terletak di wilayah Kelurahan Tataaran 1. Pemilihan sasaran ini didasarkan pada usia mereka yang masih dalam tahap awal pembentukan kebiasaan finansial. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar tentang pentingnya menabung sebagai modal pengelolaan keuangan yang baik di masa depan (Sari et al. , 2022. Korselinda et al. , 2. METODE Metode yang digunakan dalam kegiatan sosialisasi ini berfokus pada penyampaian materi secara lisan yang dilengkapi dengan contoh kasus untuk mempermudah pemahaman peserta. Kegiatan ini dimulai dengan tahap observasi dan koordinasi dengan pihak sekolah, yaitu Kepala Sekolah SDN Tataaran 1 dan SD Inpres, untuk mendapatkan izin pelaksanaan serta memastikan ketersediaan tempat dan waktu yang sesuai untuk kegiatan sosialisasi. Setelah perizinan disetujui, dilakukan penentuan siswa yang akan mengikuti kegiatan tersebut. Dalam sosialisasi ini, anakanak diajak untuk memahami konsep dasar keuangan, terutama perbedaan antara keinginan dan kebutuhan, serta bagaimana cara menyisihkan uang jajan untuk menabung. Dengan pendekatan yang interaktif, peserta tidak hanya mendengarkan materi tetapi juga terlibat dalam diskusi dan simulasi yang memungkinkan mereka langsung mempraktikkan cara-cara sederhana menabung. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman anak-anak mengenai pentingnya menabung sejak usia dini, yang diharapkan dapat membantu mereka mengembangkan kebiasaan pengelolaan keuangan yang sehat di masa depan. Kegiatan ini dilaksanakan di dua sekolah yang terletak di Kelurahan Tataaran 1, yaitu SDN Tataaran 1 dan SD Inpres. Sosialisasi dilakukan selama dua hari, yaitu pada hari Senin, tanggal 19 Mei 2025, pukul 11. 30 hingga selesai, dan pada hari Jumat, tanggal 23 Mei 2025, 30 hingga selesai. Waktu pelaksanaan ini disesuaikan dengan jadwal yang telah disepakati bersama pihak sekolah. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan Kegiatan sosialisasi ini telah dilaksanakan di 2 . ua sekola. di Tataaran 1, yaitu SDN Tataaran 1 daN SD Inpres. Kegiatan ini dilakukan selama dua hari pada hari Senin pada tanggal 19 Mei 2025 dan hari Jumat pada tanggal 23 Mei 2025. Pengabdian ini dilakukan secara interaktif dengan memfokuskan kepada penyampaian materi yang dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan kegiatan tanya jawab untuk menstimulus keaktifan siswa. Penjelasan kegiatan sosialisasi menabung dapat diuraikan sebagai berikut. Gambar 1. Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan Penyampaian Materi Pada sesi ini, pemateri memberikan pengetahuan, pemahaman melalui penjelasaan tentang arti menabung, pentingnya menabung, tujuan menabung, manfaat menabung, dan konsep kebutuhan dan keinginan menabung. Adapun materi yang diberikan dalam proses sosialisasi adalah: Makna dan manfaat menabung Materi yang pertama pembentukan kebiasan-kebiasaan baik bagi anak-anak yaitu belajar hidup hemat. Mengingatkan anak untuk hidup hemat dengan slogan hemat pangkal kaya, dengan harapan anak akan termotivasi untuk rajin menabung. Menyampaikan kepada anak-anak bahwa uang tidak mudah untuk didapatkan, melaikan harus berusaha bekerja keras untuk mendapatkannya, sehinga kita harus mengahargai uang yang kita dapatkan sekecil apapun. Memberikan penjelasan mengenai kebutuhan dan keinginan Materi kedua yaitu kegiatan menaabung juga diberikan penjelasan mendalam mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Anak-anak diajak untuk memahami bahwa kebutuhan adalah hal-hal yang benar-benar diperlukan untuk hidup. Anak-anak juga diajarkan tentang jika a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 menginginkan sesuatu harus dimulai dengan menyisihkan uang jajan untuk mencapai apa yang mereka inginkan Gambar 2. Penyampaian Materi Kegiatan Sesi Diskusi Pada sesi diskusi ini, yaitu pemateri memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan pada hal-hal yang belum dimengerti. Pemateri juga memberikan pertanyaan kepada siswa terkait materi yang telah dijelaskan, tujuan dan manfaat mereka menabung, serta kerugian jika tidak membiasakan diri menabung. Kegiatan Pemberian Hadiah Pada sesi ketiga ini, kegiatan pemberian hadiah yaitu proses memberikan penghargaan kepada siswa sebagai bentuk apresiasi atau motivasi. Dan pada akhir dari dari pertemuan ini, diakhiri dengan membagikan media berupa celengan. Hal ini dilakukan agar terjadi proses kelanjutan dalam menabung di kehidupan sehari-hari. Gambar 3. Pemberian Hadiah a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 Evaluasi Kegiatan Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat evaluasi merupakan rangkaian akhir dalam Tujuan Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan sosialisasi berhasil mencapai tujuannya, yaitu meningkatkan pemahaman dan