CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2025 ALE RASA BETA RASA Filosofi Hidup Dalam Merawat Ikatan Keluarga Maluku Tengah di Kabupaten Jayapura Jolanti Wisje Pentury Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani yolantipentury@gmail. Abstrak Filosofi AuAle Rasa Beta RasaAy memiliki makna mendalam bagi masyarakat Maluku, mewujudkan harmoni komunal, empati, dan saling pengertian. Filosofi ini berfungsi sebagai kompas moral bagi orang Maluku untuk membina ikatan persaudaraan yang kuat. Namun, implementasi nilai-nilai ini di Jayapura menghadapi tantangan, seperti perbedaan latar belakang pendidikan, sosial, dan ekonomi yang menciptakan ketidaksetaraan dalam interaksi sosial dan pembentukan hubungan antarindividu. Penelitian ini bertujuan menganalisis AuAle Rasa Beta RasaAy sebagai filosofi hidup dalam merawat ikatan Keluarga Maluku Tengah di Kabupaten Jayapura menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi ini mengajarkan kebersamaan, saling membantu, dan toleransi beragama. Sikap saling menghormati dan menghargai menunjukkan bahwa Keluarga Maluku di Jayapura tidak membeda-bedakan anggotanya berdasarkan status sosial atau agama. Nilai-nilai Ale Rasa Beta Rasa mencakup toleransi dalam aspek sosial dan agama, tetap relevan dan diterapkan oleh masyarakat Maluku di Jayapura. Kesimpulannya, filosofi AuAle Rasa Beta RasaAy merupakan simbol kebersamaan, toleransi, dan solidaritas dalam kehidupan masyarakat Maluku Tengah di Kabupaten Jayapura. Dengan mengedepankan nilainilai ini, komunitas dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai, serta mencegah perpecahan. Filosofi ini juga mengajarkan pentingnya bekerja sama dan saling mendukung dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam konteks keluarga maupun komunitas yang lebih luas, memperkuat ikatan komunitas dan memberikan dukungan moral yang kuat bagi masyarakat Maluku di tanah rantau. Kata Kunci: Filosofi Hidup. Ale Rasa Beta Rasa. Ikatan Keluarga Maluku Tengah. Kabupaten Jayapura Abstract The philosophy of AuAle Rasa Beta RasaAy has a deep meaning for the Moluccan people, embodying communal harmony, empathy, and mutual understanding. This philosophy serves as a moral compass for Maluku people to foster strong bonds of However, the implementation of these values in Jayapura faces challenges, such as differences in educational, social, and economic backgrounds that create inequalities in social interactions and the formation of relationships between individuals. This research aims to analyze AuAle Rasa Beta RasaAy as a philosophy of life in nurturing Central Maluku Family ties in Jayapura Regency using a qualitative approach. The results show that this philosophy teaches JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2025 togetherness, mutual help, and religious tolerance. The attitude of mutual respect and appreciation shows that the Maluku Family in Jayapura does not differentiate its members based on social status or religion. The values of Ale Rasa Beta Rasa, including tolerance in social and religious aspects, are still relevant and applied by the Moluccan community in Jayapura. In conclusion, the AuAle Rasa Beta RasaAy philosophy is a symbol of togetherness, tolerance and solidarity in the life of the Central Maluku community in Jayapura Regency. By prioritizing these values, the community can create a harmonious and peaceful environment, and prevent This philosophy also teaches the importance of working together and supporting each other in every aspect of life, both in the context of family and the wider community, strengthening community ties and providing strong moral support for the Moluccan people in the overseas