Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol. 3 No. Desember 2019 . e-ISSN 2685-5607 ANALYSIS OF THE EFFECT OF EMPLOYEE WELFARE COST. PARTNERSHIP COSTS. AND ENVIRONMENTAL COSTS ON ROA IN COAL SECTOR COMPANIES LISTED ON INDONESIA STOCK EXCHANGE FROM 2013 TO 2017 Mimelientesa Irman1. Felisia Thalia2. Restu Hayati3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Indonesia, , 3Universitas Islam Riau Email : Teshairman@ymail. com1*, felisiathaliaa@gmail. com2, restuhayati@eco. ABSTRACT The study aims to analyze the influence welfare employee cost, partnership cost, and environment development cost either simultaneously or partially on ROA. The object of research used is in mining companies listed in Indonesia Stock Exchange (BEI) inperiod 2013-2017. The data collected was secondary data with the methode of documentation. Data analyze using the multiple regression analyze. The result of this study indicate employee welfare cost donAot have a significant effect on the ROA, cost of partnership have a significant effect on the ROA and Environmental Costs do not have a significant effect on the ROA. Keywords: Return On Asset. Employee Welfare Cost. Partnership Cost, and Environmental Cost ANALISIS PENGARUH BIAYA KESEJAHTERAAN KARYAWAN. BIAYA KEMITRAAN. DAN BIAYA BINA LINGKUNGAN TERHADAP ROA PADA PERUSAHAAN SEKTOR BATUBARA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2013-2017 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh biaya kesejahteraan karyawan, biaya kemitraan dan biaya bina lingkungan terhadap ROA pada perusahaan sektor batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu perusahaan sub sektor batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013- 2017. Data yang dikumpulkan merupakan data sekunder dengan metode dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel biaya kesejahteraan tidak berpengaruh terhadap ROA, variabel biaya kemitraan berpengaruh terhadap ROA dan variabel biaya bina lingkungan tidak berpengaruh terhadap ROA. Kata Kunci : Return On Assets. Biaya Kesejahteraan Karyawan. Biaya Kemitraan dan Biaya Bina Lingkungan Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 http://w. id/ojs32/index. php/BILANCIA/index e-ISSN 2685-5607 PENDAHULUAN Batubara dikenal sebagai sumber energi alternatif andalan di luar minyak dan gas bumi. Endapan batubara tersebar cukup luas di wilayah Indonesia. Salah satu wilayah yang dianggap mempunyai potensi batubara yang sangat besar adalah Pulau Kalimantan . Kegiatan pertambangan batubara, saat ini secara resmi . dilakukan oleh beberapa perusahaan besar, menengah, dan skala kecil . serta perorangan. Perusahaan pertambangan batubara tersebut, terdiri dari pengusahaan pemegang izin PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubar. dan perusahaan atau pemegang izin KP (Kuasa Pertambanga. , pengelola pelabuhan, para padagang . , dan eksportir. Terdapat juga aktivitas pertambangan secara ilegal yang mana aktivitasnya sampai saat ini semakin marak dan semakin merusak pengelolaan sumber daya alam tambang batubara tersebut. PT Bumi Resources dan Kaltim Prima Coal . nak perusahaan PT Bumi Resource. tidak memenuhi janji untuk memberikan dana corporate sosial responbility (CSR) senilai USD 40 juta sejak tahun 2003Ae2011. Dari lima butir janji Bumi Resources dan Kaltim Prima Coal, hanya satu yang dipenuhi yaitu kepemilikan saham oleh pemda Kutai Timur sebesar 5 persen. Sementara itu empat butir janji lainnya. Kaltim Prima Coal akan menyelesaikan pembangunan rumah sakit dan pelayanan bagi rakyat tidak dipenuhi. Rumah sakit yang dibangun justru untuk kepentingan karyawan Kaltim Prima Coal, bukan rakyat yang menerima dampak kehadiran Kaltim Prima Coal. Janji membangun kampus Sekolah Tinggi Ilmu Perkebunan-Pertanian (STIPER) juga tak selesai. Kebohongan lain dari BUMI Resources dan Kaltim Prima Coal yaitu mengalokasikan dana USD 5 juta per tahun dana CSR untuk community development dalam rangka menyejahterakan warga setempat disalahgunakan. Sejak tahun 2003 hingga april 2011 seharusnya ada dana CSR sebesar USD 40 juta yang dialokasikan untuk memberdayakan masyarakat( http://news. Keengganan perusahaan dalam mengungkapkan tanggung jawab sosial perusahaan dikarenakan faktor biaya, karena biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan CSR cukup besar. Maka dari itu, manajemen biaya yang dilakukan perusahaan sangatlah diperlukan agar perusahaan bisa mendapatkan pencitraan yang baik dari stakeholder dan tidak menggangu kinerja keuangan perusahaan yang berpengaruh pada profitabilitas perusahaan. Pelaksanaan kegiatan CSR membutuhkan biaya yang cukup besar. Hal ini yang menyebabkan perusahaan masih menerapkan CSR dengan media yang berbeda-beda cara pengungkapannya. Macam-macam biaya CSR yang terdapat pada laporan tahunan perusahaan yaitu biaya kesejahteraan karyawan, biaya untuk komunitas, biaya bina lingkungan, biaya kemitraan, dan lain-lain (Septiana dan Nur, 2. Dalam penelitian ini yang digunakan sebagai faktor yang mempengaruhi ROA itu sendiri ialah biaya kesejahteraan karyawan, biaya kemitraan dan biaya bina ingkungan. Faktor pertama yang mempengaruhi ROA ialah faktor biaya kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Iskandar menyatakan bahwa biaya kesejahteraan karyawan berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA) perusahaan. Bahwa biaya kesejahteraan karyawan adalah bentuk tanggung jawab perusahaan di lingkungan internal perusahaan, sehinga dengan meningkatnya biaya untuk ini perusahaan tidak perlu khawatir karena manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dari pengeluaran biaya kesejahteraan karyawan dapat dirasakan secara langsung oleh perusahaan yakni dengan meningkatnya kinerja karyawan yang implikasinya bisa meningkatkan laba perusahaan karena karyawan bekerja lebih giat dan akan menjadi lebih mudah untuk diarahkan agar bekeja dengan efektif dan efisien. Sedangkan menurut Dzakwan dan Muslih menyatakan bahwa biaya kesejahteraan karyawan tidak berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA). Hal tersebut menunjukkan bahwa biaya kesejahteraan karyawan yang tinggi memang bisa berpotensi meningkatkan jumlah penjualan namun pengeluaran biaya kesejahteraan karyawan yang tinggi juga akan tetap mengurangi perolehan laba bersih perusahaan jika peningkatan penjualan tidak lebih tinggi dari biaya yang sudah dikeluarkan. Investor cenderung tidak menggunakan biaya kesejahteraan karyawan sebagai dasar pertimbangan ketika akan berinventasi karena manfaat keuangan yang dihasilkan masih belum pasti. Investor cenderung mempertimbangkan faktor lain yang lebih terbukti akurat dalam menilai prospek baik sebuah perusahaan misalnya jumlah penjualan dan laba bersih perusahaan (Dzakwan dan Muslih, 2018:. Faktor kedua yang digunakan dalam penelitian tersebut ialah biaya bina kemitraan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Iskandar menyatakan bahwa biaya kemitraan berpengaruh tidak signifikan terhadap return on asset (ROA). Hal ini disebabkan oleh apabila masyarakat belum merasa nyaman dan puas atas tindakan perusahaan dalam hubungan kemitraan dengan masyarakat maka perusahaan tersebut akan kehilangan legitimasi dari masyarakat tersebut. Pengaruh yang tidak signifikan dalam penelitian ini dikarenakan adanyapandangan dari perusahaan bahwa dengan mengeluarkan biaya untuk kemitraan akan menambah pengeluaran perusahaan (Iskandar, 2016:. