Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 IDENTIFIKASI INTERLEUKIN-6 PADA PASIEN DIABETES MELITUS (DM) TIPE II YANG HIPERTENSI DAN NON HIPERTENSI Suwarny1 . Titi Purnama2. Helmawati Pasomba3. Email , titipurnam@gmail. com, suwarny73@gmail. D-IV Teknologi Laboratorium Medis Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Mandala Waluya ABSTRAK Diabetes Melitus adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah lebih tinggi dari normal atau hiperglikemia karena tubuh tidak dapat mensekresi atau menggunakan hormon insulin secara cukup. Salah satu penyakit yang sering menyertai penderita diabetes Melitus adalah Hipertensi. Pada DM Tipe 2 terjadi hiperglikemia yang cenderung menimbulkan stres oksidatif yang memicu auto oksidasi glukosa sehingga terbentuk ROS (Reactive Oxygen Spesie. , oksigen radikal akan merusak DNA inti sehingga proses glikolisis terganggu dan menyebabkan munculnya jalur AGE dan meningkatkan kadar IL-6 penyebab kerusakan vaskuler. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya Interleukin-6 (ILAe. pada pasien diabetes Melitus tipe II yang hipertensi dan non hipertensi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah seluruh penderita Diabetes Melitus tipe II yang menjalani perawatan inap dan perawatan jalan di Puskesmas Puuwatu Kota Kendari sebanyak 6 orang. Populasi tersebut kemudian dijadikan sebagai sampel. Usia tertinggi pasien DM Tipe II yang non hipertensi adalah 86 tahun dengan kadar glukosa 330 mg/dl serta tekanan darah 120/80 mm/Hg sedangkan yang usia terendah 45 tahun dengan kadar glukosa 245 mg/dl serta tekanan darah 110/90. Usia tertinggi pasien DM Tipe II yang hipertensi adalah 63 tahun dengan kadar glukosa 235 mg/dl serta tekanan darah 130/90 mm/Hg sedangkan yang usia terendah 46 tahun dengan kadar glukosa 249 mg/dl serta tekanan darah 140/100. Hasil pemeriksaan interleukin-6 pada pasien DM tipe 2 yang mengalami hipertensi dan non hipertensi dinyatakan negatif. Untuk penelitian selanjutnya pemeriksaan interleukin 6 pada penderita DM yang hipertensi dan non hipertensi perlu dilakukan dengan menggunakan metode ELISA dan menggunakan sampel dengan jumlah yang lebih banyak. Kata Kunci : Diabetes melitus. Hipertensi. Interleukin 6 Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 menjadi komplikasi diabetes seperti yang PENDAHULUAN Diabetes Melitus adalah suatu keadaan ditemukan pada beberapa penderita diabetes tinggi dari yang gagal melakukan perubahan gaya normal atau hiperglikemia karena tubuh tidak hidup, dengan memantau penyakit mereka dapat mensekresi atau (Irwansyah & Kasim, 2. dimana kadar gula darah lebih menggunakan hormon insulin secara cukup. Diabetes Melitus adalah Diabetes Melitus tipe 2 disebabkan salah satu kelompok penyakit metabolik dengan oleh resistensi perifer terhadap kerja insulin, karakterisitk yang terjadi akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau pun kedua - keduanya peningkatan produksi glukosa dalam hati. Sel beta penghasil insulin dalam pankreas tidak dirusak oleh reaksi autoimun yang risiko multifaktorial diluar kendali glikemik dimediasi sel. Tipe ini biasanya dimulai dari (Fariza, 2. Pada diabetes Melitus gula menumpuk di produksi insulin pada pankreas berkurang. dalam darah sehingga gagal masuk ke dalam sel. Yuli . menyatakan bahwa Pada DM Kegagalan ini terjadi karena kekurangan hormon Tipe 2 terjadi hiperglikemia yang cenderung insulin atau cacat fungsional. Hormon insulin menimbulkan stres oksidatif yang memicu yaitu hormon yang membantu masuknya gula auto oksidasi glukosa sehingga terbentuk Penyakit kronis seperti diabetes Melitus ROS (Reactive Oxygen Spesie. , oksigen sangat rentan terhadap gangguan fungsi yang radikal akan merusak DNA inti sehingga dapat menyebabkan kegagalan pada mata, ginjal, saraf, jantung dan pembuluh darah. menyebabkan munculnya jalur AGE dan Gangguan fungsi yang terjadi karena gangguan sekresi insulin dan gangguan kerja insulin