land. Keywords: Life Philosophy. Ale Rasa Beta Rasa. Central Maluku Family Association. Jayapura Regency Pendahuluan Filosofi AuAle Rasa Beta RasaAy menjadi simbol persaudaraan yang sangat mendalam bagi masyarakat Maluku. Filosofi ini mengajarkan bahwa perasaan seseorang harus dapat dirasakan oleh orang lain, menciptakan empati dan solidaritas yang kuat dalam masyarakat (Anwar et al. , 2020. Elisa Laiuluy, 2023. Sopamena, 2020. Toisuta et al. , 2. Ungkapan ini sering disandingkan dengan AuPotong di Kuku Rasa di Daging,Ay yang menggambarkan betapa eratnya hubungan persaudaraan di Maluku, sehingga jika satu orang merasakan sakit, yang lain pun ikut merasakannya (Atabara, 2023. Elisa Laiuluy, 2023. Sopamena, 2. Filosofi AuAle Rasa Beta RasaAy memiliki makna yang mendalam bagi Maluku, mewujudkan esensi harmoni komunal, empati, dan saling pengertian. Perasaan atau empati bersama, merangkum gagasan bahwa kebahagiaan dan perjuangan seseorang dirasakan oleh orang lain. Filosofi ini berfungsi sebagai kompas moral yang membimbing orang Maluku untuk membina ikatan persaudaraan yang kuat (Matakena et al. , 2020. Yakob Godlif Malatuny, 2. Bahkan sebagai identitas budaya dimana mewakili identitas budaya yang melampaui ekspresi linguistik belaka, bertindak sebagai batas yang menyatukan orang-orang Maluku sambil membedakan mereka dari orang luar. Identitas ini berakar pada ingatan kolektif dan praktik sehari-hari masyarakat, menekankan pentingnya kekerabatan dan solidaritas. Di luar implikasi sosialnya. AuAle Rasa Beta RasaAy mencakup dimensi filosofis dan etika, yang mencerminkan nilai-nilai metafisik, estetika, dan agama. Hal ini dapat membimbing masyarakat dalam mencapai kehidupan yang harmonis, didasarkan pada prinsip-prinsip solidaritas dan saling membantu (Malatuny, 2020. Matakena et al. , 2. Dalam konteks ikatan keluarga Maluku Tengah (Ikemalte. di Kabupaten Jayapura, filosofi ini menjadi penting dalam merawat dan memperkuat persekutuan. Meskipun berada jauh dari kampung halaman, nilai-nilai AuAle Rasa Beta RasaAy mesti menjadi pedoman dalam menjaga harmoni dan kebersamaan dalam Nilai ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dari acara keluarga JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2025 hingga kegiatan sosial, yang semuanya didasarkan pada prinsip saling membantu dan bekerja sama. Ale Rasa Beta Rasa bukan sebatas memainkan peran penting dalam memperkuat ikatan sosial tetapi juga membantu dalam penyelesaian masalahmasalah sosial dan ekonomi secara kolektif. Sebab, filosofi ini mendorong semangat kolektif dan kerja sama, memastikan bahwa kepentingan komunal ditempatkan di atas keuntungan individu (Anwar et al. , 2020. Matakena et al. , 2020. Wenno, 2. Namun, implementasi nilai-nilai ini di Jayapura juga menghadapi Perbedaan latar belakang pendidikan, sosial, ekonomi, turut menyumbang ketidaksetaraan dalam interaksi sosial dan pembentukan hubungan antar individu di dalam persekutuan. Bahkan sering kali memiliki pandangan, nilai, dan cara pandang yang berbeda pula, yang bisa menghambat komunikasi dan kolaborasi yang efektif. Padahal filosofi AuAle Rasa Beta RasaAy memainkan peran penting dalam menjaga keharmonisan dan perdamaian dalam masyarakat yang beragam. Mengajarkan bahwa terlepas dari perbedaan, setiap orang dapat berbagi perasaan dan pengalaman yang sama, yang menyatukan orang Maluku di berbagai tempat (Elisa Laiuluy, 2. Peluang untuk memperkuat ikatan sosial yang lebih kuat dan harmonis pada Keluarga Maluku Tengah di Kabupaten Jayapura sangat besar jika nilai-nilai AuAle Rasa Beta RasaAy diterapkan secara konsisten. Metode Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode ini dipilih untuk