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti lain yaitu Juliyanti, dimana hasil penelitiannya menyatakan bahwa biaya kemitraan tidak berpengaruh terhadap ROA (Return On Asse. hal ini disebabkan oleh tingkat kepedulian masyarakat secara umum belum baik. Artinya, sekalipun pengusaha sudah melakukan kepedulian terhadap lingkungannya, tetapi apabila masyarakat . sebagai pemakai produk perusahaan tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungannya, maka usaha tersebut tidak akan mempunyai dampak positif Analisis Pengaruh Return on Asset. Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Dividen. Laba Bersih, dan Dividend Payout Ratio (DPR) terhadap Harga Saham pada Perusahaan yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) Periode 2012-2017 (Mimelientesa Irman. Felisia Thalia, dan Restu Hayat. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 terhadap kinerja keuangan (ROA) perusahaan. Dalam hal ini para konsumen masih beikir pada taraf yang penting terjangkau kebutuhannya, belum memikirkan apakah produk tersebut ramah lingkungan atau tidak (Juliyanti, 2017:. Faktor yang terakhir dalam penelitian tersebut ialah biaya bina lingkungan. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Fitriani. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan hasilnya menunjukkan bahwa semakin baik kinerja lingkungan maka akan direspon positif oleh investor melalui fluktuasi harga saham perusahaan yang dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan. Selain itu, konsumen atau masyarakat akan lebih tertarik untuk membeli barang atau jasa yang ditawarkan sebagai bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang telah melakukan CSR. Hal ini akan berpengaruh terhadap pendapatan dan laba perusahaan yang merupakan indikator dari kinerja keuangan. Karena perusahaan dengan kinerja lingkungan baik akan mendapat respon yang baik pula dari stakeholder dan berdampak pada peningkatan pendapatan perusahaan dalam jangka panjang (Fitriani, 2013:. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Iskandar menyatakan bahwa biaya bina lingkungan tidak berpengaruuh terhadap biaya bina lingkungan. Artinya, sekalipun pengusaha sudah melakukan kepedulian terhadap lingkungannya tetapi bila mana masyarakat konsumen sebagai pemakai produk perusahaan tidak memiliki kepedulian terhadap masalah lingkungan, maka usaha tersebut tidak akan mempunyai dampak positif terhadap profitabilitas perusahaan. Pengaruh yang tidak signifikan dalam penelitian ini dikarenakan adanya pandangan dari perusahaan bahwa dengan mengeluarkan biaya untuk bina lingkungan akan menambah beban perusahaan karena perusahaan juga harus bertanggung jawab kepada stakeholders karena digunakan untuk biaya Corporate Social Responsibility (CSR). Dengan demikian perusahaan harus bekerja lebih keras lagi untuk mendapatkan keuntungan efisien yang ditimbulkan oleh pengeluaran biaya tersebut (Iskandar, 2016:. Dari latar belakang yang telah dijelaskan diatas, maka akan dilakukan penelitian dengan judul AuAnalisis Pengaruh Biaya Kesejahteraan Karyawan. Biaya Kemitraan, dan Biaya Bina Lingkungan terhadap ROA pada Perusahaan Sektor Batubara dan yang Terdaftar di BEI Periode 2013-2017Ay. Rumusan masalah dalam penelitian tersebut ialah untuk . Apakah biaya kesejahteraan karyawan berpengaruh terhadap ROA pada Perusahaan Batubara yang terdaftar di BEI periode 2013 - 2017? . Apakah biaya kemitraan berpengaruh terhadap ROA pada Perusahaan Batubara yang terdaftar di BEI periode 2013 2017? . Apakah biaya bina lingkungan berpengaruh terhadap ROA pada Perusahaan Batubara yang terdaftar di BEI periode 2013 - 2017?. Sedangkan tujuan yang ingin dicapai ialah untuk . Menganalisis dan mengetahui biaya kesejahteraan karyawan terhadap ROA pada Perusahaan Batubara yang terdaftar di BEI periode 2013 2017. Menganalisis dan mengetahui biaya kemitraan terhadap ROA pada Perusahaan Batubara yang terdaftar di BEI periode 2013 - 2017. Menganalisis dan mengetahui biaya bina lingkungan terhadap ROA pada Perusahaan Batubara yang terdaftar di BEI periode 2013 - 2017. TINJAUAN PUSTAKA Teori Stakeholder Teori stakeholder merupakan teori yang menyatakan bahwa perusahaan bukanlah entitas yang hanya beroperasi untuk kepentingan sendiri, namun harus memberikan manfaat kepada seluruh stakeholder-nya . emegang saham, kreditor, konsumen, supplier, pemerintah, masyarakat, analis, dan pihak lai. Kelompok stakeholder inilah yang menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen perusahaan dalam mengungkap atau tidak suatu informasi di dalam laporan perusahaan tersebut. Selanjutnya Sidharta . menjelaskan bahwa dalam teori stakeholder pelaksanaan CSR tidak hanya dihadapkan kepada pemilik atau kepada pemegang sahamnya saja, tetapi juga terhadap para stakeholders yang terkait dan terkena dampak dari keberadaan perusahaan. Mereka adalah pihak yang mempengaruhi dan dipengaruhi baik secara langsung maupun tidak langsung atas aktivitas serta kebijakan yang diambil dan dilakukan perusahaan. Jika perusahaan tidak memperhatikan stakeholder bukan tidak mungkin akan menuai protes dan dapat mengeliminasi legitimasi stakeholder (Hadi, 2011:. Teori Legitimasi Legitimasi masyarakat merupakan faktor strategis bagiperusahaan dalam rangka mengembangkan perusahaan Hal itu, dapat dijadikan sebagai wahana untuk mengontruksi strategi perusahaan, terutama terkait dengan upaya memposisikan diri ditengah lingkungan masyarakat yang semakin maju. Legitimasi merupakan keadaan psikologis keberpihakan orang dan kelompok orang yang sangat peka terhadap gejala lingkungan sekitarnya baik fisik maupun non fisik (Hadi, 2011:. Corporate Social Responsibility (CSR) Corporate Social Responsibility (CSR) adalah konsep yang mendorong organisasi untuk mempertimbangkan kepentingan masyarakat dengan bertanggung jawab atas dampak kegiatan organisasi pada konsumen, karyawan, pemegang saham, masyarakat dan lingkungan dalam semua aspek operasi. Corporate Social Responsibility Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 (CSR) merupakan suatu komitmen berkelanjutan dari dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan kontribusi kepada pengembang ekonomi dari komunitas setempat ataupun masyarakat luas (Untung, 2014:. Kelemahan Corporate Social Responsibility (CSR) Menyatakan sejalan dengan kaidah trade of antara cost and benefit, terdapat faktor risiko dalam melakukan tanggung jawab sosial seperti (Hadi, 2011: . : . Menimbulkan pemborosan. Memungkinkan keterlibatan perusahaan terhadap permainan kekuasaan atau politik berlebihan yang pada dasarnya bukan areanya. Menimbulkan lingkungan bisnis yang monopolitik dan pluralistic. Mengganggu profitabilitas dan pertumbuhan perusahaan. Keterlibatan sosial yang luas cakupannya memerlukan tenaga ahli yang belum tentu dimiliki perusahaan. Prinsip-prinsip Corporate Social Responsibility (CSR) Berikut ini prinsip-prinsip tanggung jawab sosial perusahaan / (Corporate Social Responsibilit. CSR menjadi 3 yaitu (Hadi, 2011: . : . Sustainability, berkaitan dengan bagaimana perusahaan dalam melakukan aktifitas . tetap memperhitungakan keberlanjutan sumberdaya di masa depan. Accountability, merupakan