atau kerusakan vaskuler. IL-6 Hipertensi adalah penyakit sebagai keduanya (Hasdianah, 2. peningkatan tekanan darah yang terus- penyebab risiko diabetes Melitus adalah gaya Umumnya, seseorang dikatakan hidup termasuk yang meliputi makanan atau menderita hipertensi jika tekanan darahnya aktivitas fisik seperti olahraga, pemantauan gula di atas 140/90 mmHg. Angka prevalensi Pandangan diperhatikan akan menjadi sebuah ancaman yang tidak hanya merupakan risiko tetapi akan cenderung lebih tinggi pada orang dengan Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. tingkat pendidikan rendah atau orang yang tidak p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 peningkatan komplikasi baik mikro dan (Sudarsono dkk, 2. Salah Melitus kadar lipid yang tidak normal menyertai penderita diabetes Melitus Hipertensi. Prevalensi tinggi hipertensi pada komplikasi aterosklerotik pada pasien penderita diabetes memiiki risiko 4 - 5 kali lipat dengan diabetes sebagai penyebab kematian jantung koroner dan komplikasi akan meningkat pada kondisi Berdasarkan data Dinas Kesehatan dimana diabetes dan hipertensi terjadi Provinsi Sulawesi Tenggara pada (Riskesdes, secara bersaman (Sihombing, 2. hasil pengukuran tekanan darah penduduk Hal serupa juga dikatakan oleh usia > 18 tahun menurut periode kabupaten / Yohanis Silih bahwa orang yang menderita kota . 9 Ae 2. , prevalensi hipertensi di diabetes Melitus terutama pada tipe 2 Sulawesi memiliki risiko 2 sampai 4 kali lebih signifikan pada periode . 4 Ae 2. menjadi rentan terhadap kematian akibat gangguan . 7%). Berdasarkan data Dinas Kesehatan kardiovaskular dibandingkan orang yang Provinsi tidak menderita diabetes Melitus dan hipertensi tertinggi terjadi di kabupaten Buton hipertensi terjadi 2 kali lebih rentan pada Selatan . 13%) dan terendah di kabupaten pasien diabetes Melitus daripada non Buton diabetes Melitus (Silih, 2. Tenggara Sulawesi Tengah . Tenggara . 96%). Kota Kendari menempati urutan ke 10 dari 17 kabupaten Interleukin 6 merupakan sitokin dengan prevalensi penderita hipertensi . yang berfungsi dalam hematopoiesis dan yang mendapatkan pelayanan kesehatan (Jabani regulasi respon inflamasi, autoimun, dan dkk, 2. fase akut. Interleukin 6 memodulasi sistem Hipertensi bersamaan dengan diabetes imun melalui beberapa mekanisme yang Melitus akan meningkatkan risiko hingga 60% mengontrol diferensial monosit dan monosit menjadi makrofag memodulasi diferensiasi limfosit B, meningkatkan produksi IgG dislipidemia berhubungan erat satu sama lain oleh limfosit B, dan mempromosikan respon yang merupakan faktor risiko aterosklerosis. Th2 dengan menghambat polarisasi Th1 Sekitar 50% orang dengan diabetes Melitus (Nurwidya dkk, 2. mengalami dislipidemia. Hal yang sama juga Interleukin 6 merupakan salah satu terjadi pada pasien hipertensi sekitar 50 - 80% sitokin proinflamasi yang dihasilkan oleh memilki dispilidemia. Hipertensi adalah sinyal monosit atau makrofag pada awal terjadinya Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. Inflamasi p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Gp130 peristiwa aterosklerosis, karena berhubungan diekskresikan di hampir semua jaringan . antung, hati, otot rangka, ginja. Di sisi kejadiannya dan penyakit kardiovaskular (Yasa lain, ekspresi IL- a terbatas dan karenanya dkk, 2. Infeksi Interleukin 6 terutama diekspresikan dalam mengakibatkan munculnya berbagai respon sel hati dan dalam subpopulasi leukosit imun yang diawali dengan peningkatan sel . onosit, neutrofil, sel B dan T), tetapi juga fagosit terhadap sumber infeksi. Sel fagosit di saraf, tulang, dan jaringan lain. dan lain - lain (Mawardi, 2. Interleukin 6 dapat diproduksi oleh selanjutnya memfagosit sel yang dianggap asing hampir semua sel stroma dan sel sistem Proses fagositosis pada makrofag imum seperti limfosit dilakukan oleh berbagai enzim dan yang paling makrofag, monosit, sel dendritik, sel mast dominan adalah lisozim. Hasil fagositosis