menggali makna AuAle Rasa Beta Rasa sebagai Filosofi Hidup untuk Merawat Ikatan Keluarga Maluku Tengah di Kabupaten JayapuraAy. Pendekatan kualitatif merupakan metode untuk mengeksplorasi dan memahami makna yangAi oleh sejumlah individu atau sekelompok orangAidianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan (Creswell, 2. Lebih dari itu, penelitian kualitatif memiliki karakteristik yang unik yaitu mendeskripsikan suatu keadaan yang sebenarnya secara ilmiah, dengan demikian laporannya bukan sekedar bentuk laporan suatu kejadian tanpa suatu interpretasi ilmiah (Muchtar, 2. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti menggunakan teknik melalui wawancara mendalam . epth intervie. , observasi, dan studi dokumentasi berupa pengumpulan data-data atau dokumentasi yang berkaitan dengan tema penelitian ini. Hasil dan Pembahasan Nilai-nilai Sosial dalam Ale Rasa Beta Rasa Ale Rasa Beta Rasa merupakan sebuah filosofi yang kuat dalam budaya Maluku, khususnya terkait konsep Pela Gandong yang mengajarkan tentang pentingnya persatuan dan kerukunan. Secara harfiah, frasa ini berarti Aukamu rasa, saya rasa,Ay yang menekankan pentingnya saling merasakan apa yang dialami oleh JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2025 orang lain (Anwar et al. , 2020. Elisa Laiuluy, 2023. Matakena et al. , 2020. Tuhuteru, 2. Dalam konteks nilai-nilai sosial, filosofi ini mencakup solidaritas, empati, dan kebersamaan yang sangat kuat. Konsep ini tidak hanya diterapkan di Maluku tetapi juga di kalangan masyarakat Maluku yang merantau, termasuk di Kabupaten Jayapura. Filosofi ini berperan penting dalam memelihara hubungan harmonis dan toleransi antar umat beragama di tanah rantau. Hasil penelitian menemukan kandungan nilai-nilai sosial dalam Ale Rasa Beta Rasa. Kesatu, filosofi Ale Rasa Beta Rasa mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan saling membantu, yang sangat dibutuhkan dalam masyarakat modern yang seringkali menghadapi berbagai tantangan sosial. Nilai-nilai ini memupuk rasa solidaritas dan kekeluargaan, yang penting untuk menjaga keharmonisan dalam komunitas yang beragam. Di tengah berbagai masalah sosial yang sering muncul, seperti konflik antar kelompok dan perpecahan, nilai-nilai ini menjadi landasan yang kuat untuk menciptakan lingkungan yang lebih damai dan Kedua, dalam kehidupan masyarakat Maluku di Jayapura, toleransi beragama menjadi salah satu nilai yang dijunjung tinggi. Anggota Ikatan Keluarga Maluku Tengah (Ikemalten. saling menghormati dan menghargai perbedaan agama yang ada, dengan kesadaran bahwa mereka berasal dari satu pulau yang kaya akan keragaman suku, agama, dan ras. Sikap ini mencerminkan nilai-nilai Ale Rasa Beta Rasa dalam kehidupan sehari-hari. Toleransi beragama tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga diwujudkan dalam interaksi sehari-hari yang penuh dengan penghargaan terhadap perbedaan keyakinan. Ketiga. Anggota Ikemalteng selalu menerima pendapat yang konstruktif tanpa memaksakan kehendak, sehingga keputusan yang diambil adalah hasil kesepakatan bersama yang tidak merugikan pihak lain. Sikap saling menghormati dan menghargai ini menunjukkan bahwa mereka menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi dan kebebasan individu dalam organisasi. Keputusan-keputusan yang diambil secara kolektif dan inklusif ini membantu menjaga kestabilan organisasi dan memastikan bahwa semua suara didengar dan dihargai. Keempat. Keluarga Maluku di Jayapura tidak membeda-bedakan anggotanya berdasarkan status sosial atau agama. Mereka memandang semua orang sama di mata Tuhan, baik yang beragama Islam maupun Kristen. Sikap inklusif ini mencerminkan nilai-nilai keadilan dan