upaya perusahaan terbuka dan bertanggung jawab atas aktifitas yang telah diilakukan. Transparency, merupakan prinsip penting bagi pihak eksternal. Transparansi merupakan satu hal yang amat penting bagi pihak eksternal, berperan untuk mengurangi asimetri informasi, kesalahpahaman khususnya informasi dan pertanggungjawaban berbagai dampak dari lingkungan. Pelaporan dan Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) Laporan tanggung jawab sosial merupakan laporan aktivitas tanggung jawab sosial yang telah dilakukan perusahaan baik berkaitan dengan perhatian masalah dampak sosial maupun lingkungan. Laporan tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dengan laporan tahunan . nnual repor. yang dipertanggungjawabkan direksi di depan sidang Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Laporan ini berisi laporan program-program sosial dan lingkungan perseroan yang telah dilaksanakan selama tahun buku terakhir (Hadi 2011:. Pengungkapan . berkaitan dengan penjelasan hal-hal informatif yang dianggap penting dan bermanfaat bagi pemakai selain yang dinyatakan dalam statemen keuangan utama (Suwardjono, 2011: . Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengungkapan . yaitu untuk siapa informasi diungkapkan, apa tujuan informasi tersebut, berapa banyak informasi yang diungkapkan. Tujuan pengungkapan kategorikan menjadi dua yaitu protective disclosure yang dimaksudkan sebagai upaya perlindungan terhadap investor dan informative disclosure yang bertujuan memberikan informasi yang layak kepada pengguna laporan. Pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) Dalam pelaksanaan CSR, diukur dengan beberapa biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Besarnya biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk pelaksanaan CSR tidak dibatasi secarakhusus. Dalam penelitian ini, penulis akan membahas biaya CSR yang meliputi biayalingkungan, biaya keterlibatan masyarakat, biaya kesejahteraan karyawan, dan biaya kemitraan. Biaya Lingkungan. Biaya lingkungan pada dasarnya berhubungan dengan biaya produk, proses, sistem atau fasilitas penting untuk pengambilan keputusan manajemen yang lebih baik. Tujuan perolehan biaya adalah bagaimana cara mengurangi biaya-biaya lingkungan, meningkatkan pendapatan dan memperbaiki kinerja lingkungan dengan memberi perhatian pada situasi sekarang, masa yang akan datang dan biaya-biaya manajemen yang potensial (Arfan Ikhsan, 2. Biaya lingkungan = . umlah Sumbangan tentang Lingkunga. Biaya Kesejahteraan Karyawan Menurut Septiani dan Nur . perusahaan dan karyawan pada hakekatnya saling membutuhkan. Karyawan adalah aset perusahaan karena tanpa adanya sumber daya manusia maka perusahaan tidak akan bisa berjalan. Begitu juga karyawan, tidak dapat menunjang kesejahteraan hidupnya tanpa adanya perusahaan sebagai tempat mencari nafkah sekaligus implementasi dari disiplin ilmu yang mereka miliki sendiri. Biaya kesejahteraan karyawan = ( Jumlah gaji dan kesejahteraan karyawan tunjangan upah bonu. Biaya Kemitraan. Menurut Septiana dan Nur . kemitraan adalah upaya yang melibatkan berbagai sektor, kelompok masyarakat, lembaga pemerintah maupun pemerintah, untuk bekerjasama dalam mencapai suatu tujuan bersama berdasarkan kesepakatan prinsip dan peran masing-masing Berdasarkan Peraturan Menteri BUMN RI Nomor PER-02/MBU/07/2017, besarnya dana program kemitraan bersumber dari laba bersih dengan maksimal 4% dari proyeksi laba bersih tahun sebelumnya. Analisis Pengaruh Return on Asset. Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Dividen. Laba Bersih, dan Dividend Payout Ratio (DPR) terhadap Harga Saham pada Perusahaan yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) Periode 2012-2017 (Mimelientesa Irman. Felisia Thalia, dan Restu Hayat. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Biaya kemitraan = . % dari laba bersih perusahaan tahun sebelumny. Profitabilitas Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas menajemen suatu perusahaan yang ditunjukkan dari laba yang dihasilkan dari penjualan atau dari pendapatan investasi. Dikatakan perusahaan rentabilitasnya baik apabila mampu memenuhi target laba yang telah ditetapkan dengan menggunakan aktiva atau modal yang dimilikinya (Kasmir, 2015: . Macam-Macam Rasio Profitabilitas Return on Equity (ROE) Return on Equity (ROE) adalah tingkat pengembalian ekuitas dari aktifitas investasi dan penjualan yang Return on Equity (ROE) mengukur pengembalian absolut yang akan diberikan perusahaan kepada para pemegang saham. Angka Return on Equity (ROE) yang tinggi akan membawa keberhasilan bagi perusahaan yang mengakibatkan tingginya harga saham dan membuat perusahaan dapat dengan mudah menarik dana baru. Hal ini juga akan memungkinkan perusahaan untuk berkembang, menciptakan kondisi pasar yang sesuai dan nantinya akan memberikan laba yang lebih besar dan seterusnya. Semua hal tersebut dapat menciptakan nilai yang tinggi dan pertumbuhan yang berkelanjutan atas kekayaan pemiliknya (Kasmir, 2015:. Return on Equity (ROE) setiap perusahaan harus dibandingkan dengan Return on Equity (ROE) perusahaan sejenis lainnya atau dengan rata-rata industri. Tujuannya adalah untuk melihat kekuatan perusahaan tersebut dalam menciptakan daya tarik investasi di masa yang akan datang. Rumus untuk menghitung Return on Equity (ROE) ialah : ROE = Return on Assets (ROA) Pengertian Return On Assets (ROA) menurut Kasmir . yaitu AuReturn On Assets (ROA) merupakan rasio yang menunjukkan hasil . atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaanAy. Menurut Brigham dan Houston . mengatakan bahwa Return On Assets (ROA) adalah Aurasio laba bersih terhadap total aset mengukur pengembalian atas total asetAy. Kelebihan Return On Assets (ROA) adalah sebagai berikut : ROA dapat mengukur efisiensi penggunaan modal yang menyeluruh yang sensitif terhadap setiap hal yang mempengaruhi keadaan keuangan perusahaan. ROA dapat mempertimbangkan posisi perusahaan dengan rasio industri sehingga dapat diketahui apakah perusahaan berada di bawah, sama atau di atas rata-rata industri. Hal ini merupakan salah satu langkah dalam perencanaan strategi. ROA dapat digunakan untuk mengukur profitabilitas dari masing-masing produk yang dihasilkan perusahaan. ROA dapat digunakan untuk mengukur efisiensi tindakantindakan yang dilakukan oleh setiap divisinya dan pemanfaatan akuntansi divisinya. Selain berguna untuk kepentingan kontrol. ROA juga berguna untuk kepentingan perencanaan. Sedangkan kelemahan Return On Asset (ROA) adalah (Munawir, 2010: . : . ROA sebagai pengukur divisi sangat dipengaruhi oleh metode depresiasi aktiva tetap. ROA mengandung distorsi yang cukup besar terutama dalam kondisi inflasi. ROA akan cenderung tinggi akibat penyesuaian . harga jual, sementara itu beberapa komponen biaya masih dinilai dengan harga distorsi. Rumus untuk menghitung ROA (Brigham dan Houston, 2010: . ROA = Earning per Share (EPS) Rasio per lembar saham atau yang disebut juga nilai buku merupakan rasio untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham. Investor biasanya lebih tertarik dengan ukuran profitabilitas dengan menggunakan dasar saham yang dimiliki. Alat analisis yang dipakai untuk melihat keuntungan dengan dasar saham adalah earning per share (EPS) yang dicari dengan laba