sel dan non limfosit seperti fibroblast, sel asing akan berupa fragmen protein yang kemudian dipersentasikan ke sel T untuk proses mesangial dan tumor. Interleukin 6 adalah sitokin yang memiliki fungsi pleotrofik makrofag saat proses eliminasi antigen berguna mulai dari regulasi metabolisme hingga untuk aktivasi sel fagosit, sel T, dan sel B respon fase inflamasi, autoimun, dan akut (Besung dkk, 2. (Purwanti, 2. Berbagai Interleukin 6 mengikat dua glikoprotein METODE PENELITIAN membran yang berbeda reseptor yang bersama- Jenis penelitian ini adalah penelitian sama membentuk reseptor Interleukin Populasi penelitian ini adalah seluruh penderita Diabetes Melitus tipe II rotein tersebut adalah protein Interleukin a. CD. dan protein 130Da . CD. Reseptor ini adalah protein perawatan jalan di Puskesmas Puuwatu Kota membran tipe 1, yaitu mengandung domain Kendari sebanyak 6 orang. Populasi tersebut kemudian dijadikan sebagai sampel Protein membran tipe 1 lainnya GH. HASIL Karakteristik Responden Penelitian (Pasien DM tipe II yang non hipertens. Tabel 1. Karateristik Pasien DM Tipe II Yang Non Hipertensi Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Kode Umur Kadar Glukosa Tekanan Darah Sampel (Tahu. g/d. m/H. HT 1 120/90 HT 2 110/90 HT 3 120/80 Berdasarkan tabel di atas, responden mm/Hg sedangkan yang usia terendah 45 penelitian (DM Tipe II Yang Non Hipertens. tahun dengan kadar glukosa 245 mg/dl serta memiliki usia tertinggi 86 tahun dengan kadar tekanan darah 110/90 glukosa 330 mg/dl serta tekanan darah 120/80 Karateristik Responden Penelitian (Pasien Tipe Hipertensi Tabel 2. Karateristik Pasien DM Tipe II Hipertensi Kode Umur Kadar Glukosa Tekanan Darah . m/H. Sampel (Tahu. g/d. NHT 1 140/100 NHT 2 130/90 NHT 3 145/100 Berdasarkan tabel di atas, responden mm/Hg sedangkan yang usia terendah 46 penelitian (DM Tipe II Yang Hipertens. tahun dengan kadar glukosa 249 mg/dl serta memiliki usia tertinggi 63 tahun dengan kadar tekanan darah 140/100. glukosa 235 mg/dl serta tekanan darah 130/90 Uji Kualitas DNA Tabel 3 Hasil Uji Kualitas DNASampel Kode Abs 260 Abs 280 3,500 3,346 3,488 3,316 3,474 3,313 3,479 3,328 3,449 3,269 3,349 3,315 Mean Berdasarkan tabel di atas, rasio 1,052 16,730 1,058 16,580 1,055 16,565 1,051 16,640 1,063 16,345 1,042 16,575 1,053 16,572 terendah mencapai 16,345. Rata- kemurnia DNA tertinggi mencapai rata rasio kemurnian DNA yang 1,063 dan yang terendah mencapai digunakan sebagai sampel dalam 1,042. Sedangkan kosentrasi DNA penelitian ini mencapai 1,053 dan tertinggi mencapai 16,730 dan yang rata-rata kosentrasi DNA yang Ratio [DNA] Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Kondisi diabetes yang ditandai penelitian ini mencapai 16,572. dengan glukosa darah yang tinggi dapat Deteksi Interleukin-6 Pada Pasien DM Tipe Hipertensi Non fungsi kekebalan tubuh Hipertensi diabetes akan mudah terkena infeksi. Diabetes Melitus terjadinya proses inflamasi. Sitokin sitokin merusak dapat mempengaruhi sensitivitas insulin dan fungsi dari sel beta pancreas 500 bp Gambar interleukin-6 pada pasien Diabetes Melitus (DM) Tipe II yang non Gambar 1 hasil elektroforesis PEMBAHASAN Diabetes (S4-S. Berdasarkan gambar tersebut Melitus (DM) kelompok penyakit metabolik yang berkaitan dengan meningkatnya glukosa darah. Diabetes Melitus yang paling sering terjadi saat ini adalah diabetes Melitus tipe II. Hiperglikemik kronis pada diabetes Melitus berkontribusi hipertensi (S1-S. dan yang hipertensi termasuk berupa tekanan darah tinggi atau Menurut Tanto dan Hustrini . , kadar gula darah yang tinggi akan menempel pada dinding pembuluh darah. Setelah itu terjadi proses oksidasi dimana gula darah bereaksi dengan protein dari dinding pembuluh darah yang menimbulkan AGEs. Advanced Glycosylated Endproducts (AGE. merupakan zat yang dibentuk dari kelebihan gula dan protein yang saling berikatan dapat dinyatakan bahwa hasil deteksi Diabetes Melitus (DM) Tipe II yang hipertensi dan non hipertensi dinyatakan negatif dimana, pada visualisasi hasil elektroforesis tidak ditemukan pita DNA. Sedangkan hasil DNA ekstraksi dengan metode PCR dapat dinyatakan baik. Hal tersebut dikarenakan pita DNA pada marker (M) dapat terlihat dengan jelas. Marker yang digunakan DNA Pengukuran tekanan darah pada pasien DM tipe II dilakukan dengan metode auskultasi yakni suatu metode mengukur tekanan sistolik dan diastolik. Metode ini adalah metode tak langsung yang memerlukan alat stetoskop. Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 Angka Dengan tidak terbentuknya pita DNA menunjukkan DNA hasil isolasi masih 1,053. ditemukan pada sampel pasien DM tipe II PCR Elektroforesis merupakan rangkaian akhir Budiarto . menyatakan bahwa pemeriksaan DNA secara kualitatif. Sebelum bio kontaminan dapat menyebabkan hasil PCR menjadi positif palsu atau negatif dilakukan isolasi DNA dan proses PCR. Bio kontaminan merupakan partikel Keberhasilan identifikasi interleukin 6 pada yang berasal dari substansi biologi berupa pasien dm tipe II sangat dipengaruhi oleh jasad renik . eperti bakteri, jamur atau keberhasilan pada tahap PCR kapan. atau biomolekul penyusun suatu Salah organisme seperti asam nukleat (DNA atau mempengaruhi hasil identifikasi interleukin 6 RNA), protein, lipid, karbohidrat, atau menjadi negatif pada penelitian ini adalah metabolisme organisme atau sel seperti digunakan adalah sampel darah penderita amoniak, asam urat, asam laktat, asam DM tipe 2 hipertensi dan non hipertensi humat akibat dari proses purifikasi atau yang diperoleh dari Puskesmas Puwatu Kota sterilisasi yang kurang optimal. Sampel Kendari. Sampel yang diperoleh dari lokasi Borst tersbut selanjutnya di bawah ke Laboratorium bahwa bio kontaminan jenis bakteri, jamur Biologi Mandala atau virus berupa plasmid sirkular atau dan Waluya. Dari proses tersebut terjadi penundaan jenis carry-over produk PCR dari kegiatan pemeriksaan dengan waktu yang relatif lama. PCR yang dilakukan sebelumnya yang ikut Apalagi, pada proses pengantaran sampel teramplifikasi pada saat PCR berlangsung disimpan dalam ice box yang tidak dipastikan dan ukuran produk PCR nya sering suhu didalamnya dan sanat berpotensi dapat menampakan ukuran yang identik dengan mempengaruhi analit didalamnya amplikon gen yang menjadi target diagnosis Molekuler Universitas Selain itu, faktor lain yang dapat sehingga menimbulkan hasil PCR yang Faktor resiko yang bisa memicu menjadi negatif adalah proses iso lasi DNA timbulnya bio kontaminan ini antara lain yang kurang efektif. Tingkat kemurnian ekstrak DNA hasil isolasi pada penelitian ini digunakan pada kegiatan PCR, alat-alat komponen-komponen Jurnal MediLab Mandala Waluya Vol 7 No 1. Juli 2023 Website : http//:analiskesehatan-mandalawaluya. id/ index. php/JMMedila. DOI : https://doi. org/10. 36566/medilab. v5i1 juli. yang digunakan seperti tube, tips, pipet, mesin p-ISSN : 2580-4073 e-ISSN: 2685-1113 hipertensi dan non hipertensi dinyatakan PCR dan PCR cabinet, lingkungan kegiatan Usia tertinggi pasien PCR seperti qualitas udara laboratorium, baju laboratorium prosedur steril dan penerapannya. Hipertens. adalah 86 tahun dengan kadar dan cara komunikasi atar personel laboratorium. glukosa 330 mg/dl serta tekanan darah Genom asing yang tebawa pada saat PCR bisa 120/80 berasal dari tiga sumber yaitu udara, air atau terendah 45 tahun dengan kadar glukosa 245 komponen dan alat PCR mg/dl serta tekanan darah 110/90 dan usia Chamarthi mm/Hg Tipe Yang Non tertinggi pasien diabetes melitus Tipe II bahwa IL-6 yang meningkat merupakan faktor Yang Hipertensi adalah 63 tahun dengan risiko terjadinya DM tipe 2 pada orang sehat. kadar glukosa 235 mg/dl serta tekanan darah IL-6 juga mempengaruhi metabolisme glukosa 130/90 dalam tubuh dengan menyebabkan peningkatan terendah 46 tahun dengan kadar glukosa 249 mg/dl serta tekanan darah 140/100 . sensitivitas insulin. Diabetes Melitus tipe 2 (DMT. mm/Hg SARAN