kesetaraan yang diajarkan dalam Ale Rasa Beta Rasa. Semua anggota komunitas diperlakukan dengan adil dan setara, sehingga tidak ada yang merasa terpinggirkan atau diabaikan. Kelima, dalam kegiatan ibadah dan pertemuan keluarga, anggota Ikemalteng duduk berdampingan tanpa memandang perbedaan agama. Mereka beribadah kepada Tuhan sesuai dengan agama masing-masing, dan saling menghormati jadwal ibadah satu sama lain. Sikap ini menunjukkan bagaimana toleransi dan penghormatan dalam beribadah diterapkan dalam kehidupan seharihari. Ale Rasa Beta Rasa mempromosikan lingkungan inklusif di mana kebutuhan dan kontribusi setiap individu dihargai. Penghormatan terhadap JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2025 keragaman ini memperkuat kemampuan ikatan komunitas untuk menavigasi kompleksitas pembelajaran online, memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal karena keterbatasan teknologi atau keuangan (Anwar et al. , 2. Dengan demikian, ikatan spiritual di antara anggota komunitas tetap kuat meskipun mereka memiliki keyakinan yang berbeda. Keenam, dalam setiap pertemuan dan ibadah, anggota Ikemalteng berusaha untuk selalu berkomunikasi dengan baik. Mereka saling mendukung dan memberikan nasihat, yang membantu memelihara hubungan yang harmonis dan mencegah terjadinya konflik. Komunikasi yang baik adalah kunci untuk membangun kesepahaman dan memperkuat ikatan kekeluargaan. Dengan komunikasi yang terbuka dan jujur, berbagai masalah dapat diselesaikan dengan cepat dan efektif. Ungkapan AuAle Rasa Beta RasaAy memiliki makna budaya yang mendalam bagi masyarakat Maluku, melambangkan perasaan bersama dan saling pengertian antara individu, kelompok, desa, etnis, dan agama (Wenno, 2. Ungkapan ini dapat menginspirasi Ikemalteng untuk menumbuhkan hubungan sosial yang lebih baik dan rasa kebersamaan. Dengan merangkul kebijaksanaan budaya ini, masyarakat dapat bekerja sama untuk menyelesaikan perselisihan dan menjaga Ketujuh, nilai-nilai Ale Rasa Beta Rasa juga mencakup toleransi dalam aspek status sosial. Anggota Ikemalteng saling menghargai dan menghormati perbedaan status sosial dalam masyarakat, dan berusaha untuk saling membantu dalam menghadapi kesulitan. Sikap ini memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas di antara mereka. Dengan saling menghargai perbedaan status sosial, ikatan ini mampu menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung, di mana semua anggota merasa diterima dan dihargai. Rasa hormat menjadi nilai sosial mendasar yang memastikan tradisi dan praktik setiap budaya dihormati dan Dengan menghargai dan menghormati perbedaan, masyarakat multikultural seperti Maluku menumbuhkan lingkungan di mana setiap individu merasa dihargai dan dipahami (Elisa Laiuluy, 2. Kedelapan, nilai-nilai budaya Ale Rasa Beta Rasa tetap relevan dan diterapkan oleh masyarakat Maluku di Jayapura. Meskipun berada di tanah rantau, mereka tetap menjaga tradisi dan nilai-nilai budaya yang mengajarkan tentang pentingnya persatuan dan kerukunan. Hal ini membantu mereka untuk tetap merasa dekat dengan kampung halaman dan menjaga identitas budaya mereka. Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi di perantauan, nilai-nilai ini memberikan kekuatan dan dukungan moral bagi mereka. Ale Rasa Beta Rasa merayakan kekuatan yang ditemukan dalam Hal ini mengakui bahwa sementara individu memiliki latar belakang, keyakinan, dan pengalaman yang berbeda, kemampuan untuk berempati satu sama lain adalah kekuatan pemersatu (Tuhuteru, 2. Prinsip ini merupakan landasan untuk membangun masyarakat kohesif yang menghargai dan memanfaatkan warisan budayanya yang beragam. JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2025 