bersih dibagi saham yang beredar. Rasio ini menggambarkan besarnya pengembalian modal untuk setiap satu lembar saham. Adapun menghitung Earning per Share (EPS) dinyatakan dalam persentase adalah sebagai berikut : EPS = Ea Ea Ea Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 Net Profit Margin (NPM) Rasio ini merupakan ukuran kemampuan perusahaan untuk mengubah setiap rupiah yang diperoleh dari penjualan menjadi keuntungan bersih . et profi. Perusahaan yang memiliki rasio net profit margin (NPM) relatif besar cenderung memiliki kemampuan untuk bertahan dalam kondisi sesulit apapun (Kasmir, 2015: . Cara menghitung net profit margin (NPM) adalah sebagai berikut: NPM = Ea Ea Laporan Keuangan Laporan keuangan adalah suatu penyajian data keuangan termasuk catatan yang menyertainya, bila ada, yang dimaksudkan untuk mengkomunikasikan sumber daya ekonomi . atau kewajiban suatu entitas pada saat tertentu atau perubahan atas aktiva atau kewajiban selama suatu periode tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atau basis akuntansi komprehensif selain prinsip akuntansi yang berlaku umum (Mulyadi, 2010 : . Dalam Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Laporan Keuangan adalah Laporan keuangan yang menyediakan informasi menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan perusahaan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna laporan (IAI, 2015:1. Berdasarkan uraian pengertian laporan keuangan dari berbagai sumber, maka dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada periode akuntansi yang dapat digunakan utuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut dan dimanfaatkan sebagai alat dalam mengambil keputusan bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Tujuan Laporan Keuangan Menurut PSAK No 1 tahun 2015, tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Kegunaan lain dari laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi kinerja perusahaan terutama profitabilitas yang diperlukan untuk menilai perubahan potensial sumberdaya ekonomi yang mungkin Informasi tersebut menyangkut posisi keuangan perusahaan, informasi kinerja dan perubahan posisi keuangan perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan sebagai pertimbangan dalam pengambilan Karakteristik Laporan Keuangan Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, laporan keuangan menyajikan informasi mengenai entitas yang meliputi: . pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian. kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik. arus kas. Informasi tersebut beserta informasi lainnya yang terdapat dalam catatan atas laporan keuangan dapat membantu pengguna laporan dalam memprediksi arus kas masa depan dan khususnya dalam hal waktu dan kepastian diperolehnya kas dan setara kas. (PSAK No 1 tahun 2. Agar laporan keuangan dapat memenuhi kebutuhan para pihak yang berkepentingan dalam mendukung pengambilan keputusan . ecision making suppor. secara tepat, harus memenuhi karakteristik kualitatif, antara lain : . Relevan (Relevanc. Laporan keuangan dikatakan relevan, jika informasi yang termuat didalamnya dapat mempengaruhi pengguna dengan membantu mereka mengavaluasi peristiwa masa lalu dan masa kini dan memprediksi masa depan, serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi mereka di masa lalu. Dengan kata lain, agar suatu informasi relevan, maka informasi tersebut harus memenuhi kriteria yaitu memiliki manfaat umpan balik, memiliki manfaat prediksi, tepat waktu dan lengkap. Dapat Diandalkan (Reliabilit. Informasi dikatakan dapat diandalkan jika informasi dalam laporan keuangan bebas salah dari pengertian yang menyesatkan dan kesalahan material, menyajikan setiap fakta secara jujur serta dapat diverifikasi. Dapat Dibandingkan (Comparabilit. Karakteristik ini beragumen bahwa informasi yang termuat dalam laporan keuangan akan lebih bermanfaat jika dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya. Dapat Dipahami (Understandabilit. Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami oleh pengguna dinyatakan dalam bentuk serta istilah yang disesuaikan dengan batas pemahaman para pengguna (Hadi, 2011: Komponen Laporan Keuangan Menurut PSAK No 1 tahun 2015, komponen laporan keuangan lengkap laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponenkomponen berikut ini: . Laporan posisi keuangan pada akhir periode. Laporan laba rugi Analisis Pengaruh Return on Asset. Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Dividen. Laba Bersih, dan Dividend Payout Ratio (DPR) terhadap Harga Saham pada Perusahaan yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) Periode 2012-2017 (Mimelientesa Irman. Felisia Thalia, dan Restu Hayat. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 komprehensif selama periode . Laporan perubahan ekuitas selama periode. Laporan arus kas selama . Catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelasan lainnya. Laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif yang disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya. Hipotesis Penelitian Hipotesis yang digunakan dalam peneltiian tersebut ada tiga hipoteaia, yaitu : . Biaya kesejahteraan karyawan berpengaruh signifikan terhadap ROA pada perusahaan subsektor batubara yang terdaftar di BEI periode 2013 Ae . Biaya kemitraan berpengaruh signifikan terhadap ROA pada perusahaan subsektor batubara yang terdaftar di BEI periode 2013 Ae 2017. Biaya bina lingkungan berpengaruh signifikan terhadap ROA pada perusahaan subsektor batubara yang terdaftar di BEI periode 2013 Ae 2017. Kerangka Pemikiran Biaya Kesejahteraan Karyawan (X. ROA (Y) Biaya Kemitraan (X. (Variabel Depende. Biaya Bina Lingkungan (X. (Variabel Independe. Gambar 1. Kerangka Pemikiran METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada perusahaan sub sektor batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2013-2017 yang di unduh melalui website resmi w. id dengan waktu penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2018. Populasi dan Sampel Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas atau karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011: Penelitian ini menggunakan populasi perusahaan sub sektor batubara yang tercatat di BEI periode 2013 Ae 2017 sebanyak 22 perusahaan. Teknik Penarikan Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2011: . Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2011: . Kriteria-kriteria pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah: . Perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia Periode 2013-2017. Perusahaan sub sektor batubara yang menerbitkan laporan tahunan . nnual repor. berurut-turut selama tahun . Informasi pertanggungjawaban sosial diungkapkan pada laporan tahunan perusahaan dalam periode 2013-2017. Berdasarkan pemilihan sampel dari kedua kriteria di atas kemudian akan muncul perusahaan-perusahaan yang menjadi sampel penelitian yang memenuhi syarat menjadi subjek penelitian ini, yaitu sebanyak 15 preusahaan. Definisi Operasional Variabel Penelitian Variabel-variabel yang akan dianalisis dalam penelitian ini terdiri dari dua, yaitu variabel independen (X) dan variabel dependen (Y). Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari 3 . , yaitu : . Biaya kesejahteraan karyawan, dilakukan melalui penelusuran akun-akun laporan keuangan terkait dengan akun biaya gaji, upah, bonus, tunjangan, dan kesejahteraan karyawan atau melalui penelusuran di bagian tanggung jawab perusahaan pada laporan tahunan yang dipublikasikan oleh perusahaan. Biaya kemitraan, dilakukan melalui penelusuran akun-akun laporan keuangan terkait dengan akun program kemitraan, dana pinjaman, ikatan kerja sama dan sponsor atau melalui penelusuran di bagian tanggung jawab perusahaan pada laporan tahunan yang dipublikasikan oleh perusahaan. Biaya bina lingkungan, dilakukan penelusuran akun-akun laporan keuangan terkait dengan akun biaya sumbangan, iuran, pelatihan dan pendidikan, hubungan masyarakat, bina lingkungan Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 atau melalui penelusuran di bagian tanggung jawab perusahaan pada laporan tahunan yang dipublikasikan oleh Sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah ROA . eturn on asse. ROA atau rasio laba terhadap aktiva, mengkaitkan pendapatan bersih dan investasi di semua sumber finansial dalam kaitannya dengan keputusan manajemen. Jenis dan Sumber Data Data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh atau dikumpulkan dan disatukan oleh studi-studi sebelumnya atau yang diterbitkan oleh berbagai instansi lain. Data yang akan digunakan diperoleh dari w. id dan laporan keuangan yang terdapat di website resmi Adapun beberapa data yang ada akan dilakukan transformasi dengan menggunakan Logaritma Natural (L. untuk mencegah terjadinya kesenjangan yang cukup jauh antar perusahaan yang menjadi sampel dalam penelitian ini (Osborne : 2. Teknik Analisis Data Analisis Regresi Linier Menurut Sanusi Anwar . 1 : . regresi linear berganda menyatakan hubungan kausalitas antara variabel independen terhadap variabel dependen. Metode analisis data akan dilakukan dengan bantuan komputer program SPSS (Statistical Package For Social Scienc. Adapun model regresi linear berganda yang digunakan adalah sebagai berikut : Y = 1x1 2x2 3x3 A Analisis Deskriptif Analisis deskriptif adalah analisis yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendreskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul. Statistik deskriptif memberikan gambaran mengenai nilai minimum, nilai maksimun, nilai rata-rata . , dan standar deviasi dari variabel yang diteliti. Analisis deskriptif dalam penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran tentang variabel-variabel penelitian yang diamati. Uji Asumsi Klasik Menurut Gujarati . agar model regresi tidak bias maka diperlukan uji asumsi klasik terlebih dahulu. Model dari regresi linier harus memenuhi beberapa syarat atau asumsi klasik agar benar-benar menunjukkan hubungan yang signifikan. Oleh karena itu, untuk mengetahui apakah model regresi memenuhi syarat, maka harus dilakukan uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinearitas dan uji heterokedastisitas. Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi linier variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Uji normalitas juga bertujuan untuk menguji dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal. Cara untuk melihat normalitas adalah dengan melihat histrogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Namun demikian dengan hanya melihat histogram hal ini dapat menyesatkan khususnya untuk sampel yang kecil jumlahnya. Metode yang lebih tepat adalah dengan perhitungan statistik dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Pada penelitian ini, uji normalitas menggunakan penelitian ini menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov dengan taraf signifikansi 5%. Jika nilai signifikansi dari nilai Kolmogorov-Smirnov> 5%, data yang digunakan berdistribusi normal (Imam Ghozali, 2012: . Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedasitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier terjadi ketidaksamaan varians dan residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lainnya. Untuk melihat adanya heteroskedasitas, dapat dilakukan dengan menggunakan uji scatterplot. Jika titik-titik terlihat membentuk suatu pola tertentu, maka dapat disimpulkan bahwa suatu model regresi tersebut telah terjadi heteroskedasitas. Jika titik-titik yang terlihat tidak membentuk suatu pola tertentu, titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka dapat disimpulkan bahwa suatu model regresi tersebut tidak terjadi heteroskedasitas. Hasil regresi yang baik adalah model regresi yang tidak terjadi gejala heteroskedasitas. Analisis Pengaruh Return on Asset. Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Dividen. Laba Bersih, dan Dividend Payout Ratio (DPR) terhadap Harga Saham pada Perusahaan yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) Periode 2012-2017 (Mimelientesa Irman. Felisia Thalia, dan Restu Hayat. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Uji Autokorelasi Uji autokorelasi dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada suatu periode dengan kesalahan pengganggu pada periode sebelumnya yang biasanya terjadi karena menggunakan data time series. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada masalah autokorelasi. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Pengujian autokorelasi dapat dilakukan melalui uji Durbin-Watson (D-W tes. Uji Multikolineritas Menurut Ghozali . tujuan dari uji ini untuk mengetahui apakah pada model regresi yang diajukan ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independennya. Jika terdapat korelasi yang kuat antar variabel independen, maka variabel ini tidak ontogonal. Variabel ontogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol. Dasar pengambilan keputusan dapat dideteksi dengan : . Jika Tolerance Value< 10 atau VIF > 10, maka pada model regresi terjadi multikolenearitas. Jika Tolerance Value> 0. 10 atau VIF < 10, maka pada model regresi tidak terjadi multikolenearitas. Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji . Pengujian hipotesis ini untuk masing-masing variabel biaya kesejahteraan karyawan, biaya bina lingkungan dan biaya kemitraan, secara individu terhadap ROAmenggunakan uji signifikan parameter individual . Uji t digunakan untuk mengetahui apakah secara parsial variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Uji hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan tingkat signifikansi sebesar 5% dengan derajat keberhasilan df=. -k-. , dimana n=jumlah observasi, dan k=jumlah variabel. Dasar pengambilan keputusan untuk uji t adalah sebagai berikut (Priyatno, 2012:. Jika thitung/thitung> ttabel/ttabel atau signifikansi . < 0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak. Jika thitung/thitung< ttabel/ttabel atau signifikansi . > 0,05 maka H1 ditolak dan H0 diterima. Uji Model (Uji F) Uji f digunakan untuk mengetahui apakah semua variabel independen yang dimasukkan kedalam model regresi mempunyai pengaruh secara simultan . ersama-sam. terhadap variabel dependen. Cara pengujiannya adalah sebagai berikut : . Jika nilai f hitung > f tabel atau nilai signifikan < 0,05 maka variabel independen berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Jika nilai f hitung < f tabel atau nilai signifikan > 0,05 maka seluruh variabel independen tidak berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Koefisien Determinasi (R. Koefisien determinasi adalah sebuah koefisien yang menunjukkan persentase pengaruh semua variabel dalam menerangkan variabel independen. Nilai koefisien determinasi dapat dilihat dari adjusted R2 yang berkisar antara 0 sampai dengan 1%. Jika nilainya mendekati 1 maka semakin baik. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Analisis Regresi Linear Tabel 1. Hasil Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta -5,754 10,777 ,163 ,550 ,036 -,534 ,297 Sig. ,595 ,767 ,588 ,467 2,281 -1,238 ,026 ,220 Model 1 (Constan. Biaya Kesejahteraan Karyawan Biaya Kemitraan 1,341 Biaya Bina -,578 Lingkungan Dependent Variable: Return On Assets ,268 -,153 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,900 1,111 ,942 ,850 1,061 1,176 Sumber : Data olahan SPSS v. 19,00 Berdasarkan tabel di atas, maka dapat dirumuskan persamaan regresi linear berganda sebagai berikut : Y = -5,754 0,163X1 1,341X2 Ae 0,578X3 Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 Dengan persamaan regresi linear diatas, maka dapat dijelaskan bahwa : . Konstanta = -5,754. Apabila semua variabel independen dianggap konstan dan tidak mempunyai nilai, maka besarnya ROA adalah -5,754. Regresi variabel biaya kesejahteraan karyawan = 0,163. Apabila variabel biaya kesejahteraan karyawan naik 1, maka variabel ROA akan mengalami kenaikan sebesar 0,163 dengan asumsi bahwa variabel lain tetap. Regresi variabel biaya kemitraan = 1,341. Apabila variabel biaya kemitraan naik 1, maka variabel ROA akan mengalami kenaikan sebesar 1,341 dengan asumsi bahwa variabel lain tetap. Regresi variabel biaya bina lingkungan = -0,578. Apabila variabel biaya kemitraan naik 1, maka variabel ROA akan mengalami penurunan sebesar -0,578 dengan asumsi bahwa variabel lain tetap. Uji Asumsi Klasik Hasil Uji Normalitas Cara untuk melihat normalitas adalah dengan melihat histrogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Hasil uji normalitas dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut ini : Sumber : Data olahan SPSS v. 19,00. Gambar 2. Hasil Uji Normalitas Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa ada beberapa titik yang menyebar menjauh dari garis diagonal tetapi masih dalam batas normal sehingga dapat disimpulkan bahwa data ini adalah data yang normal. Hasil Uji Heteroskedastisitas Pengujian heteroskedastisitas dalam penelitian ini menggunakan uji grafik, yaitu dengan melihat scatterplot antara lain nilai prediksi variabel dependen yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID. Adapun dasar analisis dengan melihat scatterplot adalah sebagai berikut : . Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk suatu pola, yang teratur . ergelombang, melebar, kemudian menyempi. maka mengindikasikan telah terjadi . Jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan dibawah angka nol pada sumbu Y maka tidak terjadi heteroskedasititas. Hasil uji heteroskedastisitas dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar berikut : Sumber : Data Olahan SPSS. Gambar 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas Analisis Pengaruh Return on Asset. Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Dividen. Laba Bersih, dan Dividend Payout Ratio (DPR) terhadap Harga Saham pada Perusahaan yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) Periode 2012-2017 (Mimelientesa Irman. Felisia Thalia, dan Restu Hayat. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Berdasarkan pada gambar di atas maka dapat dilihat bahwa titik-titik yang mewakili jumlah data penilaian tidak membentuk pola yag jelas, serta titik-titik yang menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y. Oleh karena itu, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi. Artinya variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain dalam penelitian ini tidak mengalami perbedaan yang dapat membuat hasil hasil penelitian menjadi bias. Dengan demikian maka penelitian ini telah memenuhi asumsi klasik yang keempat, yang menyatakan bahwa data harus bebas dari gejala heteroskedastisitas sebagai syarat yang mendasari model statistik parametrik regresi berganda yang digunakan, sehingga kemudian pengambilan keputusan atas analisis data dalam penelitian ini akan valid dan reliabel. Hasil Uji Autokorelasi Uji autokorelasi dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada suatu periode dengan kesalahan pengganggu pada periode sebelumnya yang biasanya terjadi karena menggunakan data time series. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada masalah autokorelasi. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Pengujian autokorelasi dapat dilakukan melalui uji Durbin-Watson (D-W tes. Tabel 2. Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Change Statistics Adjusted Std. Error of R Square Sig. F Durbindel Square R Square the Estimate Change Change df1 df2 Change Watson ,273a ,075 ,035 11,59166 ,075 1,906 ,136 2,004 Predictors: (Constan. Biaya Bina Lingkungan. Biaya Kemitraan. Biaya Kesejahteraan Karyawan Dependent Variable: Return On Assets Sumber : Data Olahan SPSS. 00,2019 Berdasarkan pada tabel 2 di atas, maka dapat dilihat bahwa nilai D-W sebesar 2,004 berada diantara batas du = 1,7092 dengan 4-du = 2,2908. Oleh karena itu, maka dari hasil perhitungan di atas, maka dapat dijelaskan data dalam penelitian ini bebas dari gejala autokorelasi pada variabel yang ada karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lain. Hasil Uji Multikolineritas Menurut Ghozali . tujuan dari uji ini untuk mengetahui apakah pada model regresi yang diajukan ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independennya. Jika terdapat korelasi yang kuat antar variabel independen, maka variabel ini tidak ontogonal. Variabel ontogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol. Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta -5,754 10,777 ,163 ,550 ,036 -,534 ,297 Sig. ,595 ,767 ,588 ,467 2,281 -1,238 ,026 ,220 Model 1 (Constan. Biaya Kesejahteraan Karyawan Biaya Kemitraan 1,341 Biaya Bina Lingkungan -,578 Dependent Variable: Return On Assets ,268 -,153 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,900 1,111 ,942 ,850 1,061 1,176 Sumber : Data Olahan SPSS. 00,2019 Pada tabel 3 diatas dapat dilihat nilai tolerance kelima model . ariabel independe. lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF kurang dari 10. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas antar variabel Artinya di antara variabel independen dalam penelitian ini, tidak terdapat kemiripan . antara satu dengan yang lain dapat membuat hasil penelitian menjadi bias. Dengan demikian maka data dalam penelitian ini telah memenuhi syarat asumsi yang mendasari model statistik parametrik regresi berganda yang digunakan, sehingga pengambilan kesimpulan atas data akan valid dan reliabel. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 Uji Model (Uji F) Tabel 4. Uji Model (Uji F) ANOVAb Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression 768,274 256,091 1,906 ,136a Residual 9540,025 134,367 Total 10308,299 Predictors: (Constan. Biaya Bina Lingkungan. Biaya Kemitraan. Biaya Kesejahteraan Karyawan Dependent Variable: Return On Assets Sumber : Data Olahan SPSS. 00,2019 Berdasarkan pada tabel 4 di atas, menunjukkan bahwa Fhitung . < Ftabel . dan Signifikansi . > . Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis ditolak, yang berarti XBiaya Kesejahteraan Karyawan. XBiaya Kemitraan dan XBiaya Bina Lingkungan, secara bersama-sama tidak mempunyai pengaruh terhadap ROA. Koefisien Determinasi (R. Tabel 5. Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square ,273a ,075 ,035 Predictors: (Constan. Biaya Bina Lingkungan. Biaya Kemitraan. Biaya Kesejahteraan Karyawan Dependent Variable: Return On Assets Std. Error of the Estimate 11,59166 Sumber : Data Olahan SPSS. 00,2019 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat nilai adjusted R2 dalam penelitian ini sebesar 0,075 . ,5%), sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel bebas yaitu biaya kesejahteraan karyawan (X. , biaya kemitraan (X. , dan biaya bina lingkungan (X. bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat yaitu ROA sebesar 17,5% sedangkan sisanya 92,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain diluar dari variabel dalam penelitian ini seperti penjualan dan hutang dagang. Dimana berdasarkan teori apabila kedua hal tersebut mengalami peningkatan, maka ROA dapat ikut terpengaruh. Uji Parsial (Uji . Tabel 6. Uji Parsial (Uji . Berdasarkan Uji t 0,297 1,990 2,281 1,990 -1,238 1,990 Berdasakan Signifikansi Sig. 0,767 0,050 0,026 0,050 0,220 0,050 Hasil H1 Diterima/Ditolak Ditolak Diterima Ditolak Sumber : Data Olahan SPSS. 00,2019 Berdasarkan tabel diatas, maka uji parsial dari hasil pengujian penelitian tersebut adalah :. Nilai thitung lebih kecil dari ttabel . ,297 < 1,. sehingga keputusan uji adalah H0 diterima dan H1 ditolak. Didukung dari hasil nilai signifikansi 0,767 yang lebih besar daripada 0,05, maka kesimpulannya adalah biaya kesejahteraan karyawan tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA pada perusahaan sub sektor batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2013-2017. Nilai thitung lebih besar dari ttabel . ,281 > 1,. sehingga keputusan uji adalah H0 ditolak dan H1 diterima. Didukung dari hasil nilai signifikansi 0,026 yang lebih kecil daripada 0,05, maka kesimpulannya adalah biaya kemitraan berpengaruh signifikan terhadap ROA pada perusahaan sub sektor batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2013-2017. Nilai thitung lebih kecil dari ttabel (-1,238 < 1,. sehingga keputusan uji adalah H0 diterima dan H1 ditolak. Didukung dari hasil nilai signifikansi 0,220 yang lebih besar daripada 0,05, maka kesimpulannya adalah biaya kesejahteraan karyawan tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA pada perusahaan sub sektor batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)pada periode 2013-2017. Analisis Pengaruh Return on Asset. Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Dividen. Laba Bersih, dan Dividend Payout Ratio (DPR) terhadap Harga Saham pada Perusahaan yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) Periode 2012-2017 (Mimelientesa Irman. Felisia Thalia, dan Restu Hayat. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Pembahasan Pengaruh Biaya Kesejahteraan Karyawan. Biaya Kemitraan dan Biaya Bina Lingkungan terhadap ROA Dari hasil pengujian hipotesis uji F dapat dikemukakan bahwa biaya kesejahteraan, biaya kemitraan dan biaya bina lingkungan secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Dapat dilihat dari perolehan nilai Fhitung lebih kecil daripada Ftabel . ,906 < 2,. atau dapat dilihat juga dari nilai signifikansinya0,136 yang lebih besar daripada = 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa H0 diterima dan H1 ditolak serta hasil pengujian statistik secara simultan signifikan. Oleh karena itu, model regresi yang digunakan layak untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam mengukur kesuksesan perusahaan yang tercermin pada ROA. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam menilai ROA suatu perusahaan, dapat menggunakan indikator biaya kesejahteraan karyawan, biaya kemitraan dan biaya bina lingkungan. Dengan kata lain, dengan adanya CSR dalam perusahaan diharapkan dapat meningkatkan kesuksesan perusahaan dalam menghasilkan laba. Pengaruh Biaya Kesejahteraan Karyawan terhadap ROA Penolakan terhadap hipotesis pertama ini menunjukkan bahwa biaya kesejahteraan karyawan secara signifikan tidak berpengaruh terhadap variabel Y yaitu ROA. Tidak berpengaruhnya biaya kesejahteraan karyawan tersebut sesuai dengan penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya oleh Dzakwan dan Muslih menyatakan bahwa biaya kesejahteraan karyawan tidak berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA). Dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa biaya kesejahteraan karyawan yang tinggi memang bisa berpotensi meningkatkan jumlah penjualan namun pengeluaran biaya kesejahteraan karyawan yang tinggi juga akan tetap mengurangi perolehan laba bersih perusahaan jika peningkatan penjualan tidak lebih tinggi dari biaya yang sudah dikeluarkan. Investor cenderung tidak menggunakan biaya kesejahteraan karyawan sebagai dasar pertimbangan ketika akan berinventasi karena manfaat keuangan yang dihasilkan masih belum pasti. Investor cenderung mempertimbangkan faktor lain yang lebih terbukti akurat dalam menilai prospek baik sebuah perusahaan misalnya jumlah penjualan dan laba bersih perusahaan. Pengaruh Biaya Kemitraan terhadap ROA Penerimaan terhadap hipotesis kedua ini menunjukkan bahwa biaya kemitraan secara signifikan berpengaruh terhadap variabel Y yaitu ROA (Return On Asset. Berpengaruhnya biaya kemitraan tersebut sesuai dengan penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya oleh Dzakwan dan Muslih . Hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa besarnya nilai biaya kesejahteraan karyawan tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan menggunakan rasio keuangan yaitu ROA (Return On Aset. pada perusahaan sub sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2013-2017. Hal ini terjadi karena dengan mengeluarkan biaya kemitraan, dapat mengurangi perolehan laba yang dibagikan ke para pemegang saham meskipun program ini dilakukan dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan demikian perusahaan harus bekerja lebih keras lagi untuk mendapatkan keuntungan efisiensi yang ditimbulkan oleh pengeluaran biaya tersebut. Dengan berkurangnya perolehan laba yang diperoleh, maka hal ini juga akan mengurangi profitabilitas perusahaan. Sedangkan penelitian yang telah dilakukan oleh Iskandar . menyatakan bahwa biaya kesejahteraan karyawan berpengaruh signifikan terhadap Return On Asset (ROA) perusahaan. Bahwa biaya kesejahteraan karyawan adalah bentuk tanggung jawab perusahaan di lingkungan internal perusahaan, sehinga dengan meningkatnya biaya untuk ini perusahaan tidak perlu khawatir karena manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dari pengeluaran biaya kesejahteraan karyawan dapat dirasakan secara langsung oleh perusahaan yakni dengan meningkatnya kinerja karyawan yang implikasinya bisa meningkatkan laba perusahaan karena karyawan bekerja lebih giat dan akan menjadi lebih mudah untuk diarahkan agar bekerja dengan efektif dan Pengaruh Biaya Bina Lingkungan terhadap ROA Penolakan terhadap hipotesis ketiga ini menunjukkan bahwa biaya bina lingkungan secara signifikan tidak berpengaruh terhadap variabel Y yaitu ROA (Return On Asset. Tidak berpengaruhnya biaya bina lingkungan tersebut sesuai dengan penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya oleh Fitriani . Hal ini karena tanggung jawab sosial perusahaan lewat berbagai dimensi biaya sosial kurang memiliki konsekuensi ekonomi . conomic consequence. karena bentuk, tipe, dan strategi social cost yang dilakukan perusahaan lebih bersifat indirect effect. Perusahaan melakukan tanggung jawab sosial lewat berbagai pengorbanan sosial . ocial cos. lebih dilihat dari perspektif dan motif manajemen, kurang memperhatikan dan memperhitungkan kebutuhan stakeholder, terutama stakeholder eksternal . Hal ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti lain yaitu Irman dan Juliyanti . 