minat peserta untuk menabung sejak usia dini. Evaluasi yang dilakukan setelah kegiatan sosialisasi kepada para siswa untuk menyapaikan saran dan kritik. Adapun kritik diantaranya adalah keterbatasan waktu dalam penyampaian sosialisasi. Oleh karena itu diperlukan tindak lanjut berupa kegiatan lanjutan program atau pelatihan pengelolaan uang saku. Demikian Kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar dan mendapatkan respons positif dari peserta. Minat anak-anak untuk menabung menunjukkan peningkatan, dan materi yang disampaikan berhasil menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kebiasaan menabung sejak dini. KESIMPULAN Dari kegiatan sosialisasi yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa pentingnya mengajarkan anak-anak sejak dini mengenai pengelolaan keuangan, terutama dalam menyisihkan uang untuk menabung. Meskipun konsep ini bukanlah hal baru, masih banyak orang tua yang belum menerapkan kebiasaan ini pada anak-anak mereka, disebabkan oleh kurangnya pemahaman mengenai perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Kegiatan sosialisasi ini, yang mengenalkan konsep menabung sejak dini, terbukti menjadi metode yang efektif untuk mengajarkan anak-anak agar terbiasa menabung. Dengan demikian, diharapkan anak-anak dapat mengembangkan keterampilan mengelola keuangan serta memiliki kecerdasan finansial yang baik di masa depan. Melalui pendekatan edukatif ini, anak-anak tidak hanya memahami pentingnya menabung, tetapi juga diajarkan cara-cara praktis untuk memisahkan pengeluaran yang bersifat kebutuhan dan keinginan. Untuk kegiatan selanjutnya, disarankan agar siswa diberikan kesempatan untuk lebih mempraktikkan menabung dalam kehidupan sehari-hari, baik melalui program tabungan di sekolah maupun dengan melibatkan orang tua mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat lebih mendalam dalam mengenalkan konsep keinginan dan kebutuhan, sehingga siswa dapat lebih memahami bahwa menabung adalah bagian penting dari perencanaan masa depan yang sehat secara finansial. PENGAKUAN/ACKNOWLEDGEMENTS Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala Sekolah. Guru, serta Siswa-Siswi yang telah memberikan waktu, tempat, dan dukungan untuk pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini. Partisipasi dan antusiasme yang ditunjukkan oleh siswa dan siswi sangat berharga dalam meningkatkan pemahaman mereka mengenai pentingnya menabung sejak dini. Kami juga menyampaikan penghargaan yang tulus kepada Universitas Negeri Manado. Pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Pimpinan Jurusan Ilmu Ekonomi yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini, sehingga dapat terlaksana dengan baik. Dukungan dan kerja sama yang diberikan sangat berarti dalam mewujudkan tujuan edukasi literasi keuangan bagi generasi muda. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Agustus 2025 DAFTAR REFERENSI Gunawan. Sosialisasi dalam perubahan perilaku konsumen. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8. , 198-210. Mustakim. Sari. , & Wahyuni. Menabung dan pengelolaan keuangan pada anak usia dini. Jurnal Pendidikan Ekonomi, 10. , 45-59. Sari. Nugroho. , & Widiastuti. Pengelolaan keuangan untuk anak usia dini: Konsep dan implementasi. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 19. , 70-81. Margaretha. , & Nisa. Menumbuhkan Budaya Gemar Menabung pada Anak Usia Dini dan Meningkatkan Kreativitas dengan Menghias Celengan. Jurnal Abdimas Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, 5. , 1Ae7. Ningrum. Rahmat. , & Wijaya. Kebiasaan menabung dan pengelolaan uang pada anak-anak. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 13. , 101-110. Pulungan. Hasibuan. , & Anggraini. Menanamkan kebiasaan menabung pada anak: Kontribusi terhadap perilaku finansial di masa depan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4. , 217-229. Khodijah. Maulana. , & R. Edukasi Tentang Pentingnya Memanage Keuangan Dan Menabung Sejak Dini Dengan Membuat Celengan Lucu. Jurnal Edukasi, 1. Gloria A. Rante. Jossep Titirloloby. Gloria Sitaniapessy. Laury M. Ch. Huwae. Angela Ruban, & Gratia D. Manuputty. Sosialisasi Gemar Menabung Sejak Dini pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 8 Ambon. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Dan Teknologi, 2. , 95Ae103. Astrini, & Pangestu. Peningkatan Kesadaran Menabung Sejak Dini Melalui Sosialisasi Pentingnya Menabung di SDN Cibingbin 01. ALMUJTAMAE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1. , 116Ae124. Korselinda. Yusmaniarti. , & Hamron. Literasi Keuangan Melalui Gemar Menabung Pada Anak Sejak Dini di SD Negeri 15 Kota Bengkulu Kelurahan Tanah Patah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA), 2. , 10Ae15. ISSN : 2828-5700 .