Ale Rasa Beta Rasa merupakan filosofi hidup yang penting dalam budaya Maluku. Nilai-nilai yang diajarkan dalam konsep Pela Gandong, seperti toleransi, saling menghormati, dan solidaritas, tetap relevan dan diterapkan oleh masyarakat Maluku di Jayapura. Melalui penerapan nilai-nilai ini, ikatan ini mampu menjaga keharmonisan dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat, meskipun berada di tanah rantau dan menghadapi berbagai perbedaan. Nilai-nilai ini tidak hanya membantu mereka untuk bertahan, tetapi juga untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang penuh dengan keragaman dan tantangan. Ale Rasa Beta Rasa: Merawat Ikatan Keluarga Maluku Tengah Pada intinya. AuAle Rasa Beta RasaAy adalah tentang menyentuh AurasaAy kemanusiaan, yang secara alami mengarah pada kedamaian dan harmoni. Dengan memahami dan merasakan apa yang orang lain rasakan, individu lebih cenderung terlibat dalam tindakan yang mempromosikan perdamaian komunal daripada Praktek AuAle Rasa Beta RasaAy melibatkan penggunaan perasaan yang Hal ini menunjukkan bahwa dengan melibatkan emosi dan pemahaman kita secara positif, kita dapat menerapkan praktik yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menumbuhkan rasa memiliki dan peduli di antara sesama (Sopamena, 2020. Wenno, 2. Filosofi berfungsi sebagai alat yang ampuh untuk merawat hidup masyarakat, terutama dalam Ikatan Keluarga Maluku Tengah di Jayapura. Hasil penelitian menemukan beberapa hal menarik diantaranya: Kesatu, sesama anggota Ikemalteng selalu saling menghormati dan menghargai satu sama lain dalam organisasi tanpa membedakan agama yang dianut. Kesadaran bahwa mereka berasal dari satu daerah yang sama. Sikap ini mencerminkan nilai-nilai toleransi yang tinggi, di mana setiap anggota organisasi bebas menyampaikan pendapat asalkan tidak merugikan orang lain. Mereka tidak memaksakan kehendak kepada orang lain, memahami bahwa setiap orang memiliki hak dan keinginan masing-masing, yang jika diabaikan bisa menimbulkan masalah dalam organisasi. Kedua, anggota Ikemalteng yang beragama Kristen menunjukkan sikap toleransi yang luar biasa dalam beribadah. Mereka duduk berdampingan tanpa membeda-bedakan satu sama lain. Fokus mereka adalah kepada Tuhan, bukan kepada siapa yang ada di samping atau di belakang mereka. Ada kalanya beberapa anggota tidak hadir karena kesibukan dalam organisasi lain, namun pengurus Ikemal selalu berusaha mengajak semua saudara untuk bergabung dan beribadah Hal ini agar mereka bisa merasakan suasana hangat seperti di kampung halaman dan mendapatkan nasihat dari para pengurus. Ketiga, anggota Ikemalteng saling merangkul, saling menghargai dan menghormati, serta saling tolong-menolong. Prinsip bahwa jika satu orang merasa susah, yang lain juga ikut merasakan hal tersebut diterapkan dengan baik. Hal ini mencerminkan sikap saling berbagi dan mengasihi satu sama lain. Ketika ada persoalan yang membuat mereka merasa senang, kebahagiaan itu dirasakan Demikian pula dalam duka, rasa tersebut juga dirasakan bersama sebagai satu kesatuan hati. JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2025 Keempat, dalam kehidupan sosial, anggota keluarga Maluku Tengah saling menghargai satu sama lain. Mereka memahami bahwa setiap individu memiliki latar belakang dan keyakinan yang berbeda, namun hal itu tidak menghalangi mereka untuk tetap bersatu dan saling menghargai. Saling menghargai ini bukan hanya dalam konteks keagamaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kegiatan organisasi. Kelima, prinsip Ale Rasa Beta Rasa juga terlihat dalam sikap saling membantu antar anggota. Ketika satu anggota mengalami kesulitan, anggota lainnya dengan sigap membantu. Hal