7 : . , dimana hasil penelitiannya menyatakan bahwa biaya kemitraan tidak berpengaruh terhadap ROA (Return On Asse. Hal ini disebabkan oleh tingkat kepedulian masyarakat secara umum belum baik. Artinya, sekalipun pengusaha sudah melakukan kepedulian terhadap lingkungannya, tetapi apabila masyarakat Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019 e-ISSN 2685-5607 . sebagai pemakai produk perusahaan tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungannya, maka usaha tersebut tidak akan mempunyai dampak positif terhadap kinerja keuangan (ROA) perusahaan. Dalam hal ini para konsumen masih berfikir pada taraf yang penting terjangkau kebutuhannya, belum memikirkan apakah produk tersebut ramah lingkungan atau tidak. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta uraian dari bab sebelumnya adapun kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut . Hasil analisis data secara parsial menunjukkan bahwa biaya kesejahteraan karyawan tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA pada perusahaan sub sektor batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2013-2017. Hasil analisis data secara parsial menunjukkan bahwa biaya kemitraan berpengaruh signifikan terhadap ROA pada perusahaan sub sektor batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2013-2017. Hasil analisis data secara parsial menunjukkan bahwa biaya bina lingkungan tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA pada perusahaan sub sektor batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2013-2017. Hasil analisis simultan menunjukkan bahwa biaya kesejahteraan karyawan, biaya kemitraan dan biaya bina lingkungan secara bersama sama tidak berpengaruh terhadap ROA pada perusahaan sub sektor batubara yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2013-2017. Adapun saran yang dapat diberikan pada investor, perusahaan dan akademisi adalah sebagai berikut :. Bagi Perusahaan. Disarankan bagi perusahaan agar melaksanakan CSR dengan baik dan benar. Karena hal ini tidak akan memberikan kerugian terhadap perusahaan akan tetapi sebaliknya. Dengan melaksanakan CSR, perusahaan telah menanamkab modal mereka untuk investasi jangka panjang . itra yang lebih bai. Bagi InvestorDisarankan investor tidak hanya menilai perusahaan yang baik untuk dijadikan tempat berinvestasi berdasarkan laporan keuangnan . perusahaan saja, melainkan menilai dari tanggung jawab yang telah dilakukan perusahaan. Karena perusahaan yang bertanggung jawab tentu lebih memberikan jaminan jangka panajng kepada investor dibanding dengan perusahaan yang memiliki profit tinggi tetapi tidak melaksanakan tanggung jawabnya. Bagi Akademisi. Disarankan bagi akademisi . enelitian selanjutny. untuk mencari pengaruh profitabilitas terhadap CSR menggunakan variabel lain yang dapat menggambarkan CSR tersebut selain variabel biaya kesejahteraan karyawan. Biaya kemitraan dan biaya bina DAFTAR RUJUKAN Arfan Ikhsan. Akuntansi Lingkungan dan Pengungkapannya. Yogyakarta :Graha Ilmu. Astuti D. Siti Irene. Desentralisasi dan Partisipasi dalam Pendidikan. Yogyakarta: UNY. Brigham dan Houston. Dasar-dasar Manajemen Keuangan Buku 1 (Edisi . Jakarta : Salemba Empat. Dzakwan. Muhammad Imam dan Muhammad Muslih. Pengaruh Tanggung Jawab Sosial Terhadap Kinerja Keuangan (Studi Pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di BEI Periode 2014-2. e-Proceeding of Management : Vol. No. 3 Desember 2018 | Page 3640. Universitas Telkom Fitriani. Anis. Pengaruh Kinerja Lingkungan dan Biaya Lingkungan Terhadap Kinerja Keuangan Pada BUMN Jurnal Ilmu Manajemen | Volume 1 Nomor 1 Januari 2013 Ghozali. Imam. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 19. Penerbit Univeristas Diponegoro. Semarang. Gujarati. Damodar. Dasar Ae Dasar Ekonometrika terjemahan. Jakarta. Erlangga. Hadi. Nur. Corporate Social Responsibility edisi Pertama. Yogyakarta : Graha Ilmu. Ikatan Akuntansi Indonesia. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta : Salemba Empat. Indonesia. Undang-Undang tentang Perseroan Terbatas. UU No. 40 tahun 2007. LN No. 106 Tahun 2007. TLN No. Irman. Mimelientesa dan Juliyanti. Analisis Pengaruh Biaya Kesejahteraan Karyawan. Biaya Kemitraan dan Biaya Bina Lingkungan Terhadap ROA Pada BUMN (Perseroa. yang Terdaftar di BEI Periode Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos Vol. 6 No. 2 Juli 2017 ISO. "ISO 26000: Guidance on Social Responsibility". ISO/FDIS 26000:2007(E). Iskandar. Pengaruh Penerapan Corporate Social Responsibility Terhadap Profitabilitas Perusahaan. Forum Ekonomi. Volume 18 No 1 2016 Kasmir. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. Mulyadi. Sistem Akuntansi. Edisi ke-3. Cetakan ke-5. Penerbit Salemba Empat. Jakarta. Munawir. Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta : Liberty. terhadap profitabilitas Perusahaan (Studi Kasus Pada Perusahaan Perbankan yang Listing di BEI Tahun 2007sampai Dengan Tahun 2. Surakarta. Nistantya. Dewa Sancahya. Pengaruh Corporate Social Responsibility Analisis Pengaruh Return on Asset. Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Dividen. Laba Bersih, dan Dividend Payout Ratio (DPR) terhadap Harga Saham pada Perusahaan yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) Periode 2012-2017 (Mimelientesa Irman. Felisia Thalia, dan Restu Hayat. Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi e-ISSN 2685-5607 Peraturan Menteri BUMN Nomor 09/MBU/07/2015 yang telah dirubah dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor 03/MBU/12/2016 yang telah dirubah dengan Peraturan Menteri BUMN Nomor 02/MBU/07/2017 tentang Program Kemitraan danBina Lingkungan Badan Usaha Milik Negara Rudito. Bambang, & Melia Famiola, . Corporation Social Responsibility (CSR). Bandung: Rekayasa Sains Sanusi. Anwar. Metodologi Penelitian Bisnis. Jakarta : Salemba Empat. Septiana. Rika Amelia dan Emrinaldi Nur DP. Pengaruh Implementasi Corporate Social Responsibility terhadap Profitabilitas Perusahaan (Studi pada Perusahaan Manufaktur Yang Listing di BEI 2007 s. Pekbis Jurnal. Vol. No. Juli 2012: 71-84 Septiani. Nur Indah. Pengaruh Motivasi Kerja. Gaya Kepemimpinan Dan Pengembangan Karier Terhadap Kinerja Karyawan (Survey Pada Divisi Akuntansi Dan Keuangan KSP. Artha Mitra Sejat. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Bandung: Afabeta Suwardjono. Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan edisi ketiga cetakan kelima. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta. Untung. Budi. CSR Dalam Dunia Bisnis. Yogyakarta. Penerbit Andi Bilancia: Jurnal Ilmiah Akuntansi--- Vol. 3 No. Desember 2019