ini mencerminkan rasa solidaritas dan persaudaraan yang kuat di antara mereka. Sikap saling membantu ini membuat mereka merasa tidak sendirian dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Keenam, keluarga Maluku Tengah selalu menjaga kesatuan dan persatuan di antara Mereka menyadari bahwa berbagai perbedaan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk tetap bersatu. Kesatuan dan persatuan ini adalah kunci untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan di dalam organisasi. Ketujuh, dalam kehidupan di tanah rantau, keluarga Ikemalteng berusaha untuk tetap menjaga identitas budaya. Selalu mempraktikkan nilai-nilai budaya Ale Rasa Beta Rasa dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting untuk menjaga jati diri sebagai orang Maluku dan sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan budaya leluhur. Kedelapan, menjaga kebersamaan untuk menjadi lebih kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan. Ikemalteng selalu berusaha untuk menjaga kebersamaan ini dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam kegiatan keagamaan, sosial, maupun budaya. Kebersamaan ini adalah kekuatan utama yang membuat Ikemalteng tetap solid dan harmonis. Ale Rasa Beta Rasa bukan hanya frasa tetapi prinsip panduan yang memelihara empati, persatuan, dan pengembangan karakter di antara masyarakat Maluku. Pentingnya dalam menumbuhkan kohesi sosial dan mempromosikan budaya perdamaian dan pemahaman adalah bukti kekuatan kebijaksanaan lokal dalam membentuk masyarakat (Wenno, 2. Ungkapan AuAle Rasa Beta RasaAy telah merangkum nilai-nilai filosofis, etika, estetika, dan sosial. Hal ini menekankan cinta, keamanan, dan perdamaian, yang sangat penting bagi kesejahteraan masyarakat Maluku (Matakena et al. , 2. Dengan meningkatkan penggunaan ekspresi bahasa ini, masyarakat dapat menciptakan lingkungan hidup yang Simpulan Filosofi AuAle Rasa Beta RasaAy dalam kehidupan masyarakat Maluku Tengah di Kabupaten Jayapura merupakan simbol penting dari kebersamaan, toleransi, dan Nilai-nilai kebersamaan dan saling membantu yang diajarkan oleh filosofi ini sangat relevan dalam menghadapi tantangan sosial di masyarakat Dengan mengedepankan nilai-nilai ini, komunitas dapat menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai, sekaligus mencegah konflik dan perpecahan. Filosofi ini mengingatkan kita akan pentingnya bekerja sama dan saling JURNAL PROGDI PPKn. FKIP UNIVET BANTARA SUKOHARJO BEKERJA SAMA DENGAN ASOSIASI PROFESI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN (AP3KNI) JAWA TENGAH CIVIC EDUCATION AND SOCIAL SCIENCE JOURNAL (CESSJ) Volume 7 Nomor 2 Edisi Bulan Desember 2025 mendukung dalam setiap aspek kehidupan, baik itu dalam konteks keluarga maupun komunitas yang lebih luas. Di samping itu. AuAle Rasa Beta RasaAy juga mengajarkan tentang pentingnya toleransi beragama, yang sangat dihargai oleh anggota Ikatan Keluarga Maluku Tengah (Ikemalten. di Jayapura. Mereka saling menghormati dan menghargai perbedaan agama, serta mempraktikkan toleransi ini dalam kehidupan sehari-hari. Sikap inklusif dan demokratis dalam organisasi, di mana setiap pendapat didengar dan dihargai, mencerminkan penghormatan terhadap kebebasan individu. Dengan tidak membeda-bedakan anggota berdasarkan status sosial atau agama, nilai-nilai keadilan dan kesetaraan yang diajarkan dalam AuAle Rasa Beta RasaAy terus dipelihara dan diaplikasikan. Hal ini menciptakan komunitas yang kuat, inklusif, dan harmonis, di mana setiap individu merasa diterima dan dihargai. Nilai-nilai ini tidak hanya memperkuat ikatan komunitas tetapi juga memberikan dukungan moral yang kuat bagi masyarakat Maluku yang tinggal di tanah rantau. Referensi